KATA
KATA PENGANTAPENGANTAR R
Se
Semiminanar r NaNasisiononal al KeKebubumimian an keke-7 -7 dildilakaksasananakakan n tatangnggagal l 31 31 OkOktobtober er 202014 14 dadann me
meruparupakan kan salsalah ah sasatu tu kegkegiatiatan an ilmilmiah iah rutrutin in tahtahunaunan n di di JuruJurusasan n TekTeknik nik GeoGeologlogii Fak
Fakultaultas s TekTeknik nik UniUniverversitsitas as GadGadjah jah MadMada, a, yanyang g dimdimulai ulai pertpertamama a kalkali i di di tahtahunun 20
200808. . TuTujujuan an ututamama a kekegigiatatan an inini i adada a dudua: a: (a(a) ) memengnghihimpmpun un hahasisil l pepenenelilititianan keb
kebumiumian an terterbarbaru u dardari i berberbagbagai ai insinstittitusi usi pendpendidiidikan kan dan dan penepenelilitiatian n kebkebumiumian an didi In
Indondonesesia ia sesebabagagai i sasalalah h sasatu tu sasaranrana a ununtuk tuk memelihlihat at ararah ah kekekikinianian n pepenenelilititianan keb
kebumiumian an nasnasionaional, l, dan dan (b) (b) disdisememinasinasi i hashasil il penpenelielitiatian n yanyang g berlberlangangsunsung g daldalamam tahun berjalan di lingkup Jurusan Teknik Geologi FT UGM, baik yang dikerjakan tahun berjalan di lingkup Jurusan Teknik Geologi FT UGM, baik yang dikerjakan oleh dosen maupun mahasiswa
oleh dosen maupun mahasiswa
Di tahun 2014 ini Seminar Nasional Kebumian diselenggarakan bersamaan dengan Di tahun 2014 ini Seminar Nasional Kebumian diselenggarakan bersamaan dengan Simp
Simposium Pendidikan osium Pendidikan GeoloGeologi gi NasioNasional. nal. SemSemakin akin banyabanyaknya knya pendidipendidikan kan tinggtinggii bidang
bidang Geologi Geologi di di berbagai berbagai universitas universitas di di Indonesia Indonesia yang yang bermunculan bermunculan dalamdalam de
dekakade de terterakakhirhir, , mememumuncunculklkan an kekeiningiginanan n adadananya ya foforum rum didialalog og di di kakalalangnganan ak
akadadememisisi i dadan n papara ra pepemmanangkgku u kekepepentntiningagan n (( t takake e hoholdldererss). ). SSimimpoposisium um ininii di
diseselelengnggagararakakan n tatangnggagal l 30 30 OkOktotobeber r 202014 14 dadan n didimamaksksudkudkan an ununtuk tuk memenjanjadidi embatan dialog dalam menyikapi kondisi pendidikan geologi nasional, hambatan embatan dialog dalam menyikapi kondisi pendidikan geologi nasional, hambatan ang ada, serta tantangan ke depan. Dengan semangat dialog ini lah maka tema ang ada, serta tantangan ke depan. Dengan semangat dialog ini lah maka tema an
ang g diudiususung ng SeSemiminanar r NaNasiosionanal l KeKebubumimian an ke-ke-7 7 dadan n SiSimpmpososiuium m PePendndididikikanan Ge
Geolologogi i NaNasisiononal al adadalalah ah “M“Memempeperkrkuauat t JeJejajariring ng PePendndididikikan an dadan n PePenenelilititianan Kebumian”.
Kebumian”.
Terdapat 83 makalah ilmiah yang disajikan dan didiskusikan pada Seminar Nasional Terdapat 83 makalah ilmiah yang disajikan dan didiskusikan pada Seminar Nasional Kebumian ke7 ini dengan kategori lima (5) topik geologi yaitu (i) Hidrogeologi Kebumian ke7 ini dengan kategori lima (5) topik geologi yaitu (i) Hidrogeologi -Geoteknik, (ii) Sumberdaya Energi, (iii) Sumberdaya Mineral, (iv) penelitian dasar Geoteknik, (ii) Sumberdaya Energi, (iii) Sumberdaya Mineral, (iv) penelitian dasar geologi (Geologi Dinamik, Petrologi, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi), dan geologi (Geologi Dinamik, Petrologi, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi), dan (v) Pendidikan Geologi.
(v) Pendidikan Geologi.
Ata
Atas s namnama a JuruJurusan san TekTeknik nik GeolGeologi ogi FT FT UGUGM, M, kamkami i menmenyamyampaikpaikan an terterimimakasakasihih ke
kepapada da seseluluruh ruh pepesesertrta a dadan n undundanangagan n yayang ng tetelalah h beberkrkenenan an hadhadir ir dadalalam m acacararaa sem
seminainar r mamaupun upun simsimposposiumium. . TidaTidak k lupluput ut pulpula, a, kamkami i menmengucgucapkapkan an terterimimakaakasihsih kepada rekan – rekan panitia baik staf maupun mahasiswa Teknik Geologi FT UGM kepada rekan – rekan panitia baik staf maupun mahasiswa Teknik Geologi FT UGM atas kerjakerasnya sehingga rangkaian seluruh acara dapat berjalan lancar.
atas kerjakerasnya sehingga rangkaian seluruh acara dapat berjalan lancar. Sem
Tim Editor : Tim Editor :
1.
1. SalSalahuahuddiddin n HusHuseinein, , Ph.Ph.DD 2.
2. RahmRahmadi adi HidHidayaayat, t, M.EM.Engng 3.
3. AlfAlfredredo o Di Di StStefaefanono 4.
4. Eva Eva MulyMulyanianingsngsihih 5.
5. NadNadiar iar RamRamadhadhanan 6.
6. RikRikzazan n NoNormrma a S.S. 7.
7. PetPeter er PraPratististhatha 8.
8. RidRidha ha SiSidi di M.M. 9.
9. MifMifrokrokhah hah HanHanififfafa 10. Dani Mardiati 10. Dani Mardiati
iv
08:40 – 08.50 08:50 – 09:45 09:45 – 10:00
10:00 – 10:15 P5O-01
Evaluasi Pembelajaran Geologi Ditinjau dari Keberhasilan Pembelajaran Mata Kuliah Metode Geologi Lapangan di Jurusan Teknik Geologi FTUGM
Pramumijoyo, S., Wijono, S., Hariadi, B. W
P1O-01
Pemodelan Airtanah Daerah Penambangan Batubara Pit Terbuka di Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur
Devy, S.D., Hendrayana, H., Putra, D.P.E. P2O-01
Sensitivity Analysis in Shale Gouge Ratio and Fault Permeability Model for Post MortemRe-ev aluation of “M” Closure, Offshore Timor Sea, Indonesia
Hidayat, R., Surjono, S.S. P4O-01
IR-COPTER: Sebuah Instrumen Penginderaan Jauh Berbasis Termal untuk Pengembangan Eksplorasi Sumber Daya Alam
Setianto, A ., Freski, Y.R., Refikhanata, V., Rahim, M., Prasidya, A.S. 10:15 – 10:30 P5O-02 Pendidikan Mikropaleontologi Radiolaria di
Perguruan Tinggi : Sebuah usulan Munasri P1O-02
Kontribusi Pemodelan Aliran Airtanah untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan : StudiKasus Semarang
Putranto, T.T P2O-02
Applied Fairway Prospecting in Coal Bed Methane Exploration, Case Study : CBMX Block
Ontosari, D. P4O-02
Aplikasi Metode Analogue Sandbox Modeling dalamA nalisis Struktur Geologi yang Berkembang pada SistemThrus t-Fold Belt dengan Kehadiran Bidang Basal Detachment
Pramumijoyo, S., Suparna, R.H
10:30 – 10:45 P5O-03
Geologi Militer di Kawasan Nusantara, suatu Tantangan bagi Militer dan Pendidikan Sains Kebumian di Indonesia
Zakaria, Z P1O-03
Identifikasi Kerusakan DAS Luk Ulo dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus : Karangsambung, Kabupaten Kebumen)
Puswanto, E. , Raharjo, P.D., Widiyanto, K. P2O-03
Komparasi Pemodelan Sumberdaya Batubara Menggunakan Perangkat Lunak Minescape dan Surpac
Sasongko, W., Tarigan, M. P4O-03
Lingkungan Pengendapan dan Dinamika Sedimentasi Formasi Muaraenim Berdasarkan Litofasies dan Sumur Daerah Sekayu, Sumatera Selatan
Surjono, S.S., Geger, A.
10:45 – 11:00 M5O-01
Optimalisasi Wisata Berbasis Edukasi Kebumian Daerah Gunungkidul dan Sekitarnya Sebagai Geopark City Berkualitas Internasional
Stefano, A.D., Nurdiana, D.E., Wardani, K.A., Dewi, M.K.
P1O-04
Studi Karakteris tik Petrologi, Geokimia, dan Sifat Keteknikan Andesit di Daerah Tanjungsari dan Sekitarnya, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jaw a Timur
Hendratno, A. , Farih, S.L.N. P2O-04
Tinjauan Kembali Potensi Hidrokarbon Cekungan Banyumas berdasarkan Data Geologi dan Data Geofisika
Purwasatriya, E.B. P4O-04
Umur Formasi Kebo Butak Berdasarkan Nanofosil Gampingan Daerah Bayat, Kab. Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Akmaluddin, Saputra, R. N.
11:00 – 10:15 M50-02 Ikatan Alumni TOIKIdan Perannya DalamPendidikan Ilmu Kebumian di Indonesia Ismail.K.,Widyaningrum, A P1O-05
Kajian Potensi Kaw asan Karst Kendeng Utara Pegunungan Rembang Madura Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
Wacana, P., Irfanianto, Rodhialfalah, A., Widjanarko, S., Suryono, T., Chandra, F., Ahmad, F., Fauzi, I., Lukiarti, M.
M2O-01
Analisis Data Magnetikpada SistemPanas Bumi yang Berasosiasi dengan Zona Manifestasi di Sekitar Candi Gedong Songo Ungaran
Wulandari, I., Kharisa, N.A., Pertiwi, C.R.Y., Harjiutomo, P.I., Permatasari, A.P., Aisyiyah, S., Dan Ramadhan, A
P4O-05
Geologi dan alterasihidrotermal di Gunung Batur, Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIYogyakarta
Idrus, A., Setiadji, L. D., Warmada, I. W., Mustakim, W. 11:30 – 13:00
13:00 – 13:15 P3O-01 Magmatic Arc Evolution in the Pongkor Epithermal Gold Mineralisation District
Titisari, A.D., Phillips, D., Setyaraharja, E.P P1O-06
Studi Kekuatan Geser Terhadap Pengaruh Kekasaran Permukaan Diaklas Batugamping
Saptono, S., Sudarsono, Hartono, Fiorettha, K M2O-02
Analisa Karakterisasi Reservoar Batupasir berdasarkan SeismikInversi untuk Memetakan Sebaran Reservoar Batupasir pada Formasi Tanjung
Febrika, G.Y., Sarmauli, O., Endriasmoro
P4O-06
Komposisi Mineral Berat dalamEndapan Pasir Kuarsa di Kalimantan Barat Berdasarkan StudiKasus di Daerah Singkawang dan Sekitarnya
Setijadji, L. D., Warmada, I. W., Nabawi, N. R.
13:15 – 13:30 P3O-02
Speculative Models of Exhumation on High-Pressure Low- Temperature Metamorphic Rocks from Central Part of Indonesia: an Implementation of Concepts and Processes
Setiawan, N.I., Husein, S., A lfyan, M.F
P1O-07
Penentuan Nilai OptimumY ield dan Well Yield pada Akuifer di Kecamatan Kalasan dan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Hendrayana, H. ,
Ardendi, M. A M2O-03
Fluid Flow Pattern Interpretation of GeothermalUs ing Spontaneous Potential (SP) and Shallow Surface Temperature Method at Geothermal System in District Paguyangan Brebes
Yuliananto, Y .,
Triahadini, A. M4O-01
Biostratigraphy Study of Nyalindung Area, Sukabumi, Southwest Region of Java
Gandapradana, M.T., Pernando, M.I., Nasution, K.M.F. 13:30 – 13:45 P3O-03
Analisis Perubahan Distribusi LogamBerat pada Batuan Ultrabasa dengan Waste di Daerah Motui, Kab. Konawe, Utara Sulawesi Tenggara
Chaerul, M., Pallu, S., Selintung, M., Patanduk, J
P1O-08
Genesa Mata Air Cumpleng dan Pablengan di Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah
Wilopo, W., Dilaga, K M2O-04
Kondisi Paleogeografi Sepinggan Beds pada Miosen Akhir serta Implikasi terhadap Potensi Hidrokarbon Selatan Cekungan Kutai
Pratama, I.P., Rizkyandana, R., Pratama, A.Z.
M4O-02
Analisis Tafonomi Moluska pada Formasi Damar
di KaliSi wungu Tembalang Semarang
Kurniasih, A., Adha, I.
13:45 – 14:00 P3O-04
The Physical, Mineralogical and Chemical Characteristics of A sh and Lapilli Produced by the Recent G. Slamet Eruption, a Preliminary Study
Siswandi M1O-01
MengenaliInteraksi Air Sungaidan Air Tanah, serta Analisis Hubungan Sifat Kimia Air Melalui Metoda Grafik(Analisis NilaiR2) dalamPenyeles aian Masalah Kekurangan Air Bersih Warga Sukalaya, Tasikmalaya
Pratama, A. , Abdulbari, N. , Nugraha, M.I. , Prasetio, Y. , Tulak, G.P. , Warliana, A. , Irawan, D.E. M2O-05
Identifikasi Model Panas Bumi berdasarkan Respon Pengukuran Gaya Berat pada Daerah Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara
Rivandi, Destaw an, Hidayat M4O-03
Analisis Proses Pengendapan dan Lingkungan Pengendapan Serpih Formasi Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta berdasarkan Data Batuan Inti
Al Ansori, A.Z., Amijaya, H.
14:00 – 14:15 M3O-01
Aplikasi Metode Geomagnetik Untuk Identifikasi Persebaran Batuan Beku Dasit di Gunung Wungkal Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogy akarta
Wicaksono, C., Alam, R.N M1O-02
Microzonation Analysis using PeakGround Acceleration (PGA) and Seismic Vulnerability Index at Prambanan Temple and Its Surrounding Area, Yogyakarta Province, Indonesia
Mubin, F., Nurcahya, B.E M2O-06
Studi Alterasi HidrotermalBawah Permukaan di Lapangan Panas Bumi “Beta”, Ambon dengan Metode Petrografi
Vandani, C.P.K., Sari, I. W. A., Mulyaningsih, E., Utami, P., Yunis, Y.
M4O-04
Hubungan antara Evolusi Porositas dengan Karakteristik Diagenesis Batuan Karbonat Formasi Wonosari di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY
Asy’ari, M.R., Winardi, S.
14:30 – 14:45 Coffee break
Ruang Grand Ballroom Moderator : Nugroho Imam Setiawan
Presentasi Oral Presentasi Oral
S e s i A S e s i B Waktu Waktu
Friday prayer dan lunch break
Ruang Carnation Ruang Frangipani
Moderator : Wawan Budianta
Presentasi Oral Ruang Heliconia Moderator : Pri Utami
Presentasi Oral Ruang Carnation Moderator : Agus Hendratno
Moderator : I Wayan Warmada Moderator : Doni Prakasa Eka Putra Moderator : Hendra Amijaya Moderator : Agung Harijoko
E a s t p a r c H o t e l , J u m a t , 3 1 O k t o b e r 2 0 1 4
Dr. Sugeng Sapto Surjono Sambutan Ketua Jurusan TeknikGeologi FTUGM
Keynote Speech Prof. Hery Harjono (LIPI) : Tren Penelitian Geologi Masa Kinidan Masa Mendatang : Tantangan untuk Universitas di Indonesia
Coffee break
Desa Watuadeg, Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Harijoko, A Mekanik Batuan Daerah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Nandro, A.E.
Ambon dengan Metode X-Ray Diffraction
(XRD) E., Utami, P., Yunis, Y. Kabupaten Konawe Utara, Sulawes i Tenggara
15:00 – 15:15 M3O-03
Petrogenesis Batuan Metamorf di Daerah Perbukitan Jiwo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Alfyan, M.F., Setiawan, N.I. M1O-04
Aplikasi WEAP(Water Evaluation and Planning) Untuk Pengelolaan Sumber Daya Air
Anatoly, N. Dan Putranto, T.T. M2O-08
Petrophysical Analysis and Modeling, and Initial Oil Inplace Calculation of Low Resistive Pay Zones in “Papa” Field, Kutai Basin, East Kalimantan
Pratama, E.,
Pamungkas, D.W. M4O-06
ROCKSQUARE: Android App Recording Data Lapangan
Ratna, S.A., Ariani, N.P., Rabbani, B., Husein, S. 15:15 – 15:30 M3O-04
Studi Karakteristik dan Genesa Lava Bantal Nampurejo, Kecamatan Bayat dan Sekitarnya, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Pratiwi, F., Harijoko, A M1O-05
Studi Retakan yang Terdapat pada Jalan Tol Semarang-Solo Rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang
Haq, M.A., Utomo, G.J. M4O-10
The Dynamic Interaction of Turbidity Current under Dense Stratified Water : A Flume Experimental Model Approach
Ramadhan, B., Malda, O., Cahyo, F.A., Fardiansyah, I., Budiman, A.
M4O-07 Lineament Density Analy sis to Predict Fault: A Coal Mine Case
Prabowo, K., Irawan, D.E., Santosa, B.
15:30 – 15:45 M3O-05
Studi Aw al Tingkat Pelapukan pada Batugamping pada Anggota Kapung, Formasi Kalibeng berdasarkan Kenampakan Fisik Batuan: Studi Kasus Kavling Daerah Pemetaan Geologi2014
Zainudin, A., Setijadji, L.D M1O-06
Pemetaan Bahaya Amblesan di Daerah Karst Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimew a Yogyakarta
Widyaningtyas, C.P., Putra, D.P.E M4O-11
Studi Fasies Karbonat Formasi Selatan Daerah Badung Provinsi Bali
Agastya, I.B.O., Sugiarto, S. M4O-08
Eksistensi Kars dan Caliche Formasi Wonosariterhadap Morfologi Daerah Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimew a Yogyakarta
Dahyar, M., Wibowo, A., Prayogi A., Erlisa, P., Said, S., Premonowati
15:45 – 16:00 M1O-08
Kadar dan Penyebaran Merkuri pada Media Geologi diLokas i Penambangan Emas Tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Fahmi, F.L., Budianta, W., Arifudin
M1O-07
Analisis Tipe Longsor dan Kestabilan Lereng Berdasarkan Orientasi Struktur Geologi di Dinding Utara Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat
Aprilia, F., Indrawan, I.G.B., Adriansyah, Y., Maryadi, D.
M1O-09
Mitigasi Bencana dengan Pemetaan Risiko Tanah Longsor di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul
Permana, A., Rifa’i, A., Wijono, S M4O-09
Quantitative Application of Fluvial Geomorphology: Insight into Modern Equatorial River of Bor neo, Indonesia
Rohmana, R.C., Fardiansyah, I., Malda, O., Budiman, A., Taufani, L., Yessica, P., Prisila J. 16:15 – 16:30 Waktu 16:30 – 17:00 Kategori Topik : Coffee break S e s i C
Geologi Umum (Geologi Dinamik, Petrologi, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi) Studi Pendidikan E a s t p a r c H o t e l , J u m a t , 3 1 O k t o b e r
Ruang Grand Ballroom
Penutupan MC
Geohidrologi dan Geoteknik Sumberdaya Energi Sumberdaya Mineral
POSTER
Kode Poster Judul Poster Penulis Kode Poster Judul Poster Penulis
P1P-01 Analisis Geomekanika Formasi Halang Daerah Tinatah, Wonokromo, Kabupaten Kebumen
Puswanto, E., Winduhutomo, S., Raharjo, P.D
M2P-01
Dinamika Temperatur dan Komposisi Fluida Panas Bumi Lapangan “Beta”, Ambon Berdasarkan Studi Inklusi Fluida
Mulyaningsih, E., Sari, I.W.A., Vandani, C.P.K., Utami, P., Warmada, I.W., Yunis, Y.
P1P-02
Perbaikan Tanah Ekspansif melalui Penambahan CaO dalam Upaya Meningkatkan Dayadukung Tanah untuk Pondasi Dangkal
Zakaria, Z., Muslim,
D.,Mulyo, A. M2P-02
Penerapan Metode Magnetotellurik dalam Penyelidikan Sistem Panas Bumi
Umbara, I.G.A.H.J., Utami, P.,Raharjo, I.B. P4P-01 Kompleks Sesar Trembono sebagai Gravitational Structures Husein,S.,
Mulyawan, R. S. M2P-03
Kompilas i Metode Water Saturation dalam
Evaluasi Formasi Dwiyono, I.F., Winardi, S. M1P-01
Strategi Penanganan Abrasi Lahan Bekas Tambang Daerah Pantai Mudong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kep. Bangka Belitung
Sakur,M.,Ismail,
K.., Wilopo, W. M2P-04
Delineasi Daerah Prospek Panas Bumi berdasarkan Kelurusan Citra Landsat dan Digital Elevation Model (DEM) Daerah Gunung Lawu, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur
Pambudi, D.Y.W.S., Ismail, K., Sakur, M.,Fajri, I., Setijadji,L.D.
M1P-02
Remediasi Tanah Tercemar Kadmium (Cd) dengan Menggunakan Zeolit dari Daerah Hargosari, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Putrayana, N., Dhanu, B.E., Khasanah, U., Budianta, W.
M2P-05 Evaluasi Kondisi Geologi dan Geokimia Potensi Panasbumi Gunung Telomoyo
Ramadhan,N., Prameswari,M.,Harijoko, A.
M1P-03
Studi Karakteristik Geologi dalam Perencanaan dan Penentuan Lokasi Bangunan Pelimpah Daruratdi Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat
Warman, G., Indrawan, I.G.B., Kuncoro, A.D
M2P-06
Analisi Fas ies Batuan dan Li ngkungan Pengendapan Batupasir “Cr” Dan “Yb” Formasi Air Benakat, Lapangan Rham ayanti Subcekungan
Jambi, Sumatera Selatan
Putri,R..,Setyowiyoto, J.
M1P-04 Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Orientasi Struktur Geologi di Singkapan Batupasir Formasi Kebo - Butak
Nusantara, Y.P., Utama, P.P., Indrawan, I.G.B.
M2P-07
Studi Interkoneksi Antara Sumur Reinjeksi dengan Sumur Produksi dan Analisis Mass Recoverydengan Metode Isotop Stabil 18O dan D di Lapangan Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat
Febriani, D.,Wicaksono, T.,Utami, P., Muharini,A.
M1P-05
Studi Potensi Geologi Daerah Kabupaten Gunungkidul dan Sekitarnya dalam Integrasi Transportasi Masal dari Kota Yogyakarta menuju Kawasan Pantai Sebagai Upaya Pengembangan Wisata Stefano, D.A., Nurdiana,E.D., Wardani, A.K.A., Dewi,M.K M4P-01
Hubungan Stratigrafi antara Satuan Batuan Vulkanik dengan Satuan Batuan Karbonat di Daerah Bangunjiwo dan Sekitarnya, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Mulyani, S., Barianto, D.H.,Rahardjo, W
M3P-01 Studi Batuan Vulkanik Perbukitan Sepuluhribu, Kota Tasikmalaya dan Sekitarnya, Jawa Barat
Dono,H.D.,
Setijadji, L.D M4P-02
Analisa Arah Arus Purba berdasarkan Struktur Sedimen Hummockydi Daerah Panggang, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Ma’arif,S.G.,Firdausi, R.D., Widyastanto, A., Barianto, D.H M3P-02
Karakteristik Mineralogi dan Perkembangan Endapan Travertin di Daerah Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara
Mardiati,D.,
Harijoko, A M4P-03
Studi Fasies Vulkanik dan Alterasi Hidrotermal Daerah Sungai Cikaniki dan Sekitarnya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Haniffa, M.,Harijoko, A
M4P-04
Mekanisme Pengendapan Anggota Tuf Formasi Waturanda Daerah Kali Kenteng, Sempor, Kebumen,Jawa Tengah
Saputra,R.N., Novian, M.I
M4P-05
Pengukuran Arah Arus Purba Formasi Waturanda Jalur Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah
Putra, R.P., Barianto, D. H.
Kategori Topik :
M4P-06
Stratigrafi Formasi Semilir di Dusun Krakitan, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Efendi, W.V., Novian, M.I., Utama, R..W.
Studi Pendidikan Geohidrologi dan Geoteknik Sumberdaya Energi Sumberdaya Mineral
DAFTAR ISI
Halaman Judul ...i
Kata Pengantar...ii
Susunan Acara ...iii
Daftar Isi ... ... ... vii
1. KELOMPOK STUDI GEOHIDROLOGI DAN GEOTEKNIK Pemodelan Airtanah Daerah Penambangan Batubara Pit Terbuka di Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Devy, S.D., Hendrayana, H., Putra, D.P.E...1
Kontribusi Pemodelan Aliran Airtanah untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan Studi Kasus: Semarang Putranto, T.T ...2
Identifikasi Kerusakan DAS Luk Ulo dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus : Karangsambung, Kabupaten Kebumen) Puswanto, E. , Raharjo, P.D., Widiyanto, K. ...3
Studi Karakteristrik Petrologi, Geokomia, dan Sifat Keteknikan Andesit di Daerah Tanjungsari dan Sekitarnya, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur Hendratno, A. , Farih, S.L.N ... 4
Kajian Potensi Kawasan Karst Kendeng Utara Pegunungan Rembang Madura Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Wacana, P., Irfanianto, Rodhialfalah, A., Widjanarko, S., Suryono, T., Chandra, F., hmad, F., Fauzi, I., Lukiarti, M. ...5
Studi Kekuatan Geser Terhadap Pengaruh Kekasaran Permukaan Diaklas Batugamping Saptono, S., Sudarsono, Hartono, Fiorettha, K . ...6
Penentuan Nilai Optimum Yield dan Well Yield Pada Akuifer di Kecamatan Kalasan dan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Hendrayana, H. , Ardendi, M. A. ... ... 7
Wilopo, W., Dilaga, K ...8
Analisis Geomekanika Formasi Halang Daerah Tinatah, Wonokromo, Kabupaten Kebumen
Puswanto, E., Winduhutomo, S., Raharjo, P.D...9
Perbaikan Tanah Ekspansif Melalui Penambahan Cao dalam Upaya Meningkatkan Dayadukung Tanah untuk Pondasi Dangkal
Zakaria, Z., Muslim, D., Mulyo, A . ... 10
Mengenali Interaksi Air Sungai dan Air Tanah, Serta Analisis Hubungan Sifat Kimia Air Melalui Metoda Grafik (Analisis Nilai R 2) dalam Penyelesaian Masalah Kekurangan Air Bersih Warga Sukalaya, Tasikmalaya
Pratama, A. , Abdulbari, N. , Nugraha, M.I. , Prasetio, Y. , Tulak, G.P. , Warliana, A. , Irawan, D.E ...11
Microzonation Analysis Using Peak Ground Acceleration (Pga) and Seismic Vulnerability Index at Prambanan Temple and It’s Surrounding Area, Yogyakarta Province, Indonesia
ubin, F., Nurcahya, B.E. ... ...12
Investigasi Geologi Potensi Longsor Berdasarkan Analisis Sifat Fisik dan Mekanik Batuan Daerah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
udinno, R.T., Setiawan, M.I.N., Gunawan, A., Nandro, A.E . ...13
Aplikasi Weap (Water Evaluation And Planning ) untuk Pengelolaan Sumber Daya Air
natoly, N. Dan Putranto, T.T ...14
Studi Retakan yang Terdapat pada Jalan Tol Semarang-Solo Rute Kota Semarang Hingga Ungaran, Kabupaten Semarang
Haq, M.A., Utomo, G.J. ...15
Pemetaan Bahaya Amblesan di Daerah Karst Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Mitigasi Bencana dengan Pemetaan Resiko Tanah Longsor di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul
Permana, A., Rifa’i, A., Wijono, S . ...19
Strategi Penanganan Abrasi Lahan Bekas Tambang Daerah Pantai Mudong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kep. Bangka Belitung
Sakur, M., Ismail, K.., Wilopo, W. ...20
Remediasi Tanah Tercemar Kadmium (Cd) dengan Menggunakan Zeolit dari Daerah Hargosari, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Putrayana, N., Dhanu, B.E., Khasanah, U., Budianta, W. ...21
Studi Karakteristik Geologi dalam Perencanaan dan Penentuan Lokasi Bangunan Pelimpah Darurat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat
Warman, G., Indrawan, I.G.B., Kuncoro, A.D. ...22
Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Orientasi Stuktur Geologi di Singkapan Batupasir Formasi Kebok - Butak
Nusantara, Y.P., Utama, P.P., Indrawan, I.G.B. ... 23
Studi Potensi Geologi Daerah Kabupaten Gunungkidul dan Sekitarnya dalam
Integrasi Transportasi Masal dari Kota Yogyakarta Menuju Kawasan Pantai Sebagai Upaya Pengembangan Wisata
Stefano, D.A., Nurdiana, E.D., Wardani, A.K.A., Dewi, M.K... 24
2. KELOMPOK STUDI SUMBERDAYA ENERGI
Sensitivity Analysis in Shale Gouge Ratio and Fault Permeability Model for Post Mortem Re-Evaluation Of “M” Closure, Offshore Timor Sea, Indonesia
Hidayat, R., Surjono, S.S ...25
Applied Fairway Prospecting in Coal Bed Methane Exploration Case Study : Cbm X Block
Ontosari, D. ...26
Studi Komparasi Pemodelan Sumberdaya Batubara Menggunakan Perangkat Lunak Minescape dan Surpac
Sasongko, W., Tarigan, M...27
Analisis Data Magnetik Pada Sistem Panas Bumi yang Berasosiasi Dengan Zona Manifestasi di Sekitar Candi Gedong Songo Ungaran
Wulandari, I., Kharisa, N.A., Pertiwi, C.R.Y., Harjiutomo, P.I., Permata ari, A.P.,
isyiyah, S., dan Ramadhan, A. ... ... 29
Analisa Karakterisasi Reservoar Batupasir Berdasarkan Seismik Inversi untuk Memetakan Sebaran Reservoar Batupasir pada Formasi Tanjung
Febrika, G.Y., Sarmauli, O., Endriasmoro ...30
Fluid Flow Pattern Interpretation of Geothermal Using Spontaneous-Potential (Sp) and Shallow Surface Temperature Method at Geothermal System in District
Paguyangan Brebes
Yuliananto, Y., Triahadini, A. ...31
Kondisi Paleogeografi Sepinggan Beds pada Miosen Akhir serta Implikasi Terhadap Potensi Hidrokarbon Selatan Cekungan Kutai
Pratama, I.P., Rizkyandana, R., Pratama, A.Z . ...32
Identifikasi Model Panas Bumi Berdasarkan Respon Pengukuran Gaya Berat pada Daerah Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun - Sumatera Utara
Rivandi, Destawan, Hidayat ...33
Studi Alterasi Hidrotermal Bawah Permukaan di Lapangan Panas Bumi “Beta”, Ambon Dengan Metode Petrografi
Vandani, C.P.K., Sari, I. W. A., Mulyaningsih, E., Utami, P., Yunis, Y. ...34
Studi Alterasi Hidrotermal Bawah Permukaan Lapangan Panas Bumi “Beta”, Ambon Dengan Metode X-Ray Diffraction (XRD)
Sari, I. W. A., Vandani, C.P.K., Mulyaningsih, E., Utami, P., Yunis, Y. ...35
Petrophysical Analysis and Modeling, and Initial Oil Inplace Calculation of Low Resistive Pay Zones in “Papa” Field, Kutai Basin, East Kalimantan
Pratama, E., Pamungkas, D.W . ...36
Dinamika Temperatur dan Komposisi Fluida Panas Bumi Lapangan “Beta”, Ambon Berdasarkan Studi Inklusi Fluida
Kompilasi Metode Water Saturation dalam Evaluasi Formasi
Dwiyono, I.F., Winardi, S. ...39
Delineasi Daerah Prospek Panas Bumi Berdasarkan Kelurusan Citra Landsat Dan Digital Elevation Model (DEM) Daerah Gunung Lawu, Provinsi Jawa Tengah dan
Jawa Timur
Pambudi, D.Y.W.S., Ismail, K., Sakur, M., Fajri, I., Setijadji, L.D... 40
Evaluasi Kondisi Geologi dan Geokimia Potensi Panasbumi Gunung Telomoyo
Ramadhan, N., Prameswari, M., Harijoko, A...41
Analisi Fasies Batuan dan Lingkungan Pengendapan Batupasir “Cr” Dan “Yb”
Formasi Air Benakat, Lapangan Rhamayanti Subcekungan Jambi, Sumatera Selatan Putri, R.., Setyowiyoto, J ...42
Studi Interkoneksi Antara Sumur Reinjeksi dengan Sumur Produksi dan Analisis Mass Recovery dengan Metode Isotop Stabil 18O dan D di Lapangan Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat
Febriani, D., Wicaksono, T., Utami, P., Muharini, A. ...43
3. KELOMPOK STUDI SUMBERDAYA MINERAL
Magmatic Arc Evolution in The Pongkor Gold Mineralisation District
Titisari, A.D., Phillips, D., Setyaraharja, E.P . ...44
Speculative Models of Exhumation on High-Pressure Low-Temperature Metamorphic Rocks From Central Part of Indonesia : An Implementation of Concepts and Processes
Setiawan, N.I., Husein, S., Alfyan, M.F . ...45
Analisis Perubahan Distribusi Logam Berat pada Batuan Ultrabasa Dengan Waste di Daerah Motui Kab. Konawe Utara Sulawesi Tenggara
Chaerul, M., Pallu, S., Selintung, M., Patanduk, J. ...46
The Physical, Mineralogical and Chemical Characteristics of Ash and Lapilli Producted by The Recent G. Slamet Eruption, A Preliminary Study
Siswandi ...47
Aplikasi Metode Geomagnetik untuk Identifikasi Persebaran Batuan Beku Dasit di Gunung Wungkal Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Unit Erupsi dan Hubungan Lava Bantal Watuadeg dengan Batuan Vukaniklastik di Desa Watuadeg, Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Hidiyawati, R., Harijoko, A. ...49
Petrogenesis Batuan Metamorf di Daerah Perbukitan Jiwo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
lfyan, M.F., Setiawan, N.I ...50
Studi Karakteristik dan Genesa Lava Bantal Nampurejo, Kecamatan Bayat dan Sekitarnya, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Pratiwi, F., Harijoko, A. ...51
Studi Awal Tingkat Pelapukan pada Batugamping pada Anggota Kapung, Formasi Kalibeng Berdasarkan Kenampakan Fisik Batuan: Studi Kasus Kavling Daerah Pemetaan Geologi 2014
Zainudin, A., Setijadji, L.D. ... ... 52
Studi Batuan Vulkanik Perbukitan Sepuluhribu, Kota Tasikmalaya dan Sekitarnya, Jawa Barat
Dono, H.D., Setijadji, L.D. ...53
Karakteristik Mineralogi dan Perkembangan Endapan Travertin di Daerah Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara
ardiati, D., Harijoko, A...54
4. KELOMPOK STUDI GEOLOGI DINAMIK, PETROLOGI, PALEONTOLOGI DAN STRATIGRAFI-SEDIMENTOLOGI
Ir-Copter: Sebuah Instrumen Penginderaan Jauh Berbasis Termal untuk Pengembangan Eksplorasi Sumber Daya Alam
Setianto, A., Freski, Y.R., Refikhanata, V., Rahim, M., Prasidya, .S ...55
Aplikasi Metode nalogue Sandbox Modeling dalam Analisis Struktur Geologi ang Berkembang pada Sistem Thrust-Fold Belt dengan Kehadiran Bidang Basal Detachment
Umur Formasi Kebo Butak Berdasarkan Nanofosil Gampingan Daerah Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
kmaluddin, Saputra, R. N . ...58
Geologi dan Alterasi Hidrotermal di Gunung Batur, Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Idrus, A., Setiadji, L. D., Warmada, I. W., Mustakim, W. ...59
Komposisi Mineral Berat dalam Endapan Pasir Kuarsa di Kalimantan Barat Berdasarkan Studi Kasus di Daerah Singkawang dan Sekitarnya
Setijadji, L. D., Warmada, I. W., Nabawi, N. R. ... 60
Kompleks Sesar Trembono sebagai Gravitational Structures
Husein, S., Mulyawan, R.S ...61
Biostratigraphy Study of Nyalindung Area, Sukabumi, Southwest Region of Java
Gandapradana, M.T., Pernando, M.I., Nasution, K.M.F . ...62
Analisis Tafonomi Moluska pada Formasi Damar di Kali Siwungu, Tembalang, Semarang
Kurniasih, A., Adha, I. ...63
Analisis Proses Pengendapan dan Lingkungan Pengendapan Serpih Formasi Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta Berdasarkan Data Batuan Inti
l Ansori, A.Z., Amijaya, H. ...64
Hubungan Antara Evolusi Porositas dengan Karakteristik Diagenesis Batuan Karbonat Formasi Wonosari di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY
sy’ari, M.R., Winardi, S. ...65
Inventarisasi Kawasan Bentang Alam Karst dan Penyelidikan Potensi Panas Bumi Daerah Wawolesea, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi
Tenggara
Dwiyono, I., Srijono ...66
Rocksquare: Android App. Recording Data Lapangan
Ratna, S.A., Ariani, N.P., Rabbani, B., Husein, S . ... 67
Lineament Density Analysis to Predict Fault: A Coal Mine Case
Eksistensi Kars dan Caliche Formasi Wonosari Terhadap Morfologi Daerah Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Dahyar, M., Wibowo, A., Prayogi A., Erlisa, P., Said, S., Premonowati ... 69
Quantitative Application of Fluvial Geomorphology: Insight into Modern Equatorial River of Borneo, Indonesia
Rohmana, R.C., Fardiansyah, I., Malda, O., Budiman, A., Taufani, L., Prisila J. ...70
The Dynamic Interaction of Turbidity Current under Dense Stratified Water: A Flume Experimental Model Approach
Ramadhan, B., Malda, O., Cahyo, F.A., Fardiansyah, I., Budiman, A...71
Studi Fasies Karbonat Formasi Selatan Daerah Badung Provinsi Bali
gastya, I.B.O., Sugiarto, S. ...72
Hubungan Stratigrafi antara Satuan Batuan Vulkanik dengan Satuan Batuan
Karbonat di Daerah Bangunjiwo dan Sekitarnya, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
ulyani, S., Barianto, D.H., Rahardjo, W ...73
Analisa Arah Arus Purba Berdasarkan Struktur Sedimen Hummocky di Daerah Panggang, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
a’arif, S.G., Firdausi, R.D., Widyastanto, A., Barianto, D.H ...74 \
Studi Fasies Vulkanik dan Alterasi Hidrotermal Daerah Sungai Cikaniki dan Sekitarnya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Haniffa, M., Harijoko, A. ... ... 75
Mekanisme Pengendapan Anggota Tuf Formasi Waturanda, Daerah Kali Kenteng, Sempor, Kebumen, Jawa Tengah
Saputra, R.N., Novian, M.I ...76
Pengukuran Arah Arus Purba Formasi Waturanda Jalur Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah
Putra, R. P., Barianto, D. H ...77
5. KELOMPOK STUDI PENDIDIKAN
Evaluasi Pembelajaran Geologi Ditinjau dari Keberhasilan Pembelajaran Mata Kuliah Metode Geologi Lapangan di Jurusan Teknik Geologi FT UGM
Pramumijoyo, S., Wijono, S., Hariadi, B. W ...79
Pendidikan Mikropaleontologi Radiolaria di Perguruan Tinggi: Sebuah Usulan
unasri...80
Geologi Militer di Kawasan Nusantara Suatu Tantangan Bagi Militer dan Pendidikan Sains Kebumian di Indonesia
Zakaria, Z...81
Optimalisasi Wisata Berbasis Edukasi Kebumian Daerah Gunungkidul dan Sekitarnya sebagai Geopark City Berkualitas Internasional
Stefano, A.D., Nurdiana, D.E., Wardani, K.A., Dewi, M.K . ...82
Ikatan Alumni Toiki dan Perannya dalam Pendidikan Ilmu Kebumian di Indonesia Ismail.K., Widyaningrum, A...83
P1O-01 PEMODELAN AIRTANAH DAERAH PENAMBANGAN BATUBARA
PI T TERBUKA DI MUARA LAWA, KABUPATEN KUTAI BARAT,KALIMANTAN TIMUR
Devy, S.D.1,2, Hendrayana, H.1, Putra, D.P.E.1
1
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada 2
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman *
E-mail : [email protected]
Abstrak
Perubahan tata guna lahan berdampak pada ketersediaan airtanah baik secara kualitas maupun kuantitas. Aktivitas penambangan batubara pit terbuka merupakan aktivitas perubahan tata guna lahan yang berakibat langsung terhadap perubahan perlapisan batuan yang berkorelasi dengan lapisan akuifer sebagai lapisan pembawa airtanah. Kajian kondisi hidrogeologi, hidrologi, dan kondisi batas hidrogeologi sangat berperan untuk mengetahui keberadaan airtanah pada cekungan airtanah dan menentukan pemodelan airtanah sebelum sampai penutupan tambang.Daerah model penelitian, di kecamatan Muara Lawa, termasuk dalam Formasi Pulaubalang, Pamaluan, dan Balikpapan pada struktur Sinklin Lampanan. Kemiringan perlapisan batuan (dip) 16˚-20˚ dengan sumbu sinklin yang membentang dari timur laut
menuju ke barat daya. Hasil pemboran eksplorasi mengindikasikan, bahwa hidrogeologi daerah penelitian masuk dalam sistem akuifer batuan sedimen terlipat
ang terdiri dari tujuh lapisan akuifer yang berselang-seling antara akuitar, akuifer, dan lapisan dasar berupa akuiklud. Daerah model penelitian dibatasi oleh batas air permukaan pada dua sungai besar, yaitu Sungai Lawa (timur) dan Sungai Perak
(barat), serta batas pemisah airtanah dengan head tertinggi (utara dan selatan) yang dibatasi oleh perbukitan homoklin berbentuk sayap sinklin. Hasil analisis tipe akuifer daerah model termasuk kategori akuifer semi tertekan dengan dominasi akuitar pada lapisan permukaan. Perubahan morfologi dan geologi akibat aktifitas penambangan berpengaruh terhadap perubahan aliran airtanah, terutama pada daerah pit tambang yang mengalami penurunan elevasi sampai -70 m dpl dan penambahan elevasi hingga 40 m pada daerah disposal . Hal ini berdampak perubahan pola arah aliran airtanah pada arah pit , penurunan muka airtanah piezometrik, penurunan kecepatan aliran airtanah pada pit , dan terbentuknya void/pit lake. Perubahan-perubahan dari dampak aktivitas penambangan (pra tambang sampai pasca tambang) dapat diprediksi dengan memodelkan
P1O-02 KONTRIBUSI PEMODELAN ALIRAN AIRTANAH UNTUK MENGATASI
PERMASALAHAN LINGKUNGAN STUDI KASUS: SEMARANG
Putranto, T.T.1
1
Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro *
E-mail : [email protected]
Abstrak
Peningkatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di Kota Semarang tentunya membawa konsekuensi perubahan fungsi tata guna lahan dari lahan pertanian menjadi nonpertanian dalam proses perkembangan kota. Ternyata perubahan tata guna lahan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan peningkatan ekonomi uga memberikan dampak negatif. Salah satu sumber daya alam yang ikut menjadi korban akibat perubahan tata guna lahan adalah peningkatan eksploitasi airtanah untuk memenuhi kebutuhan air baku. Permasalahan lingkungan akibat penggunaan airtanah sampai saat ini belum bisa teratasi mengingat pendataan penggunaan airtanah yang tidak terkontrol secara optimal. Oleh sebab itu, diperlukan kajian secara kuantitatif untuk mengetahui total pemanfaatan airtanah yang sebenarnya berdasarkan data geologi, hidrogeologi serta hidrologi melalui perhitungan numeris menggunakan perangkat lunak Finite Element FLOW /FEFLOW. Pemodelan airtanah dapat digunakan untuk memberikan informasi seberapa besar aktivitas eksploitasi airtanah yang telah terjadi saat ini, peta aliran muka airtanah aktual dan kesetimbangan airtanah (selisih air yang masuk dan keluar dari daerah model). Kalibrasi hasil pemodelan serta validasi dengan kenyataan data di lapangan akan memberikan gambaran seberapa akurat hasil pemodelan tersebut. Selain itu, hasil model dapat dipakai untuk memprediksi bagaimana dampak yang terjadi di masa depan seiring perkembangan jumlah penduduk dan perubahan penggunaan lahan serta antisipasi perubahan iklim yang terjadi di masa depan. Pengambilan airtanah
ang intensif di Kota Semarang (hasil model terkalibrasi pada tahun 2010 sekitar 61 uta m3) menyebabkan cadangan airtanah dalam hanya sekitar 12 juta m3 (hanya memenuhi 20% dari kebutuhan air baku dengan asumsi kebutuhan air 120 L/hari/orang) serta muka airtanah dalam turun di bawah muka air laut hingga -50 m, sehingga menyebabkan terbentuknya kerucut airtanah di bagian utara kota Semarang. Selain itu juga menyebabkan intrusi air asin di bagian utara Kota Semarang seperti yang telah terjadi saat ini.
P1O-03 IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAS LUK ULO DAN UPAYA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
(STUDI KASUS : KARANGSAMBUNG, KABUPATEN KEBUMEN) Puswanto, E.1, Raharjo, P.D.1, Widiyanto, K.1
1
UPT BIKK Karangsambung - LIPI, 1
E-mail: [email protected]
Abstrak
Karangsambung dengan geodiversity yang unik dan langka menjadi dasar ditetapkannya wilayah ini menjadi Kawasan Cagar Alam Geologi. Namun, tampaknya keanekaragaman non-hayati ini baik berupa bentang alam dan batuan bernilai tinggi belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kerusakan DAS Luk Ulo terutama erosi dan peran masyarakat meminimalisir tingkat kerusakan dalam usaha konservasi geodiversity. Hasil penelitian menunjukkan intensitas erosi pada segmen DAS Luk Ulo Karangsambung sangat intensif. Salah satu indikator untuk monitoring tingkat erosi DAS Luk Ulo dapat diamati dari peta NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) hasil transformasi citra satelit Landsat TM untuk mengetahui tutupan kerapatan vegetasi. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat Karangsambung dan sekitarnya yang telah ditempuh adalah pembentukan Forum Peduli Konservasi Lahan dan Batuan (FPKLB) yang diinisiasi dan difasilitasi oleh UPT BIKK Karangsambung –LIPI.
P1O-04 STUDI KARAKTERISTRIK PETROLOGI, GEOKOMIA, DAN SIFAT
KETEKNIKAN ANDESIT DI DAERAH TANJUNGSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PACITAN, KABUPATEN PACITAN,
PROVINSI JAWA TIMUR Hendratno, A.1, Farih, S.L.N.1
1
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, 1
E-mail: [email protected]
Abstrak
Andesit merupakan salah satu komoditas bahan galian yang keterdapatannya melimpah di Pacitan, banyak ditambang dan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Andesit di daerah Tanjungsari dan sekitarnya termasuk dalam Formasi Arjosari, merupakan hasil vulkanisme Tersier, berupa lava yang berasal dari magma andesitik dengan komposisi SiO2 sebesar 57,59 – 59,14 % berat, memiliki afinitas tholeiitic –
calc-alkaline. Magma ini terbentuk pada tatanan tektonik yang berada di zona subduksi (penunjaman), tepatnya di daerah busur kepulauan calk-alkaline. Sumber magma berasal dari magma pikrit atau basal olivin asal mantel N-MORB yang telah mengalami pengkayaan unsur Rb, Ba, Th, K dari kerak yang menunjam dan mengalami proses fraksinasi olivin dan klinopiroksen sehingga berubah komposisinya menjadi magma andesitik. Hasil uji keteknikan andesit menunjukkan kekuatan andesit tergolong lemah, cukup kuat dan kuat, dan secara umum kualitas andesit di daerah penelitian memenuhi standar batu alam untuk bahan bangunan. Hasil analisis korelasi dan regresi menyajikan bentuk hubungan antara karakter petrologi dan geokimia terhadap sifat keteknikan andesit dan model regresi.
Kata kunci: Andesit, Pacitan, Formasi Arjosari, petrologi, sifat keteknikan, petrogenesa, kualitas batuan.
P1O-05 KAJIAN POTENSI KAWASAN KARST KENDENG UTARA
PEGUNUNGAN REMBANG MADURA KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH
Wacana, P.1, Irfanianto1, Rodhialfalah, A.1, Widjanarko, S.1, Suryono, T.1, Chandra, F.1, Ahmad, F.2, Fauzi, I.3, dan Lukiarti, M.4
1
Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta, 2
Semarang Caver Associaton (SCA), 3
Indonesia Caver Society (ICS), 4
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang
Abstrak
Bagian selatan Kabupaten Rembang terpapar pegunungan yang memanjang dari barat – timur, yang merupakan bagian dari Pegunungan Rembang – Madura yang masih berada di kelurusan Pegunungan Karst Sukolilo atau yang lebih dikenal sebagai Pegunungan Karst Kendeng Utara Kabupaten Rembang yang memiliki fenomena bentang alam karst. Kawasan ini merupakan kawasan imbuhan air atau cekungan air tanah (CAT) terbesar di Kabupaten Rembang ang sering dikenal sebagai Pegunungan Watuputih atau Kawasan Karst Watuputih, merupakan Kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2011 Tentang Penetapan Cekungan Airtanah dalam lampiran poin 124. Pola aliran (sistem hidrologi) yang berkembang adalah pola pengaliran paralel yang dikontrol oleh struktur geologi dan proses pelarutan yang ada dikawasan tersebut. Penjajaran mata air kars pada bagian Utara dan Selatan, muncul pada ketinggian kisaran 100 -350 mdpl radius 1 – 3,5 km dari wilayah CAT Watuputih, mata air yang tersingkap sebagian besar bersifat parenial atau mengalir sepanjang tahun dan sebagian kecil bersifat musiman. Kawasan CAT Watuputih merupakan kawasan bentang alam karst, ini dapat dilihat dari berkembangnya proses karstifikasi yang membentuk sistem perguaan, sumber mata air dan sungai-sungai bawah permukaan. Sebagai CAT kawasan ini merupakan kawasan yang perlu mendapat perhatian dalam kontek perlindungan dan konservasi. Kawasan CAT Watuputih menjadi pengontrol utama dalam memberikan suplai terhadap sumberdaya air yang ada di di sekitar kawasan Pegunungan Watuputih, Ditetapkannya kawasan CAT Watuputih sebagai kawasan lindung geologi dalam Perda No 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Rembang seharusnya menjadi dasar dalam memberikan perlindungan dan melakukan pengelolaan yang lebih baik,
P1O-06 STUDI KEKUATAN GESER TERHADAP PENGARUH KEKASARAN
PERMUKAAN DIAKLAS BATUGAMPING Saptono, S.1, Sudarsono1, Hartono1, dan Fiorettha, K.1
1Program Studi Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta,,
1
E-mail: [email protected]
Abstrak
Kekasaran permukaan bidang geser batuan dapat mempengaruhi kekuatan geser batuan. Pada kegiatan penambangan, baik tambang terbuka maupun tambang bawah
tanah, hal ini sangat penting untuk ditentukan karena perubahan kekuatan geser tersebut dapat menyebabkan penurunan faktor keamanan baik pada lereng maupun lubang bukaan tambang. Penurunan faktor keamanan ini dapat menyebabkan terjadinya longsoran ataupun runtuhan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, terancamnya keselamatan jiwa serta kerugian dari segi ekonomi. Penelitian ini dilakukan terhadap batugamping yang diambil dari daerah Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria kekuatan batuan Barton, diketahui bahwa nilai JRC bidang geser batugamping pada diaklas mengalami penurunan kohesi sebesar 81,7% dari kondisi permukaaan diaklas kasar hingga halus, sedangkan terhadap sudut gesek mengalami penurunan dari kondisi permukaan kasar ke halus sebesar 33% akan tetapi pada kondisi permukaan lurus dan planar mengalami penurunan sebesar 61%. Dengan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan kekuatan geser batuan ini disebabkan oleh perbedaan kekasaran permukaan bidang geser batuan. Hasil ini menunjukan bahwa kekuatan geser kohesi pada diaklas sangat dipenguhi oleh kekasaran dibandingkan pangaruh kekasaran terhadap sudut gesek dalam.
P1O-07 PENENTUAN NILAI OPT I M U M YI E L D DAN WE L L YI E L D PADA
AKUIFER DI KECAMATAN KALASAN DAN NGEMPLAK, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Hendrayana, H. 1 , Ardendi, M. A. 1
1.
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Email: [email protected]
Abstrak
Kecamatan Kalasan dan Ngemplak merupakan salah satu wilayah pada Cekungan Air Tanah Yogyakarta-Sleman dengan potensi air tanah yang tinggi berdasarkan nilai Konduktivitas Hidrolika dan Transmisivitasnya. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan analisis lebih detil tentang nilai optimum yield untuk menghitung debit optimal air tanah yang dapat diambil pada suatu daerah. Hasil dari nilai optimal yield ini akan digunakan untuk (1) mengetahui besarnya debit air tanah ang dapat diambil pada suatu akuifer, (2) mengetahui debit air tanah yang dapat dipompa, (3) analisis debit pengambilan air tanah untuk mencukupi kebutuhan sumber air baku di wilayah lain. Tahap pertama untuk menghitung nilai optimum aquifer yield maupun well yield dilakukan pengukuran ketinggian muka air tanah guna mengetahui pola aliran air tanah dan pemetaan geologi dan hidrogeologi untuk mengetahui system akuifer daerah penelitian. Selanjutnya dilakukan pengukuran debit sungai pada tiap segmen sungai guna mengetahui nilai Inflow dan Outflow aliran air tanah. Hasil dari perhitungan yang didapat digunakan untuk menganalisa perhitungan afe yield, sustainable yield,optimum aquifer yield dan optimum well
ield. Perbandingan dari nilai optimum yield dan well yield digunakan untuk menentukan besarnya nilai debit yang dapat digunakan untuk mensuplai kebutuhan sumber air baku air tanah di wilayah sekitar daerah penelitian.
P1O-08 GENESA MATA AIR CUMPLENG DAN PABLENGAN DI KABUPATEN
KARANGANYAR PROPINSI JAWA TENGAH Wilopo, W.1dan Dilaga, K.1
1Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada,
Abstrak
Kabuapten Karanganyar berada di sisi barat lereng Gunung Lawu. Pada daerah ini banyak dijumpai mataair yang dipergunakan oleh penduduk untuk kebutuhan
sehari-hari. Salah satu mata air yang banyak dimanfaatkan adalah Mata air Cumpleng di Kecamatan Tawangmangu dan Mata air Pablengan di Kecamatan Matesih. Namun demikian sampai saat ini belum diketahui jelas mengenai genesa dari kedua mata air tersebut. Untuk itu dilakukan penelitian meliputi survai lapangan, pengambilan sample air dan batuan serta analisa dilaboratorium. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa suhu air dari kedua mata air tersebut lebih dari 30o dan mempunyai komposisi kimia yang berbeda dengan airtanah disekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa mataair tersebut berhubungan dengan system panas bumi
ang berkembang di sekitar Gunung Lawu.
P1P-01 ANALISIS GEOMEKANIKA FORMASI HALANG DAERAH TINATAH,
WONOKROMO, KABUPATEN KEBUMEN
Puswanto, E.1, Winduhutomo, S.1, dan Raharjo, P.D.1
1
UPT BIKK Karangsambung-LIPI 1
E-mail: [email protected]
Abstrak
Batuan sedimen Formasi Halang memiliki pelamparan yang cukup luas di Kabupaten Kebumen. Secara umum, satuan batuan anggota Formasi Halang di lokasi penelitian didominasi oleh perselingan batupasir tufan dan batulempung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontrol intensitas geologi struktur terhadap RQD (rock quality design) dan penilaian massa batuan atau RMR (rock mass rating ). Hasil analisis geomekanik Formasi Halang, khususnya di daerah Tinatah, Desa Wonokromo Kecamatan Alian memberikan nilai RQD dan RMR terendah, aitu 8 dan 30. Kelas pembobotan dideskripsikan sebagai kelas V atau sangat jelek. Hal ini mengindikasi bahwa potensi gerakan massa yang telah terjadi di daerah penelitian berhubungan dengan hasil analisis geomekanika yang kurang baik.
P1P-02 PERBAIKAN TANAH EKSPANSIF MELALUI PENAMBAHAN CaO
DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYADUKUNG TANAH UNTUK PONDASI DANGKAL
Zakaria, Z.1, Muslim, D.1, dan Mulyo, A.1
1
Dosen Staf Pengajar Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran 1
E-mail: [email protected]
Abstrak
Penelitian dilakukan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai upaya untuk mengetahui peningkatan dayadukung tanah pondasi dangkal melalui perbaikan tanah. Dayadukung tanah bergantung kepada sifat fisik dan material tanah. Sampel ang didapat berupa lempung plastisitas tinggi (CH) dengan angka aktivitas antara 0.96 sampai 1,34 (dengan metode Skempton) atau 1,06 sampai 1,49 (dengan metode Seed) termasuk lempung aktivitas tinggi bersifat monmorilonitik. Dalamperencanaan infrastruktur pondasi, desain pondasimembutuhkanfaktor keamanan. Nilai dayadukung yang diijinkan (qa) dengan Faktor Keamanan=3 untuk pondasi dangkal bentuk segi-empat, didapatkan antara 3.819 sampai 4.325 T/M2, untuk bentuk pondasi melingkar, antara 3.808 sampai 4.313 T/M2, dan untuk bentuk pondasi lajur, antara 3.117 sampai 3.517 T/M2. Untuk menghindari
kegagalan pondasi, beban bangunan tidak boleh melebihi dayadukung tanahnya. Tanah yang diperkirakan ekspansif, perlu dilakukan oil improvement . Perbaikan tanah melalui uji laboratorium dilakukan dengan penambahan kapur (CaO). Melalui penambahan kapur secara bertahap per-5% sebanyak 20% sampai 40% dari 100% berat lempung, penurunan aktivitas tanah didapatkan dengan persamaan A=4.9984 CaO-0.586. Sejalan dengan penurunan angka aktivitas, terjadi kenaikan dayadukung tanah untuk pondasi dangkal bentuk quare dengan persamaan: qa = 9,084e(0,0387 CaO), untuk pondasi dangkal bentuk circular : qa = 9,154e(0,0382 CaO), untuk pondasi dangkal bentuk continuous: qa = 6,794e(0,0413 CaO).
M1O-01 MENGENALI INTERAKSI AIR SUNGAI DAN AIR TANAH, SERTA ANALISIS HUBUNGAN SIFAT KIMIA AIR MELALUI METODA GRAFIK
(ANALISIS NILAI R 2) DALAM PENYELESAIAN MASALAH KEKURANGAN AIR BERSIH WARGA SUKALAYA, TASIKMALAYA
Pratama, A.1, Abdulbari, N.1, Nugraha, M.I.1, Prasetio, Y.1, Tulak, G.P.1, Warliana, A.2, dan Irawan, D.E.1,
1
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian 2
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung
1
E-mail: [email protected] Abstrak
Sulitnya sumber air bersih di pemukiman sekitar sungai menjadi masalah yang kerap kali terjadi, seperti di pemukiman sekitar Sungai Ciromban dan Sungai Cibeureum, Sukalaya, Kota Tasikmalaya yang selalu mengalami kekurangan air bersih ketika musim kemarau. Observasi kualitas air dilakukan di dua sungai sekitar pemukiman, yaitu Sungai Ciromban dan Sungai Cibeureum, untuk mengetahui distribusi pencemaran air di daerah tersebut. Sebanyak 20 titik pengamatan di sumur warga, 17 titik di Sungai Ciromban, dan 11 titik di Sungai Cibeureum telah diukurpada bulan Juli-Agustus 2014untuk membuatpetaaliran air dan grafik antara sifat kimia air sungai dan air sumur.Peta isofreatik menunjukkan aliran air dari akuifer ke arah sungai terjadi di bantaran Sungai Cibeureum. Sebaliknya data dari Sungai Ciromban menunjukkan aliran air sungai masuk ke dalam akuifer. Grafik antara pH air Sungai Ciromban dengan pH air sumur warga menunjukkan nilai R 2>0.5, begitupun dengan grafik antara nilai TDS air Sungai Ciromban dan air sumur warga. Grafik antara pH air Sungai Cibeureum dan air sumur warga memiliki nilai R 2<0.5, begitupun dengan grafik antara nilai TDS air Sungai Cibeureum dan air sumur warga. Sumber pencemar air berasal dari air Sungai Ciromban.Unsur-unsur berbahaya yang diperkirakan terkandung dalam air Sungai Ciromban berupa besi dan mangan dalam kadar berlebih, serta Cd, Cu, Ag, Ni, Pb, As, Cr, Sn, Zn, dan Mn yang timbul dari lindi yang dihasilkan dari tumpukan sampah di sekitar sungai tersebut. Uji kualitas air perlu dilakukan untuk memberikan rekomendasi
M1O-02 MICROZONATION ANALYSIS USING PEAK GROUND
ACCELERATION (PGA) AND SEISMIC VULNERABILITY INDEX ATPRAMBANAN TEMPLE AND IT’SSURROUNDINGAREA,
YOGYAKARTA PROVINCE, INDONESIA Mubin, F.1and Nurcahya, B.E.1
1
Geophysics Sub-Department, Physics Department, FMIPA, UGM 1
Email: [email protected]
Abstract
In 2006 a large earthquake ever occurred in the province of Yogyakarta, which caused considerable damage. This is the basis need to investigate the seismic vulnerability index in around of the earthquake zone. This research is called microzonation of earthquake hazard. This research has been conducted at the site and surrounding of Prambanan. The reason this research needs to be done because in the event of an earthquake in 2006, there was damage to the temples at Prambanan temple complex and its surroundings. In this research, data collection carried out for 60 minutes using three component seismograph measurements at 89 points with spacing of 1000 meters. The data recorded in time function were analyzed using the spectral ratio method, known as the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Results from this analysis are predominant frequency (f 0) and amplification factor (A) is used to obtain seismic
vulnerability index. The results of research showed the dominant frequency range from 0.2 to 21 Hz and the amplification is in interval from 0.2 to 7. Interval value for seismic vulnerability index is 0.1 to 28.
Keywords: seismic vulnerability index, predominant frequency, amplification factor, microzonation.
M1O-03 INVESTIGASI GEOLOGI POTENSI LONGSOR BERDASARKAN
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK BATUAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR
Audinno, R.T.1,Setiawan, M.I.N.1,Gunawan, A.2, dan Nandro, A.E.2;3
1
STT Migas Balikpapan 2
GeoPangea Research Group 3
Kaltim Prima Coal 1
Email: [email protected]
Abstrak
Lokasi penelitian terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Secara geografis daerah penelitian berada pada posisi1°8′56″LU 116°54′11″BT. Kota Balikpapan adalah kota terbesar kedua di Kalimantan Timur dengan jumlah penduduk sekitar 675.258 jiwa.Dilihat dari topografinya, Kota Balikpapan memiliki kemiringan dan ketinggian permukaan tanah dari permukaan air laut yang sangat beragam. Mulai ang terendah dari wilayah pantai dengan ketinggian 0 mdpl sampai dengan wilayah berbukit dengan ketinggian 100 mdpl. Dominasi wilayah berbukit membuat sebagian besar wilayah, yaitu 42,33% mempunyai kelas kemiringan 15% - 40%
ang rawan tanah longsor.Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan,kondisi sebagian besar batuan daerah telitian terdiri dari batupasir unconsolidated dengan bentuk butir ub-rounded – rounded , nilai berat isi batuan adalah 1,478 gr/cm3 -1,892 gr/cm3, nilai berat isi batuan kering adalah 1,023 gr/cm3 - 1,412 gr/cm3, nilai kadar airnya adalah 37,48 % - 45,64 %, nilai berat jenis adalah 2,59 gr/cm3 - 2,68 gr/cm3. Pada analisa uji geser langsung yang bertujuan untuk mendapatkan sifat mekanik batuan diperoleh nilai kohesi yaitu 0,2 - 0,6, dan sudut geser dalamnya aitu 25o - 38o.Dari hasil analisis Faktor Keamanan yang diperoleh menurut Bowles (1984), didapatkan kriteria Kritis (1,07 < FK < 1,25) berada pada gerakan tanah bertipe Subsidence, sedangkan kriteria Labil (FK < 1,25) berada pada gerakan tanah bertipe Debris Slide.Faktor – faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng di daerah telitian antara lain adalah sifat fisik dan mekanik batuan, litologi, struktur geologi, kemiringan lereng dan morfologi, vegetasi, dan curah hujan. Cara penanggulangan ketidakstabilan lereng di daerah telitian dapat dilakukan dengan cara modifikasi lereng, cara injeksi, dan pengendalian air permukaan.
M1O-04 APLIKASI WEAP (W A TE R E V A L U A T I O N A N D PL A N N I N G ) UNTUK
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Anatoly, N.1dan Putranto, T.T.1
1Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
1
Email: [email protected]
Abstrak
Keberadaan air sebagai sumber daya di alam ini bersifat dinamis yang berkaitan dengan siklus hidrologi. Permasalahan yang biasanya terjadi pada pengelolaan sumber daya air yaitu terjadinya krisis air. Faktor utama krisis air ini ialah perilaku manusia sendiri dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Aplikasi Water Evaluation and Planning atau WEAP merupakan salah satu program komputer yang dibuat untuk membantu dalam hal evaluasi sumber daya air dan pengembangan sumberdaya air yang berkelanjutan. Prinsip pengelolaan sumber daya air secara umum harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain dilaksanakan secara terpadu dan berwawasan lingkungan, pengelolaan infrastruktur keairan, dan pada dasarnya berupa pemanfaatan, perlindungan, dan pengendalian. Aplikasi WEAP dibuat dan dikembangkan oleh Stockholm Environment Institute - Tellus Institute, Boston, assachusetts. WEAP beroperasi dengan prinsip dasar kesetimbangan air dan dapat diterapkan pada sistem suatu kota maupun daerah pertanian, daerah aliran sungai tunggal atau daerah aliran sungai lintas wilayah. Pada hakikatnya, air tidak dibatasi oleh batas administratif suatu daerah melainkan adanya daerah aliran sungai. Hal ini menyebabkan banyak daerah aliran sungai yang bersifat lintas wilayah. Selain itu, WEAP dapat mensimulasikan berbagai komponen alam dan rekayasa sistem, termasuk curah hujan yang terjadi tiap satuan waktu, aliran air relatif, dan resapan airtanah dari curah hujan, konservasi air, kebijakan air dan prioritas alokasi, operasi reservoir, generasi hydropower, kualitas air, penilaian kerentanan sert persyaratan ekosistem.
Kata kunci:Sumber daya air, kesetimbangan air, Aplikasi WEAP (Water Evaluation and Planning)
M1O-05 STUDI RETAKAN YANG TERDAPAT PADA JALAN TOL
SEMARANG-SOLO RUTE KOTA SEMARANG HINGGA UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG
Haq, M.A.1 dan Utomo, G.J.1
1
Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia 1
Email: [email protected]
Abstrak
Pembangunan jalan tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mempermudah akses perjalanan dari Semarang dan sekitarnya menuju Solo dan sekitarnya, ataupun sebaliknya. Namun setelah pengerjaan pembangunan tol tersebut berakhir, timbul beberapa masalah konstruksi yang diakibatkan oleh kurang adanya perhatian terhadap aspek geologi. Penelitian ini bertujuan untuk dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran terhadap bahaya geologi yang dapat terjadi pada pembangunan jalan tol. Metode yang digunakan dalam pembuatan paper ini
adalah studi pustaka dan observasi lapangan. Setelah pembangunan rute pertama konstruksi tol ini dinyatakan selesai, timbul retakan yang terjadi pada KM 5,5 hingga KM 5,7 (Bibit Waluyo, 2011). Berdasarkan hasil analisis geomorfologi, daerah tersebut diindikasikan mengalami pergerakan tanah. Selain itu, berdasarkan hasil analisis petrologi ditemukan adanya tiga satuan, yaitu koluvial, breksi dan batupasir Formasi Kaligetas, dan batulempung Formasi Kerek yang berperan penting dalam pergerakan tanah tersebut. Serta berdasarkan hasil analisis struktur
geologi ditemukan adanya perlapisan, kekar dan sesar. Ketiga faktor tersebut saling berkorelasi sebagai penyebab terjadinya retakan pada jalan tol Semarang-Solo rute
Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang KM 5,5 hingga KM 5,7.
M1O-06 PEMETAAN BAHAYA AMBLESAN DI DAERAH KARST KECAMATAN
SEMANU, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Widyaningtyas, C.P.1& Putra, D.P.E.1
1
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada 1
Email: [email protected]
Abstrak
Kecamatan Semanu merupakan salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena karst banyak dijumpai di wilayah kecamatan ini, selain bukit kerucut, inkholes sangat umum dijumpai pada baik di batugamping segar ataupun lapuk. Sinkholes secara teori dapat memicu terjadinya amblesan lahan dan membahayakan manusia ataupun properti/konstruksi teknik diatas ataupun sekitarnya. Di daerah penelitian diketahui bahwa terdapat telaga yang mengering akibat adanya amblesan yang disebabkan oleh adanya inkhole didasar telaga tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan zona bahaya amblesan akibat dari keberadaan inkhole. Untuk mencapai tujuan tersebut, observasi lapangan dan evaluasi data sekunder dilakukan untuk mengumpulkan data morfologi, litologi, lineament , dan keberadaan inkholes serta kejadian amblesan yang sudah ada. Korelasi antara keberadaan inkhole dengan morfologi, litologi serta lineament dilakukan untuk memahami faktor intrinsik yang berpengaruh terhadap keberadaan inkhole. Untuk menentukan parameter yang paling berpengaruh, evaluasi nalytic Hierarchy Process dilakukan ang hasilnya menunjukkan bahwa faktor jenis litologi lebih berperanan dibandingkan dengan lineaments dan faktor morfologi. Hasil bobot metode AHP ini kemudian digunakan untuk membuat peta bahaya amblesan dengan metode overlay. Berdasarkan cara ini, daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga zona tingkat bahaya amblesan, yaitu (1) zona tingkat tinggi dengan probabilitas amblesan sebesar 0,033% per km2, (2) zona tingkat sedang dengan probabilitas amblesan sebesar 0,023% per km2, dan (3) zona tingkat rendah dengan probabilitas amblesan sebesar 0,018% per km2. Peta bahaya ini divalidasi dengan kejadian amblesan dan menunjukkan korelasi yang sangat baik dengan keberadaan amblesan yang telah ada. Diharapkan dengan adanya peta bahaya amblesan ini, perencanaan wilayah dan pembangunan konstruksi teknik di daerah penelitian memperhatikan zona-zona bahaya amblesan yang ada.
M1O-07 ANALISIS TIPE LONGSOR DAN KESTABILAN LERENG
BERDASARKAN ORIENTASI STRUKTUR GEOLOGI DI DINDING UTARA TAMBANG BATU HIJAU, SUMBAWA BARAT
Aprilia, F.,1,Indrawan, I.G.B.1, Adriansyah, Y.2, dan Maryadi, D.2
1
Jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia 2
Departemen Geoteknik & Hidrogeologi - PT. Newmont Nusa Tenggara, Indonesia 1
Email: [email protected]
Abstrak
Batu Hijau merupakan salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia ang dioperasikan oleh PT. Newmont Nusa Tenggara dengan metode penambangan terbuka. Selama pengoperasian tambang dari awal tahun 2000 hingga saat ini, telah terjadi beberapa kasus longsor yang disebabkan oleh asosiasi struktur geologi dan kondisi massa batuan yang lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe longsoran dan kondisi kestabilan lereng utara desain Phase 6 tambang Batu Hijau yang sedang dioperasikan.Data ang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur geologi sepanjang lereng hasil pemetaan geologi (line mapping ), data pemboran geoteknik, sifat keteknikan hasil uji laboratorium dan analisis balik terhadap beberapa longsoran di daerah penelitian. Untuk mengetahui kondisi kestabilan lereng dimaksud, maka analisis data yang digunakan meliputi analisis kinematika dan kesetimbangan batas. Analisis kinematika menggunakan Schmidt net dengan menggunakan Program Dips pada setiap blok analisis yang telah ditentukan berdasarkan orientasi dan besar sudut kemiringan lereng. Dinding utara desain Phase 6 dibagi menjadi tujuh blok analisis yakni blok TL-1, TL-2 dan TL-3 di bagian timurlaut, U-1, U-2 dan U-3 di bagian utara dan BL-1 di bagian baratlaut. Analisis kesetimbangan batas menggunakan Program Slide dilakukan pada daerah ang berpotensi tidak stabil secara kinematika. Adapun metode yang digunakan adalah General Limit Equilibrium (GLE ) dan perhitungan secara manual menggunakan prinsip Mohr-Coulomb dan Hukum Newton untuk longsoran bidang serta menggunakan Hoek-Bray Wedge Stability Chart untuk analisis longsoran baji. Hasil analisis menunjukkan bahwa tipe longsoran yang berpotensi menjadi pemicu ketidakstabilan pada lereng penambangan di dinding utara tambang Batu Hijau Phase 6 adalah tipe baji dan bidang dan/atau kombinasi keduanya. Hasil analisis
kestabilan lereng menunjukkan bahwa blok yang berpotensi tidak stabil adalah TL-1 dan BL-1.
M1O-08 KADAR DAN PENYEBARAN MERKURI PADA MEDIA GEOLOGI
DI LOKASI PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH
Fahmi, F.L.1, Budianta, W. 1, Arifudin
1
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada 1
Jl. Grafika 2 Kampus UGM, Yogyakarta, Tel. 0274-513668 1
E-mail: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini berlokasi di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar dan penyebaran merkuri (Hg) di sekitar daerah mineraliasasi emas dan lokasi penambangan emas tradisional berdasarkan data kadar Hg pada 6 jenis media geologi yaitu urat/mineral bijih, tailing , tanah, air sungai, sedimen sungai, dan air tanah. Pemetaan geologi detail dengan skala 1:25.000 dilakukan dan pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan kondisi mineralisasi dan penambangan emas tradisional. Pengujian kadar merkuri dilakukan dengan Portable X- Ray Fluoroscence (XRF) dan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil pengukuran kadar merkuri pada berbagai jenis sampel kemudian disajikan ke dalam peta untuk mengetahui penyebaran merkuri pada media geologi di daerah penelitian. Hasil pemetaan geologi detail daerah penelitian menunjukkan litologi daerah penelitian tersusun oleh 3 satuan yaitu satuan batupasir raywacke, satuan batulempung-batulanau, dan satuan tuf lempungan. Selain langsung sebagai media, satuan-satuan batuan ini juga merefleksikan kondisi tanah di atasnya yang berperan menjadi media penyebaran merkuri di daerah penelitian. Keterdapatan merkuri pada berbagai jenis media geologi, baik keterdapatan secara alami maupun karena faktor manusia adalah pada sampel urat/mineral bijih dengan rentang 0,005 – 0,012 ppm, ratarata 0,008 ppm; sampel tailing dengan rentang 7,493 604,000 ppm, ratarata 126,761 ppm; sampel tanah dan batuan dengan rentang 11,748 -102,000 ppm, rata-rata 72,800 ppm; sampel sedimen sungai dengan rentang 7,673 - 11,886 ppm, rata-rata 9,747 ppm; sampel air sungai dengan rentang 0,479 - 1,928 ppm, rata-rata
1,003 ppm; sampel air tanah dengan rentang 0,219 - 1,574 ppm, rata-rata 0,867 ppm. Kadar merkuri yang tinggi dijumpai pada tailing , tanah, dan batuan. Kadar merkuri tertinggi pada sampel sedimen sungai dan air tanah ditemukan pada 2 daerah utama, yaitu di Desa Cihonje dan Desa Paningkaban yang berdekatan dengan lokasi pengolahan bijih emas. Kadar merkuri pada air tanah menunjukkan lebih tinggi di atas baku mutu lingkungan yang disebabkan oleh kadar merkuri pada batuan yang mengalami mineralisasi, namun kadar merkuri yang tinggi pada berbagai sampel lebih dominan disebabkan oleh aktivitas penambangan dan pengolahan emas secara tradisional menggunakan merkuri (Hg) yang masuk ke dalam tailing , tanah, batuan, air sungai, sedimen sungai, dan air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor geologi dan manusia berperan dalam penyebaran
merkuri di daerah penelitian.
Kata kunci: penambangan emas tradisional, pencemaran merkuri, media geologi, AAS, portable XRF