• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Kumpulan Abstrak Seminar Nasional Kebumian 7

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Buku Kumpulan Abstrak Seminar Nasional Kebumian 7"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

KATA

KATA PENGANTAPENGANTAR R 

Se

Semiminanar r NaNasisiononal al KeKebubumimian an keke-7 -7 dildilakaksasananakakan n tatangnggagal l 31 31 OkOktobtober er 202014 14 dadann me

meruparupakan kan salsalah ah sasatu tu kegkegiatiatan an ilmilmiah iah rutrutin in tahtahunaunan n di di JuruJurusasan n TekTeknik nik GeoGeologlogii Fak

Fakultaultas s TekTeknik nik UniUniverversitsitas as GadGadjah jah MadMada, a, yanyang g dimdimulai ulai pertpertamama a kalkali i di di tahtahunun 20

200808. . TuTujujuan an ututamama a kekegigiatatan an inini i adada a dudua: a: (a(a) ) memengnghihimpmpun un hahasisil l pepenenelilititianan keb

kebumiumian an terterbarbaru u dardari i berberbagbagai ai insinstittitusi usi pendpendidiidikan kan dan dan penepenelilitiatian n kebkebumiumian an didi In

Indondonesesia ia sesebabagagai i sasalalah h sasatu tu sasaranrana a ununtuk tuk memelihlihat at ararah ah kekekikinianian n pepenenelilititianan keb

kebumiumian an nasnasionaional, l, dan dan (b) (b) disdisememinasinasi i hashasil il penpenelielitiatian n yanyang g berlberlangangsunsung g daldalamam tahun berjalan di lingkup Jurusan Teknik Geologi FT UGM, baik yang dikerjakan tahun berjalan di lingkup Jurusan Teknik Geologi FT UGM, baik yang dikerjakan oleh dosen maupun mahasiswa

oleh dosen maupun mahasiswa

Di tahun 2014 ini Seminar Nasional Kebumian diselenggarakan bersamaan dengan Di tahun 2014 ini Seminar Nasional Kebumian diselenggarakan bersamaan dengan Simp

Simposium Pendidikan osium Pendidikan GeoloGeologi gi NasioNasional. nal. SemSemakin akin banyabanyaknya knya pendidipendidikan kan tinggtinggii  bidang

 bidang Geologi Geologi di di berbagai berbagai universitas universitas di di Indonesia Indonesia yang yang bermunculan bermunculan dalamdalam de

dekakade de terterakakhirhir, , mememumuncunculklkan an kekeiningiginanan n adadananya ya foforum rum didialalog og di di kakalalangnganan ak

akadadememisisi i dadan n papara ra pepemmanangkgku u kekepepentntiningagan n ((   t  takake e hoholdldererss). ). SSimimpoposisium um ininii di

diseselelengnggagararakakan n tatangnggagal l 30 30 OkOktotobeber r 202014 14 dadan n didimamaksksudkudkan an ununtuk tuk memenjanjadidi embatan dialog dalam menyikapi kondisi pendidikan geologi nasional, hambatan embatan dialog dalam menyikapi kondisi pendidikan geologi nasional, hambatan ang ada, serta tantangan ke depan. Dengan semangat dialog ini lah maka tema ang ada, serta tantangan ke depan. Dengan semangat dialog ini lah maka tema an

ang g diudiususung ng SeSemiminanar r NaNasiosionanal l KeKebubumimian an ke-ke-7 7 dadan n SiSimpmpososiuium m PePendndididikikanan Ge

Geolologogi i NaNasisiononal al adadalalah ah “M“Memempeperkrkuauat t JeJejajariring ng PePendndididikikan an dadan n PePenenelilititianan Kebumian”.

Kebumian”.

Terdapat 83 makalah ilmiah yang disajikan dan didiskusikan pada Seminar Nasional Terdapat 83 makalah ilmiah yang disajikan dan didiskusikan pada Seminar Nasional Kebumian ke7 ini dengan kategori lima (5) topik geologi yaitu (i) Hidrogeologi Kebumian ke7 ini dengan kategori lima (5) topik geologi yaitu (i) Hidrogeologi -Geoteknik, (ii) Sumberdaya Energi, (iii) Sumberdaya Mineral, (iv) penelitian dasar  Geoteknik, (ii) Sumberdaya Energi, (iii) Sumberdaya Mineral, (iv) penelitian dasar  geologi (Geologi Dinamik, Petrologi, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi), dan geologi (Geologi Dinamik, Petrologi, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi), dan (v) Pendidikan Geologi.

(v) Pendidikan Geologi.

Ata

Atas s namnama a JuruJurusan san TekTeknik nik GeolGeologi ogi FT FT UGUGM, M, kamkami i menmenyamyampaikpaikan an terterimimakasakasihih ke

kepapada da seseluluruh ruh pepesesertrta a dadan n undundanangagan n yayang ng tetelalah h beberkrkenenan an hadhadir ir dadalalam m acacararaa sem

seminainar r mamaupun upun simsimposposiumium. . TidaTidak k lupluput ut pulpula, a, kamkami i menmengucgucapkapkan an terterimimakaakasihsih kepada rekan – rekan panitia baik staf maupun mahasiswa Teknik Geologi FT UGM kepada rekan – rekan panitia baik staf maupun mahasiswa Teknik Geologi FT UGM atas kerjakerasnya sehingga rangkaian seluruh acara dapat berjalan lancar.

atas kerjakerasnya sehingga rangkaian seluruh acara dapat berjalan lancar. Sem

(4)

Tim Editor : Tim Editor :

1.

1. SalSalahuahuddiddin n HusHuseinein, , Ph.Ph.DD 2.

2. RahmRahmadi adi HidHidayaayat, t, M.EM.Engng 3.

3. AlfAlfredredo o Di Di StStefaefanono 4.

4. Eva Eva MulyMulyanianingsngsihih 5.

5. NadNadiar iar RamRamadhadhanan 6.

6. RikRikzazan n NoNormrma a S.S. 7.

7. PetPeter er PraPratististhatha 8.

8. RidRidha ha SiSidi di M.M. 9.

9. MifMifrokrokhah hah HanHanififfafa 10. Dani Mardiati 10. Dani Mardiati

(5)

iv

08:40 – 08.50 08:50 – 09:45 09:45 – 10:00

10:00 – 10:15   P5O-01

Evaluasi Pembelajaran Geologi Ditinjau dari Keberhasilan Pembelajaran Mata Kuliah Metode Geologi Lapangan di Jurusan Teknik Geologi FTUGM

Pramumijoyo, S., Wijono, S., Hariadi, B. W

P1O-01

Pemodelan Airtanah Daerah Penambangan Batubara Pit Terbuka di Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur 

Devy, S.D., Hendrayana, H., Putra, D.P.E. P2O-01

Sensitivity Analysis in Shale Gouge Ratio and Fault Permeability Model for Post MortemRe-ev aluation of “M” Closure, Offshore Timor Sea, Indonesia

Hidayat, R., Surjono, S.S. P4O-01

IR-COPTER: Sebuah Instrumen Penginderaan Jauh Berbasis Termal untuk Pengembangan Eksplorasi Sumber Daya  Alam

Setianto, A ., Freski, Y.R., Refikhanata, V., Rahim, M., Prasidya,  A.S. 10:15 – 10:30   P5O-02 Pendidikan Mikropaleontologi Radiolaria di

Perguruan Tinggi : Sebuah usulan   Munasri   P1O-02

Kontribusi Pemodelan Aliran Airtanah untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan : StudiKasus Semarang

Putranto, T.T   P2O-02

 Applied Fairway Prospecting in Coal Bed Methane Exploration, Case Study : CBMX Block

Ontosari, D.   P4O-02

 Aplikasi Metode Analogue Sandbox Modeling dalamA nalisis Struktur Geologi yang Berkembang pada SistemThrus t-Fold Belt dengan Kehadiran Bidang Basal Detachment

Pramumijoyo, S., Suparna, R.H

10:30 – 10:45   P5O-03

Geologi Militer di Kawasan Nusantara, suatu Tantangan bagi Militer dan Pendidikan Sains Kebumian di Indonesia

Zakaria, Z   P1O-03

Identifikasi Kerusakan DAS Luk Ulo dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus : Karangsambung, Kabupaten Kebumen)

Puswanto, E. , Raharjo, P.D., Widiyanto, K.   P2O-03

Komparasi Pemodelan Sumberdaya Batubara Menggunakan Perangkat Lunak Minescape dan Surpac

Sasongko, W., Tarigan, M.   P4O-03

Lingkungan Pengendapan dan Dinamika Sedimentasi Formasi Muaraenim Berdasarkan Litofasies dan Sumur Daerah Sekayu, Sumatera Selatan

Surjono, S.S., Geger,  A.

10:45 – 11:00   M5O-01

Optimalisasi Wisata Berbasis Edukasi Kebumian Daerah Gunungkidul dan Sekitarnya Sebagai Geopark City Berkualitas Internasional

Stefano, A.D., Nurdiana, D.E., Wardani, K.A., Dewi, M.K.

P1O-04

Studi Karakteris tik Petrologi, Geokimia, dan Sifat Keteknikan Andesit di Daerah Tanjungsari dan Sekitarnya, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jaw a Timur 

Hendratno, A. , Farih, S.L.N.   P2O-04

Tinjauan Kembali Potensi Hidrokarbon Cekungan Banyumas berdasarkan Data Geologi dan Data Geofisika

Purwasatriya, E.B.   P4O-04

Umur Formasi Kebo Butak Berdasarkan Nanofosil Gampingan Daerah Bayat, Kab. Klaten, Provinsi Jawa Tengah

 Akmaluddin, Saputra, R. N.

11:00 – 10:15   M50-02 Ikatan Alumni TOIKIdan Perannya DalamPendidikan Ilmu Kebumian di Indonesia Ismail.K.,Widyaningrum, A   P1O-05

Kajian Potensi Kaw asan Karst Kendeng Utara Pegunungan Rembang Madura Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

Wacana, P., Irfanianto, Rodhialfalah, A., Widjanarko, S., Suryono, T., Chandra, F., Ahmad, F., Fauzi, I., Lukiarti, M.

M2O-01

 Analisis Data Magnetikpada SistemPanas Bumi yang Berasosiasi dengan Zona Manifestasi di Sekitar Candi Gedong Songo Ungaran

Wulandari, I., Kharisa, N.A., Pertiwi, C.R.Y., Harjiutomo, P.I., Permatasari, A.P.,  Aisyiyah, S., Dan Ramadhan, A

P4O-05

Geologi dan alterasihidrotermal di Gunung Batur, Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIYogyakarta

Idrus, A., Setiadji, L. D., Warmada, I. W., Mustakim, W. 11:30 – 13:00

13:00 – 13:15   P3O-01 Magmatic Arc Evolution in the Pongkor  Epithermal Gold Mineralisation District

Titisari, A.D., Phillips, D., Setyaraharja, E.P P1O-06

Studi Kekuatan Geser Terhadap Pengaruh Kekasaran Permukaan Diaklas Batugamping

Saptono, S., Sudarsono, Hartono, Fiorettha, K M2O-02

 Analisa Karakterisasi Reservoar Batupasir  berdasarkan SeismikInversi untuk Memetakan Sebaran Reservoar Batupasir  pada Formasi Tanjung

Febrika, G.Y., Sarmauli, O., Endriasmoro

P4O-06

Komposisi Mineral Berat dalamEndapan Pasir Kuarsa di Kalimantan Barat Berdasarkan StudiKasus di Daerah Singkawang dan Sekitarnya

Setijadji, L. D., Warmada, I. W., Nabawi, N. R.

13:15 – 13:30   P3O-02

Speculative Models of Exhumation on High-Pressure Low- Temperature Metamorphic Rocks from Central Part of Indonesia: an Implementation of Concepts and Processes

Setiawan, N.I., Husein, S., A lfyan, M.F

P1O-07

Penentuan Nilai OptimumY ield dan Well Yield pada Akuifer di Kecamatan Kalasan dan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Hendrayana, H. ,

 Ardendi, M. A   M2O-03

Fluid Flow Pattern Interpretation of  GeothermalUs ing Spontaneous Potential (SP) and Shallow Surface Temperature Method at Geothermal System in District Paguyangan Brebes

Yuliananto, Y .,

Triahadini, A.   M4O-01

Biostratigraphy Study of Nyalindung Area, Sukabumi, Southwest Region of Java

Gandapradana, M.T., Pernando, M.I., Nasution, K.M.F. 13:30 – 13:45   P3O-03

 Analisis Perubahan Distribusi LogamBerat pada Batuan Ultrabasa dengan Waste di Daerah Motui, Kab. Konawe, Utara Sulawesi Tenggara

Chaerul, M., Pallu, S., Selintung, M., Patanduk, J

P1O-08

Genesa Mata Air Cumpleng dan Pablengan di Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah

Wilopo, W., Dilaga, K   M2O-04

Kondisi Paleogeografi Sepinggan Beds pada Miosen Akhir serta Implikasi terhadap Potensi Hidrokarbon Selatan Cekungan Kutai

Pratama, I.P., Rizkyandana, R., Pratama, A.Z.

M4O-02

 Analisis Tafonomi Moluska pada Formasi Damar 

di KaliSi wungu Tembalang Semarang

Kurniasih, A., Adha, I.

13:45 – 14:00   P3O-04

The Physical, Mineralogical and Chemical Characteristics of A sh and Lapilli Produced by the Recent G. Slamet Eruption, a Preliminary Study

Siswandi   M1O-01

MengenaliInteraksi Air Sungaidan Air  Tanah, serta Analisis Hubungan Sifat Kimia  Air Melalui Metoda Grafik(Analisis NilaiR2) dalamPenyeles aian Masalah Kekurangan  Air Bersih Warga Sukalaya, Tasikmalaya

Pratama, A. , Abdulbari, N. , Nugraha, M.I. , Prasetio, Y. , Tulak, G.P. , Warliana, A. , Irawan, D.E. M2O-05

Identifikasi Model Panas Bumi berdasarkan Respon Pengukuran Gaya Berat pada Daerah Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

Rivandi, Destaw an, Hidayat   M4O-03

 Analisis Proses Pengendapan dan Lingkungan Pengendapan Serpih Formasi Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta berdasarkan Data Batuan Inti

 Al Ansori, A.Z.,  Amijaya, H.

14:00 – 14:15   M3O-01

 Aplikasi Metode Geomagnetik Untuk Identifikasi Persebaran Batuan Beku Dasit di Gunung Wungkal Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogy akarta

Wicaksono, C.,  Alam, R.N   M1O-02

Microzonation Analysis using PeakGround  Acceleration (PGA) and Seismic Vulnerability Index at Prambanan Temple and Its Surrounding Area, Yogyakarta Province, Indonesia

Mubin, F., Nurcahya, B.E   M2O-06

Studi Alterasi HidrotermalBawah Permukaan di Lapangan Panas Bumi “Beta”,  Ambon dengan Metode Petrografi

Vandani, C.P.K., Sari, I. W. A., Mulyaningsih, E., Utami, P., Yunis, Y.

M4O-04

Hubungan antara Evolusi Porositas dengan Karakteristik Diagenesis Batuan Karbonat Formasi Wonosari di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY

 Asy’ari, M.R., Winardi, S.

14:30 – 14:45 Coffee break

Ruang Grand Ballroom Moderator : Nugroho Imam Setiawan

Presentasi Oral Presentasi Oral

      S    e     s      i      A       S    e     s      i      B Waktu Waktu

Friday prayer dan lunch break

Ruang Carnation Ruang Frangipani

Moderator : Wawan Budianta

Presentasi Oral Ruang Heliconia Moderator : Pri Utami

Presentasi Oral Ruang Carnation Moderator : Agus Hendratno

Moderator : I Wayan Warmada Moderator : Doni Prakasa Eka Putra Moderator : Hendra Amijaya Moderator : Agung Harijoko

     E    a     s      t    p    a     r     c      H    o      t    e      l ,      J    u    m     a      t ,      3      1      O      k      t    o      b    e     r      2      0      1      4

Dr. Sugeng Sapto Surjono Sambutan Ketua Jurusan TeknikGeologi FTUGM

Keynote Speech Prof. Hery Harjono (LIPI) : Tren Penelitian Geologi Masa Kinidan Masa Mendatang : Tantangan untuk Universitas di Indonesia

Coffee break

(6)

Desa Watuadeg, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Harijoko, A Mekanik Batuan Daerah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur  Nandro, A.E.

 Ambon dengan Metode X-Ray Diffraction

(XRD) E., Utami, P., Yunis, Y. Kabupaten Konawe Utara, Sulawes i Tenggara

15:00 – 15:15   M3O-03

Petrogenesis Batuan Metamorf di Daerah Perbukitan Jiwo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

 Alfyan, M.F., Setiawan, N.I.   M1O-04

 Aplikasi WEAP(Water Evaluation and Planning) Untuk Pengelolaan Sumber Daya  Air 

 Anatoly, N. Dan Putranto, T.T.   M2O-08

Petrophysical Analysis and Modeling, and Initial Oil Inplace Calculation of Low Resistive Pay Zones in “Papa” Field, Kutai Basin, East Kalimantan

Pratama, E.,

Pamungkas, D.W.   M4O-06

ROCKSQUARE: Android App Recording Data Lapangan

Ratna, S.A., Ariani, N.P., Rabbani, B., Husein, S. 15:15 – 15:30   M3O-04

Studi Karakteristik dan Genesa Lava Bantal Nampurejo, Kecamatan Bayat dan Sekitarnya, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Pratiwi, F., Harijoko,  A   M1O-05

Studi Retakan yang Terdapat pada Jalan Tol Semarang-Solo Rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang

Haq, M.A., Utomo, G.J.   M4O-10

The Dynamic Interaction of Turbidity Current under Dense Stratified Water : A Flume Experimental Model Approach

Ramadhan, B., Malda, O., Cahyo, F.A., Fardiansyah, I., Budiman, A.

M4O-07 Lineament Density Analy sis to Predict Fault:  A Coal Mine Case

Prabowo, K., Irawan, D.E., Santosa, B.

15:30 – 15:45   M3O-05

Studi Aw al Tingkat Pelapukan pada Batugamping pada Anggota Kapung, Formasi Kalibeng berdasarkan Kenampakan Fisik Batuan: Studi Kasus Kavling Daerah Pemetaan Geologi2014

Zainudin, A., Setijadji, L.D   M1O-06

Pemetaan Bahaya Amblesan di Daerah Karst Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimew a Yogyakarta

Widyaningtyas, C.P., Putra, D.P.E   M4O-11

Studi Fasies Karbonat Formasi Selatan Daerah Badung Provinsi Bali

 Agastya, I.B.O., Sugiarto, S.   M4O-08

Eksistensi Kars dan Caliche Formasi Wonosariterhadap Morfologi Daerah Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimew a Yogyakarta

Dahyar, M., Wibowo,  A., Prayogi A., Erlisa, P., Said, S., Premonowati

15:45 – 16:00   M1O-08

Kadar dan Penyebaran Merkuri pada Media Geologi diLokas i Penambangan Emas Tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Fahmi, F.L., Budianta, W.,  Arifudin

M1O-07

 Analisis Tipe Longsor dan Kestabilan Lereng Berdasarkan Orientasi Struktur  Geologi di Dinding Utara Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat

 Aprilia, F., Indrawan, I.G.B., Adriansyah, Y., Maryadi, D.

M1O-09

Mitigasi Bencana dengan Pemetaan Risiko Tanah Longsor di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul

Permana, A., Rifa’i, A., Wijono, S   M4O-09

Quantitative Application of Fluvial Geomorphology: Insight into Modern Equatorial River of Bor neo, Indonesia

Rohmana, R.C., Fardiansyah, I., Malda, O., Budiman, A., Taufani, L., Yessica, P., Prisila J. 16:15 – 16:30 Waktu 16:30 – 17:00 Kategori Topik : Coffee break       S    e     s      i       C

Geologi Umum (Geologi Dinamik, Petrologi, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi) Studi Pendidikan      E    a     s      t    p    a     r     c      H    o      t    e      l ,      J    u    m     a      t ,      3      1      O      k      t    o      b    e     r

Ruang Grand Ballroom

Penutupan MC

Geohidrologi dan Geoteknik Sumberdaya Energi Sumberdaya Mineral

(7)

POSTER 

Kode Poster Judul Poster Penulis Kode Poster Judul Poster Penulis

P1P-01 Analisis Geomekanika Formasi Halang Daerah Tinatah, Wonokromo, Kabupaten Kebumen

Puswanto, E., Winduhutomo, S., Raharjo, P.D

M2P-01

Dinamika Temperatur dan Komposisi Fluida Panas Bumi Lapangan “Beta”, Ambon Berdasarkan Studi Inklusi Fluida

Mulyaningsih, E., Sari, I.W.A., Vandani, C.P.K., Utami, P., Warmada, I.W., Yunis, Y.

P1P-02

Perbaikan Tanah Ekspansif melalui Penambahan CaO dalam Upaya Meningkatkan Dayadukung Tanah untuk Pondasi Dangkal

Zakaria, Z., Muslim,

D.,Mulyo, A.   M2P-02

Penerapan Metode Magnetotellurik dalam Penyelidikan Sistem Panas Bumi

Umbara, I.G.A.H.J., Utami, P.,Raharjo, I.B. P4P-01 Kompleks Sesar Trembono sebagai Gravitational Structures   Husein,S.,

Mulyawan, R. S.   M2P-03

Kompilas i Metode Water Saturation dalam

Evaluasi Formasi Dwiyono, I.F., Winardi, S. M1P-01

Strategi Penanganan Abrasi Lahan Bekas Tambang Daerah Pantai Mudong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kep. Bangka Belitung

Sakur,M.,Ismail,

K.., Wilopo, W.   M2P-04

Delineasi Daerah Prospek Panas Bumi berdasarkan Kelurusan Citra Landsat dan Digital Elevation Model (DEM) Daerah Gunung Lawu, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur 

Pambudi, D.Y.W.S., Ismail, K., Sakur, M.,Fajri, I., Setijadji,L.D.

M1P-02

Remediasi Tanah Tercemar Kadmium (Cd) dengan Menggunakan Zeolit dari Daerah Hargosari, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Putrayana, N., Dhanu, B.E., Khasanah, U., Budianta, W.

M2P-05 Evaluasi Kondisi Geologi dan Geokimia Potensi Panasbumi Gunung Telomoyo

Ramadhan,N., Prameswari,M.,Harijoko,  A.

M1P-03

Studi Karakteristik Geologi dalam Perencanaan dan Penentuan Lokasi Bangunan Pelimpah Daruratdi Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat

Warman, G., Indrawan, I.G.B., Kuncoro, A.D

M2P-06

 Analisi Fas ies Batuan dan Li ngkungan Pengendapan Batupasir “Cr” Dan “Yb” Formasi  Air Benakat, Lapangan Rham ayanti Subcekungan

Jambi, Sumatera Selatan

Putri,R..,Setyowiyoto, J.

M1P-04 Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Orientasi Struktur  Geologi di Singkapan Batupasir Formasi Kebo - Butak

Nusantara, Y.P., Utama, P.P., Indrawan, I.G.B.

M2P-07

Studi Interkoneksi Antara Sumur Reinjeksi dengan Sumur Produksi dan Analisis Mass Recoverydengan Metode Isotop Stabil 18O dan D di Lapangan Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat

Febriani, D.,Wicaksono, T.,Utami, P., Muharini,A.

M1P-05

Studi Potensi Geologi Daerah Kabupaten Gunungkidul dan Sekitarnya dalam Integrasi Transportasi Masal dari Kota Yogyakarta menuju Kawasan Pantai Sebagai Upaya Pengembangan Wisata Stefano, D.A., Nurdiana,E.D., Wardani, A.K.A., Dewi,M.K M4P-01

Hubungan Stratigrafi antara Satuan Batuan Vulkanik dengan Satuan Batuan Karbonat di Daerah Bangunjiwo dan Sekitarnya, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Mulyani, S., Barianto, D.H.,Rahardjo, W

M3P-01 Studi Batuan Vulkanik Perbukitan Sepuluhribu, Kota Tasikmalaya dan Sekitarnya, Jawa Barat

Dono,H.D.,

Setijadji, L.D   M4P-02

 Analisa Arah Arus Purba berdasarkan Struktur  Sedimen Hummockydi Daerah Panggang, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Ma’arif,S.G.,Firdausi, R.D., Widyastanto, A., Barianto, D.H M3P-02

Karakteristik Mineralogi dan Perkembangan Endapan Travertin di Daerah Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Mardiati,D.,

Harijoko, A   M4P-03

Studi Fasies Vulkanik dan Alterasi Hidrotermal Daerah Sungai Cikaniki dan Sekitarnya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Haniffa, M.,Harijoko, A

M4P-04

Mekanisme Pengendapan Anggota Tuf Formasi Waturanda Daerah Kali Kenteng, Sempor, Kebumen,Jawa Tengah

Saputra,R.N., Novian, M.I

M4P-05

Pengukuran Arah Arus Purba Formasi Waturanda Jalur Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah

Putra, R.P., Barianto, D. H.

Kategori Topik :

M4P-06

Stratigrafi Formasi Semilir di Dusun Krakitan, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Efendi, W.V., Novian, M.I., Utama, R..W.

Studi Pendidikan Geohidrologi dan Geoteknik Sumberdaya Energi Sumberdaya Mineral

(8)

DAFTAR ISI

Halaman Judul ...i

Kata Pengantar...ii

Susunan Acara ...iii

Daftar Isi ... ... ... vii

1. KELOMPOK STUDI GEOHIDROLOGI DAN GEOTEKNIK  Pemodelan Airtanah Daerah Penambangan Batubara Pit  Terbuka di Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur   Devy, S.D., Hendrayana, H., Putra, D.P.E...1

Kontribusi Pemodelan Aliran Airtanah untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan Studi Kasus: Semarang  Putranto, T.T ...2

Identifikasi Kerusakan DAS Luk Ulo dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus : Karangsambung, Kabupaten Kebumen)  Puswanto, E. , Raharjo, P.D., Widiyanto, K. ...3

Studi Karakteristrik Petrologi, Geokomia, dan Sifat Keteknikan Andesit di Daerah Tanjungsari dan Sekitarnya, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur   Hendratno, A. , Farih, S.L.N ... 4

Kajian Potensi Kawasan Karst Kendeng Utara Pegunungan Rembang Madura Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Wacana, P., Irfanianto, Rodhialfalah, A., Widjanarko, S., Suryono, T., Chandra, F., hmad, F., Fauzi, I., Lukiarti, M. ...5

Studi Kekuatan Geser Terhadap Pengaruh Kekasaran Permukaan Diaklas Batugamping Saptono, S., Sudarsono, Hartono, Fiorettha, K . ...6

Penentuan Nilai Optimum Yield  dan Well Yield  Pada Akuifer di Kecamatan Kalasan dan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta  Hendrayana, H. , Ardendi, M. A. ... ... 7

(9)

Wilopo, W., Dilaga, K ...8

Analisis Geomekanika Formasi Halang Daerah Tinatah, Wonokromo, Kabupaten Kebumen

 Puswanto, E., Winduhutomo, S., Raharjo, P.D...9

Perbaikan Tanah Ekspansif Melalui Penambahan Cao dalam Upaya Meningkatkan Dayadukung Tanah untuk Pondasi Dangkal

 Zakaria, Z., Muslim, D., Mulyo, A . ... 10

Mengenali Interaksi Air Sungai dan Air Tanah, Serta Analisis Hubungan Sifat Kimia Air Melalui Metoda Grafik (Analisis Nilai R 2) dalam Penyelesaian Masalah Kekurangan Air Bersih Warga Sukalaya, Tasikmalaya

 Pratama, A. , Abdulbari, N. , Nugraha, M.I. , Prasetio, Y. , Tulak, G.P. , Warliana, A.  , Irawan, D.E ...11

Microzonation Analysis Using Peak Ground Acceleration (Pga) and Seismic Vulnerability Index at Prambanan Temple and It’s Surrounding Area, Yogyakarta Province, Indonesia

ubin, F., Nurcahya, B.E. ... ...12

Investigasi Geologi Potensi Longsor Berdasarkan Analisis Sifat Fisik dan Mekanik  Batuan Daerah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 

udinno, R.T., Setiawan, M.I.N., Gunawan, A., Nandro, A.E . ...13

Aplikasi Weap (Water Evaluation And Planning ) untuk Pengelolaan Sumber Daya Air 

natoly, N. Dan Putranto, T.T ...14

Studi Retakan yang Terdapat pada Jalan Tol Semarang-Solo Rute Kota Semarang Hingga Ungaran, Kabupaten Semarang

 Haq, M.A., Utomo, G.J. ...15

Pemetaan Bahaya Amblesan di Daerah Karst Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

(10)

Mitigasi Bencana dengan Pemetaan Resiko Tanah Longsor di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul

 Permana, A., Rifa’i, A., Wijono, S . ...19

Strategi Penanganan Abrasi Lahan Bekas Tambang Daerah Pantai Mudong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kep. Bangka Belitung

Sakur, M., Ismail, K.., Wilopo, W. ...20

Remediasi Tanah Tercemar Kadmium (Cd) dengan Menggunakan Zeolit dari Daerah Hargosari, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

 Putrayana, N., Dhanu, B.E., Khasanah, U., Budianta, W. ...21

Studi Karakteristik Geologi dalam Perencanaan dan Penentuan Lokasi Bangunan Pelimpah Darurat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat

Warman, G., Indrawan, I.G.B., Kuncoro, A.D. ...22

Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Orientasi Stuktur Geologi di Singkapan Batupasir Formasi Kebok - Butak 

 Nusantara, Y.P., Utama, P.P., Indrawan, I.G.B. ... 23

Studi Potensi Geologi Daerah Kabupaten Gunungkidul dan Sekitarnya dalam

Integrasi Transportasi Masal dari Kota Yogyakarta Menuju Kawasan Pantai Sebagai Upaya Pengembangan Wisata

Stefano, D.A., Nurdiana, E.D., Wardani, A.K.A., Dewi, M.K... 24

2. KELOMPOK STUDI SUMBERDAYA ENERGI

Sensitivity Analysis in Shale Gouge Ratio and Fault Permeability Model for Post Mortem Re-Evaluation Of “M” Closure, Offshore Timor Sea, Indonesia

 Hidayat, R., Surjono, S.S ...25

Applied Fairway Prospecting in Coal Bed Methane Exploration Case Study : Cbm X Block 

Ontosari, D.  ...26

Studi Komparasi Pemodelan Sumberdaya Batubara Menggunakan Perangkat Lunak  Minescape dan Surpac

Sasongko, W., Tarigan, M...27

(11)

Analisis Data Magnetik Pada Sistem Panas Bumi yang Berasosiasi Dengan Zona Manifestasi di Sekitar Candi Gedong Songo Ungaran

Wulandari, I., Kharisa, N.A., Pertiwi, C.R.Y., Harjiutomo, P.I., Permata ari, A.P.,

isyiyah, S., dan Ramadhan, A. ... ... 29

Analisa Karakterisasi Reservoar Batupasir Berdasarkan Seismik Inversi untuk  Memetakan Sebaran Reservoar Batupasir pada Formasi Tanjung

 Febrika, G.Y., Sarmauli, O., Endriasmoro ...30

Fluid Flow Pattern Interpretation of Geothermal Using Spontaneous-Potential (Sp) and Shallow Surface Temperature Method at Geothermal System in District

Paguyangan Brebes

Yuliananto, Y., Triahadini, A. ...31

Kondisi Paleogeografi Sepinggan Beds pada Miosen Akhir serta Implikasi Terhadap Potensi Hidrokarbon Selatan Cekungan Kutai

 Pratama, I.P., Rizkyandana, R., Pratama, A.Z . ...32

Identifikasi Model Panas Bumi Berdasarkan Respon Pengukuran Gaya Berat pada Daerah Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun - Sumatera Utara

 Rivandi, Destawan, Hidayat ...33

Studi Alterasi Hidrotermal Bawah Permukaan di Lapangan Panas Bumi “Beta”, Ambon Dengan Metode Petrografi

Vandani, C.P.K., Sari, I. W. A., Mulyaningsih, E., Utami, P., Yunis, Y. ...34

Studi Alterasi Hidrotermal Bawah Permukaan Lapangan Panas Bumi “Beta”, Ambon Dengan Metode X-Ray Diffraction (XRD)

Sari, I. W. A., Vandani, C.P.K., Mulyaningsih, E., Utami, P., Yunis, Y. ...35

Petrophysical Analysis and Modeling, and Initial Oil Inplace Calculation of Low Resistive Pay Zones in “Papa” Field, Kutai Basin, East Kalimantan

 Pratama, E., Pamungkas, D.W . ...36

Dinamika Temperatur dan Komposisi Fluida Panas Bumi Lapangan “Beta”, Ambon Berdasarkan Studi Inklusi Fluida

(12)

Kompilasi Metode Water Saturation dalam Evaluasi Formasi

 Dwiyono, I.F., Winardi, S. ...39

Delineasi Daerah Prospek Panas Bumi Berdasarkan Kelurusan Citra Landsat Dan  Digital Elevation Model  (DEM) Daerah Gunung Lawu, Provinsi Jawa Tengah dan

Jawa Timur 

 Pambudi, D.Y.W.S., Ismail, K., Sakur, M., Fajri, I., Setijadji, L.D... 40

Evaluasi Kondisi Geologi dan Geokimia Potensi Panasbumi Gunung Telomoyo

 Ramadhan, N., Prameswari, M., Harijoko, A...41

Analisi Fasies Batuan dan Lingkungan Pengendapan Batupasir “Cr” Dan “Yb”

Formasi Air Benakat, Lapangan Rhamayanti Subcekungan Jambi, Sumatera Selatan  Putri, R.., Setyowiyoto, J ...42

Studi Interkoneksi Antara Sumur Reinjeksi dengan Sumur Produksi dan Analisis Mass Recovery dengan Metode Isotop Stabil 18O dan D di Lapangan Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat

 Febriani, D., Wicaksono, T., Utami, P., Muharini, A. ...43

3. KELOMPOK STUDI SUMBERDAYA MINERAL

Magmatic Arc Evolution in The Pongkor Gold Mineralisation District

Titisari, A.D., Phillips, D., Setyaraharja, E.P . ...44

Speculative Models of Exhumation on High-Pressure Low-Temperature Metamorphic Rocks From Central Part of Indonesia : An Implementation of  Concepts and Processes

Setiawan, N.I., Husein, S., Alfyan, M.F . ...45

Analisis Perubahan Distribusi Logam Berat pada Batuan Ultrabasa Dengan Waste di Daerah Motui Kab. Konawe Utara Sulawesi Tenggara

Chaerul, M., Pallu, S., Selintung, M., Patanduk, J. ...46

The Physical, Mineralogical and Chemical Characteristics of Ash and Lapilli Producted by The Recent G. Slamet Eruption, A Preliminary Study

Siswandi ...47

Aplikasi Metode Geomagnetik untuk Identifikasi Persebaran Batuan Beku Dasit di Gunung Wungkal Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

(13)

Unit Erupsi dan Hubungan Lava Bantal Watuadeg dengan Batuan Vukaniklastik di Desa Watuadeg, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

 Hidiyawati, R., Harijoko, A.  ...49

Petrogenesis Batuan Metamorf di Daerah Perbukitan Jiwo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

lfyan, M.F., Setiawan, N.I ...50

Studi Karakteristik dan Genesa Lava Bantal Nampurejo, Kecamatan Bayat dan Sekitarnya, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

 Pratiwi, F., Harijoko, A. ...51

Studi Awal Tingkat Pelapukan pada Batugamping pada Anggota Kapung, Formasi Kalibeng Berdasarkan Kenampakan Fisik Batuan: Studi Kasus Kavling Daerah Pemetaan Geologi 2014

 Zainudin, A., Setijadji, L.D. ... ... 52

Studi Batuan Vulkanik Perbukitan Sepuluhribu, Kota Tasikmalaya dan Sekitarnya, Jawa Barat

 Dono, H.D., Setijadji, L.D. ...53

Karakteristik Mineralogi dan Perkembangan Endapan Travertin di Daerah Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

ardiati, D., Harijoko, A...54

4. KELOMPOK STUDI GEOLOGI DINAMIK, PETROLOGI, PALEONTOLOGI DAN STRATIGRAFI-SEDIMENTOLOGI

Ir-Copter: Sebuah Instrumen Penginderaan Jauh Berbasis Termal untuk  Pengembangan Eksplorasi Sumber Daya Alam

Setianto, A., Freski, Y.R., Refikhanata, V., Rahim, M., Prasidya, .S ...55

Aplikasi Metode nalogue Sandbox Modeling  dalam Analisis Struktur Geologi ang Berkembang pada Sistem Thrust-Fold Belt  dengan Kehadiran Bidang Basal   Detachment 

(14)

Umur Formasi Kebo Butak Berdasarkan Nanofosil Gampingan Daerah Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

kmaluddin, Saputra, R. N . ...58

Geologi dan Alterasi Hidrotermal di Gunung Batur, Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

 Idrus, A., Setiadji, L. D., Warmada, I. W., Mustakim, W. ...59

Komposisi Mineral Berat dalam Endapan Pasir Kuarsa di Kalimantan Barat Berdasarkan Studi Kasus di Daerah Singkawang dan Sekitarnya

Setijadji, L. D., Warmada, I. W., Nabawi, N. R. ... 60

Kompleks Sesar Trembono sebagai Gravitational Structures

 Husein, S., Mulyawan, R.S ...61

Biostratigraphy Study of Nyalindung Area, Sukabumi, Southwest Region of Java

Gandapradana, M.T., Pernando, M.I., Nasution, K.M.F . ...62

Analisis Tafonomi Moluska pada Formasi Damar di Kali Siwungu, Tembalang, Semarang

 Kurniasih, A., Adha, I.  ...63

Analisis Proses Pengendapan dan Lingkungan Pengendapan Serpih Formasi  Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta Berdasarkan Data Batuan Inti

l Ansori, A.Z., Amijaya, H.   ...64

Hubungan Antara Evolusi Porositas dengan Karakteristik Diagenesis Batuan Karbonat Formasi Wonosari di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY

 sy’ari, M.R., Winardi, S. ...65

Inventarisasi Kawasan Bentang Alam Karst dan Penyelidikan Potensi Panas Bumi Daerah Wawolesea, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi

Tenggara

 Dwiyono, I., Srijono ...66

Rocksquare: Android App. Recording  Data Lapangan

 Ratna, S.A., Ariani, N.P., Rabbani, B., Husein, S . ... 67

Lineament Density Analysis to Predict Fault: A Coal Mine Case

(15)

Eksistensi Kars dan Caliche Formasi Wonosari Terhadap Morfologi Daerah Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

 Dahyar, M., Wibowo, A., Prayogi A., Erlisa, P., Said, S., Premonowati ... 69

Quantitative Application of Fluvial Geomorphology: Insight into Modern Equatorial River of Borneo, Indonesia

 Rohmana, R.C., Fardiansyah, I., Malda, O., Budiman, A., Taufani, L., Prisila J. ...70

The Dynamic Interaction of Turbidity Current under Dense Stratified Water: A Flume Experimental Model Approach

 Ramadhan, B., Malda, O., Cahyo, F.A., Fardiansyah, I., Budiman, A...71

Studi Fasies Karbonat Formasi Selatan Daerah Badung Provinsi Bali

 gastya, I.B.O., Sugiarto, S. ...72

Hubungan Stratigrafi antara Satuan Batuan Vulkanik dengan Satuan Batuan

Karbonat di Daerah Bangunjiwo dan Sekitarnya, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

ulyani, S., Barianto, D.H., Rahardjo, W ...73

Analisa Arah Arus Purba Berdasarkan Struktur Sedimen  Hummocky di Daerah Panggang, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

a’arif, S.G., Firdausi, R.D., Widyastanto, A., Barianto, D.H ...74 \

Studi Fasies Vulkanik dan Alterasi Hidrotermal Daerah Sungai Cikaniki dan Sekitarnya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

 Haniffa, M., Harijoko, A. ... ... 75

Mekanisme Pengendapan Anggota Tuf Formasi Waturanda, Daerah Kali Kenteng, Sempor, Kebumen, Jawa Tengah

Saputra, R.N., Novian, M.I ...76

Pengukuran Arah Arus Purba Formasi Waturanda Jalur Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah

 Putra, R. P., Barianto, D. H ...77

(16)

5. KELOMPOK STUDI PENDIDIKAN

Evaluasi Pembelajaran Geologi Ditinjau dari Keberhasilan Pembelajaran Mata Kuliah Metode Geologi Lapangan di Jurusan Teknik Geologi FT UGM

 Pramumijoyo, S., Wijono, S., Hariadi, B. W ...79

Pendidikan Mikropaleontologi Radiolaria di Perguruan Tinggi: Sebuah Usulan

unasri...80

Geologi Militer di Kawasan Nusantara Suatu Tantangan Bagi Militer dan Pendidikan Sains Kebumian di Indonesia

 Zakaria, Z...81

Optimalisasi Wisata Berbasis Edukasi Kebumian Daerah Gunungkidul dan Sekitarnya sebagai Geopark City Berkualitas Internasional

Stefano, A.D., Nurdiana, D.E., Wardani, K.A., Dewi, M.K . ...82

Ikatan Alumni Toiki dan Perannya dalam Pendidikan Ilmu Kebumian di Indonesia  Ismail.K., Widyaningrum, A...83

(17)

P1O-01 PEMODELAN AIRTANAH DAERAH PENAMBANGAN BATUBARA

PI T  TERBUKA DI MUARA LAWA, KABUPATEN KUTAI BARAT,KALIMANTAN TIMUR 

Devy, S.D.1,2, Hendrayana, H.1, Putra, D.P.E.1

1

Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada 2

Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman *

E-mail : [email protected]

Abstrak 

Perubahan tata guna lahan berdampak pada ketersediaan airtanah baik secara kualitas maupun kuantitas. Aktivitas penambangan batubara pit  terbuka merupakan aktivitas perubahan tata guna lahan yang berakibat langsung terhadap perubahan  perlapisan batuan yang berkorelasi dengan lapisan akuifer sebagai lapisan pembawa airtanah. Kajian kondisi hidrogeologi, hidrologi, dan kondisi batas hidrogeologi sangat berperan untuk mengetahui keberadaan airtanah pada cekungan airtanah dan menentukan pemodelan airtanah sebelum sampai penutupan tambang.Daerah model  penelitian, di kecamatan Muara Lawa, termasuk dalam Formasi Pulaubalang, Pamaluan, dan Balikpapan pada struktur Sinklin Lampanan. Kemiringan perlapisan  batuan (dip) 16˚-20˚   dengan sumbu sinklin yang membentang dari timur laut

menuju ke barat daya. Hasil pemboran eksplorasi mengindikasikan, bahwa hidrogeologi daerah penelitian masuk dalam sistem akuifer batuan sedimen terlipat

ang terdiri dari tujuh lapisan akuifer yang berselang-seling antara akuitar, akuifer, dan lapisan dasar berupa akuiklud. Daerah model penelitian dibatasi oleh batas air   permukaan pada dua sungai besar, yaitu Sungai Lawa (timur) dan Sungai Perak 

(barat), serta batas pemisah airtanah dengan  head  tertinggi (utara dan selatan) yang dibatasi oleh perbukitan homoklin berbentuk sayap sinklin. Hasil analisis tipe akuifer daerah model termasuk kategori akuifer semi tertekan dengan dominasi akuitar pada lapisan permukaan. Perubahan morfologi dan geologi akibat aktifitas  penambangan berpengaruh terhadap perubahan aliran airtanah, terutama pada daerah pit   tambang yang mengalami penurunan elevasi sampai -70 m dpl dan  penambahan elevasi hingga 40 m pada daerah   disposal . Hal ini berdampak   perubahan pola arah aliran airtanah pada arah pit , penurunan muka airtanah  piezometrik, penurunan kecepatan aliran airtanah pada pit , dan terbentuknya void/pit lake. Perubahan-perubahan dari dampak aktivitas penambangan (pra tambang sampai pasca tambang) dapat diprediksi dengan memodelkan

(18)

P1O-02 KONTRIBUSI PEMODELAN ALIRAN AIRTANAH UNTUK MENGATASI

PERMASALAHAN LINGKUNGAN STUDI KASUS: SEMARANG

Putranto, T.T.1

1

Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro *

E-mail : [email protected]

Abstrak 

Peningkatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di Kota Semarang tentunya membawa konsekuensi perubahan fungsi tata guna lahan dari lahan pertanian menjadi nonpertanian dalam proses perkembangan kota. Ternyata perubahan tata guna lahan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan peningkatan ekonomi uga memberikan dampak negatif. Salah satu sumber daya alam yang ikut menjadi korban akibat perubahan tata guna lahan adalah peningkatan eksploitasi airtanah untuk memenuhi kebutuhan air baku. Permasalahan lingkungan akibat penggunaan airtanah sampai saat ini belum bisa teratasi mengingat pendataan penggunaan airtanah yang tidak terkontrol secara optimal. Oleh sebab itu, diperlukan kajian secara kuantitatif untuk mengetahui total pemanfaatan airtanah yang sebenarnya  berdasarkan data geologi, hidrogeologi serta hidrologi melalui perhitungan numeris menggunakan perangkat lunak   Finite Element FLOW /FEFLOW. Pemodelan airtanah dapat digunakan untuk memberikan informasi seberapa besar aktivitas eksploitasi airtanah yang telah terjadi saat ini, peta aliran muka airtanah aktual dan kesetimbangan airtanah (selisih air yang masuk dan keluar dari daerah model). Kalibrasi hasil pemodelan serta validasi dengan kenyataan data di lapangan akan memberikan gambaran seberapa akurat hasil pemodelan tersebut. Selain itu, hasil model dapat dipakai untuk memprediksi bagaimana dampak yang terjadi di masa depan seiring perkembangan jumlah penduduk dan perubahan penggunaan lahan serta antisipasi perubahan iklim yang terjadi di masa depan. Pengambilan airtanah

ang intensif di Kota Semarang (hasil model terkalibrasi pada tahun 2010 sekitar 61 uta m3) menyebabkan cadangan airtanah dalam hanya sekitar 12 juta m3 (hanya memenuhi 20% dari kebutuhan air baku dengan asumsi kebutuhan air 120 L/hari/orang) serta muka airtanah dalam turun di bawah muka air laut hingga -50 m, sehingga menyebabkan terbentuknya kerucut airtanah di bagian utara kota Semarang. Selain itu juga menyebabkan intrusi air asin di bagian utara Kota Semarang seperti yang telah terjadi saat ini.

(19)

P1O-03 IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAS LUK ULO DAN UPAYA

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

(STUDI KASUS : KARANGSAMBUNG, KABUPATEN KEBUMEN) Puswanto, E.1, Raharjo, P.D.1, Widiyanto, K.1

1

UPT BIKK Karangsambung - LIPI, 1

E-mail: [email protected]

Abstrak 

Karangsambung dengan geodiversity yang unik dan langka menjadi dasar  ditetapkannya wilayah ini menjadi Kawasan Cagar Alam Geologi. Namun, tampaknya keanekaragaman non-hayati ini baik berupa bentang alam dan batuan  bernilai tinggi belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kerusakan DAS Luk Ulo terutama erosi dan peran masyarakat meminimalisir tingkat kerusakan dalam usaha konservasi geodiversity. Hasil penelitian menunjukkan intensitas erosi pada segmen DAS Luk Ulo Karangsambung sangat intensif. Salah satu indikator untuk monitoring tingkat erosi DAS Luk Ulo dapat diamati dari peta NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) hasil transformasi citra satelit Landsat TM untuk mengetahui tutupan kerapatan vegetasi. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat Karangsambung dan sekitarnya yang telah ditempuh adalah pembentukan Forum Peduli Konservasi Lahan dan Batuan (FPKLB) yang diinisiasi dan difasilitasi oleh UPT BIKK  Karangsambung –LIPI.

(20)

P1O-04 STUDI KARAKTERISTRIK PETROLOGI, GEOKOMIA, DAN SIFAT

KETEKNIKAN ANDESIT DI DAERAH TANJUNGSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PACITAN, KABUPATEN PACITAN,

PROVINSI JAWA TIMUR  Hendratno, A.1, Farih, S.L.N.1

1

Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, 1

E-mail: [email protected]

Abstrak 

Andesit merupakan salah satu komoditas bahan galian yang keterdapatannya melimpah di Pacitan, banyak ditambang dan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Andesit di daerah Tanjungsari dan sekitarnya termasuk dalam Formasi Arjosari, merupakan hasil vulkanisme Tersier, berupa lava yang berasal dari magma andesitik  dengan komposisi SiO2 sebesar 57,59 – 59,14 % berat, memiliki afinitas  tholeiitic – 

calc-alkaline. Magma ini terbentuk pada tatanan tektonik yang berada di zona subduksi (penunjaman), tepatnya di daerah busur kepulauan calk-alkaline. Sumber  magma berasal dari magma pikrit atau basal olivin asal mantel N-MORB yang telah mengalami pengkayaan unsur Rb, Ba, Th, K dari kerak yang menunjam dan mengalami proses fraksinasi olivin dan klinopiroksen sehingga berubah komposisinya menjadi magma andesitik. Hasil uji keteknikan andesit menunjukkan kekuatan andesit tergolong lemah, cukup kuat dan kuat, dan secara umum kualitas andesit di daerah penelitian memenuhi standar batu alam untuk bahan bangunan. Hasil analisis korelasi dan regresi menyajikan bentuk hubungan antara karakter   petrologi dan geokimia terhadap sifat keteknikan andesit dan model regresi.

Kata kunci: Andesit, Pacitan, Formasi Arjosari, petrologi, sifat keteknikan,  petrogenesa, kualitas batuan.

(21)

P1O-05 KAJIAN POTENSI KAWASAN KARST KENDENG UTARA

PEGUNUNGAN REMBANG MADURA KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH

Wacana, P.1, Irfanianto1, Rodhialfalah, A.1, Widjanarko, S.1, Suryono, T.1, Chandra, F.1, Ahmad, F.2, Fauzi, I.3, dan Lukiarti, M.4

1

 Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta, 2

Semarang Caver Associaton (SCA), 3

 Indonesia Caver Society (ICS), 4

 Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang 

Abstrak 

Bagian selatan Kabupaten Rembang terpapar pegunungan yang memanjang dari  barat – timur, yang merupakan bagian dari Pegunungan Rembang – Madura yang masih berada di kelurusan Pegunungan Karst Sukolilo atau yang lebih dikenal sebagai Pegunungan Karst Kendeng Utara Kabupaten Rembang yang memiliki fenomena bentang alam karst. Kawasan ini merupakan kawasan imbuhan air atau cekungan air tanah (CAT) terbesar di Kabupaten Rembang ang sering dikenal sebagai Pegunungan Watuputih atau Kawasan Karst Watuputih, merupakan Kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2011 Tentang Penetapan Cekungan Airtanah dalam lampiran poin 124. Pola aliran (sistem hidrologi) yang berkembang adalah pola  pengaliran paralel yang dikontrol oleh struktur geologi dan proses pelarutan yang ada dikawasan tersebut. Penjajaran mata air kars pada bagian Utara dan Selatan, muncul pada ketinggian kisaran 100 -350 mdpl radius 1 – 3,5 km dari wilayah CAT Watuputih, mata air yang tersingkap sebagian besar bersifat parenial atau mengalir  sepanjang tahun dan sebagian kecil bersifat musiman. Kawasan CAT Watuputih merupakan kawasan bentang alam karst, ini dapat dilihat dari berkembangnya  proses karstifikasi yang membentuk sistem perguaan, sumber mata air dan sungai-sungai bawah permukaan. Sebagai CAT kawasan ini merupakan kawasan yang  perlu mendapat perhatian dalam kontek perlindungan dan konservasi. Kawasan CAT Watuputih menjadi pengontrol utama dalam memberikan suplai terhadap sumberdaya air yang ada di di sekitar kawasan Pegunungan Watuputih, Ditetapkannya kawasan CAT Watuputih sebagai kawasan lindung geologi dalam Perda No 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Rembang seharusnya menjadi dasar dalam memberikan perlindungan dan melakukan pengelolaan yang lebih baik,

(22)

P1O-06 STUDI KEKUATAN GESER TERHADAP PENGARUH KEKASARAN

PERMUKAAN DIAKLAS BATUGAMPING Saptono, S.1, Sudarsono1, Hartono1, dan Fiorettha, K.1

1Program Studi Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta,,

1

E-mail: [email protected]

Abstrak 

Kekasaran permukaan bidang geser batuan dapat mempengaruhi kekuatan geser   batuan. Pada kegiatan penambangan, baik tambang terbuka maupun tambang bawah

tanah, hal ini sangat penting untuk ditentukan karena perubahan kekuatan geser  tersebut dapat menyebabkan penurunan faktor keamanan baik pada lereng maupun lubang bukaan tambang. Penurunan faktor keamanan ini dapat menyebabkan terjadinya longsoran ataupun runtuhan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, terancamnya keselamatan jiwa serta kerugian dari segi ekonomi. Penelitian ini dilakukan terhadap batugamping yang diambil dari daerah Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria kekuatan batuan Barton, diketahui bahwa nilai JRC bidang geser batugamping pada diaklas mengalami penurunan kohesi sebesar 81,7% dari kondisi permukaaan diaklas kasar hingga halus, sedangkan terhadap sudut gesek mengalami penurunan dari kondisi permukaan kasar ke halus sebesar 33% akan tetapi pada kondisi permukaan lurus dan planar mengalami  penurunan sebesar 61%. Dengan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan kekuatan geser batuan ini disebabkan oleh perbedaan kekasaran permukaan bidang geser batuan. Hasil ini menunjukan bahwa kekuatan geser kohesi pada diaklas sangat dipenguhi oleh kekasaran dibandingkan pangaruh kekasaran terhadap sudut gesek dalam.

(23)

P1O-07 PENENTUAN NILAI  OPT I M U M YI E L D  DAN  WE L L YI E L D   PADA

AKUIFER DI KECAMATAN KALASAN DAN NGEMPLAK, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Hendrayana, H. 1 , Ardendi, M. A. 1

1.

Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Email: [email protected]

Abstrak 

Kecamatan Kalasan dan Ngemplak merupakan salah satu wilayah pada Cekungan Air Tanah Yogyakarta-Sleman dengan potensi air tanah yang tinggi berdasarkan nilai Konduktivitas Hidrolika dan Transmisivitasnya. Berdasarkan kondisi tersebut  perlu dilakukan analisis lebih detil tentang nilai  optimum yield  untuk menghitung debit optimal air tanah yang dapat diambil pada suatu daerah. Hasil dari nilai optimal yield ini akan digunakan untuk (1) mengetahui besarnya debit air tanah ang dapat diambil pada suatu akuifer, (2) mengetahui debit air tanah yang dapat dipompa, (3) analisis debit pengambilan air tanah untuk mencukupi kebutuhan sumber air baku di wilayah lain. Tahap pertama untuk menghitung nilai  optimum aquifer yield  maupun  well yield  dilakukan pengukuran ketinggian muka air tanah guna mengetahui pola aliran air tanah dan pemetaan geologi dan hidrogeologi untuk  mengetahui system akuifer daerah penelitian. Selanjutnya dilakukan pengukuran debit sungai pada tiap segmen sungai guna mengetahui nilai Inflow dan Outflow aliran air tanah. Hasil dari perhitungan yang didapat digunakan untuk menganalisa  perhitungan afe yield, sustainable yield,optimum aquifer yield  dan  optimum well 

ield.   Perbandingan dari nilai   optimum yield  dan   well yield   digunakan untuk  menentukan besarnya nilai debit yang dapat digunakan untuk mensuplai kebutuhan sumber air baku air tanah di wilayah sekitar daerah penelitian.

(24)

P1O-08 GENESA MATA AIR CUMPLENG DAN PABLENGAN DI KABUPATEN

KARANGANYAR PROPINSI JAWA TENGAH Wilopo, W.1dan Dilaga, K.1

1Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada,

Abstrak 

Kabuapten Karanganyar berada di sisi barat lereng Gunung Lawu. Pada daerah ini  banyak dijumpai mataair yang dipergunakan oleh penduduk untuk kebutuhan

sehari-hari. Salah satu mata air yang banyak dimanfaatkan adalah Mata air  Cumpleng di Kecamatan Tawangmangu dan Mata air Pablengan di Kecamatan Matesih. Namun demikian sampai saat ini belum diketahui jelas mengenai genesa dari kedua mata air tersebut. Untuk itu dilakukan penelitian meliputi survai lapangan, pengambilan sample air dan batuan serta analisa dilaboratorium. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa suhu air dari kedua mata air tersebut lebih dari 30o dan mempunyai komposisi kimia yang berbeda dengan airtanah disekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa mataair tersebut berhubungan dengan system panas bumi

ang berkembang di sekitar Gunung Lawu.

(25)

P1P-01 ANALISIS GEOMEKANIKA FORMASI HALANG DAERAH TINATAH,

WONOKROMO, KABUPATEN KEBUMEN

Puswanto, E.1, Winduhutomo, S.1, dan Raharjo, P.D.1

1

UPT BIKK Karangsambung-LIPI 1

E-mail: [email protected]

Abstrak 

Batuan sedimen Formasi Halang memiliki pelamparan yang cukup luas di Kabupaten Kebumen. Secara umum, satuan batuan anggota Formasi Halang di lokasi penelitian didominasi oleh perselingan batupasir tufan dan batulempung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontrol intensitas geologi struktur terhadap RQD (rock quality design) dan penilaian massa batuan atau RMR (rock mass rating ). Hasil analisis geomekanik Formasi Halang, khususnya di daerah Tinatah, Desa Wonokromo Kecamatan Alian memberikan nilai RQD dan RMR terendah, aitu 8 dan 30. Kelas pembobotan dideskripsikan sebagai kelas V atau sangat jelek. Hal ini mengindikasi bahwa potensi gerakan massa yang telah terjadi di daerah  penelitian berhubungan dengan hasil analisis geomekanika yang kurang baik.

(26)

P1P-02 PERBAIKAN TANAH EKSPANSIF MELALUI PENAMBAHAN CaO

DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYADUKUNG TANAH UNTUK PONDASI DANGKAL

Zakaria, Z.1, Muslim, D.1, dan Mulyo, A.1

1

Dosen Staf Pengajar Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran 1

E-mail: [email protected]

Abstrak 

Penelitian dilakukan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai upaya untuk  mengetahui peningkatan dayadukung tanah pondasi dangkal melalui perbaikan tanah. Dayadukung tanah bergantung kepada sifat fisik dan material tanah. Sampel ang didapat berupa lempung plastisitas tinggi (CH) dengan angka aktivitas antara 0.96 sampai 1,34 (dengan metode Skempton) atau 1,06 sampai 1,49 (dengan metode Seed) termasuk lempung aktivitas tinggi bersifat monmorilonitik. Dalamperencanaan infrastruktur pondasi, desain pondasimembutuhkanfaktor  keamanan. Nilai dayadukung yang diijinkan (qa) dengan Faktor Keamanan=3 untuk pondasi dangkal bentuk segi-empat, didapatkan antara 3.819 sampai 4.325 T/M2, untuk bentuk pondasi melingkar, antara 3.808 sampai 4.313 T/M2, dan untuk   bentuk pondasi lajur, antara 3.117 sampai 3.517 T/M2. Untuk menghindari

kegagalan pondasi, beban bangunan tidak boleh melebihi dayadukung tanahnya. Tanah yang diperkirakan ekspansif, perlu dilakukan   oil improvement . Perbaikan tanah melalui uji laboratorium dilakukan dengan penambahan kapur (CaO). Melalui penambahan kapur secara bertahap per-5% sebanyak 20% sampai 40% dari 100% berat lempung, penurunan aktivitas tanah didapatkan dengan persamaan A=4.9984 CaO-0.586. Sejalan dengan penurunan angka aktivitas, terjadi kenaikan dayadukung tanah untuk pondasi dangkal bentuk    quare   dengan persamaan: qa = 9,084e(0,0387 CaO), untuk pondasi dangkal bentuk   circular : qa = 9,154e(0,0382 CaO), untuk pondasi dangkal bentuk  continuous: qa = 6,794e(0,0413 CaO).

(27)

M1O-01 MENGENALI INTERAKSI AIR SUNGAI DAN AIR TANAH, SERTA ANALISIS HUBUNGAN SIFAT KIMIA AIR MELALUI METODA GRAFIK 

(ANALISIS NILAI R 2) DALAM PENYELESAIAN MASALAH KEKURANGAN AIR BERSIH WARGA SUKALAYA, TASIKMALAYA

Pratama, A.1, Abdulbari, N.1, Nugraha, M.I.1, Prasetio, Y.1, Tulak, G.P.1, Warliana, A.2, dan Irawan, D.E.1,

1

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian 2

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung

1

E-mail: [email protected] Abstrak 

Sulitnya sumber air bersih di pemukiman sekitar sungai menjadi masalah yang kerap kali terjadi, seperti di pemukiman sekitar Sungai Ciromban dan Sungai Cibeureum, Sukalaya, Kota Tasikmalaya yang selalu mengalami kekurangan air   bersih ketika musim kemarau. Observasi kualitas air dilakukan di dua sungai sekitar   pemukiman, yaitu Sungai Ciromban dan Sungai Cibeureum, untuk mengetahui distribusi pencemaran air di daerah tersebut. Sebanyak 20 titik pengamatan di sumur  warga, 17 titik di Sungai Ciromban, dan 11 titik di Sungai Cibeureum telah diukurpada bulan Juli-Agustus 2014untuk membuatpetaaliran air dan grafik antara sifat kimia air sungai dan air sumur.Peta isofreatik menunjukkan aliran air dari akuifer ke arah sungai terjadi di bantaran Sungai Cibeureum. Sebaliknya data dari Sungai Ciromban menunjukkan aliran air sungai masuk ke dalam akuifer. Grafik  antara pH air Sungai Ciromban dengan pH air sumur warga menunjukkan nilai R 2>0.5, begitupun dengan grafik antara nilai TDS air Sungai Ciromban dan air  sumur warga. Grafik antara pH air Sungai Cibeureum dan air sumur warga memiliki nilai R 2<0.5, begitupun dengan grafik antara nilai TDS air Sungai Cibeureum dan air sumur warga. Sumber pencemar air berasal dari air Sungai Ciromban.Unsur-unsur berbahaya yang diperkirakan terkandung dalam air Sungai Ciromban berupa  besi dan mangan dalam kadar berlebih, serta Cd, Cu, Ag, Ni, Pb, As, Cr, Sn, Zn, dan Mn yang timbul dari lindi yang dihasilkan dari tumpukan sampah di sekitar  sungai tersebut. Uji kualitas air perlu dilakukan untuk memberikan rekomendasi

(28)

M1O-02 MICROZONATION ANALYSIS USING PEAK GROUND

ACCELERATION (PGA) AND SEISMIC VULNERABILITY INDEX ATPRAMBANAN TEMPLE AND IT’SSURROUNDINGAREA,

YOGYAKARTA PROVINCE, INDONESIA Mubin, F.1and Nurcahya, B.E.1

1

Geophysics Sub-Department, Physics Department, FMIPA, UGM 1

Email: [email protected]

Abstract

In 2006 a large earthquake ever occurred in the province of Yogyakarta, which caused considerable damage. This is the basis need to investigate the seismic vulnerability index in around of the earthquake zone. This research is called microzonation of earthquake hazard. This research has been conducted at the site and surrounding of Prambanan. The reason this research needs to be done because in the event of an earthquake in 2006, there was damage to the temples at Prambanan temple complex and its surroundings. In this research, data collection carried out for 60 minutes using three component seismograph measurements at 89 points with spacing of 1000 meters. The data recorded in time function were analyzed using the spectral ratio method, known as the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Results from this analysis are predominant frequency (f 0) and amplification factor (A) is used to obtain seismic

vulnerability index. The results of research showed the dominant frequency range from 0.2 to 21 Hz and the amplification is in interval from 0.2 to 7. Interval value for seismic vulnerability index is 0.1 to 28.

Keywords:   seismic vulnerability index, predominant frequency, amplification factor, microzonation.

(29)

M1O-03 INVESTIGASI GEOLOGI POTENSI LONGSOR BERDASARKAN

ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK BATUAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR 

Audinno, R.T.1,Setiawan, M.I.N.1,Gunawan, A.2, dan Nandro, A.E.2;3

1

STT Migas Balikpapan 2

GeoPangea Research Group 3

Kaltim Prima Coal 1

Email: [email protected]

Abstrak 

Lokasi penelitian terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Secara geografis daerah penelitian berada pada posisi1°8′56″LU 116°54′11″BT. Kota Balikpapan adalah kota terbesar kedua di Kalimantan Timur dengan jumlah penduduk sekitar  675.258 jiwa.Dilihat dari topografinya, Kota Balikpapan memiliki kemiringan dan ketinggian permukaan tanah dari permukaan air laut yang sangat beragam. Mulai ang terendah dari wilayah pantai dengan ketinggian 0 mdpl sampai dengan wilayah berbukit dengan ketinggian 100 mdpl. Dominasi wilayah berbukit membuat sebagian besar wilayah, yaitu 42,33% mempunyai kelas kemiringan 15% - 40%

ang rawan tanah longsor.Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan,kondisi sebagian besar batuan daerah telitian terdiri dari batupasir  unconsolidated  dengan  bentuk butir  ub-rounded – rounded , nilai berat isi batuan adalah 1,478 gr/cm3 -1,892 gr/cm3, nilai berat isi batuan kering adalah 1,023 gr/cm3 - 1,412 gr/cm3, nilai kadar airnya adalah 37,48 % - 45,64 %, nilai berat jenis adalah 2,59 gr/cm3 - 2,68 gr/cm3. Pada analisa uji geser langsung yang bertujuan untuk mendapatkan sifat mekanik batuan diperoleh nilai kohesi yaitu 0,2 - 0,6, dan sudut geser dalamnya aitu 25o - 38o.Dari hasil analisis Faktor Keamanan yang diperoleh menurut Bowles (1984), didapatkan kriteria Kritis (1,07 < FK < 1,25) berada pada gerakan tanah  bertipe Subsidence, sedangkan kriteria Labil (FK < 1,25) berada pada gerakan tanah  bertipe Debris Slide.Faktor – faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng di daerah telitian antara lain adalah sifat fisik dan mekanik batuan, litologi, struktur geologi, kemiringan lereng dan morfologi, vegetasi, dan curah hujan. Cara penanggulangan ketidakstabilan lereng di daerah telitian dapat dilakukan dengan cara modifikasi lereng, cara injeksi, dan pengendalian air permukaan.

(30)

M1O-04 APLIKASI WEAP (W A TE R E V A L U A T I O N A N D PL A N N I N G  ) UNTUK 

PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR  Anatoly, N.1dan Putranto, T.T.1

1Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

1

Email: [email protected]

Abstrak 

Keberadaan air sebagai sumber daya di alam ini bersifat dinamis yang berkaitan dengan siklus hidrologi. Permasalahan yang biasanya terjadi pada pengelolaan sumber daya air yaitu terjadinya krisis air. Faktor utama krisis air ini ialah perilaku manusia sendiri dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Aplikasi  Water Evaluation and Planning   atau WEAP merupakan salah satu program komputer yang dibuat untuk membantu dalam hal evaluasi sumber daya air dan pengembangan sumberdaya air yang berkelanjutan. Prinsip pengelolaan sumber daya air secara umum harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain dilaksanakan secara terpadu dan berwawasan lingkungan, pengelolaan infrastruktur keairan, dan pada dasarnya  berupa pemanfaatan, perlindungan, dan pengendalian. Aplikasi WEAP dibuat dan dikembangkan oleh   Stockholm Environment Institute - Tellus Institute, Boston, assachusetts. WEAP beroperasi dengan prinsip dasar kesetimbangan air dan dapat diterapkan pada sistem suatu kota maupun daerah pertanian, daerah aliran sungai tunggal atau daerah aliran sungai lintas wilayah. Pada hakikatnya, air tidak dibatasi oleh batas administratif suatu daerah melainkan adanya daerah aliran sungai. Hal ini menyebabkan banyak daerah aliran sungai yang bersifat lintas wilayah. Selain itu, WEAP dapat mensimulasikan berbagai komponen alam dan rekayasa sistem, termasuk curah hujan yang terjadi tiap satuan waktu, aliran air relatif, dan resapan airtanah dari curah hujan, konservasi air, kebijakan air dan prioritas alokasi, operasi reservoir, generasi hydropower, kualitas air, penilaian kerentanan sert persyaratan ekosistem.

Kata kunci:Sumber daya air, kesetimbangan air, Aplikasi WEAP (Water   Evaluation and Planning)

(31)

M1O-05 STUDI RETAKAN YANG TERDAPAT PADA JALAN TOL

SEMARANG-SOLO RUTE KOTA SEMARANG HINGGA UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG

Haq, M.A.1 dan Utomo, G.J.1

1

Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia 1

Email: [email protected]

Abstrak 

Pembangunan jalan tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk  mempermudah akses perjalanan dari Semarang dan sekitarnya menuju Solo dan sekitarnya, ataupun sebaliknya. Namun setelah pengerjaan pembangunan tol tersebut berakhir, timbul beberapa masalah konstruksi yang diakibatkan oleh kurang adanya perhatian terhadap aspek geologi. Penelitian ini bertujuan untuk dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran terhadap bahaya geologi yang dapat terjadi  pada pembangunan jalan tol. Metode yang digunakan dalam pembuatan paper ini

adalah studi pustaka dan observasi lapangan. Setelah pembangunan rute pertama konstruksi tol ini dinyatakan selesai, timbul retakan yang terjadi pada KM 5,5 hingga KM 5,7 (Bibit Waluyo, 2011). Berdasarkan hasil analisis geomorfologi, daerah tersebut diindikasikan mengalami pergerakan tanah. Selain itu, berdasarkan hasil analisis petrologi ditemukan adanya tiga satuan, yaitu koluvial, breksi dan  batupasir Formasi Kaligetas, dan batulempung Formasi Kerek yang berperan  penting dalam pergerakan tanah tersebut. Serta berdasarkan hasil analisis struktur 

geologi ditemukan adanya perlapisan, kekar dan sesar. Ketiga faktor tersebut saling  berkorelasi sebagai penyebab terjadinya retakan pada jalan tol Semarang-Solo rute

Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang KM 5,5 hingga KM 5,7.

(32)

M1O-06 PEMETAAN BAHAYA AMBLESAN DI DAERAH KARST KECAMATAN

SEMANU, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Widyaningtyas, C.P.1& Putra, D.P.E.1

1

Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada 1

Email: [email protected]

Abstrak 

Kecamatan Semanu merupakan salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena karst banyak dijumpai di wilayah kecamatan ini, selain bukit kerucut,   inkholes sangat umum dijumpai pada  baik di batugamping segar ataupun lapuk.   Sinkholes   secara teori dapat memicu terjadinya amblesan lahan dan membahayakan manusia ataupun properti/konstruksi teknik diatas ataupun sekitarnya. Di daerah penelitian diketahui bahwa terdapat telaga yang mengering akibat adanya amblesan yang disebabkan oleh adanya inkhole   didasar telaga tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan zona bahaya amblesan akibat dari keberadaan   inkhole. Untuk  mencapai tujuan tersebut, observasi lapangan dan evaluasi data sekunder dilakukan untuk mengumpulkan data morfologi, litologi, lineament , dan keberadaan   inkholes serta kejadian amblesan yang sudah ada. Korelasi antara keberadaan   inkhole dengan morfologi, litologi serta   lineament   dilakukan untuk memahami faktor  intrinsik yang berpengaruh terhadap keberadaan   inkhole.   Untuk menentukan  parameter yang paling berpengaruh, evaluasi nalytic Hierarchy Process dilakukan ang hasilnya menunjukkan bahwa faktor jenis litologi lebih berperanan dibandingkan dengan lineaments dan faktor morfologi. Hasil bobot metode AHP ini kemudian digunakan untuk membuat peta bahaya amblesan dengan metode overlay. Berdasarkan cara ini, daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga zona tingkat  bahaya amblesan, yaitu (1) zona tingkat tinggi dengan probabilitas amblesan sebesar 0,033% per km2, (2) zona tingkat sedang dengan probabilitas amblesan sebesar 0,023% per km2, dan (3) zona tingkat rendah dengan probabilitas amblesan sebesar 0,018% per km2. Peta bahaya ini divalidasi dengan kejadian amblesan dan menunjukkan korelasi yang sangat baik dengan keberadaan amblesan yang telah ada. Diharapkan dengan adanya peta bahaya amblesan ini, perencanaan wilayah dan  pembangunan konstruksi teknik di daerah penelitian memperhatikan zona-zona  bahaya amblesan yang ada.

(33)

M1O-07 ANALISIS TIPE LONGSOR DAN KESTABILAN LERENG

BERDASARKAN ORIENTASI STRUKTUR GEOLOGI DI DINDING UTARA TAMBANG BATU HIJAU, SUMBAWA BARAT

Aprilia, F.,1,Indrawan, I.G.B.1, Adriansyah, Y.2, dan Maryadi, D.2

1

Jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia 2

Departemen Geoteknik & Hidrogeologi - PT. Newmont Nusa Tenggara, Indonesia 1

Email: [email protected]

Abstrak 

Batu Hijau merupakan salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia ang dioperasikan oleh PT. Newmont Nusa Tenggara dengan metode penambangan terbuka. Selama pengoperasian tambang dari awal tahun 2000 hingga saat ini, telah terjadi beberapa kasus longsor yang disebabkan oleh asosiasi struktur geologi dan kondisi massa batuan yang lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe longsoran dan kondisi kestabilan lereng utara desain   Phase   6 tambang Batu Hijau yang sedang dioperasikan.Data ang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur geologi sepanjang lereng hasil pemetaan geologi (line mapping ), data  pemboran geoteknik, sifat keteknikan hasil uji laboratorium dan analisis balik  terhadap beberapa longsoran di daerah penelitian. Untuk mengetahui kondisi kestabilan lereng dimaksud, maka analisis data yang digunakan meliputi analisis kinematika dan kesetimbangan batas. Analisis kinematika menggunakan Schmidt net dengan menggunakan Program Dips pada setiap blok analisis yang telah ditentukan berdasarkan orientasi dan besar sudut kemiringan lereng. Dinding utara desain Phase 6 dibagi menjadi tujuh blok analisis yakni blok TL-1, TL-2 dan TL-3 di bagian timurlaut, U-1, U-2 dan U-3 di bagian utara dan BL-1 di bagian baratlaut. Analisis kesetimbangan batas menggunakan Program Slide dilakukan pada daerah ang berpotensi tidak stabil secara kinematika. Adapun metode yang digunakan adalah   General Limit Equilibrium (GLE ) dan perhitungan secara manual menggunakan prinsip Mohr-Coulomb dan Hukum Newton untuk longsoran bidang serta menggunakan Hoek-Bray Wedge Stability Chart  untuk analisis longsoran baji. Hasil analisis menunjukkan bahwa tipe longsoran yang berpotensi menjadi pemicu ketidakstabilan pada lereng penambangan di dinding utara tambang Batu Hijau  Phase  6 adalah tipe baji dan bidang dan/atau kombinasi keduanya. Hasil analisis

kestabilan lereng menunjukkan bahwa blok yang berpotensi tidak stabil adalah TL-1 dan BL-1.

(34)

M1O-08 KADAR DAN PENYEBARAN MERKURI PADA MEDIA GEOLOGI

DI LOKASI PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH

Fahmi, F.L.1, Budianta, W. 1, Arifudin

1

Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada 1

Jl. Grafika 2 Kampus UGM, Yogyakarta, Tel. 0274-513668 1

E-mail: [email protected]

Abstrak 

Penelitian ini berlokasi di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar dan penyebaran merkuri (Hg) di sekitar daerah mineraliasasi emas dan lokasi penambangan emas tradisional berdasarkan data kadar Hg pada 6 jenis media geologi yaitu urat/mineral bijih, tailing , tanah, air sungai, sedimen sungai, dan air tanah. Pemetaan geologi detail dengan skala 1:25.000 dilakukan dan  pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan kondisi mineralisasi dan penambangan emas tradisional. Pengujian kadar merkuri dilakukan dengan Portable X- Ray Fluoroscence   (XRF) dan  Atomic Absorption Spectroscopy   (AAS). Hasil pengukuran kadar merkuri pada berbagai jenis sampel kemudian disajikan ke dalam peta untuk  mengetahui penyebaran merkuri pada media geologi di daerah penelitian. Hasil pemetaan geologi detail daerah penelitian menunjukkan litologi daerah penelitian tersusun oleh 3 satuan yaitu satuan batupasir    raywacke,   satuan batulempung-batulanau, dan satuan tuf  lempungan. Selain langsung sebagai media, satuan-satuan batuan ini juga merefleksikan kondisi tanah di atasnya yang berperan menjadi media penyebaran merkuri di daerah  penelitian. Keterdapatan merkuri pada berbagai jenis media geologi, baik keterdapatan secara alami maupun karena faktor manusia adalah pada sampel urat/mineral bijih dengan rentang 0,005 – 0,012 ppm, ratarata 0,008 ppm; sampel   tailing   dengan rentang 7,493 604,000 ppm, ratarata 126,761 ppm; sampel tanah dan batuan dengan rentang 11,748 -102,000 ppm, rata-rata 72,800 ppm; sampel sedimen sungai dengan rentang 7,673 - 11,886  ppm, rata-rata 9,747 ppm; sampel air sungai dengan rentang 0,479 - 1,928 ppm, rata-rata

1,003 ppm; sampel air tanah dengan rentang 0,219 - 1,574 ppm, rata-rata 0,867 ppm. Kadar  merkuri yang tinggi dijumpai pada tailing , tanah, dan batuan. Kadar merkuri tertinggi pada sampel sedimen sungai dan air tanah ditemukan pada 2 daerah utama, yaitu di Desa Cihonje dan Desa Paningkaban yang berdekatan dengan lokasi pengolahan bijih emas. Kadar  merkuri pada air tanah menunjukkan lebih tinggi di atas baku mutu lingkungan yang disebabkan oleh kadar merkuri pada batuan yang mengalami mineralisasi, namun kadar  merkuri yang tinggi pada berbagai sampel lebih dominan disebabkan oleh aktivitas  penambangan dan pengolahan emas secara tradisional menggunakan merkuri (Hg) yang masuk ke dalam   tailing , tanah, batuan, air sungai, sedimen sungai, dan air tanah. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa faktor geologi dan manusia berperan dalam penyebaran

merkuri di daerah penelitian.

Kata kunci: penambangan emas tradisional, pencemaran merkuri, media geologi, AAS,  portable XRF

Referensi

Dokumen terkait

Lapangan Kamojang terletak 42 km arah tenggara kota Bandung, Jawa Barat. Lapangan ini adalah lapangan panas bumi pertama yang dikembangkan di Indonesia dan merupakan sistem

Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan karakteristik peserta didik yang sangat signifikan hasil dari penggunaan metode pembelajaran Discovery Learning yang sangat cocok

Mineral bijih yang terbentuk yaitu mineralisasi galena dan pyrrhotite pada satuan breksi hidrotermal sebagai matriks dalam breksi, dan mineralisasi pirit yang

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis laboratorium dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa untuk

Guna mengoptimalkan pemanfaatan andesit sebagai bahan bangunan dan menentukan metode eksplorasi yang akan dikerjakan maka penelitian ini membahas mengenai karakteristik