• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

8

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Umum

2.1.1 Pengertian Perencanaan

Menurut Ward dan Peppard (2002:69) perencanaan merupakan suatu cara untuk menyusun dan membuka untuk menemukan. Perencanaan merupakan sistematika, analisa secara luas untuk membentuk suatu rencana dari tindakan yang akan dilakukan dan yang akan dibuat.

Menurut Husein Umar (2000:34) perencanaan merupakan kegiatan atau proses membuat rencana yang kelak dipakai perusahaan dalam rangka melaksanakan pencapaian tujuannya,

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan proses bisnis dalam suatu perusahaan secara sistematis untuk mencapai visi dan misi perusahaan.

2.1.2 Pengertian Strategi

Menurut Rangkuti (2009:3), strategi adalah alat untuk mencapai tujuan. Tujuan utamanya agar perusahaan dapat melihat

(2)

secara objektif kondisi - kondisi internal dan external sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan external.

Menurut Robert Grede (2008:68-69), strategi adalah cara untuk meningkatkan perusahaan anda ke tingkat selanjutnya. Selanjutnya dikatakan strategi menentukan arah, memberikan motif, dan membimbing anda mulai dari awal sampai akhir.

Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan secara berkesinambungan.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi

Menurut O’Brien (2005:4) Sistem informasi adalah kombinasi teratur apa pun dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.

Menurut Satzinger (2005:7), Sistem informasi adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dengan pengumpulan, proses, store, dan penyedia output informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah bisnis.

Menurut Stair dan Reynolds (2010:10) , sistem informasi sebagai seperangkat elemen atau komponen yang saling terkait yang dikumpulkan (input), memanipulasi (proses), menyimpan, dan menyebarkan (output) data dan informasi, dan memberikan reaksi korektif (feedback) untuk memenuhi tujuan.

(3)

Jadi dapat dikatakan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari data yang telah terkoordinasi dan saling berhubungan untuk membantu dalam menyelesaikan masalah bisnis dan pengambilan keputusan.

2.1.4 Pengertian Teknologi Informasi

Menurut Ward dan Peppard (2002:3), Teknologi Informasi berhubung pada spesifikasi mengenai teknologi khususnya hardware, software, dan jaringan telekomunikasi.

Menurut Thomson (2007:12), teknologi informasi merupakan teknologi yang memungkinkan informasi digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa. Teknologi informasi meliputi penggunaan komputer untuk mentransfer informasi antar departemen dalam suatu perusahaan dan menyediakan internet untuk informasi pelanggan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah sebuah teknologi yang terdiri dari hardware, software dan jaringan yang digunakan sebagai media dalam menyediakan suatu informasi.

2.1.5 Pengertian Strategi Bisnis

Menurut Wheelen dan Hunger (2006:145), Strategi Bisnis adalah suatu fokus dalam meningkatkan posisi untuk bersaing dengan perusahaan atau unit bisnis lain baik dari segi produk maupun jasa didalam industri terhadap perusahaan unit bisnis yang sesuai.

(4)

Menurut Ward & Peppard (2002:188) Strategi bisnis adalah sekumpulan tindakan terintegrasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan kekuatan perusahaan untuk menghadapi para pesaing. Biasanya meliputi beberapa hal seperti berikut :

- Visi, pencapaian dari sebuah visi di artikan sebagai sebuah pandangan masa depan dari sebuah bisnis yang menjadi tujuan umum perusahaan.

- Misi adalah pernyataan yang memberikan arahan tentang apa yang akan dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai visi.

- Business driver, adalah beberapa faktor kritis pendorong perubahan yang dapat memberikan fokus pada bisnis agar dapat mencapai sasaran.

- Objectives, adalah sasaran yang ditetapkan dan harus dipenuhi oleh perusahaan untuk pencapaian visi.

- Strategis, adalah kebijakan atau tindaka langsung yang dipilih perusahaan sebagai alat untuk mencapai tujuan dan memenuhi tujuan misinya.

- Critikal Success Factor (CSF) adalah beberapa area kunci dimana sesuatu harus berjalan dengan baik sehingga keberhasilan bisnis dapat dicapai.

- Perencanaan Area Bisnis merupakan perencanaan dari berbagai area bisnis yang ada dan berkaitan degan strategi bisnis perusahaan.

(5)

Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi bisnis yaitu suatu tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan suatu perusahaan dan langkah yang dilakukan dalam menghadapi persaingan yang ada.

2.1.6 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi Menurut Ward Peppard (2002:154), Perencanaan Strategis Sistem dan Teknologi Informasi adalah suatu proses analisis yang menyeluruh dan sistematika dalam merumuskan tujuan dan sasaran perusahaan serta menentukan strategi yang memanfaatkan keunggulan sistem informasi dan dukungan teknologi informasi dalam menunjang strategi bisnis dan memberi keunggulan jangka panjang bagi perusahaan dalam menghadap persaingan. Menurut Santoso, Hanny, Suhadi, Wijaya, Deddy (Jurnal Piranti Warta vol. 9 no. 3 (Sep. 2006), halaman 292-321) mengatakan “Perencanaan strategis sistem informasi bertujuan untuk membuat suatu rencana TI yang selaras dengan sasaran bisnis perusahaan agar investasi yang dikeluarkan mampu memberikan hasil yang maksimal”. Perusahaan membutuhkan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi itu untuk :

1. Menyediakan pemahaman mengenai sistem informasi agar dapat digunakan secara efektif dan efisien kepada manajement tingkat tinggi dan ahli dalam bidang teknologi informasi.

(6)

2. Mengkomunikasikan masa depan perusahaan pada pihak-pihak yang ada di dalam perusahaan.

3. Membantu para manager tingkat atas dan para ahli dalam bidang teknologi informasi dalam perusahaan untuk membuat keputusan yang mendasar mengenai sistem dan teknologi informasi akan diarahkan.

4. Mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi perubahan. 5. Membantu mengalokasikan sumber daya dan menentukan

prioritas untuk proyek sistem dan teknologi informasi yang penting dan bermanfaat.

6. Dapat menjadi alamat komunikasi yang baik terhadap manajemen. Dengan pengertian diatas dapat dikatakan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi adalah suatu hasil analisis dari suatu perumusan tujuan dan inisiatif perusahaan dengan membuat strategi perencanaan dengan menggunakan teknologi yang dapat memberikan value kepada perusahaan dalam era persaingan yang ada.

2.2 Teori Khusus

2.2.1 Model Perencanaan Strategik Sistem Dan Teknologi Informasi Seperti dikatakan sebelumnya menurut Ward Peppard (2002:154), Perencanaan Strategis Sistem dan Teknologi Informasi adalah suatu proses analisis yang menyeluruh dan sistematika dalam merumuskan tujuan dan sasaran perusahaan serta menentukan strategi yang memanfaatkan keunggulan sistem informasi dan dukungan

(7)

teknologi informasi dalam menunjang strategi bisnis dan memberi keunggulan jangka panjang bagi perusahaan dalam menghadap persaingan.

2.2.1.1 Enterprise Architecture

Menurut Bernard (2005:33), Enterprise Architecture (EA) adalah bagaimana membuat suatu pandangan abstrak dari sebuah organisasi (perusahaan) yang dapat membantu orang di perusahaan dalam membuat perencanaan yang baik dan pengambilan keputusan. EA juga merupakan cakupan keseluruhan perusahaan yang tidak hanya IT. EA juga mengintegrasikan perencanaan strategi, Bisnis, dan Teknologi.

EA = S + B + T

EA merupakan program manejemen dan metode dokumentasi yang sama-sama menyediakan pandangan, kordinasi dari arah strategi perusahaan, layanan bisnis, alur informasi, dan pemanfaatan sumber daya. “EA use that is expected to create strategic value requires that the organization learns to collaborate across functional, hierarchical, and professional boundaries”.( Journal of Enterprise Architecture – May 2012, The Social Dimension of Enterprise Architecture in Government By Jouko Poutanen).

Program manajemen, EA menyediakan:

(8)

 Standardized Policy: kebijakan sumber daya dan implementasi.  Decision Support : pengontrolan keuangan dan manajemen

konfigurasi.

 Resource Oversight : pendekatan daur hidup pengembangan / manajemen.

Sedangkan metode dokumentasi, EA menyediakan:

 EA Approach : kerangka model dan metodologi implementasi.

 Current Views: menampilkan strategi, proses, dan sumber daya saat ini.

 Future Views : menampilkan strategi, proses, dan sumber daya yang diusulkan.

 EA Management Plan : sebuah perencanaan untuk berpindah dari yang berjalan saat ini ke akan datang / yang diusulkan.

Berikut gambar yang menunjukkan pandangan dasar dari pendekatan EA:

Gambar 2.1 The Basic Enterprise Architecture Approach (Bernard, 2005:34)

(9)

2.2.1.2 EA sebagai Program Management

Menurut Bernard (2005:34-35) EA program merupakan bagian dari keseluruhan proses kebijakan yang menjelaskan penyelarasan sumber daya, mengembangkan standar kebijakan, meningkatkan pengambilan keputusan, dan mengawasi aktivitas pengembangan sumber daya .

Gambar berikut menggambarkan proyek IT (dan hubungan sumber daya) yang sejalan dengan tujuan setiap bagian perusahaan, dan tujuan serta inisiatif dari perusahaan utama.

(10)

2.2.1.3 EA sebagai Metode Dokumentasi

EA dokumentasi adalah penyempurnaan dari 6 elemen umum: 1. EA documentation framework.

2. Implementation methodology that support the creation . 3. Current architecture.

4. Future architecture, yang sesuai dengan pengembangan dari, 5. EA management plan. Ada pun beberapa area dari semua area

tingkatan dari kerangka kerja yang merujuk pada 6. “threads” seperti pada gambar berikut:

Gambar 2.3 Element of EA Documentation (Bernard, 2005:37)

- The Framework

Kerangka dokumentasi EA mengidentifikasi ruang lingkup dari arsitektur yang didokumentasikan dan membangun hubungan antara area arsitektur .

(11)

Pada gambar dibawah ini diilustrasikan bentuk kubus dengan 3 dimensi yang menghubungkan perbedaan aspek dari dokumentasi abstrak perusahaan.

Gambar 2.4 The EA Cube Documentation Framework (Bernard, 2005:38)

- Komponen EA

Komponen EA mengubah tujuan (goals), proses, standar, dan sumber daya yang dapat memperluas perusahaan atau menjadi bagian spesifik dari bisnis.

(12)

Gambar 2.5 Examples of EA Components (Bernard, 2005:40)

- Arsitektur Saat Ini (Current Architecture)

Current Architecture terdiri dari komponen EA yang sedang digunakan saat ini oleh perusahaan di setiap tingkat dalam kerangka EA. The current view dari EA digunakan untuk membuat sebuah dasar inventory dari sumberdaya yang ada saat ini dan aktivitasnya didokumentasikan selaras dengan future view dari EA sehingga dalam diketahui dari perbandingan antara rencana kedepan dengan kemampuan perusahaan saat ini.

- Arsitektur Mendatang (Future Architecture)

Future Architecture adalah modifikasi / dokumentasi baru dari komponen EA yang dibutuhkan perusahaan untuk menutup celah dari kinerja perusahaan yang sedang berjalan atau mendukung inisiatif strategi baru, kebutuhan operasional dan solusi teknologi.

(13)

Gambar 2.6 Driver of Change (Bernard 2005:41) - EA Management Plan

Perencanaan managemen EA menyediakan deskripsi dari arsitektur saat ini dan mendatang, dan rangkaian dari rencana untuk mengelola transisi / peralihan ke lingkungan operasi bisnis / teknologi masa depan.

- Planning Threads

Dokumentasi EA terdiri dari ‘Benang’ yang umumnya ada disetiap aktifitas disemua tingkat kerangka EA. Benang ini terdiri atas:

 IT Security

Keamanan yang efektif yaitu saat ada bagian integral dari program manajemen EA dan metodologi dokumentasi. IT security program umumnya termasuk area informasi, personel, operasi, fasilitas.

 IT Standards

Salah satu yang penting dalam fungsi EA yaitu menghasilkan standar teknologi diseluruh tingkat dalam kerangka EA.

(14)

 IT Workforce

Sumberdaya manusia sangat penting untuk menjamin kualitas staff yang berkaitan dengan IT, kemampuan, dan kebutuhan pelatihan untuk LOB (line of Business) dan mendukung aktifitas di setiap tingkat EA framework.

2.2.2 Hubungan antara Strategi Bisnis, Strategi Sistem Informasi dan Strategi Teknologi Informasi

Menurut Ward and Peppard (2002:40) dalam membuat suatu strategic application tidak boleh hanya menfokuskan kepada analisis terhadap teknologi saja. Langkah yang efektif untuk menghasilkan SI/TI adalah dengan mengkonsentrasikan pada pemikiran tentang bisnis yaitu dengan menganalisis masalah bisnis yang ada dan perubahan lingkungannya, menyadari bahwa Sistem informasi dan Teknologi informasi adalah hanya salah satu bentuk sosial yang ditawarkan, karena ia menemukan bahwa strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi saat ini lebih banyak mengindentifikasikan persoalan teknologi dan terminologi etikat saja, tetapi sedikit mengidentifikasikan kebutuhan organisasi dengan applikasi dan kebutuhan bisnis.

(15)

Gambar 2.7 Hubungan Strategi Bisnis, Strategi SI, Strategi TI (Ward dan Peppard, 2002:41)

2.2.3 Hubungan Enterprise Architecture dan Strategi

Menurut Bernard (2005:72) mengatakan kerangka EA dan metodologi mengatur jalannya dokumentasi yang diikuti dengan strategi yang berpengaruh terhadap bisnis dan perencanaan teknologi dan membuat keputusan. Dimana dokumentasi strategi melibatkan identifikasi dari goals (tujuan), inisiatif, dan hasil pengukuran (outcome measure).

2.2.4 Hubungan Enterprise Architecture dan Perencanaan Bisnis Menurut Bernard (2005:73), dikatakan sebuah design kerangka EA, strategi untuk membuat kebutuhan bisnis dan sebagai

(16)

solusi teknologi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan bisnis dengan 3 tingkatan yaitu dukungan sasaran strategi (Supporting strategic goals),dokumentasi dari aktivitas bisnis (documentation of business activity), dan identifikasi dukungan teknologi (identifiying supporting technologies).

2.2.5 Hubungan Enterprise Architecture dan Perencanaan Teknologi Menurut Bernard (2005:73) teknologi merupakan jenis sumber daya yang menampilkan informasi dan alur sumber daya lain yang mendukung kreasi dan pengiriman dari produk bisnis dan jasa, yang menghasilkan tujuan strategi.

2.3 Teknik Analisis Perencanaan Strategi Sistem dan Teknoligi Informasi 2.3.1 Goal and Initiatives

2.3.1.1 Strategic Plan

Menurut Bernard (2005:115&292) Strategic Plan merupakan kebijakan tingkat tinggi dan dokumen perencanaan yang digunakan perusahaan untuk mendokumentasikan goal, strategi kompetitif, tujuan , dan memperbolehkan program dan proyek inisiatif.

• Menyediakan misi dan visi yang mencakup tujuan dan arah perusahaan.

• Mengembangkan pernyataan arah strategi yang sesuai dengan tujuan perusahaan, memastikan kesuksesan,

(17)

memungkinkan fleksibilitas, dan mempromosikan keberhasilan kompetitif.

• Merangkum hasil dari analisis SWOT yang berdasarkan pada arah strategi dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman.

• Merangkum situasi dan asumsi perencanaan dengan Concept of Operation Scenario (CONOPS) yang mendukung arah strategi perusahaan.

• Mengembangkan CONOPS sebagai gambaran tunggal yang menangkap esensi dari peserta dalam scenario pengoperasian.

• Mengembangkan stategi kompetitif umum untuk perusahaan yang menggabungkan scenario CONOPS saat ini dan masa datang.

• Mengidentifikasi tujuan strategi yang akan menyelesaikan stategi kompetitif, dan menentukan sponsor eksekutif yang bertanggung jawab dalam setiap tujuan.

• Mengidentifikasi strategi inisiatif dan sponsor sumber daya untuk inisiatif yang merupakan program – program / pengembangan proyek yang berjalan untuk mencapai tujuan strategis.

Merangkum Outcome Measure untuk setiap starategi goal dan inisiatif, menggunakan balanced Scorecard atau pendekatan yang sama.

(18)

2.3.1.2 SWOT Analisis

Menurut Bernard (2005:118) SWOT analisis dilihat dari faktor internal dan eksternal yang mengungkapkan area perusahaan yang difokuskan pada peningkatan yang lama dan kesuksesan.

Gambar 2.8 SWOT Analysis Summary Table (Bernard, 2005:293)

2.3.1.2.1 Penentuan Faktor Strategi Eksternal (EFAS)

Menurut Rangkuti (2006:22-23), untuk mengetahui faktor strategi eksternal (EFAS= External Factor Analysis Summary) dapat dilakukan dengan penentuan:

1. Susunlah dalam kolom 1 (5-10 peluang dan ancaman).

2. Beri bobot pada masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting).

(19)

Dengan faktor ini kemungkinan dapat memberi dampak terhadap faktor strategis.

3. Hitung rating pada kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan. pemberian rating untuk faktor peluang bersifat positif. Jika semakin besar beri rating +4, jika peluangnya kecil beri +1. Sedangkan untuk ancaman kebalikannya jika ancaman besar beri rating 1 dan jika ancaman kecil beri rating 4.

4. Kemudian kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya akan mulai dari 4,0 (outstanding) sampai 1,0 (poor).

5. Kemudian kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatn mengapa faktor-faktor dipilih dan bagaimana pembobotannya dihitung.

6. Selanjutnya jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4 untuk mendapatkan total skor bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini akan menunjukkan bagaimana perusahaan bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya dan dapat dipakai untuk membandingkan perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis.

(20)

2.3.1.2.2 Penentuan Faktor Strategis Internal (IFAS)

Suatu tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor starategis internal dalam lingkup kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) perusahaan.

Penentuannya dengan cara:

1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemhan perusahaan pada kolom 1.

2. Kemudian beri bobot masing-masing faktor dengan skala mulai 1,0 (paling penting) sampai 0,0(tidak penting) yang didasarkan terhadap pengaruh faktor-faktor terhadap posisi strategis perusahaan (total jumlah bobot tidak boleh melebihi 1,00).

3. Hitung rating pada kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala dari 4 (outstanding) dan 1 (poor) tergantung kondisi perusahaan. variable yang bersifat positif (semua yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1(tidak baik) sampai +4 (sangat baik) dengan membandingkan rata-rata industri atau pesaing utama. Sedangkan variable negatif kebalikannya misalnya kelemahan perusahaan lebih besar disbanding rata-rata nilainya diberi 1, jika dibawah rata-rata beri nilai 4.

(21)

2.3.1.2.3 Matrixs SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) Menurut Rangkuti (2006:31) Matrix SWOT merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyusun faktor strategis perusahaan yang menggambarkan bagimana peluang dan ancaman eksternal (EFAS) di perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan (IFAS) yang dimilikinya. Untuk membandingkan faktor-faktor strategis tersebut ada 4 set kemungkinan alternative strategi:

- Strategi SO (Strength - Oportunity)

Strategi ini berdasarkan pada jalan pikiran perusahaan dengan memnfaatkan seluruh kekuatan untuk dapat memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

- Strategi ST (Strength - Threat)

Strategi ini dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman yang datang.

- Strategi WO (Weakness - Oportunity)

Strategi ini dengan memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

- Strategi WT (Weakness - Threat)

Strategi ini berdasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

(22)

Tabel 2.1 Matrixs SWOT (Rangkuti, 2006:31) Strength (S)

Faktor– faktor kekuatan internal Weakness(W) Faktor–faktor kelemahan internal Opportunity (O) Faktor-faktor peluang eksternal Strategi SO Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi WO Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaakan peluang Threats (T) Faktor-faktor ancaman eksternal Strategi ST Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman Strategi WT Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman

2.3.1.3 CONOPS (Concept of Operations Scenarios)

CONOPS merupakan suatu scenario yang menggambarkan sebuah perusahaan dalam mengembangkan perusahaan yang beroperasi saat ini dan mendatang dalam beberapa tahun kedepan yang diberikan kepada factor internal dan eksternal yang diidentifikasi dengan SWOT.

IFAS

(23)

Gambar 2.9 Contoh CONOPS (Bernard, 2005:295)

2.3.1.4 CONOD (Concept of Operation Diagram )

Menurut Bernard (2005:295) CONOD adalah sebuah penggambaran grafis tingkat tinggi yang menjelaskan bagaimana fungsi-fungsi perusahaan yang, baik secara keseluruhan , atau di area tertentu yang menarik.

2.3.2 Product and Services

Level kedua ini mengidentifikasi layanan bisnis produk dari perusahaan dan mengkontribusi teknologi untuk mendukung proses bisnis.

2.3.2.1 EA Component Business Services

(24)

Merupakan aktivitas perusahaan yang berjalan sesuai dengan misi yang telah ditentukan.

Business Product

Produk bisnis yaitu barang yang dapat diukur dan tidak dapat diukur dari perusahaan dalam mencapai target dan tujuan strategi.

IT Capital Planning Portofolio

Yaitu proses utama dalam aktivitas manajemen dengan mendesain, pemilihan, pengontrolan, dan evaluasi bagian investasi IT perusahaan.

2.3.2.2 EA Artifacts Business Plan

Perencanaan bisnis (Bernard, 2005:297) yaitu perencanaan bisnis menyediakan penjelasan tingkat tinggi dari fungsi Line Of Business (LOB), dan strategi financial yang akan dicapai dari tujuan strategi dan inisiatif.

Swim Lane Process Diagram

Diagram ini memakai format “swim lanes” untuk mengatur para stakeholder dengan menggunakan baris, dan kerangka waktu dengan kolom, kemudian meliputi aktivitas dengan simbol flowchart.

(25)

Gambar 2.10 Swim Lane Process Diagram (Bernard, 2005:299)

Business Process Diagram

Menunjukan kerusakan dari sebuah aktivitas, yang meliputi langkah didalam kegiatan yang terhubung satu dengan yang lain. Business Process Diagram ini mengikuti model IDEF-0 yang menampilkan aktivitas dari input, controls, outputs, mekanisme dari setiap proses. IDEF-0 adalah model aktifitas yang cocok untuk mendokumentasikan hubungan proses bisnis disetiap tahap dan pengaruh internal dan eksternal.

(26)

Gambar 2.11 Business Process Diagram (Bernard, 2005:300)

Usecase Narrative dan Diagram

Usecase Narative mengikuti format UML untuk mengidentifikasi bisnis, kebutuhan, aktor, dan peraturan bisnis itu sendiri yang berinteraksi dengan sistem. Sedangkan Use case diagram (satzinger, 2005:52) menggambarkan suatu fungsionalitas dalam sebuah sistem dan merepresentasikan sebuah interaksi antara actor dan user.

(27)

Gambar 2.12 Usecase Diagram (Bernard, 2005:302)

2.3.3 Data dan Informasi 2.3.3.1 Database

Menurut Satzinger (2005:398), Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi secara terpusat.

- Data input adalah data yang masuk dari luar sistem. - Data output adalah data yang dihasilkan sistem.

- Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem. Jadi Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

(28)

2.3.3.2 Object State-Transaction Diagram

Menurut Bernard (2005:304) merupakan diagram yang pada keadaan transisi menggunakan notasi dari UML untuk menunjukan bagaimana siklus hidup sebuah data tertentu.

Gambar 2.13 Object State-Transaction Diagram (Bernard, 2005:306)

2.3.3.3 Logical Data Model

Model data semantik dapat dikembangkan menggunakan metode terstruktur tradisional dan simbologi (ERD) yang menghasilkan diagram kelas / objek.

(29)

Gambar 2.14 Class Diagram (Bernard, 2005:308)

2.3.3.4 Activity/Entity(CRUD) Matrix

Merupakan suatu diagram yang berisi pemetaan dari hubungan antara fungsi bisnis dengan entitas tersebut diciptakan, dibaca, diubah, ataupun dihapus.

(30)

Gambar 2.15 Activity / entity Matrix (Bernard, 2005:310)

2.3.3.5 Data Dictionary

Data Dictionary / Kamus data menurut Bernard (2005:311) menyatakan kamus data menyediakan perbandingan list dari entitas data yang didapatkan dari perusahaan, termasuk panjang field atribut, key, dan hubungan antar data.

(31)

Gambar 2.16 Data Dictionary (Bernard,2005:311)

2.3.3.6 Physical Data Model

Menurut Bernard (2005:309) merupakan suatu model yang digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana informasi diwakili di Logical Data Model yang merupakan implementasi dari sistem informasi (Message Format, File Structure, Physical Schema).

(32)

2.3.4 System and Application

Dengan adanya sistem dan aplikasi dalam perusahaan dapat meningkatkat integritas dan efisiensi bagi perusahaan dalam mendukung layanan bisnis proses.

2.3.4.1 System Interface Diagram

Menurut Bernard (2005:312) Merupakan diagram yang menggambarkan interface logical dan fisikal dalam perusahaan dimana informasi atau data terjadi pertukaran.

(33)

2.3.4.2 System Data Flow Diagram (DFD)

DFD adalah cara yang digunakan untuk menampilkan proses antara sistem saat pertukaran data, dan bagaimana pertukaran itu terjadi (Bernard, 2005: 315).

Gambar 2.18 System Data Flow Diagram (Bernard, 2005:315)

2.3.5 Networks and Infrastucture

Pada level ini menggambarkan tingkat teknologi infrastruktur yang digunakan untuk menghubungkan sumberdaya IT yang ada dalam perushaan yang efektif dan efisien.

2.3.5.1 Network Connectivity Diagram

Diagram ini menggambarkan koneksi jaringan yang menunjukan koneksi fisik antara perusahaan baik melalui suara, data, dan jaringan video termasuk LAN dan WAN.

(34)

Gambar 2.19 Network Connectivity Diagram (Bernard, 2005:321)

2.3.5.2 Security Solution Descriptions

Security Solution Descriptions menyediakan tampilan tingkat tinggi tentang bagaimana keamanan yang disediakan untuk sumberdaya dipilih diseluruh perusahaan.

2.4 Analisis PEST

Menurut Ward & Peppard (2002:70) dalam melakukan pengolahan suatu bisnis terdapat cakupan yang luas sekali jika ingin membahas faktor externalnya faktor tersebut biasanya dipertimbangkan bersamaan pada tingkat sejak dari pemikiran strategi dengan menggunakan metode PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi) pendekatan lainnya yaitu faktor legal normalnya sudah termasuk didalam faktor politik dan ekonomi normalnya sudah termasuk dalam faktor sosial . Dengan demikian faktor tersebut memberikan kesempatan bisnis yang

(35)

lebih signifikan yang dapat juga mengidentifikasi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi sehingga perusahaan dapat menyediakan waktu dalam mengatasi aksi dan meminimalisasi dampak yang terjadi.

1. Politik

Aspek politik dalam metode PEST menjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap proses bisnis perusahaan. Faktor legal yang dapat digolongkan kepada aspek politik merupakan hukum atau undang- undang yang berkaitan dengan proses bisnis.

2. Ekonomi

Aspek ekonomi memberikan pengaruh terhadap proses bisnis perusahaan, seperti kebijakan moneter, standard nilai inflasi dan deflasi Negara , seperti keadaan ekonomi global.

3. Sosial

Aspek sosial juga ikut memberikan dampak terhadap strategi perusahaan dalam menjalankan proses bisnis hal-hal yang berkaitan dengan aspek social tersebut adalah kebudayaan, tenaga kerja, lingkungan kerja, serta lingkungan hidup.

4. Teknoogi

Aspek teknologi yang terus berkembang juga memberikan pengaruh pada perusahaan, maka perusahaan berlomba-lomba memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan produk dan jasa agar mendapatkan keuntungan yang banyak dalam waktu singkat.

(36)

2.5 Analisis Porter

Porter mengajukan lima kekuatan (5 forces model) sebagai alat untuk menganalisis lingkungan, persaingan industri. Industri dapat didefinifikan sebagai kelompok perusahaan yang memproduksi produk atau jasa yang sama atau barang pengganti yang dekat.

Gambar 2.20 Porter Analysis (Ward & Peppard, 2002:95) 5 (lima) kekuatan persaingan tersebut yaitu:

a. Persaingan antar pesaing dalam industri yang sama

Menurut Porter faktor persaingan antar industri menjadi sentral kekuatan antar persaingan. Semakin tinggi tingkat persaingan mengindikasikan semakin tinggi pula profitabilitas industri, namun profitabilitas perusahaan mungkin semakin menurun.

Ancaman pendatang baru Pesaing Industri Kekuatan penawaran pembeli kekuatan penawaran pemasok Ancaman Produk Pengganti

(37)

b. Ancaman untuk memasuki pasar bagi pendatang baru

Perusahaan mungkin tertarik terjun ke industri bila industri tersebut menawarkan keuntungan yang tinggi. Secara makro atangnya pemain baru membuat persaingan menjadi lebih ketat dan berujung pada turunnya laba yang diterima bagi semua perusahaan.

c. Ancaman barang substitusi

Barang substitusi merupakan barang pengganti yang dapat meggantikan produk sejenis.

Susbstitusi dapat dijelaskan dalam faktor berikut: • Harga relatif dalam kinerja barang substitusi. • Biaya mengalihkan ke produk lain.

• Kecenderungan pembeli untuk mensubstitusi.

d. Daya tawar pembeli

Ada beberapa faktor yang meningkatkan kekuatan tawar pembeli: • Pangsa pembeli yang besar.

• Biaya mengalihkan ke produk lain yang relative kecil. • Banyaknya produk substitusi.

• Tidak ada atau minimnya diferensiasi produk.

e. Daya tawar penjual

Penyedia mempunyai daya tawar tinggi bila perusahaan tersebut merupakan satu-satunya penyedia bahan baku bagi perusahaan lain yang

(38)

membutuhkan inputnya. Artinya penyedia input akan memonopoli harga maupun kuantitas barang.

2.6 Analisis Critical Success Factor (CSF) dan Key Performance Indicator (KPI)

Menurut Marvin T.Howel (2010:5) CSF yaitu batasan area dalam suatu bisnis yang bila terpenuhi maka kesuksesan kinerja akan terjamin dalam persaingan perusahaan.

Selanjutnya CSF bermanfaat untuk:

- Mengurangi resiko kegagalan di dalam bisnis dan mencapai tujuan strategis.

- Mempercepat bagian manajemen dalam memahami rencana kesuksesan strategi implemntasi.

- Meningkatkan teknik jalannya suatu rencana, pengembagan, dan implementasi program, peningkatan proses, dan meningkatkan operasional.

- Memfasilitasi secara berkelanjutan dalam operasi dan kinerja proses.

Menurut Ward and Peppard (2002:212), Key Performace Indicator merupakan hal-hal yang mungkin dipilih untuk menilai, memberi tahu bagaimana kinerja seseorang dalam mencapai sebuah tujuan dan mengatur CSF. “Agar penerapannya berhasil dengan baik harus dilakukan perencanaan implementasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan organisasi”. (Jurnal Seminar Nasional

(39)

Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 19 Juni 2010).

2.7 Aplikasi Sistem Informasi

2.7.1 Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Menurut Jimmy L.Gaol (2008 :14-15) SIM adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan pengolahan transaksi yang sangat berguna untuk kepentingan organisasi, juga banyak memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dalam pengambilan keputusan. Tujuan SIM adalah memberikan informasi untuk pembuatan keputusan dalam merencanakan, memulai, mengatur, dan mengendalikan operasi sub-sistem dari perusahaan/organisasi dan memerikan perusahaan sebuah sinergi dalam prosesnya.

2.7.2 E-Commerce

Pengertian e-commerce secara lebih luas, tidak hanya sekedar menjual dan membeli, namun melayani pelanggan dan berkolaborasi dengan patner bisnis. Menurut Turban, Lee, Chung (2000) dalam buku strategi periklanan pada e-commerce perusahaan top dunia (M.Suyanto,2003:11) e-commerce merupakan suatu proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet.

(40)

2.7.3 Decision Support System (DSS)

Menurut O’Brien (2005:357), DSS menyediakan dukungan computer secara langsung kepada manager selama proses pengambilan keputusan. Dalam DSS digunakan analytical model, specialized database, pandangan dan penilaian pengambil keputusan itu sendiri, dan modeling process berbasis komputer yang interaktif untung mendukung keputusan bisnis.

2.7 Kerangka Pikir

Tujuan PT. Pos Indonesia : Mencapai

visi dan misi

Masalah dalam pencapaian

Adanya Kesempatan berkembang dari teknologi yang ada

Analisis terhadap perusahaan saat ini

(Current Analisis) Pendekatan EA dalam mengidentifikasi antara

keadaan saat ini dan akan datang Analisis terhadap perusahaan untuk kedepannya (Future Analisis) Perencanaan Strategi SI/TI bagi

(41)

Keterangan :

Dari gambar diatas dapat dikatakan pada tahap awal dilakukan dengan melakukan identifikasi tujuan dari perusahaan yang ada seperti visi, misi, strategi, profil perusahaan. Maka dari data yang ada dilakukan analisis terhadap masalah yang mungkin dapat menjadi kendala dalam perusahaan untuk dapat berkembang. Dari masalah yang ada nantinya dilakukan identifikasi akan keadaan dunia saat ini seperti kemajuan teknologi, data pesaing yang dapat menjadi patokan bagi perusahaan untuk maju yaitu memanfaatkan teknologi dan melihat setiap perkembangan masyarakat akan keinginan dan yang menjadi kepuasan mereka.

Dari analisis yang ada akan situasi saat ini maka lakukan identifikasi dan analisis terhadap perusahaan yang berjalan saat ini seperti apa. Kemudian dari hasil analisis yang ada lakukan usulan terhadap kegiatan yang mungkin dapat menjadi masalah bagi perusahaan. Lalu dari hasil analisis keduanya dilakukan pencocokan/ perbandingan dengan metode yang digunakan (Enterprise Architecture).

Hasil yang didapat nantinya yaitu suatu usulan terhadap perencanaan strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Gambar

Gambar 2.1 The Basic Enterprise Architecture Approach  (Bernard, 2005:34)
Gambar  berikut  menggambarkan  proyek  IT  (dan  hubungan  sumber  daya)  yang  sejalan  dengan  tujuan  setiap  bagian  perusahaan,  dan  tujuan serta inisiatif dari perusahaan utama
Gambar 2.3 Element of EA Documentation (Bernard, 2005:37)
Gambar 2.5 Examples of EA Components (Bernard, 2005:40)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini adalah perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi yang baik, sehingga Hotel Borobudur Jakarta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik

Jadi dari pengertian-pengertian strategi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi adalah suatu proses perencanaan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa data mining adalah suatu proses analisis untuk menggali informasi yang berharga yang tersembunyi

Berdasarkan pengertian dari sub-bab sebelumnya maka dapat ditarik keismpulan tentang Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi, yakni suatu proses secara menyeluruh yang

Dari beberapa pengertian yang telah di kemukakan pada subab di atas, maka dari itu disimpulkan bahwa Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi

Pengertian strategi teknologi informasi menurut Ward dan Peppard (2002, p44) adalah strategi yang berfokus pada penempatan visi tentang bagaimana teknologi dapat

Maka, dari beberapa pengertian diatas disimpulkan bahwa strategi bisnis merupakan strategi untuk mencapai tujuan dalam pengelolaan bisnis untuk merencanakan strategi

Menurut Benson et al (2004, p.150-156), praktek prioritization memungkinkan manajemen untuk menyetujui sumber daya untuk inisiatif Teknologi Informasi yang diusulkan