BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Menurut Tika (2005:2) “metode penelitian dapat diartikan sebagai pelajaran yang menjelaskan tentang metode-metode ilmiah untuk mengkaji kebenaran dan mengembangkan pengetahuan yang menyangkut bumi dan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial”. Metode ilmiah ini merupakan langkah-langkah yang dipakai untuk melakukan penelitian dan pembuatan masalah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Tika (2005:4) “penelitian deskriptif lebih mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan kadar interpretasi atau analisis”.
Dalam pelaksanaannya penelitian ini mengunakan teknik survei. Survei dapat dipakai untuk tujuan deskriptif, dengan menggunakan pengambilan sampel dari populasi melalui observasi lapangan, wawancara, angket, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini dapat mengkaji secara jelas gambaran mengenai budidaya ternak kelinci di Desa Gudangkahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.
B. Variabel Penelitian
Menurut Arikunto (1996:99) variabel adalah “objek atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam suatu penelitian pasti akan memiliki variabel yang akan menjadi objek suatu penelitian.
Tabel 3.1 Variabel Penelitian
Variabel penelitian ada dua macam yaitu :
1. Variabel bebas (Independen Variabel) adalah variasi yang menunjukkan adanya gejala peristiwa sehingga diketahuinya eksistensinya atau pengaruhnya pada variabel terikat. Dalam penelitian ini variable bebasnya yaitu faktor yang mendukung budidaya ternak
Variabel Bebas
Faktor yang mendukung : aspek Fisik : - Iklim - Tanah - Lokasi - Ketersediaan pakan Aspek sosial : - Pendapatan - Pendidikan - Kepemilikan fasilitas hidup Variabel Terikat
2. Variabel terikat merupakan hasil yang terjadi karena variabel bebas, dimana dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya yaitu: Budidaya ternak kelinci.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Arikunto (2002 :108) populasi adalah “keseluruhan objek yang berada di daerah penelitian”. Berdasarkan pengertian di atas, populasi penelitian terdiri atas populasi wilayah dan populasi manusia.
a). Populasi wilayah dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah Desa Gudangkahuripan yang menjadi peternak kelinci.
b). Populasi manusia adalah seluruh penduduk yang bertempat tinggal di Desa Gudangkahuripan yang menjadi peternak kelinci berjumlah 398 orang, dengan rincian 42 orang peternak kelinci dan 356 orang buruh ternak kelinci.
2. Sampel
Menurut Sumaatmadja dalam Mulyawan (1988:112) “sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi yang bersangkutan, criteria yang mewakili ini diambil dari keseluruhan sifat-sifat atau generalisasi yang ada pada populasi dan harus mewakili sampel”. Sedangkan menurut Tika (2005:24) “sampel adalah bagian dari objek atau individu-individu yang mewakili populasi”.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara berdasarkan acak berstrata (stratified random sampling). Penulis menggunakan teknik ini dengan alasan karakteristik dalam populasi bervariasi (terdiri dari beberapa lapisan). Adapun yang menjadi kriteria dalam menentukan karaktristik sampel adalah tingkat kepemilikan ternak terdiri dari pemilik ternak dan buruh ternak. Menurut Tika (2005:5) berpendapat bahwa:
sampel acak berstrata adalah cara pengambilan sampel dengan terlebih dahulu membuat penggolongan populasi menurut ciri geografi tertentu dan setelah digolongkan lalu ditentukan jumlah sampel dengan pemilihan secara acak
Sedangkan dalam penentuan jumlah sampel dari populasi, penulis berpedoman pada pendapat Tika (1997: 33) bahwa:
Sampai saat ini, belum ada ketentuan yang jelas tentang batas minimal besarnya yang dapat diambil dan dapat mewakili suatu populasi yang akan diteliti. Namun dalam teori sampling, dikatakan bahwa sampel terkecil dan dapat mewakili disribusi normal adalah 30
Semakin besar sampel yang diambil maka semakin mendekati nilai populasi. Sedangkan untuk menentukan banyaknya sampel yang diambil dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Tika, ﴾1998: 82﴿, sebagai berikut:
a. Menghitung persentase karakteristik dengan menggunakan rumus
Dengan jumlah populasi peternak 398 peternak maka jumlah sampel yang akan diambil :
P =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑡𝑒𝑟𝑛𝑎𝑘=
39812060
x 100%
= 3,30 %
Keterangan :
P = Persentase karakteristik yang dianggap benar
b. Menentukan variabilitas (v) dalam persen dengan menggunakan rumus : V = 𝑃 (100 − 𝑃) V
=
3,30(100 − 3,30) V = 17,86 % V = 18% Keterangan : V = Variabilitasc. Menentukan jumlah sampel menurut Dixon dan B.Leach (Tika 2005:35) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
n =
1,96𝑥185
²
n = 49,8
n =
𝑍.𝑉keterangan
n = Jumlah sampel
Z = Convidence level atau tingkat kepercayaan 95%, hasil table yaitu 1,96
V = Variabel yang duperoleh dengan rumus diatas C = Convidence limit atau batas kepercayaan.
d. Menentukan jumlah sampel yang dikoreksi (dibetulkan) dengan rumus: n’ = 𝑛 1+ [𝑛/𝑁] n’ = 49,8 1+ [49,8/394] n’= 44,21 n’ = 44 (dibulatkan) keterangan :
n’ = jumlah sampel yang telah dikoreksi
n = jumlah sampel yang dihitung dalam rumus sebelumnya
N = Jumlah populasi/ yang menjadi populasi yaitu jumlah populasi peternak.
Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 44 sampel (responden) dari total 398 peternak. Rumus yang digunakan untuk menghitung proporsi tiap sampel, maka digunakan teknik stratified random sampling dari Tika (2005:32) sebagai berikut.
N =
𝑃′𝑃
x n
N = jumlah sampel P’ = jumlah populasi
P = jumlah populasi keseluruhan
Adapun hasil rincian perhitungan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut :
1. Peternak sebanyak 42, yaitu :
42
398 x 44 = 4,64
Jadi untuk sampel peternaknya sebanyak 5 orang.
2. Buruh ternak sebanyak 356, yaitu :
356
398 x 44 = 39,35
Jadi sampel untuk buruh ternaknya sebanyak 39 orang.
Dari hasil perhitungan diatas melihat jumlah sampel yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1
Jumlah Sampel Penelitian
Responden Populasi sampel
Buruh ternak 356 39
Pemilik ternak 42 5
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bahan
1). Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar 1209-314 Skala 1:25.000 Lembang sebagai peta dasar untuk membuat peta administratif, penggunaan lahan dan persebaran budidaya ternak kelinci sebagai daerah penenlitian secara utuh.
2). Monografi Desa Gudangkahuripan beserta data sekunder yang menunjang terhadap objek yang diteliti.
b. Alat
1). Global Posioning System (GPS) untuk mengetahui koordinat pada masing-masing sampel lokasi penelitian.
2). Kamera untuk mendukumentasikan kondisi objek penelitian di lapangan. 3). Pedoman observasi untuk memperoleh informasi tentang kondisi fisik
desa Gudangkahuripan
4). Angket untuk memperoleh informasi mengenai aspek budidaya ternak Kelinci di Desa Gudangkahuripan.
E. Teknik Pengambilan Data
Untuk mendapatkan data dan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a. Observasi Lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai segala hal yang berhubungan dengan budidaya ternak kelinci terutama menyangkut aspek fisik yang meliputi letak dan lokasi, iklim, dan tanah.
b. Teknik Wawancara untuk memperoleh data tentang aspek sosial masyarakat dan peternak kelinci meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan budidaya ternak kelinci.
c. Studi Kepustakaan, digunakan untuk memperoleh data-data konsep atau teori yang berkenaan dengan budidaya ternak kelinci, data tersebut dapat diperoleh dari buku sumber, jurnal, makalah, laporan sebagai data sekunder yang bersifat melengkapi.
d. Studi Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh data sekunder seperti monografi serta data-data yang terkait dengan budidaya ternak kelinci unutk pengambilan bukti berupa gambar daerah penelitian.
e. Angket digunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan budidaya ternak kelinci di Desa Gudangkahuripan.
F. Teknik Pengolahan/Penyajian Data
Setelah data yang diperlukan terkumpul, selanjutnya dilaksanakan analisis data. Secara garis besar analisis data meliputi :
1). Tahap persiapan
Adapun kegiatan yang dilaksanakn pada tahap persiapan ini adalah : a. Memeriksa dan mengecek kelengkapan indentitas pengisi
b. Memeriksa dan mengecek kelengkapan data, memeriksa isi instrument pengumpul data
c. Mengecek macam-macam isian data 2). Tabulasi data
Data yang sudah terkumpul kemudian ditabulasi dengan menguraikan yang selanjutnya mengelompokkan dari tiap-tiap butir seluruh pertanyaan yang ada pada angket isian dan pedoman wawancara. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan kode dari tiap-tiap item instrument pengumpulan data yang selanjutnya dimasukkan ke dalam bentuk data.
3). Pengolahan dan penyajian data
Hasil pengelompokkan dan pengolahan data, disajikan dalam bentuk tabel, gambar, bagan, peta.
G. Analisis Data
Analisis data terdiri atas analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Menurut Sugiyono (2002:15) “data kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan (scoring)”. Untuk melakukan pengolahan data yang diperoleh di lapangan tersebut maka digunakan langkah sebagai berikut :
1. Persentase
Untuk mengetahui kecenderungan jawaban responden, penulis menggunakan angka indeks. Angka indeks digunakan untuk membandingkan suatu objek atau data, baik yang bersifat faktual atau pun perkembangan. kriteria prosentase (%) seperti yang dikemukakan oleh Effendi dan Manning (1991:263), sebagai berikut :
Keterangan :
P : Besaran persentase
F : Frekuensi dari setiap kategori jawaban responden n : Jumlah keseluruhan responden
setelah dilakukan perhitungan, hasil persentase tersebut diklasifikasikan dengan kategori sebagai berikut :
Tabel 3.2 Persentase
No. Persentase Keterangan
1. 0% Tidak ada 2. 1% - 24% Sebagian kecil 3. 25% - 49% Hampir setengahnya 4. 50% Setengahnya 5. 51% - 74% Sebagian besar 6. 75 % - 99% Hampir seluruhnya 7. 100% Seluruhnya
Sumber : Effendi dan Manning, 1991