• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Tugas Akhir - Failure Mode and Effect Analysis Bab : II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Tugas Akhir - Failure Mode and Effect Analysis Bab : II"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II BAB II

LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

2.

2.11 MaMananajejememen Kn Kuaualitlitas as TeTerprpadaduu

2.1.1

2.1.1 Definisi Definisi ManajemManajemen en Kualitas Kualitas TerpaduTerpadu

Dalam setiap kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh manusia dalam suatu Dalam setiap kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh manusia dalam suatu org

organisanisasi asi baik baik sossosial ial maumaupun pun orieorientasntasi i padpada a keukeuntuntungangan n berbertujutujuan an untuntuk uk  menyediakan produk atau jasa bagi keperluan manusia lain. Nilai yang paling menyediakan produk atau jasa bagi keperluan manusia lain. Nilai yang paling  penting

 penting dari dari penyepenyediaan diaan produproduk k atau atau jasa jasa tersebutersebut t harus harus dapat dapat digundigunakanakan sebaik

sebaik-baiknya ole-baiknya oleh orang lain. Kata “sebaikh orang lain. Kata “sebaik-baikny-baiknya produk a produk atau jasa yangatau jasa yang digunakan” merupakan kata dasar dari kualitas. (Juran, 1970)

digunakan” merupakan kata dasar dari kualitas. (Juran, 1970)

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas, maka banyak  Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas, maka banyak  organisasi baik sosial maupun perusahaan menerapkan konsep TQM (

organisasi baik sosial maupun perusahaan menerapkan konsep TQM ( Total Total  Quality Management 

Quality Management ) atau manajemen kualitas terpadu. Konsep manajemen) atau manajemen kualitas terpadu. Konsep manajemen ku

kualalititas as teterprpadadu u adadalalah ah mememamananajejememen n sesemumua a asaspepek k ororgaganinisasasi si sesecacarara keseluruhan untuk menjadikan unggul dalam semua aspek produk atau jasa keseluruhan untuk menjadikan unggul dalam semua aspek produk atau jasa yang dihasilkan yang penting bagi konsumen.

yang dihasilkan yang penting bagi konsumen. Ma

Mananajejememen n KuKualalititas as TeTerprpadadu u (M(MKTKT) ) mememimililiki ki 3 3 susuku ku kakata ta yayaititu:u: Ma

Manajenajemenmen, , KuKualitalitas, dan as, dan TeTerpadrpadu. u. MenMenuruurut t GouGouzali (1996zali (1996), ), manmanajeajemenmen diartikan sebagai:

diartikan sebagai: “

“ IlmIlmu u dan dan senseni i peperenrencancanaanaan, , penpengogorgarganisnisasiasian, an, penpengagarahrahan,an, pengkoordinasian, dan pengendalian sumber daya yang ada untuk  pengkoordinasian, dan pengendalian sumber daya yang ada untuk  mencapai tujuan yang ditetapkan terlebih dulu.”

mencapai tujuan yang ditetapkan terlebih dulu.”

Sed

Sedang ang penpengergertian tian kuakualitalitas s terdterdiri iri dari dari berbermacamacam-mm-macam acam defidefinisnisi i daridari  berbag

 berbagai ai macam sudut pandang. Pada macam sudut pandang. Pada dunia industri, definisi kualitas dunia industri, definisi kualitas menurumenurutt Juran (1970) lebih sering diartikan sebagai:

Juran (1970) lebih sering diartikan sebagai: “

“ TeTepapat t kekegugunanaanannynya a babagi gi pepemamakakai, i, titingngkakat t dadari ri kekelalas s atatauau kategori produk yang akan

kategori produk yang akan memberikan kepuasan bagi masyarakatmemberikan kepuasan bagi masyarakat lua

(2)

di

dimimililikiki, , fufungngsi si dadari ri sesebubuah ah prprododukuk, , dadan n DeDepapartrtememen en yayangng mengontro

mengontrol mutu baik l mutu baik produk .“produk .“

Dan dalam kamus besar bahasa Indonesia, definisi dari terpadu adalah: Dan dalam kamus besar bahasa Indonesia, definisi dari terpadu adalah:

“ Tercampur dari beberapa obyek

“ Tercampur dari beberapa obyek menjadi satu dalam kesatuan.”menjadi satu dalam kesatuan.” Pa

Pada da dadasasarnyrnya a mamananajejemen men kukualalitaitas s tototal tal ((qualquality ity manmanagemagement ent ) ) atataauu manajemen kualitas terpadu (

manajemen kualitas terpadu (Total Quality Management Total Quality Management = TQM) didefinisikan= TQM) didefinisikan sebagai suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus (

sebagai suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus ( continouscontinous  performa

 performance nce improvemimprovement ent ) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia. (Gasperz, 1997)

manusia dan modal yang tersedia. (Gasperz, 1997) ISO 9000:2000 (

ISO 9000:2000 (Quality VocabularyQuality Vocabulary) mendefinisikan manajemen kualitas) mendefinisikan manajemen kualitas (Obenauf, 2001) sebagai:

(Obenauf, 2001) sebagai: “Akti

“Aktifitas fitas melamelakukan kukan pengpengaturaturan an pada pada orgorganisaanisasi si untuuntuk k mengmengawasawasii dan mengontrol dengan tujuan pencapaian kualitas dengan kegiatan dan mengontrol dengan tujuan pencapaian kualitas dengan kegiatan anta

antara ra lain: perencalain: perencanaan kualitas naan kualitas ((quality planning quality planning ), ), pengpengendaliendalianan kualitas (

kualitas (quality control quality control ), penjaminan kualitas (), penjaminan kualitas (quality quality assurancassurancee), dan), dan peningkatan kualitas (

peningkatan kualitas (quality quality improvemimprovement ent ) “) “ Ta

Tangnggugung ng jawjawab ab ununtutuk k mamananajemjemen en kukualialitatas s adada a papada da sesemumua a levlevel el dardarii ma

mananajejememen, n, tetetatapi pi haharurus s didikekendndalalikikan an ololeh eh mamananajejememen n pupuncncak ak ((toptop management 

management ), ), dadan n imimplplememenentatasisinynya a haharurus s memelilibabatktkan an sesemumua a ananggggototaa organisasi.

organisasi. 2.1.2

2.1.2 Dimensi Kualitas dan Dimensi Kualitas dan Performansi KualitasPerformansi Kualitas B

Bererdadasasarkrkan an dedefifininisi si kkuaualilitatass, , mmakaka a ararti ti dadari ri kukualalititas as sesendndiriri i dadappatat dikateg

dikategorikan lagi orikan lagi menjadmenjadi i beberabeberapa pa dimensdimensi i yang dapat yang dapat mengmenggambagambarkan rkan atauatau mengukur tingkat kualitas tersebut. Kualitas memiliki 9 dimensi yang berbeda mengukur tingkat kualitas tersebut. Kualitas memiliki 9 dimensi yang berbeda seperti dijelaskan pada tabel II.1 Pada halaman selanjutnya:

seperti dijelaskan pada tabel II.1 Pada halaman selanjutnya:

Tabel II.1 Dimensi Kualitas Tabel II.1 Dimensi Kualitas

(3)

D

DIIMMEENNSSI I AARRTTI I DDAAN N CCOONNTTOOH H DDIIMMEENNSSII Performance

Performance (daya guna)(daya guna) Karakteristik utama produk, seperti kejelasan sebuah gambar Karakteristik utama produk, seperti kejelasan sebuah gambar  pada produk

pada produk Features

Features (keutamaan)(keutamaan) Karakteristik tambahan produk, seperti adanya alat Karakteristik tambahan produk, seperti adanya alat pengendpengendaliali otomatis (

otomatis (remote control remote control ).). Conformance

Conformance (kesesuaian(kesesuaian dengan standar)

dengan standar)

Ses

Sesuai uai dedengngan an spespesifisifikaskasi i ataatau u stanstandar dar yanyang g ditditenentukatukann perusahaan

perusahaan, seperi: , seperi: hasil jahitan pada pakaian.hasil jahitan pada pakaian. Reliability 

Reliability ( daya uji)( daya uji) KonsKonsisten isten padpada a wakuwaku  perf performaormancence sepeseperti rti rata-rata-rata rata waktuwaktu gagal atau rusak dari suatu unit

gagal atau rusak dari suatu unit Durability 

Durability ((ddaayya a ttaahhaann)) UmUmuur r pprroodduukk, , tteerrmmaassuuk k ppaadda a sseessuuddaah h ddiippeerrbbaaiikkii Service

Service (pelayanan produk)(pelayanan produk) PenyPenyelesaelesaian ian masamasalah lah dan keluhan, dan keluhan, sepeseperti rti mudmudah ah untuuntukk diperbaiki

diperbaiki Response

Response (tanggapan(tanggapan pelayanan)

pelayanan)

Hubungan antara manusia dengan manusia, seperti kepekaan Hubungan antara manusia dengan manusia, seperti kepekaan pelayanan konsumen pada saat

pelayanan konsumen pada saat perbaikan.perbaikan.  Aesth

 Aestheticsetics (estetika)(estetika) Karakter tambahan (asesoris) dari produk, seperti: pemanisKarakter tambahan (asesoris) dari produk, seperti: pemanis bentuk produk pada bagian luar 

bentuk produk pada bagian luar 

Reputation ( 

Reputation ( nama baik)nama baik)

Peformance

Peformance pada masa lalu dan hal-hal lainnya yang bersifatpada masa lalu dan hal-hal lainnya yang bersifat abs

abstratrak k (tid(tidak ak dapdapat at dirdirabaaba), ), sepseperieri: : perpernanah h memengunguasaasaii pangsa pasar.

pangsa pasar. Sumber

Sumber: : BesterfBesterfield, ield, 20032003

Mas

Masinging-ma-masing sing dimdimensensi i kuakualitalitas s dapdapat at berberdiri diri sensendiridiri, , mismisalnalnya: ya: bebbeberaerapapa  produ

 produk k terbilang terbilang sempusempurna rna pada pada satu satu dimensdimensi i akan akan tetapi tetapi lemah lemah dari dari sudutsudut  panda

 pandang ng dimedimensi nsi yang lain. yang lain. Oleh karena Oleh karena itu itu akan sangat akan sangat banyabanyak k kemukemungkinangkinann ko

kombimbinasnasi i dardari i dimdimensensi i proproduk duk tertersebsebut. ut. SebSebagaagai i concontohtoh, , fokfokus us utautama ma daridari  produ

 produk k mobil Jepang mobil Jepang pada era pada era tahun 1970 tahun 1970 lebih didasarkan pada lebih didasarkan pada dimendimensi si daridari reliability

reliability,, conformanceconformance, dan, dan aesthetics,aesthetics, akan tetapi suatu saat akan tetapi suatu saat dimensdimensi kualitasi kualitas tersebut dapat berubah. Atas dasar dimensi tersebutlah bahasa-bahasa keinginan tersebut dapat berubah. Atas dasar dimensi tersebutlah bahasa-bahasa keinginan ko

konsnsumumen en diditeterjerjemamahkhkan an memenjanjadi di kekebubututuhahan n proproseses s prprododukuksi si padpada a sasaatat melakukan pengembangan produk. (Besterfield, 2003)

melakukan pengembangan produk. (Besterfield, 2003)

Sedangkan performansi kualitas dapat ditentukan dan diukur berdasarkan Sedangkan performansi kualitas dapat ditentukan dan diukur berdasarkan karakteristik kualitas yang terdiri dari beberapa sifat atau dimensi (Gaspersz, karakteristik kualitas yang terdiri dari beberapa sifat atau dimensi (Gaspersz, 2002) sebagai berikut:

2002) sebagai berikut: 1.

1. FisFisik: ik: PanPanjangjang, , berberat, at, diadiametmeter, er, tegategangangan, n, kekkekententalanalan, , dan dan paraparametemeter r  lainnya.

lainnya. 2.

2. SensorySensory (ber(berkaitkaitan an dendengan gan pancpanca a indeindera): ra): rasrasa, a, penpenampampilanilan, , warwarna,na,  bentuk

(4)

3.

3. OriOrientaentasi waktusi waktu: : keakeandandalan (lan (reliabilityreliability), kemampuan pelayanan (), kemampuan pelayanan ( service service ability

ability), ), kkememududahahan an pepemmelelihihararaaaan n ((maintainabilitymaintainability), ), dadan n keketetepapatatann  penyer

 penyerahan prahan produk oduk ((deliverydelivery).). 4.

4. OrientaOrientasi biaya: berkaitan dengan dimensi biaya: berkaitan dengan dimensi biaya yang menggamsi biaya yang menggambarkanbarkan harga atau biaya dari suatu produk yang harus dibayarkan oleh konsumen. harga atau biaya dari suatu produk yang harus dibayarkan oleh konsumen. Dapat disimpulkan bahwa penilaian akhir baik atau buruknya produk hasil Dapat disimpulkan bahwa penilaian akhir baik atau buruknya produk hasil  prose

 proses s produproduksi ksi diukudiukur r berdasberdasarkan arkan dimendimensi si performperformansi ansi kualitakualitas s yang yang telahtelah ditetapkan sebagai standar spesifikasi. Penilaian tersebut diketahui berdasarkan ditetapkan sebagai standar spesifikasi. Penilaian tersebut diketahui berdasarkan tindakan pemeriksaan atau inspeksi baik pada saat proses produksi maupun tindakan pemeriksaan atau inspeksi baik pada saat proses produksi maupun akhir dari proses produksi. Pada saat melakukan inspeksi, karakteristik kualitas akhir dari proses produksi. Pada saat melakukan inspeksi, karakteristik kualitas dibagi atas dua hal yaitu:

dibagi atas dua hal yaitu:

1.Inspeksi Atribut: Menggolongkan barang baik dan barang cacat. 1.Inspeksi Atribut: Menggolongkan barang baik dan barang cacat. 2.

2.InInspspekeksi si VaVaririababelel: : MeMengnghihitutung ng didimemensnsi i sesepepertrti i beberarat, t, kekececepapatatan,n, keting

ketinggian, kekuatan gian, kekuatan untuk melihat apakah untuk melihat apakah produproduk k masuk spesifikasmasuk spesifikasi i yangyang dapat diterima.

dapat diterima. 2.1.3

2.1.3 Aplikasi Aplikasi Konsep Konsep ManajemManajemen en Kualitas Kualitas Terpadu Terpadu Dalam Dalam Industri Industri ModernModern Total Quality Management 

Total Quality Management (TQM) dalam industri modern didefinisikan sebagai(TQM) dalam industri modern didefinisikan sebagai suatu filosofi dan beberapa pedoman prinsip yang menggambarkan dasar dari suatu filosofi dan beberapa pedoman prinsip yang menggambarkan dasar dari  pening

 peningkatan berkelanjukatan berkelanjutan pada organisasi. TQM terdiri beberapa metode ilmutan pada organisasi. TQM terdiri beberapa metode ilmu teknik aplikasi dan sumber daya manusia untuk meningkatkan semua proses teknik aplikasi dan sumber daya manusia untuk meningkatkan semua proses dalam organisasi dan harapan dari kebutuhan konsumen baik sekarang maupun dalam organisasi dan harapan dari kebutuhan konsumen baik sekarang maupun yang akan datang. Dasar-dasar pada TQM terdiri dari alat teknik manajemen, yang akan datang. Dasar-dasar pada TQM terdiri dari alat teknik manajemen, up

upayaya a ununtutuk k pepeninningkgkataatan n dadari ri kokondndisisi i sasaat at iniini, , dadan n alaalat-at-alat lat teteknknik ik yayangng  berhu

 berhubungbungan an dengadengan n disipldisiplin in ilmu ilmu yang yang dibahadibahas. s. Enam Enam prasyarprasyarat at yangyang diperlukan dalam implementasi konsep TQM terdiri dari:

diperlukan dalam implementasi konsep TQM terdiri dari: 1

1.. KKoommiittmmeen n ddaan n kkeetteerrlliibbaattaan n mmaannaajjeemmeen n uunnttuuk k mmeenndduukkuunngg organisasi secara jangka pendek dan jangka panjang.

organisasi secara jangka pendek dan jangka panjang.

2.

2. FokuFokus terhads terhadap pelap pelanggananggan, baik p, baik pelanggelanggan internan internal dan pal dan pelanggelanggan ekstean eksternal.rnal. 3.

(5)

5.

5. MemMemperlperlakuakukan pekan pemasmasok seok sebagbagai rekaai rekan kern kerja.ja. 6.

6. MeMembmbanangugun un ukkururanan performa performancence dalam proses.dalam proses. Beb

Beberaperapa a konkonsep sep yanyang g telatelah h disdisebuebutkatkan n diadiatas tas mermerupaupakan kan metmetode ode yangyang tep

tepat at daladalam m menmenjalajalankankan n sebsebuah uah orgorganisanisasiasi. . SecSecara ara sinsingkagkat t padpada a masmasing ing--masing poin diatas dijelaskan secara lebih detail sebagai berikut:

masing poin diatas dijelaskan secara lebih detail sebagai berikut:

 ManajeManajemen men harus terlibat harus terlibat dalam program peningkatandalam program peningkatan ku

kualalititasas. . PaPara ra dedewawan n kukualalititas as atatau au mamananajejememen n peperurusasahahaan an haharuruss mem

membanbangun visi gun visi yanyang g jeljelas, as, baibaik k tujutujuan an untuntuk uk jangjangka ka penpendek dek atauataupunpun tujuan untuk jangka panjang. Serta memasukan kualitas sebagai tujuan yang tujuan untuk jangka panjang. Serta memasukan kualitas sebagai tujuan yang disertakan pada rencana bisnis.

disertakan pada rencana bisnis.

 Kunci yang efektif dalam program TQM adalah fokusKunci yang efektif dalam program TQM adalah fokus ke

kepadpada a pepelalangnggagan n dadan n cacara ra pinpintatar r ununtutuk k mememumulai lai adadalalah ah tetempmpatkatkanan  pelang

 pelanggan gan internal internal sebagsebagai ai pelangpelanggan gan yang yang seharuseharusnya snya lebih lebih dahulu dahulu puas.puas. Ki

Kita ta dadapat pat mememumulailainynya a dedengngan an memendndenengagar: r: ” ” susuara ara dadari ri kokonsnsumumenen”,”, menekankan kualitas desain produk, dan membuat pencegahan kesalahan. menekankan kualitas desain produk, dan membuat pencegahan kesalahan.

 TQTQM M adadalaalah h tantantatangngan an bebesasar r orgorgananisisasi asi babagi gi sesetiatiapp orang-orang yang bertanggung - jawab didalamnya, sehingga setiap orang orang-orang yang bertanggung - jawab didalamnya, sehingga setiap orang ters

tersebuebut t haruharus s mammampu pu memengengembambangkngkan an diridirinya nya dendengan gan konkonsep sep TQTQM.M. Pengembangan dapat berupa pelatihan, seminar, dan kegiatan pengajaran Pengembangan dapat berupa pelatihan, seminar, dan kegiatan pengajaran lainnya. Karena konsep TQM terdiri dari pengembangan dan implementasi, lainnya. Karena konsep TQM terdiri dari pengembangan dan implementasi, maka setiap orang yang akan mengerjakan harus memahami apa yang akan maka setiap orang yang akan mengerjakan harus memahami apa yang akan mereka kerjakan dan cara untuk mengembangkannya.

mereka kerjakan dan cara untuk mengembangkannya.

 Harus ada usaha dalam meningkatkan bisnis atau prosesHarus ada usaha dalam meningkatkan bisnis atau proses  produ

 produksi. Usahksi. Usaha tersebut dapat bea tersebut dapat berupa proyerupa proyek dalam meningk dalam meningkatkan kukatkan kualitasalitas sebagai contoh: pengiriman tepat waktu, kepuasan konsumen, pengurangan sebagai contoh: pengiriman tepat waktu, kepuasan konsumen, pengurangan kehilang

kehilangan material an material bahan baku, dan bahan baku, dan proyeproyek k lainnyalainnya. . Dalam menjalankaDalam menjalankann  bebera

 beberapa proyek terpa proyek tersebut terdsebut terdapat alat teknik yanapat alat teknik yang digug digunakan dalanakan dalam konsem konsepp T

TQQM M sesepepertrti:i:  Benchmarking  Benchmarking ,,  Information  Information TechnoloTechnologygy,, QualityQuality  Managem

 Management ent SystemSystem (QMS),(QMS),  Envirom Enviromental ental ManagemManagement ent SystemSystem,, QualityQuality  Function

 Function DevelopmDevelopment ent  (QFD),(QFD), QualQuality ity by by DesDesignign,, FaFailuilure re MoMode de anand d   Effect Analysis

(6)

(TPM

(TPM ) ),,  Managem Management ent ToolsTools,, StStatatisistiticacal l PrPrococesess s CoContntrorol l  (SPC),(SPC),  Experime

 Experimental Designtal Designn, dan, dan Taguchi Quality Engineering Taguchi Quality Engineering ..

 MeMembmbanangugun n jajalilinanan n kekerjrjasasamama a yayang ng babaik ik dedengnganan  supplier 

 supplier karena 40% dari biaya produksi baik barang atau jasa yang keluar karena 40% dari biaya produksi baik barang atau jasa yang keluar  untuk pembelian bahan baku kepada pemasok.

untuk pembelian bahan baku kepada pemasok.

 MeMembmbuauat t sisiststem penem pengugukukuraran n dadari ri kikinenerjrja a yayangng dilaku

dilakukan sebagai alat kan sebagai alat kontrokontrol, seperti: data l, seperti: data barang cacat, data barang cacat, data absensabsensi, dani, dan data lainnya. Akan lebih baik jika pengukuran dipublikasikan baik pada data lainnya. Akan lebih baik jika pengukuran dipublikasikan baik pada  papan

 papan informainformasi, si, email, email, atau atau majalah majalah hingghingga a mudamudah h untuk untuk diketahdiketahui ui oleholeh orang lain yang membutuhkan informasi tersebut.

orang lain yang membutuhkan informasi tersebut. Pen

Pengegembambangangan n dan dan penpengukgukurauran n secsecara ara teruterus s memenerunerus s untuntuk uk menmenjagjagaa keandalan dari mesin, produk, atau proses merupakan hal yang sangat penting keandalan dari mesin, produk, atau proses merupakan hal yang sangat penting  pada bag

 pada bagian manajemian manajemen kualitas terpaen kualitas terpadu (TQMdu (TQM). Pada saat kita memb). Pada saat kita membeli mesineli mesin  baru,

 baru, memprmemproduksoduksi i produproduk k jenis jenis baru, baru, atau atau pada pada saat saat merubmerubah ah metodmetode e kerjakerja atau proses produksi, maka diperlukan sebuah analisa mengenai keandalan yang atau proses produksi, maka diperlukan sebuah analisa mengenai keandalan yang  berpen

 berpengaruh garuh terhadap terhadap proseproses s atau atau produproduk. k. Salah Salah satu satu metodmetode e yang yang sangasangatt  bergu

 berguna yang na yang dapat mdapat menguengukur kekur keandalan andalan pada prpada proses doses dan prodan produk adauk adalah kolah konsepnsep FMEA.

FMEA.

Sebelum mengetahui secara detail tentang FMEA, secara singkat FMEA Sebelum mengetahui secara detail tentang FMEA, secara singkat FMEA digambarkan sebagai teknik analisa yang menggabungkan teknologi dan digambarkan sebagai teknik analisa yang menggabungkan teknologi dan orang-ora

orang ng ahli ahli padpada a bidbidangangnya nya daldalam am memengidngidentientifikafikasi si untuntuk uk mermeramalamalkan kan poinpoin kegagalan baik pada proses maupun produk dan rencana untuk mencegahnya. kegagalan baik pada proses maupun produk dan rencana untuk mencegahnya. Metode ini dapat d

Metode ini dapat diimplementasikan baik pada desain iimplementasikan baik pada desain atau atau proses produksi proses produksi dandan  pada

 pada dasarnydasarnya a yang yang termasutermasuk k dalam dalam kegiatakegiatan n identifikidentifikasi asi poin poin potenspotensialial ke

kegagagagalan lan dadan n pepengngaruaruhnhnya ya babaik ik teterharhadadap p kokonsnsumumen en intinterernal nal mamaupupunun konsumen eksternal. (Besterfield, 2003)

konsumen eksternal. (Besterfield, 2003) 2.2

2.2 Failure Mode and Effect Failure Mode and Effect AnalysisAnalysis (FMEA)(FMEA)

2.

(7)

Disiplin dasar konsep FMEA (

Disiplin dasar konsep FMEA ( Failure Mode and Effect Analys Failure Mode and Effect Analysisis) dibangun dan) dibangun dan dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1949. dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1949. Pa

Pada da sasaat at ituitu, , FMFMEA EA mamasisih h didikekenal nal dedengngan an kakata ta FMFMECECA A (( Failure  Failure Mode,Mode,  Effect,

 Effect, and and Critical Critical AnalysisAnalysis). ). PaPada da awawalnalnyaya, , pepengngemembabangngan an FMFMECECAA digunakan dalam prosedur militer (

digunakan dalam prosedur militer (MIL-P-1629, Date: November, 9 1949)MIL-P-1629, Date: November, 9 1949) dengan tujuan untuk mengevaluasi keandalan teknik untuk mencari pengaruh dengan tujuan untuk mengevaluasi keandalan teknik untuk mencari pengaruh dari sistem dan kegagalan peralatan. (

dari sistem dan kegagalan peralatan. (Cayman Business SystemCayman Business System, 2004), 2004)

Konsep FMEA saat ini merupakan satu teknik manajemen produksi yang Konsep FMEA saat ini merupakan satu teknik manajemen produksi yang  pada

 pada mulanmulanya ya dibuadibuat t oleholeh  Ford  Ford Motor Motor CompanyCompany pada tahun 1970-an sebagaipada tahun 1970-an sebagai kaidah untuk membantu teknikal industri dalam menilai potensi poin kegagalan kaidah untuk membantu teknikal industri dalam menilai potensi poin kegagalan dan sebagai kaidah pencegahannya dalam industri otomotif. Akan tetapi tidak  dan sebagai kaidah pencegahannya dalam industri otomotif. Akan tetapi tidak  han

hanya ya untuntuk uk induindustri stri otootomotmotif, if, berberbagbagai ai bidbidang ang orgorganisanisasi asi lainlainnya nya dapdapatat men

mengadgadopsopsi i metmetode ode FMFMEA EA sebsebagaagai i cara cara untuntuk uk menmeningingkatkkatkan an kuakualitalitas s dandan  produ

 produktifitas. ktifitas. (Sham(Shamsuddisuddin, 200n, 2001)1)

Dalam beberapa tahun terakhir, metode FMEA sudah menjadi bagian yang Dalam beberapa tahun terakhir, metode FMEA sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan desain dari proses pembuatan komponen atau produk  tidak terpisahkan dengan desain dari proses pembuatan komponen atau produk  manufaktur. Untuk beberapa hal tertentu, FMEA ini tidak dapat dipisahkan dari manufaktur. Untuk beberapa hal tertentu, FMEA ini tidak dapat dipisahkan dari ind

industustri-inri-indusdustri tri sepsepertierti: : pempembubuatan atan pespesawat awat terterbangbang, , indindustustri ri mobmobil il atauatau oto

otomomotif, tif, ageagen-agn-agen en pempemerinerintah tah mismisalnyalnyaa  Airforce Airforce atauatau  Navy Navy. . MMeerreekkaa mem

memerluerlukan kan dan dan menmenghagharusruskan kan FMFMEA EA diapdiaplikalikasiksikan an untuntuk uk memmemastiastikankan keselamatan harus terjamin. (Villacourt, 1992)

keselamatan harus terjamin. (Villacourt, 1992) 2

2..22..22 DDeeffiinniissi Fi FMMEEAA

FMEA merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengevaluasi potensial FMEA merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengevaluasi potensial  poin-p

 poin-poin oin kegagkegagalan alan dan dan penyebpenyebabnya. abnya. Prioritas Prioritas untuuntuk k mencegmencegah ah terjadinyterjadinyaa  potens

 potensial poin kegial poin kegagalan didaagalan didasarkan padsarkan pada resiko yang pa resiko yang paling besaling besar dan menjadiar dan menjadi se

sebubuah ah pepetutunjunjuk k dadalam lam memelaklakukukan an tintindadakakan n ununtutuk k memengnghilhilangangkan kan ataatauu mengurangi kemungkinan kejadian poin kegagalan.

mengurangi kemungkinan kejadian poin kegagalan. FM

FMEA EA sesendndiriri i bubukakan n memerurupapakakan n alalat at pepememecacahahan n mamasasalalah. h. FMFMEAEA digunakan dengan kombinasi dari berbagai alat pemecahan masalah lainnya. digunakan dengan kombinasi dari berbagai alat pemecahan masalah lainnya. Ak

(8)

ke

kegagagagalan lan yayang ng akaakan n mumuncncul ul ununtutuk k didihihilanlangkgkan an ataatau u didicegcegahah. . ((CaymanCayman  Business Sy

 Business Systemstem, 2004), 2004)

Kurwa Murwa dan Yu Ji (2002), mendefinisikan FMEA sebagai: Kurwa Murwa dan Yu Ji (2002), mendefinisikan FMEA sebagai: “

“ SuSuatatu u teteknknik ik ananalalisa isa yayang ng digdigununakakan an ununtutuk k memengngideidentntififikaikasisi pote

potensial nsial poin poin kegakegagalan dan galan dan penypenyebab yang ebab yang berhberhubunubungan gan dengdenganan po

poin in kegkegagaagalan lan tertersebsebut. ut. SecSecara ara khukhusus sus FMFMEA EA dapdapat at menmenemuemukankan kelemahan dalam desain produk dan proses produksi sebelum desain kelemahan dalam desain produk dan proses produksi sebelum desain dan proses produksi tersebut berjalan, baik dalam prototipe produk  dan proses produksi tersebut berjalan, baik dalam prototipe produk  maupun produksi massal.”

maupun produksi massal.” Se

Sedadangngkakan n memenunurut rut DeDeboborah rah L. L. SmSmith ith dadalam lam jurjurnanal l tetekniknik k indindusustritri (healthcare isixsigma.com,

(healthcare isixsigma.com, 2007), 2007), FMEA FMEA adalah:adalah: “

“ AAllaat t pprrooaakkttifif, , tteekknnikik, , dadan n mmeettoodde e kkuuaalilittaas s yyaanng g mmaammppuu mengidentifikasi dan mencegah kesalahan atau kegagalan proses atau mengidentifikasi dan mencegah kesalahan atau kegagalan proses atau produk sebelum terjadi.”

produk sebelum terjadi.” 2.

2.2.2.33 TuTujujuan an dadan n MaManfnfaaaat Ft FMEMEAA

Dalam penerapan FMEA, tujuan pembuatan dokumentasi FMEA (Villacourt, Dalam penerapan FMEA, tujuan pembuatan dokumentasi FMEA (Villacourt, 1992) bagi perusahaan, antara lain:

1992) bagi perusahaan, antara lain: 1.

1. AlAlat at atatau au memetotode de yayang ng efefekektitif f memengngururanangi gi bibiayaya a prprododukuksi si dedengnganan mendokumentasikan semua pengetahuan, pengalaman, dan pandangan dari mendokumentasikan semua pengetahuan, pengalaman, dan pandangan dari  prose

 proses prods produksi.uksi. 2.

2. SebSebagai formagai format dokuat dokumen yang menmen yang menjadi pengjadi penghubhubung komung komuniunikaskasi i antaantarara lint

lintas as disdisipliiplin n atau atau depdeparteartemen men daldalam am proproses ses prodprodukuksi si untuntuk uk menmencegcegahah kegagalan.

kegagalan. 3.

3. SebSebagai penyagai penyediedia a pempemikirikiran, langan, langkahkah-lan-langkagkah h yanyang g berberuruurutan dalamtan dalam mendefinisikan produk dan proses dalam fokus satu kesatuan.

mendefinisikan produk dan proses dalam fokus satu kesatuan.

Sedangkan manfaat dari metode FMEA (Villacourt, 1992) tersebut adalah: Sedangkan manfaat dari metode FMEA (Villacourt, 1992) tersebut adalah: 1.

1. KoKontrintribusbusi i untuntuk meninuk meningkagkatkan destkan desain prosain proses dan produes dan produk, antara lain:k, antara lain: mening

meningkatkan kekatkan keandalan proandalan produk, duk, terbaik dalaterbaik dalam kualitasm kualitas, meningka, meningkatkantkan ke

keamamananan an (pr(prososeses, , prprododukuk, , dadan n pepelaklaku)u), , dan dan memenjanjanjnjikaikan n kekepuapuasasann konsumen.

konsumen. 2.

2. KoKonsnstritribubusi si ununtutuk k memengngururanangi gi bibiayaaya, , antantara ara lalain: in: memengngururangangi i bibiayayaa akibat waktu dalam pengembangan produk dan biaya akibat desain ulang, akibat waktu dalam pengembangan produk dan biaya akibat desain ulang,

(9)

mengurangi biaya akibat garansi, dan biaya akibat kerusakan material dan mengurangi biaya akibat garansi, dan biaya akibat kerusakan material dan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna pada saat proses produksi.

kegiatan-kegiatan yang tidak berguna pada saat proses produksi. 3.

3. KoKonstnstriburibusi untusi untuk penink peningkagkatan bertan berkelakelanjutnjutan.an. 2.

2.22.4.4 JJenenisis-j-jenenis Fis FMMEEAA

Metode FMEA memiliki 3 jenis pengembangan yang mempunyai fokus yang Metode FMEA memiliki 3 jenis pengembangan yang mempunyai fokus yang  berbe

 berbeda dalam mengeleda dalam mengeleminasi atau mengminasi atau mengurangurangi potensial poin kegi potensial poin kegagalan, antar agalan, antar  lain: (

lain: (Cayman Business SystemCayman Business System, 2004), 2004) 1.

1.  Desain Fa Desain Failure Mode and Eilure Mode and Effect Analysisffect Analysis (D-FMEA)(D-FMEA)

D-FMEA adalah suatu teknik analisa yang pokok digunakan oleh tim desain D-FMEA adalah suatu teknik analisa yang pokok digunakan oleh tim desain atau pengembangan produk untuk mengetahui atau memastikan potensial atau pengembangan produk untuk mengetahui atau memastikan potensial  poin

 poin kegagkegagalan alan dan dan mengmenggabungabungkan gkan macam-mmacam-macam acam penyepenyebab bab untuk untuk  meng

mengidentifikaidentifikasi, si, mempemempertimbangrtimbangkan, dan fokukan, dan fokus terhadap kuals terhadap kualitas yangitas yang dituju.

dituju. Aktifita

Aktifitas s utama dalam utama dalam mengmengembangembangkan kan D-FMD-FMEA EA adalah melakukanadalah melakukan semua kegiatan pengembangan desain yang diinginkan konsumen dan tidak  semua kegiatan pengembangan desain yang diinginkan konsumen dan tidak  melaku

melakukan tindakan yang kan tindakan yang tidak diinginkan konsumtidak diinginkan konsumen. Dengan en. Dengan ini ini dapatdapat diartikan bahwa D-FMEA hanya mengevaluasi desain yang sesuai dengan diartikan bahwa D-FMEA hanya mengevaluasi desain yang sesuai dengan  permint

 permintaan aan konsukonsumen. men. Dalam Dalam D-FMD-FMEA EA juga juga diperbodiperbolehkan lehkan melakmelakukanukan seb

sebuah uah altealternatrnatif if pengpengembembangangan an proprodukduk, , selselama ama nilanilai i dari dari perperminmintaantaan konsumen akan kualitas produk tidak berpengaruh.

konsumen akan kualitas produk tidak berpengaruh. 2.

2.  Machine F Machine Failure Mode Anailure Mode And Effect Analysd Effect Analysisis (M-FMEA)(M-FMEA)

M-FMEA adalah sebuah metode yang membuat standarisasi teknik dalam M-FMEA adalah sebuah metode yang membuat standarisasi teknik dalam  pengg

 penggunaan unaan mesin mesin dan dan peralatan peralatan selama selama proseproses s produproduksi ksi untuk untuk  meningkatkan keselamatan operator mesin, keandalan mesin, dan ketahanan meningkatkan keselamatan operator mesin, keandalan mesin, dan ketahanan mesin.

mesin. Akt

Aktifitaifitas s yanyang g palpaling ing utautama ma daldalam am menmengaganalisnalisa a kegkegiataiatan n M-FM-FMEMEAA adal

adalah ah memmempelpelajarajari i polpola a dari dari karakaraktekteristristik ik mesmesin, in, penpengopgoperaserasian ian yanyangg aman, pemeliharaan yang tepat, dan kegagalan yang terjadi.

aman, pemeliharaan yang tepat, dan kegagalan yang terjadi. 3.

3.  Process F Process Failure Mode anailure Mode and Effect Anad Effect Analysislysis (P-FMEA)(P-FMEA)

P-FMEA adalah sebuah kegiatan mengidentifikasi proses produksi yang P-FMEA adalah sebuah kegiatan mengidentifikasi proses produksi yang krit

(10)

sebuah titik awal dalam rencana untuk mengontrol proses agar tidak terjadi sebuah titik awal dalam rencana untuk mengontrol proses agar tidak terjadi kegagalan.

kegagalan. 2.

2.2.2.55 PePersrsiaiapapan Don Dokukumementntasasi FMi FMEAEA

Pada awalnya, konsep FMEA bukanlah merupakan hal yang baru bagi para ahli Pada awalnya, konsep FMEA bukanlah merupakan hal yang baru bagi para ahli teknik industri dan proses pada bidangnya. Para ahli teknik tersebut, pada saat teknik industri dan proses pada bidangnya. Para ahli teknik tersebut, pada saat mel

melakuakukan kan desdesain ain proproduduk k atau atau memmemikirkikirkan an proproses ses yang yang dipediperlukrlukan an sudsudahah memasukan konsep FMEA pada rencana kerja mereka. Akan tetapi, aktifitas memasukan konsep FMEA pada rencana kerja mereka. Akan tetapi, aktifitas ter

tersebsebut ut tidatidak k dapdapat at memmembantbantu, u, karekarena na para ahli para ahli hanhanya ya mahmahir ir padpada a bidbidangang masing-masing dan tidak melakukan intergrasi untuk bekerja sama pada grup masing-masing dan tidak melakukan intergrasi untuk bekerja sama pada grup untuk membahas konsep FMEA secara bersama.

untuk membahas konsep FMEA secara bersama.

Tujuan dari pengumpulan dokumentasi FMEA adalah memberikan semua Tujuan dari pengumpulan dokumentasi FMEA adalah memberikan semua informasi bagi para ahli teknik pada masing – masing bagian organisasi agar  informasi bagi para ahli teknik pada masing – masing bagian organisasi agar  dapat diakses atau diketahui secara bersama. Informasi dapat berupa dokumen dapat diakses atau diketahui secara bersama. Informasi dapat berupa dokumen yang berhubungan dengan segala kegiatan proses produksi. Beberapa informasi yang berhubungan dengan segala kegiatan proses produksi. Beberapa informasi yang dibutuhkan pada persiapan dokumentasi FMEA: (Besterfield, 2003)

yang dibutuhkan pada persiapan dokumentasi FMEA: (Besterfield, 2003)

  Block D Block Diagramiagram

Langkah awal FMEA harus dimulai dengan

Langkah awal FMEA harus dimulai dengan block diagramblock diagram.. Block diagram Block diagram da

dapapat t beberurupa pa ininfoformrmasasi-i-ininfoformrmasasi i dadari ri alaliriran an prprososes es yayang ng beberbrbededaa (inform

(informasi, energi, asi, energi, tenaga kerja, dan tenaga kerja, dan sumsumber daya ber daya lainnyalainnya) ) yang diperlukyang diperlukanan da

dalam lam prprososes es prprododukuksi. si. TuTujuajuan n ututamamaa blocblock k diagdiagramram adaadalah lah untuntuk uk  mengetahui input pada proses, fungsi dari proses, dan output yang akan mengetahui input pada proses, fungsi dari proses, dan output yang akan dikeluarkan oleh proses. Berdasarkan informasi tersebut maka dapat dapat dikeluarkan oleh proses. Berdasarkan informasi tersebut maka dapat dapat dilakukan analisa terhadap proses.

dilakukan analisa terhadap proses. Be

Berdrdasaasarkrkan an pepengngertertian ian didiatatas as blblocock k diadiagrgram am yayang ng didimamaksksud ud papadada  pengu

 pengumpulampulan n dokudokumen men atau atau data data yang yang diperludiperlukan kan pada pada penelitpenelitian ian dandan  pemba

 pembahasan FMEA pada PT. PancaPrimhasan FMEA pada PT. PancaPrima EkaBrothera EkaBrothers adalahs adalah Operational Operational   Process

 Process Chart Chart (OPC).(OPC).

 Dokumen Terkait LainnyaDokumen Terkait Lainnya Beb

Beberaperapa a dokdokumumen en yanyang g dibdibutuutuhkahkan n daladalam m melmelakuakukan kan analanalisa isa sepseperterti:i:  pedom

(11)

konsu

konsumen men inginkinginkan, dan an, dan dokudokumen lainnya men lainnya sesuasesuai i dengadengan n kebutukebutuhan darihan dari  pada m

 pada masingasing-masing -masing perusaperusahaan.haan. 2.2.6

2.2.6 Langkah-langkaLangkah-langkah Ph Pembahasan embahasan dan dan Analisa Analisa FMEAFMEA

Untuk menyusun dokumentasi proses FMEA sebagai panduan untuk mencegah Untuk menyusun dokumentasi proses FMEA sebagai panduan untuk mencegah te

terjrjadadininya ya kekegagagagalalan n prprososes es didipeperlrlukukan an bebebeberarapa pa lalangngkakah h dadan n tatahahapp  pemba

 pembahasan hasan dan dan analisa. analisa. MenuruMenurut t VillacouVillacourt rt (1992(1992) ) penyupenyusunan sunan dokudokumenmen  prose

 proses FMEs FMEA dibuA dibuat berdat berdasarkan tasarkan tahap-tahahap-tahap pemap pembahasabahasan seban sebagai berikgai berikut:ut: a.

a. MenentukaMenentukan Potensial n Potensial Poin KegagalanPoin Kegagalan

Potensial poin kegagalan adalah sebuah pola dari suatu sistem, sub-sistem, Potensial poin kegagalan adalah sebuah pola dari suatu sistem, sub-sistem, atau bagia

atau bagian n dari kegiadari kegiatan tan (kh(khusuusus s daldalam am hal hal ini ini adaadalah lah kegkegiatan proseiatan prosess  produ

 produksi) ksi) yang yang berpotberpotensi ensi mengmengalami alami kegagkegagalan alan untuk untuk membumembuat at produproduk k  yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Beberapa hal perlu diperhatikan yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Beberapa hal perlu diperhatikan sebagai langkah analisa untuk menyusun dokumen P-FMEA, antara lain: sebagai langkah analisa untuk menyusun dokumen P-FMEA, antara lain:

• Tim yang menyusun FMEA harus beranggotakan orangTim yang menyusun FMEA harus beranggotakan orang yang mengerti proses dengan baik.

yang mengerti proses dengan baik.

• Standar dari hasil proses yang tidak memenuhi spesifikasiStandar dari hasil proses yang tidak memenuhi spesifikasi keinginan konsumen telah ditetapkan.

keinginan konsumen telah ditetapkan.

• Setiap material atau komponen yang diperlukan pada saatSetiap material atau komponen yang diperlukan pada saat  prose

 proses produs produksi dksi diasumsiasumsikan daikan dalam kealam keadaan badaan baik atau bik atau bebas caebas cacat.cat.

• Membuat standar dari proses yang serupa yang memenuhiMembuat standar dari proses yang serupa yang memenuhi ke

keinginginainan n kokonsnsumumen en ataatau u yayang ng beberarasal sal dadari ri kokomemetatar r papada da proprosesess  penge

 pengembangmbangan prodan produk seuk sebelumnybelumnya.a.

• PePerhrhatatikikan an popoinin-p-poioin n kekegagagagalalan n yayang ng mumuncncul ul yayangng disebabkan oleh kegagalan pada proses sebelumnya.

disebabkan oleh kegagalan pada proses sebelumnya.

• BeBebeberaprapa a popotetensinsial al popoin in kekesalsalahaahan n yayang ng khkhususus us ataatauu tert

tertentu entu haruharus s ditudituliskliskan an secsecara ara detdetail ail memengengenai nai proproses ses yanyang g akaakann dilakukan maupun karakteristik dari proses tersebut.

dilakukan maupun karakteristik dari proses tersebut. b.

b. MMenenenenttuukakan dn daammppaak dk daari ri ppooinin-p-poioin kn kegegaagagalalann Dam

Dampak pak yanyang g terjterjadi adi dardari i poipoin n potpotensensial ial kegkegagalagalan an yanyang g mumuncuncul l haruharuss diketahui secara khusus, misalnya pada saat proses produksi dan secara diketahui secara khusus, misalnya pada saat proses produksi dan secara

(12)

umum misalnya sistem secara keseluruhan. Sebagai contoh dampak dari umum misalnya sistem secara keseluruhan. Sebagai contoh dampak dari kesalahan khusus yang terjadi dari kesalahan

men-kesalahan khusus yang terjadi dari men-kesalahan men- setting  setting mesin uap akanmesin uap akan menyebabkan satu produk menjadi cacat (

menyebabkan satu produk menjadi cacat (reject reject ). ). Sedangkan Sedangkan secara usecara umummum kesalahan yang terjadi tersebut akan menyebabkan mesin menjadi rusak. kesalahan yang terjadi tersebut akan menyebabkan mesin menjadi rusak. Secara khusus potensial poin kegagalan berdampak pada hasil produk yang Secara khusus potensial poin kegagalan berdampak pada hasil produk yang mungkin terjadi pada saat itu. Dampak secara umum memiliki pengaruh mungkin terjadi pada saat itu. Dampak secara umum memiliki pengaruh yang lebih besar, misalnya; mesin tidak dapat digunakan selama beberapa yang lebih besar, misalnya; mesin tidak dapat digunakan selama beberapa hari yang akan berdampak pada kehilangan output dari mesin tersebut.

hari yang akan berdampak pada kehilangan output dari mesin tersebut. c.

c. MenentukaMenentukan n nilainilai Severity Severity Definisi

Definisi  severity severity menurutmenurut Cayman Business SystemCayman Business System (2004) dalam jurnal(2004) dalam jurnal teknik industri, adalah:

teknik industri, adalah: “ Sebuah

“ Sebuah penilaian yang mpenilaian yang menggambarkan enggambarkan tingkat tingkat keseriusan darkeseriusan darii dari dampak potensial kegagalan yang mungkin terjadi. “

dari dampak potensial kegagalan yang mungkin terjadi. “ Dar

Dari i tiaptiap-tia-tiap p jenijenis s FMFMEA EA memmemilikiliki i karakarakterkteristiistik k atau atau katekategorgori i nilanilaii  severiy

 severiy yang berbeda-beda. Pada prosesyang berbeda-beda. Pada proses FMEA (P-FMEA) kategori nilaiFMEA (P-FMEA) kategori nilai  severity

 severity bersangkutan kepada pihak konsumen sebagai pengguna produk bersangkutan kepada pihak konsumen sebagai pengguna produk  dan pihak

dan pihak produproduksi sebagksi sebagai penghasil proai penghasil produk. Kateduk. Kategori nilai atau kriteriagori nilai atau kriteria nila

nilai i padpadaa  severity severity dibdiberikerikan an sessesuai uai dedengangan n konkondisdisi i aktaktual ual perperusausahaahaann tent

tentang ang penpenilaiailaian n dardari i keskeseriueriusan san terterhadahadap p damdampak pak potpotensensial ial kegkegagalagalan.an. Akan tetapi secara umum kriteria nilai

Akan tetapi secara umum kriteria nilai  severity severity bersumber daribersumber dari CaymanCayman  Business Sys

 Business Systemtem dijelaskan pada tabel berikut:dijelaskan pada tabel berikut: Tabel II.2 Kriteria Nilai

Tabel II.2 Kriteria Nilai SeveritySeverity

N

Noo. . PPeennggaarruuh h KKrriitteerriia a RRaannggkkiinngg

1

1 Berbahaya tanpaBerbahaya tanpa peringatan peringatan

Kesalahan yang terjadi dapat

Kesalahan yang terjadi dapat menyebabmenyebabkan mesin rusak kan mesin rusak dandan dapat

dapat membahayakan membahayakan keselamatkeselamatan an operator operator pada pada saatsaat proses produksi. Kesalahan yang t

proses produksi. Kesalahan yang terjadi mempengaruerjadi mempengaruhi produkhi produk yang dihasilkan dan dapat membahayakan konsumen dan yang dihasilkan dan dapat membahayakan konsumen dan menyalahi peraturan perundang-und

menyalahi peraturan perundang-undangan yang angan yang dibuat olehdibuat oleh pemerintah mengenai keamanan produk. Tidak ada

pemerintah mengenai keamanan produk. Tidak ada signal signal atauatau tanda yang memperingatkan bahwa kesalahan tersebut terjadi tanda yang memperingatkan bahwa kesalahan tersebut terjadi

10 10

(13)

2 2 Berbahaya Berbahaya dengan dengan peringatan peringatan

Kesalahan yang terjadi dapat

Kesalahan yang terjadi dapat menyebabmenyebabkan mesin rusak kan mesin rusak dandan dapat

dapat membahayakan membahayakan keselamatkeselamatan an operator operator pada pada saatsaat proses produksi. Kesalahan yang t

proses produksi. Kesalahan yang terjadi mempengaruerjadi mempengaruhi produkhi produk yang dihasilkan dan dapat membahayakan konsumen dan yang dihasilkan dan dapat membahayakan konsumen dan menyalahi peraturan perundang-und

menyalahi peraturan perundang-undangan yang angan yang dibuat olehdibuat oleh pemerintah mengenai keamanan produk. Ada

pemerintah mengenai keamanan produk. Ada signal signal yangyang memper

memperingatkan bahwa kingatkan bahwa kesalahan tersebut terjadi.esalahan tersebut terjadi.

9 9

3

3 SSaannggaat t TTiinnggggii

Kegagalan akan menggang

Kegagalan akan mengganggu mayoritas ligu mayoritas lini produksi. 100%ni produksi. 100% produk masuk dalam kategori tidak dapat diperbaiki

produk masuk dalam kategori tidak dapat diperbaiki (scrap)(scrap).. Fungsi utama produk tidak

Fungsi utama produk tidak dapat digunakan. Konsumendapat digunakan. Konsumen merasa sangat tidak

merasa sangat tidak puas.puas.

8 8

4

4 TTiinnggggii

Kegagalan aka

Kegagalan akan menggangn mengganggu minoritas lini produksi. gu minoritas lini produksi. ProdukProduk masih dapat dipilah dan terdapat jumlah kurang dari 100% masih dapat dipilah dan terdapat jumlah kurang dari 100% produk masuk dalam kategori tidak dapat diperbaiki

produk masuk dalam kategori tidak dapat diperbaiki (scrap)(scrap).. Fungsi utama produk padat digunakan, akan tetapi kegagalan Fungsi utama produk padat digunakan, akan tetapi kegagalan menyebab

menyebabkan fkan fungsi tersebut ungsi tersebut berkurang. Konsumen merasaberkurang. Konsumen merasa tidak puas akan kualitas

tidak puas akan kualitas dari produk tersebutdari produk tersebut

7 7

5

5 RRaattaa--rraattaa

Kegagalan akan menggang

Kegagalan akan mengganggu minoritas ligu minoritas lini produksi. Kurangni produksi. Kurang dari 100% porsi produk yang cacat masuk

dari 100% porsi produk yang cacat masuk dalam kategori tidakdalam kategori tidak dapat diperbaiki

dapat diperbaiki (scrap)(scrap). Fungsi dari . Fungsi dari produk tersebut dapatproduk tersebut dapat digunakan, akan tetapi beberapa fungsi

digunakan, akan tetapi beberapa fungsi kenyamanakenyamanan produkn produk tidak dapat dioperasikan. Konsumen yang

tidak dapat dioperasikan. Konsumen yang berpengaberpengalaman darilaman dari produk tersebut, merasa tidak nyaman terhadap kualitas

produk tersebut, merasa tidak nyaman terhadap kualitas produk. produk. 6 6 6 6 RReennddaahh

Kegagalan akan menggang

Kegagalan akan mengganggu minoritas ligu minoritas lini produksi. 100 ni produksi. 100 %% produk haru

produk harus diperbaiki. s diperbaiki. Fungsi dari proFungsi dari produk tersebut dapduk tersebut dapatat digunakan, akan

digunakan, akan tetapi nilai tetapi nilai kenyamanan pkenyamanan produk terseburoduk tersebutt menjadi berkurang. Konsumen yang berpengalaman dari menjadi berkurang. Konsumen yang berpengalaman dari produk tersebut, merasa tidak puas terhadap kualitas produk. produk tersebut, merasa tidak puas terhadap kualitas produk.

5 5

Lanjutan …. Lanjutan ….

Tabel II.2 Kriteria Nilai

Tabel II.2 Kriteria Nilai SeveritySeverity (lanjutan …)(lanjutan …)

7

7 SSaannggaat t rreennddaahh

Kegagalan akan menggang

Kegagalan akan mengganggu minoritas ligu minoritas line produksi. Produkne produksi. Produk yang cacat dapat dipilah dan j

yang cacat dapat dipilah dan jumlahnya kurang dari 100 %.umlahnya kurang dari 100 %. Produk tersebut diperbaiki pada lini dan st

Produk tersebut diperbaiki pada lini dan stasiun yang berbeda.asiun yang berbeda. Dan umumnya konsumen merasa tidak nyaman dengan

Dan umumnya konsumen merasa tidak nyaman dengan kesesuaian produk yang dii

kesesuaian produk yang diinginkan dan mereka nginkan dan mereka mengetahumengetahuii kecacatan produk.

kecacatan produk.

4 4

(14)

8

8 KKeecciill

Kegagalan akan menggang

Kegagalan akan mengganggu minoritas ligu minoritas lini produksi. Produkni produksi. Produk yang cacat dap

yang cacat dapat dipilah dan jumat dipilah dan jumlahnya kurang dlahnya kurang dari ari 100%.100%. Produk

Produk tersebut dtersebut dapat apat diperbaiki diperbaiki dan dan dikerjakan pdikerjakan pada liniada lini produksi tersebut, akan tetapi dilakukan pada

produksi tersebut, akan tetapi dilakukan pada stasiun yangstasiun yang berbeda. Hampir rata-rata konsumen merasa tidak

berbeda. Hampir rata-rata konsumen merasa tidak nyamannyaman dengan kesesuaian produk yang diinginkan dan mereka dengan kesesuaian produk yang diinginkan dan mereka mengetahu

mengetahui i kecacatan produk.kecacatan produk.

3 3

9

9 SSaannggaat t kkeecciill

Kegagalan akan menggang

Kegagalan akan mengganggu minoritas ligu minoritas lini produksi. Produkni produksi. Produk yang caca

yang cacat dapat t dapat dipilah dipilah dan judan jumlahnya kumlahnya kurang darang dari ri 100%.100%. Produk

Produk tersebut dapat dtersebut dapat diperbaiki dan dikerjakan iperbaiki dan dikerjakan pada linepada line produksi dan pada stasiun tersebut. Beberapa sebagian kecil produksi dan pada stasiun tersebut. Beberapa sebagian kecil konsumen m

konsumen merasa tidak nyaman denerasa tidak nyaman dengan gan kesesuaian prodkesesuaian produkuk yang diinginkan dan mereka mengetahui kecacatan produk. yang diinginkan dan mereka mengetahui kecacatan produk.

2 2

1

100 NNoonnee TTiiddaak k AAdda a ppeennggaarruuhh 11 Sumber :

Sumber : Cayman Business SystemCayman Business System, 2004, 2004

d.

d. MenentukaMenentukan n nilainilai OccurrenceOccurrence Definisi

Definisi OccurrenceOccurrence menurutmenurut Cayman Business SystemCayman Business System (2004) adalah:(2004) adalah: “

“ SebSebuauah h penpenilailaian ian dardari i kemkemunungkigkinan nan penpenyebyebab ab tertertententu tu yanyangg terjadi dan mempunyai dampak pada poin

terjadi dan mempunyai dampak pada poin kegagalan selama proseskegagalan selama proses produksi berlangsung. ”

produksi berlangsung. ”  Nilai

 Nilai occurrenceoccurrence mengmenghitung banyaknya hitung banyaknya kemungkemungkinan kinan kegagkegagalan alan atauatau kegagalan yang terjadi pada saat proses produksi. Kategori nilai

kegagalan yang terjadi pada saat proses produksi. Kategori nilai occurrenceoccurrence dapat dilihat pada tabel halaman selanjutnya:

dapat dilihat pada tabel halaman selanjutnya:

Tabel

Tabel II.3 II.3 Kriteria Kriteria NilaiNilai OccurrenceOccurrence

No.

No. KemungkinanKemungkinan kegagalan kegagalan

Nilai

Nilai kemungkinakemungkinann kejadian

kejadian RangeRange

Nilai Nilai

kapabilitas

kapabilitas RangkingRangking 1 1 SangatTinggi:SangatTinggi: kegagalan sering kegagalan sering terjadi terjadi L

Leebbiih h ddaarri i 1 1 ddaallaam m 22 XX==11 < < 00..3333 1100

2

(15)

3

3 Tinggi: kegagalanTinggi: kegagalanproses berhubunganproses berhubungan dengan proses dengan proses sebelumnya, yang sebelumnya, yang  juga

 juga serinsering gagg gagalal

1 dalam 8 (maksimal)

1 dalam 8 (maksimal) 3<X3<X≤≤88 ≥≥00..5511 88

4

4 1 1 ddaallaam m 220 0 ((mmaakkssiimmaall)) 8<X8<X≤≤2020 ≥≥00..6677 77 5

5 Sedang: KegagalanSedang: Kegagalan proses berhubungan proses berhubungan dengan proses dengan proses sebelumnya yang sebelumnya yang sekali-kali

sekali-kali mengalammengalamii kegagalan secara kegagalan secara umum umum 1 dalam 80 (maksimal) 1 dalam 80 (maksimal) 20<X20<X≤≤8080 ≥≥00..8833 66 6

6 1 1 ddaallaam m 44000 0 ((mmaakkssiimmaall)) 80<X80<X≤≤4040 0

0 ≥≥11..0000 55 7

7 1 1 ddaallaam m 11,,55000 0 ((mmaakkssiimmaall)) 400< X400< X

≤15001500 ≥≥11..1177 44 8

8 RReennddaahh 1 1 ddaallaam m 1155,,00000 0 ((mmaakkssiimmaall)) 1500< X1500< X

≤1500015000 ≥≥11..3333 33 9

9 SSaannggaat t RReennddaahh 1 1 ddaallaam m 115500,,00000 0 ((mmaakkssiimmaall)) 15000< X15000< X

≤150000150000 ≥≥11..5500 22 1

100 TTeerrkkeennddaallii Kurang dari 1 dalamKurang dari 1 dalam 1,500,000 (maksimal) 1,500,000 (maksimal) X X≤≤1500015000 0 0 ≥≥11..6677 11 Sumber : Cayman

Sumber : Cayman Busines Business Systes Systemm, 2004, 2004

e.

e. MenentukaMenentukan n nilainilai Detection Detection Definisi

Definisi Detectio Detectionn menurutmenurut Cayman Business SystemCayman Business System (2004) adalah:(2004) adalah: “

“ SebSebuauah h penpenilailaian ian dardari i alaalat t konkontrotrol l saasaat t ini ini (ba(baik ik daldalam am nilnilaiai des

desain ain mamaupuupun n prproseoses) s) yanyang g akaakan n menmendetdetekseksi i penpenyebyebab ab dadariri po

potetensnsiaial l kekegagagagalalan n atatau au kekegagagagalalan n ititu u sesendndiriri, i, dadalalam m hahall m

melelaakukukakan n ppenenccegegaahahan n uunntutuk k mmemempeperrololeh eh pproroduduk k yayanngg diinginkan oleh konsumen.“

diinginkan oleh konsumen.“  Nilai

 Nilai detectiondetection merupakan nilai relatif (tidak memiliki standar) padamerupakan nilai relatif (tidak memiliki standar) pada tiap-tiap perusahaan dan akan berbeda-beda antara perusahaan yang satu tiap-tiap perusahaan dan akan berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Nilai

dengan perusahaan yang lain. Nilai detectiondetection ditentukan dari pihak-pihak ditentukan dari pihak-pihak  yang terkait dalam pembuatan dokumen FMEA, sebagai nilai kepuasaan yang terkait dalam pembuatan dokumen FMEA, sebagai nilai kepuasaan dari

dari konkondisdisi i perperusausahaan haan saasaat t ini. ini. NilNilai ai kepkepuasuasaan aan disdisini ini dimdimaksaksudkudkanan sebag

sebagai ai nilai kepuasan dari nilai kepuasan dari kemampkemampuan sistem dalam uan sistem dalam mencegmencegah ah terjadinyterjadinyaa  prose

 proses kegagalan. Dises kegagalan. Disebutkan sebagbutkan sebagai nilai ai nilai yang relatif karena orang awamyang relatif karena orang awam akan melihat kondisi pencegahan sekarang merupakan suatu hal yang paling akan melihat kondisi pencegahan sekarang merupakan suatu hal yang paling  baik.

 baik. Akan Akan tetapi tetapi orang orang yang yang berpenberpengalamagalaman n berangberanggapan gapan bahwa bahwa sistemsistem  penceg

 pencegahaan ahaan kegagkegagalan alan sekarasekarang ng perlu perlu sebuah sebuah peningpeningkatan. katan. (Villaco(Villacourt,urt, 1992)

1992) Tabel II.4 Kriteria Nilai

(16)

N

No o DDeetteekkssii

Kriteria: Cacat produk (

Kriteria: Cacat produk (defect defect ) akan ditemukan oleh kegiatan) akan ditemukan oleh kegiatan proses kontrol sebelum proses berikutnya (dalam urutan proses kontrol sebelum proses berikutnya (dalam urutan proses),

proses), atau sebelum baatau sebelum bagian (komponengian (komponen) telah selasai pada) telah selasai pada lokasi sub-perakitan atau perakitan.

lokasi sub-perakitan atau perakitan.

Ranking Ranking

1

1 Tidak MungkinTidak Mungkin Terdeteksi Terdeteksi

Tidak ada alat kontrol

Tidak ada alat kontrol yang tersedia untuk menemukan poinyang tersedia untuk menemukan poin kegagalan.

kegagalan. 1010

2

2 Sangat TidakSangat Tidak Terkendali Terkendali

 Alat ko

 Alat kontrol pntrol pada ada saat insaat ini kemui kemungkinngkinan sanan sangat tidgat tidak maak mampumpu menemukan poin kegagalan.

menemukan poin kegagalan. 99

3

3 TidakTidak Terkendali Terkendali

 Alat ko

 Alat kontrol pntrol pada ada saat insaat ini kemui kemungkinngkinan tidaan tidak mak mampumpu menemu

menemukan kan poin kegagalanpoin kegagalan 88 4

4 SangatSangat Rendah Rendah

Kemungkinan sangat rendah alat kontrol

Kemungkinan sangat rendah alat kontrol yang ada sekarangyang ada sekarang untuk mampu menemukan poin k

untuk mampu menemukan poin kegagalanegagalan 77 5

5 RReennddaahh Kemungkinan rendah alat kontrol yang Kemungkinan rendah alat kontrol yang ada sekarang untukada sekarang untuk mampu menemukan poin kegagalan

mampu menemukan poin kegagalan 66

6

6 RRaattaa--rraattaa Kemungkinan rata-rata alat kontrol yKemungkinan rata-rata alat kontrol yang digunakan sekarangang digunakan sekarang untuk menemukan poin k

untuk menemukan poin kegagalanegagalan 55

7

7 Rata-rataRata-rata Tinggi Tinggi

Kemungkinan rata-rata sangat tinggi alat kontrol yang Kemungkinan rata-rata sangat tinggi alat kontrol yang digunakan sekarang untuk menemukan poin

digunakan sekarang untuk menemukan poin kegagalan.kegagalan. 44 8

8 TTiinnggggii Kemungkinan menemKemungkinan menemukan poin kegagalan tiukan poin kegagalan tinggi, terhadap alatnggi, terhadap alat kontrol yang digunakan sekarang.

kontrol yang digunakan sekarang. 33

9

9 SSaannggaat t TTiinnggggii Kemungkinan menemKemungkinan menemukan poin ukan poin kegagalan sangat tinggikegagalan sangat tinggi terhadap alat kontrol yang digunakan sekarang

terhadap alat kontrol yang digunakan sekarang 22 1

100 SSeellaallu Tu Teerrjjaaggaa AAllaat kt koonnttrrool sl seekkaarraanng ag akkaan n sseellaallu mu meenneemmuukkaan pn pooiin n kkeeggaaggaallaann 11 Sumber

Sumber: : TraininTraining g Internal FMEA, PT Panca Prima Eka Brothers, 2007Internal FMEA, PT Panca Prima Eka Brothers, 2007

f.

f. Menghitung RPN dan Membuat RangkingMenghitung RPN dan Membuat Rangking RPN merupakan kritikal

RPN merupakan kritikal indikatindikator or untuk menentukuntuk menentukan an tindakan pencegahtindakan pencegahanan kegagalan yang terjadi sesuai dengan poin-poin kesalahan. Perhitungan nilai kegagalan yang terjadi sesuai dengan poin-poin kesalahan. Perhitungan nilai RPN diperoleh dari

RPN diperoleh dari mengmengkalikan nilai kalikan nilai ketanggketangguhan produk (uhan produk ( severity severity), nilai), nilai kemungkinan terjadi kegagalan (

kemungkinan terjadi kegagalan (occurrenceoccurrence), dan nilai deteksi dini untuk ), dan nilai deteksi dini untuk   penceg

 pencegahan ahan kegagkegagalan alan ((detectiondetection). Batas). Batas rangerange dari nilai FMEA beradadari nilai FMEA berada  pada po

 pada point 1 - int 1 - 10001000..

Rumus nilai

Rumus nilai Risk P Risk Priority Nriority Number umber (RPN) adalah sebagai berikut:(RPN) adalah sebagai berikut: RPN: Severity x

(17)

 Nilai

 Nilai RPN RPN yang yang semaksemakin in kecil kecil akan akan semakin semakin baik baik dan dan sebaliksebaliknya nya jikajika nil

nilai ai RPRPN N sesemamakin kin bebesar sar sasampmpai ai batbatas as mamaksksimimal al 101000 00 popoin in mamaka ka akakanan meng

mengkhawatirkhawatirkan. kan. KekKekhawatiran hawatiran disini disini dimaksdimaksudkan udkan akan akan mempemempengaruhngaruhii kualitas produk yang dihasilkan dan jalannya proses produksi.

kualitas produk yang dihasilkan dan jalannya proses produksi. Di

Diagagraram m PaParereto to ananalalisisis is sesebabaikiknynya a didipapakakai i sesebabagagai i dadasasar r ununtutuk k  mengetahui kemungkinan point kesalahan dari nilai RPN, pengaruh dari point mengetahui kemungkinan point kesalahan dari nilai RPN, pengaruh dari point kesalahan, dan penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Nilai – nilai RPN kesalahan, dan penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Nilai – nilai RPN ya

yang ng terterbebesar sar akakan an memenjnjadi adi susumbmber er perperhathatiaian n dadan n sesebabagagai i tantanda da ununtutuk k  melakukan tindakan pencegahan terjadinya kesalahan yang paling kritis.

melakukan tindakan pencegahan terjadinya kesalahan yang paling kritis. g

g.. MMeellaakkuukkaan n RReevviieew w FFMMEEA A uunnttuuk k MMeennccaarri i TTiinnddaakkaann Pencegahan Kesalahan

Pencegahan Kesalahan Pembahasan (

Pembahasan (reviewreview) FMEA adalah suatu ) FMEA adalah suatu aktifitas dari tim aktifitas dari tim penyupenyusun FMEAsun FMEA untuk membuat sebuah komentar dan membahas segala sesuatu dari data untuk membuat sebuah komentar dan membahas segala sesuatu dari data yang terkumpul dalam pembuatan dokumen FMEA. Pembahasan FMEA akan yang terkumpul dalam pembuatan dokumen FMEA. Pembahasan FMEA akan  berfok

 berfokus us kepada kepada nilai nilai rangkinrangking g terbesterbesar ar dari dari tiap-tiap tiap-tiap potenspotensial ial kegagkegagalanalan  berdas

 berdasarkan arkan nilai nilai RPN. RPN. Para Para tim tim penyupenyusun sun FMEFMEA A dapat dapat menenmenentukantukan  potens

 potensial ial peningpeningkatan katan proseproses s yang yang dapat dapat dilakukdilakukan an berdasberdasarkan arkan informinformasiasi ya

yang ng tetelalah h didikukumpmpululkakan. n. PaPada da dadasasarnrnya ya jijika ka titim m pepenynyususun un FMFMEAEA men

menemuemukan kan sebsebuah uah potpotensensial ial kegkegagalagalan an dan dan kemkemudiaudian n memmembubuat at sebsebuahuah  pening

 peningkatan, maka katan, maka secepatnsecepatnya ya akan akan dilakudilakukan kan suatu perbaikan suatu perbaikan (revisi) (revisi) padapada kondisi proses saat ini.

kondisi proses saat ini. Dok

Dokumeumen n FMFMEA EA sensendirdiri i sangsangat at perperlu lu untuntuk uk diladilakukkukan an pempembahbaharuaaruann ((updateupdate) ) untuk menuuntuk menunjukan suatu njukan suatu peningkatan dan peningkatan dan perubahan dalam perubahan dalam standar standar   prose

 proses. s. Pada saat Pada saat melakmelakukan perubahan atau ukan perubahan atau peningpeningkatan dalam katan dalam penyupenyusunansunan FM

FMEA, EA, makmaka a semsemua ua dokdokumeumentasntasi i haruharus s diddidistristribuibusikasikan n kepkepada ada selseluruhuruh  pengg

 pengguna. una. PenggPengguna una dokudokumen men tersebutersebut t dimaksdimaksudkan udkan sebagasebagai i pihakpihak-pihak -pihak  yan

yang g terkterkait ait daldalam am penpenyusyusunaunan n dokdokumeumen n FMFMEA EA dan dan pihapihak-pk-pihak ihak yanyangg mem

memerluerlukan kan infoinformarmasi si dardari i dokdokumeumen n FMFMEA. EA. Hal Hal ini ini dimdimaksaksudkudkan an agaagar r   pening

(18)

 pula dokum

 pula dokumen FMEA dapat sebagai acuan supaya lebih berhati-haen FMEA dapat sebagai acuan supaya lebih berhati-hati terhadapti terhadap  prose

 proses-proses-proses yang s yang kritikal tkritikal terjadinyerjadinya potena potensial kegsial kegagalan.agalan.

Pada saat melakukan pembahasan FMEA, maka alat-alat pemecahan Pada saat melakukan pembahasan FMEA, maka alat-alat pemecahan masalah diperlukan sebagai alat analisa. Alat analisa dan pemecahan masalah masalah diperlukan sebagai alat analisa. Alat analisa dan pemecahan masalah yan

yang g dipdiperluerlukan kan sepseperterti; i; petpeta a proproses ses opeoperasi rasi ((OperOperatioation n ProProcess cess ChaChart rt ),), diagram Pareto, dan

diagram Pareto, dan brainstrominbrainstroming.g. h.

h. Menyiapkan Dokumen dan Lembar Kerja (Menyiapkan Dokumen dan Lembar Kerja (worksheet worksheet ) FMEA) FMEA Dokumen FMEA merupakan lembaran yang berisi informasi dalam proses Dokumen FMEA merupakan lembaran yang berisi informasi dalam proses analisa FMEA.

analisa FMEA. TahapaTahapan-tahapn-tahapan an dalam menyiapkan dokumen FMEA dalam menyiapkan dokumen FMEA terdiriterdiri dari: (

dari: ( Training Internal Training Internal FMEA PT Panca Prima Eka Brothers, 2007)FMEA PT Panca Prima Eka Brothers, 2007) 1.Halaman Depan Dokumen

1.Halaman Depan Dokumen Hal

Halamaaman n dedepan pan berberisikisikan an infoinformarmasi si umuumum m proproduduk k dokdokumumen en FMFMEA,EA,  pihak-p

 pihak-pihak yang terlibat dalam pembuihak yang terlibat dalam pembuatan dokumatan dokumen FMEA, dan en FMEA, dan tujuantujuan dar

dari i pepembmbuauatan tan dodokukumemen. n. SeSebabagagai i pepenjenjelalasasan n hahalalaman man dedepapan n dadariri dokumen FMEA dapat dilihat pada tabel II.5 halaman 27 pada lembar  dokumen FMEA dapat dilihat pada tabel II.5 halaman 27 pada lembar   berikut

 berikutnya.nya.

2.Diagram Fungsi Produk  2.Diagram Fungsi Produk 

Diagram fungsi merupakan informasi umum tentang fungsi dari produk  Diagram fungsi merupakan informasi umum tentang fungsi dari produk  yang akan dibuat. Dalam membuat dokumen FMEA sangat diperlukan yang akan dibuat. Dalam membuat dokumen FMEA sangat diperlukan un

untutuk k memengngetetahuahui i fufungngsi si dadari ri sesebubuah ah proproduduk k sesecarcara a memenynyeluelururuh.h. Pe

Pengngetaetahuhuan an memengengenai nai fufungngsi si proproduduk k akaakan n memenjanjadi di dadasar sar sesebabagagaii  penetap

 penetapan dari an dari standar kualitas pada proses produksstandar kualitas pada proses produksi. i. SebagSebagai ai penjelpenjelasanasan di

diagagraram m fufungngsi si dadari ri dodokukumemen n FMFMEA EA dadapapat t didililihahat t papada da hahalalamamann selanjutnya:

(19)

Fungsi Ukuran Fungsi Ukuran

Fungs

Fungsi bai bagi gi pemakai pemakai daridari pengaruh lingkungan pengaruh lingkungan

Fungsi bagi pemakai Fungsi bagi pemakai terhadap fisik pemakai terhadap fisik pemakai

Jenis produk yang akan Jenis produk yang akan

di dokumentasikan di dokumentasikan

Gambar II.1 Diagram Fungsi Produk FMEA Gambar II.1 Diagram Fungsi Produk FMEA

Sumber : PT Panca Prima Eka

Sumber : PT Panca Prima Eka Brothers, 2007Brothers, 2007

3.Lembar Kerja (

3.Lembar Kerja (Worksheet)Worksheet) FMEAFMEA

Lembar kerja FMEA merupakan lembar yang memuat tahapan-tahapan Lembar kerja FMEA merupakan lembar yang memuat tahapan-tahapan analisa secara ringkas sehingga mudah dibaca oleh pengguna dokumen analisa secara ringkas sehingga mudah dibaca oleh pengguna dokumen FMEA. Isi dari lembar kerja FMEA secara umum telah dijelaskan pada FMEA. Isi dari lembar kerja FMEA secara umum telah dijelaskan pada  bagian terdahulu. Contoh dari

 bagian terdahulu. Contoh dari lembar kerja lembar kerja FMEA dijelaskaFMEA dijelaskan n pada tabelpada tabel II. 6 pada halaman 28.

II. 6 pada halaman 28. 4.Diagram RPN (

4.Diagram RPN ( Risk Prio Risk Priority Numrity Number ber )) Lemb

Lembar diagram RPN mear diagram RPN merupakarupakan bagian yang n bagian yang membememberikan informrikan informasiasi mengenai nilai RPN dari masing-masing poin kegagalan. Secara umum, mengenai nilai RPN dari masing-masing poin kegagalan. Secara umum,  pemba

 pembahasan Rhasan RPN telah PN telah dibahas dibahas pada bpada bagian sagian sebelumebelumnya.nya. 5.Tindakan Pencegahan

5.Tindakan Pencegahan

Lembar tindakan pencegahan merupakan hasil dari

Lembar tindakan pencegahan merupakan hasil dari brainstorming brainstorming  yangyang telah dil

telah dilakukan akukan pada spada saat aat melakmelakukanukan reviewreview yang telah dijelaskan padayang telah dijelaskan pada  bagian

 bagian terdahulterdahulu. u. ContoContoh h dari dari tabel tabel tindakatindakan n pencegpencegahan ahan dalamdalam dokumentasi FMEA dapat dilihat pada tabel II.7 pada halaman 29.

(20)

Sedangkan menurut Besterfield (2003), terdapat 4 tahapan yang harus Sedangkan menurut Besterfield (2003), terdapat 4 tahapan yang harus dilakukan dalam penyusunan FMEA, antara lain:

dilakukan dalam penyusunan FMEA, antara lain: 1.

1. TeTentukntukan an KemKemungungkinakinan n KegKegagalagalanan

 Fungsi produk Fungsi produk 

 Poin kemungkinan atau potensial kegagalanPoin kemungkinan atau potensial kegagalan

 Akar permasalahanAkar permasalahan

 Pengaruh atau dampak Pengaruh atau dampak  2.

2. DeDefinisfinisikaikan Ren Resiksiko yao yang ng AkaAkan Ten Terjadrjadii

 Kemungkinan penyebab kegagalanKemungkinan penyebab kegagalan

 Pengaruh terhadapPengaruh terhadap severity severity

 Efektifitas alat kontrol yang ada saat iniEfektifitas alat kontrol yang ada saat ini

  Nilai Nilai Risk Pr Risk Priority Numiority Number ber  3.

3. MelakMelakukan ukan PencegPencegahan ahan Yang Yang MenyMenyebabkaebabkan n Resiko Resiko TerjadiTerjadi

 Utamakan tindakan yang akan diambilUtamakan tindakan yang akan diambil

 Jelaskan secara detail tindakan yang akan dilakukanJelaskan secara detail tindakan yang akan dilakukan

 Rekrut orang yang bertanggung jawab atas tindakan pencegahan.Rekrut orang yang bertanggung jawab atas tindakan pencegahan.

 Tandai peningkatan yang telah terjadiTandai peningkatan yang telah terjadi 4.

4. MeMengengevaluvaluasi asi KemKembalbali Ni Nilai ilai ResResikoiko

 Melakukan perhitungan nilai RPN ulang terhadap peningkatan yangMelakukan perhitungan nilai RPN ulang terhadap peningkatan yang sudah dilakukan.

sudah dilakukan. Dar

Dari i 4 4 tahatahapan pan atau atau lanlangkagkah h daladalam m menmenyusyusun un FMEFMEA, A, terterdapadapat t bebbeberaperapaa  penjela

 penjelasan tambasan tambahan yang dhan yang diperlukiperlukan untuk mean untuk menjelaskanjelaskan lebih dalam men lebih dalam mengenaingenai mas

masinging-ma-masing sing poipoin n kegkegiatan iatan pempembahabahasansan. . PenPenjelajelasan san terstersebuebut t antantara ara lainlain:: (Besterfield, 2003)

(Besterfield, 2003)

 Kebutuhan atau Fungsi ProsesKebutuhan atau Fungsi Proses Setelah menentukan

Setelah menentukan itemitem atau produk yang akan dipilih untuk melakukanatau produk yang akan dipilih untuk melakukan  pemba

 pembahasan, maka langkhasan, maka langkah selanjutnya adalah membah selanjutnya adalah membahas dan menganalahas dan menganalisaisa  prose

 proses s yang yang bersangbersangkutan. kutan. Semua Semua kegiatan kegiatan proseproses s harus harus termasutermasuk k  didalamnya, namun dapat dibatasi sesuai dengan pembahasan

Gambar

Tabel II.2 Kriteria Nilai
Tabel II.2 Kriteria Nilai
Tabel II.3  II.3  Kriteria  Kriteria Nilai Nilai Occurrence Occurrence
Tabel II.4 Kriteria Nilai Detectio  Detection n
+7

Referensi

Dokumen terkait

Desain awal antena satu elemen peradiasi pencatu tidak langsung Setelah dilakukan simulasi dan dilakukan beberapa kali iterasi dengan perangkat lunak diperoleh nilai

Sebagai contoh, leksem ibu dalam konstruksi ibu pertiwi memiliki makna yang berkembang dari ranah literal menuju ranah perluasan, yakni dari makna ‘wanita yang

International Space Law” mengemukakan tentang pengertian yurisdiksi negara dengan menyatakan sebagai berikut : “Yurisdiksi negara dalam hukum internasional berarti

Karena salah satu tujuan Indonesia dalam bernegara adalah mewujudkan negara yang sejahtera, sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 dimana Konsep kesejahteraan negara tidak

Barangsiapa melakukan perbuatan yang melanggar kriteria baku kerusakan tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan/atau Pasal 6 diancam dengan pidana sebagaimana diatur

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas dalam penanggulangan HIV/AIDS yang belum optimal, masih tingginya stigma masyarakat terhadap ODHA, kurangnya kesadaran ODHA

ingin diketahui yaitu perbedaan jumlah koloni jamur Candida albicans yang terdapat pada Sabouraud Agar Slant berdasarkan faktor perlakuan pemberian ekstrak etanol

Dalam mempelajari blok sistem reproduksi terlibat beberapa bidang ilmu yang terkait, yakni Anatomi dan fisiologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Patologi Klinik, Farmakologi,