69
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA
BIDANG STUDI MATEMATIKA MATERI OPERASI BILANGAN
BULAT GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PRESTASI
SISWA KELAS V SDN 2 MALASAN SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Oleh: Inarmi
SD Negeri 2 Malasan, Durenan, Trenggalek
Abstrak. Penelitian tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) Upaya mengimplementasikan metode belajar kontekstual di Kelas V Semester 1 dalam upaya meningkat-kan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan Operasi hitung bilangan bulat; (2) Dampak penerapan metode kontekstual pada kegiatan belajar mengajar Pen-dekatan Kontekstual diartikan sebagai penPen-dekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan su-atu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan me-reka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja. Lokasi penelitian tindakan ini adalah SDN 2 Malasan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2014/2015 Semester 1. Sedangkan obyek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut adalah faktor perbedaan kemampuan belajar antara siswa dan kondisi lingkungan lokasi penelitian. Obyek penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN 2 Malasan tahun pelajaran 2014/2015 Semester I yang berjumlah 20 siswa. Berdasarkan pada pembahasan kegiatan penelitian tindakan yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan, diantaranya: (1) Dalam menerapkan metode kontekstual guru mengusahakan siswa agar sebanyak mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan respon terhadap pertanyaan guru, sedangkan siswa lainnya menulis jawaban dan menanggapi secara lisan, kemudian guru memintauntuk menyusun dan menata kembali informasi yang diperolehnya dari bacaan atau LKS, guru juga mempersiapkan kegiatan siswa berdasarkan tujuan pembelajaran yang dirumuskan sebelumnya. Dalam kegiatan ini guru menempatkan diri sebagai fasilitator dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berpusat kepada siswa; (2) Strategi pembelajaran dengan menggunakan metode aktivitas dimungkinkan dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika materi pokok Operasi hitung bilangan bulat Dengan Metode Pendekatan kontekstual Pada Siswa Kelas V SDN 2 Malasan Tahun Pelajaran 2014/2015 Semester 1 pada mata pelajaran Matematika, dengan persentase ketuntasan belajar siswa yang meningkat pada setiap siklusnya yaitu dari nilai rata-rata 65,00 dan ketuntasan belajar 50,00% meningkat menjadi 77,50 dengan ketuntasan belajar 65,00% pada siklus I. Peningkatan prestasi belajar siswa ini semakin optimal 100% dan nilai rata-rata sebesar 82,50 pada siklus II.
Kata kunci: pendekatan kontekstual, prestasi belajar, matematika
Kurikulum Matematika perlu memberikan pengalaman belajar yang membantu siswa memenuhi kebutuhan pribadi, sosial, ling-kungan dan ekonomi. Pengalaman belajar dalam kurikulum Matematika membantu sis-wa untuk: (1) menjalani kehidupan sehari-hari secara efektif, (2) memahami dunianya
dan hal-hal yang mempengaruhinya, (3)
memanfaatkan kesempatan untuk
mengembangkan kemampuan berfikir kre-atif, fleksibel dan inovkre-atif, (4) mengembang-kan pengertian tentang konsep-konsep Matematika, (5) menilai dan menggunakan produk teknologi, (6) memahami bahwa karir
dalam sains dan teknologi yang cocok bagi pria dan wanita, (7) memahami penilaian tetang isu-isu yang berkenaan dengan lingkungan alam dan buatan, (8) bertang-gungjawab terhadap perbaikan kualitas ling-kungan, (9) memberikan pemecahan pada dilema moral sehubungan dengan isu-isu sains dan teknologi, dan (10) menyiapkan di-ri untuk studi pada tingkatan yang lebih lanjut.
Kurikulum Matematika harus mem-berikan pengalaman belajar yang melibatkan siswa pada proses dan produk dalam sains dan teknologi. Pendekatan yang dipakai da-lam kurikulun diharapkan akan mendorong siswa menajadi pelajar yang aktif dan fleksi-bel. Secara khusus pendekatan ini akan: (1) memperhatikan perbedaan individu siswa, (2) memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk mempelajari kon-sep-konsep esensial, (3) membekali siswa dengan ketrampilan untuk memahami dunia melalui penyelidikan, dan (4) membekali siswa dengan ketrampilan baik untuk me-milih alat-alat yang sesuai maupun bahan-bahan yang diperlukan.
Dari pendapat tersebut, menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar mutlak diperlukan. Namun yang lebih penting lagi dalam meningkatkan aktifitas siswa tersebut adalah kemampuan guru dalam merencanakan suatu kegiatan belajar mengajar tersebut dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Metode mengajar merupakan penja-baran dari pendekatan, dan diimplementasi-kan oleh teknik pembelajaran. Langkah metode mengajar yang dipilih memainkan peranan utama yang berakhir dengan sema-kin meningkatnya belajar siswa. Pendekatan Kontekstual dalam kurikulum 2004 diartikan sebagai pendekatan dalam pembelajaran
yang mempersyaratkan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pe-lajaran dengan situasi dunia nyata dan me-motivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehi-dupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja. (U.S. Departement of Education and the National School-to-Work Office yang dikutip oleh Blanchard, 2001).
Pendekatan Kontekstual atau contex-tual teaching and learning bukan merupakan suatu pokok bahasan baru. Penerapan Pen-dekatan Kontekstual di kelas-kelas Amerika pertama-tama diusulkan oleh John Dewey. Pada tahun 1916, Dewey mengusulkan suatu kurikulum dan metodologi pengajaran yang dikaitkan dengan minat dan pengalaman siswa. Perkembangan pemahaman yang di-peroleh selama mengadakan telaah pustaka menjadi semakin jelas bahwa Pendekatan Kontekstual merupakan suatu perpaduan dari banyak praktek pengajaran yang baik dan beberapa pendekatan reformasi pendidikan yang dimaksudkan untuk memperkaya relevansi dan penggunaan fungsional pen-didikan untuk semua siswa.
Pendekatan Kontekstual adalah pe-ngajaran yang memungkinkan siswa-siswa untuk menguatkan, memperluas, dan me-nerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan sekolah agar dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. Pendekatan Kontekstual terjadi apabila siswa menerapkan dan mengalami apa yang sedang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah dunia nyata yang berhubungan dengan peran dan tanggung jawab mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, siswa dan tenaga kerja. Pembelajaran
71 konstekstual adalah pembelajaran yang terjadi dalam hubungan yang erat dengan pengalaman sesungguhnya.
Pendekatan Kontekstual menekankan pada berpikir tingkat lebih tinggi, transfer pengetahuan lintas disiplin, serta pengumpulan, penganalisisan dan pensin-tesisan informasi dan data dan berbagai sum-ber dan pandangan. Suatu pembelajaran di kelas dikatakan melaksanakan Pendekatan Kontekstual, jika terdapat indikator-indikator sebagai berikut: (a) Metode pembelajaran yang dipakai adalah pendekatan diagnostik Preskriptif; (b) Peran guru harus intensif dalam mendorong keberhasilan siswa secara individual; (c) Peran siswa lebih leluasa dalam menentukan jumlah waktu belajar yang diperlukan; (d) Sistem penilaian menggunakan penilaian berkelanjutan.
Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, peneliti akan melakukan suatu kegi-atan penelitian tindakan pada siswa Kelas V SDN 2 Malasan tahun pelajaran 2014/ 2015 Semester 1 yang menekankan peningkatan prestasi belajar siswa pada bidang studi Matematika pokok bahasan Operasi hitung bilangan bulat melalui kegiatan metode aktivitas. (Suwito, 2007)
Terdapat beberapa alasan peneliti menggunakan pendekatan metode aktivitas dalam mengajarkan materi pembelajaran Matematika diantaranya: (1) asas aktivitas digunakan dalam semua jenis metode meng-ajar baik di dalam maupun diluar kelas, (2) asas aktivitas bertujuan mengembangkan ide-ide atau merealisasikan suatu ide dalam suatu bentuk tertentu, (3) asas aktivitas dapat menikmati pengalaman-pengalaman estetis, (4) memecahkan suatu kesulitan intelektual, dan (5) memperoleh pengalaman dan ketrampilan tertentu.
Dari paparan alasan pengambilan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas tersebut, maka bertujuan untuk me-ngetahui dan mendeskripsikan: (1) Upaya mengimplementasikan metode belajar kon-tekstual di Kelas V Semester 1 dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan Operasi hitung bilangan bulat; (2) Dampak penerapan metode kontekstual pada kegiatan belajar mengajar matematika di Kelas VSDN 2 Malasan mata pelajaran mate-matika dengan pokok bahasan Operasi hitung bilangan bulat terhadap prestasi belajar siswa.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan. Lokasi penelitian tindakan ini adalah SDN 2 Malasan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2014/2015 Semester 1. Sedangkan obyek da-lam penelitian ini ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Per-timbangan tersebut adalah faktor perbedaan kemampuan belajar antara siswa dan kondisi lingkungan lokasi penelitian. Obyek pe-nelitian ini adalah siswa Kelas VSDN 2 Malasan tahun pelajaran 2014/2015 Se-mester I yang berjumlah 20 siswa.
Sumber data yang dimaksudkan ada-lah manusia, sumber data manusia dalam pe-neletian tindakan ini adalah Guru Kelas V SDN 2 Malasan tahun pelajaran 2014/2015 Semester 1. Sedangkan sumber data berupa dokumentasi hasil pengamatan dan catatan observasi peneliti, hasil evaluasi belajar, dan dokumen lain yang relevan dengan ruang lingkup penelitian. Penelitian ini dilaksana-kan selama 2 bulan yaitu dari bulan Oktober sampai dengan bulan Nopember 2014.
Teknik pengumpulan data yang digu-nakan dalam penelitian tindakan ini dian-taranya: (1) Observasi; (2) Wawancara; (3) Dokumentasi. Analisis data dilakukan de-ngan menggunakan teknik analisis data kualitatif, baik yang bersifat linear (mengalir) maupun yang bersifat sirkuler. Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah-langkah berikut: (1) Menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan; (2) Mereduksi data yang didalamnya melibatkan
kegiatan pengkategorian dan
pengklasifikasian; (3) Menyimpulkan dan memfrifikasi. Pada penelitian ini teknik ana-lisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.
Untuk menganalisis tingkat keber-hasilan atau persentase keberkeber-hasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap pu-tarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu: (a) Untuk menilai ulangan atau tes formatif, peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif; (b) Untuk ketuntasan belajar, se-orang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 70% atau nilai 70, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 85%; (c) Untuk lembar observasi, aktivitas guru dan siswa digunakan rumus sebagai berikut.
2 . tan . .
P
1P
2 pengamat jumlah pengama hasil Jumlah X dimana: % = Persentase pengamatan
X = Rata-rata
X= Jumlah rata-rata
P1 = Pengamatan 1 P2 = Pengamatan 2
Dalam penelitian tindakan ini, untuk mengecek keabsahahn data yang diperoleh maka, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh peneliti. Diataranya: (1) Perpanjangan siklus kegiatan penelitian; (2) Ketekunan pengamatan; (3) Triangulasi. (Miles, 1984).
HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I
Refleksi Awal
Dari hasil kajian, teridentifikasi bah-wa prestasi belajar sisbah-wa dalam pembelajaran matematika sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh penerapan metode pembela-jaran yang konfnsional.Penerapan metode pembelajaran secara konfnsional tidak mampu menampung aktivitas belajar siswa secara maksimal. Sehingga aktivitas belajar siswa menjadi pasif dan guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Untuk itu diper-lukan perubahan dan inovasi metode pem-belajaran lain yang diharapkan mampu men-jawab permasalahan yang dihadapi oleh siswa di Kelas V pada pembelajaran mate-matika. Salah satu metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kontekstual.
Perencanaan
Beberapa persiapan perencanaan yang dilakukan peneliti terdiri dari: (a) Me-nyusun rencana pembelajaran dengan me-ngacu pada metode yang digunakan yaitu metode kontekstual; (b) Menyusun lembar kerja yang sesuai dengan rencana pem-belajaran yang telah dirancang; (c) Me-nyusun format observai aktivitas belajar; (d) Menyusun lembar evaluasi pembelajaran. Setelah persiapan perencanaan dilakukan, lengkah selanjutnya peneliti menyusun jad-wal penelitian, agar pemberian tindakan pada
73 siklus I sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan. Pada kegiatan proses pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk beraktivitas secara aktif dan komunikatif baik dalam kegiatan diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Guru dalam kegiatan inti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada guru sebagai fasilitator pembelajaran saat mengalami kesulita. Diksripsi proses pem-belajaran secara runtut peneliti tampilkan dalam diskripsi berikut ini:
Pertemuan I, meliputi: (1) Kegiatan Awal (08.00-08.30), terdiri dari: (a) Guru berdoa bersama sebelum memulai kegiatan pembelajaran; (b) Guru mengabsen siswa yang hadir di kelas; (c) Tanya Jawab tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat; (d) Penjelasan tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat.
Contoh:
Kesimpulan:
Bilangan positif x bilangan positif = bilangan positif
Bilangan positif x bilangan negatif =
bilangan negatif
Bilangan negatif x bilangan negatif = bilangan positif
Bilangan negatif x bilangan positif = bilangan positif
(2) Kegiatan Inti (08.30-09.30), terdiri dari: (a) Siswa mengerjakan lembar kerja secara kelompok; (b) Melaporkan hasil kerja kelom-pok dalam diskusi kelas; (c) Menyimpulkan hasil diskusi kelas; (d) Pemajangan hasil kerja kelompok atau disimpan dalam berkas portofolio. (3) Kegiatan Akhir (10.00-11.00), terdiri dari: (a) Mencatat rangkuman hasil diskusi; (b) Penilaian akhir.
Observasi
Berdasarkan hasil observasi yang di-lakukan oleh observer pada kegiatan proses pembelajaran matematika Kelas V SDN 2 Malasan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek terhadap aktivitas guru dan siswa menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam menjalankan rencana perbaikan tindakan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi matematika memperoleh persentase aktivitas sebesar 62.50% dengan tingkat kriteria aktivitas yang baik.
Dari aktivitas yang diberikan oleh guru ini terdapat beberapa aktivitas yang masih perlu adanya perbaikan diantaranya guru dalam proses pembelajaran belum mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif, perhatian guru masih terfokus pada beberapa kelompok saja, guru belum mampu merangsang interaksi aktivitas belajar antar siswa secara maksimal, guru dalam proses pembelajaran belum menggunakan bahasa yang komunikatif, belum mampu memberikan penguatan yang positif kepada siswa, serta pembelajaran masih berpusat kepada guru.(Spradley, 1980).
No Kegiatan Skor
P1 P2 ∑
1 Guru membuat RPP 3 3 6 2 Waktu yang digunakan sesuai rencana 2 2 4 3 Materi yang diberikan sesuai dengan RPP 2 2 4 4 Guru melakukan pengaturan ruangan 3 3 6 5 Guru melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan 3 3 6 6 Guru memberikan perhatian kepada siswa secara merata 2 3 5 7 Guru membimbing siswa dalam diskusi 2 3 5 8 Guru merangsang interaksi antar siswa 2 3 5 9 Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses proses belajar berlangsung 2 3 5 10 Guru memberikan pertanyaan yang relevan 3 3 6 11 Guru memberiakn penguatan yang positif 3 3 6 12 Guru memberikan umpan balik dari materi yang dibahas 3 3 6 13 Metode pembelajaran berpusat pada siswa 2 2 4 14 Guru melaksanakan evaluasi 2 2 4 15 Guru memberikan penghargaa 2 2 4 16 Guru memberikan tugas kepada siswa 2 2 4
Jumlah 80
Rata-rata 62.50
Tabel 2 Aktivitas Siswa Siklus I
No Komponen Indikator P1 P2 Skor ∑
1 Visual Activities Memusatkan perhatian pada tugas yang diberikan guru 3 2 5
2 Oral Activities
Membaca materi yang ditugaskan guru dengan sungguh-sungguh 2 2 4 Menyatakan atau mengeluarkan gagasan 2 3 5 Mengajukan pertanyaan 2 3 5 Menjawab pertanyaan 2 3 5 3 Listening Activities
Melaporkan hasil diskusi kelompok 2 2 4 Mendengarkan petunjuk guru 2 2 4 Mendengarkan penjelasan guru 3 2 5 4 Writing Activities Menulis jawaban LKS 3 3 6 5 Drawing Activities Menggambar pecahan dalam bentuk gambar 2 3 5 6 Motor Activities Aktif bekerja sama dalam kelompok 3 3 6 7 Mental Activities Mengerjakan tugas guru dengan sebaik-baiknya Menyelesaikan tugas tepat waktu 3 3 3 3 6 6
8 Emotion Activities
Menunjukkan sikap ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan kepada
guru atau teman 2 2 4 Mengikuti setiap instruksi yang diberikan guru 2 2 4
Jumlah 74
Rata-rata 61.67
Sedangkan untuk aktivitasi siswa da-lam menerima dan menjalankan proses pem-belajaran matematika dengan menggunakan metode kontekstual memperoleh persentase sebesar 61.67% dan termasuk dalam kriteria baik. Aktivitas siswa yang perlu mendapat-kan perhatian serius dari guru adalah kemam-puan siswa dalam oral activities yaitu siswa
belum berani dalam mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan serta dalam kegiatan diskusi belum berjalan secara maksimal.
Setelah kegiatan belajar mengajar da-lam serangakaian kegiatan penelitian di-laksanakan, selanjutnya peneliti akan me-maparkan hasil kegiatan pembelajaran
75 Matematika dengan Kompetensi Dasar Operasi hitung bilangan bulat dengan meng-gunaan metode Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas VSDN 2 Malasan tahun Pelajaran 2014/2015 Semester 1 berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi belajar siswa dengan metode aktivitas pada tabulasi data berikut ini.
Tabel 3 Perolehan Hasil Evaluasi Belajar Siswa Pada Siklus I
No Nama Siswa Nilai
% Ketuntasa
n T TT 1 Dyah Ayu Styorini 60 - TT 2 Didik Budi Wibowo 80 T - 3 Eko Budi Utomo 60 - TT 4 Hery Mardhani 80 T - 5 Mustopa Dwi Kuncoro Yekti 60 - TT 6 Putra Utama Febriansyah 100 T - 7 Ananta Putri Isfiana Sari 90 T - 8 Ahnafi Fafiyan 80 T - 9 Ba'i Khaza Nur Alif 60 - TT 10 Ceilisa Nur Fadhilah 100 T - 11 Dahrul Firman Syah 70 T - 12 Yuda Aji Bactiar 60 - TT 13 Maria Rosa Linda 80 T - 14 Muhammad Alim Mustofa 60 - TT 15 Nuril Izza Ahmady 80 T - 16 Rahma Nofitra Setya
Ramdhani 60 - TT 17 Raditya Mahardika Wasana 100 T - 18 Shoi Wira Avista 90 T - 19 Tiara Ivo Fatikasari 90 T - 20 Wisnu Alam Tegar 90 T -
Jumlah 780 13 7
Rata-Rata 77.5 65.0 35.0
Refleksi
Berdasarkan pada kegiatan siklus I tersebut, peneliti melakukan refleksi dari ha-sil kegiatan tersebut. Dari haha-sil observasi dapat direfleksikan bahwa aktivitas pem-belajaran sudah dapat berjalan dengan baik, meskipun masih ditemui kendala dalam pro-ses pembelajaran. Dengan adanya kendala dalam pembelajaran ini maka prestasi belajar
siswa yang dicapai belum maksimal. Peningkatan prestasi belajar siswa pada si-klus I belum mampu mencapai ketuntasan belajar secara kelasikal sebesar 85%, karena peningkatan ketuntasan belajar siswa pada siklus I hanya mencapai 65,00% dengan nilai rata-rata sebesar 77,50. Untuk itu masih diperlukan perbaikan tindakan pada siklus selanjutnya.
Kegiatan Siklus II Perencanaan
Perencanaan tindakan pada siklus II secara garis besar sama dengan perencanaan pada siklus I. Hanya saja pada siklus II ada beberapa perubahan perencanaan yang me-merlukan perhatian khusus yaitu guru dalam proses pembelajaran hendaknya menciptakan pembelajaran yang kondusif, perhatian guru lebih merata kepada siswa, guru merangsang interaksi aktiviats belajar antar siswa secara maksimal, guru menggunakan bahasa yang komunikatif dalam pembelajaran, guru memberikan penguatan yang positif kepada siswa, serta guru mengurangi dominasi pada pembelajaran dengan lebih meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui pemberian motivasi siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan aktif dalam kegiatan diskusi.
Pelaksanaan
Diskripsi dari pelaksanaan pem-belajaran pada siklus II, penelitian uraikan berikut ini: (1) Kegiatan Awal (08.00-08.30), meliputi: (a) Guru mengawali pembelajaran dengan doa bersama; (b) Guru mulai mengabsen siswa yang hadir; (c) Tanya Jawab tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat; (d) Penjelasan tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat. Contoh:
Kesimpulan:
Bilangan positif x bilangan positif = bilangan positif
Bilangan positif x bilangan negatif = bilangan negatif
Bilangan negatif x bilangan negatif = bilangan positif
Bilangan negatif x bilangan positif = bilangan positif
(2) Kegiatan Inti (08.30-09.30), meliputi: (a) Siswa mengerjakan lembar kerja secara lompok; (b) Melaporkan hasil kerja ke-lompok dalam diskusi kelas; (c) Menyim-pulkan hasil diskusi kelas; (d) Pemajangan hasil kerja kelompok atau disimpan dalam berkas portofolio. (3) Kegiatan Akhir (10.00-11.00), meliputi: (a) Mencatat rangkuman hasil diskusi; (b) Penilaian akhir.
Pengamatan
Dari hasil pengamatan yang dilaku-kan oleh observer pada siklus II terhadap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung menunjukkan bahwa guru dalam proses pembelajaran pada siklus II mamu menjalankan rencana perbaikan tindakan perbaikan pembelajaran
secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dari rekapitulasi aktivitas guru yang memperoleh persentase sebesar 81.25% dengan tingkat aktivitas yang sangat baik.
Dengan semakin optimalnya aktivitas guru pada siklus II, maka aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam melaksanakan tindakan perbaikan dari guru juga memper-oleh peningkatan menjadi baik dengan ting-kat persentase aktivitas sebesar 80,83%. Selanjutnya untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika di Kelas V SDN 2 Malasan terhadap prestasi belajar siswa peneliti tampilkan dalam Tabel 4.
Tabel 4 Perolehan Hasil Evaluasi Belajar Siswa Pada Siklus II
No Nama Siswa Nilai Ketuntasan % T TT 1 Dyah Ayu Styorini 80 T - 2 Didik Budi Wibowo 90 T - 3 Eko Budi Utomo 70 T - 4 Hery Mardhani 80 T - 5 Mustopa Dwi Kuncoro Yekti 100 T - 6 Putra Utama Febriansyah 90 T - 7 Ananta Putri Isfiana Sari 90 T - 8 Ahnafi Fafiyan 70 T - 9 Ba'i Khaza Nur Alif 70 T - 10 Ceilisa Nur Fadhilah 80 T - 11 Dahrul Firman Syah 80 T - 12 Yuda Aji Bactiar 80 T - 13 Maria Rosa Linda 80 T - 14 Muhammad Alim Mustofa 90 T - 15 Nuril Izza Ahmady 70 T - 16 Rahma Nofitra Setya
Ramdhani
80 T - 17 Raditya Mahardika Wasana 100 T - 18 Shoi Wira Avista 90 T - 19 Tiara Ivo Fatikasari 90 T - 20 Wisnu Alam Tegar 70 T -
Jumlah 830 20 0
Rata-Rata 82.5 100.0 0.0
Refleksi
Setelah mengkaji hasil temuan pada siklus II menunjukkan bahwa kendala pem-belajaran yang muncul pada siklus I telah teratasi dengan baik pada siklus II, sehingga prestasi belajar siswa secara klasikal dapat tercapai yaitu dengan tingkat ketuntasan
77 belajar siswa sebesar 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,50. Dengan demikian tidak diperlukan lagi penambahan siklus perbaikan pembelajaran.
Implementasi metode Kontekstual yang digunakan dalam kegiatan belajar me-ngajar siswa Kelas V SDN 2 Malasan Tahun Pelajaran 2014/2015 Semester 1, ternyata lebih efektif dalam meningkatkan dan me-numbuhkan aktivitas, pemahaman dan pres-tasi belajar siswa. Berkaitan dengan usaha meningkatkan prestasi belajar dapat dirasa-kan bila belajar tersebut mengetahui hasil yang diperoleh. Kalau belajar berarti peru-bahan-perubahan yang terjadi pada individu, maka perubahan-peribahan itu harus dapat diamati dan dinilai. Hasil dari pengamatan dan penilaian inilah umumnya diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar. Dalam pe-nelitian tindakan ini, yang dimaksudkan dengan prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai dalam bentuk angka atau nilai pada mata pelajaran Matematika siswa. Semakin tinggi nilai yang dihasilkan, maka semakin baik prestasi belajar yang di dapatkan. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa mulai dari sebelum diberi tindakan yaitu 45,00% meningkat menjadi 65,00% pada siklus I. Peningkatan prestasi belajar siswa ini semakin optimal 100,00%. Untuk mengetahui efektifitas penerapan metode kontekstual terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari Gambar 2.
PENUTUP Kesimpulan
Dalam menerapkan metode konteks-tual guru mengusahakan siswa agar sebanyak mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan respon terhadap pertanyaan guru, sedangkan siswa lainnya menulis
jawaban dan menanggapi secara lisan, kemudian guru meminta untuk menyusun dan menata kembali informasi yang diperolehnya dari bacaan atau LKS, guru ju-ga mempersiapkan kegiatan siswa berdasar-kan tujuan pembelajaran yang dirumusberdasar-kan sebelumnya. Dalam kegiatan ini guru mene-mpatkan diri sebagai fasilitator dalam pem-belajaran sehingga pempem-belajaran berpusat kepada siswa. Strategi pembelajaran dengan menggunakan metode aktivitas dimungkin-kan dapat meningkatdimungkin-kan prestasi belajar Ma-tematika materi pokok Operasi hitung bilangan bulat Dengan Metode Pendekatan kontekstual Pada Siswa Kelas V SDN 2 Malasan Tahun Pelajaran 2014/2015 Semes-ter 1 pada mata pelajaran Matematika, de-ngan persentase ketuntasan belajar siswa yang meningkat pada setiap siklusnya yaitu dari 45,00% meningkat menjadi 65,00% pada siklus I. Peningkatan prestasi belajar siswa ini semakin optimal 100,00%.
Saran
Kepada guru mata pelajaran Matetika agar mempertimbangkan pemberian ma-teri pembelajaran dengan mengenalkan ke-pada siswa dengan menggunakan berbagai macam strategi. Salah satunya adalah metode kontekstual. Kepada guru yang mengajarkan mata pelajaran Matematika, hendaknya selalu mempunyai kreativitas dalam menggunakan strategi belajar yang diberikan kepada siswa. Metode kontekstual bukan satu-satunya strategi yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Artinya guru perlu mengembangkan strategi belajar dengan teknik lain agar proses belajar siswa lebih variatif. Dengan peningkatan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar, maka diharap-kan dapat meningkatdiharap-kan hasil belajar secara optimal.
Gambar 1 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa
DAFTAR RUJUKAN
Blanchard. 2001. Effectif Evaluation. San Fransisco: Jossey- Bass Publisher Hamalik, O. 2002. Perencanaan
Pembela-jaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Miles, M.B., & Hubermen, A.M. 1984.
Analis Data Qualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia,
Moleong, L. J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Durenan: PT Remaja Ros-dakarya
Spradley, J., P. 1980. Participant Obser-vation. New York: Holt, Rinehart and Wiston
Suwito, A. 2007. Implementasi Kurikulum Matematika Berbasis Kompetensi pada Kelas V SD Istimewa III Lembaga Pe-masyarakatan Anak Blitar. Skripsi tidak diterbitkan. Malang:Universitas Negeri Malang.
Usman, Uzer, M. 2002. Menjadi Guru Pro-fesional. Edisi Kedua. Cetakkan ke-empat belas. Durenan: PT Remaja Rosdakarya.
Zuriah, N. 2003. Penelitian Tindakan dalam Bidang Pendidikan dan Sosial. Edisi Pertama. Malang: PT Remaja Rosda-karya 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00
SEB. SIKLUS SIKLUS I SIKLU SII 65.00 77.50 82.50 45.00 65.00 100.00 NILAI RATA-RATA % KETUNTASAN