• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN AJAR KIMIA DAN ANALISIS HASIL PERT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAHAN AJAR KIMIA DAN ANALISIS HASIL PERT"

Copied!
228
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN AJAR

PRODI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT

karena hanya berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan penyusunan bahan ajar Kimia dan Analisis Hasil Pertanian ini. Salawat dan salam tak lupa pula kami haturkan kehadirat Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke dalam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian, Ketua Prodi Teknologi Industri Pertanian dan Ketua Prodi Teknologi Pangan yang telah mendukung dalam penulisan bahan ajar ini, serta terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam menyelesaikan bahan ajar ini.

Penulis merasa bahwa penyusunan bahan ajar ini sangat penting khususnya untuk mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Serambi Mekkah dan dapat dijadikan sebagai salah satu literatur dibidang pengajaran dan penelitian dalam bidang Kimia dan Analisis Hasil Pertanian. Penyusunan bahan ajar ini merupakan suatu tugas yang mulia dalam membagi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta informasi untuk seluruh pembaca. Bahan ajar ini disusun berdasarkan kondisi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian yang disusun dengan sederhana dan mudah dipahami.

Banda Aceh, 24 Februari 2017

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Konsep Dasar Kimia dan Analisis Hasil Pertanian

Perhitungan Dasar Kimiawi

Perencanaan Analisis Bahan Pertanian

Air dan Analisa Kadar Air

Protein dan Analisis Kadar Protein

Karbohidrat dan Analisis Karbohidrat

Lemak, Minyak dan Analisis Kadar Lemak dan Minyak

Vitamin dan Analisis Kadar Vitamin

Mineral dan Analisis Kadar Mineral

Aditif dan Analisis Bahan Aditif

(4)

KONSEP DASAR KIMIA

ANALISIS HASIL PERTANIAN

Irmayanti, S.TP., MT

Jurusan Teknologi Industri Pertanian

[email protected]

Mata Kuliah Kimia dan Hasil Analisis Pertanian

(5)

MENGAPA KEAMANAN

LABORATORIUM PENTING?

n UNTUK MENCEGAH:

Dampak buruk dari bahan kimia berbahaya

Paparan organisme, penyakit, dll di

laboratorium

Bahaya peralatan laboratorium

jika tidak

ditangani dengan benar

TUJUAN PELATIHAN KEAMANAN

LABORATORIUM

Untuk menunjukkan pentingnya program

laboratorium yg tertulis.

Untuk menunjukkan pentingnya peralatan

keamanan dan peralatan perlindungan diri.

Untuk menunjukkan pentingnya

(6)

Keamanan lab. harus dipahami:

semua karyawan, termasuk petugas

kebersihan dan pelayanan

mahasiswa S1

mahasiswa S2 dan S3

peneliti

pengunjung

KAJI ULANG KEAMANAN

LABORATORIUM PERLU SAAT

:

n

ada pegawai baru

n

ada prosedur baru

n

ada perubahan prosedur

(7)

KEAMANAN LAB.

CONT

..

PROSEDUR LABORATORUM

MUST BE SITE SPECIFIC !

berdasarkan kebutuhan,

kondisi, dan peralatan

JENIS LABORATORIUM

n

Patologi

n

Kimia

n

Biologi

n

Radiasi

n

Tanah

(8)

Kebijakan dan Posedur Laboratorium

Harus (Must be):

tertulis dan tersedia

MELIPUTI

n

Prosedur umum atau peraturan

n

Glassware

n

Material handling and care

n

Peralatan (

Equipment

)

n

Peralatan keamanan

n

Keamanan listrik

n

Prosedur pembuangan limbah

n

Rencana tanggap darurat

(9)

Prosedur Umum atau Peraturan:

n

biasanya bersifat umum untuk semua

bidang

Prosedur atau Peraturan Umum

:

makanan dan minuman tdk boleh ada di

laboratorium

dilarang memipet dg mulut

tidak boleh bekerja sendirian

mengenakan alat perlindungan diri

dilarang merokok di laboratorium

(10)

PROSEDUR

GLASSWARE

n

Penyimpanan

n

Penggunaan yg sesuai

n

Pembersihan

n

Pembersihan “

glassware

” yg pecah

n

Pembuangan

glassware

” yg pecah

Penanganan

Glassware

(11)

Penanganan Glassware cont

n

Atau terlihat seperti ini?

Bahan Laboratorium

n

Meliputi:

bahan kimia

tanaman

hewan

pathogen

(12)

Prosedur penanganan bahan kimia

– labeling yg sesuai, termasuk limbah

– penyimpanan yg sesuai

<lemari penyimpanan

<simpan bahan kimia yg “compatible” bersama

<ruangan berventilasi baik dan suhu sesuai

Prosedur penanganan bahan kimia

cont..

n Menjaga inventaris yg ada n Prosedur pembelian n Penanganan yg tepat

gunakan label atau MSDS

jangan pernah menguji dg merasakan atau membaui

– asam tuangkan dalam air jangan sebaliknya

– Hati-hati dan gunakan peralatan yg sesuai saat mengaduk memanaskan cairan yg mudah terbakar

(13)

Penanganan hewan dan tanaman

n Prosedur untuk pemeliharaan hewan dan tanaman

termasuk pemberian makan dan penyiraman

n Prosedur untuk pembersihan kandang

n Prosedur untuk pembersihan dan/atau dekontaminasi

ruang dan lokasi

n Prosedur untuk masuk dan keluar dari tempat

terkontaminasi

n Prosedur untuk penanganan hewan dan tanaman n Prosedur untuk gigitan atau cakaran hewan n Prosedur untuk pembuangan untuk mencegah

penyebaran penyakit

Penanganan penyakit atau organism

n Hanya yg berkepentingan diperbolehkan di

laboratorium penyakit infeksi

n Tidak boleh individual bekerja sendirian

n Prosedur untuk penggnaan dan pemeliharaan alat yg

sesuai

n Gunakan kontainer yg sesuai untuk transportasi,

inkubasi dan penyimpanan

n Pelabelan laboratorium dan kultur n Prosedur disinfeksi yg sesuai n Prosedur Hygiene

(14)

Penanganan dan penggunaan peralatan lab.

– Instalasi yg tepat

– Pelatihan

penggunaan alat

– Tersedia manual atau prosedur

n

Oven pengering

n

Tabung gas

bertekanan

(15)

Peralatan Lab.

Gambar mana lebih baik, ?

PERALATAN KEAMANAN

tersedia peralatan yang sesuai

memerlukan pelatihan pada lokasi

sehingga setiap orang mengetahui

bagaimana dan kapan menggunakan

peralatan dgn tepat

pelatihan tentang pemeliharaan dan

(16)

PERALATAN KEAMANAN

– PERTOLONGAN I DAN PENANGANAN

Pertolongan Pertama dan

Penanganan Medis

n

Kotak P3K tersedia dan simpan di

tempat yg tepat (tdk kadaluarsa)

n

Melatih petugas pertolongan pertama

atau

n

Fasilitas medis terjangkau 15 menit

(17)

Peralatan “Emergency”

n

Selimut api (

Fire blankets

)

n

Pemadam api

n

Sistem pemberitahuan darurat

n

Sarana komunikasi tidak dibatasi

n

Peralatan emergency lain diperlukan

untuk kebutuhan lab. yg spesifik.

Tempat Emergency Showers &

Eyewash

(18)

Tempat Emergency Showers and Eyewash

< harus tersedia

< showers harus teruji beroperasi dengan

baik dengan bukti terdokumentasi

Alternatif untuk Menginstal:

Showers and Eyewashes

n

Portable showers atau eyewashes

n

Sambungan terkoneksi dengan keran

yang ada

harus mampu mensupply air paling tidak

15 menit secara terus menerus

Harus tetap mengalir sampai saatnya

(19)

Material Safety Data Sheets, (MSDS)

– Diperlukan untuk setiap bahan kimia

– Membutuhkan kaji ulang dr karyawan dan mahasiswa

– Mudah diakses oleh karyawan dan mahasiswa MSDS FILE

Informasi MSDS Meliputi:

n

Nomenklatur meliputi :chemical family dan

formula

n

Komponen berbahaya

n

Data fisik

n

Bahaya api dan ledakan

n

Bahaya kesehatan

n

Prosedur tumpahan dan kebocoran

n

Informasi proteksi khusus

n

Tindakan pencegahan dlm penyimpanan dan

(20)

Peralatan Perlindungan Diri (PPD)

n

INSTITUSI HARUS:

Menyediakan PPD untuk semua karyawan

(gratis)

–melatih karyawan bgm menggunakan PPD scr tepat

–melatih karyawan ttg keterbatasan PPD

–Melatih karyawan peduli dgn cara yg tepat thdp penyimpanan,kegunaan dan

pembuangan PPD.

PPD yg tepat:

– Jas lab.

– Sarung tangan-latex,nitrile,neoprene

– goggles, face shields, safety glasses

– respirators-full, partial, dust mask

(21)

KEAMANAN LISTRIK

– proteksi karyawan dan peralatan

– inspeksi panels dan plugs

– GFIs (ditentukan oleh kode)

– pelindung arus

– inspeksi & pelaporan program

PROSEDUR PEMBUANGAN

– limbah kimia

– organism, penyakit, hewan

– glassware

– tumpahan

(22)

PROSEDUR PEMBUANGAN

CONT

.

n

Personil terlatih untuk menangani

pembuangan

n

Memenuhi semua peraturan dan regulasi

n

Pembuangan kontainer yg tepat

n

Kontrak pembuangan limbah

n

Pembuangan tidak mencemari manusia,

hewan, tanaman, termasuk dekontaminasi,

sterilisasi., incinerasi, autoclaving

RENCANA TANGGAP DARURAT

n

institusi harus mengembangkan

rencana tanggap darurat

SEBELUM

terjadi situasi darurat (

emergency

)

(23)

Rencana Tanggap Darurat Meliputi:

pengenalan emergencies

garis komando

metoda komunikasi

tempat aman dan rute evakuasi

kontrol dan keamanan lokasi

Rencana Tanggap Darurat Meliputi

cont.:

prosedur dekontaminasi

penyediaan alat penanganan medis

emergency alerting and response

procedures

PPD dan peralatan emergency untuk

clean-up

(24)

INSPEKSI LABORATORIUM

n

Pengembangan laporan inspeksi yg

tepat untuk laboratorium

n

Mencakup semua bidang yang terkait

dengan laboratorium

praktek personil

praktek operasional

peralatan

peralatan perlindungan darurat

persediaan bahan

lain-lain

(25)

PENGENALAN ALAT DASAR

LABORATORIUM

Irmayanti, S.TP., MT

Jurusan Teknologi Industri Pertanian [email protected]

Mata Kuliah Kimia dan Analisis Hasil Pertanian

PENDAHULUAN

Peralatan lab dasar ini merupakan alat yang

berinteraksi langsung dengan bahan atau

objek praktikum, dan tidak merusaknya.

Peralatan dasar ini terdiri dari 3 bahan

utama, yaitu:

 Bahan gelas,

 Bahan Porselen,

(26)

Bahan Gelas

Memiliki sifat khusus, yaitu tahan panas

terutama merk

Pyrex

.

Bahan gelas yang digunakan merupakan

campuran

dari

senyawa-senyawa

yang

diformulasikan menjadi :

 Gelas Borosilikat, sifat tahan terhadap kenaikan suhu yang mendadak, kurang tahan terhadap senyawa alkali tetapi lebih tahan terhadap senyawa asam.

(27)

Bahan Porselen

Memiliki sifat khusus, yaitu:

 Tahan terhadap suhu sangat tinggi.

 Tidak tembus sinar, karena di glatsir.

Bahan Plastik

 Bahan ini memiliki sifat yang beragam, tergantung dari bahan penyusunnya. Sifatnya seperti:

 Keras atau lentur.

 Tembus sinar (translucent).

 Tembus pandang (transparant).

 Tidak tembus siner (opaque).

(28)

Bahan Logam

Terbuat dari besi atau kuningan.

(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)

Pemeliharaan & Penyimpanan

Alat

1. Alat gelas dibersihkan dengan sabun detergen dengan

menggunakan sikat yang sesuai. (dapat dilihat di bawah).

2. Alat plastik bersihkan gunakan spons agar tidak tergores. 3. Alat gelas yang telah bersih terlihat jika seluruh alat menjadi

basah. Bila belum bersih tampak kumpulan air (titik-titik air) pada permukaan alat.

4. Minyak atau kerak dapat dihilangkan dengan cara merendam

selama satu malam dalam:

(39)

Pemeliharaan & Penyimpanan Alat

5. Alat gelas yang telah bersih perlu dikeringkan terlebih dahulu pada rak pengering sbb:

6. ALat logam dapat dicuci dengan sabun dan kemudian dikeringkan sebelum disimpan.

Penyimpanan

 Alat gelas dipisahkan dengan alat logam,

 Alat gelas seperti tabung reaksi, pipet, dan pipa buret dapat ditempatkan pada rak khusus.

 Termometer dibersihkan dengan air, kemudian dikeringkan dan biarkan pada suhu ruangan, baru masukkan pada tempatnya untuk disimpan.

 Alat logam misalnya statif, batang statif tidak perlu dilepas dari dasar statif, dan diletakkan di atas meja.

(40)
(41)

PERENCANAAN ANALISIS BAHAN PERTANIAN

Irmayanti, S.TP

[email protected] Jurusan Teknologi Industri Pertanian Mata Kuliah Kimia dan Analisis Hasil Pertanian

Tujuan analisis

(10’)

Faktor-faktor yang mempengaruhi

keberhasilan analisis (15)

Sampling (25)

Macam-macam sample

Prosedur sampling (

s. plan

)

Problem2 dalam sampling

Preparasi

sample (25’)

(42)

Tujuan analisis

Untuk mendapat data yang akurat dan

mendapatkan informasi yang benar

mengenai sifat atau kualitas suatu

bahan.

Kepentingan di

Pabrik/ industri pangan

Lembaga pemerintah (pengawasan)

Riset dan pengembangan ilmiah.

Pengendalian mutu di pabrik

Penting untuk memonitor sifat khas

(komposisi):

Bahan dasar

Ingredients

Produk antara

(43)

Idealnya keseluruhan bahan dilakukan

analisis, tetapi jika banyak

tdk

memungkinkan.

Maka, perlu diambil sebagian (porsi) yg

dianalisis.

Memilih suatu porsi dari volume produk

total dan dianggap kualitas (sifat-sifat)

atau komposisi porsi yg dipilih tsb

mencerminkan keseluruhan dari

lot.

(44)

Mendapatkan suatu “porsi” atau “sample”

yang mewakili (representative) dari

keseluruhan bahan disebut

Sampling,

Jumlah total dari di mana sample diambil

disebut

populasi.

Teknik sampling yang baik/ benar dapat

membantu menjamin bahwa

pengukuran-pengukuran kualitas sample

adalah estimasi yang tepat (akurat) dari

kualitas populasi.

Dengan sampling hanya sebagian

(fraksi) dari populasi, kualitas populasi

dapat diestimasi, shg:

Menghemat beaya

Waktu

Tenaga

Dari pada harus mengukur keseluruhan.

Sample hanyalah suatu estimate dari

the true

(45)

Pemilihan prosedur sampling

Pendefinisan secara jelas populasi yang

di-sampling adalah penting.

Populasi dapat bervariasi dalam ukuran

dari

Lot produksi

Suatu produksi harian, sampai

Isi gudang

Mengekstrapolasi informasi yg didapat dari

suatu sample suatu

lot

produksi ke populasi

lot

dapat dilakukan dengan akurat, tetapi

kesimpulan tdk dapat ditarik dari data yang

menggambarkan populasi yg lebih besar,

seperti keseluruhan gudang.

Populasi dapat

finite,

seperti ukuran suatu

lot

,

atau,

Infinite,

seperti dalam jumlah pengamatan

suhu yang dibuat dari suatu lot suatu waktu.

Populasi Finite: sampling memberikan suatu

estimate kualitas lot,

(46)

Data yg diperoleh dari suatu analisis

adalah hasil dari tahap-tahap prosedur:

1.

Sampling,

2.

Preparasi sample,

3.

Pelaksanaan analisis (di lab.)

4.

Perhitungan/pengolahan data, dan

5.

Interpretasi data.

Ada potensi terjadi error pada tiap tahap, dan

ketidak pastian (

uncertainty

), atau

reliability

dari hasil akhir tergantung pada akumulasi

error tiap tahap.

Variansi (

Variance

) adalah suatu estimate dari

ketidak-pastian (

uncertainty

).

Presisi:

tingkat kesesuaian nilai antar ulangan.

Akuras

i: tingkat kesesuaian nilai hasil analisa

dengn nilai sebenarnya.

Ukuran sample yg lebih besar -

sampling

reliability

labih besar.

Ukuran sample ditentukan bbrp faktor:

(47)

Rencana sampling (

Sampling

plan)

Umumnya sampling dilakukan untuk tujuan

tertentu.

Tujuan ini menentukan sifat pendekatan

sampling.

Sampling plan:

a predetermined procedure

for selection, withdrawal, preservation,

transportation, and preparation of the

portions to be removed from a lot of

samples

” (IUPAC).

Rencana Sampling

(48)

Sample plan harus berupa dokumen yg

ditulis dengan runtut,

sistematik/terorganisir, yang menetapkan

prosedur-prosedur yang diperlukan untuk

melaksanakan tujuan program.

Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan

sampling plan

Faktor yg harus dipertimbangkan

Pertanyaan

Tujuan pemeriksaan/ inspeksi Apakah untuk menerima atau menolak lot ? Mengukur kualitas rata-rata dari lot? Menentukan variabilitas produk? Sifat dasar bahan Homogen atau heterogen?

Ukurn unitnya?

Harga bahan yg disampling? Sifat metode pengujiannya Apakah pengujiannya kritis?

Jika produk gagal untuk lewat (pass)

pengujian menyebabkan kematian? Destructive atau non-destructive; beaya? Sifat dasar populasi yg diteliti Apakah besar tapi seragam?

Apakah lot mengendung sub-lot yg lebih kecil dan mudah diidentifikasi?

(49)

Attribute sampling (C. botulinum?)

Sampling

Variable sampling (kadar NaCl?)

Sample menurut bentuk

bahan

Bahan padat

Cair

Gas

(50)

Sample

Gross sample

Laboratory sample

Sampel analisis (Analysis sample)

Sampling procedures

Penggunaan data yg diperoleh

menentukan prosedure sampling yg

akan dilakukan.

Contoh:

Metode untuk sampling terigu dari

karung-karung.

Jumlah karung yg harus di-sampled

ditentukan dengan akar jumlah karung

dalam lot.

(51)

Karung yang di-sampled adalah yang paling

sering terpapar. Yg lebih sering terpapar

di-sampled.

Sampling : menarik isi dari suatu pojok pada

bagian atas karung secara diagonal ke

tengah. Sample kedua diambil dari pojok

yang berlawanan.

Dengan alat sampling berbentuk silinder dg

diameter 13mm, dengan lubang tempat

masuknya sample.

Sample terigu kemudian disimpan untuk

analisis, dalam wadah bersih, kedap udara,

Tiap karung diambil sample nya demikian.

Homogen

Populasi

(52)

Manual

VS

Continuous Sampling

Manual sampling:

Harus berusaha mengambil “random sample”

menghindari

bias

Sample diambil dari berbagai lokasi dlm

populasi (di-

”campur”/ aduk dulu)

Untuk liquid dlm wadah kecil

hrs digojog.

Liquid bisa di-pipet, dipompa, atau dicelupkan

alat.

Untuk bijian-bijian (Manual)

Untuk biji-bijian dalam wadah (box)

besar, tak mungkin dg pengadukan,

maka sampling dg cara mendapatkan

dg probe (probing) dari bbrp titik scr

random dalam wadah tsb.

Untuk bahan granular dan bubuk

(53)

Continuous sampling

Dilakukan dengan alat (mekanis)

Bisa bentuk liquid atau solid

Human bias

lebih rendah dari pada

manual sampling.

Problem-problem dalam

sampling

Data analisis VS teknik sampling.

Kemungkinan terjadi error karena tdk

diketahui distribusi populasinya, dan

pengambilan sample tdk representatif.

Unreliable data (data yg tak

(54)

Sample harus disimpan wadah yg

melindungi dari lembab, sinar, udara)

yg dapat mempengaruhi perubahan

sample.

wadah kedap udara.

wadah dg kaca gelap, atau bungkus

dg alumunium foil untuk menghindari

pengaruh sinar.

Wadah diberi gas N2

simpan pada suhu dingin

(untuk sample bentuk emulsi , jangan

simpan di Freezer)

Harus diberi identitas / label jelas.

Jangan sampai terjadi kesalahan

pelabelan

(55)

Preparasi sample

(Preparation of Samples)

Pengecilan ukuran (umum)

Penggilingan (grinding)

Alat

Ukuran partikel

Inaktivasi enzim

Pencegahan oksidasi lemak

Pencegahan kontaminasi mikrobia.

Pengecilan ukuran

Jika ukuran partikel atau massa sample

terlalu besar untuk analisis, maka harus

dilakukan pengecilan ukuran.

Untuk mendapatkan jumlah yg lebih kecil ,

sample dihamparkan pada suatu

permukaan (mis.kain lebar), kmd dibagi

menjadi empat. Kedua bagian perempat

yang bersebarangan digabung. Jika masih

terlalu besar, dibagi empat lagi, digabung

lagi, dmk seterusnya sampai didapat sample

laboratory yg representative.

(56)

Penggilingan (Grinding)

Penting untuk preparasi sample.

Banyak macam alat

mengecilkan

ukuran dan menghomogenkan/

menyeragamkan.

Untuk menghomogenkan sample yg

berair (moist), gunakan blender, meat

mincer, tissue grinder dll.

Untuk dry sample

mortar, mill.

Yg perlu diperhatikan:

- waktu menggiling, hindari timbulnya

panas.

- hindari kontak langsung dg logam yg

kemungkinan akan menkontaminasi pd

sample.

Untuk sample kering, ukuran partikel untuk

analisis k. air, protein dan abu adalah 20

mesh,

(57)

Inaktivasi enzim

Bahan2 pangan sering mengandung

enzim yg dapat mendegradasi

komponen2 yg akan dianalisis.

Karena itu, perlu dikendalikan/

diinaktivasi, sesuai dg jenis bahannya.

Mis, dg perlakuan panas, dengan

pembekuan suhu -20 atau -30oC, atau

dengan pengaturan pH.

Melindungi oksidasi lipida

Dalam preparasi sample, kandungan

lipid menimbulkan problem khusus.

Bahan dg kandungan lipida tinggi sulit

digiling, perlu digiling keadaan beku.

Lipida yang tak jenuh jg rentan

mengalami oksidasi, selama

(58)

Sinar juga mempengaruhi oksidasi.

Kadang bisa ditambahkan antioksidan

jika tdk mengganggu analisis.

Lipid dalam intact tissue relatif lebih

stabil dari pada setelah diekstrak.

Simpan dingin lebih aman thd oksidasi.

Pertumbuhan mikrobia dan

kontaminasi

Mikroorganisme terdapat hampir pada

semua bahan pangan, dan dapat

merubah komposisinya.

Bisa cross contamination

tangani dg

cermat.

Sample harus dilindungi dengan;

Simpan beku

Tambahkan zat antimikrobia jk

(59)

Irmayanti, S.TP., MT

[email protected] Jurusan Teknologi Industri Pertanian Mata Kuliah Kimia dan Hasil Analisis Pertanian

(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)

Analisis Kadar Air

•Pentingnya kadar air dlm bahan pangan:

1. Mrp faktor kualitas dlm pengawetan bbrp produk & mempengaruhi stabilitas.

Ex. Dried milks

2. Pengurangan kdr air digunakan utk kenyamanan dlm pengemasan atau pengiriman produk.

Ex. Liquid cane sugar (67% solid)

(72)

Air dalam bahan pangan:

1. Air bebas:

terdapat dlm ruang antar sel dan pori-

pori

bahan

2. Air terikat

air berikatan dengan makromolekul (protein,

karbohidrat), berbentuk hidrat

dng garam-garam dlm sel (Na

2

SO

4

.10H

2

O)

Metode Analisis

•Metode oven kering

•Metode oven vakum

•Metode Distilasi

•Metode fisik

(73)

Metode oven kering

•Digunakan untuk seluruh hasil pertanian, kecuali yg mengandung senyawa volatil dan mengalami kerusakan komposisi pada pemanasan suhu 100oC, pada tekanan 1 atmosfer.

•Kelebihan:

Sangat sederhana, relatif cepat, dan dpt digunakan utk jumlah sampel yg banyak

•Kekurangan:

dekomposisi selama pengeringan, penguapan komponen volatil, sulit utk menghilangkan air terikat

•Keakuratan dipengaruhi:

(74)

Prinsip:

sampel dikeringkan dg oven 100-102

o

C

sampai berat konsta

n

Prosedur

•Wadah dikeringkan dlm oven 15 menit

•Dimasukkan desikator, dinginkan, dan timbang •Timbang sampel ± 2-5 g

•Dikeringkan 3 jam

•Dinginkan dlm desikator dan timbang •Panaskan lg dlm oven 30 menit •Dinginkan dlm desikator dan timbang

(75)

Perhitungan

a = berat awal sampel (g) b = berat konstan sampel (g)

a - b

Kadar air (%bb) = x 100 % a

a - b

Kadar air (%bk) = x 100 % b

b

Kadar total padatan (%) = x 100 % a

Metode Oven Vakum

(76)

•Kelebihan:

pemanasan pd suhu rendah shg mencegah dekomposisi sampel

•Kekurangan:

tidak dapat menganalisis sampel dlm jumlah banyak

Prinsip

(77)

Prosedur

•Wadah dikeringkan dlm oven 105oC selama 30 menit

•Dinginkan dlm desikator dan timbang

•Timbang sampel ± 2-5 g dlm wadah yg telah diketahui beratnya

•Keringkan dlm oven vakum selama 6 jam, suhu 60-70 oC dg

tekanan ± 25 mmHg

•Lakukan pengeringan sampel hingga diperoleh berat konstan

Metode Distilasi

(78)

Kelebihan:

- distilasi dg memanaskan cairan sgt efektif dlm

transfer panas

- penghilangan air lbh cepat

- kerusakan oksidasi lbh rendah

Prinsip

Air dlm bahan disuling dg menggunakan pelarut organik. BJ air > BJ pelarut organik, shg air ada di lapisan bawah dan

bisa dibaca volumenya

Titik didih air < titik didih pelarut organik

Pelarut organik (toluen, benzena dan xylene) tdk dapat bercampur dg air

(79)

Labu Sterling-Bidwell

Prosedur

•Labu didih diisi sampel (misalnya timbang 3-4 g sampel (W))

•Isi labu dg solvent (toluen, n-hexan)

•Hubungkan labu Sterling-Bidwell dg kondenser dan labu didih

(80)

Perhitungan

V = volume air (ml)

W = berat awal sampel (g)

PRACTICE PROBLEMS

(81)

•Sampel awal = (4,6274 – 1,0376) g = 3,5898 g •Sampel kering = (1,7321 – 1,0376) g = 0,6945 g •Air yg dihilangkan = (3,5898 – 0,6945) g

= 2,8953 g

Kadar air = (2,8953/3,5898) x 100% = 80,65%

Total padatan = (0,6945/3,5898) x 100% = 19,35%

(82)

Irmayanti, S.TP., MT

Jurusan Teknologi Pangan

Mata Kuliah Analisa Pangan

(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)

KARBOHIDRAT

DAN ANALISIS KARBOHIDRAT

Irmayanti, S.TP., MT

(99)

Jenis-Jenis Karbohidrat

• Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi :

Monosakarida

Oligosakarida

Polisakarida.

Monosakarida

Tata nama monosakarida tergantung dari gugus fungsional yang dimiliki dan letak gugus hidroksilnya.

Monosakarida yang mengandung satu gugus aldehid disebut aldosa, ketosa mempunyai satu gugus keton.

Monosakarida dengan enam atam C disebut heksosa, misalnya glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

(100)

Oligosakarida

Oligosakarida adalah polimer dengan derajat

polimerasasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air.

Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut disakarida, bila tiga molekul disebut triosa, bila sukrosa terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa.

Ikatan antara dua molekul monosakarida disebut

ikatan glikosidik. Ikatan ini terbentuk antara

gugus hidroksil dari atom C nomor satu yang

juga disebut karbon anomerik dengan gugus

hidroksil dan atom C pada molekul gula yang

lain.

(101)

• Ada tidaknya sifat pereduksi dari suatu molekul gula ditentukan oleh ada tidaknya gugus hidroksil (OH) bebas yang reaktif.

• Sukrosa tidak mempunyai gugus OH bebas yang reaktif karena keduanya sudah saling terikat, sedangkan laktosa mempunyai OH bebas pada atom C no. 1 pada gugus glukosanya. Karena itu, laktosa bersifat pereduksi sedangkan sukrosa bersifat non pereduksi.

• Sukrosa adalah oligosakarida yang berperan penting dalam pengolahan makanan dan banyak terdapat pada tebu, bit, siwalan, dan kelapa kopyor.

• Pada pembuatan sirup, gula pasir (sukrosa) dilarutkan dalam air dan dipanaskan, sebagian sukrosa akan terurai menjadi glukosa dan fruktosa, yang disebut gula invert.

(102)

• Oligosakarida dapat diperoleh dari hasil hidrolisis polisakarida dengan bantuan enzim tertentu atau hidrolisis dengan asam.

• Pati dapat dihidrolisisi dengan enzim amilase menghasilkan maltosa, maltotriosa, dan isomaltosa. • Bila pati dihidrolisis dengan enzim transglukosidase

akan dihasilkan suatu oligosakarida dengan derajat polimerisasi yang lebih besar. Senyawa ini disebut dekstrin yang sangat larut dalam air dan dapat mengikat zat-zat hidrofobik sehingga dipergunakan sebagai food additive untuk memperbaiki tekstur bahan makanan.

Polisakarida

• Polisakarida dalam bahan makanan berfungsi sebagai penguat tekstur (selulosa, hemiselulosa, pati, dan lignin) dan sebagai sumber energi (pati, dektrin, glikogen, dan fruktan). Polisakarida penguat tekstur ini tidak dapat dicerna tubuh, tetapi merupakan serat-serat (dietary fiber) yang dapat menstimulasi enzim-enzim pencernaan.

(103)

Pati

• Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan alfa-glikosidik.

• Berbagai macam pati tidak sama sifatnya, tergantung dari panjang rantai C-nya, serta apakah lurus atau bercabang rantai molekulnya.

• Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas.

• Fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi tidak terlarut disebut amilopektin. Amilosa mempunyai struktur lurus sedang amilopektin mempunyai cabang.

Gelatinisasi

• Pati dalam jaringan tanaman mempunyai bentuk granula yang berbeda-beda. Dengan mikroskop jenis pati dapat dibedakan karena mempunyai bentuk, ukuran, dan letak hilum yang unik.

• Bila pati mentah dimasukkan ke dalam air dingin, granula patinya akan menyerap air dan membengkak. Peningkatan volume granula pati yang terjadi di dalam air pada suhu 55 0C 65 0C merupakan pembekakan

yang sesungguhnya, dan setelah pembengkakan ini granula pati dapat kembali ke kondisi semula.

(104)

• Suhu pada saat granula pati pecah disebut suhu gelatinisasi yang dapat dilakukan dengan penambahan air panas.

• Pati yang telah mengalami gelatinisasi dapat

dikeringkan, tetapi molekul-molekul tersebut tidak dapat kembali lagi ke sifat-sifat semula. Bahan yang telah kering tersebut masih mampu menyerap air dalam jumlah yang cukup besar. Sifat inilah yang digunakan agar instant rice dan instant pudding dapat menyerap air dengan mudah, yaitu dengan menggunakan pati yang telah mengalami gelatinisasi.

Selulosa

• Selulosa merupakan serat-serat panjang yang bersama-sama hemiselulosa, pektin, dan protein membentuk struktur jaringan yang memperkuat dinding sel tanaman. • Turunan selulosa yang dikenal dengan carboxymethyl

(105)

Pektin

• Pektin secara umum terdapat dalam dinding sel primer tanaman, khususnya di sela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa pektin berfungsi sebagai perekat antara dinding sel satu dengan yang lain.

• Pada umumnya senyawa pektin dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok senyawa yaitu asam pektat, asam pektinat (pektin), dan protopektin.

• Kandungan pektin dalam tanaman sangat bervariasi baik berdasarkan jenis tanamannya maupun bagian-bagian jaringannya.

• Komposisi kandungan protopektin, pektin, dan asam pektat di dalam buah sangat bervariasi tergantung pada derajat pematangan buah.

Pada umumnya protopektin yang tidak dapat

larut itu terdapat dalam jaringan tanaman yang

belum matang.

Potensi pembentukan jeli dari pektin menjadi

berkurang dalam buah yang terlalu matang.

Buah-buahan yang dapat digunakan untuk

(106)

Glikogen

• Glikogen merupakan “pati hewan”, banyak terdapat pada hati dan otot bersifat larut dalam air, serta bila bereaksi dengan iodin akan berwarna merah.

• Glikogen juga telah berhasil diisolasi dari benih jagung (sweet corn).

• Glikogen disimpan dalam hati hewan sebagai cadangan energi yang sewaktu-waktu dapat diubah menjadi

glukosa.

Polisakarida Lain

• Gum Arabik yang dihasilkan dari batang pohon akasia • Agar-agar didapatkan dari ganggang merah.

• Asam alginat atau Na-alginat dihasilkan dari suatu ganggang laut yang besar.

(107)

MetodeAnalisis

Analisis Karbohidrat

(108)

•Uji KH secara umum

•Uji Molisch dinamai sesuai penemunya yaitu Hans Molisch, seorang ahli botani dari Australia.

•Prosedur Kerja:

a. Masukkan kedalam tabung reaksi 1 ml sample b. Tambahkan 2 tetes reagen Molish dan dikocok. c. Tambahkan 1 ml H2SO4

d. Amati hasilnya

Uji Molisch

Uji Test

Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat membentuk cincin furfural yang berwarna ungu.

Reaksi positif ditandai dengan munculnya cincin ungu dipurmukaan antara lapisan asam dan lapisan sampel

Sampel yang diuji dicampur dengan reagent Molisch, yaitu α-naphthol yang terlarut dalam etanol.

(109)

Reaction

Reaksi

MolischTest

(110)

Uji Benedict

Uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi.

Gula pereduksi meliputi semua jenis

monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltose

•ProsedurKerja:

a. Masukkan kedalam tabung reaksi 2 tetes sampel b. Tambahkan1 ml Benedict.

c. Panaskan dalam penangas air. d. Amati hasilny

Uji Benedict

Pada uji Benedict, pereaksi ini akan

bereaksi dengan gugus aldehid, kecuali

aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha

hidroksi keton.

(111)

Benedict Test

UjiBenedict

Uji Barfoed

Adalah uji untuk membedakan monosakarida

dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH

serta waktu pemanasan.

ProsedurKerja:

a. Masukkan 5 tetes larutan sample kedalam

tabung reaksi.

b. Tambahkan1 ml reagenBarfoed.

(112)

Uji Barfoed

Prinsipnya berdasarkan reduksi Cu2 +

menjadi Cu + Sampel monosakarida

mempunyai waktu yang lebih cepat

membentuk warna merah bata pada

uji barfoed

Uji Yodium

Pati dan iodium membentuk ikatan kompleks berwarna biru.

Prosedurkerja:

(113)

Uji Yodium

Pati dalam suasana asam bila

dipanaskan dapat terhidrolisis

menjadi senyawa yang lebih

sederhana, hasil pemecahan

pati jika diuji dengan iodium

akan memberikan warna biru,

coklat, kuning sampai tidak

berwarna

Analisis Karbohidrat

(114)

Persiapan Sampel

(Analisis Total Gula dan Gula Reduksi)

Analisis Karbohidrat

Persiapan Sampel Cair

Sampel harus jernih dan bebas dari pengotor Pengotor yang dapat mengganggu analisis adalah:

protein (membentuk kekeruhan),

Fenol (analisis untuk gula pereduksi), furan dan turunannya sebagai produk karamelisasi dan reaksi Maillard (metode anthrone)

Jika sampel keruh harus dilakukan pengendapan terlebih dahulu

(115)

Persiapan Sampel Padat

Gula diekstrak dengan etanol 80% panas

Gula yang terukur adalah gula yang larut dalam etanol yang terdiri dari mono, di, tri, dan tetra, dan oligosakarida

Polisakarida dan protein bersifat tidak larut dalam etanol

Sebelum dilakukan ekstraksi, sebaiknya sampel dibuat bebas lemak

Prinsip analisis:

Pati dihidrolisis oleh asam/enzim, dan hasil

hidrolisis pati dianalisis dengan metode gula

reduksi.

Jumlah gula reduksi ekuivalen dengan

jumlah pati

Kadar pati= kadar gula reduksi x 0.9

BM pati/BM gula= (mX162)/(mX180) = 0.9

Untuk bahan yang mengandung pati dan

dekstrin

(116)

 Sampel padat 2-5 g yang telah dihaluskan atau cair ditambah 50 ml etanol 80% dan aduk selama 1 jam. Suspensi disaring. Filtrat mengandung karbohidrat yang larut dibuang.

 Untuk bahan berlemak, maka pati yang terdapat sebagai residu pada kertas saring dicuci 5 kali dengan 10 ml eter, kemudian cuci lagi dengan 150 ml alkohol 10% untuk menghilangkan lebih lanjut karbohidrat terlarut.

 Residu dipindahkan ke dalam erlenmeyer dengan pencucian 200 ml aquades dan tambahkan 20 ml HCl 25% (bj 1.125), refluks selama 2,5 jam.

 Setelah dingin netralkan dengan larutan NaOH 45% dan encerkan sampai 500 ml, kemudian saring. Kadar glukosa ditentukan.

 Penentuan glukosa seperti pada penentuan total gula. Berat glukosa dikalikan 0.9 merupakan berat pati.

Analisis Pati

Analisis Gula Reduksi

Gula Reduksi

 Golongan gula(KH) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa

 Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas.

(117)

Analisis Gula Reduksi (Nelson-Somogyi)

Hasil reduksi kuprooksida yang bereaksi dengan arsenomolybdat dan akan mereduksi menjadi molybdine blue dan warna biru inilahyang akan diukur nilai absorbansinya.

Intensitas warna biru yang terbentu kekivalen dengan jumlah gula reduksi dalam sampel

Analisis Pati

(118)

Contoh Soal:

Berdasarkan kurva glukosa standar tersebut,

hitung konsentrasi gula reduksi hasil

hidrolisis sampel pati jika nilai absorbansi

yang didapat adalah 0.5

(119)

Komponen bahan pangan yang tidak tercerna yang dinyatakan sebagai komponen tidak larut asam/alkali encer

Residu hasil digesti: serat kasar yang terdiri dari lignin dan selulosa

Analisis Serat Kasar

Serat kasar merupakan residu dari bahan makanan atau produk pertanian setelah diberi perlakuan asam dan alkali mendidih, yang terdiri dari selulosa dan sedikit lignin dan pentosan

Merupakan metode gravimetri

(120)

Haluskan bahan sehingga dapat melalui ayakan diameter 1 mm dan campurlah baik-baik. Kalau bahan tak dapat dihalusksan, hancurkan sebaik mungkin.

Timbang 2 g bahan kering dan ekstraksi lemaknya dengan soxhlet. Kalau bahan sedikit mengandung lemak, misalnya sayur-sayuran gunakan 10 g bahan; tidak perlu dikeringkan dan diekstraksi lemaknya

Pindahkan bahan ke dalam erlenmeyer 600 ml. Kalau ada tambahkan 0,5 g asbes yang telah dipijarkan dan 3 tetes zat anti buih (antifoam agent).

 Tambahkan 200 ml larutan H2SO4 mendidih (125 g H2SO4 pekat/100 ml = 0.255 N H2SO4) dan tutuplah dengan pendidngin balik, didihkan selama 30 menit dengan kadangkala digoyang-goyangkan.

 Saring suspensi melalui kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlenmeyer dicuci dengan aquades mendidih. Cucilah residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam lagi (uji dengan kertas lakmus).

(121)

Analisis Serat Pangan

Serat Pangan (Dietary Fiber)

Analisis selulosa, hemiselulosa, lignin dan

substansi pektat, meliputi:

MetodeADF (

Acid Detergent Fiber

)

MetodeNDF (

Neutral Detergent Fiber

)

Penetapan Lignin

Penetapan Substansi Pektat

Analisis Serat Pangan

SeratPangan(Dietary Fiber)

Analisis metode deterjen (NDF dan ADF) didasarkan pada kemampuan deterjen melarutkan lemak, komponen mengandung N, gula dan bbrp jenis pati.

ADF : sebagian besar selulosa dan lignin NDF : sebagian besar selulosa, hemiselulosa

(122)

Analisis Serat Pangan

Sehingga:

Kadar hemiselulosa = kadar NDF – ADF Kadar selulosa= kadar ADF –kadar lignin

Total serat pangan= kadarNDF + substansi pektat

MetodeADF

Ekstraksi contoh sampel dengan larutan ADF

(setil metrilamonium bromide dalam H2SO4

1 N)

Komponen selain ADF larut, komponen tak

larut disaring, dikeringkan dan ditimbang

Dikoreksikan dengan mineralnya dengan

pengabuan kering

(123)

Metode NDF

Untuk sampel mengandung pati, hidrolisisdg alfa amylase terlebih dahulu

Ekstraksi contoh sampel dengan larutan NDF (campuran EDTA, Na2B4O7.10H2O, lauril sulfat, Na2HPO4 dan 2-etoksi etanol) hingga seluruh komponen non NDF larut

Komponen tak larut disaring, dikeringkan, ditimbang dan dikoreksikan dengan mineralnya dg pengabuan kering

Kadar NDF = selisih berat residu setelah diabukan dengan berat sampel awal

Penetapan Lignin

Ekstraksi contoh sampel dengan larutan NDF (sehingga seluruh komponen selain selulosa dan lignin larut)

Selulosa dlm residudihidrolisis dengan HsSO4 72%, hingga hanyal ignin yg ada dlm residu

Komponen tak larut disaring, dikeringkan, ditimbang dan dikoreksikan dengan mineralnya dgn pengabuan kering

(124)

Penetapan Substansi Pektat

 Reaksi antara O-hidroksi difenil dengan anhidro galakturonat yang menghasilkan warna yang dapat diukur pada panjang gelombang 520 nm

 Metode gravimetri: pectin yg telah diekstrak dr sampel, disaponifikasi dengan alkali dan diendapkan sebagai kalsium pektat (dg penambahan kalsium klorida dlm kondisi asam)  Endapan kalsium pektat dicuci sampai bebas

klorida dikeringkan dan ditimbang residunya

AnalisisTotal KH

Metode Anthrone

Karbohidrat

dalam

asam

sulfat

akan

dihidrolisis menjadi monosakarida dan

selanjutnya

monosakarida

mengalami

dehidrasi oleh asam sulfat menjadi furfural

atau hidroksil metil furfural.

(125)

By difference

Penjumlahan matematis KH dikurangi

komponen lain dalam bahan pangan

Total KH = 100 -(kdrair + abu+ lemak+

prot)

KH dpt dicerna

= 100 - (kdr air + abu + lemak + prot + serat

Tugas

1. Jelaskan prinsip uji kualitatif KH metode uji bial, seliwanof dan fehling!

2. Jelaskan prinsip analisis gula reduksi dengan metode lane eynon dan luff schrool!

3. Berapa kadar serat kasar dari sampel buah apel jika jumlah sampel yang dianalisis adalah 10.5 g. 4. Kertas saring ditimbang, beratnya sebesar 1.2g. 5. Buah apel dikeringkan dulu dan dilanjutkan

dihidrolisis dengan asam dan basa.

(126)

Tugas

4.Diketahuipersamaanregresikurvastandartgul aadalahy = 0.029 x –0.006.

Berdasarkanpersamaanregresitersebut, hitungkadarpatisampeltepungkompositjikanilai absorbansisampelyang didapatadalah0.42, nilaiabsorbansiblanko0.05

danjumlahsampelyang digunakan2 g.

Penetapan Total Gula

1. Metode Anthrone Pendahuluan

Metode ini dapat digunakan untuk semua jenis bahan makanan

Prinsip

(127)

Pereaksi

1. Pereaksi anthrone 0,1% dalam asam sulfat pekat. Dibuat hanya pada waktu hari akan digunakan, tidak stabil, hanya tahan 1 hari.

2. Larutan glukosa standar 0,2 mg/ml. Larutkan 200 mg glukosa dalam encerkan menjadi 100 ml (1 ml = 0,2 mg glukosa).

3. Peralatan

1. Pipet 1 ml 5 ml 2. Tabung reaksi

3. Kelereng/Corong kecil 4. Water bath 100°C 5. Spektrofotometer, kuvet

Cara Kerja

Pembuatan Kurva Standar

1. Pipet ke dalam tabung reaksi 0,0 (blanko), 0,2, 0,4, 0,6, 0,8 dan 1,0 ml larutan glukosa standar. Tambahkan air sampai total volume masing-masing tabung reaksi 1.0 ml.

2. Tambahkan dengan cepat 5 ml pereaksi Anthrone ke dalam masing-masing tabung reaksi.

3. Tutup tabung reaksi (dapat digunakan kelerang) campur merata.

4. Tempatkan dalam water bath 100°C selama 12 menit (rendam dalam air mendidih).

5. Dinginkan dengan cepat menggunakan air mengalir

(128)

Lemak Minyak, dan Analisis Kadar

Lemak dan Minyak

Irmayanti, S.TP., MT

[email protected]

(129)

• Lemak dan minyak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida.

• Lipid merupakan senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut dalam air, yang dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform, heksan, benzol atau eter.

• Struktur molekulnya kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)sehingga lemak mempunyai sifat hydrophob

Menurut

Bloor,

lipid dapat

diklasifikasikan sebagai berikut :

• Lipid sederhana :

– lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),

– ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi

• Lipid majemuk (kompleks)

– Fosfolipid : Fosfolipid + H2O menghasilkan asam lemak + alkohol + asam fosfat + senyawa nitrogen.

– Glikolipid : Glikolipid + H2O menghasilkan asam lemak + karbohidrat + sfingosin.

• Lipid turunan: senyawa-senyawa yang dihasilkan bila lipid sederhana dan lipid kompleks mengalami hidrolisis.

(130)

ASAM LEMAK

Asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup.

Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilatberderajat tinggi (rantai C lebih dari 6).

Asam lemak merupakan penyusun utama lipid (dalam 100 gram lipid terdapat 95% asam lemak)

Struktur umum asam lemak:

• Kepala : hidrofobik

• Ekor : hidrofilik

Sehingga asam lemak dikatakan mempunyai sifat amfipatik

TRIGLISERIDA (Lemak

Netral)

Trigliserida merupakan suatu ester gliserol yang terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol (R, R', R"). Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida

(131)

FOSFOLIPID

Fosfolipid merupakan golongan senyawa lipid dan merupakan bagian dari membran sel makhluk hidup bersama dengan protein, glikolipid, dan gliserol.

Fosfolipid terdiri atas empat komponen:

• Asam lemak

• Gugus fosfat

• Alkohol yang mengandung nitrogen, dan

• Suatu kerangka ( gliserol dan 2 gugus asil)

Jenis Uji pada LIPID

Tujuan :

Mengetahui sifat yang terdapat pada

lipid ( kelarutan, kepolaran,

kejenuhan lipid dan ketengikan lipid)

Analisis lipid mempunyai 2 metode,

yaitu :

(132)

Kualitatif

Analisis kualitatif merupakan analisis kimia

ada/tidaknya komponen radikal, ion kation/molekul

Analisis kualitatif lipid, dilakukan dengan 4 cara, yaitu

:

Uji kelarutan lipid

Uji Akrolein

Uji ketidakjenuhan lipid

Uji ketengikan

Uji kelarutan LIPID

Tujuan

Pengujian kepolaran LIPID

Parameter

Lipid bersifat polar ( larut dalam air dan alkohol )

Lipid bersifat nonpolar ( larut dalam kloroform dan

(133)

Uji Kelarutan LIPID

•Hampir semua minyak dan lemak larut pada pelarut nonpolar ( kloroform dan eter )

Uji Akrolein

Tujuan :

Menentukan keberadaan gliserin/lemak

Parameternya :

(134)

Uji Akrolein

Uji Ketidakjenuhan

LIPID

Parameter pengujian

• Adanya reaksi positif ( berupa timbulnya warna merah saat ditetesi ion Hubs )

• Asam lemak tidak jenuh adanya timbul warna merah yang semakin lama pudar.

(135)

Uji ketidakjenuhan

LIPID

SAMPEL HASIL KETERANGAN

Minyak kelapa + Warna merah Asam oleat - Warna merah pudar

Mentega + Warna merah

Asam palmitat + Warna merah

Margarin + Warna merah

Lemak hewan + Warna merah

Minyak tengik + Warna merah

Keterangan :

( - ) TIDAK JENUH ( + ) JENUH

Rantai Hidrokarbon

(136)

Asam Oleat (struktur

kimia)

Uji Ketengikan LIPID

Tujuan

Mengetahui oksidasi lipid

Parameter

Larutan putih = tidak tengik

(137)

Uji Ketengikan Lipid

Tengiknya suatu larutan karena golongan trigliserida banyak teroksidasi oleh oksigen dalam udara bebas.

Penentuan Lemak dan Minyak

Metode Soxhlet

• Penentuan kadar lemak dengan pelarut, selain lemak juga terikut fosfolipida , strerol, asam lemak bebas, karotenoid, dan pigmen yang lain. Karena itu hasil analisanya disebut lemak kasar (crude fat)

• Pada garis besarnya analisa “lemak kasar” ada dua macam yaitu cara kering dan cara basah.

(138)

Metode Analisis

Prinsip : Lemak diekstrak dengan pelarut dietil eter. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitung persentasenya

Pereaksi: Pelarut dietil eter, petroleum eter, n-hexan dan kloroform.

Peralatan: Alat ekstraksi soxhlet lengkap dengan kondensor dan labu lemak, alat pemanas listrik dan penangas uap, oven, dan timbangan analitik

(139)

Cara Kerja

• Sampel ditimbang sebanyak 5 g, kemudian dibungkus dengan kertas saring.

• Sampel tersebut dimasukkan ke dalam oven untuk menghilangkan kadar airnya. Selanjutnya dimasukkan ke dalam soxhlet yang sebelumnya telah dihubungkan dengan kondensor di atasnya dan labu lemak di bawahnya

• Pelarut heksan dituangkan secukupnya sesuai dengan soxhlet yang digunakan

• Lemak diekstrak dengan melarutkan larutan heksan pada soxhlet minimal 5 jam sampai pelarut yang melewati sampel di dalam labu lemak berwarna jernih

• Selanjutnya labu labu lemak yang berisi hasil ekstraksi dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C

• Setelah dikeringkan sampai didapatkan berat tetap, labu dan lemaknya ditimbang

• Kemudian ditambahkan sebanyak 50 ml KOH 0,5 N alkoholik

• Sesudah ditutup dengan pendingin selanjutnya didihkan sampai minyak tersabunkan secara sempurna ditandai dengan tidak terlihat butir-butir lemak atau minyak dalam larutan.

• Setelah didinginkan kemudian dititrasi dengan HCL 0,5 N menggunakan indikator phenolphthalein.

(140)

• Dibuat perlakuan blanko yaitu seperti perlakuan diatas hanya tanpa sampel. Titrasi blanko ini menunjukkan KOH mula-mula yang digunakan dalam reaksi penyabunan, misalkan titrasi blanko memerlukan (tb) ml

• Reaksi yang terjadi

Alkohol yang ada dalam KOH berfungsi untuk melarutkan asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga terbentuk sabun

Bilangan Penyabunan = (tb-ts) x N HCL x BM KOH

(141)

Penentuan bobot jenis

• Bobot jenis merupakan perbandingan berat dari volume minyak atu lemak pada suhu 25 derajat Celcius dengan berat air pada volume dan suhu yang sama

• Cara penentuannya:

• Sampel minyak atau lemak dimasukkan ke dalam piknometer kemudian ditutup dan direndam dalam air suhu 25 derajat selama 30 menit. Selanjutnya dikeringkan bagian luar piknometer dan ditimbang. Dengan jalan yang sama piknometer diisi dengan air dan ditimbang.

Bobot jenis minyak = Bobot piknometer dan minyak – bobot piknometer kosong

Bobot piknometer dan air – bobot piknometer kosong

Penentuan indek bias

• Indeks bias minyak atau lemak merupakan perbandingan sinus sudut sinar pantul cahaya yang melalui minyak. Pembiasan ini disebabkan karena adanya interaksi antara gaya elektrostatik dan elektromagnetik atom-atom dalam molekul minyak. Pengujian indeks bias dapat digunakan untuk mengetahui kemurnian minyak.

(142)

Dihitung dengan: R = R’ + K (T’ – T) Keterangan:

R = Indeks bias pada suhu T drjt C R’= Indeks bias pada suhu T’ drjt C K = Faktor koreksi lemak : 0,000365 minyak :

0,000385

Penentuan Bilangan Asam

• Angka asam dinyatakan sebagai jumlah miligram KOH yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam satu gram minyak atau lemak. • Cara penentuan:

Minyak atau lemak sebanyak 10 – 20 gram ditambah 50 ml alkohol netral 90% kemudian dipanaskan 10 menit dalam penangas air sambil diaduk dan ditutup pendingin balik. Setelah didinginkan kemudian dititrasi dengan KOH 0,1 N menggunakan indikator pp sampai tepat warna merah jambu.

Bilangan asam =

(143)

DASAR TEORI

Penggolongan lipida, dibagi golongan besar :

1. Lipid sederhana : lemak/ gliserida, lilin

2. Lipid gabungan : fosfolipid, cerebrosida

3. Derivat lipid : asam lemak, gliserol, sterol

Penggolongan lipida, berdasarkan kemiripan struktur :

1. Asam lemak

5. spingolipid

2. Lemak

6. Terpen

3. Lilin

7. Steroid

4. Fosfolipid

8. Lipid kompleks

H2C OH

gliserol asam lemak trigliserida air

(144)

Struktur Asam Lemak

As. linoleat

Asam Palmitat : asam lemak jenuh

Asam linoleat & oleat : asam lemak tidak jenuh

ANALISA KUALITATIF LIPIDA

1. Uji Akrolein :

untuk menentukan adanya gliserol

Dasar reaksi : reaksi hidrolis dengan KHSO4

Minyak/lemak (hidrolisis) asam lemak + gliserol Gliserol (oksidasi) akrolein

Reaksi :

(145)

Sampel: minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak krengseng, lemak, minyak biji bunga matahari

Prosedur

Bandingkan dengan gliserol !

2. Uji ketidakjenuhan :

untuk mengetahui sifat ketidakjenuhan minyak/ lemak

Dasar reaksi : reaksi adisi, brom mengadisi ikatan rangkap dari

asam lemak

Reaksi :

Gambar

Gambar mana lebih baik, ?
Gambar alat-alat analisis vitamin B

Referensi

Dokumen terkait

Bahan tambahan pangan (BTP) adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, mempunyai atau

Bahan Tambahan Makanan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak

1168/ Menkes/ Per/X/1999 menyatakan bahwa bahan tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas

Di dalam Permenkes tersebut dijelaskan bahwa, BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan bahan khas makanan, mempunyai

Bahan tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai

Bahan tambahan pangan (BTP) secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai bahan makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai

55 Alimentarius, bahan tambahan makanan didefinisikan sebagai bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan,

Pengertian bahan tambahan pangan secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau