• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Invitro Aktivitas Antelmintik Ekstrak n-Heksana Daun Pugun Tanoh [Curanga fel-terrae (Lour.) Merr.]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Invitro Aktivitas Antelmintik Ekstrak n-Heksana Daun Pugun Tanoh [Curanga fel-terrae (Lour.) Merr.]"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Infeksi cacing merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama pada anak-anak. Sekitar 270 juta anak usia balita dan 600 juta anak usia sekolah beresiko tinggi terinfeksi cacing. Saat ini diperkirakan lebih dari 1,5 miliar orang (24% dari populasi dunia) terinfeksi oleh cacing (WHO, 2015). Pada tahun 2013 angka infeksi cacing mencapai 28% dari penduduk Indonesia (Kemenkes, 2015). Infeksi ini dapat menyebabkan kekurangan gizi berupa kalori dan protein, serta kehilangan darah yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan tumbuh kembang (Samudar dkk, 2013).

Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki jumlah tanaman obat beraneka ragam. Tanaman obat sudah dikenal sejak lama sebagai bahan pengobatan herbal. Pemanfaatan obat tradisional terus meningkat dan berkembang dengan pesat di masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan obat tradisional secara berkelanjutan dan terpadu sehingga kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat (Ramadhani, 2014).

Salah satu tanaman yang memilki khasiat sebagai obat adalah pugun tanoh

[Curanga fel-terrae (Lour.) Merr.]. Tanaman ini secara umum digunakan untuk

mengobati sesak napas, batuk rejan, kudis, memar, bengkak, cacingan, dan sakit perut (Agung dan Tinton, 2008). Di Maluku dan Filipina, tanaman ini digunakan sebagai obat cacing untuk anak-anak (Prohati, 2015). Beberapa penelitian

(2)

2

menunjukkan bahwa pugun tanoh juga mempunyai efek penyembuhan luka bakar (Fitrah, 2013), antiinflamasi (Juwita, 2009), antidiabetes (Sitorus, 2012), penghilang rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh (Harfina, 2013), antidiare (Michi, 2014), anti asma (Ramadhani, 2013), batuk dan sesak napas (Sugiarto dan Putera, 2008), dan antelmintik (Anastasia, 2015).

Daun pugun tanoh mengandung glikosida (Zhou dkk, 2005), flavonoid (Huang dkk, 1999), saponin dan steroid/triterpenoid (Fang dkk, 2009) dan zat pahit (Agung dan Tinton, 2008). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa senyawa metabolit sekunder tumbuhan seperti glikosida, tanin, dan steroid/triterpenoid memiliki aktivitas antelmintik (Hrckova dan Velebny, 2013; Sarojini, et al., 2012; Acharya, et al., 2011). Menurut Patilaya dan Husori (2015), ekstrak etanol daun pugun tanoh memiliki aktivitas antelmintik terhadap

Pheretima posthuma. Menurut Atrina (2015) ekstrak etilasetat daun pugun tanoh

memilki aktivitas antelmintik terhadap cacing Pheretima posthuma.

Berdasarkan uraian di atas, dilakukan penelitian karakteristik simplisia, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak n-heksan, dan uji aktivitas antelmintik ekstrak n -heksan daun pugun tanoh terhadap cacing Pheretima posthuma.

1.2 Perumusan masalah

Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah penelitian ini adalah: a. Apakah karakteristik simplisia daun pugun tanoh dan ekstrak n-heksan daun

pugun tanoh [Curanga fel-terrae (Lour.) Merr] memenuhi persyaratan umum simplisia dan ekstrak?

b. Apakah ekstrak n-heksan daun pugun tanoh memiliki aktivitas antelmintik terhadap cacing Pheretima posthuma secara invitro?

(3)

3 1.3 Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah, yang menjadi hipotesis adalah:

a. Karakteristik simplisia daun pugun tanoh dan ekstrak n-heksan daun pugun tanoh memenuhi persyaratan umum simplisia dan ekstrak

b. Ekstrak n-heksan daun pugun tanoh memiliki aktivitas antelmintik terhadap cacing Pheretima posthuma secara invitro.

1.4 Tujuan penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk:

a. Mengetahui karakteristik simplisia dan ekstrak n-heksan daun pugun tanoh b. Mengetahui aktivitas antelmintik ekstrak n-heksan daun pugun tanoh

terhadap cacing Pheretima posthuma secara invitro.

1.5 Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat tentang karakteristik dari simplisia dan ekstrak n-heksan daun pugun tanoh serta aktivitas antelmintik ekstrak n-heksan daun pugun tanoh terhadap Pheretima

posthuma secara invitro.

(4)

4 1.6Kerangka pikir penelitian

Kerangka pikir dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.1 berikut:

Variabel bebas Variabel terikat Parameter

Gambar 1.1 Kerangka pikir penelitian Simplisia daun - Kadar abu tidak larut

asam

daun pugun tanoh

Golongan

- Waktu paralisis - Waktu kematian Konsentrasi 5, 10, 20,

dan 30 mg/ml

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka pikir penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan Advokasi hukum merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan oleh ahli hukum dan atau lembaga bantuan hukum dalam bentuk konsultasi, negosiasi, mediasi,

Dapat disimpulkan bahwa pada generasi kedua ini computer menggunakan komponen utama yang berupa transistor yang lebih kecil dan lebih murah,

The major goal of this work is to perform a workflow for semantic labelling in city areas using multi-spectral aerial imagery and DSM, which is based on combining a CNNs image

Pada awal siklus instruksi CPU membaca instruksi dari memory, register PC akan mengawasi instruksi yang akan dibaca selanjutnya, dengan cara menambah nilai PC

In this article, firstly, we analyse the process of how to introduce the LDA model into remote sensing image classification to find out a new approach to model the structure

Lalu semua data tersebut seterusnya disimpan ke database untuk mebuat penugasan dengan metode

[r]

Berikut adalah ikhtisar data keuangan penting SMR yang diperoleh dari laporan keuangan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan