BAB II KAJIAN PUSTAKA. merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti tengah, perantara atau

Teks penuh

(1)

7

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Media Pembelajaran

Media merupakan salah satu komponen yang penting dalam suatu proses belajar mengajar. Menurut Asyhar (2012) kata media berasal dari Bahasa Latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “tengah, perantara atau pengantar” yang bermakna apa saja yang dapat dijadikan sebagai pemberi

informasi dari suatu sumber informasi ke penerima informasi. Media juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.

Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan pengertian media pembelajaran, yaitu segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Media juga merupakan komponen penting dalam proses komunikasi yaitu sebagai suatu sarana atau perangkat yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam kegiatan komunikasi antara komunikator dan komunikan.

2.2 Tujuan dan Manfaat Media Pembelajaran

Pemanfaatan media pembelajaran oleh guru bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran di kelas, meningkatkan efisiensi proses

(2)

pembelajaran, menjaga relevansi antara materi dan tujuan pembelajaran, serta membantu konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran memiliki beberapa manfaat bagi penggunanya antara lain memperluas sajian materi pembelajaran yang diberikan dikelas, siswa akan memperoleh beragam pengalaman yang konkret dan langsung selama proses pembelajaran, dapat menyajikan sesuatu yang sulit diadakan, dikunjungi atau dilihat oleh siswa dan menambah kemenarikan tampilan materi sehingga meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar.

2.3 Ciri Umum, Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran

Media pembelajaran bila dipandang dari sudut pandang yang luas, selain terdiri dari alat-alat audio, visual, audio-visual saja namun sampai pada kondisi pribadi pembelajar dan tingkah laku pengajar. Menurut Sanaky (2009) media pembelajaran diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Bahan yang mengutamakan kegiatan membaca atau menggunakan simbol-simbol kata dan visual (bahan-bahan cetakan dan bacaan).

2. Alat-alat audio visual, alat-alat yang tergolong dalam kategori ini adalah: a. Media proyeksi (overhead projector, slide, film, LCD)

b. Media non proyeksi (papan tulis, poster, papan temple, kartun, papan planel, komik, bagan, diagram, grafik, dan lain-lain)

c. Benda tiga dimensi, antara lain benda tiruan, diorama, boneka, topeng, lembaran balik, peta, globe, pameran, dan museum sekolah.

3. Media yang menggunakan teknik atau masinal yaitu slide, film strip, film rekaman, radio, televisi, video, VCD, leboratorium elektronik, perkakas otoinstruktif, ruang kelas otomatis, sistem interkomunikasi, komputer, dan internet.

4. Kumpulan benda-benda yaitu peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan yang memiliki nilai sejarah, jenis kehidupan, mata pencaharian, industri, perbankan, perdagangan, pemerintahan, agama kebudayaan, dan politik.

5. Contoh-contoh kelakuan perilaku pengajar. Pengajar memberi contoh perilaku atau suatu perbuatan.

(3)

2.4 Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

2.4.1 Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Menurut Jacobsen, dkk dalam Sofiani (2011) inkuiri terbimbing (guided inkuiri) merupakan salah satu model pengajaran yang dirancang untuk mengajarkan konsep-konsep dan hubungan antar konsep. Ketika menggunakan model pembelajaran ini, guru menyajikan contoh-contoh pada siswa, memandu siswa saat berusaha menemukan pola-pola dalam contoh-contoh tersebut, dan memberikan semacam penutup ketika siswa telah mampu mendeskripsikan gagasan yang diajarkan oleh guru.

Menurut Mulyasa dalam Susanti (2014) model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah pembelejaran inkuiri dengan bimbingan dari guru, yakni suatu cara penyampaian pelajaran dengan penelaahan sesuatu yang bersifat pencarian secara kritis, analitis, dan argumentatif secara ilmiah dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju suatu kesimpulan. Guru memberikan bimbingan atau petunjuk yang jelas kepada siswa. Langkah-langkah yang dimaksud adalah orientasi, perumusan masalah, perumusan hipotesis, dan menarik kesimpulan jawaban.

Berdasarkan dua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah salah satu model yang berpusat pada siswa dalam menemukan suatu konsep dan guru berperan aktif dalam membimbing siswa untuk menemukan suatu konsep pembelajaran. Adapun langkah-langkah yang dilakukan ada model pembelajaran inkuiri adalah orientasi, perumusan masalah, perumusan hipotesis dan menarik kesimpulan jawaban.

(4)

2.4.2 Sintaks Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing menurut Suparno (2013) adalah a) guru memberikan persoalan kepada siswa, b) guru membimbing siswa dalam membuat hipotesis, c) guru membimbing siswa dalam pengumpulan data, d) guru membimbing siswa dalam menganalisis data yang diperoleh, e) guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan. Selain itu, menurut Wiwi, dkk (2013) dalam jurnalnya juga menuliskan sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu sebagai berikut:

1. Merumuskan masalah, guru membimbing siswa dalam menentukan suatu masalah yang terkait dengan pelajaran yang disampaikan, kemudian siswa memikirkan sendiri jawabannya.

2. Mengajukan hipotesis, guru membimbing siswa dalam menemukan jawaban sementara atas jawaban yang ditemukan.

3. Mengumpulkan data, siswa melakukan eksperimen sederhana.

4. Menguji data berdasarkan data yang ditemukan, siswa menguji eksperimen dengan fakta-fakta dan teori yang terkait.

5. Membuat kesimpulan, siswa mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas dan membuat kesimpulan.

Menurut Supardi, dkk (2013) dalam jurnalnya model pembelajaran inkuiri terbimbing terdiri atas lima langkah, yaitu guru membimbing siswa dalam; a) merumuskan masalah, b) mengajukan hipotesis, c) merencanakan dan melaksanakan penyelidikan sederhana, d) pengumpulan data, e) pembuktian hipotesis, mengkomunikasikan langkah-langkah dan hasil penyelidikan. Sedangkan sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing menurut Lesmono (2012) adalah sebagai berikut : a) guru menyajikan pertanyaan atau permasalahan, b) guru membimbing siswa dalam membuat hipotesis, c) guru membimbing siswa dalam megumpulkan data melalui percobaan, d) guru membimbing siswa dalam menganalisis data, e) guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.

Beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sintaks dari model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah guru sebagai fasilitator membimbing

(5)

siswa dalam membuat persoalan, membuat hipotesis, mengumpulkam data, menganalisis data dan membuat kesimpulan. Model pembelajaran ini menuntut siswa untuk belajar aktif dan menemukan sendiri konsep materi pembelajaran yang dipelajari.

2.4.3 Karakteristik Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Menurut Carol C. Kuhlthau dan Ross J. Todd (2007) terdapat enam karakteristik inkuiri terbimbing (Guided Inquiry), yaitu : 1) siswa belajar aktif, 2) siswa belajar berdasarkan pada yang siswa tahu, 3) siswa mengembangkan rangkaian berpikir dalam proses pembelajaran melalui bimbingan, 4) perkembangan siswa terjadi secara bertahap, 5) siswa mempunyai cara yang berbeda dalam pembelajaran, 6) siswa belajar melalui interaksi sosial.

Proses pembelajaran dengan menggunakan model unkuiri terbimbing menekankan pada aktifitas siswa. Dengan kata lain model pembelajaran inkuiri terbimbing menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru, tetapi juga berperan untuk menemukan sendiri konsep dari pelajaran tersebut.

Pembelajaran yang dilakukan berdasarkan pengalaman masa lalu dan pengertian sebelumnya merupakan bentuk dasar untuk membangun pengetahuan baru. Seluruh aktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh siswa melalui bimbingan dari guru hal tersebut bertujuan untuk membawa siswa ke dalam rangkaian berpikir yang lebih tinggi. Rangkaian berpikir yang lebih tinggi memerlukan proses mendalam yang membawa kepada sebuah pemahaman.

(6)

Proses yang mendalam memerlukan waktu dan motivasi yang dikembangkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang otentik mengenai objek yang telah digambarkan dari pengalaman dan keingintahuan siswa. Proses yang mendalam juga memerlukan perkembangan kemampuan intelektual yang melebihi dari penemuan dan pengumpulan fakta.

2.5 Adobe Flash Profesional CS6

Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe

dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi dua dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemrograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya. Flash

merupakan sebuah standar aplikasi industri perancangan animasi web dengan pe- ningkatan pengaturan dan erluasan kemampuan integrasi yang lebih baik. Banyak fiture-fiture baru dalam flash yang dapat meningkatkan kreativitas dalam

(7)

pembuatan isi media yang kaya dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi tersebut secara maksimal.

2.5.1 Komponen Adobe Flash CS6

Pada saat program Adobe Flash CS6 diaktifkan, maka jendela utama akan muncul. Dimana jendela utama memiliki komponen-komponen yang akan dipakai dalam pembuatan program. Komponen-komponen tersebut yaitu; 1) menu bar

adalah baris menu yang terdiri dari sebelas elemen yang utama dan masing-masing memiliki submenu perintah lagi; 2) timeline adalah panel untuk mengatur dan mengontrol jalannya animasi flash yang meliputi kecepatan animasi dan penempatan objek yang akan dibuat; 3) panel overview digunakan untuk mengubah layout area kerja agar dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan objek yang akan dibuat; 4) color panel digunakan untuk memberi warna pada objek dan mengatur komposisi warna pada objek yang akan dibuat; 5) property inspector berguna untuk mengatur setting stage, atribut objek, penggunaan filter, hingga mempublikasikan movie flash. Selain itu properties panel juga akan menampilkan informasi ukuran dan posisi objek yang sedang dipilih; 6) tool

adalah beragam piranti untuk menyeleksi, menggambar, memberi warna, memodifikasi objek hingga mengatur ukuran tampilan stage; 7) stage adalah area untuk menempatkan materi animasi, seperti objek gambar, video, teks, maupun tombol.

(8)

2.6Tinjauan Materi

2.6.1 Ciri-ciri Umum Fluida

Ciri-ciri umum fluida adalah sebagai berikut : 1) Aliran fluida dapat merupakan aliran tunak (steady) atau tak tunak (non-steady). Jika kecepatan v disuatu titik adalah konstan terhadap waktu, aliran fluida dikatakn tunak. Contoh aliran tunak adalah arus air yang mengalir dengan tenang ( kelajuan aliran rendah). Pada aliran tak tunak, kecepatan v disuatu titik tidak konstan terhadap waktu. Contoh aliran tak tunak adalah gelombang pasang air laut; 2) Aliran fluida dapat termampatkan (compressible) atau tak termampatkan (incompressible). Jika fluida yang mengalir tidak mengalami perubahan volume (atau massa jenis) ketika ditekan, aliran fluida dikatakan tak termampatkan. Hampir semua zat cair yang bergerak (mengalir) dianggap sebagai aliran tak termampatkan. Bahkan, gas yang memiliki sifat sangat termampatkan, pada kondisi tertentu dapat mengalami perubahan massa jenis yang dapat diabaikan. Pada kondisi ini aliran gas dianggap sebagai aliran tak termampatkan. Sebagai contoh adalah pada penerbangan dengan kelajuan yang jauh lebih kecil daripada kelajuan bunyi di udara (340 m/s). Gerak relatif udara terhadap sayap-sayap pesawat terbang dapat dianggap sebagai aliran fluida yang tak termampatkan; 3) Aliran fulida dapat merupakan aliran

kental (viscous) atau tak kental (non-viscous). Kekentalan aliran fluida mirip dengan gesekan permukaan pada gerak benda padat. Pada kasus tertentu, seperti pelumasan pada mesin mobil, kekentalan memegang peranan sangat penting. Akan tetapi, dalam banyak kasus kekentalan dapat diabaikan; 4) Aliran fluida dapat merupakan aliran garis arus (streamline) atau aliran turbulen. Garis arus adalah aliran fluida yang mengikuti suatu garis (lurus melengkung) yang jelas

(9)

ujung dan pangkalnya. Garis arus disebut juga aliran berlapis (aliran laminar =

laminar flow). Kecepatan partikel fluida ditiap titik pada garis arus searah dengan garis singgung dititik itu. Dengan demikian, garis arus tidak pernah berpotongan (Gambar 2.2a). Ketika melebihi kelajuan tertentu, aliran fluida menjadi turbulen. Aliran turbulen ditandai oleh adanya aliran berputar (Gambar 2.2b). Ada partikel-partikel yang memiliki arah gerak berbeda dan bahkan, berlawanan dengan arah gerak keseluruhan fluida. Untuk mengetahui apakah suatu aliran zat cair merupakan garis arus atau turbulen, anda cukup menjatuhkan sedikit tinta atau pewarna kedalam zat cair itu. Jika tinta menempuh lintasan yang lurus atau melengkung tetapi tidak berputar-putar membentuk pusaran, aliran fluida itu berupa garis arus. Akan tetapi, apabila tinta itu kemudian mengalir secara berputar-putar dan akhirnya menyebar, aliran fluida itu termasuk turbulen.

Gambar 2.2 (a) aliran garis arus atau aliran laminar. (b) aliran turbulen

2.6.2 Hukum-hukum Dasar Fluida Dinamis 2.6.2.1 Hukum Kontinuitas

Debit atau laju volume adalah besaran yang menyatakan volume fluida yang mengalir melalui suatu penampang tertentu dalam satuan waktu tertentu.

(2.1) (b)

(10)

Keterangan : Q = debit (m3/s) V = volume (m3) t = waktu (s)

Misalkan sejumlah fluida melalui penampang pipa seluas A dan setelah selang waktu t menempuh jarak L seperti pada (gambar 2.3) :

Gambar 2.3 Dalam selang waktu t sejumlah fluida yang melalui penampang seluas A telah menempuh panjang lintasan L. Debit fluida dapat dinyatakan sebagai Q=Av. Volume fluida adalah V= AL, sedangkan jarak L= vt, sehingga debit Q dapat kita nyatakan sebagai :

(2.2) Keterangan: Q = Debit V = Volume A = Luas penampang v = kecepatan t = waktu

2.6.2.2 Penurunan Persamaan Kontinuitas

Jika suatu fluida mengalir dengan aliran tunak, maka massa fluida yang masuk ke salah satu ujung pipa haruslah sama dengan massa fluida yang keluar dari ujung pipa yang lain selama selang waktu yang sama.

Tinjaulah suatu fluida yang mengalir dengan aliran tunak dan perhatikanlah bagian 1 dan 2 dari pipa (Gambar 2.4) :

(11)

Gambar 2.4 Fluida yang mengalir pada suatu bagian pipa

Misalkanlah bahwa :

dan adalah luas penampang pipa pada ujung 1 dan 2,

dan adalah massa jenis fluida pada 1 dan 2,

dan adalah kecepatan partikel-partikel pada 1 dan 2.

Selama selang waktu ∆t, fluida pada 1 bergerak ke kanan menempuh jarak

dan fluida pada 2 bergerak ke kanan menempuh jarak .

Oleh karena itu, volume akan masuk ke pipa pada bagian 1 dan volume akan keluar dari bagian 2. Dengan menyamakan massa fluida yang masuk pada bagian 1 dan yang keluar dari bagian 2 selama selang waktu ∆t akan diperoleh persamaan kontinuitas sebagai berikut :

(2.3a) Keterangan: A = Luas penampang

V = kecepatan

Telah diketahui bahwa Av = Q, dimana Q adalah debit fluida. Oleh karena itu, persamaan kontinuitas untuk fluida tak termampatkan dapat juga dinyatakan sebagai persamaan debit konstan.

(2.3b) Keterangan: Q = debit

Berdasarkan persamaan diatas, dapat dinyatakan bahwa debit disetiap titik selalu sama atau konstan.

(12)

2.6.2.3 Hukum Bernouli

Melalui penggunaan teorema usaha-energi yang melibatkan besaran tekanan

P (mewakili usaha), besaran kecepatan aliran fluida v (mewakili energi kinetik), dan besaran ketinggian terhadap suatu acuan h (mewakili energi potensial), akhirnya Bernouli berhasil menurunkan persamaan yang menghubungkan ketiga besaran ini secara sistematis, yaitu :

Jika diperhatikan mirip dengan energi kinetik EK = dan

mirip dengan energi potensial EP = mgh. Ternyata, tak lain adalah energi

kinetik per satuan volume (ingat ) dan tak lain adalah energi potensial

per satuan volume. Oleh karena itu, Persamaan (2.4) dapat dinyatakan sebagai berikut:

Hukum Bernouli pertama kali dikemukakan oleh Daniel Bernouli dalam Kanginan (2013), yang berbunyi :

“Jumlah dari tekanan (P), energi kinetik per satuan volume ( , dan energi potensial per satuan volume ( ) memiliki nilai yang samapada setiap titik sepanjang suatu garis arus”.

(2.4)

Figur

Gambar 2.2 (a) aliran garis arus atau aliran laminar. (b) aliran turbulen

Gambar 2.2

(a) aliran garis arus atau aliran laminar. (b) aliran turbulen p.9
Gambar 2.3 Dalam selang waktu t sejumlah fluida yang melalui penampang seluas A telah   menempuh panjang lintasan L

Gambar 2.3

Dalam selang waktu t sejumlah fluida yang melalui penampang seluas A telah menempuh panjang lintasan L p.10
Gambar 2.4 Fluida yang mengalir pada suatu bagian pipa

Gambar 2.4

Fluida yang mengalir pada suatu bagian pipa p.11

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :