• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKIBAT HUKUM TERHADAP PENGUSAHA YANG MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KEPADA PEKERJA YANG SAKIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKIBAT HUKUM TERHADAP PENGUSAHA YANG MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KEPADA PEKERJA YANG SAKIT"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

hubungan antara pengusaha dengan pekerja/ buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah”. 2) Yang dimaksud dengan hubungan

PHK dapat diartikan sebagai langkah pengakhiran hubungan kerja antara buruh (pekerja) dengan majikan (pengusaha) yang disebabkan karena suatu keadaan tertentu. 13 Tahun

Untuk mencegah terjadinya PHK adalah dengan tindakan skorsing, pasal 155 ayat (3) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bahwa pengusaha dapat

Serikat pekerja/serikat buruh merupakan salah satu sarana hubungan industrial, yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, yang

Pengusaha dilarang melakukan PHK dengan alasan pekerja/buruh berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 bulan

buruh, yang telah diatur dalam Pasal 28 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000. Tentang Serikat Pekerja/Serikat

Ruang lingkup dalam penulisan skripsi ini dibatasi pada bentuk hubungan kerja dan perlindungan hukum terhadap hak pekerja yaitu karyawan yang terkena PHK akibat dampak

C.4 Hak-hak pekerja apabila terjadi pemutusan hubungan kerja akibat perusahaan pailit menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pekerja yang mengalami PHK