BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Jogiyanto (2000),

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Kesempatan berkembang suatu perusahaan bisa dicapai dengan melakukan investasi, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Untuk dapat melakukan investasi, agar dapat memaksimalkan nilai perusahaan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dana dan akses perusahaan tersebut kepada sumber dana yang tersedia, baik itu sumber dana dari luar perusahaan berupa pinjaman, maupun dari dalam berupa modal sendiri. Jika perusahaan menggunakan modal pinjaman untuk investasinya maka perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar bunga dan pinjaman pokoknya. Dimana pinjaman tersebut digunakan untuk investasi dan dapat menghasilkan profit yang maksimal bagi perusahaan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka bagaimana memutuskan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan, dalam rangka membiayai investasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan serta bagaimana memutuskan komposisi yang optimal untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga sahamnya.

Maka dapat dijelaskan bahwa Investasi atau penanaman modal (capital expenditure) adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan profitabilitas dimasa yang akan datang, misalnya penambahan mesin dan peralatan untuk peningkatan kapasitas produksi dalam rangka memenuhi permintaan terhadap produk perusahaan.

Walaupun demikian setiap investasi pasti mengandung adanya unsur ketidakpastian akan pendapatan dan risiko yang akan diperoleh. Dua unsur ini selalu mempunyai hubungan timbal balik yang sebanding, umumnya semakin tinggi risiko maka semakin besar pula hasil yang diperoleh dan semakin kecil risiko maka semakin kecil pula hasil yang akan diperoleh. Pada kenyataannya tidak satupun investasi yang sepenuhnya bebas dari resiko, kecuali investasi pada deposito bank. Jogiyanto (2000), investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan

(2)

konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu.

Pasar modal merupakan salah satu sarana untuk menghimpun sumber dana ekonomi jangka panjang yang tersedia di lembaga perbankan dan masyarakat. Sebagai bagian dari sistem perekonomian suatu negara, khususnya dalam sektor keuangan, pasar modal menyediakan dua fungsi pokok bagi masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda, yaitu sebagai fungsi ekonomi dan sebagai fungsi keuangan.

Pengujian pengujian yang dilakukan pada pasar modal di Indonesia banyak diilhami oleh penelitian-penelitian terdahulu yang dilakukan di negara lain, seperti yang dikatakan O connor (1973) yang memelopori studi hubungan antara rasio keuangan berguna bagi investor ( pemegang saham biasa) untuk mengambil keputusan. Hasil pengujian menunjukan bahwa analisis kekuatan dari variasi model ratio dengan rate of return menunjukan adanya keseragaman manfaat rasio keuangan bagi investor pemegang saham biasa.

Salah satu industri yang Go public di BEI adalah sektor pertambangan, sektor pertambangan mempunyai peran yang sangat penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah berbagai guncangan perekonomian kinerja perusahaan yang bergerak di bidang petambangan logam pada triwulan 1 tahun 2009 merosot tajam. Hal ini seiring dengan merosotnya harga komoditas logam dengan menurunya angka penjualan, sementara itu pada periode yang sama kinerja perusahaan pertambangan batu bara meningkat pesat, harga dan penjualan batu bara meningkat.

Hal itu terungkap dalam laporan keuangan triwulan 1-2009, PT. Aneka Tambang ( ANTAM ) tbk, yang diumumkan pada jumat (1/5) di jakarta disebutkan laba bersih ANTAM Rp. 90 milyar atau turun 87% di banding periode yang sama tahun 2008. Sekertaris perus ANTAM biro Budi satryo menyatakan penurunan itu terutama karena turunya harga dan volume penjualan nikel, bauksit, dan keronikes seiring terjadinya krisis keuangan global.

(3)

PT. Timah tbk mengalami hal serupa, pada triwulan 1-2009 perusahaan pertambangan timah terbesar di dunia ini hanya membukukan laba bersih Rp. 14,4 milyar atau turun 97 % dibanding periode yang sama tahun 2008 yang mencapai Rp. 487,3 milyar. Namun situasi berbeda terjadi di perusahaan pertambangan batu bara PT. Adaro Energj tbk, yang pada triwulan 1-2009 membukukan laba bersih Rp. 1,145 triliun, atau meningkat 96 kali dibanding periode yang sama tahun 2008 yang rugi Rp. 12 milyar.

Laba bersih perusahaan tambang batu bara, PT. Bayan Resaurces tbk, juga meningkat cukup signifikan, yaitu dari Rp. 16,48 milyar menjadi Rp. 113,22 milyar. Sementara itu PT. Bumi Resaurces tbk, belum menyampaikan laporan keuanganya, (REI). (www.kompas.com)

Dari fenomena di atas dapat disimpulkan dengan adanya peningkatan penjualan yang signifikan dalam sektor pertama maka kebutuhan bahan baku dalam pertambangan batu bara akan meningkatkan Indonesia dalam usahanya. Untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut suatu perusahaan akan memperhitungkan berbagai sumber dana yang dapat digunakan seperti pendanaan jangka panjang, obligasi, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan. Penggunaan sumber dana ini akan tergambar pada laporan keuangan.

Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas sebagai media untuk memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana (investor) kepada pihak yang memerlukan dana (borrower). Dengan menginvestasikan kelebihan dana yang mereka miliki, penyandang dana berharap akan memperoleh keuntungan dari penyetoran dana tersebut. Bagi peminjam dana, tersedianya dana tersebut pada pasar modal memungkinkan mereka untuk melakukan kegiatan usaha tanpa harus menunggu dana yang mereka peroleh dari hasil operasi perusahannya (profitabilitas perusahaan).

Proses semacam ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan, yang akhirnya mampu meningkatkan perekonomian suatu negara. Fungsi keuangan dari pasar modal dilaksanakan dengan menyediakan dana yang diperlukan oleh para peminjam dana. Di mana para penyandang dana

(4)

menyerahkan dana tersebut tanpa harus terlibat secara langsung dalam bentuk kepemilikan, dan hanya mengetahui akan return yang akan didapatnya.

Para investor selalu ingin memaksimalkan return yang diharapkan berdasarkan tingkat toleransinya terhadap risiko. Untuk investor yang menyukai resiko (risk taker), mereka memilih saham-saham yang mempunyai resiko yang tinggi agar dikemudian hari akan mendapatkan return yang tinggi. Sebaliknya investor yang tidak menyukai risiko (risk averse), merencanakan keuntungan yang normal atau pemilihan saham dengan resiko yang rendah tetapi dengan tingkat keuntungan yang stabil.

Sektor pertambangan merupakan sumber pendapatan yang paling besar bagi Indonesia. Kondisi ekonomi pertambangan mampu berdampak positif atau negatif bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Kegiatan bisnis industri dan pertambangan di Indonesia telah berkembang dengan pesat. Makin canggihnya teknologi dalam bidang pertambangan, maka sumber daya alam seperti emas, perak, tembaga, batu bara menjadi industri pertambangan yang banyak dieksplorasikan.

Pemanfaatan Sumber daya alam tersebut dapat dilakukan melalui perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan ini, memiliki resiko yang sangat besar dalam mengelola sumber daya alam yang dimilikinya. Sebagai contoh, Sumber daya mineral logam, khususnya emas, sudah mulai dieksplorasi oleh beberapa Kuasa Pertambangan di Kawasan Bandung Selatan, antara lain oleh PT Aneka Tambang Tbk dan PT Pancaraksa Abadi, dengan memiliki system manajemen yang baik, Perusahaan tersebut dituntut untuk lebih mengoptimalkan seluruh kegiatan manajerial yang ada yang mencakup pengelolaan keuangan dan pemanfaatan sumberdaya manusia.

Harga saham di Pasar Modal memiliki banyak pengertian. Harga yang dibicarakan dalam penelitian ini adalah Perubahan Harga Saham. Harga pasar saham adalah harga yang ditentukn investor melalui pertemuan permintaan dan penawaran. Pertemuan ini dapat terjadi karena para investor sepakat terhadap harga suatu saham. Kesepekatan tersebut tentunya didasarkan pada analisis masing-masing investor. Analisa tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas dan ratio

(5)

solvabilitas adalah salah satu analisa yang digunakan investor dalam menentukan harga saham suatu perusahaan.

Likuiditas perusahaan dipertimbangkan sebagai salah satu variabel dalam penelitian ini karena tingkat likuiditas akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban kewajiban jangka pendeknya. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas adalah dengan menggunakan current ratio. Semakin tinggi current ratio suatu perusahaan maka akan semakin kecil resiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya. Informasi yang diperoleh berdasarkan hal tersebut dengan tingginya tingkat likuiditas maka hal tersebut akan mengurangi tingkat ketidakpastian yang akan ditanggung oleh investor dalam penginvestasian modalnya kepada perusahaan. Faktor ini sesuai dengan teori Gitman (2006:58) yang menerangkan curent ratio dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membagi utang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia.

Menurut Ardi Hamzah :2005 dalam skripsinya yang berjudul Pengaruh ratio profitabilitas dan rasio solvabilitas terhadap harga saham, mengatakan Profitabilitas Tingkat hasil pengembalian yang diharapkan akan menentukan pilihan relatif untuk membayar keuntungan tersebut dalam bentuk dividen kepada pemegang saham atau menggunakannya di perusahaan tersebut. Semakin tinggi tingkat profitabilitas maka diduga akan semakin tinggi pula harga sahamnya, karena suatu perusahaan yang mempunyai keuntungan yang stabil seringkali dapat memperkirakan berapa besarnya saham pada masa yang akan datang.

Solvabilitas juga merupakan salah satu factor yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian perusahaan, menurut Ardi Hamzah: 2005 Solvabilitas kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua hutang-hutangnya ( baik jangka pendek maupun jangka panjang ). Suatu keputusan pembayaran utang yang digunakan untuk membiayai ekspansi atau mengganti jenis pembiayaan lain dengan surat berharga, maka biasanya perlu melakukan penahanan keuntungan daripada membayar dividen, maka diduga dengan naiknya rasio solvabilitas akan menurunkan pembayaran dividen. Pengukuran solvabilitas biasanya diukur dari

(6)

debt to equity ratio yang merupakan rasio pengukuran yang mencerminkan kewajiban perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya yang ditunjukan oleh bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar hutang yang dinyatakan dalam persentase.

Oleh karena ulasan tersebut di atas, penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul : Pengaruh Tingkat Likuiditas, Tingkat Profitabilitas, dan Rasio solvabilitas terhadap Harga Saham pada sector pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009 .

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh pertumbuhan tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas dan rasio solvabilitas Perusahaan pada Sektor Pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009?

2. Bagaimana perkembangan Harga Saham Perusahaan pada Sektor Pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009?

3. Bagaimana pengaruh tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas dan rasio solvabilitas terhadap Harga Saham Perusahaan pada Sektor Pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis bermaksud untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun skripsi yang merupakan salah satu prasyarat yang harus dipenuhi oleh penulis dalam memperoleh gelar sarjana ekonomi jurusan Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama Bandung.

(7)

1. Menganalisis tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas, dan rasio solvabilitas perusahaan pada Sektor Pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009.

2. Menganalisis kondisi Harga Saham perusahaan pada Sektor Pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009.

3. Menganalisis pengaruh tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas, dan rasio solvabilitas terhadap Harga Saham pada Sektor Pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009.

1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat membawa guna dan manfaat diantaranya:

1. Bagi Pihak Perguruan Tinggi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang keuangan, khususnya mengenai pengaruh tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas,dan rasio solvabilitas terhadap Harga Saham.

2. Penulis

Menambah pengetahuan dan memperluas cakrawala berpikir serta menambah pengalaman dalam bidang investasi terutama dalam menilai perubahan saham perusahaan yang banyak dipengaruhi oleh berbagai aspek baik internal keuangan perusahaan ataupun harga saham itu sendiri.

3. Pembaca

Dapat menambah pengetahuan dan menjadi bahan referensi bagi pembaca yang merasa tertarik di pasar modal, khususnya investasi pada saham, agar bisa menilai saham suatu perusahaan.

4. Perusahaan (emiten)

penelitian ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menilai kemampuan perusahaan dalam perolehan dan peningkatan laba dan

(8)

apakah hal tersebut akan sangat berpengaruh dalam peningkatan harga sahamnya.

5. Bagi peneliti selanjutnya

penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tambahan dan referensi terutama yang menyangkut judul penelitian ini.

1.5 Kerangka Pemikiran

Investasi adalah suatu kegiatan penanaman modal untuk suatu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Menurut Jones (2004:3) investasi didevinisikan sebagai berikut :

Investment is the commitment of funds to one or more assets that will be held over some future time period.

Pihak-pihak yang melakukan investasi disebut dengan investor. Investor pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu investor individual yang terdri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi dan investor institusional yang biasanya terdiri dari perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana, lembaga dana pensiun maupun perusahaan investasi. Jadi investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah deviden di masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu dan resiko yang terkait dengan investasi. Adanya ketidakpastian investasi dalam saham mendorong investor untuk berhati-hati dalam berinvestasi.

Saham adalah salah satu surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal. Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau biasa yang disebut emiten. Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan itu. Dengan demikian jika seorang investor membeli saham, maka ia pun menjadi pemilik atau pemegang saham perusahaan. Dimana saham diperjualbelikan dipasar modal.

Keputusan investor harus didukung dengan analisa yang baik. Dalam melakukan analisis penilaian saham, terdapat dua pendekatan yang dapat

(9)

digunakam investor, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Pada dasarnya kedua metode analisis tersebut hampir sama yaitu dalam melakukan taksiran haga di masa yang akan datang dengan menggunakan data masa lalu. Perbedaan kedua analisis tersebut adalah jika analisis fundamental menggunakan data faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham, sedangkan analisis teknikal menggunakan data harga saham masa lalu untuk memperkirakan harga saham di masa yang akan datang.Menurut Suad Husnan (2001:315) pengertian analisis fundamental adalah :

Analisis fundamental mencoba memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan (i) mengestimasi faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang, dan (ii) menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham.

Sedangkan pengertian analisis teknikal menurut Suad Husnan (2001:349) adalah :

Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham (kondisi Pasar) dengan mengamati perubahan saham tersebut di waktu lalu.

Analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fundamental. Alasan digunakannya analisis fundamental adalah bahwa saham mewakili nilai perusahaan, tidak hanya nilai intristik suatu saat tapi juga yang harapan akan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan di kemudian hari.

Tetapi analisis yang dibutuhkan investor di pasar modal bukan hanya analisis fundamental saja tetapi analisis yang bersifat teknikal, fundamental diperoleh dari kondisi intern perusahaan, seperti ekonomi, politik. Financial dan faktor-faktor lainya. Analisis fundamental yang lazim digunakan adalah laporan keuangan, analisis fundamental dan teknikal tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memprediksi return bagi investor, resiko atau tidak kepastian jumlah, waktu, dan faktor lain yang berhubungan denganaktivitas investasi pada modal. Dari laporan keuangan tersebut investor dapat mendapatkan informasi tentang likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas yang berhubungan dengan pasar modal.

(10)

1. Likuiditas

Rasio likuiditas berguna untuk mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan

tentang cara menilai dan meningkatkan posisi keuangan perusahaan tersebut. Dalam mengukur atau menentukan tingkat likuiditas, suatu perusahaan perlu mempertimbangkan pengukuran yang mapan terhadap modal kerja, karena akibat kesalahan dalam penetapan, perusahaan akan dihadapkan pada hambatan dalam menyelenggarakan aktivitas perusahaan Perputaran modal kerja, menurut Munawir (2002;31) mengemukakan definisi likuiditas sebagai berikut :

Likuiditas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih .

Likuiditas menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Semakin besar likuiditas perusahaan maka semakin baik pula kinerja jangka pendek perusahaan tersebut. Maka investor akan semakin percaya kepada perusahaan tersebut. Hal tersebut akan berimbas pada peningkatan harga saham, dan akan berakibat pada liknya return saham. Menurut penelitian si X menybutkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara CR dengan harga saham

2. Profitabilitas

Menurut (Riyanto, 1996:36) Profitabilitas yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Profitabilitas menunjukan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba. Jika kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba meningkat, maka ini ankan menjadi daya tarik bagi investor dan calon investor untuk menanamkan modalnya

(11)

ke perusahaan. Jika permintaan saham meningkat maka harga saham akan cenderung meningkat. Hal ini akan berakibat pada return saham

3. Solvabilitas

Apabila perusahaan mengambil solvabilitas untuk membiayai ekspansi atau mengganti jenis pembiayaan yang lain, perusahaan menghadapi dua pilihan. Perusahaan itu dapat membayar utang pada saat jatuh tempo dan menggantikannya dengan jenis suat berharga yang lain, atau perusahaan yang dapat memutuskan untuk melunaskan utang tersebut. Jika keputusannya adalah membayar utang tersebut, maka biasanya perlu penahanan keuntungan daripada membayar dividen, maka diduga dengan naiknya rasio solvabilitas akan menurunkan harga saham. Utang jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. Pengukuran solvabilitas biasanya diukur dari debt to equity ratio yang merupakan yang merupakan rasio solvabilitas dimana ratio ini ditujukan untuk mencerminkan kewajiban perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya yang ditunjukan oleh bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar hutang yang dinyatakan dalam persentase. Jensen, at al (1992).

(12)

Gambar 1.1

Bagan Kerangka Pemikiran

Keterangan :

: diteliti

---: tidak diteliti

Debt Equity Ratio

(DER) Laporan Keuangan

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas RasioProfitabilitas Rasio

Solvabilitas Rasio Aktivitas Return On Asset (ROA) Current Ratio (CR) Harga Saham

(13)

1.6 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan dari kerangka pemikiran yang telah diuraikan dan tujuan dari penelitian, maka penulis mengambil suatu hipotesis yang akan diuji kebenaranya sebagai berikut

- Tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas, dan rasio solvabilitas secara simultan berpengaruh terhadap Harga Saham pada sector pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009.

- Tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas, dan rasio solvabilitas secara parsial berpengaruh terhadap Harga Saham pada sector pertambangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009.

1.7 Metode Penelitian

Metode penelitian yang akan digunakan penulis dalam penelitian adalah metode deskriptif dan metode deskriptif verifikatif. Definisi metode deskriptif menurut Moh. Nazir, (2003:54) dalam bukunya Metodologi Penelitian adalah:

Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang .

Metode deskriptif kuantitatif yaitu suatu metode untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, menganalisis dan mengklasifikasikan masalah dengan menggunakan fakta-fakta dengan data yang jelas.

Sedangkan definisi metode deskriptif verifikatif menurut Rasdihan Rasyad (2003:6) adalah sebagai berikut :

Metode verifikatif adalah metode yang digunakan untuk melakukan perkiraan ( estimate ) dan pengujian hipotesis.

Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambarnya, lukisan secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki, bentuk atau jenis penelitian ini dalam pelaksanaanya adalah deskripsi-verifikatif dengan metode explanatory survey, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menafsirkan hubungan

(14)

antar variabel dengan cara menginterprestasikan terlebih dahulu kesimpulan yang akan diperoleh melalui pengajuan hipotesis.

Dalam penelitian ini penulis mendapatkan data yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan ( data sekunder ) yang kemudian diolah sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Adapun operasional variabel yang digunakan yaitu harga saham sebagai variabel tidak bebas ( dependent ), sedangkan tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas, dan rasio solvabilitas merupakan variabel benas ( independent ). Selanjutnya penulis melakukan analisis regresi dan korelasi karena penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas ( independent ) dan satu variabel tidak bebas ( dependent ). Analisis regresi digunakan untuk mengetahui sejauh mana adanya hubungan antara variabrel independent dengan variabel dependent. Sedangkan analisis korelasi digunakan untuk menerangkan kekuatan dan arah hubungan antara variabel independent dan variabel dependent, untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t untuk pengujian secara parsial dan uji f untuk pengujian secara simultan.

1.8 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan untuk industri Pertambangan pada periode 2005-2009, dengan mengambil data sekunder berupa laporan keuangan dalam Indonesian Capital Market and Directory di Pojok Bursa Efek Indonesia-Capital Market Center STIE YPKP yang berlokasi di Jl. Ph. H. Mustafa No. 68 Bandung. Dalam rangka memperoleh yang diperlukan guna penyusunan skripsi.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :