BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.Inspektorat merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang secara langsung dibawah Bupati, mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pengawasan fungsional atas kinerja organisasi Pemerintah Daerah. Inspektorat Kabupaten Wonosobo dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Wonosobo.
Sebagai Aparat Pemerintah Daerah yang membantu Bupati dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan intern Pemerintah, Inspektorat Kabupaten Wonosobo mempunyai tugas pokok yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Wonosobo dan Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Daerah Kabupaten Wonosobo.
Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan diperlukan untuk menjamin agar pelaksanaan kegiatan pemerintahan berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, dalam rangka mewujudkan good governance and clean government, pengawasan dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif , efisien, transparan, akuntabel, dan bersih serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas diperlukan adanya upaya-upaya konkret yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) dalam jangka panjang ( 5 Tahunan ) dan selanjutnya disusun Rencana Kerja (Renja) dalam jangka pendek ( Tahunan ) sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas pengawasan agar lebih terarah dalam mencapai target dan realisasi sesuai tujuan organisasi. Sehingga dapat menjadi landasan untuk menindaklanjuti proses penyusunan RAPBD Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo.
1.2. Landasan Hukum.
a. Undang-Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;
c. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
d. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata cara Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
f. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota;
g. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2011 tentang Kebijakan Pengawasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2012;
h. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Wonosobo.
1.3. Maksud dan Tujuan.
Maksud dari Penyusunan dokumen Rencana Kerja Inspektorat Kabupaten Wonosobo Tahun 2017 adalah untuk mengarahkan program kegiatan pengawasan di Kabupaten Wonosobo agar lebih terukur dan menjadi pedoman bagi Inspektorat Kabupaten Wonosobo untuk mencapai realisasi target dalam pelaksanaan tugas pengawasan selama satu tahun kedepan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara memadai.
Tujuan penyusunan Rencana Kerja SKPD Inspektorat Kabupaten Wonosobo tidak terlepaskan dari Proses Perencanaan Pembangunan sebagaimana yang tercantum dalam UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan Nasional,dalam hal ini tujuannya adalah ;
Menyelaraskan Program dan Kegiatan Inspektorat Kabupaten Wonosobo
Menyelaraskan Program dan Kegiatan Inspektorat dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan dan dan sinergitas pelaksanaan prioritas pembangunan.
Untuk menyesuaikan pandangan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif Inspektorat Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2017.
1.4. Sistematika Penulisan.
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Inspektorat Kabupaten Wonosobo Tahun 2017 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun lalu dan Capaian Renstra SKPD 2.2. Isu-Isu penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD
2.3. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional 3.2. Tujuan dan sasaran Renja SKPD 3.3. Program dan Kegiatan
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun yang lalu dan Capaian Renstra SKPD.
Dalam Upaya mencapai sasaran dan tujuan organisasi sesuai yang diharapkan tentunya tidak terlepas dengan tersedianya fasilitas pendukung yang meliputi : Sumber daya manusia, sarana prasarana dan dukungan Pemerintah Daerah terhadap ketersediaan Anggaran yang memadai dan teralokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Dari sisi aspek sumber daya manusia dalam hal ini Aparatur Pengawas Internal perlu secara terus menerus ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya, sehingga dalam melaksanakan tugas dapat dilakukan secara professional, seiring dengan semakin berkembangnya iptek dan permasalahan yang semakin kompleks sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Untuk itu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2016 telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali kegiatan Bimbingan Teknis yaitu Bimbingan teknis tentang Reviu RKA dan Implementasi Undang-undang Desa.
Salah satu upaya untuk mendorong meningkatnya Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan adalah dengan melaksanakan fungsi pengawasan dalam kegiatan manajemen pemerintahan.Sarana Prasarana pendukung menjadi sangat penting dan dibutuhkan bagi Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Inspektorat Kabupaten Wonosobo, yang diharapkan terus ada peningkatan dari tahun ke tahun sehingga dapat terlaksananya realisasi kegiatan dalam rangka pencapaian misi di tahun yang akan datang.
Pengalokasian Anggaran untuk kegiatan Pengawasan perlu adanya Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, sehingga dapat memberikan Anggaran yang memadai sesuai kebutuhan operasional pelaksanaan pengawasan sebagaimana rencana kerja tahunan yang selalu dibuat. Hal ini adalah guna mendukung penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Wonosobo secara keseluruhan agar dapat berjalan efisien, efektif , berkualitas dan kinerja outcome yang positip serta akuntabel bagi semua Satuan Unit Kerja Pemerintah Daerah menuju terwujudnya Good Governance dan Clean Government di Kabupaten Wonosobo.
Pada Tahun 2016 Inspektorat Kabupaten Wonosobo telah melaksanakan kegiatan pemeriksaan pada obyek pemeriksaan dengan perincian sebagai berikut :
A. Pemeriksaan Reguler sejumlah : 146 obrik terdiri :
Badan : 2 Obrik Dinas : 2 Obrik Kantor : 3 Obrik Bagian : 1 Obrik Kecamatan : 15 Obrik Desa : 123 Obrik
B. Pemeriksaan Kasus/Khusus yang sudah dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Wonosobo adalah sebagai berikut:
Jumlah pemeriksaan Kasus/Khusus terdapat 8 (Delapan) jenis pemeriksaan kasus/khusus : 1. Pemeriksaan Khusus atas Tindak Pidana Korupsi dan Dana Transfer Ke Desa Tahun 2015
pada APBDes Tahun 2015 Desa Karangrejo Kecamatan Selomerto.
2. Pemeriksaan Khusus Exs Pertanggungjawaban Dana Bengkok Kelurahan Leksono 3. Pemeriksaan Khusus atas Pengaduan dari SMP Negeri 4 Wonosobo.
4. Pemeriksaan Khusus atas Pengaduan dari Warga Desa Batursari Kecamatan Sapuran 5. Pemeriksaan Khusus atas laporan forum masyarakat mojotengah adanya tindak pidana
korupsi di Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah.
6. Pemeriksaan Khusus atas laporan hasil klarifikasi aduan masyarakat Desa Mergolangu Kecamatan Kalibawang.
7. Pemeriksaan Khusus atas Pengaduan Masyarakat Desa Glagah Kecamatan Sapuran 8. Pemeriksaan Khusus atas pengaduan masyarakat Desa Tanjunganom Kecamatan Kaliwiro.
Adapun evaluasi hasil pelaksanaan Rencana Kerja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD sampai dengan Tahun 2016 dapat kami sajikan dengan tabel sebagai berikut :
Kode Pemerintahan Daerah dan Urusan/Bidang Urusan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcomes)/Kegiatan (Output)
Target dan Realisasi Capaian Renstra SKPD s/d Tahun 2016 Target Capaian Program dan kegiatan s/d Tahun 2016 Realisasi Capaian Tahun 2016 1 Peningkatan Kualitas
Sumber daya Pengawasan
Tercapainya peningkatan Mutu Pengawasan 40 SDM dan mampu memberi keyakinan terbatas dalam hal Review Kinerja.
100% 97,15%
2 Pengelolaan LP2P dan
LHKPN
Terpantaunya laporan semua pajak pribadi (pajak penghasilan) semua pejabat/pegawai dilingkungan pemerintah Kabupaten Wonosobo 100% 92,07% 3 Penyusunan Review LKPD/SKPD Se Kabupaten Wonosobo
Tercapainya Laporan Hasil Review Laporan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2015 yang berdasarkan Sistem Pengendalian Intern(SPI) yang memadaidan sesuai Standar Akuntansi Pemerintah(SAP) 100% 94,85% 4 Pendampingan/Asistensi Pemeriksaan Aparat Penegak Hukum,Pengawas Eksternal,Penanganan Pengaduan Masyarakat dan Pemeriksaan Khusus
Tercapainya keselarasan hubungan antara pengawas internal dengan pengawas eksternal termasuk aparat penegak hukum dalam hal perbaikan sistem pengawasan internal dan kebijakan KDH
100% 81,62% 5. Peningkatan Kapabilitas APIP
Tercapainya peningkatan Aparat Pengawas yang memiliki pengetahuan perencanaan penganggaran dan memberikan keyakinan terbatas kepatuhan terhadap kaidah-kaidah penganggaran.
6. Review RKA Tercapainya Perbaikan Penganggaran Tahun Anggaran 2016 100% 99,71% 7.
Sosialisasi SPIP dan Penguatan Satgas SPIP
Tercapainya penguatan Satgas SPIP dan meningkatnya pengetahuan tentang SPIP di
Lingkungan OPD Kab.Wonosobo 100% 95,49%
8 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor Terlaksananya rehabilitasi gedung kantor untuk meningkatnya kelancaran pelaksanaan kegiatan kedinasan.
100% 98,92%
9.
Sosialisasi LHKASN
Terpantaunya laporan semua harta kekayaan pejabat/pegawai di lingkungan Kabupaten Wonosobo 100% 99,95% 10 Studi pelaksanaan pengawasan PPRG Tercapainya peningkatkan pengetahuan tentang pengawasan PPRG 100% 99,97% 11
Gelar pengawasan Daerah
(Larwasda) Terkumpulnya bukti tindak lanjut untuk tercapainya Opini WTP. 100% 77,83%
12
Review Penyerapan Anggaran (PA) dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan Monitoring Penyerapan dan
Penggunaan Dana Desa Tahun 2016
Termonitornya perkembangan penyerapan anggaran dan Pengadaan Barang dan jasa dan Penggunaan Dana Desa Kabupaten Wonosobo
2.2. Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD.
Dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap hak dasar sebagai warga negara untuk memperoleh kehidupan yang layak dan berkeadilan, maka di era reformasi saat ini peranan masyarakat melalui Lembaga Swadaya Masyarakat semakin tajam dalam melakukan pengawasan eksternal terhadap penyelenggaran pemerintahan baik di Pusat maupun di Daerah. Reformasi Birokrasi menjadi hal penting untuk segera dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap Pemerintahan yang bersih, bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sehingga seluruh kebijakan Pemerintah baik Pusat maupun Daerah ,agar senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat dan masyarakat luas ,baik dari sisi perbaikan ekonomi, sosial, politik dan kepastian hukum yang berkeadilan.
Dari analisa kondisi saat ini dan perkiraan kondisi kedepan baik internal maupun eksternal mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan dari visi dan misi organisasi, sehingga dimungkinkan timbulnya isu strategis sebagai berikut :
1. Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap keleluasaan ikut berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik.
2. Meningkatnya tuntutan masyarakat dalam penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik antara lain : Transparansi, akuntabilitas, Pelayanan Publik yang berkualitas dan penerapan hukum yang berkeadilan.
Munculnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas penyelenggara Negara, disebabkan masih lemahnya penerapan system pengendalian intern pada lingkup birokrasi, sehingga timbul adanya berbagai penyimpangan baik dalam pengelolaan keuangan maupun administrasi .
Transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian dari instrumen dan alat kontrol untuk mengukur pelaksanaan kinerja suatu kegiatan dalam pencapaian tujuan organisasi. Inspektorat Kabupaten Wonosobo sebagai Institusi Pengawas Internal Pemerintah Daerah, merupakan bagian dari manajemen Penyelenggaraan Pemerintahan yang ikut serta mengawal dalam pelaksanaan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Wonosobo yang semakin maju dan sejahtera.
Kondisi Internal dan external yang akan dihadapi dalam kurun waktu satu tahun kedepan oleh Inspektorat Kabupaten Wonosobo, jika muncul pengaruh terhadap melemahnya pelaksanaan tugas dan fungsi bidang pengawasan perlu dilakukan antisipasi yaitu dengan melakukan analisa terhadap Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Hambatan (Analisa SWOT) dari factor internal maupun external sebagai berikut :
1. Kekuatan (strengths)
Sisi kekuatan pada faktor strategis yang dimiliki antara lain :
a. Pengawasan sebagai bagian integral dari manajemen penyelenggaraan pemerintahan selalu dipertahankan eksistensinya;
b. Kewenangan Koordinasi Pengawasan didasarkan pada Peraturan Perundang-undangan 2. Kelemahan ( weaknesses )
Sisi kelemahan yang dihadapi antara lain :
a. Jumlah auditor dan pengawas pemerintahan kurang seimbang dengan jumlah obyek pemeriksaan dalam ruang lingkup tugas pengawasan.
b. Kurangnya kemampuan sumber daya aparatur pengawasan dalam mengimbangi kemajuan iptek dan komunikasi.
c. Pengawasan intern cenderung kurang independen (bersifat asistensi dan pembinaan. 3. Peluang (opportunities)
Sisi peluang terdapat factor strategis antara lain :
a. Komitmen Kepala daerah dalam pembinaan dan pengawasan kepada aparatur pengawasan. b. Tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN
menjadi motivasi bagi aparatur dan instansi pengawasan. 4. Tantangan/Ancaman/hambatan (Threats)
Hambatan yang dihadapi antara lain :
a. Banyaknya Aparat Pengawas Internal Pemerintah, menimbulkan overlapping dalam pelaksanaan pengawasan sekalipun sudah dilakukan upaya koordinasi.
b. Lambatnya penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan berakibat pada hasil pengawasan yang kurang optimal.
c. Instrumen penyelenggaraan pemerintahan daerah selalu mengalami perubahan
d. Semakin canggihnya modus penyimpangan menuntut peningkatan profesionalisme aparatur pengawasan secara terus menerus.
Upaya untuk mencapai sasaran pembangunan yaitu mewujudkan penyelenggaraan Tata Pemerintahan yang bersih dan berwibawa, maka penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan pada penuntasan dan pencegahan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk praktik KKN yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) pada semua kegiatan dan kepada aparatur pelaksana disemua tingkatan antara lain :
a. Pemberian Punishment bagi PNS yang melakukan praktik KKN sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Melaksanakan koordinasi secara sinergi pengawasan internal, pengawasan eksternal, pengawasan legislative (DPRD) dan pengawasan masyarakat sebagai upaya meningkatkan pengawasan aparatur Negara.
c. Meningkatkan budaya kerja aparatur yang bermoral, professional, produktif dan bertanggungjawab.
d. Percepatan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan/pengawasan internal maupun external.
2. Menetapkan prioritas program kegiatan bidang pengawasan untuk mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik antara lain :
a. Menetapkan Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH, dengan tujuan untuk mendorong adanya transparansi dan akuntabel dalam penyelenggaraan pemerintahan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo;
b. Menetapkan Program Peningkatan Profesionalisme Aparatur Pengawasan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sumber daya auditor dan pemeriksa pemerintahan melalui beimbingan teknis , pendidikan dan pelatihan;
c. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pemerintah, yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan operasional kegiatan pengawasan dalam rangka melakukan tugas dan fungsi bidang pengawasan;
d. Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan tujuan dapat memberikan fasilitasi pelayanan administrasi secara memadai.
2.3. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat.
Pengawasan Internal Pemerintah Daerah yang dilakukan oleh Institusi Inspektorat Kabupaten Wonosobo, merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara komprehensif dalam mewujudkan suatu Pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Untuk dapat memenuhi tujuan dan sasaran dari pelaksanaan pengawasan , maka perlu disusun program dan kegiatan bidang pengawasan yang menjadi kebutuhan untuk kegiatan operasional, antara lain sebagai berikut :
Usulan program dan kegiatan dari Pemangku kepentingan Tahun 2017
Kabupaten Wonosobo
SKPD : INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO
No Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Besaran/ Volume Catatan
1. Pelatihan Teknis Pengawasan dan Penilaian Akuntabilitas Kinerja Inspektorat
Tercapainya
peningkatan kapabilitas aparat pengawas dalam Pengawasan Bagi Aparat Pengawas dalam melaksanakan : 1).Probity Audit.. 2).Audit Barang/Aset Milik Daerah. 3).Investigasi Kasus. 4).Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja Pemerintah. 175.000.000,00
2. Reviu Rencana Kerja Anggaran (RKA) Inspektorat
Tercapainya kesesuain program kerja yang efisien,efektif dan
ekonomis 75.000.000,00
3.
Reviu Laporan Kinerja Pemerintah
Daerah Inspektorat . Tercapainya kesesuaian antara perencaan dengan realisasi program kerja OPD 75.000.000,00 4. Pendampingan/Asistensi Pemeriksaan Aparat Penegak Hukum, Pengawas Eksternal, Penanganan Pengaduan Masyarakat dan Pemeriksaan Khusus
Inspektorat Tercapainya keselarasan hubungan antara pengawas internal dengan pengawas eksternal termasuk dengan aparat penegak hukum dalam hal pengawasan
30.000.000,00
6 Monitoring dan Evaluasi Percepatan Pemberantasan Korupsi Inspektorat Terwujudnya peningkatan pengelolaan dan pemutakhiran data LP2P dan LHKPN 60.000.000,00
7 Gelar Pengawasan Daerah Inspektorat Persentase Temuan yang ditindaklanjuti meningkat
60.000.000,00
8 Penyusunan Reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Inspektorat
Tercapainya peningkatan
pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
60.000.000
9 Pendampingan Audit Investigasi Kasus dengan Metode Studi Komprehensif Inspektorat Mutu Pengawasan meningkat dalam melaksanakan audit investigasi kasus 100.000.000
10 Rehabilitasi sedang / berat gedung kantor Inspektorat Tercapainya peningkatan sarana
prasarana aparatur 50.000.000
11 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Inspektorat Tercapainya peningkatan sarana
prasarana aparatur 60.000.000
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Sesuai dengan Dasar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Dokumen Perencanaan Pembangunan di Daerah meliputi RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD dan Renja SKPD. Mengacu dasar Undang_undang tersebut diatas , maka penyusunan Rencana Kerja SKPD disesuaikan dengan tugas dan fungsi SKPD , kemudian dihimpun dan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan Rencana Kerja Kabupaten Wonosobo.
3.1. Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja SKPD
Tujuan yang hendak dicapai Inspektorat Kabupaten Wonosobo tahun 2017 adalah : 1. Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan;
2. Meningkatkan kualitas SDM Aparatur pemerintah melalui bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan 3. Terwujudnya sarana prasarana perkantoran yang memadai.
4. Meningkatnya kepercayaan publik atas kinerja pemerintah daerah
Sesuai dengan misi organisasi maka sasaran yang hendak dicapai adalah sebagai berikut : 1. Meningkatnya sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 2. Meningkatnya profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan
3. Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran serta sarana dan prasarana pemerintah. 1.2. Program dan Kegiatan.
Sesuai dengan visi Pembangunan Kabupaten Wonosobo 2016-2021 yaitu terwujudnya Wonosobo bersatu, untuk Maju, Mandiri dan Sejahtera untuk semua, dengan usaha – usaha Perwujudan Misi Kabupaten Wonosobo yang dijabarkan sebagai berikut :
1. Meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara 2. Meningkatkan capaian kinerja dan pemajuan penyelenggaraan pemerintahan daerah;
3. Meningkatkan kemandirian daerah;
4. Meningkatkan pelayanan dasar sarana dan prasarana publik untuk kesejahteraan yang merata ; 5. Melakukan harmonisasi prinsip berkelanjutan dan berkesinambungan dalam pembangunan daerah..
Dengan menyelaraskan dari perwujudan misi dan visi Kabupaten Wonosobo Inspektorat Kabupaten Wonosobo terus berupaya mewujudkan pemerintahan Kabupaten Wonosobo yang bersih dan profesional serta sikap responsif aparatur dan untuk mencapai tujuan pengawasan maka Inspektorat Kabupaten Wonosobo telah menetapkan arah kebijakan dan program, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan pelaksanaan kegiatan , sebagai berikut :
A. Visi
Berdasarkan permasalahan dan tantangan ke depan dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, telah ditetapkan Visi organisasi , yaitu "Terwujudnya Pemerintahan yang Transparan, Partisipasif, Akuntabel Melalui Pengawasan Yang Profesional”
B. Misi
Guna mewujudkan visi tersebut di atas Inspektorat Kabupaten Wonosobo telah merumuskan misi-nya sebagai berikut :
1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang mengarah pada profesionalisme ;
2. Meningkatkan kualitas sistem pengawasan yang berkesinambungan, mandiri dan obyektif serta mendorong terwujudnya akuntabilitas unit kerja;
3. Mendorong terwujudnya penyelenggaraan tugas pemerintahan yang Efisien dan efektif (one roof service )
C. Program dan Pelaksanaan Kegiatan .
Rencana Program dan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi : 1. Program : Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Program ini bertujuan tercapainya peningkatan kapabilitas aparat pengawas dalam melaksanakan reviu
Kegiatan : Kegiatan pokok yang dilaksanakan : a. Pendidikan dan pelatihan formal;
b. Peningkatan kapabilitas APIP ;
c. Peningkatan kualitas sumberdaya pengawasan ;
2. Program : Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH.
Program ini bertujuan untuk mewujudkan sistem dan mekanisme pengawasan yang baku sesuai peraturan perundang-undangan yang dilaksanakan dengan kode etik aparatur pengawasan.
Kegiatan pokok yang dilaksanakan : a. Pengelolaan LP2P dan LHKPN;
b. Pendampingan/asistensi pemeriksaan aparat penegak hukum,pengawas eksternal,penanganan pengaduan masyarakat dan pemeriksaan khusus;
c. Reviu RKA;
d. Sosialisasi SPIP,Penguatan satgas SPIP;
e. Sosialisasi LHKASN dan Perekaman data ke Aplikasi SIHARKA;
3. Program : Peningkatan Sarana dan Prasarana
Program ini bertujuan untuk mewujudkan sarana dan prasarana yang memadai
Kegiatan
Kegiatan pokok yang dilaksanakan :
a. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
b. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional c. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Kantor
d. Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor.
4. Program : Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program ini bertujuan agar kualitas Administrasi Perkantoran memadai. Kegiatan
Kegiatan pokok yang dilaksanakan : a. Penyediaan jasa surat-menyurat;
b. Penyediaan jasa komunikasi ,sumber daya air dan listrik; c. Penyediaan jasa administrasi keuangan;
d. Penyediaan alat tulis kantor;
e. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan; f. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan; g. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor;
h. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan; i. Penyediaan makanan dan minuman;
j. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah; k. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam Daerah; l. Penyediaan jasa kebersihan dan keamanan;
m. Penyediaan jasa pelayanan umum pemerintahan.
5. Program : Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran dalam penyampaian laporan pencapaian kinerja dan administrasi keuangan
Kegiatan
Kegiatan pokok yang dilaksanakan : a. Gelar pengawasan daerah (Larwasda);
b. Review penyerapan anggaran (PA),Pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan Monitoring Penyerapan dan Penggunaan Dana Desa Tahun 2016;