• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Pokok-pokok Bahan Pidato Ibu Menteri Sosial Untuk :Pidato Pembukaan Rakernas DNIKS

di Hotel Grand Serpong Tanggerang Tanggal 29 Agustus 2016.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas undangan Bapak Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS untuk memberikan sambutan dan membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional DNIKS yang diikuti oleh Pengurus DNIKS, Organisasi Sosial Nasional dan LKKS/BK3S Propinsi seluruh Indonesia.

Kami juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Prof. Dr. Haryono Suyono mengundang Organisasi Masyarakat Perempuan mitra kerja Kementerian Sosial yang saat ini telah bersinergi dengan kami dan telah menanda tangani kerjasama untuk melaksanakan program-program dibidang Kesejahteraan Sosial.

(2)

Dengan hadirnya Organisasi Masyarakat Perempuan dalam Rakernas DNIKS ini kami harapkan DNIKS dapat membantu Kementerian Sosial dalam melakukan koordinasi dan mensinergikan kegiatan dan program kesejahteraan sosial sebagaimana tugas LKKS Tingkat Nasional dalam menggalang peran serta masyakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Tugas yang sangat strategis ini diamanatkan Undang-Undang No. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.Dengan telah disepakatimya SDG’s sampai tahun 2030, Pemerintah memerlukan mitra kerja yang handal untuk mengkoordinasikan peran masyarakat dalam pembangunan sosial yang sejalan dengan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan serta pengembangan sumber daya alam. Bapak dan Ibu yang kami hormati,

Saya ikut bersyukur bahwa dukungan penyelenggaraan Rakernas ini dapat diberikan oleh Pemda Propinsi Banten dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur Rano Karno SIp dan Ibu Dewi Indriati Rano sebagai Ketua LKKS Banten. Kami harapkan dukungan Pemda Propinsi Banten untuk membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial akan berlanjut dan dapat membangun kebangkitan masyarakat Banten dalam bidang kesejahteraan sosialnya secara merata. Kerjasama yang harmonis antara Pemda dan LKKS ini kami harapkan dapat menjadi contoh dan dapat dikembangkan di Propinsi lain tanpa

(3)

menimbulkan permasalahan dalam pengeloaan anggaran pembangunan daerah.

Saya juga sangat mendukung apabila arah peran serta masyarakat dalam pembangunan kesejahteraan sosial dapat membantu program dengan sasaran masyarakat miskin yang memiliki permasalahan yang berat dan untuk penyelesaiannya dapat dikerahkan dengan dibantu oleh masyarakat sendiri.Seperti misalnya untuk Program Keluarga Harapan yang sasarannya untuk membantu menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan meningkatkan keluarga mampu mengatasi masalah sosialnya sendiri atau program bantuan lanjut uisa terlantar yang dalam penanganannya untuk lansia perlu diberikan santunan oleh pemerintah atau pemerintah daerah.Program-program tersebutakandapat diperluas tanpa menambah beban pemerintah, kalau dalam pelaksanaanya dengan ekstensifikasi atau perluasan jangkuan dapat dikembangkan oleh masyarakat atau dengan melibatkan keluarga atau lanjut usia yang masih mampu. Dengan demikian tanggung jawab dan partisipasi masyarakatpunakan bertambah tinggi

Peran organisasi sosial atau Yayasan dalam membantu kelangsungan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS)

(4)

atau Lembaga Kejahteraan Sosial (LKS) pada saat ini menurut saya sangat penting.Yayasan yang telah dibentuk pada masa pemerintahan lalu dan mempunyai misi pengentasan kemiskinan, apabila saat ini memberikan dukungan kepada DNIKS untuk penyelenggaraan program kesejahteraan sosial atau membantu Rakernas ini seperti dilakukan oleh Yayasan Damandiri saya juga memberikan apresiasi yang tinggi.Menurut saya hadirnya DNIKS yangdipimpinProf. Dr. Haryono Suyono dengan kegiatan yang dilakukan telah memberikan warna yang jelas untuk mengatasi masalah sosial di Indonesia.Sehingga program yang dilancarkan dibidang kesejahteraan sosial sangat relevan dengan misi Yayasan yang dibentuk untuk menangani hal tersebut yang memerlukan partisipasidan dukungan masyarakat secara luas untuk keberhasilannya.

Saya sangat gembira, berterima kasih dan mendukung sekali gagasan kerjasama DNIKS dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan diawali dengan penandatanganan MoU. Menurut kami dalam kerjasama ini tidak saja dapat mengarahkan penggunaan zakat, shodaqoh dan infak yang dihimpun dari masyarakat untuk membantu pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan, tetapi peran DNIKS dengan jajarannya berupa LKKS Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui advokasi sosial dan sosialisasi kepada masyarakat akan dapat mendorong kepedulian dan

(5)

peran masyarakat dalam membayar zakat sesuai tema “Kebangkitan Zakat” yang dilancarkan oleh Baznas.

Oleh karena itu saya dalam kesempatan ini mengharapkan kerjasama yang telah dirintis antara LKKS Propinsi dan Baznas Propinsi Sumatera Barat dengan adanya MoU antara DNIKS dan BAZNAS Pusat dapat diteruskan kepada LKKS dan Baznas Propinsi lainya. Program pengentasan Kemiskinan di Nagari-nagari yang telah dilakukan oleh LKKS Sumatera Barat dengan dukungan Baznas Propinsi Sumatra Barat dengan kerjasama Perguruan Tinggi dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi wilayah dan sasaran keluarga miskin yang ada.Untuk itu koordinasi Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial sangat kami tekankan.

Kami juga sangat mengharapkan bahwa kerjasama DNIKS ini dapat diperluas dengan dunia usaha, baik BUMN, Swasta Nasional dan Asing terutama untuk dapat memanfaatkan dana Corporates Social Responsibility (CSR) yang disisihkan oleh Perusahaandari keuntungan untuk menyelenggarakan pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan. Penggunaan dana CSR ini menurut saya akan lebih terarah dengan hadirnya Community Forum for Social Development (CFSD) yang telah dibentuk di propinsi-propinsi. Forum yang terdiri dari Dunia Usaha, Pemerintah Daerah yang diwakili Dinas

(6)

Sosial dapat dioptimalkan perannya dengan melibatkan LKKS Propinsi, Perguruan Tinggi dan Organisasi sosial serta organisasi masyarakat lainnya. Forum ini dapat mengarahkan program pembangunan kesejahteraan sosial yang penting dan strategis serta menjangkau sasaran masyarakat miskin yang perlu dientaskan melalui program pemberdayaan, rehabilitasi dan jaminan sosial.

Dengan adanya kerjasama dengan Baznas dan CFSD ini dan juga dukungan dari berbagai pihak, peran DNIKS dan LKKS di Daerahakan dapat ditingkatkan pada waktu mendatang. Kami menyadari bahwa arah pembangunan nasional yang terus digalakkan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur akan membatasi kemampuan pemerintah termasuk sektor kesejahteraan sosial untuk menyediakan anggaran yang dapat digunakan mendorong partisipasi masyarakat.

Dalam kesempatan ini saya juga mengharap upaya untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi kepada pengurus DNIKS, LKKS/BK3S dan organisasi social nasional dalam masa-masa yang akan datangperlu terus dilakukan dengan pembinaan dan pemberdayaan yang ada. Kita perlu terus meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM dengan penyegaran dan revitalisasi.

(7)

Pengurus yang sudah tidak produktif perlu disegarkan dengan tenaga-tenaga muda yang memiliki dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi. Proses sertifikasi pekerja sosial dan tenaga kesejahteraan sosial serta akreditasi LKS agar dapat dilakukan dengan mekanisme yang sudah diatur oleh Kementerian Sosial.

Maksud dan tujuan dari sertifikasi pekerja danakreditasi lembaga yang diselenggarakan oleh Kemensos pada hakekatnya untuk melindungi petugas dan menjaga kualitas pelayanan sesuai standar profesi.Oleh karena itu kami minta jangan dihalangi dan ditolak dengan alasan dapat melemahkan partisipasi masyarakat.Meskipun saat ini Kementerian sosial belum dapat memberikan kompensasi atau insentif dengan pelaksanan kegiatan ini, tetapi perlu kami ingatkan bahwa program ini pada hakekatnya demi memperbaiki kualitas pengabdian yang kita lakukan.

Akhirnya dalam mengakhiri sambutan ini kami mengharapkan dengan pengarahan dan pembinaan DNIKS dan LKKS Propinsi kerjasama LKKS dan Dinas Sosial di Kabupaten/Kota dapat terus ditingkatkan sehubungan dengan peran yang dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial di Kecamatan (TKSK). TKSK ini meskipun honornya dibayar oleh Kemensos atau Dinas Sosial

(8)

Propinsi atau Kabupaten/Kota, tetapi mereka berasal dari unsur-unsur masyarakat yang kualitas pengabdian dan kerelawanannya perlu terus dijaga dan dibina oleh LKKS. TKSK ini perlu mendorong peran serta masyarakat ditingkat akar rumput dalam melakukan pemberdayaan dan revitalitasi penyandang masalah sosial.Oleh karena mereka perlu berdampingan dan bekerjasama dengan LKS pada tingkat akar rumput seperti karang teruna, organisasi kemasyarakatan dan kelompok-kelompok sepereti Kube, UP3K/UPPKS, yang saat ini di sinergikan kegiatannya oleh Posdaya.

Kami yakin bahwa apabila TKSK dapat bekerja dengan baik dan harmonis dengan lembaga sosial yang menjadi wadah partisipasi masyarakat ditingkat akar rumput, maka program kesejahteraan sosial termasuk dalam melakukan pemetaan atau mengidentifikasi dan memutakhirkan data penduduk miskin dan penyandang masalah sosial sebagai sasaran dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya untuk meningkatkan peran dan membentuk LKKS Propinsi yang belum dapat dilaksanakan sampai saat ini, melalui koordinasi dengan DNIKS saya minta jajaran Dirjen Pemberdayaan Sosial, menghubungi Dinas Sosial atau Pemerintah Daerah setempatguna mengambil langkah-langkahmembentuk atau mengaktifkan LKKS setempat. Dengan demikian ada perhatian oleh Pemerintah Daerah dan partisipasi

(9)

serta peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang lebih tinggi.

Demikian pokok-pokok sambutan kami atas perhatian dan kerjasama dalam melaksanakan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial kami atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih. Selanjutnya dengan mengucapkan Bismillahhirohmannirohim dan memohon ridho serta berkah dari Allah s.w.t. Rakernas DNIKS tahun 2016 kami buka secara resmi.Semoga Allah s.w.t. melindungi kita sekalian.Amin yaa Robbal alamien.Terima kasih.

Waabilahittaufiq walhidayah Wassalammu’alaikum wr.wb.

MENTERI SOSIAL R.I.

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah spora mikoriza yang terdeteksi pada rizosfer bawang merah yang terbanyak berasal dari aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dosis 2,5 g/ tanaman dikombinasikan dengan aplikasi pupuk

Dengan tujuan membantu para mahasiswa Information Technology (IT) untuk mendapatkan suatu varias i baru dalam metode belajar dengan bantuan teknologi computer yang lebih menarik

Sedangkan perencanaan/perhitungan berdasarkan capacity adalah merupakan perencanaan yang tinjauannya untuk menentukan jumlah site yang dibutuhkan agar mampu melayani banyaknya

Kendala umum dalam proses pembelajaran sejarah yang dirasakan para siswa/mahasiswa PKN/Sejarah adalah betapa tidak menariknya proses pembelajaran, sementara pelajaran

Alhamdulillah, penulis telah menyelesaikan skripsi strata-1 program studi Ilmu Hubungan Internasional yang berjudul Kepentingan Amerika Serikat dalam.. Trans Pacific

diperoleh di lapangan diketahui bahwa pemanfaatan hasil hutan yang terdapat di Dusun Lemang dan Siamang diantaranya pemanfaatan petai, pemanfaatan ikan, pemanfaatan

besar pengaruh brand equity pasta gigi Pepsodent terhadap loyalitas pelanggan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa brand equity yang terdiri dari brand. awareness,

Solusi dari permasalahan diatas adalah membuat sebuah aplikasi lowongan kerja berbasis web dimana nantinya pelamar dapat langsung membuat lamaran pekerjaan yang