• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 PERPUSTAKAAN 2.1.1 Pengertian Perpustakaan

Istilah perpustakaan berasal dari kata dasar pustaka. Yang berarti buku, atau kitab. Kemudian mendapat awalan per dan akhiran an menjadi perpustakaan. Selanjutnya dalam istilah perpustakaan terkandung pengertian “kumpulan buku dan informasi yang disusun diruang tertentu dilengkapi dengan perlengkapan (sarana prasarana) menurut aturan tertentu, diatur dan dilayankan oleh petugas (pustakawan) dan dipergunakan oleh para pembaca/pemakai. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari C. Larasati Milburga,dkk yang menyatakan “perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi”.

Dalam istilah Inggris perpustakaan adalah library yang berasal dari bahasa, latin liber, yang berarti buku. sehingga orang-orang yang bekerja di sebuah library disebut librarian atau pustakawan. Dari uraian tersebut maka sebuah perpustakaan mengandung persyaratan-persyaratan sebagai berikut : (1) adanya kumpulan koleksi informasi (bahan pustaka) yang tersusun rapi, (2) menggunakan suatu sistem tertentu, (3) dikelola dan dilayankan oleh petugas

(2)

dengan persyaratan, kemampuan, pendidikan, keterampilan tertentu, (4) ditempatkan pada tempat, ruang atau gedung tertentu, yang secara khusus dipergunakan untuk perpustakaan, (5) adanya masyarakat pemakai yang memang diharapkan menjadi pemakai, (6) adanya pedoman/peraturan atau ketentuan untuk menggunakan perpustakaan tersebut, (7) adanya perlengkapan, fasilitas dan sarana prasarana untuk menunjang pemakaian perpustakaan. Seperti meja, kursi baca, meja layanan, rak buku, lemari katalog dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan agar tercipta suasana yang kondusif, nyaman, tenteram, tenang untuk membaca dan belajar. Di perpustakaan mesti dihindari terjadinya "kesemrawutan" atas penyelenggaraan perpustakaan. Perpustakaan identik dengan buku, informasi, suasana belajar, ketenangan dan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. (http://madinask.com/index.php?option=com_content&view= article&id=1585:pengenalan-perpustakaan&catid=10:opini&Itemid=135).

2.1.2 Pentingnya Perpustakaan

Upaya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa tidak harus selalu melalui jalur pendidikan formal saja, akan tetapi dapat juga melalui jalur pendidikan nonformal. Oleh karena itu, diperlukan adanya sarana komunikasi informasi ilmu pengetahuan untuk disampaikan kepada masyarakat yaitu perpustakaan.

Perpustakaan merupakan pusat terkumpulnya berbagai informasi dan ilmu pengetahuan baik yang berupa buku maupun bahan rekaman lainnya yang diorganisasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pemakai perpustakaan. Pentingnya perpustakaan diorganisasikan dengan baik agar memudahkan pemakai dalam menemukan informasi yang dibutuhkannya, karena

(3)

bahan-bahan yang ada di perpustakaan itu sebenarnya adalah himpunan ilmu pengetahuan yang diperoleh umat manusia dari masa ke masa.

2.2 KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, member sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik. (Pengenalan Komputer, Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D., 1999).

2.3 REKAYASA PERANGKAT LUNAK 2.3.1 Model Waterfall

Model waterfall merupakan salah satu dari model-model yang terdapat pada proses perangkat lunak. Model waterfall memiliki beberapa tahapan seperti yang terdapat pada gambar 2.1.

(4)

Gambar 2.1 Model Waterfall (http://zaifirda.blogspot.com). Tahapan-tahapan dalam waterfall adalah sebagai berikut :

1. Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi (System/information Engineering dan Modeling). Tahapan ini menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desain tingkat puncak.

2. Analisis kebutuhan perangkat lunak (Software Requirement Analysis). Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan perangkat lunak. Untuk memahami perangkat lunak yang dibangun, perekayasa perangkat lunak harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan

System Engineering Requirements Analisis Design Coding Testing Maintenance

(5)

antarmuka yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun perangkat lunak didokumentasikan dan dilihat lagi dengan pelanggan. 3. Tahapan perancangan (Design). Tahapan perancangan perangkat lunak

sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut program yang berbeda : struktur data, arsitek perangkat lunak, representasi antarmuka, dan detail prosedural. Proses desaign menerjemahkan kebutuhan kedalam sebuah representasi perangkat lunak yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi perangkat lunak.

4. Tahapan pemrograman (Coding). Desain harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pemograman melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis.

5. Tahapan pengujian (Testing). Setelah kode program selesai dibuat, dan program dapat berjalan, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika di dalam perangkat lunak, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan di luar fungsi yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa masukan yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

6. Tahapan pemeliharaan (Maintenance). Perangkat lunak akan mengalami perubahan setelah disampaikan kepada pelanggan. Perubahan akan terjadi

(6)

kesalahan-kesalahan yang mungkin ditemukan, karena perangkat lunak harus disesuaikan untuk menampung perubahan-perubahan di dalam lingkungan luarnya. Pemeliharaan perangkat lunak menerapkan lagi setiap tahap program sebelumnya dan tidak membuat yang baru lagi.

2.4 UNIFIED MODELING LANGUAGE (UML)

Unified Modelling Language (UML) adalah “keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek (OO)”. (UML Distilled Edisi 3, Martin Fowler, 2005).

UML juga merupakan sebuah “bahasa” yang telah menjadi standard dalam industri untuk visualisasi, merancang, dan mendokumentasikan perangkat lunak, karena UML merupakan dasar untuk dapat membuat model aplikasi perangkat lunak, selain itu juga UML merupakan kesatuan dari bahasa pemodelan yang dikembangkan oleh Booch, Object Modeling Technique (OMT) dan Object Oriented Software Engineering (OOSE).

(7)

2.4.1 Diagram-diagram UML

UML memiliki 13 jenis diagram seperti tertulis dalam tabel 2.1 dibawah ini : Tabel 2.1 Tipe Diagram UML(Pemodelan Visual dengan UML, Munawar, 2005)

Diagram Tujuan

Activity Diagram Prilaku prosedural dan parallel class, fitur dan relasinya. Class Diagram Class, fitur dan relasinya.

Component Struktur dan koneksi dari komponen. Composite structure Dekomposisi sebuah class saat runtime. Deployment Penyebaran atau instalasi ke klien.

Interaction Overview Gabungan antara activity dan sequence diagram. Object Contoh konfigurasi instance.

Package Struktur hierarki saat kompilasi.

Sequence Interaksi antar objek lebih menekankan pada urutan. State Machine Bagaimana event mengubah sebuah objek.

Timing Interaksi antar objek lebih menekankan pada waktu. Use Case Bagaimana user berinteraksi dengan sistem.

Communication Interaksi diantara objek lebih menekankan ke link.

2.5 DIAGRAM YANG DIGUNAKAN 2.5.1 Use Case Diagram

Use case diagram adalah teknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah sistem (UML Distilled Edisi 3, Martin Fowler, 2005). Use case mendeskripsikan interaksi tipikal antara para pengguna sistem dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang bagaimana sistem tersebut digunakan. Use case diagram menampilkan aktor, use case, dan hubungan antara mereka:

(8)

Aktor mana yang menggunakan use case mana Use case mana yang memasukkan use case lain

Tabel 2.2 Notasi Use Case Diagram (Pemodelan Visual dengan UML, Munawar, 2005)

Notasi Nama Simbol Keterangan

Aktor

Aktor Sebuah aktor mencirikan suatu bagian outside user atau susunan yang berkaitan dengan user yang berinteraksi dengan sistem.

Use Case Merupakan serangkaian skenario yang terikat secara bersama oleh suatu tujuan yang sama dari pengguna. Arus Menggambarkan aliran data. <<include>> Menspesifikan bahwa use

case sumber secara eksplisit.

Gambar 2.2 Contoh Use Case Diagram (http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/11/Paper-7-Migrating-Structur-design-to-UML.pdf)

(9)

2.5.2 Activity Diagram

Activity diagram adalah teknik untuk mendeskripsikan logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja dalam banyak kasus (Pemodelan Visual dengan UML, Munawar, 2005). Dalam beberapa hal, diagram ini memainkan peran mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung behavior parallel. Berikut adalah symbol atau rotasi yang terdapat dalam activity diagram:

Tabel 2.3 Simbol-simbol Activity Diagram (Pemodelan Visual dengan UML, Munawar, 2005)

Simbol Keterangan

Titik Awal. Titik Akhir.

Menggambarkan proses bisnis dan dikenal sebagai activity state.

Pilihan untuk mengambil keputusan.

Fork, digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara parallel atau untuk menggabungkan dua kegiatan parallel menjadi satu.

(10)

Gambar 2.3 Contoh Activity Diagram

(http://www.evanetics.com/Articles/ar_objectModeling/saneUML.htm)

2.5.3 Sequance Diagram

Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario. Diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara obyek-obyek ini di dalam use case (Pemodelan Visual dengan UML, Munawar, 2005). Berikut adalah notasi yang terdapat dalam sequence diagram:

Tabel 2.4 Notasi Sequence Diagram

Notasi Keterangan

Activation, menambahkan periode waktu selama aktor atau objek sedang melakukan sewaktu tindakan.

Message, komunikasi antar objek dalam menyampaikan informasi dalam suatu tindakan.

(11)

Lanjutan Tabel 2.4

Object Lifeline, keberadaan sebuah objek pada situasi tertentu dimana objek akan memulai dan mengakhiri dengan pesan yang disampaikan.

Gambar 2.4 Contoh Sequence Diagram

(http://blackdjie.blogspot.com/2009/01/unified-modeling-language-uml.html)

2.5.4 Class Diagram

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).

Class diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Class diagram juga menunjukkan properti dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang

(12)

terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut. UML menggunakan istilah fitur sebagai istilah umum yang meliputi properti dan operasi sebuah class.

Gambar 2.5 Contoh Class Diagram (http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/11/Paper-7-Migrating-Structur-design-to-UML.pdf)

2.6 PL/SQL

2.6.1 Pengenalan PL/SQL

PL/SQL (Prosedural Language/Structure Query Language) adalah suatu blok yang berisi skrip-skrip bahasa procedural (Pemograman PL/SQL ORACLE, Imam Heryanto, Budi Rahardjo, 2003). Oracle menyediakan sebuah fleksibilitas bagi anda untuk menuliskan bahasa-bahasa generasi ketiga yang tidak terdapat pada bahasa SQL. Pada PL/SQL anda dapat menuliskan perintah-perintah seperti, menuliskan perintah-perintah pada bahasa pemograman procedural lainnya karena

(13)

didalam PL/SQL tersedia bagian type data, struktur percabangan maupun struktur pengulangan. Dengan adanya kelengkapan semacam itu terntunya PL/SQL akan dapat meningkatkan performance dari database yang kita olah.

2.6.2 Tipe Data PL/SQL

Pada Oracle tipe data PL/SQL secara umum dibedakan menjadi lima yaitu numeric, karakter, date, Boolean, dan rowed. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.5 Tipe Data PL/SQL (Pemograman PL/SQL ORACLE, Imam Heryanto, Budi Rahardjo, 2003).

Nama Tipe Keterangan

NUMBER Numerik Untuk semua type numeric

BINARY_INTEGER Numerik Didalamnya meliputi tipe unsigned integer

DEC Numerik Untuk bilangan desimal

DOUBLE PRECISION

Numerik Untuk bilangan riil dengan presisi yang tinggi

INTEGER Numerik Untuk bilangan bulat

INT Numerik Untuk bilangan bulat

NUMERIC Numerik Sama dengan NUMBER

REAL Numerik Sama dengan NUMBER

SMALLINT Numerik Untuk bilangan bulat dengan rentang yang kecil

VARCHAR2 Karakter Untuk string dengan panjang yang dinamis sesuai dengan panjang maksimal yang ditentukan

CHAR Karakter Untuk string dengan panjang yang sudah pasti

LONG Karakter Untuk string dengan lebar di atas 32.767 byte

DATE Tanggal Untuk tipe tanggal

BOOLEAN Boolean Bernilai TRUE (benar) dan FALSE (salah)

ROWID Rowid Untuk tipe rowid

2.6.3 Variabel PL/SQL

Seperti halnya pada bahasa-bahasa procedural lainnya, variabel adalah sebuah peubah yang digunakan untuk menampung sebuah nilai di memori

(14)

komputer. Nilai yang disimpan didalam variabel tersebut dapat diubah setiap saat jika diperlukan. Tipe data dari variabel tersebut harus sesuai dengan nilai yang akan ditampung. Misalnya, jika dalam membuat blok PL/SQL anda ingin menyimpan nilai dengan tipe data INTEGER, anda juga harus mendeklarasikan variabel tersebut dengan tipe data INTEGER, jika tidak, maka Oracle akan menampilkan pesan error. Cara mendeklarasikan variabel pada Oracle adalah dengan menyebutkan nama variabel tersebut yang kemudian diikuti dengan tipe datanya.

Contoh Variabel PL/SQL :

2.6.4 Komentar pada Blok PL/SQL

Untuk memudahkan proses maintenance, biasanya program-program yang dibuat oleh para programmer dilengkapi dengan komentar-komentar yang dapat membantu menjelaskan alur algoritma dari program tersebut. Begitu juga dalam blok PL/SQL, Oracle telah menyediakan fitur yang mengizinkan anda untuk menuliskan komentar-komentar didalamnya. Adapun jenis komentar yang tersedia dalam Oracle adalah sebagai berikut:

1. /*…*/ komentar ini adalah komentar gaya bahasa C yang dapat digunakan untuk beberapa baris. Contoh : /* ini adalah komentar Oracle */ 2. -- komentar ini hanya berlaku untuk satu baris.

Contoh : -- ini juga komentar Oracle DECLARE

X integer;

Alamat varchar2 (40); No_induk char (8);

(15)

2.6.5 Struktur Blok PL/SQL

Secara umum, sebuah blok PL/SQL di Oracle terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendeklarasian tipe data, bagian penulisan perintah-perintah yang akan dieksekusi, dan bagian eksepsi (bagian untuk menangani kesalahan/error yang mungkin terjadi). Bagian pendeklarasian tipe data ini bersifat opsional yang berarti tidak mutlak untuk dituliskan.

Sintak umum untuk membuat sebuah blok PL/SQL di Oracle dapat dilihat seperti berikut:

2.7 ORACLE

2.7.1 Konsep Dasar Oracle 10g

Oracle adalah salah satu produk sistem basisdata relational (RDBMS-Relational Database management System). Oracle adalah system basisdata yang paling canggih saat ini dan digunakan dibanyak perusahaan besar diseluruh dunia. Membandingkan Oracle dengan system basisdata yang berukuran kecil, seperti MS Access atau MySQL adalah seperti membandingkan mobil bermerek Jaguar

DECLARE

variabel tipe_data; -- Mendeklarasikan variabel

konstanta constant tipe_data:=nilai; -- mendeklarasikan konstanta … BEGIN Statemen_1; Statemen_2; EXCEPTION

WHEN nama_eksepsi THEN Statemen_untuk_mengatasi_error;

(16)

dengan Toyota Kijang. Oracle memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap dan banyak diantaranya tidak dimiliki oleh sistem-sistem basisdata kecil yang lainnya (Menjadi Administrator Basis Data Oracle 10g, Adi Nugroho, 2008).

2.7.2 Sejarah Oracle

Konsep basisdata relational sendiri pertama kali dikemukakan oleh Peter Chen pada sekitar tahun 1970-an dalam papernya yang terkenal dan kemudian diimplementasikan dalam bentuk sistem manajemen basisdata (DBMS – Database Management System) oleh DR. Ted Codd pada tahun yang sama di IBM (International Business Machine) Research Center (Menjadi Administrator Basis Data Oracle 10g, Adi Nugroho, 2008). Basisdata bertipe relational (RDBMS/Relational Database Management System) adalah basisdata dimana data-data secara logika disimpan dalam bentuk tabel-tabel/relasi-relasi. RDBMS memiliki 3 aspek utama, yaitu:

1. Data ditampilkan sebagai tabel-tabel 2 dimensi. Tabel-tabel memiliki nomor-nomor yang spesifik bagi setiap baris dan kolom dan suatu data disimpan pada baris serta kolom tertentu. Kolom-kolom memperlihatkan atribut-atribut dan setiap baris mewakili data-data untuk suatu obyek. 2. Operator untuk memanipulasi tabel-tabel. SQL (Structured Query

Language) adalah bahasa basisdata standar untuk akses data pada basisdata bertipe relational. Dalam hampir segala hal menyangkut administrasi basisdata, Oracle menggunakan sintaks-sintaks SQL. Selain itu, suatu pengembangan dari bahasa pemograman nir-prosedural SQL

(17)

yang khas Oracle, yaitu PL/SQL (Programing Language/Structured Query Language), juga dikembangkan Oracle Corp. demi peningkatan kemampuan SQL baku.

3. Integritas Referensial. Integritas referensial merupakan sarana penghubung utama pada suatu basisdata relational sehingga data pada suatu tabel dapat terhubung dengan data yang berada pada tabel yang lain, melalui penggunaan kunci primer (primary key) dan kunci tamu (foreign key). Lawrence J. Ellison, Robert N. Miner, dan Edward Oates mendirikan System Development Laboratories pada tahun 1977 untuk mengembangkan perangkat lunak basisdata untuk computer mainframe. System Development Laboratories manantang pasaran program basisdata relational IBM pada tahun 1979 dengan mengembangkan sistem basisdata relational yang mereka namakan Oracle RDBMS (Relational Database Management System), produk sistem basisdata relational komersial pertama yang menggunakan SQL (Structured Query Language). Pada tahun 1982 System Development Laboratories merubah namanya menjadi Oracle Corporation, setelah sukses dengan produk basisdatanya yang bernama sama : Oracle. Oracle Corporation kemudian juga membeli nCube Corporation di Foster City, California, perintis dalam komputer super yang menggunakan teknik komputasi yang dinamakan Massively Parallel processing. Akuisisi ini memungkinkan Oracle Database Server bekerja dengan perangkat keras yang mampu memindahkan sejumlah data berjumlah besar yang dibutuhkan untuk mengelola basisdata multimedia.

(18)

2.8 DEVELOPMENT TOOLS YANG DIGUNAKAN 1. Oracle Form Builder 6i

Gambar 2.6 Oracle Form Builder 6i 2. TOAD

(19)

3. Oracle Database Express Edition

Gambar 2.8 Oracle Database Express Edition

2.9 PERANCANGAN DATABASE

Basisdata tidak hanya merupakan kumpulan file. Lebih dari itu, Basisdata adalah pusat sumber data yang caranya dipakai oleh banyak pemakai untuk berbagai aplikasi. (Analisis dan Perancangan Sistem Edisi Kelima Jilid 2, Kenneth E. Kendall, Julie E. Kendall, 2003). Inti dari basisdata adalah database management system (DBMS), database adalah sebuah struktur yang umumnya terbagi dalam 2 hal, yaitu sebuah database flat dan sebuah database relasional. (Panduan Belajar MySQL Database Server, Wahana Komputer, 2010). Tujuan basisdata yang efektif termuat dibawah ini :

1. Memastikan bahwa data dapat dipakai di antara pemakai untuk berbagai aplikasi.

(20)

2. Memelihara data baik keakuratan maupun kekonsistenannya.

3. Memastikan bahwa semua data yang diperlukan untuk aplikasi sekarang dan yang akan datang akan disediakan dengan cepat.

4. Membolehkan basisdata untuk berkembang dan kebutuhan pemakai untuk berkembang.

5. Membolehkan pemakai untuk membangun pandangan personalnya tentang data tanpa memperhatikan cara data disimpan secara fisik. A. Database Relasional

Prinsip database relasional adalah informasi dibagi menjadi beberapa data yang terpisah secara logis. Data-data yang terpisah tersebut diletakkan dalam bentuk tabel. Tabel adalah objek dasar yang merupakan jantung dari database relasional. Tabel adalah dasar penyimpanan informasi dan pengambilannya. B. Tabel

Table adalah inti konsep database. Tujuannya adalah menyimpan informasi. Tabel satu dengan lainnya bisa dihubungkan. Satu database bisa mengandung banyak tabel dalam jumlah tak terbatas. Jumlah record dalam tabel juga umumnya tak dibatasi, batasnya hanya pada kapasitas disk yang digunakan.

C. Query

untuk dapat mengambil informasi tertentu yang disimpan di tabel atau multi tabel bisa menggunakan sebuah query. Didalam sebuah query dapat ditentukan parameter-parameter dari informasi yang ingin dicari.

Gambar

Gambar 2.1  Model Waterfall (http://zaifirda.blogspot.com).
Diagram  Tujuan
Tabel 2.2 Notasi Use Case Diagram (Pemodelan Visual dengan UML, Munawar,   2005)
Tabel 2.3 Simbol-simbol Activity Diagram (Pemodelan Visual dengan UML,  Munawar, 2005)
+7

Referensi

Dokumen terkait

10.1 The purchaser shall open the quotation received before the deadline indicated in the request for Quotation at the same time in the date specified in the

absolute advantage pada produksi pakaian. Dikatakan absolute advantage karena masing-masing negara dapat menghasilkan satu macam barang dengan biaya yang secara absolut lebih

Pelaksanaan Program Indonesia di SMP Negeri 7 Salatiga sangat memberikan manfaat bagi saya selaku orangtua, saya senang anak saya mendapatkan bantuan karena saya

Usaha peningkatan produksi pertanian tanaman pangan menurut Norse dalam Siregar (1993) dapat dilakukan melalui empat cara yaitu: (1) memperluas, memperbaiki dan

 Perkembangan Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk

Masalah jaringan yang sering dialami pada Badan Sar Nasional adalah seringnya Downtime (Lambatnya Waktu Akses) pada jaringan komputer, pada Badan Sar Nasional

Outline: International Policies for Economic Development: Financial.. •