1
BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan akan menjelaskan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah dan pertanyaan penelitian, tujuan dan sasaran penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, keaslian penelitian, kerangka berpikir penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan dalam penelitian.
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009, pariwisata merupakan aktivitas yang meningkatkan pelayanan untuk masyarakat, pemilik usaha serta instansi terkait. Menurut Salah Wahab (1975) pariwisata adalah suatu industri yang memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian, menciptakan banyak pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup, serta menghidupkan sektor industri lainnya. Selain dijadikan salah satu sektor unggulan, pariwisata juga melibatkan hasil karya masyarakat lokal diantaranya souvenir dan transportasi. Menurut Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009, pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Menurut Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung industri, lingkungan dan masyarakat setempat serta dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktivitas wisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk wisata massal dan berbagi jenis kegiatan wisata lainnya.
Menurut Hermanwan (2016), Ghani (2015) dan Hermawan (2016) pariwisata juga telah terbukti mampu menjadi solusi dalam menopang ekonomi Negara Indonesia. Industri pariwisata di berbagai daerah telah terbukti mampu memberi dampak positif yang cukup signifikan bagi perkembangan ekonomi, seperti mampu menciptakan lapangan kerja, menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan
pendapatan daerah dan lain sebagainya. Menurut Coastal Resource Management Project (1998), Provinsi Lampung mempunyai garis pantai yang terbentang sepanjang 1.105 km serta memiliki berbagai macam potensi di daerah pesisir, saat ini sebagian besar kawasan pesisir dimanfaatkan atau ditujukan sebagai aktivitas utama masyarakat yang tinggal di daerah tersebut serta sebagian besar wilayah pesisir di Provinsi Lampung memanfaatkan pengembangan bidang pariwisata yang bertujuan untuk menaikkan perekonomian masyarakat maupun pendapatan daerah. Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2011 – 2031, Kabupaten Lampung Selatan telah mengidentifikasi pariwisata sebagai salah satu indutri utamanya dan terdapat 35 objek daya tarik wisata (ODTW) antara lain wisata alam (pemandangan laut atau pantai, air terjun, pegunungan), wisata buatan (kampung wisata, menara siger) serta wisata seni budaya. Sampai tahun 2008 tercatat 897.732 wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke berbagai daerah di Kabupaten Lampung Selatan. Wisata pantai merupakan salah satu jenis pariwisata yang paling dominan, terutama di kawasan wisata utama di pesisir bagian barat dan timur. Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2011 – 2031, Kabupaten Lampung Selatan memiliki pemandangan alam yang merupakan aset utama industry pariwisata seperti Pantai Kalianda, Pantai Kahai, Pantai Batu Alip, Pantai Minang Rua, Pantai Blabu dan masih banyak tempat lainnya yang memiliki nilai bersejarah. Berdasarkan keadaan eksisting Objek Wisata Pantai Minang Rua yang merupakan salah satu aset utama dalam sektor pariwisata memiliki hamparan pasir putih pantai serta memiliki spot yang bagus untuk wisatawan menikmati sunset. Pantai Minang Rua memiliki atraksi wisata pendukung yaitu adanya Tangga Seribu, Bukit Menangis, Goa Minang Rua Green Canyon, Batu Alif, Karang Menyan, Karang Lo, Laguna, Penangkaran Penyu serta fasilitas pendukung lainnya seperti keberadaan sarana dan prasarana.
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2011 – 2031, Kabupaten Lampung Selatan mempunyai beberapa sektor yang berkenaan dengan produktivitas diantaranya sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan dan pariwisata. Kabupaten Lampung Selatan adalah daerah pertanian dan sebagian besar
penduduknya hidup dari hasil pertanian serta menjadi penopang hidup oleh sebagian besar masyarakat di tujuh belas kecamatan. Berdasarkan keadaan eksisting, sebelum adanya pengembangan Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi merupakan desa yang mayoritas penduduknya memiliki pekerjaan utama sebagai petani dan nelayan. Rendahnya pendidikan sebagian masyarakat Desa Kelawi menyebabkan masyarakat sulit mencari pekerjaan, dengan adanya permasalahan tersebut pemerintah Desa Kelawi memiliki tujuan membuka banyak lapangan pekerjaan dengan menggali potensi pada sektor pariwisata yang ada di Desa Kelawi agar masyarakat Desa Kelawi memiliki pekerjaan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan eksisting, Pemerintah Desa Kelawi telah menciptakan lapangan pekerjaan dengan memberdayakan masyarakat Desa Kelawi dan membentuk kelompok sadar wisata, tetapi kelompok sadar wisata tersebut hanya mendapatkan bantuan hukum dan pembinaan. Pada pembangunan pariwisata peran masyarakat sangat dibutuhkan sebagai partisipasi dengan menggunakan konsep dan strategi secara swadaya. Peran masyarakat yang ikut berpartisipasi secara swadaya diantaranya Dusun Minang Rua dan Dusun Kelawi 1, partisipasi secara swadaya tersebut untuk melakukan tata kelola objek wisata bersama Dinas Pariwisata dan Budaya, penggiat wisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Selatan agar spot wisata bahari lebih tertata. Berdasarkan eksisting persepsi masyarakat, dengan adanya pengembangan pariwisata Pantai Minang Rua perlu adanya pemahaman masyarakat lokal terhadap aktivitas pariwisata di sekitarnya dan memahami dampak positif serta negatif yang didapatkan dari adanya pengembangan objek wisata. Dimana ketika pembangunan pariwisata berdampak positif bagi masyarakat, maka warga setempat akan menjaga keberlangsungan kegiatan pariwisata tersebut. Namun, apabila pengembangan pariwisata memberikan banyak dampak negatif terhadap masyarakat, maka masyarakat lokal akan membentuk persepsi sebaliknya dan akan merasa dirugikan oleh pengembangan pariwisata di sekitarnya.
Masalah terjadi paling banyak di aspek ekonomi, karena sebagian besar masyarakat desa kelawi masih sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang menimbulkan masyarakat tidak memiliki penghasilan untuk kebutuhan hidup.
Maka, pamerintah desa dan pihak pengelola berupaya ingin mensejahterakan masyarakat desa dengan mengutamakan aspek ekonomi dengan membuka banyak lapangan pekerjaan dari pengembangan Objek Wisata Pantai Minang Rua. Serta, untuk aspek sosial yang ada di sekitar objek wisata tidak memiliki masalah yang signifikan. Karena aspek sosial masih terjaga dengan pola hidup masyarakat yang memiliki diferensiasi sosial positif. Sedangkan, untuk aspek lingkungan yang ada di sekitar objek wisata, masyarakat cenderung turut menjaga dan melestarikan lingkungan fisik yang ada di objek wisata dan sekitarnya agar tidak terjadi eksploitasi pada lingkungan alam.
Dalam pengembangan Objek Wisata Pantai Minang Rua perlu mengidentifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan). Hal ini dapat dilihat dari perubahan ekonomi masyarakat lokal dari adanya pengembangan pariwisata Pantai Minang Rua Desa Kelawi Kabupaten Lampung Selatan. Namun untuk menuju hal tersebut diperlukan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat lokal dengan stakeholder terkait untuk meningkatkan perekonomian daerah pada umumnya dan khususnya perekonomian masyarakat lokal Desa Kelawi.
1.2 Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
Objek Wisata Pantai Minang Rua memiliki potensi sumber daya alam yang mendukung serta yang letaknya di bagian pesisir berpotensi sebagai pariwisata. Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2011 – 2031, Objek Wisata Pantai Minang Rua akan direncanakan dalam pengembangan daerah sebagai pusat pengembangan pariwisata dan budaya serta akan ditetapkan menjadi kawasan pariwisata alam. Karena letaknya yang strategis Objek Wisata Pantai Minang Rua sangat berpotensi besar pada pembangunan dan pengembangan pariwisata pesisir.
Dengan adanya penelitian mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan terutama dalam pengembangan ekonomi, akan meningkatkan pendapatan desa dan membantu perekonomian masyarakat lokal karena pengelolaan pariwisata sangat membutuhkan peran aktif dari masyarakat lokal desa tersebut. Sehingga dapat menurunkan tingkat kemiskinan serta kesenjangan masyarakat lokal. Adanya
pengembangan pariwisata Pantai Minang Rua masyarakat lokal akan mengalami perubahan pada aspek ekonomi seperti banyaknya peluang kerja untuk masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan serta menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin membuka usaha di Objek Wisata Pantai Minang Rua. Tetapi pada dasarnya masyarakat sekitar Pantai Minang Rua khususnya di Desa Kelawi lebih sulit untuk mendapatkan peluang kerja dan usaha di Objek Wisata Pantai Minang Rua.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan di atas dapat diketahui pertanyaan pada penelitian ini yaitu :
“Bagaimana Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang
Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan).” 1.3 Tujuan dan Sasaran Penelitian
1.3.1 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah penelitian di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pengembangan pariwisata yang berkelanjutan terhadap masyarakat lokal (studi kasus : objek wisata pantai minang rua, desa kelawi, kabupaten lampung selatan).
1.3.2 Sasaran
Dalam mencapai tujuan, maka diperlukan sasaran penelitian sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan terhadap
sosial lingkungan masyarakat lokal
2. Mengidentifikasi pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan Pantai Minang Rua terhadap perekonomian masyarakat lokal
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun Manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1.4.1 Manfaat Teoritis
Secara teoritis manfaat yang diharapkan dapat mengembangkan kajian ilmu perencanaan wilayah dan kota khususnya Identifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan) serta dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk dijadikan bahan
kajian dalam konsep pengembangan pariwisata yang berkelanjutan khususnya pada pengaruh sosial, lingkungan serta dampak ekonomi.
1.4.2 Manfaat Praktis
Pada bagian ini manfaat praktis dibagi menjadi 2 bagian yaitu manfaat bagi instansi dan manfaat bagi masyarakat lokal, dan dijabarkan sebagai berikut :
a. Manfaat bagi instansi
Manfaat penelitian ini diharapkan bisa dipergunakan dalam memperluas wawasan dalam pembangunan ekonomi di Desa Kelawi menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan dalam mensejahterakan masyarakat lokal dan menjadi referensi penelitian tambahan bagi para peneliti untuk mengangkat tema pariwisata berkelanjutan dalam membangun perekonomian masyarakat Desa Kelawi.
b. Manfaat bagi masyarakat lokal
Manfaat penelitian yang diberikan bagi masyarakat lokal yaitu dapat mengetahui tujuan dari konsep pariwisata berkelanjutan dan memberikan wawasan tambahan mengenai pengaruh pariwisata dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan membangun perekonomian masyarakat serta desa.
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Berdasarkan penelitian, Ruang Lingkup penelitian ini terbagi menjadi 3 yaitu ruang lingkup wilayah dan materi adapun penjelasannya sebagai berikut :
1.5.1 Ruang Lingkup Wilayah
Ruang lingkup wilayah yang menjadi fokus penelitian ini adalah Pantai Minang Rua yang terletak di Desa Kelawi, karena letaknya yang strategis berada pintu gerbang tol trans sumatera, memiliki banyak atraksi pariwisata dan menjadi pariwisata alami yang diakui oleh pemerintah daerah. Deangan Berikut merupakan gambaran wilayah studi dalam penelitian ini
Sumber : Hasil Olahan ArcGis, 2020
GAMBAR 1. 1
1.5.2 Ruang Lingkup Materi
Ruang lingkup materi dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan). Dengan berfokus masyarakat lokal yang akan dinilai sebagai salah satu masukkan bagi pemerintah desa dan pihak pengelola dalam melihat manfaat yang di dapatkan dari adanya pengembangan pariwisata berkelanjutan serta melihat bentuk pertisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan objek wisata secara berkelanjutan.
1.6 Keaslian Penelitian
Berikut ini merupakan tabel ringkasan mengenai keaslian dalam penelitian tentang Identifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan) :
TABEL I. 1 KEASLIAN PENELITIAN
Sumber : Analisis Penyusun, 2020
Nama, Tahun Judul Metode Hasil Perbedaan
Arista Khairunnisa (2020).
Implementasi Pariwisata Berkelanjutan dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Ekonomi Masyarakat Prespektif Islam
Community based tourism Model dan dampak ekonomi
Lokasi penelitian berbeda dan hasil penelitian berbeda
Faizal Hamzah, Hary Hermawan dan Wigati (2018).
Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal
Dampak pariwisata terhadap sosial ekonomi masyarakat lokal
Dampak dari pengembangan pariwisata
Lokasi penelitian berbeda dan hasil penelitian berbeda
Hanny Aryunda (2011)
Dampak Ekonomi Pengembangan Kawasan Ekowisata Kepulauan Seribu
Bentuk dampak ekonomi ekowisata Bentuk bentuk dampak ekonomi
Lokasi penelitian berbeda dan hasil penelitian berbeda
M. Kharis Ja’far Ismail, M.Kholid Mawardi dan M. Iqbal (2007)
Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Pariwisata Kota Batu bagi Kawasan Sekitar
Community based tourism Gambaran dampak sosial ekonomi
Lokasi penelitian berbeda dan hasil penelitian berbeda
Panji Tri Yatmaja (2019)
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan
Efektivitas pokdarwis memberdayakan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan Tahapan, Tingkatan Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata Berkelanjutan
1.7 Kerangka Berpikir Penelitian
Latar Belakang
Kabupaten Lampung Selatan telah ditentukan bahwa salah satu sektor unggulan adalah pariwisata. jenis wisata yang menonjol adalah wisata pantai, khususnya di kawasan wisata pantai bagian barat dan timur yang menjadi andalan. Objek Wisata Pantai Minang Rua yang merupakan salah satu aset utama dalam sektor pariwisata memiliki hamparan pasir putih yang ada di sepanjang garis pantai serta memiliki spot yang bagus untuk wisatawan menikmati sunset.
C V C V
Rumusan Masalah
Dengan adanya pengembangan pariwisata di Pantai Minang Rua masyarakat akan mengalami perubahan pada aspek ekonomi seperti adanya peluang kerja untuk masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan serta menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin membuka usaha Tetapi pada dasarnya masyarakat sekitar Pantai Minang Rua khususnya di Desa Kelawi lebih sulit untuk mendapatkan peluang kerja dan usaha di Pantai Minang Rua tersebut.
Bagaimana Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan)?
Tujuan dan Sasaran
untuk mengidentifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten
Lampung Selatan) Mengidentifikasi pengaruh pengembangan
pariwisata berkelanjutan terhadap sosial lingkungan masyarakat lokal
Mengidentifikasi pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan Pantai Minang Rua terhadap perekonomian masyarakat
lokal Metode Penelitian
Output
Identifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung
Selatan)
Kesimpulan
Pengaruh sosial lingkungan masyarakat lokal serta dampak perubahan ekonomi dalam pengembangan objek wisata dalam pariwisata berkelanjutan
Metode Pengumpulan data : Primer dan Sekunder Metode Deskriptif Kuantitatif.
C V C V C V C V C V C V C V C V
1.8 Metodologi Penelitian
Pada bab ini, penulis akan menjelaskan metode apa saja yang akan digunakan dalam mencari data dan analisis yang digunakan dalam penelitian tentang Identifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan).
1.8.1 Pendekatan Metode Penelitian
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific). Menurut Punaji Setyosari (2010) menyatakan bahwa “berpikir deduktif merupakan proses berpikir yang didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus dengan menggunakan logika tertentu”. Hal serupa disampaikan oleh Syaiful Sagala (2010) yang menyatakan “pendekatan deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan yang khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan dan prinsip umum yang diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan dan prinsip umum itu ke dalam keadaan khusus”. Selanjutnya Martinis Yamin (2008) menyatakan “pendekatan deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu”.
Metode kuantitatif, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2012) dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode penelitian ini diajukan untuk Menganalisis Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap
Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan). Dalam mengumpulkan, mengungkapkan berbagai masalah dan tujuan yang hendak dicapai maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi deskriptif analitis. Menurut Sugiyono (2008) bahwa penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasanya digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci. Sementara itu, Nawawi dan Martin (1994) mendefinisikan metode deskriptif sebagai metode yang melukiskan suatu keadaan objektif atau peristiwa tertentu berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya yang kemudian diiringi dengan upaya pengambilan kesimpulan umum berdasarkan fakta-fakta historis tersebut.
Berangkat dari penjabaran di atas sebuah penelitian kuantitatif yang telah dibentangkan di atas, maka dapat dikemukakan bahwa dalam penelitian ini, peneliti langsung berlaku sebagai alat peneliti utama (key instrument) yang mana melakukan proses penelitian secara langsung dan aktif dalam mewawancarai dengan menggunakan alat berupa angket / kuesioner, mengumpulkan berbagai data atau materi yang berkaitan dengan Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan).
1.8.2 Metode Pengumpulan Data
Dalam metode pengumpulan data penelitian ini pengambilan sampel masyarakat di Desa Kelawi berdasarkan pengamatan di lapangan terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan, hal ini karena di Desa Kelawi sebagian masyarakat berperan aktif dalam pengembangan objek desa wisata tersebut. Selanjutnya jika dilihat dari sisi cara atau teknik pengumpulan data lebih banyak dilakukan dengan observasi, kuesioner dan dokumentasi.
A. Jenis Data
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Berikut penjelasannya:
A. Data Primer
Data primer dibutuhkan menggali informasi langsung dari pihak pengelola seperti Pihak Pengelola, Pokdarwis, Masyarakat serta Instansi terkait seperti Pemerintah Desa yang turut mengembangkan Pantai Minang Rua sebagai salah satu objek wisata Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni serta masyarakat lokal Desa Kelawi. Metode pengumpulan data primer pada penelitian ini menggunakan Kuesioner, Observasi serta Dokumentasi, berikut penjelasannya:
a. Metode Kuesioner
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk mendapatkan jawaban. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (2007) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik. Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain:
1. Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
2. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
3. Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Dalam penelitian ini peneliti menyebar kuesioner / angket kepada responden yaitu masyarakat lokal di Desa Kelawi yang telah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan teknik quota sampling atau penentuan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
b. Metode Observasi
Metode pengamatan atau observasi merupakan suatu unsur penting dalam penelitian kuantitatif, observasi dalam konsep yang sederhana adalah sebuah proses atau kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti untuk bisa mengetahui kondisi realitas lapangan penelitian. Berbeda dengan konsep sederhana dimaksud, maka observasi seperti yang dikemukakan Black dan Champion (1999) yaitu mengamati dan mendengar perilaku seseorang selama beberapa waktu tertentu, tanpa melakukan manipulasi atau pengendalian serta mencatat penemuan yang memungkinkan atau memenuhi syarat untuk digunakan ke dalam tindakan penafsiran analisis. Perolehan data dan informasi dengan cara observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke lapangan untuk melihat karakteristik Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan.
B. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh tidak secara langsung dari sumber pertama melainkan dari data-data instansi terkait yang disesuaikan dengan kebutuhan data. Dalam penelitian ini data sekunder yang diperlukan berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, BAPPEDA Kabupaten Lampung Selatan, Perangkat Desa Kelawi dan Pokdarwis Desa Kelawi yang berperan. Data-data yang dihimpun dalam penelitian ini berupa data yang memiliki keterkaitan dengan dampak perubahan aspek ekonomi yang dapat menunjang pariwisata berkelanjutan di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Sementara itu, data sekunder dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik wilayah studi. Cara memperoleh data sekunder ini yaitu sebagai berikut:
a. Survey Instansi
Survey instansi ini guna mendapatkan data yang berhubungan dengan penelitian. Instansi yang dituju juga sangat disesuaikan dengan kebutuhan data dan keperluan data yang berhubungan dengan penelitian. Pada penelitian mengenai Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus: Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan) diperoleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Perangkat Desa Kelawi dan POKDARWIS / pihak pengelola Objek Wisata Pantai Minang Rua.
b. Kajian Dokumen
Data yang diperoleh dari kajian literatur berasal dari internet, buku, jurnal maupun media massa yang mendukung kebutuhan data dalam pelaksanaan penelitian. Keseluruhan kajian literatur tersebut masih berhubungan dengan tema utama yaitu Identifikasi Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus: Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan).
C. Kebutuhan Data dan Sumber Data
Pengumpulan kebutuhan data sekunder pada penelitian ini menggunakan studi dokumen dan literatur-literatur. Dokumen yang ditinjau dan dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi dokumen statistik dan literatur yang telah terpublikasi seperti buku, jurnal, artikel, dan lain sebagainya. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari berbagai instansi diantaranya Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan dan Balai Desa Kelawi.
Adapun kualifikasi responden tersebut adalah sebagai berikut :
1. Responden adalah Masyarakat Lokal Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
2. Responden terdiri dari Masyarakat Lokal yang sudah memiliki pekerjaan tetap maupun sampingan atau yang memiliki peran atau tidak memiliki peran di pengembangan Objek Wisata Pantai Minang Rua.
3. Responden diprediksi memiliki keterkaitannya dalam pengembangan Objek Wisata Pantai Minang Rua dan telah mengalami perubahan dampak ekonomi dari pengembangan objek wisata tersebut.
4. Responden bersedia dijadikan sebagai subjek penelitian.
TABEL I. 3 KEBUTUHAN DATA
Sasaran Fokus Penelitian Kebutuhan Data Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data Sumber Data Mengidentifikasi pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan terhadap sosial lingkungan masyarakat lokal
Pengaruh pariwisata berkelanjutan terhadap sosial lingkungan masyarakat lokal
- Sikap dan perilaku masyarakat terhadap pengunjung
- Tingkat penerimaan masyarakat terhadap pengunjung
- Keterlibatan/partisipasi masyarakat
- Dukungan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan
Primer Kuesioner Masyarakat Lokal
Mengidentifikasi pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan Pantai Minang
Rua terhadap perekonomian masyarakat lokal
Pengaruh pariwisata berkelanjutan terhadap perekonomian masyarakat
lokal
- Karakteristik Ekonomi Penduduk
- Penyediaan usaha ekonomi lokal pada sektor wisata
- Perolehan manfaat/pengaruh ekonomi pada kegiatan pariwisata
Primer Kuesioner Masyarakat Lokal
1.8.3 Metode Pengambilan Sampel
Pengertian teknik sampling menurut Margono (2004) adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. Menurut Dalen (1981), beberapa langkah yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan sampel, yaitu:
1. Menentukan populasi,
2. Mencari data akurat unit populasi, 3. Memilih sampel yang representative, 4. Menentukan jumlah sampel yang memadai.
Metode sampling yang digunakan adalah Non Probability sampling. Menurut Sugiyono (2017) Non Probability adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Non Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang / kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dengan memakai teknik ini pengambilan sampel dilakukan tidak dipilih secara acak, sampel yang terpilih merupakan unsur populasi disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya telah direncanakan.
Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode Quota Sampling yang mana Quota Sampling adalah suatu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Menurut Margono (2004) dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok.
Pada penentuan sampel dengan menggunakan Quota Sampling peneliti menghitung untuk menentukan besaran sampel dengan menggunakan pustaka menurut Sugiyono (2006) rumus slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah sebagai berikut:
n = N / (1 + N.(e)2)
Keterangan:
n = Jumlah Sampel
N = Jumlah Total Populasi e = Batas Toleransi Error (10%)
Populasi pada penelitian ini adalah Masyarakat Desa Kelawi yang berjumlah 3.727 Jiwa. Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90%. Maka dengan menggunakan rumus slovin di atas, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
n = N/(1+Ne2) n = 3.727/ (1+3.727 x 0,102)
n = 3.727/ (1+37,27) n = 3.727/38,27
n = 97,38
berdasarkan rumus slovin di atas, sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 97,38 jiwa atau dibulatkan menjadi 100 jiwa atau responden.
1.8.4 Metode Analisis Data
Metode analisis data merupakan langkah untuk menjawab tujuan dan sasaran yang telah dirumuskan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis skoring. Adapun penjalesan metode analisis data yang akan digunakan sebagai berikut.
1. Analisis Deskriptif
Menurut Sugiyono (2014), metode analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan hasil dari kompilasi data. Pada analisis ini akan mengidentifikasi kondisi eksisting pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan terhadap sosial lingkungan masyarakat lokal dan pengaruh pariwisata berkelanjutan terhadap perekonomian masyarakat lokal. Pada metode analisis deskriptif ini lebih banyak menjelaskan hasil data observasi yang didapat dari lapangan serta survey instansi agar memudahkan pembaca dalam memahami hasil data observasi.
2. Analisis Skoring
Setelah data terkumpul, selanjutnya dibuat reduksi data. Dimana setelah peneliti memperoleh data, data selanjutnya dikaji kelayakannya dengan memilih mana yang benar-benar dibutuhkan dalam penelitian ini. Dengan kata lain proses ini digunakan untuk analisis yang menggolongkan, mengarahkan dan membuang yang tidak penting, serta mengorganisasikan data, sehingga memudahkan peneliti untuk menarik kesimpulan. Dalam analisis skoring data yang digunakan adalah data hasil kuesioner berdasarkan pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan terhadap sosial lingkungan masyarakat lokal dan pengaruh pariwisata berkelanjutan untuk perekonomian masyarakat terhadap dukungan masyarakat.
Berdasarkan hasil penentuan, maka dilakukan pengklasifikasian penilaian pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan terhadap sosial lingkungan dan pengaruh pariwisata berkelanjutan terhadap perekonomian masyarakat lokal di Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan.
TABEL I. 4
SKORING VARIABEL DUKUNGAN MASYARAKAT
Total Skor Keterangan
Pengaruh Terhadap Ekonomi Skor Terendah Tidak Setuju Negatif Kurang Setuju Ragu
Skor Tertinggi Setuju Positif Sangat Setuju
Analisis Penyusun, 2021
Sedangkan, dalam penilaian skoring pada variabel analisis dukungan masyarakat menggunakan sub variabel sebagai berikut :
Dukungan masyarakat dalam mendukung inisiatif pengelolaan pariwisata berkelanjutan
Dukungan masyarakat dalam berpartisipasi perencanaan terkait pembangunan pariwisata berkelanjutan
Dukungan masyarakat dalam bekerja sama dan terlibat dengan pihak-pihak terkait dalam pengembangan dan pengelolaan objek wisata
Dukungan masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan upaya konservasi lingkungan objek wisata maupun sekitarnya
1.9 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam pembuatan tugas akhir ini terdiri dari beberapa bagian antara lain sebagai berikut:
BAB I (PENDAHULUAN)
Pada bab ini, penulis akan memaparkan tentang hal yang melatarbelakangi penelitian rumusan masalah penelitian, tujuan dan sasaran penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, keaslian penelitian, kerangka pikir, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II ( TINJAUAN PUSTAKA)
Pada bab ini, penulis akan memaparkan tinjauan pustaka yang akan menjelaskan mengenai landasan teori, batasan penelitian, sintesis variabel perencanaan.
BAB III (GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI)
Pada bab ini, penulis akan menjelaskan gambaran umum wilayah penelitian berdasarkan fisik dan lingkungan di lokasi penelitian.
BAB IV (HASIL ANALISIS)
Pada bab ini, penulis akan memaparkan analisis dan pembahasan tentang Pengaruh Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan).
BAB V (PENUTUP)
Pada bab ini, penulis akan menjelaskan tentang temuan studi, kesimpulan dari penelitian dan rekomendasi yang akan ditujukan kepada pemerintah desa dan pihak pengelola serta keterbatasan studi dari penelitian.