• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas struktur hewan sistem reproduksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas struktur hewan sistem reproduksi"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Reproduksi adalah suatu proses biologis di mana individu organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.

Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.

Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual. Hewan yang melakukan reproduksi secara seksual diantaranya kelas pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia. Kelima kelas tersebut tentunya memiliki sistem reproduksi yang berbeda-beda. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana struktur organ reproduksi dan cara kelima kelas tersebut dalam melakukan reproduksi.

B. Tujuan

(2)

II. PEMBAHASAN

Setiap makhluk hidup melaksanakan reproduksi untuk mempertahankan kelestriannya. Antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain memiliki sistem reproduksi yang berbeda, seperti antara kelas pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia.

Berikut perbedaan organ reproduksi pada pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia.

Akan dibahas satu persatu mengenai sistem reproduksi pada kelas pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia.

A. Pisces

Ikan adalah vertebrata akuatis dan bernafas dengan insang (beberapa jenis ikan bernafas melalui alat tambahan berupa modifikasi gelembung renang/gelembung udara). Pisces dibagi menjadi 3 sub kelas dalam kelas pisces yaitu : agnatha, chondrichthyes, dan osteichthyes.

(3)

Ovarium pisces menghasilkan ribuan atau ratusan telur, memenuhi sebagian

(4)

menyangga testis ketubulus anteriorginjal (ginjal merupakan suatu opistonepros) sperma melewati tubulus-tubulus ini menuju saluran arkinefrik yang menyalurkan baik urin baik sperma kekloaka. Saluran reproduksi betina ada sebagian besar ikan betina, telur disalurkan dari rongga tubuh (coelom) oleh sepasang oviduc, tetapi oviduc tersebut mengalami perubahan sesuai dengan cara reproduksinya. Hampir semua ikan berkembangbiak didalam air sebagian besar bersifat ovivar fertiisasi terjadi diluar dan telur berkembang menjadi larva yang dapat berdiri sendiri. Misalnya pada ikan, tiap oviduc merupakan saluran sederhana berkelompok yang menjulur dari bagian anterior rongga tubuh ke kloaka. Beberapa ikan menahan telur yang telah dibuahi di dalam saluran reproduksi sampai perkembangan embrio selesai. Oviduc mempunyai sel kelenjar yang mengsekresi lapisan jeli disekitar telur, dan bagian bawah melebar untuk penampungan telur sementara tetapi selain itu oviduc tidak mengalami spesialisasi. Berikut sistem reproduksi dan perkembangan pada pisces secara umum. Pada dunia perikanan, organ dalam pada ikan ini biasa disebut Gonad. Pada betina memiliki Ovary dan pada jantan memiliki Testis.

.

1. Ovary

(5)

telur. Ukuran telur ikan banyak ditentukan oleh ukuran kuning telurnya. Makin besar kuning telur makin besar pula peluang embrio untuk bertahan hidup. Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak, terletak pada anterior rongga abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya ovarium kanan. Pada Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan berjumlah sepasang. Saluran reproduksi Elasmoranchi berjumlah sepasang, bagian anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Oviduk sempit pada bagian anterior dan posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di kloaka. Pada Teleostei punya oviduk pendek dan berhubungan langsung dengan ovarium. Pada bagian posterior bersatu dan bermuara pada satu lubang. Teleostei tidak memiliki kloaka.

2. Testis

(6)

3. Saluran reproduksi

Pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Bahian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka.

4. Proses fertilisasi

Pembuahan pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di dalam (internal fertilization) dan pembuahan di luar (external fertilization). Namun demikian kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan diluar

(external fertilization). Ikan yang melakukan pembuahan diluar disebut ikan jenis ovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh jantan. Proses pembuahan sel telur (oosit) oleh sel sperma berlangsung diluar tubuh ikan dimana sperma

memasuki sel telur melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil. Umumnya hanya satu sperma yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yang telah dibuahi oleh sel sperma disebut zigot.

(7)

hidup anakan memang baik, tetapi jumlah anakan yang dihasilkan setiap kelahiran tidak dapat banyak karena daya dukung induk terbatas (seperti pada halnya manusia).

Proses kawinnya ikan didahului dengan pematangan sel-sel telur pada betina dan sel-sel sperma dalam testis pada ikan jantan. Selanjutnya proses kawin (spawning) pada ikan ini berlangsung secara alamiah/insting.

Diketahui ada cara lain dalam perkembangbiakan ikan yang direkayasa oleh manusia. Proses ini disebut “kawin suntik”. Namun proses ini umumnya adalah untuk mematangkan gonad pada ikan yang dirangsang sedemikian rupa sehingga si ikan mudah mengeluarkan telurnya dan mempercepat proses fertilisasi.

(8)

dan betinanya bisa terdapat pada satu invidu sehinga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai hermaphroditic. Pada hermaphroditic, telur dan sperma sama-sama dihasilkan (baik pada waktu sama-sama, maupun berbeda), selanjutnya mereka kawin dengan jenis hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi pada ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkan telur dan sperma secara simultan. Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung.

Pisces terbagi menjadi agnatha, chondrichthyes, osteichithyes. Berikut sistem reproduksinya.

Reproduksi pada subclass agnatha

Ikan-ikan ini tak berahang dengan kelamin terpisah,atau hermafrodit. Contoh: ikan hantu (Hagfish, Myxine sp) dan belut laut ( lamprey, petromyzon sp). Sistem Reproduksi dan perkembangan (Petromyzon sp,Entophenus sp).

Pada larva terdapat gonad hermafrodit, tetapi setelah dewasa menjadi kelenjar kelamin jantan atau betina. ketika dewasa sebagai hewan diesius. Telur atau spermatozoa dikeluarkan dari gonad langsung ke kavum abdominalis, terus ke porus genital, dengan ke sinus urogenital lalu keluar di alam bebas. Fertilisasi ekternal.

(9)

Ikan-ikan dengan mulut ventral, di sokong oleh rahang dengan kelamin terpisah, fertilisasi eksternal atau internal. Ovipar atau ovovivipar. Secara praktis hidup di laut. Contoh : ikan hiu (Squalus sp), ikan pari ( Raja sp) dan chimaera (Chimaera sp). Reproduksi dan perkembangan pada ikan hiu ( Squalus acanthias). Fertilisasi internal. Ikan hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang disebut klasper (penjepit). Yang betina mempunyai 2 ovarium di dekat ujung anterior kavumabdominal. Telur yang masak melepaska diri, menembus selaput ovarium, dan masuk ke dalam selom. Telur itu lalu ditarik masuk ke dalam ostium yang berbentuk corong, terus masuk oviduk (ada dua). Ujung posterior oviduk itu masing-masing membesar menjadi uterus. Dalam uterus embrio berkembang sampai menjadi ikan hiu yang dapat berenang. Hiu jantan mempunyai 2 testes. Spermatozoa mencapai saluran woff melalui vas eferen yang banyak jumlahnya. Saluran woff itu berfungsi sebagai vas deferens.

Reproduksi pada subclass osteichithyes

(10)

Reproduksi dan perkembangan ikan perak ( Cymatogaster aggregatus) adalah kelamin terpisah, ikan jantan mempunyai 2 testes yang membesar di waktu musim perkawinan. Waktu kawin, sperma (juga disebut “ telur ikan jantan”) keluar dari apertura urogenital melalui vas deferens. Pada ikan betina, telur keluar dari 2 ovarium melalui oviduk. Fertilisasi internal dan viviparus tidak ada metamorfosis.

b. Amphibi

Amphibi adalah vertebrata yang secara vertikal dapat hidup baik dalam air tawar (tak ada yang diair laut dan didarat) . amphibi dibagi menjadi tiga bangsa dalam kelas amphibia, yaitu caudata, anura dan ghimnophyona.

Pola reproduksi amphibi

Ovarium amphibi menghasilkan ribuan atau ratusan telur, memenuhi sebagian besar rongga tubuh. Gonad tergantung pada mesentri dalam rongga tubuh, dan selama hidup masih ditempat itu. Saluran reproduksi jantan pada sebagian besar amiphibi jantan, tubulus mikroskopik yang disebut vasa everensia menyalurkan sperma dari tubulus semini ferus melalui mesentri yang menyangga testis ketubulus anteriorginjal (ginjal merupakan suatu opistonepros) sperma melewati tubulus-tubulus ini menuju saluran arkinefrik yang menyalurkan baik urin baik sperma kekloaka. Saluran reproduksi betina ada sebagian besar amphibi betina, telur disalurkan dari rongga tubuh (coelom) oleh sepasang oviduc, tetapi oviduc tersebut mengalami perubahan sesuai dengan cara reproduksinya. Hampir semua amphibia berkembangbiak didalam air sebagian besar bersifat ovivar fertiisasi erjadi diluar dan telur berkembang menjadi larva yang dapat berdiri sendiri. Misalnya pada katak, tiap oviduc merupakan saluran sederhana berkelompok yang menjulur dari bagian anterior rongga tubuh kekloaka. Oviduc mempunyai sel kelenjar yang mengsekresi lapisan jeli disekitar telur, dan bagian bawah melebar untuk penampungan telur sementara tetapi selain itu oviduc tidak mengalami spesialisasi

(11)

Fertilisasi eksternal, tetapi terjadi ketika katak jantan menjepit pada katak betina ketika perkawinan (yaitu ketika elur dilepaskan segera sperma disemprotkan). Katak betina mempunyai dua ovarium, yang terletak disebelah sentral mesonefros. Telur dewasa keluar terus masuk kedalaselom, lalu ketarik kedalam oviduc, lalu kekloaka. Disekitar sejumlah telur itu, terbentuk selubung gelatinosa dan pembentukan selubung itu terjadi ketika telur masih didalam oviduc. Katak jantan memiliki dua testis yang berhubungan dengan ginjal melalui beberapa vasa eferensia. Spermtozoa mencapai kloaka melalui saluran wolff.

(12)

Tahap dalam pembelahan dan pembentukan blastula pada telur katak dan metemorfosis katak

1. Reproduksi pada bangsa caudata

Ordo caudata adalah amphibia yang pada bentuk dewasa mempunyai ekor. Bentuk larva sama seperti yang dewasa. Dari larva menjadi dewasa memerlukan waktu beberapa tahun. Contoh : salamander. Reproduksi pada salamander adalah Telur dibuahi ketika melewati kloaka, salamander betina akan mendepositkan telur satu per satu, atau dalam kelompok. Salamander betina mampu menyimpan sperma untuk jangka waktu lama sehingga pembuahan dapat terjadi pada musim gugur atau awal musim semi. Telur ini diletakkan di dalam gugus dengan setiap telur menempel satu dengan yang lainnya.

(13)

2. Reproduksi pada bangsa anura

Ordo anura adalah amphibia yang pandai melompat. Fertilisasi eksternal. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pada katak betina memiliki Sepasang ovarium yang menghasilkan sel telur (ovum). Memiliki sepasang ductus ovarium (saluran telur). Ovarium diperkuat oleh penggantung ovarium (mesovarium). Saluran telur relatif panjang, besar dan berliku. Contoh : katak bangkong (Bufo terrestris), kodok hijau (Rana pipiens),katak bakau ( Fejervarya cancrivora), dll.

(14)

ovum dilanjutkan melalui oviduk.Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.

Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru, serta celah-celah insang mulai tertutup. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan.

Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi, mulailah terjadi metamorfosis. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air, sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada saat itu, anak katak bernapas dengan dua organ, yaitu insang dan paru-paru. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai.

(15)

Gymnophiona adalah ordo amfibia yang bertubuh serupa cacing besar atau ular. Fertilisasi internal. Sesilia jantan memiliki organ mirip penis, disebut phallodeum. Contoh: Ichthyophis. Reproduksi pada sesilia adalah yang pembuahannya internal. Sesilia jantan memiliki organ mirip penis, disebut phallodeum, yang dimasukkan ke kloaka betina selama 2 sampai 3 jam. Sekitar 25% spesies sesilia ovipar (bertelur); telurnya itu dijaga oleh betina. Pada beberapa spesies, sesilia sudah bermetamorfosis saat menetas; yang lain menetas menjadi larva. Larvanya tidak sepenuhnya hidup di air, namun menghabisskan waktunya di tanah dekat air. 75% spesies vivipar, yang artinya mereka melahirkan anak yang sudah berkembang. Janinnya diberi makan dalam tubuh betina dari sel-sel oviduk, yang mereka makan dengan gigi pemegang khusus.

Perawatan ibu Ichthyophis

(16)

dikuliti anaknya dengan gigi yang serupa. hal ini memungkinkan mereka tumbuh sepuluh kali lipat beratnya dalam seminggu. Kulit itu dimakan tiap tiga hari, waktu yang diperlukan lapisan baru untuk tumbuh, dan anak itu diamati hanya makan pada malam hari. Dulu anak muda itu dianggap hidup dari caiarn sekresi dari ibunya.

Beberapa larva seperti larva Typhlonectes, lahir dengan insang luar yang besar yang hampir segera tanggal. Ichthyophis bertelur dan diketahui menunjukkan sifat merawat anak dengan ibu menjaga telur-telurnya hingga menetas.

c. Reptil

Reptil (binatang melata) adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik.

Organ reproduksi

(17)

(1)Testis --> memproduksi spermatozoa

(2) Epididymis, merupakan saluran yang berkelok-kelok yang keluar dari testis

(3)Vas defferens --> saluran spermatozoa dari testis ke penis

(3)Penis --> sbg alat memasukan spermatozoa ke alat kelamin betina. (4)Kloaka -->mengeluarkan spermatoza

Fungsi alat kelamin betina :

(1)Ovarium --> menghasikan ovum (2)Oviduk --> saluran ovum

(3)Tuba fallopi --> tempat pembuahan

(4)Uterus / rahim --> perkembangbiakan embrio

(5)Kloaka --> saluran yg berfungsi selain sbg tempat ekskresi jg sbg tempat perkembangbiakan

Sistem Genitalia Jantan

a. Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.

(18)

duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.

Sistem Genitalia Betina

a. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis.

b. Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur, kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan cangkang kapur.

Reptil (Reptilia) Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial), termasuk pada reptile dan umumnya reptil bersifat ovipar. Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada beberapa jenis reptil. Namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular dan kadal. Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal).

(19)

Biasanya, ketika seorang reptile jantan sedang berhadapan dengan perempuan siap untuk berkembang biak, dia akan mulai menguntit betinanya. Dia dengan cepat dapat bergetar ekornya, atau mulai melambaikan itu tentang dan aroma menandai. Jantan perlahan-lahan akan mendekati dan kemudian akan menggigit betina, sering di pangkal ekor. Kemudian akan mengambil nips cepat, bergerak maju sedikit dengan setiap gigitan dengan harapan mencapai memegang leher di bagian belakang atau samping leher. Jika betina menerimanya, dia akan meringkuk di bawah ekornya yang betina dan kopulasi akan terjadi.

Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis (Hemipenis merupakan sepasang alat capulatio yang berupa tonjolan di dinding cloaka). Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.

(20)

bergelung membentuk epididimis. Epididimis sebagai saluran yang sangat berkelok-kelok keluar dari testes di sebelah lateral testes. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek. Hemipenis ini jika dalam keadaan istirahat akan melipat masuk ke dalam pangkal cauda dengan dinding ototnya di bagian luar, kemudian jika akan mengadakan copulatio di tonjolkan keluar.Semua reptil selain spenodon memiliki organ kopulatoris, ular dan kadal mempunyai hemipenis, sedangkan pada buaya penis.

Telur Reptil

.

Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :

(21)

Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan ovipar, pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna.

b. Amnion

Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung, gunanya melindungi janin dari tekanan atau benturan.

c. Alantois

Pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa

metabolisme. Pada mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai badan, yaitu bagian yang akan

berkembang menjadi tall pusat.

d. Korion

Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. Jonjot korion menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta). Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus.

e. AVES

Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.

1. Sistem Genitalia Jantan.

A. Testis

(22)

unggas dibandingkan dengan mamalia.Pada musim kawin ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.

B. Saluran reproduksi.

Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen.Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere.Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.

2. Sistem Genitalia Betina

A. Ovarium.

Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri,ovarium seperti buah anggur dan terletak pada rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri dan bergantung pada ligamentum meso-ovarium,Ovarium terbagi dalam dua bagian, yaitu cortex pada bagian luar dan medulla pada bagian dalam

(23)

oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian.

Bagian anterior adalah infundibulum yang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre.

(24)

3. Proses Festilisasi

Pada burung terjadi Fertilisasi internal yaitu penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter, Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk, Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka, Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung, Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya, Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.

4. Fungsi bagian-bagian telur aves

(25)

Salah satu aves yang sering diamati adalah ayam, berikut alat reproduksi pada ayam betina dan ovarium pada ayam.

(26)

panjang 9 cm fungsi untuk menangkap ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang mengelilingi membran vitelina. Kuning telur berada di bagian ini berkisar 15-30 menit. Pembatasan antara infundibulum dan magnum dinamakan sarang spermatozoa sebelum terjadi pembuahan.

2. Magnum

bagian yang terpanjang dari oviduk (33cm). Magnum tersusun dari glandula tubiler yang sangat sensibel. Sintesis dan sekresi putih telur terjadi disini. Mukosa dan magnum tersusun dari sel gobelet. Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada di magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3,5 jam.

3. Isthmus

Mensekresikan membran atau selaput telur. Panjang saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini berkisar 1 jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthmus bagian depan yang berdekatan dengan magnum berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga memberikan warna merah.

4. Uterus

Disebut juga glandula kerabang telur, panjangnya 10 cm. Pada bagian ini terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih telur atau /plumping/ kemudian terbentuk kerabang (cangkang) telur. Warna kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini pada akhir mineralisasi kerabang telur. Lama mineralisasi antara 20 – 21 jam.

5. Vagina

(27)

menit, kemudian dikeluarkan (/oviposition/) dan 30 menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.

6. Kloaka

Merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat dikeluarkannya telur. Total waktu untuk pembentukan sebutir telur adalah 25-26 jam. Ini salah satu penyebab mengapa ayam tidak mampu bertelur lebih dari satu butir/hari. Di samping itu, saluran reproduksi ayam betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk bagian kiri yang mampu berkembang. Padahal, ketika ada benda asing seperti /yolk/ (kuning telur) dan segumpal darah, ovulasi tidak dapat terjadi. Proses pengeluaran telur diatur oleh hormon oksitosin dari pituitaria bagian belakang.

Penyusun kuning telur

Penyusun utama kuning telur : 1. Air,

2. Lipoprotein, 3. Protein,

4. Mineral, dan Pigmen

Protein kuning telur diklasifikasikan menjadi dua kategori

1. Livetin, yakni protein plasmatik yang terakumulasi pada kuning telur dan disintesis di hati hampir 60% dari total kuning telur.

(28)

estrogen. Hasil sintesis bersama-sama dengan ion kalsium, besi dan zinc membentuk molekul kompleks yang mudah larut kemudian masuk ke dalam kuning telur.

Proses kuning telur menjadi anak ayam:

1 2 3 4

5 6 7 8

9 10 11 12

13 14 15

Keterangan:

1. Masih kuning telur

2. Masih kuning telur tapi ada seikit perubahan 3. Masih kuning telur tapi ada seikit perubahan 4. Mulai banyak perubahan

(29)

8. Warna kuning hilang dan sudah ada sayup-sayup embrio 9. Embrio mulai terlihat

10. Embrio mulai terlihat sedikit 11. Embrio sudah mulai membesar 12. Embrio bertambah besar

13. Embrio semakin bertambah besar 14. Embrio hampir menjadi anak ayam 15. Anak ayam

Masa pengeraman selama 21 hari merupakan masa yang sangat kritis untuk menentukan kelahiran seekor anak ayam. Embrio di dalam telur ini tumbuhsecara luar biasa setiap harinya sampai akhirnya menetas menjadi anak ayam.Secara garis besar, perkembangan embrio selama 21 hari pengeraman sampai akhirnya jadi anak ayam yang mungil (DOC atau Day Old Chicken) prosesnya sebagai berikut:

Pada hari ke-1 sejumlah proses pembentukan sel permulaan mulai terjadi. Sel permulaanuntuk sistem pencernaan mulai terbentuk pada jam ke-18. pada jam-jamberikutnya, secara berturut-turut sampai dengan jam ke-24, mulai

jugaterbentuk sel permulaan untuk jaringan otak, sel permulaan untuk

jaringantulang belakang, formasi hubungan antara jaringan otak dan jaringan syaraf,formasi bagian kepala, sel permulaan untuk darah, dan formasi awal syaraf mata.

Pada hari ke-2 embrio mulai bergeser ke sisi kiri, dan saluran darah mulai terlihat padabagian kuning telur. Perkembangan sel dari jam 25 sampai jam

ke-48secara berurutan adalah pembentukan formasi pembuluh darah halus danjantung, seluruh jaringan otak mulai terbentuk, selaput cairan mulai terlihat,dan mulai juga terbentuk formasi tenggorokan.

(30)

Selanjutnya pada hari ke-4 sel permulaan untuk lidah mulai terbentuk. Pada masa ini, embrio terpisahseluruhnya dari kuning telur dan berputar ke kiri. Sementara itu, jaringansaluran pernafasan terlihat mulai menembus selaput cairan.

Kemudian pada hari ke-5 saluran pencernaan dan tembolok mulai terbentuk. Pada masa ini terbentukpula jaringan reproduksi. Karenanya sudah mulai dapat juga ditentukan jeniskelaminnya.

Lantas hari ke-6 pembentukan paruh dimulai. Begitu juga dengan kaki dan sayap. Selain itu,embrio mulai melakukan gerakan-gerakan.

Berikutnya hari ke-7, ke-8, dan ke-9 jari kaki dan sayap terlihat mulai terbentuk. Selain itu, perut mulai menonjol karena jeroannya mulai berkembang.

Pembentukan bulu juga dimulai. Pada masa-masa ini, embrio sudah seperti burung, dan mulutnya terlihat mulaimembuka.

Ketika hari ke-10 dan ke-11 paruh mulai mengeras, jari-jari kaki sudah mulai sepenuhnya terpisah, danpori-pori kulit tubuh mulai tampak.

Saat hari ke-12Jari-jari kaki sudah terbentuk sepenuhnya dan bulu pertama mulai muncul.

Hari ke-13 dan ke-14 sisik dan kuku jari kaki mulai terbentuk. Tubuh pun sudah sepenuhnyaditumbuhi bulu. Pada hari ke-14, embrio berputar sehingga kepalanya tepatberada di bagian tumpulnya telur.

Hari ke-15 jaringan usus mulai terbentuk di dalam badan embrio.

(31)

pentingbagi embrio. Selain itu, paruh sudah mengarah ke rongga kantung udara, selaput cairan mulai berkurang, dan embrio mulai melakukan persiapan

untukbernafas.

Ketika hari ke-18 dan ke-19 pertumbuhan embrio sudah mendekati sempurna. Kuning telur mulai masukke dalam rongga perut melalui saluran tali pusat. Embrio juga semakin besarsehingga sudah memenuhi seluruh rongga telur kecuali rongga kantung udara.

Kala hari ke-20 kuning telur sudah masuk sepenuhnya ke dalam tubuh embrio. Embrio yanghampir menjadi anak ayam ini menembus selaput cairan, dan mulai bernafasmenggunakan udara di kantung udara. Saluran pernafasan mulai

berfungsi danbekerja sempurna. Akhirnya hari ke-21Anak ayam menembus lapisan kulit telur dan menetas menjadi DOC.

Telur burung berisi yolk yang banyak dan cangkangnya kuat berkapur. Pertumbuhan embrio nya di dalam telur. Dalam aves terdapat 2 sifat dalam penetasan telurnya, anak ayam, bebek dan burung-burung pantai bersifat Precocial (setelah diteteaskan anak-anak burung di tutupi oleh bulu-bulu halus dan langsung dapat berjalan) sedangkan burung-burung penyanyi, pelatuk, merpati anak-anaknya bersifat Altricial (setelah di tetaskan belum tumbuh bulu dan masih harus dibantu, dipelihara, dan diberi makan.

Anak burung precocial

(32)

E. SISTEM REPRODUKSI MAMALIA

Sistem reproduksi pada laki – laki dan perempuan berkaitan terutama dengan kelangsungan keberadaan spesies manusia. Oleh karena itu, sistem ini berbeda dengan sistem organ lainnya dalam tubuh yang berhubungan dengan homeostatis dan kemampuan bertahan individu dan kemampuan bertahan hidup individu. Proses reproduksi meliputi maturasi seksual ( perangkat fisiologis untuk reproduksi ), pembentukan gamet ( spermatozoa dan ovum ), fertilisasi ( penyatuan gamet ), kehamilan, dan laktasi.

Sistem Reproduksi Laki - laki

Organ kelamin primer adalah gonad, terdiri dari testis pada laki – laki dan ovarium pada perempuan.

1. Gamet ( sel kelamin ) dihasilkan oleh gonad dalam proses yang disebut gametogenesis. Testis memproduksi spermatozoa ( spermatogenesis ) dan ovarium memproduksi ovum ( oogenesis ).

2. Hormon kelamin laki – laki dan perempuan juga dihasilkan oleh gonad dan berfungsi di seluruh proses reproduksi. Sekresi steroid bertanggung jawab untuk perkembangan prenatal organ reproduksi, untuk perkembangan dan mempertahankan karakteristik seks sekunder ( perubahan fisik yang terjadi saat pubertas ), dan untuk aktivitas neuroendokrin hipotalamus.

(33)

1. Sistem reproduksi laki – laki terdiri dari testis, sistem saluran yang terdiri dari epididimis, duktus deferen, duktus ejaculator, dan uretra; kelenjara aksesoris; dan penis.

2. Sistem reproduksi perempuan terdirid ari ovarium, duktus ovum, uterus, vagina, genitalia eksternal, dan kelenjar mammae.

A. Differensiasi dan Perkembangan Jenis Kelamin

1. Organ reproduksi internal. Proses diferensiasi gonad menjadi testis atau ovarium dan perkembanagn sistem saluran internal dimulai pada minggu keempat perkembangan embrionik dan akan selesai secara keseluruhan pada minggu kedua belas setelah fertilisasi.

Gambar 1. skema yang memperlihatkan perkembangan saluran dan organ reproduksi internal laki – laki dan perempuan

(34)

1. Gonad terbentuk dalam bubungan gonadal. Bubungan ini terletak di dekat duktu mesonefrik yang mengalirkan cairan ginjal embrionik

2. Duktus mullerian terbentuk dengan sendirinya di sepanjang duktus mesonefrik.

b. Perkembangan testis. Jika kelaminnya adalah laki – laki gonad terbentuk menjadi testis yang memproduski testosterone dan suatu inhibitor duktus mullerian.

c. Perkembangan ovarium. Jika genetic kelaminnya perempuan, gonad berkembang menjadi ovarium tanpa testosterone, duktus mesonefrik mengalami atrofil. Duktus mullerian berkembang menjadi tuba uterin (faloppii), uteru, dan bagian atas vagina. Pengaruh hormonal tidak diperlukan untuk perkembangannya. 2. Genitalia eksternal

Gambar 2.

Gambar yang

memperlihatkan perkembangan genitalia eksternal laki – laki dan perempuan

(35)

a. Pada laki – laki karena pengaruh testosterone, tuberkel genital membentuk penis dan pembengkakan labioskotal menyatu menjadi dua kantung scrotal yang kemudian berisi testis setelah testis bersenden dan rongga abdomen

b. Pada perempuan , tanpa pengaruh hormonal , tuberkel genital menjadi klitoris, lipatan urogenital menjadi labia minora, dan pembengkakan labioskrotal menjadi labia miyora.

B. Sistem Reproduksi Pada Laki – laki

A. Skrotum adalah kantong longgar yang terdri dari kulit, vasia, dan otot yang polos yang membungkus dan menopang testis di luar tubuh pada suhu optimum untuk reproduksi spermatozoa

1. Dua kantong scrotal , setiap scrotal b erisi satu testis tunggal, dipisahkan oleh septum internal.

2. Otot dartos adalah lapisan serabut dalam vasia dasar yang berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit scotal sebagai respon terhadap

Gambar 3. Potongan sagital sitem reproduksi laki - laki 3. udara dingin atau eksitasi seksual

B. Testis adalah organ lunak berbentuk oval dengan panjang 4 – 5cm (1,5 inchi – 2 inchi) dan berdiameter 2,5 cm.

(36)

2. Tubulus semineferus tempat berlangsungnya spermatogenesis, terlilit dalam lobulus.

a. Spermatogenesis adalah proses perkembangan spermatogonia menjadi spermatozoa dan berlangsung sekitar 64 hari

1. Spermatogonia terletak berlekatan dengan membrane basalis tubulus semineferus. Spermatogonia berproliferasi melalui mitosis menjadi spermatosit primer.

2. Setiap spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis untuk membentuk dua spermatosit sekunder dan menghasilkan empat spermatid.

3. Tahap akhir spermatogenesis adalah maturasi spermatid menjadi spermatozoa. Sperma mature memiliki satu kepala, satu badan,dan satu ekor.

a. Kepala berisi nucleus dan dilapisi akrosom.

b. Badan mengandung mitokondria yang memproduksi ATP dibutuhkan untuk pergerakkan.

c. Goyangan flagellum mengakibatkan motilitas sempurna.

b. Sel sertoli menyebar dari epithelium sampai lumen tubulus. Fungsinya :

1. Sel sertoli secara mekanis menyokong dan memberi nutrisi spermatozoa dalam proses pematangan.

2. Sel sertoli mensekresi inhibitor duktus mullerian, yaitu sejenis glikoprptein yang bereproduksi secara perkembangan embrionik pada saluran reproduksi laki – laki.

3. Sel sertolli mensekresi protein pengikat androgen untuk merespon follicle- stimulating hormone (FSH) yang dilepas kelenjar hipofisis anterior

4. Sel sertoli mensekresi inhibin, suatu protein yang mengeluarkan efek umpan balik negative terhadap sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior.

(37)

c. Sel interstisial ( Leydig) mensekresi androgen (testosterone dan dihidrotestoteron ). Sel – sel interstisial ini mennghilang enasm bulan setelah lahir dan muncul kembali saat awetan pubertas karena pengaruh hormone gonadotropin dari kelenjar hipofisis.

Gambar 4 : A. Diagram testis , epipidimis, dan duktus deferens. Tubulus seminiferus terlilit dalam lobulus testis. B. Potongan melintang tubulus seminifersu. C. Pembesaran potongan melintang tubulus seminiferus memperlihatkan perkembangan sperma

C. Duktus pada saluran reproduksi laki- laki membawa sperma matur dari testis ke bagian eksterior tubuh.

1. Dalam testis , sperma bergerak ke lumen tubulus semineferus, kemudian menuju tubulus rekti ( Tubulus lurus ). Dari tubulus rekti, sperma kemudian menuju jarring – jaringan kanal rete testis. Yang bersambungan dengan 10 sampai 15 duktulus eferen yang muncul dari bagian atas testes.

2. Epididimis adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kaki yang terletak disepanjang sisi posterior testis. Bagian ini menerima sperma dari duktusn eferen.

(38)

mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfatik , saraf SSO, otot kremaster, dan jaringan ikat.

4. Duktus ejaculator pada kedua sisi terbentuk dari pertemuan perbesaran (ampula) di bagian ujung duktus deferens dan duktus dari vesikel seminalis.

5. Uretra merentang dari kandung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari tiga bagian.

a. Uretra prostatic merentang mulai dari bagian dasar kandung kemih menembus prostat dan menerima sekresi kelenjar tersebut.

b. Uretra membranosa panjangnya mencapai 1 cm sampai 2 cm. bagian ini dikelilingi sflingter uretra eksternal.

c. Uretra penis ( cavernous, berspons) dikelilingi oleh jaringan erektil bersepon ( korpus spongiosum). Bagian ini membesar ke dalam fosa navicularis sebelum berakhir pada mulut uretra eksternal dalam glans penis.

D. Kelenjar Aksesoris

1. Sepasang vesikel seminalis adalah kantong terkonvolusi (berkelok – kelok ) yang bermuara ke dalam duktus ejaculator . sekretnya adalah cairan kental dan basa yang kaya akan fruktosa , berfungsi untuk member nutrisi dan melindungi sperma.

2. Kelenjar prostat menyelubung uretra saat keluar dari kandung kemih . sekresi prostat bermuara ke dalam uretra prostatic setelah melalui 15 sampai 30 duktus prostatik.

3. Kelenjar bulbouretral (cowpre) adalah kelenjar kecil yang ukuran dan bentuknya menyerupai kacang polong. Kelenjar ini mensekresi cairan basa yang mengandung mucus ke dalam uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen.

(39)

1. Kulit penis tipis dan tidak berambut kecuali di dekat akar organ. Prepusium (kulup) adalah lipatan sirkular kulit longgar yang merentang menutupi glans penis kecuali jika diangkat melalui sirkumsisi. Korona adalah ujung proksimal glans penis. 2. Badan penis dibentuk dari tiga massa jaringan erektil silindris; dua korpus kavernosum dan satu satu korpus spongiosum ventral di sekitar uretra.

a. Jaringan erektil adalah jarring - jarring ruang darah irregular yang diperdarahi oleh arteriol aferen dan kapiler. b. Korpus kavernosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat

yang disebut tunika albuginea. 3. Mekanisme Ereksi Penis

Ereksi adalah salah satu fungsi vascular korpus kavernosum dibawah pengendalian SSO.

a. Jika penis lunak, stimulus simpatis terhadap arteriol penis menyebabkan konstruksi sebagian organ ini, sehingga aliran darah yang melalui penis tetap dan hanya sedikit darah yang masuk ke sinusoid kavernosum.

b. Saat stimulasi mental atau seksual, stimulus parasimpatis menyebabkan vasodilatasi arteriol yang masuk penis. c. Sinusoid korpu kavernosum terdistensi Karena berisi darah

dan menekan vena yang dikelilingi tunika albuginea non distensi.

d. Setelah ejakulasi, impuls simpatis menyebabkan vasokonstriksi arteri dan darah mengalir ke vena untuk dibawa menjauhi korpus.

F. Hormon yang Berperan dalam Sistem Reproduksi Laki - laki

(40)

Hormon testosteron yang mulai muncul saat remaja pada umumnya akan memperlihatkan tanda-tanda sekunder seperti tumbuh rambut kumis, suara lebih keras, badan menjadi berotot, dan adanya produksi sperma pada testis.

Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium untuk melakukan spermatogenesis.

Hormon LH yang berfungsi merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosterone (yaitu suatu hormone sex yang penting untuk perkembangan sperma).

Sistem reproduksi perempuan

A. Ovarium, panjang 3 sampai 5cm, lebar 2 sampai 3 cm, dan tebal 1cm berbentuk seperti kacang kenari.

1. Lokasi dan perlekatan. Masing-masing ovarium terletak pada dinding samping rongga pelvis posterior dalam sebuah ceruk dangkal, yaitu vosa ovarium dan ditahan dalam posisi tersebut oleh masenterium pelvis (lipatan poriteneum visceral dan poriteneum parietal). Ovarium adalah satu-satunya organ dalam rongga pelvis yang tetroperineal (terletak di belakang peritoneum)

2. Struktur. Ovarium dilapisi epithelium germinal (permukaan). Jaringan ikat ovarium disebut stroma dan tersusun dari korteks pada bagian dalam.

a. Medulla ovarium adalah area terdalam. Medulla mengandung pembuluh darah dan limfatik, sel saraf, sel-sel otot polos,

b. Korteks adalah lapisan stroma luar yang rapat. Korteks mengandung folikel ovarian, yaitu unit fungsional pada ovarium.

(41)

a. Oogenesis prenatal. Oogonium berproliferasi selama kehidupanjanin dan merupakan asal dari 6 sampai 7 juta oosit primer.

1. Setiap oosit primer diselubungi oleh satu lapisan tunggal sel-sel folikular yang disebut folikel primordial.

2. Oosit primer akan tetap berada pada tahap profase 1 meiosis selama kehidupan janin dan setelah lahir sampai pubertas.

3. Jumlah folikel primordial dapat berkurang seiring usia karena atresia.

Gambar 5. Potongan sagital sistem reproduksi wanita.

b. Oogenesis postnatal

1. Saat lahir, jumlah folikel primordial dalam ovarium berkurang menjadi 2juta.

2. Pada usia tujuh tahun, 300.000 oosit primer bertahan, saat bupartas, 50.000 sampai 100.000 folikel mampu bertahan untuk menyediakan ooogonia dan spermatosit pada evaluasi mendatang.

(42)

c. Oogenesis postpubertal

Oogenesis postpubertal. Saat pubertas, dibawah pengaruh gonadotropin hipofisis dan GnRH hipotalamik, siklus

b. Lapisan zona pellucid bening dan non seluler terbentuk antara oosit dan sel-sel granulose.

c. Sel-sel stroma disekitar folikel primer membentuk 2 lapisan; teka interna, tersusun dari sel-sel sekretori yang mensekresi estrogen , dan teka eksterna, lapisan ikat terluar.

d. Ruang-ruang akan terbentuk antar sel-sel granulose yang kemudian dipenuhi cairan folikular, kemudian ruang-ruang tersebut akan bergabung untuk membentuk sebuah antrum, atau rongga, dalam folikel.

2. Folikel sekunder

a. Folikel yang sedang tumbuh dengan sebuah antrum didalamnya disebut folikel sekunder.

b. Cumulus oophorus adalah tumpukan sel-sel granulosa yang menyelubungi dan menunjang oosit dalam folikel sekunder.

c. Oosit primer terdorong kesalah satu rongga antral akibat akumulasi cairan anal dan masuk kedalam rongga.

3. Folikel matur

a. Folikel utama yang akan terovulasi memerlukan waktu 10-14 hari untuk terbentuk.

(43)

c. Oosit sekunder kemudian mengalami metaphase pembelahan meiosis akan berlanjut.

4. Ovulasi

a. Oosit membebaskan diri dari sel-sel yang menyelubunginya dan mengambang bebas dalam antrum yang diselubungi korona radiate.

b. Oosit terdorong keluar dari permukaan ovarium disertai dengan sebagian cairan folikular dan korona radiate yang melekat padanya.

c. Jika oosit tidak dibuahi, oosit akan berdisentegrasi dalam beberapa hari.

Gambar.6 Diagram mengilustrasikan proses oogenesis dalam ovarium dan jalu oosit masuk ke tuba faloppii setelah ovulasi.

5. Korpus luteum (badan kuning) terbentuk dalam ovarium pada folikel yang kosong.

a. Dinding folikel kosong runtuh. Sel glanulosanya mengalami pembuahan structural dan biokimia sehingga menjadi sel lutein.

b. Sel lutein korpus luteum memproduksi estrogen dan progesteron yang akan mencapai puncak aktivitas pada 5-7 hari setelah evolusi.

(44)

B. Dua tuba uterin (tuba fallopi atau oviduk) menerima dan mentraspor oosit keuterus setelah ovulasi keuterus setelah ovulasi. 1. Setiap tuba uterin, dengan panjang 10 cm dan diameter 0,7 cm,

ditopang oleh ligament besar uterus. Salah satu ujungnya melekat pada uterus dan ujung yang lainnya membuka ke dalam rongga pelvis.

a. Infundibulum adalah ujung terbuka menyerupai corong (ostium) pada tuba uterin.

b. Ampula adalah bagian tengah segmen tuba. c. Ismus adalah segmen terdekat dari uterus.

2. Dinding tuba uterin terdiri dari serabut otot polos, jaringan ikat, dan sebuah lapisan epitel bersilia yang sirkular, tersusun secara longitudinal. Oosit bergerak disepanjang tuba menuju uterus karena getaran silia dan kontraksi peristaltic otot polos. Oosit memerlukan waktu 4-5 untuk saampai keuterus.

3. Fertilisasi biasa nya terjadi di 1/3 bagian atas tuba falloppii.

C. Uterus adalah organ tunggal moskular dan berongga. Oosityang telah dibuahi akan tertanam dalam lapisan endometrium uterus dan dipenuhi kebutuhan nutrisinya untuk tumbuh dan berkembang sampai lahir.

1. Ukuran dan lokasi. Uterus terbentuk seperti buah pir terbalik dan dalam keadaan tidak hamil memiliki panjang 7cm, lebar 5cm. organ ini terletak dalam rongga pelvis diantara rectum dan kandung kemih .

2. Penompa. Uterus pada dasarnya ditopang oleh lipatan peritoneal, ligament besar yang melekatkan uterus pada dinding pelvis.

3. Struktur

a. Dinding uterus terdiri dari bagian terluar serosa (perimetrum) bagian tengah meometrium (lapisan otot polos) dan bagian terdalam lapisan endometrium. Endometrium tersusun dari dua lapisan :

1. Lapisan superficial (stratum fungsional) endometrium berukuran lebih

tebal.

(45)

b. Fundus uterus adalah bagian bundar yang letaknya superior terhadap mulut tuba uterin.

c. Badan uterus adah bagian luas berdinding tebal yang membungkus rongga uterus

d. Serviks adalah bagian leher bawah uterus yang terkonstriksi. Os eksternal adalah mulut serviks kedalam vagina, Os internal adalah mulut uterus dalam rongga uterus. Kanal endoservikal melapisi jalur diantara dua mulut.

e. Portio vaginalis adalah bagian serviks yang menonjol kedalam ujung bagian atas vagina. Resesus sirkular yang terbentuk pada area pertemuan adalah forniks anterior, posterior, dan lateral (forniks singular)

4. Suplai darah. Darah arteri memperdarahi uterus melalui arteri-arteri uterus (berasal dari arteri-arteri iliaka interna) dan bercabang menjadi arteri ovarian dan vagina.

1. Dalam dinding uterus, arteri menjadi arteri arkuata, kemudian bercabang menembus miometrium sebagai arteri radial.

2. Darah kembali dari yterus melalui vena uterus yang parallel dengan jalur arteri.

D. Vagina adalah tuba fibromuskular yang dapat berdistensi. Organ ini merupakan jalan lahir bayi atau aliran menstruasi, fungsinya adalah sebagai organ kopulasi perempuan.

1. Ukuran dan lokasi vagina panjangnya sekitar 8-10 cm. organ ini menghadap uterus pada sudut sekitar 45 derajat dari vestibula genitalia eksternal dan terletak antara kandung kemih dan uretra disisi anterior dan rectum disisi posterior.

2. Struktur. Dinding vagina tersusun dari atventasia terluar, satu lapisan otot polos, dan epithelium skuamosa bertingkat nonkeratinisasiyang dikenal sebagai lapisan vaginal.

a. Sebelum pubertas dan setelah menopause, jika konsentrasi estrogen darah rendah, lapisan vagina menjadi tipis dan hamper seluruhnya terdiri dari sel-sel basal.

(46)

3. Cairan dan huluaran vaginal. Vagina dilembabkan dan diluminasi oleh cairan yang berasal dari kapilar pada dinding vaginal dan sekresi dari kelenjar-kelenjar serviks. pH cairan veginal tergantung pada kadar estrogen. estrogen mengakibatkan sedikit akumulasi glikogen dalam sel-sel mukosa dan pH-nya menjadi basa.

3. Haluaran yang asam dan epithelium yang tebal melindungi vagina dari inveksi berbahaya.

E. Genital eksternal secara kesatuan disebut vulva atau pudendum 1. Mons pubis adalah bantalan jaringan lemak dan kulit yang terletak

diatas simfisis pubis. Bagian ini tertutup rambut pubis setelah pubertas.

2. Labia mayora (bibir mayor) adalah dua lipatan kulit longitudinal yang merentang kebawah dari mons pubis dan menyatu disisi posterior perineum, yaitu kulit antara pertemuan dua lipatan ini dan anus. Labia mayora homolog (serupa dalam struktur dan asalnya) dengan skrotum pada laki-laki.

3. Labia minora (bibir minor) adalah dua lipatan kulit diantara labia mayora. Lipatan ini tidak berambut tetapi mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat.

a. Prepusium klitoris adalah pertemuan lipatan-lipatan labia minora dibawah klitoris

b. Frenulum adalah area lipatan dibawah klitoris.

4. Klitoris homolog dengan dengan penis laki-laki, tetapi lebih kecil dan tidak memiliki mulut uretra.

(47)

b. Batang klitoris mengandung dua corpora kavernosum yang tersusun dari jaringan erektil.

5. Vestibula adalah area yang dikelilingi labia minora, vestibula menutupi mulut uretra, mulut vagina, dan duktus kelenjar bartolin (vestibular besar).

A. Kelenjar bartolinhomolog dengan kelenjar bulbouretral pada laki-laki.

B. Bulba vestibular adalah masa jaringan erektil dalam substansi jaringan labian.

6. Orifisium uretra adalah jalur keluar urine dari kantung kemih. 7. Mulut vagina terletak dibawah orifisium uretra.

8. Perineum (pada laki-laki dan perempuan) adalah area terbentuk seperti intan yang terbentang dari simfiisis pubis disisi anterior sampai ke koksiks disisi posterior dank e tuberositas iskial disisi lateral.

Gambar 7. Genitalia eksternal perempuan

F. Kelenjar mammae (payudara) dimiliki oleh kedua jenis kelamin. Kelenjar ini menjadi fungsional pada saat pubertas untuk merespons estrogen pada perempuan dan pada laki-laki biasanya tidak berkembang. Saat kehamilan, kelenjar mammae mencapai perkembangan puncaknya dan berfungsi untuk produksi susu (laktasi) setelah kelahiran bayi.

(48)

dada. Payudara terletak diatas otot pektoralis dan melekat pada otot tersebut melalui selapis jaringan ikat.

a. Jaringan glandular terdiri dari 15- 20 lobus mayor, setiap lobus dialiri duktus latiferusnya sendiri membesar menjadi sinus laktiferus sebelum muncul untuk memperforasi putting denga 15-20 mulut.

b. Lobus-lobus dikelilingi jaringan adipose dan dipisahkan oleh ligament suspensorium cooper.

c. Lobus mayor bersubdivisi mejadi 20-40 lobulus, setiap lobules kemudian bercabang menjadi duktus-duktus kecil yang berakhir dialveoli sekretori.

d. Putting memiliki kulit berpigmen dan berkerut yang membentang keluar sekitar 1-2cm untuk membentuk aroela. Aroela mengandung kelenjar sebasea dan kelenjar keringat yang besar, beberapa diantaranya berhubungan dengan folikel rambut dan serabut otot polos yang menyebabkan ereksi putting saat berkontraksi.

2. Suplai darah dan aliran cairan limfatik payudara

a. Suplai arteri kepayudara barasal dari arteri mamalia internal, yang merupakan cabang arteri subklavia. Kontribusi tambahan berasal dari cabang arteri aksilari toraks.

b. Aliran limfatik dari bagian sentral kelenjar mammae, kulit, putting, dan areola adalah melalui sisi lateral menuju aksila.

G. Pengaturan hormonal system reproduksi perempuan. Ketepatan pola klus fungsi system reproduksi perempuan diatur melalui keseimbangan hormone hipotalamus (GnRH), hiposis (FSH dan LH), dan hormone ovarium (oktrogen dan progesteron). Mekanisme umpan balik positif dan negative juga turut terlibat. 1. Menarke (periode menstruasipertama) menandakan awital maturasi

seksual perempuan.

(49)

b. Saat bpubertas, hipotalamus menjadi kurang sensitive terhadap estrogen dan melepas GnRH melalui semprotan pulsatil.

c. Estradiol adalah estrogen yang secara biologis paling aktif dan paling penting yang disekresi ovarium. Estron adalah estrogen lemah yang dibentuk melalui konversi androstenedion. Estriol adalah estrogen terlemah.

2. Efek fisiologis estrogen

a. Hormone ini merangsang pertumbuhan semua organ reproduksi, terutama lapisan mukosa dan lapisan otot tuba uterin, uterus dan vagina.

b. Estrogen memengaruhi konfigurasi tubuh total melalui peningkatan pembentukan tulang dan peningkatan tulang dan peningkatan penumpukan lemak dalam semua jaringan subkutan terutama diarea bokong, paha, dan payudara.

c. Estrogen juga memiliki efek metabolic, termasuk menurunkan kadar kolesterol.

d. Hormon ini mempengaruhi fungsi pengaturan suhu dan pusat vasomotorik hipotalamus yang mengendalikan saraf penyebab dilatasi dan konstriksi pembuluh darah.

e. Estrogen menyebabkan produksi sekresi serviks berair jernih yang cenderung memfasilitasi masuknya sperma kedalam uterus. 3. Efek fisiologis estrogen

a. Hormone ini merangsang pertumbuhan semua organ reproduksi, terutama lapisan mukosa dan lapisan otot tuba uterin, uterus dan vagina.

b. Estrogen memengaruhi konfigurasi tubuh total melalui peningkatan pembentukan tulang dan peningkatan tulang dan peningkatan penumpukan lemak dalam semua jaringan subkutan terutama diarea bokong, paha, dan payudara.

c. Estrogen juga memiliki efek metabolic, termasuk menurunkan kadar kolesterol dan lipo protein densitas rendah dalam darah melalui perbandingan pada perempuan pascamenopause dan laki-laki dan juga memfasilitasi metabolism kalsium.

(50)

e. Estrogen menyebabkan produksi sekresi serviks berair jernih yang cenderung memfasilitasi masuknya sperma kedalam uterus.

4. Efek fisiologis

a. Progesterone merangsang pertumbuhan endo metrium uterus lebih lanjut untuk mempersiapkannya terhadap implementasi ovum yang sudah dibuahi.

b. Hormone ini juga merangsang pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel alveolar kelenjar mammae menjadi sel-sel-sel-sel pensekresi susu. c. Progesterone meningkatkan veskositas mucus serviks dan dengan

demikian cenderung menghambat masuknya sperma ke os serviks. d. Progesterone menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh basal

dan peningkatan ekskresi natrium dan air dari ginjal.

5. Siklus menstruasi menandakan fluktasi irama hormon hipotalamus, hipofisis, dan ovarium serta perubahan morfologis yang dihasilkan pada ovarium dan endomertium.

a. Menstruasi adalah perdarahan bulanan yang terjadi jika bagian endometrium uterus luruh dan dikeluarkan melalui vagina.

b. Rentang siklus menstruasi biasanya berkisar selama 28 hari walaupun sangat beragam. Siklus pendek 18 hari atau terpanjang 40 hari masih dianggap normal

c. Siklus menstruasi berhubungan dengan siklus ovarium dan siklus endometrium.

6. Siklus ovarium

a. Diawal siklus ( hari 1 fase folikular) FSH dan LH disekresi dari hipofisis anterior sesuai dengan sinyal dari sekresi pulsatil GnRH hipotalamus.

b. Kelompok folikel primer, 20-25 (disertai reseptor FSH pada sel-sel granulosanya dan reseptor LH pada sel-sel-sel-sel tekanya).

c. Awalnya peningkatan kadar ekstrogen plasma penghambat FSH dan LF memulai umpan negative.

d. Jika konsentrasi estrogen darah terus meningkat selama fase midfolikular,

e. Puncak estrogen adalah kadar estrogen darah yang tinggi yang dipertahankan selama 50jam

f. Puncak LH mengakibatkan efek berikut pada folikel utama. 1. Oosit menyelesaikan pembelahan meiosis pertama dan

(51)

2. Sintesis enzim dan prostaglandin yang penting untuk rupture folikel.

3. Ovulasi atau pelepasan oosit dan sel-sel yang berkaitan dengannya kerongga tubuh agardapat ditarik tuba uterin berlangsung dalam 24-38 jam setelah puncak LH.

4. Sel folikel yang rupture setelah menjalani proses luiteinisasiberubah menjadi korpus luteum yang kemudian memproduksi progesterone dan sedikit estrogen.

g. Peningkatan kadar progesterone dan estrogen dalam darah menyebabkan efek umpan balik yang kuat pada fSH dan LF. h. Karena adanya enurunan kadar esterogen dan progesterone darah

efek umpan balik neatif terhadap kelenjar hipofisis anterior berkurang. FSH dan LH kembali meningkat untuk memulai siklus baru.

7. Siklus endometrium (uterus) terjadi dalam rangka mempersiapkan endometrium uterus untuk memberi nutrisi dan mempertahankan ovum jika sudah dibuahi. Peristiwa dalam siklus endometrium ini sangat berkorelasi dengan peristiwa hormonial dan morfologis dalam siklus ovarium.

a. Fese menstruasi

Adalah periode pendarahan selama 4 sampai 5 hari. Di bawah pengaruh esterogen dari folikel yang berkembang dalam ovarium, dan endometrium diperbaiki melalui pembelahan sel dalam lapisan basal saat menstruasi masih berlangsung

b. Fase proliferative

Berlangsung sampai terjadi ovulasi

1. Endometrium yang berproliferasi dari lapisan basal kembali menjadi tebal dan tervaskularisasi dengan baik. Esterogen juga menyebabkan pertumbuhan reseptor progesterone pada sari-sari endometrial.

(52)

3. Anteriol spiral menonjol diantara kelenjar-kelenjar untuk menyuplai sel-sel endometrial dan grandular.

c. Saat fase sekretori ( progestasi), progesterone merangsang kelanjutan pertumbuhan lapisan supervisial.

1. Kelenjar membesar mensekresi nutrient (glikogen dan lemak) untuk mempertahankan perkembangan embrio jika sudah terjadi pembuahan

2. Anteriol sprila menjadi terkonvolusi ( berlipat-lipat). Endometrium siap untuk implantasi

3. Jika pembuahan ttidak terjadi, endometrium beregresi.

a. Korpus luteum berdegenerasi;kadar progesteron dan estrogen berkurang

b. Anteriol spiral, sekarang tidak didukung hormone, berkontriksi dan berdilatasi secara intermiten. Konstriksi ini mengurangi aliran darah dan menyebabkan iskemia serta kematian (nekrosis) jaringan dan kelenjar disekitarnya. c. Saat anteriol berdilatasi darah keluar dari area yang telah

terdisintegrasi

d. Fragmen jaringan endometrium, sekresi kelenjar grandular, mucus, dan sedikit darah akan terlepas ke dalam rongga uterus

e. Perdarahan (mens) berlangsung selama 4 sampai 5 hari dan siklus akan dimulai kembali.

H. Fertilisasi adalah penyatuan spermatozoa dan oosit sekunder untuk membentuk sel diploid –zogot yang mengandung kromosom maternal dan paternal.

(53)

1. Spermatozoa, berenang dengan kekuatannya sendiri dan dibantu kontraksi muscular uterus dan tuba uterin, barasenden melalui serviks.

2. Kapasitas sperma, sewaktu dalam lingkungan lingkungan cairan pada uterus dan tuba, sperma mengalami pengkondisian membrane sel dan akrosom sperma yang membuat sperma mampu berfertilisasi.

3. Reaksi akrosomal sperma terkapasitas melepas enzim hidrolitik dari akrosom untuk mencerna sel korona radiate dalam zona pelucida oosit, dan membuka jalan untuk satu sperma menembus oosit.

b. Oosit. Biasanya hanya satu oosit tunggal yang dilepaskan yang dilepas ovarium kedalam tuba uterin saat ovulasi.

1. Saat satu sperma menembus membrane sel oosit, zona pellucid oosit mengalami perubahan kimia dan menjadi tidak tertembus oleh sperma lain.

2. Pronukleus laki-laki bergerak menuju pronukleus perempuan untuk bersatu dengannya.

I. Hormon Yang Berperan dalam Reproduksi Wanita

(54)

sebagai haid. Hormon-hormon tersebut bekerja pada satu siklus penuh, sejak hari pertama haid, ovulasi hingga menjelang haid berikutnya.

Progesteron merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada iklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis. Progesteron bersama dengan estrogen dihasilkan oleh k o rpus luteum, yaitu

sebuah kelenjar endokrin yang tersisa setelah terjadinya peristiwa ovulasi Progesteron berperan besar dalam perkembangan fetus. Pengaruh progesteron pada reproduksi diantaranya adalah

 Mempertebal dinding endometrium setelah terjadi ovulasi

 Menghambat produksi LH agar korpus luteum mengalami degenerasi saat tidak terjadi fertilisasi

 Menghambat laktasi saat kehamilan

 Mempersiapkan endometrium untuk implantasi zigot

Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.

(55)

III. KESIMPULAN DAN SARAN

Dari pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa:

1. Amphibi, aves, pisces, reptile dan mamalia memiliki sistem reproduksi yang berbeda-beda

(56)

3. Seperti halnya kelas pisces, pada katak melangsungkan fertilisasi eksternal. Telur dilepaskan di air pada saat perkawinan dan katak jantan mengeluarkan sperma di dalam air.

4. Reptilia melangsungkan fertilisasi internal. Beberapa reptilia bertelur (ovipar) ada pula yang telurnya tetap tinggal di oviduct sampai menetas (ovovivipar). 5. Meskipun aves tidak memiliki alat kelamin, namun dapat melakukan

Gambar

Gambar 1. skema yang memperlihatkan perkembangan saluran dan
Gambar  yangmemperlihatkan  perkembangan  genitalia  eksternal  laki  –  laki  dan
Gambar 3. Potongan sagital sitem reproduksi laki - laki
Gambar 4 : A. Diagram testis , epipidimis, dan duktus
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian genistein terhadap sistem reproduksi mencit (Mus musculus) jantan, pada sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus

Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh organ yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran pada ikan jantan, dan ovarium dan saluranya pada

Seluruh enzim yang berperan pada aktivasi dan inaktivasi vitamin D tersebut ternyata juga terekspresi pada saluran reproduksi pria dan juga sperma dengan tingkat ekspresi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian genistein terhadap sistem reproduksi mencit (Mus musculus) jantan, pada sel-sel germinal dalam

Kelenjar eksokrin selalu mempunyai saluran pelepasan untuk menyalurkan sekretnya, contohnya kelenjar parotid dengan saluran pelepasan yang disebut duktus Stenonianus,

Sistem reproduksi vertebata jantan terdiri atas sepasang testis, saluran rreproduksi jantan, kelenjar seks asesoris (pada mamlia) dan organ kopulatoris (pada

Bagian Alat Reproduksi Pria Kelamin atau alat reproduksi pada pria memiliki dua fungsi yaitu untuk menghasilkan sel-sel kelamin dan menyalurkan sel-sel kelamin tersebut ke saluran

Ada pula reproduksi Aseksual adalah reproduksi tanpa melalui persatuan antar gamet jantan dan betina, disebut pula sebagai reproduksi vegetatif karena individu baru berasal dari bagian