• Tidak ada hasil yang ditemukan

5. FARY NUR FAIZAL 21020110120060 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "5. FARY NUR FAIZAL 21020110120060 BAB IV"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PUSAT BUDAYA DAN PARIWISATA MADIUN

Tugas Akhir 127 / 49

Fary Nur Faizal - 21020110120060 43

BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN

4.1 KESIMPULAN

a. Pusat Budaya dan Pariwisata Madiun merupakan sebuah wadah atau tempat yang menyediakan fasilitas pendidikan, hiburan, dan informasi tentang kebudayaan dan kepariwisataan di Karesidenan Madiun (Ponorogo, Madiun, Pacitan, Ngawi, dan Magetan) yang dikemas dalam berbagai program kegiatan.

b. Pusat Budaya dan Pariwisata Madiun bertujuan untuk melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh Karesidenan Madiun. Selain itu juga bertujuan untuk memberi informasi mengenai tempat – tempat wisata berpotensi yang berada di Karesidenan Madiun. c. Dalam perencanaan bangunan Pusat Budaya dan Pariwisata Madiun berpedoman pada

studi banding bangunan yang sudah ada dan memiliki sifat yang hampir serupa.

d. Sasaran pelayanan Pusat Budaya dan Pariwisata Madiun adalah masyarakat Madiun dan sekitarnya (secara khusus) dan masyarakat Indonesia (secara luas), baik pengunjung biasa maupun pengunjung yang mencari informasi mengenai kebudayaan dan pariwisata Karesidenan Madiun.

e. Berdasarkan studi banding, fasilitas yang ada berupa fasilitas yang mewadahi kegiatan utama berupa pameran tetap maupun temporer, pertunjukan seni, pemutaran film, dan galeri informasi pariwisata; kegiatan pendukung berupa penjualan souvenir dan cafetaria; kegiatan pengelola, kegiatan servis dan teknis.

4.2 BATASAN

a. Lokasi Perencanaan Pusat Budaya dan Pariwisata Madiun berada di Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur.

b. Lingkup kegiatan yang akan diwadahi oleh bangunan ini adalah informasi, pendidikan, dan hiburan mengenai kebudayaan dan pariwisata yang ada di Karesidenan Madiun. c. Penentuan lokasi dan tapak yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan

mengacu pada tata guna lahan dalam Perda Madiun Rencana Tata Ruang Kota Madiun (RTRW) 2010 – 2030.

d. Penentuan perencanaan dan perencanaan Pusat Budaya dan Pariwisata Madiun berdasarkan studi banding dan pertimbangan mengenai sifat kegiatan yang akan berlangsung di dalamnya.

e. Hal – hal di luar ingkup arsitektur namun dianggap mendasar dan menentukan perencanaan dan perancangan akan dibahas secara logika dan asusmsi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

(2)

PUSAT BUDAYA DAN PARIWISATA MADIUN

Tugas Akhir 127 / 49

Fary Nur Faizal - 21020110120060 44

4.3 ANGGAPAN

a. Tapak terpilih dianggap telah memenuhi syarat dan siap digunakan sesuai dengan batas-batas yang ada. Dalam penyediaan pembebasan tanah tidak terdapat masalah.

b. Jaringan utilitas kota dianggap tersedia dengan baik dan siap digunakan.

c. Studi kelayakan struktur dan daya dukung tanah dianggap telah dilaksanakan dan dapat digunakan untuk rekomendasi proses perencanaan dan perancangan selanjutnya. d. Bangunan yang telah ada di site bila dimungkinkan dianggap tidak ada.

e. Aspek ekonomis dianggap diluar pembahasan perencanaan dan perancangan tetapi dengan memperhatikan rasionalitas.

Referensi

Dokumen terkait

Mereka menganggap seolah-olah anak hanya harus tunduk pada orang tua, karena pilihan orang tualah yang terbaik, pilihan orang tualah yang akan menjadikan anaknya menjadi

Penilaian sub-sub elemen level 4 dalam hubungannya dengan kriteria koordinasi antar sektor (yang mana lebih berpengaruh terhadap kegagalan program, di antara pasangan

konsumen membeli kambing yang perkiraan umurnya masih muda hingga yang lebih dari 1 tahun untuk dipotong, karena pada umumnya kambing yang berumur muda

Maka dari itu dirancanglah sebuah alat dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini, sehingga dapat membantu pengoperasian pembukaan dan penutupan pintu

Tujuan dilakukan penelitian menggunakan metode IPMS adalah agar perusahaan mengetahui s takeholder’s requirement dan menentukan s takeholder’s requirement mana yang

Diberikan kepada.

Penelitian dibagi menjadi dua tahap : tahap pertama bertujuan untuk mengetahui kecepatan timbulnya berahi dari dosis GnRH yang berbeda, tahap kedua mengetahui

Dari hasil Analisis potensi konflik antar kendaraan maupun antara kendaraan dengan pejalan kaki dan penyeberang jalan serta melihat kondisi lingkungan sekitar jalan, maka pada