Disusun Oleh :
!
!
"
v ii
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa
skripsi ini tidak berisi materi yang pernah di tulis oleh orang lain atau pernah di
terbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi pikiran$pikiran orang lain, kecuali
informasi yang terdapat dalam referensi yang di jadikan bahan rujukan.
Apabila di kemudian hari ternyata terdapat materi atau pikiran orang lain
di luar referensi yang peneliti cantumkan, maka peneliti sanggup
mempertanggung jawabkan kembali keaslian skripsi ini di sidang monaqosah
skripsi.
Demikianlah deklarasi ini di buat penulis untuk dapat di maklumi.
Salatiga, 20 Agustus 2010
Penulis
v iii Dra. Maryatin
DOSEN STAIN SALATIGA
Lamp : 3 eksemplar Hal : Naskah skripsi
Saudara Ahmad Taufiq
Kepada
Yth. Ketua STAIN Salatiga di Salatiga
Setelah kami meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka bersama ini, kami kirimkan naskah skripsi saudara :
Nama : %&' ( )&%&
NIM : ! !
Jurusan / Progdi : "
Judul :
Dengan ini kami mohon skripsi Saudara tersebut di atas supaya segera dimunaqosyahkan.
Demikian agar menjadi perhatian.
Salatiga, 20 September 2010 Pembimbing
)-+ -)9-,&%
v iv
Skripsi Saudari : %&' ( )&%& dengan Nomor Induk Mahasiswa : ! ! yang berjudul ::
:5 Telah dimunaqasahkan dalam sidang panitia ujian Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga pada hari: -;,(5 8 12,1<;1) telah diterima sebagai bagian dari syarat$syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pendidikan Islam dalam Ilmu Tarbiyah. (S.Pd.I)
Salatiga, 01 Oktober 2010
Panitia Sidang
Ketua Sidang Sekretaris Sidang
)+ <-< (,/</5 + 7 )+ -=<-. -)&9-.&5 + .
NIP. 19580827 198303 1 002 NIP. 19670112 199203 1 005
Penguji I Penguji II
)/>+ )+ + (.&=-).?/5 + 7 (@-).&5 + .
NIP. 19541002 198403 1 001 NIP. 19670121 199903 1 002 Pembimbing
)-+ -)9-,&%
v v
ع
:
!"
#
$%
&
!"
#
'
!(
#
$%
)#
)
+ ,
-(
Artinya:
!
"
#
v vi
sayang dan semua pengorbanan yang telah diberikan.
Suamiku tersayang yang senantiasa mendampingi dan memberikan dorongan moral maupun material demi suksesnya studi penulis.
Anakku terkasih Zaki Atwa Mudzakar, yang selalu menjadi inspirasi, semoga menjadi anak yang sholeh.
Kakakku yang selalu memberikan dukungan kepada penulis hingga terselesaikannya studi penulis. Ibu Kepala beserta seluruh Dewan Guru MI Tajuk Kecamatan Getasan yang telah memberikan motivasi kepada penulis.
v vii
pada Mata Pelajaran Fiqih Siswa Kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2009/2010”, Skripsi Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, Pembimbing : Dra. Maryatin.
Kata Kuncil : Kreativitas Guru terhadap Minat Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui bentuk$bentuk kreativitas guru pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010, mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010, dan untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru dalam mengajar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010.
Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode angket sebagai metode pokok. Sedangkan metode intervew dan dokumentasi sebagai metode pendukung. Data yang di peroleh dari data angket kemudian di analisis dengan menggunakan teknik analisis data korelasi product moment. Setelah di konsultasikan dengan r tabel ada taraf signifikan 5 % dengan N 21 sebesar 0,304. ternyata hasil rxy lebih besar dari r tabel product moment. Hal
v viii
serta inayah$Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Sholawat
serta salam penulis haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan para
sahabatnya.
Dalam rangka disiplin ilmu, maka setiap mahasiswa yang telah
menyelesaikan kegiatan kuliah diakhiri dengan penulisan skripsi. Dengan ini
penulis menulis skripsi dengan judul : PENGARUH KREATIVITAS GURU
TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN FIQIH SISWA
KELAS VIII MTs SUDIRMAN KOPENG KEC. GETASAN KAB.
SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010.
Dalam penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan
berbagai pihak. Oleh karena itu penulis tidak lupa menyampaikan rasa terima
kasih kepada:
1. Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag selaku ketua STAIN Salatiga beserta seluruh
stafnya yang telah memberikan fasilitas kepada penulis selama menuntut ilmu.
2. Ibu Dra. Maryatin.M.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
bimbingan yang sangat berharga, sehingga terwujudnya skripsi ini.
3. Bapak Kepala MTs Sudirman Kopeng yang telah menyediakan tempat, waktu
dan informasi serta data$data yang penulis butuhkan dan tidak lupa kepada
v ix
semua pihak guna perbaikan dan penyempurnaan, penulis sambut dengan senang
hati.
Semoga Allah SWT memberikan balasan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penulisan skripsi ini. Amin.
Salatiga, 20 Agustus 2010
v x
HALAMAN NOTA PEMBIMBING ……… ii
HALAMAN PENGESAHAN ……… iii
HALAMAN DEKLARASI ……… iv
HALAMAN ABSTRAK ……… v
HALAMAN MOTO ……….. vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ……… vii
KATA PENGANTAR ……… viii
DAFTAR ISI ……….. ix
DAFTAR TABEL ………. x
DAFTAR GAMBAR ………. xi
DAFTAR LAMPIRAN ……….. xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……… 1
B. Rumusan Masalah ………. 3
C. Tujuan Penelitian ……….. 4
D. Hipotesis Penelitian ……….. 4
E. Kegunaan Penelitian ………. 4
F. Penegasan Istilah (operasional) ……… 6
G. Metodologi Penelitian ……….. 7
v xi
B. Minat Belajar Siswa ……….. 19
C. Pembelajaran Fiqih ………... 25
D. Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Minat Belajar Siswa ……… 31
BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum MTs. Sudirman Kopeng ……. 32
B. Penyajian Data Variabel ……… 41
BAB IV ANALISA DATA A. Analisis Pertama ……….. 41
B. Analisis Kedua ………. 48
C. Analisis Ketiga ………. 51
D. Uji Hipotesis ……… 54
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ……….. 55
B. Saran ………. 56
C. Kata Penutup ……… 56
DAFTAR PUSTAKA ……….... 57
LAMPIRAN$LAMPIRAN ……… 58
v xii
II Data Guru MTs. Sudirman Kopeng ……… 38
III Jumlah Siswa MTs. Sudirman Kopeng ……….. 39
IV Daftar Nama Responden Guru ……… 41
V Daftar Nama Responden Siswa ………. 42
VI Rekapitulasi Jawaban Angket Tentang Kreativitas Guru ….. 43
VII Rekapitulasi Jawaban Angket Tentang Minat Belajar Siswa.. 44
VIII Skor Jawaban Responden Kreativitas Guru MTs. Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan ……….. 46
IX Interval Kreativitas Guru ……… 47
X Prosentase Kreativitas Guru ……… 48
XI Skor Jawaban Responden Minat Belajar Siswa ………. 48
XII Interval Minat Belajar Siswa ………. 50
XIII Prosentase Minat Belajar Siswa ………. 50
v xiii
v xiv
Sejarah pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa masalah pendidikan telah lama menjadi pembicaraan. Selaras dengan kondisi bangsa Indonesia di era reformasi yang sedang giat mengadakan perubahan perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dengan terus membangun disegala bidang. Masalah pendidikan juga ikut berperan dalam perubahan dan pembangunan tersebut. Untuk dapat mengikuti perkembangan masyarakat maka sekolah senantiasa berusaha dapat mengikuti perkembangan dengan menyesuaikan kurikulum yang berlaku pada semua bidang pendidikan dan selalu diarahkan demi tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Di antara problematika yang selama ini menghantui pendidikan adalah dalam hal menerapkan metode dalam proses pembelajaran. Towaf (1996) juga mengamati adanya kelemahan kelemahan pendekatan yang digunakan. Ia mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan masih cenderung normatif. Kurang kreatifnya guru dalam menggali metode yang bisa dipakai untuk pendidikan sehingga menyebabkan pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton.1
Selama ini, metodologi pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan cara cara lama (tradisional) seperti ceramah, menghafal dan
1 Ismail,2008, , Semarang, Rasail
demonstrasi, cara seperti ini membuat siswa tampak bosan, jenuh dan kurang bersemangat dalam belajar.
Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberi fasilitas belajar bagi murid murid untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak.2
Guru dalam memilih dan memilah metode pembelajaran ini sejalan dengan semangat reformasi pendidikan yang bergulir. Semangat reformasi menghendaki adanya perubahan perubahan mendasar dalam sistem pembelajaran. Di antara adalah bagaimana pembelajaran itu menguntungkan semua pihak baik sekolah, guru dan terutama peserta didik.3
Sebagai seorang pendidik, guru diharapkan bekerja secara profesional, mengajar secara sistematis dan berdasarkan prinsip didaktik metodik yang berdayaguna dan berhasil guna ( efektif dan efisien ) artinya guru dapat merekayasa sistem pembelajaran secara sistematis dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran aktif.
Jadi kualitas pembelajaran ditentukan oleh kualitas pengujian, penjelasan dan pengaturan unsur unsur belajar dengan memperhatikan metode metode belajar dan efektifitasnya yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa secara individual. Karena pada dasarnya setiap anak belajar tidak secara kelompok, akan tetapi secara individual, menurut caranya masing masing meskipun berada dalam satu kelompok ( kelas ).
2
Slameto,1991, , Jakarta, Rineka
Cipta, hlm. 99.
3 Ismail,
Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”
! "
#
$%%&'$%(%)
*+*
Adapun yang menjadi pokok masalah adalah:
1. Bagaimanakah bentuk kreativitas guru pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010?
2. Bagaimana minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010?
3. Bagaimana pengaruh kreativitas guru dalam mengajar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010?
# *,*
2. Untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010.
3. Untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru dalam mengajar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTs Sudirman Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010.
-./ -
-Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadaap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.4 Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah ”ada pengaruh kreatiVitas guru terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII”.
*
-1. Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat terhadap guru, siswa pada umumnya dalam pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan mengenai kreativitas sebagai modal penting calon sarjana pendidikan Islam di dunia pendidikan, menambah wawasan bagi guru mengenai kreativitas dalam mengajar untuk meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran serta memberikan motivasi kepada siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga meningkat hasil prestasi belajarnya.
4 Suharsimi Arikkunto, 1998, , Jakarta,
2. Praktis
Memberikan sumbangan pemikiaran dan menambah wawasan ilmu pengetahuan berupa hasil penelitian ilmiah bagi para mahasiswa tarbiyah STAIN Salatiga.
- 0/. -/ 1
1. Kreativitas
Kreativitas adalah memiliki daya cipta, mempunyai kemampuan untuk menciptakan.5 Kreativitas berhubungan dengan penemuan sesuatu mengenai hal yang menghasilkan sesuatu yang baru dengan menggunakan sesuatu yang telah ada.
2. Guru
Guru adalah fasilitator dalam belajar mengajar.6 Guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan.
3. Minat
Minat adalah ( ! ) berarti kecerdasan dan kegairahan yangn tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.7
4. Belajar
Belajar adalah mencari makna. Makna diciptakan oleh siswa dari apa yang mereka lihat, dengar, rasakan dan alami.8
5 WJS. Poerwadarminta,2005, " , Jakarta, Balai Pustaka,
hlm. 526.
6
Benni Setiawan, 2006, , Yogyakarta, Ar Ruzz, hlm. 16.
7
Muhibin Syah, 1997, # , Jakarta, Edisi
Revisi, Rosda karya, hlm. 136
8 Sardiman, 1990,
$ , PT. Raja Grafindo Persada,
5. Siswa
Siswa adalah sama dengan pelajar yaitu seseorang yang menuntut ilmu atau belajar.9
Jadi yang dimaksud kreativitas guru dalam mengajar terhadap minat belajar siswa adalah kemampuan guru untuk menciptakan sesuatu hal yang baru dalam merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran agar siswa memiliki kecerdasan dan kegairahan yang tinggi apa yang dilihat, dengar, rasakan dan alami dalam menuntut ilmu atau belajar.
/2/ / -
-( /.* - 2 +.
-Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.10 Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil yang diteliti.11 Dalam mengambil sampel penelitian disini penulis berpedoman pada prosedur penelitian yang mengatakan bahwa apabla populasinya kurang dari 100, maka lebih baik diambil semuanya sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi.12
Maka dari keseluruhan populasi yang penulis ambil sebagai sampelnya yaitu guru MTs Sudirman Kopeng yang berjumlah21guru dan 21 siswa kelas VIII. Jadi besar sampel untuk penelitian ini adalah 100 % dari populasi yakni 42 guru dan siswa.
9
W.J.S Poerwadarminto,2006, " , Jakarta, Balai Pustaka, hlm. 108.
10
Suharsimi Arikunto, ! ., hlm. 67
11 , hlm. 17
12 Suharsimi Arikunto, 1989
$ - 3 .
-Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi subyek pengamatan penelitian.13 Dalam penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yaitu:
a. Kreativitas guru merupakan variabel independent (bebas) Adapun indikator kreativitas:
1) Hasrat keinginan tahu yang cukup besar 2) Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru 3) Panjang akal
4) Keinginan untuk menemukan dan meneliti
5) Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit 6) Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
7) Memiliki dedikasih bergairah serta aktif dalam elaksanakan tugas 8) Berpikir fleksibel
9) Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak
10) Kemampuan membuat analisis dan sintesis 11) Memiliki semangat bertanya serta meneliti 12) Memiliki daya abstraksi yang cukup baik
13) Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.14
Dari beberapa ciri tersebut yang akan digunakan untuk penelitian adalah:
13
Roni Hanitijo, Soemitro, & , Cet. Ke 2, Ghalia Indonesia, Jakarta, hlm. 39.
14 Slameto, 1991,
' , Rineke Cipta,
1) Hasrat keingin tahuan yang cukup besar 2) Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
3) Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
4) Memilih dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas 5) Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.
b. Minat belajar siswa disebut variabel dependen Adapun indikator minat belajar siswa adalah :
1). Ketertarikan untuk membaca buku 2). Perhatian dalam belajar
3). Motivasi belajar
4). Pengetahuan yang dimilikinya.15
4 /2 *+.*
a. Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberi tersebut bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna.16 Angket untuk memperoleh informasi dari responden tentang kreativitas guru MTs dan minat belajar siswa MTs Sudirman Kopeng tahun pelajaran 2009/2010.
b. Interview
Interview adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan
15 ., 182 183
berlandaskan kepada tujuan penyelidikan.17 Metode ini digunakan untuk melengkapi data dan informasi tentang subyek penelitian yang dalam hal ini adalah guru dan siswa.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu kumpulan data verbal yang berbentuk tulisan, monument, artifact, foto, tape dan sebagainya.18 Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data yang bersifat dokumenter, misalnya: jumlah kelas, jumlah guru, pendidikan guru di MTs Sudirman Kopeng.
5 - - 2
Disamping masalah pengumpulan data, yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan analisis data yang telah terkumpul tersebut. Adapun teknik teknik analisis yang digunakan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui tingkat kreativitas guru terhadap minat belajar siswa, digunakan rumus prosentase sebagai berikut
% 100
× = (
Keterangan : P : Prosentase F : Frekuensi
N : Nilai/Jumlah responden19
b. Untuk pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa digunakan rumus statistik ! sebagai berikut:
17
Sutrisno Hadi,1981, ) ! , Yogyakarta, Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM, hlm. 226.
18
Koentjaraningrat, ! , hlm. 46.
19 Anas Sudjono, 1999, , Jajarta, Radja Grafindo Persada,
( )( )
( )
( )
Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ = ( ( * * ( * * * 2 2 2 2 Keterangan :rxy : Koefisien korelasi antara x dan y N : Jumlah responden
∑x : Nilai hasil variabel kreativitas guru
∑y : Nilai hasil variabel minat belajar siswa
∑xy : Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y20
- + - * - .
-Penulisan skripsi ini menggunakan sistematika sebagai berikut:
Bab I : Pendahuluan, merupakan gambaran keseluruhan skripsi ini yang meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,hipotesis, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II : Landasan teori kreativitas guru, dan hubungan antar keduanya. Kreativitas guru antara lain: pengertian kreativitas guru, ciri ciri kreativitas, pengertian guru, peran dan fungsi guru, tugas dan tanggung jawab guru,kemudian masalah minat belajar siswa berisi tentang, pengertian minat, faktor pendorong minat,pengertian tentang belajar siswa, prinsip prinsip belajar, tujuan belajar, faktor faktor belajar. Kemudian masalah pembelajaran fiqih, pengertian fiqih, kurikulum fiqih, tujuan fiqih
20 Suharsimi Arikunto,
dan manfaat pembelajaran fiqih.dan hubungan antara kreativitas guru terhadap minat belajar sisw..
Bab III:Laporan hasil penelitian yang meliputi: Gambaran umum MTs Sudirman Kopeng, dan penyajian data penelitian. Gambaran umum menjelaskan tentang letak geografis, jumlah kelas, jumlah guru,. Penyajian data penelitian, menyajikan nilai hasil angket tentang (a) kreativitas guru (b) minat belajar siswa, (c) kreativitas guru dan minat belajar siswa MTs Sudirman Kopeng.
Bab IV: Analisis data tentang pengaruh antara kreativitas guru dan minat belajar siswa MTs Sudirman Kopeng tahun pelajaran 2009/2010 meliputi:(a) Analisis tentang tingkat kreativitas guru. (b) Analisis tentang minat belajar siswa. (c) Analisis tentang pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa MTs Sudirman Kopeng.
"
-6- * *
( - -6- * *
Sebagai pengajar, guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang harus diampu untuk ditransfer kepada siswa. Dalam hal ini guru harus menguasai materi yang akan diajarkan, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar dan menentukan alat evaluasi pendidikan yang akan untuk menilai hasil belajar siswa, aspek aspek manajemen kelas dan dasar dasar kependidikan.
Dalam istilah kajian ilmiah mempunyai makna tertentu tepat kiranya jika dalam pembahasan ini didasarkan pada kreativitas guru sebagai objek penelitian. Secara umum akan penulis paparkan pengertian kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya sebagai berikut : a. Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan yang medefinisikan kretivitas sebagai
kemampuan untuk menciptakan produk baru, baik yang benar benar, baru sama sekali maupun yang merupakan modifikasi atau perubahan dengan mengembangakan hal hal yang sudah ada.21
b. Toni Buzan, mengartikan kreativitas sebagai kemampuan untuk memunculkan ide ide baru, menyelesaikan masalah dengan cara yang
21 Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan, 1991,
# +
khas dan untuk lebih meningkatkan imajinasi, perilaku dan produktivitas.22
c. Rogers, bercakap kreativitas adalah kesanggupan orang kreatif berinteraksi bebas dan serta merta dengan fikiran fikiran, konsep konsep dan hubungan yang ada dalam bidangnya kadang interksi bebas dan serta merta ini membawa kepada penemuan yang baru dalam menyusun kembali atau pembentukan kembali terhadap hal hal wujud dalam bidang itu.23
d. Slameto berpendapat bahwa yang terpenting dari kreativitas itu bukanlah penemuan yang belum pernah diketahui orang sebelumnya, melainkan bahwa produk kreativitas tersebut merupakan hal hal yang benar benar baru akan tetapi boleh jadi merupakan modifikasi atas sesuatu yang telah ada.24
Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli, maka penulis memberikan kesimpulan bahwa kretivitas adalah kemampuan untuk menciptakan dan menemukan sesuatu yang relatif baru. Produk baru yang dimaksud dalam pengertian tersebut dapat berupa gagasan atau ide, atau bahkan berupa karya nyata yang berwujud.
22 Toni Buzan, 2003,
, - . ' - % - , PT.
Gramedia Pustaka Utama, hlm. 4
23
Hasan Langgulung, 1991, $ , Pustaka Al Husna, hlm. 307
24 Slameto, 1995, , Jakarta, Rineka
$ - -
-6-Sebuah karya kreatif hanya dapat dicipta oleh pribadi yang kreatif karena kreativitas tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi selalu didahului oleh penemuan penemuan baru. Pribadi yang kreatif adalah pribadi yang dinamis karena memiliki kemampuan merespon segala sesuatu dengan gagasan gagasan yang segar. Mereka mampu melakukan deteksi dini permasalahan yang dihadapi, haus akan informasi dan mempunyai rasa ingin tau yang besar serta tidak takut terhadap kegagalan.25
Goleman merangkum ciri orang orang yang kretif atau di sebutnya sebagai star performen memiliki beberapa ciri penting sebagai berikut : a) Kuatnya motivasi untuk berprestasi, memiliki semangat tinggi untuk
mencapai keunggulan, berani mengambil resiko yang diperhitungkan mencari pengetahuan sebanyak banyaknya guna mengurangi resiko atas apa yang dilakukan.
b). Komitmen, yaitu sifat dan sikap yang menunjukan kesetiaan terhadap visi dan sasaran yang telah digariskan sebelumnya.
c). Inisiatif dan optimis, merupakan kecakapan yang menggerakkan orang untuk menangkap peluang dan membuat mereka menerima kegagalan dan rintangan sebagai awal dari keberhasilan.26
Setiap orang mempunyai sejumlah kemampuan kreatif, tetapi orang yang dianggap kreatif mampu menggunakan kemampuan mereka lebih baik. Orang kreatif tidak selalu harus jenius hanya saja mereka
25 Toto Tasmara, 2001,
! ) , Jakarta, Gema Insani, hlm. 209
26
bersifat fleksibel dan mencari pemecahan dalam bidang yang belum diteliti.
4 - * *
a). Guru adalah seseorang yang menyebabkan orang lain mengetahui atau mampu melaksanakan sesuatu atau yang memberikan pengetahuan atau ketrampilan kepada orang lain.27
b) Guru adalah orang yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspeknya, baik spiritual dan emosional, intelektual, maupun aspek lainnya.28
c) Guru adalah fasilisator dalam belajar mengajar.29
Dari beberapa pengertian tentang guru, maka dapat disimpulkan bahwa guru itu bukanlah hanya sekedar pemberi ilmu pengetahuan kepada murid muridnya didepan kelas, tetapi merupakan seorang tenaga profesional yang dapat menjadikan siswa mampu merencanakan, menganalisa dan menyimpulkan masalah yang dihadapi
5 2 * - * *
Guru memliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar dan melatih.30 Seorang guru adalah manusia biasa. Ia sama sekali bukan manusia super yang tanpa cacat, guru adalah manusia biasa yang sekaligus memiliki kelebihan dan kekurangan itulah sebabnya keempat kemampuan
27
Roestiyah, 1986, , Jakarta, PT. Bina Akasara, hlm. 177
28
Suparlan, 2005, + , Yokyakarta, Hikayat, hlm. 12
29 Benni Setiawan, , Yokyakarta, Ar Ruzz, hlm. 16 30 Suparlan,
yang harus dimiliki oleh seorang guru juga berada dalam gradasi yang beraneka ragam.
7 * 2 * 8 3 * *
Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk menolong, membimbing dan memberi fasilitas belajar bagi murid muridnya untuk mencapai tujuan. Secara rinci tugas seorang guru adalah sebagai berikut :
a) Mendidik anak dengan titik berat memberikan arahan dan motivasi pencapaian tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
b) Memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar yang memadai.
c) Membantu perkembangan aspek aspek pribadi seperti sikap, nilai nilai dan penyesuaian diri.31
Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak. Guru bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian anak. Adapun tanggung jawab seorang guru adalah sebagai berikut : a) Memberikan bantuan pada anak dengan menceritakan sesuatu yang
baik, yang dapat menjamin kehidupannya itu adalah ide yang bagus. b) Memberikan jawaban langsung pada pertanyaan yang minta anak. c) Memberikan kesempatan untuk berpendapat.
d) Memberikan evaluasi
31 Slameto,
e) Memberkan kesempatan menghubungkan dengan pengalamannya sendiri.32
Berdasarkan uraian diatas jelas bahwa peranan guru lebih meningkat tidak hanya sebagai pengajar, akan tetapi lebih menjadi direktur pengarah belajar. Tugas dan tanggung jawab guru menjadi lebih meningkat yang ke dalamnya termasuk fungsi guru.
Kreativitas guru turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran. Langkah kreativitas yang dipilih memainkan peranan utama, yang berakhir pada semakin meningkatnya minat belajar siswa dengan demikian makin baik kreativas guru makin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran.
- ,
(
-Perilaku manusia ditimbulkan atau dimulai dengan adanya dorongan atau sesuatu yang menggerakkan. Demikian pula dengan perkembangan minat siswa ditingkat madrasah ibtidaiyah memerlukan metode metode pembelajaran yang dapat membangkitkan pemahaman siswa. Berikut ini paparan tentang pengertian minat yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu sebagai berikut :
a. Muhibbin Syah, mendefinisikan secara sederhana minat ( ) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.33
32
Roestiyah, ! ., hlm. 16
33 Muhibbin Syah, 1997
% , Jakarta,
b. Eddy Soewardi Kartawidjaja, minat menurut ensiklopedi pendidikan adalah kesediaan jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar.34
c. Decroly, minat adalah pernyataan suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi kebutuhan itu timbul dari dorongan hendak memberi kepuasan kepada suatu instink.35
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan minat adalah kegairahan atau keinginan yang terdapat dalam diri seseorang yang mengarahkan aktifitas untuk mencapai tujuan, dan kesedian jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar agar mendapat kepuasan.
Dalam proses belajar, perhatian memegang peranan Thomas M.
Risk, mengemukakan ” ! / ”.
Kalau bahan pelajaran diambil dari pusat pusat minat anak, dengan sendirinya perhatian spontan akan timbul sehingga belajar akan berlangsung dengan baik.36
$ / 2/ / -
a. # $ % dorongan untuk mempertahankan hidup.
b. Dorongan keadaan, keadaan yang diimbulkan oleh dorongan determinant diatas.
c. Kegiatan mencapai tujuan. d. Tercapainya tujuan oleh individu.
e. Mengendurnya dorongannya karena tujuan telah tercapai.
34
Eddy Suewardi Kartawidjaja, 1987, & $ , Bandung, Sinar Baru, hlm. 183
35
Usman Said, 1985, , Cetakan II, Jakarta, hlm.
102
f. Efek mengendurnya dorongan semula karena munculnya dorongan lain yang baru, menghendaki pemuasnya.37
Minat dan pengalaman belajar adalah masalah pribadi. Seseorang tidak dapat memindahkan minatnya pada orang lain atau memindahkan hasil belajarnya kepada pihak lain. Diri sendirilah yang mampu memotifasi dan merangsang aktifitas belajarnya.
Manusia bukan hanya makhluk biologis seperti halnya dengan hewan. Manusia adalah makhluk sosial dan budaya jelaslah kiranya bahwa belajar sangat penting bagi kehidupan seorang manusia dan juga mengerti pula kita sekarang mengapa anak (manusia) membutuhkan waktu yang lama untuk belajar sehingga menjadi manusia dewasa. Manusia selalu dan senantiasa belajar dimanapun berada.
4 - ,
a. Pada kamus umum Bahasa Indonesia, belajar adalah berusaha (berlatih) supaya mendapat sesuatu kepandaian.38
b. Teori R. Gagne, belajar adalah suatu proses untuk motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku.39
c. Ngalim Purwanto, belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik atau buruk.40
37 Eddy Soewardi Kartawidjaya,
! ., hlm. 183 184
38
W.J.S. Poerwodarminto, 1982, " , Jakarta, Balai Pustaka, hlm. 108
39
Chalidjah Hasan, 1994, # # , Surabaya, Al Ikhlas,
hlm. 96
Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan belajar adalah suatu usaha untuk mendapat kepandaian dalam pengetahuan ketrampilan dan tingkah laku yang merupakan suatu perubahan dimana perubahan itu mengarah kepada yang lebih baik atau buruk.
Belajar merupakan usaha menggunakan tiap sarana atau sumber baik didalam maupun diluar pranata pendidikan, guna perkembangan dan pertumbuhan pribadi. Karena itu langkah pertama yang perlu dimiliki ialah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri dan tidak menggantungkan nasib kepada orang lain.
5 - -.9 - -. ,
Prinsip belajar yang mendapat dukungan semua ahli psikologi modern adalah:
a. Belajar selalu dimulai dengan sesuatu masalah dan berlangsung sebagai usaha untuk memecahkan masalah itu. .
b. Proses belajar selalu merupakan usaha untuk memecahkan suatu masalah secara sungguh sungguh dengan menangkap atau memahami hubungan antara bagian bagian masalah itu.
c. Belajar itu berhasil bila di dasari telah ditemukan hubungan diantara unsur unsur dalam masalah itu sehingga diperoleh wawasan. Wawasan dapat timbul dengan tiba tiba dapat pula secara berangsur angsur atau dengan susah payah.41
41 Tabrani Rusyan, 1989,
# , Bandung, Remaja
Jadi prinsip belajar adalah suatu usaha untuk memecahkan masalah secara sungguh sungguh dengan menangkap atau memahami bagian bagian masalah sehingga diperoleh wawasan, wawasan dapat timbul dengan tiba tiba atau susah payah.
7 *,* ,
Sesungguhnya menumbuhkan semangat belajar atau keinginan untuk berusaha memperoleh pengalaman baru adalah tujuan penting yang tidak boleh diabaikan oleh guru. Sebenarnya alam ini penuh dengan hal hal yang menarik perhatian terhadap hal yang apabila anak anak kita dapat kita tolong untuk ” ingin mempelajarinya ”, sungguh hidup mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. Berikut ini beberapa tujuan belajar :
a. Untuk memperoleh pengetahuan tentang belajar, bagaimana mengikuti tentang belajar dan bisa mengetahui apakah yang menghambat kemajuan belajar serta bagaimana cara memperbaiki diri apabila mengalami kegagalan.
b. Ketrampilan belajar, Bagaimana melakukan cara belajar yang efesien diharapkan agar cakap menerapkan cara belajar atau petunjuk petunjuk belajar kedalam praktek.
c. Kebiasaan dan sikap belajar yang baik, kebiasaan dalam cara belajar sebagaimana yang diharapkan terhadap setiap siswa.42
Tujuan belajar adalah untuk mengetahuai apa yang menghambat kemajuan belajar dan cara memperbaiki diri apabila mengalami
42 Oemar Hamalik,
kegagalan,dan bisa melakukan belajar yang efisien dan bisa belajar sesuai apa yang diharapkan.
: / 9; / 3 ,
Faktor belajar juga berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi belajar adalah :
a. Faktor internal ( / ) yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani.
b. Faktor eksternal ( / ) yakni kondisi lingkungan disekitar siswa.
c. Faktor pendekatan belajar ( ! ) yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi materi pelajaran.43
Jadi faktor yang mempengaruhi belajar adalah kondisi jasmani dan rohani, serta lingkungan dan strategi atau metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran.
# +3 ,
-<-( -
-<-Kata Fiqh (
GHI
) secara arti kata berarti ”paham yang mendalam”. Semua kata ” 0 ” yang terdapat dalam Al Qur’an mengandung arti ini. Firman Allah dalam Surat At Taubah : 122 :
43 Muhibbin Syah,
*
$
Βρ
χ
%
.
βθ
ã
Ζ
Ï
Β
÷
σ
ß
ϑ
ø
9
#
#
ρ
ã
Ï
ΨŠ
Ï
9
Z
π
©
ù$
2
4
ω
ö
θ=
ù
Ρ
Ï
Β
Èe
≅
ä
.
7
π%
ö
Ï
ù
ö
Ν
å
κ
÷
]
Ïi
Β
×
π
Í
←
$Û
#
θ
ß
γ
¤
)
G
Š
Ïj
9
’
Î
û
Ç
ƒ
Ïe
#
#
ρ
â
‘
É
‹
Ψ
ã
Š
Ï
9ρ
ó
Ο
ß
γΒ
ö
θ%
#Œ
Î
)
#
þ
θ
ã
è_‘
ö
Ν
Í
κ
ö
9
Î
)
ó
Ο
ß
γ
‾
=
è
9
χρ
â
‘‹
ø
t
†
∩⊇⊄⊄∪
122 3 4 5
3 %
66
Dari pengertian diatas jelaslah bahwa umat islam selain dari menyiapkan angkatan perang yang diperlukan untuk mempertahankan agama Allah, juga harus mempelajari ilmu agama dengan mendalam. Agam juga mengharuskan mempelajari ilmu umum atau yang sekarang dirangkaikan orang ilmu dan teknologi.
Pembelajaran fiqih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik dapat memahami pokok pokok hukum Islam dan tata cara pelaksanaannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehingga menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat Islam secara kaffah (secara sempurna).
$ * - * *+
-<-Pengetahuan isi kurikulum fiqih di Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan kelanjutan dari kurikulum di MI. Beberapa isi kurikulum merupakan perluasan dan pendalaman dari kurikulum sebelumnya. Dalam hal ini pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar,
sehingga peran semua unsur sekolah, orang tua, siswa dan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan.
Ruang lingkup fiqih di Madrasah Tsanawiyah meliputi ketentuan pengaturan hukum Islam dalam menjaga keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan sesama manusia. Adapun mata pelajaran fiqih di Tsanawiyah kelas VIII meliputi :
+
2 /+. - /+.
-1. Melaksanakan tata cara sujud diluar sholat
1.1. Menjelaskan ketentuan sujud syukur dan tilawah
1.2. Mempraktekan sujud syukur & tilawah
2. Melaksanakan tata cara puasa 2.1. Menjelaskan ketentuan puasa 2.2. Menjelaskan macam macam
puasa
3. Melaksanakan tata cara zakat 3.1.Menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan zakat mall
3.2.Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat 3.3.Mempraktekan pelaksanaan
Dari standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang ada dikelas VIII semester I yang di gunakan untuk penelitian adalah sebagai berikut:
= +9+ = + >
Zakat menurut garis besarnya terbagi menjadi dua, yaitu :
1). Zakat Mal (zakat harta) seperti pertanian, emas dan perak, penernakan, perkebunan dan perniagaan.
2). Zakat fitrah atau juga disebut zakat jiwa atau nafs, yaitu zakat yang diberikan berkenaan dengan telah selesainya mmengerjakan shiyam (puasa) yang difardhukan.45
Adapun ketentuan ketentuan kewajiban zakat adalah sebagai berikut:
(a). Tentang kewajiban zakat ketentuan yang berhubungan dengan dinyatakannya Nabi dalam haditsnya dari Ibnu Umar menurut periwayatan yang muttafaq’alaih yang mengatakan:
NO PQPR STUVا ة Pآز [\]و G_\Q `ا a\b `ا لd]ر ضSI
gVا a\Q S_gh
NO S_iVاوS_jkVاو alm nاوSآ oVاو SpVاو qr
ة skVPىVا uvVا جوSx yrz ىد|} نا P•€ SOاو N_•\‚•Vا
7 ) 8
9 9
%
/ (
7 6:
45 T.M. Hasbi Ash Shiddieqy,
! ., hlm. 30
46 Amir Syarifudin
(b). Tentang waktu mengeluarkan zakat yaitu sebelum memulai sholat Idul Fitri. Hadits Nabi dari Ibnu Abbas menurut riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah yang mengatakan :
PkVا ة S•ƒ STUVا ة Pآز [\]و G_\Q `ا a\R `ا لd]ر ض SI
هادا N•I N_آ P‚•\V …•gƒو †I SVاو djVا N_•‡
a•I ة skVا yrz P
qkVا NO …zqR a•I ة skVا qg€ Pهادا NOو …ˆوSUO ة Pآز
تPz
7 ) 8
! !
8 %
%
! 7 6;
Hadits ini menjelaskan tentang ketentuan yang berkenaan dengan yang dikenai kewajiban, yaitu semua umat islam, tentang jenis dan ukuran yang diberikan yaitu satu sha’ makanan pokok dan tentang waktu mengeluarkannya, yaitu sebelum memulai sholat idul fitri
3 " 9/ ? 8 ,-3 + * @
Orang disepakati untuk mengeluarkan zakat adalah orang Islam yang merdeka, telah sampai umur, berakal dan memiliki nisab dengan milik yang sempurna.48
= " 9/ ? 3 + -+ @
Dalam firman Allah SWT. Surat At Taubah ayat 60
dijelaskan orang orang yang berhak menerima zakat.
47
%hlm. 52
*
$
ϑ
‾
Ρ
Î
)
à
M
≈%
‰
¢
Á
9
#
Ï
#
)
à ù
=
Ï
9
È
Å
3≈
¡
ϑ
ø
9
#
ρ
Î Ï
ϑ≈
è
ø
9
#
ρ
$
κ
ö
=
æ
Ï
π
©
9σ
ß
ϑ
ø
9
#
ρ
ö
Ν
å
κ
æ
5
θ
è
=
è
%
Î
û
ρ
É
>$
%
Ìh
9
#
Ï
Β
Ì
≈
ó
ø
9
#
ρ
Î
û
ρ
È
≅‹
Î
6™
!#
È
ø
⌠
#
ρ
È
≅‹
Î
6
¡
¡
9
#
(
Z
π
Ò
ƒ
Ì
ù
∅
Ïi
Β
!#
3
!#
ρ
í
ΟŠ
Î
=
æ
Ò
Ο‹
Å
6
m
∩∉⊃∪
8 8 % %
% 8 % < %
4 5 % %
%
/ % =:6;> 6?
Penjelasan singkat mengenai golongan itu masing masing adalah sebagai berikut :
a).
Orang orang yang khusus ditugaskan oleh Imam untuk mengurusi zakat.
b).
Orang tidak memiliki harta maupun usaha yang memadai sehingga sebagian besar kebutuhannya tidak dapat dipenuhinya.
c).
Orang yang memiliki harta atau usaha yang dapat menghasilkan sebagian kebutuhannya tetapi tudak mencukupi.
d).
Orang yang hatinya dijinakkan atau di bujuk. e). ) 0
Para budak yang mukatab, yang dijanjikan akan merdeka bila membayar sejumlah kepada orang tuanya.
49 Departemen Agama RI,
f). +
Orang orang yang berhutang (maslahat, dirinya sendiri), (ishlahi zati al bayni mendamaikan perselisihan) orang yang berhutang karena menjamin hutang orang lain.
g).
Orang yang sedang atau akan melakukan perjalan (musafir) h).
Orang orang yang berperang (ghuzat) dijalan Allah secara suka rela.50
4 *,* +3 ,
-<-Pembelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat:
1). Mengetahui dan memahami pokok pokok hukum islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fiqih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fiqih muamalah. 2). Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan
benar dalam melaksanakan ibadah sosial. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam. disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial.51
50 Lahmuddin Nasution, 1997,
0 , Logos, hlm. 174 180
51 Permen RI,
5 ; +3 ,
-<-Dalam kita mempelajari pelajaran fiqih banyak sekali manfaat yang kita dapat diantaranya bisa memahami ketentuan hukum fiqih yang berkaitan hukum islam dengan ibadah mahdloh dan muamala serta dapat mempraktekan dengan benar dalam kehidupan sehari hari.52
# * -6- * * 2 . - , - 8
Kreativitas guru merupakan bagian dari pembelajaran yang didesains dan diberikan kepada siswa dalam rangka mengembangkan kekreativan guru agar siswa memiliki minat yang tinggi dalam menerima materi. Kreativitas tidak hanya berpengaruh pada minat, tetapi juga berpengaruh pada prestasi siswa.
Seperti di jabarkan Dr. Sayyid Ibrahim al Jabbar mengatakan:
ا n …_€SŠ\V a‚_‡ SVا فq•Vا نا ر qz ء P•mا a\Q ص SpŽ نا q€
q•Vا ت yVPil•Vا …•V PgO a\Q دSUVا ة
P•Š•• اd•V ‘_V P]ا ثاqpŠ]او ةqŽ
7
$ ! !
7@A
Dipilihlah beberapa metode tertentu dalam suatu pembelajaran bertujuan untuk memberi jalan atau cara sebaik mungkin bagi pelaksanaan dan kesuksesan pembelajaran. Dalam hal ini kreativitas guru dapat memudahkan proses dan hasil pembelajaran.
52 Ibid
Bergantung pada cara kreatif guru memberikan materi kepada siswa agar tumbuh rasa minat, jika guru memberikan materi sesuai dengan keinginan siswa maka pada diri siswa pasti memilki rasa minat. 54Minat mempunyai hubungan yang erat dengan dorongan dorongan, motif motif, dan respon respon emosional.55
"
+3 +*+ *2- + /.
1. Sejarah singkat berdiri dan perkembangan
MTs Sudirman Kopeng merupakan suatu lembaga pendidikan Islam yang pertama diwilayah Kecamatan Getasan. Pada awal berdirinya atas prakarsa dari Bapak Achmadi yang pada saat itu beliau menjabat sebagai pengawas pendidikan Agama Islam Kecamatan Getasan. Kemudian didukung oleh pemuka Agama Islam diwilayah Kecamatan Getasan, pihak kantor urusan Agama Kecamatan Getasan dan guru guru agama Islam SMPN I Getasan. Pada tanggal 01 Juni 1989 berhasil mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam tingkat lanjutan yaitu MTs Sudirman Kopeng.
agama sanggup membiayai perkembangan pendidikan di MTs Sudirman tersebut.56
Adapun alasan atau latar belakang didirikannya MTs Sudirman Kopeng ini karena masyarakat sekitar haus akan ilmu ilmu agama, dan juga tahun 1990 diwilayah Kopeng belum ada sekolah tingkat lanjutan, sampai sampai banyak lulusan dari SD atau MI tidak melanjutkan sekolah karena jauh sekali dari jangkauan. Oleh karena itu tokoh masyarat pendidik, tokoh agama tergugah dan menyatu untuk berdirinya sebuah lembaga pendidikan bernafaskan Islam.
Pada awal penyelenggaraan pendidikan tenaga pengajar (guru) hanya terdiri dari 5 (lima) orang yaitu :
a. Bapak Tarsudi : Kepala KUA Kecamatan Getasan b. Bapak Hartono : Guru Agama Islam SMPN I Getasan c. Bapak Badri : Guru Agama Islam SMPN I Getasan
d. Bapak Achmadi : Pengawas Pendidikan Agama Islam Getasan e. Bapak Sir Samsuri : Guru SMPN I Getasan
Pada tahun pertama siswanya diperoleh dari usaha para tokoh pendiri MTs tersebut dengan jalan mencari dan mensosialisasikan ke masyarakat agar siswa lulusan SD atau MI dapat melanjutkan pendidikan di MTs Sudirman. Selain itu juga menyebarkan informasi kepada masyarakat luas melalui jama’ah, kutbah, pengajian, selebaran dan juga spanduk. Usaha demikian itu bertujuan agar masyarakat atau orang orang Islam tahu dan mau menyekolahkan anak anaknya ke MTs Sudirman
56 Wawancara dengan Kepala MTs Sudirman Kopeng Drs. Musta’in, M.Pd, 14 Agustus
Kopeng. Usaha tersebut berhasil terbukti dari hasil dari tahun ke tahun penerimaan siswa selalu bertambah. Siswa yang masuk di MTs Sudirman tersebut sementara tidak dikenai beban biaya operasional (SPP). Kemudian pada tahun 1995 karena dirasa perlu sekali peningkatan biaya operasional sekolah, maka sekolah tersebut menetapkan biaya sekolah (SPP), sebagaimana terjadi pada sekolah sekolah lanjutan lainnya.
Pada awal MTs Sudirman Kopeng dalam akreditasi sekolah mendapat ststus terdaftar dengan SK Nomor : WK/Sc/PP.003/3420/1994 tertanggal 24 November 1994. sedangkan struktur kepengurusan di MTs Sudirman Kopeng sampai tahun 2008 baru sekali terjadi pergantian pimpinan atau kepala sekolah, yaitu yang pertama Bapak Hartono, yang kedua Bapak Musta’in, M.Pd.I (kepala MTs sampai saat ini).
Sejak berdirinya sampai sekarang MTs Sudirman Kopeng telah banyak mengalami kemajuan dan perkembangan, sudah banyak prestasi prestasi yang diraihnya. Salah satu diantaranya adalah pernah meraih peringkat (rangking I) se Kab. Semarang dalam pelaksanaan Ujian Nasional (DANEM). Begitu juga dalam bidang non akademis banyak diraih terutama dalam bidang olah raga.
2. Letak Geografisnya
MTs Sudirman Kopeng terletak di Dusun Plalar Wetan Desa Kopeng Kecamatan Getasan, tepatnya :
d. Berada di sebelah Timur Dusun Plalar Kulon Desa Kopeng
MTs Sudirman Kopeng posisinya sangat strategis, karena berada di tepi jalan raya Salatiga Kopeng, serta berdampingan denga MI Ma’had Islam Kopeng, sehingga mudah dijangkau oleh para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke MTs tersebut.
3. Struktur Organisasi
Struktur organisasi sangat penting dalam perjalanan suatu organisasi, dan juga sangat besar sekali pengaruhnya terhadap keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam suatu organisasi terdapat kerjasama dalam suatu sistem yang berwawasan kedepan lebih baik. Tanpa adanya itu suatu lembaga tidak akan berhasil dan menjadi kacau segala apa yang telah dirumuskan.
Berikut ini susunan atau struktur Organisasi pada lembaga pendidikan di MTs Sudirman Kopeng
3
* * " - - *2- + /.
* $%%&'$%(%
/ + 3 + - 3 +
" -
-1. 2. 3. 4. 5.
Badri Hartono Yasin, S.Pd Muh.Mujiono Khusaini
Ka.SMPN Suruh
Mantan Ka.MTs Kopeng BP. MTs Kopeng
Ka.TU MTs Kopeng Mantan Ka.MI Tajuk
Penasihat Ketua Yayasan Sekretaris Bendahara
6. 7. 8. 9. 10.
Drs.Kasmari Sumadi Rosidi Isroil Saderi
Kades Tajuk Kades Kopeng Ka.RA Kopeng Tokoh Masyarakat Guru MTs Kopeng
Sekbid Kependidikan Sekbid dan
Pendayagunaan Sekbid Humas Sekbid Humas Litbang 4. Sarana Pendidikan
No Nama Bangunan Jumlah Keterangan
1 Kelas 10 Ruang Baik
2 Kantor Kepala 1 Ruang Baik
3 Kantor Guru 1 Ruang Baik
4 Laborat Komputer 1 Ruang Baik
5 Perpustakaan 1 Ruang Baik
6 Kamar Mandi 6 Ruang Baik
5. Keadaan Tenaga Pengajar
3
* * *2- + /.
* $%%&'$%(% " 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.
Drs. Musta’in, M.PdI Dra. Aminatun Saderi, M.dI Risnan, S.Ag Sholihin, S.PdI
Nurkus Budiantomo, SH Ira Robiyanti, SS
Antoni Alif, A.Ma Yasin,S.Pd
Haryanti, S.Si Supriyadi,SP Euis Ekawati,S.Pd Y.Dwi Astuti, S.Pd Rosidi, S.Pd Djumali
Ika Novianingrum, S.Pd Sri Lestariningsih, S.Pd Muh. Mujiono Nuraini, S.Pd Nur Zainudin Kuadi Kepala Madrasah Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru
Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah siswa, maka akan penulis jelaskan keadaan siswa MTs. Sudirman Kopeng sebagai berikut :
3
*+ - 8 *2- + /.
* $%%&'$%(%
/ *+ - 8
1 VIIa 34
2 VIIb 34
3 VIIc 31
4 VIII 40
5 IXa 43
6 IXb 45
Jumlah 227
7. Kegiatan Siswa
Kegiatan siswa disini penulis kelompokkan menjadi dua yaitu : a. Kegiatan Intra Kulikuler
b. Kegiatan Ekstra Kulikuler 1). Kegiatan Intra Kurikuler
Kegiatan ini merupakan kegiatan siswa yang dilakukan siswa dalam proses belajar mengajar (PBM) sesuai kurikulum yang telah ditetapkan dari lembaga pendidikan dan wajib diikuti oleh setiap siswa tanpa terkecuali.
2). Kegiatan Ekstrakurikuler
Yang dimaksud dengan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang dilakukan siswa di luar jam pelajaran dengan maksud untuk memperkaya dan pengembangan bakat yang dimiliki siswa untuk menunjang kegiatan intrakulikuler. Adapun jenis kegiatan ekstra kurikuler yang diadakan di MTs Sudirman Kopeng, yaitu :
(a). Bidang Keagamaan
MTQ, Seni Kaligrafi, Pendalaman Kitab (b). Bidang Seni
Seni Rebana, Drum band,Band (c). Bidang Olah Raga
Sepak Bola, Volly, Bela Diri, Pecinta Alam,Tenis Meja (d). Bidang Kepramukaan
(e). Pendalaman Materi
? ,- - 3
1. Keadaan Responden
Kecamatan Getasan Kab. Semarang tahun pelajaran 2009 2010 yang berjumlah 42 guru dan siswa. Untuk lebih jelasnya penulis akan sajikan tabel responden dan data mentah sebagai berikut :
3
; + ./ 2 * *
NO NAMA L/P
1 Drs. Musta’in, M.PdI L
2 Dra. Aminatun P
3 Saderi, M.PdI L
4 Risnan S.Ag L
5 Sholihin,S.Pdi L
6 Nurkus Budiantomo SH L
7 Ira Robiyanti P
8 Antoni Alif, A.Ma L
9 Yasin,S.Pd L
10 Haryani, S.Si P
11 Supriyadi, SP L
12 Euis Ekawati, S.Pd P
13 Y Dwi Astuti, S.Pd P
14 Rosidi, S.Pd L
15 Djumali L
16 Ika Novianingrum, S.Pd P
17 Sri Lestariningsih P
18 Muh Mujiono L
19 Nuraini,S.Pd P
20 Nur Zainudin L
21 Kuadi L
3
; ./ 2 - 8
NO NAMA L/P
1 Agus Prasetyo L
2 Aryo Gumelar L
3 Eva Suryaningsih P
4 Fita Lokasari P
5 Jamal Yusuf L
6 Kus Indrianingsih P
7 Latifatun Nafiah P
9 Muhdiyono L
10 Partiyem P
11 Puji Wahono L
12 Rinawati P
13 Rohmat Sholikun L
14 Saefudin Zuhri L
15 Siti Giyanti P
16 Setyorini P
17 Umi Latifah P
18 Untung Joko P L
19 Yaelani L
20 Yulianingsih P
21 Zaidus Salman L
2. Jawaban Angket Kreativitas Guru
Variabel pertama yaitu kreativitas gguru. Data ini diperoleh dari penyebaran angket yang berjumlah 10 soal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:
3
.- * - - 8 3
-6- * *
+ / *+
/
15 a a a a a b a a b a 8 2 16 a b a a c b b a b b 4 5 1 17 a a a a b b b a b b 5 5 18 a b a b c b b b b b 2 7 1 19 a b a a b a b a c b 5 4 1 20 a b a a c b b a b b 4 5 1 21 b a a b b a b a a b 5 5 3. Jawaban Angket Minat Belajar Siswa
Variabel kedua yaitu minat belajar siswa. Data ini diperoleh dari penyebaran angket yangberjumlah 10 soal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut :
3
.- * - 8 3
- , - 8
+ / *+
/
.
Setelah data terkumpul, maka langkah yang diambil selanjutnya adalah menganalis data, hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban jawaban dari pokok permasalahan yang dinyatakan.
Adapun dalam tujuan penelitian ini, sebagaimana telah disebutkan dalam bab pendahuluan, yaitu :
1. Untuk mengetahui bentuk bentuk kreativitas guru pada mata pelajaran fiqih kelas VIII di MTs. Sudirman Kopeng, Kecamatan Getasan.
2. Untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII di MTs. Sudirman Kopeng, Kecamatan Getasan.
3. Untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII di MTs. Sudirman Kopeng, Kecamatan Getasan.
- - +
Analisis pertama tentang kreativitas guru, data ini diperoleh dari penyebaran angket yang terdiri dari 10 pertanyaan, masing masing pertanyaan disediakan 3 (tiga) alternatif jawaban dengan bobot sebagai berikut :
1. Alternatif jawaban A dengan nilai 3 2. Alternatif jawaban B dengan nilai 2 3. Alternatif jawaban C dengan nilai 1
/ 8 3 ./ 2 -6- * *
*2- + /. = +
* $%(%
/ ? 2-. / 2 - , 8 3
/
. ( $ 4 5 7 : A B & (%
*+
( 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 27
$ 3 2 3 2 1 2 3 2 2 2 22
4 3 2 3 3 1 2 2 3 3 3 25
5 3 3 3 3 1 2 2 3 2 3 25
7 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 27
: 3 2 3 2 2 2 2 2 1 1 20
A 3 2 3 2 1 2 2 2 2 3 23
B 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 27
& 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 27
(% 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 25
(( 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 27
($ 2 2 3 2 1 3 2 2 1 2 20
(4 3 2 3 3 1 2 2 3 1 2 24
(5 3 3 3 2 1 2 2 2 2 2 22
(7 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 28
(: 3 2 3 3 1 2 2 3 2 2 24
(A 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 25
(B 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 22
(& 3 2 3 3 2 3 2 3 1 2 24
$% 3 2 3 3 1 2 2 3 2 2 24
$( 3 2 3 2 2 2 2 2 2 1 21
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah :
1. Mencari interval kreativitas guru dari data diatas dapat diketahui bahwa nilai tertinggi adalah 28 dan nilai terendah 20, kemudian diintervalkan dengan rumus :
B
B − +1
=
Xt = Nilai Tertinggi ideal Xr = Nilai Terendah Ideal Ki = kelas Interval
B
B − +1
= 3 1 ) 20 28 ( − + = 3 1 8+ = 3 9 = C3
Kemudian dimasukkan kedalam tabel untuk mengetahui kreativitas guru.
3 C
6 -6- * *
- - 6 *+ * * - -
/+-20 24 8 A
25 – 26 7 B
27 – 28 6 C
2. Mencari presentase masing masing kategori Kategori A = 100%
21 8
B
= = 38,1%
Kategori B = 100% 21
7
B
= = 33,3%
Kategori C = 100% 21
6
B
3 C
/ -6- * *
/ -6- * * *
-1 Tinggi 8 38,1 %
2 Sedang 7 33,3 %
3 Rendah 6 28,6 %
Dari penghitungan tersebut dapat diketahui bahwa kreativitas guru dalam kategori tinggi adalah 38,1 % dan kategori rendah 28,6 %, sedangkan kategori sedang adalah 33,3 %.
- - 2*
Analisis kedua yaitu minat belajar siswa, data ini diperoleh dari penyebaran angket yang berjumlah 10 soal pertanyaan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
3 C
/ 8 3 ./ 2 - , - 8
*2- + /.
* $%(%
/ ? 2-. / 2 - , 8 3
/
. ( $ 4 5 7 : A B & (%
*+
12 2 1 1 2 2 3 2 3 2 2 20 13 2 2 2 1 3 2 3 3 3 1 22 14 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 26 15 3 2 3 2 3 2 3 3 1 1 23 16 2 1 1 3 3 3 2 2 2 1 20 17 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 26 18 3 1 1 2 2 2 3 2 2 2 20 19 3 1 2 2 2 3 2 2 1 3 21 20 3 1 3 3 3 2 2 3 3 2 25 21 2 1 2 1 2 2 2 3 1 2 18 Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah :
1. Mencari interval minat belajar siswa.
Dari data diatas dapat diketahui bahwa nilai tertinggi adalah 27 dan nilai terendah 18, kemudian diintervalkan dengan rumus :
B
B − +1
=
3 1 ) 13 27
( − +
=
3 1 11+ =
3 10
=
3
=
Kemudian dimasukan kedalam tabel untuk mengetahui minat belajar siswa.
3 C
6 - , - 8
- - 6 *+ - 8 - -
/+-18 22 10 A
26 27 5 C
2. Mencari Presentase masing masing kategori : 3. Kategori A = 100%
21 10
B
= = 47,6%
4. Kategori B = 100% 21
6
B
= = 28,6%
5. Kategori C = 100% 21
5
B
= = 23,8%
Untuk lebih jelasnya diasajikan dalam tabel sebagai berikut ini :
3 C
/ - , - 8
/ - , - 8 * -
-1 Tinggi 10 47,6 %
2 Sedang 6 28,6 %
3 Rendah 5 23,8 %
Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa minat belajar siswa, termasuk kategori tinggi adalah 47,6 % dan kategori rendah 23,6 % sedangkan kategori sedang adalah 28,6 %.
# - -
belajar siswa sebagai Y, untuk lebih jelasnya penulis sajikan dalam tabel berikut ini:
C
* -6- * * 2 . - 3 , - 8
/ C D
1 27 25
2 22 23
3 25 22
4 25 25
5 27 27
6 20 21
7 23 20
8 27 26
9 27 24
10 25 26
11 27 21
12 20 20
13 24 22
14 22 26
15 28 23
16 24 20
17 25 26
18 22 20
19 24 21
20 24 25
21 21 18
Untuk melakukan analisa tentang pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa di MTs. Sudirman Kopeng tahun 2009/2010, maka penulis menggunakan teknik analisa statistik. Dalam hal ini penulis menggunakan rumus : Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ = ( ' ' ( B B ( ' B B' * 2 2 2
2 ( ) ( )
Keterangan
Rxy = koefisien antara variable x dan y Xy = perkalian x dan y
X = variabel independent, yaitu pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa
Y = variabel independent yaitu minat belajar siswa N = Jumlah Responden
Untuk mengerjakan rumus diatas dicari terlebih dahulu unsur yang memiliki rumus tersebut sebagai berikut :
3 C
3 , /2*= /+ / ;- - / - *
-;- * * 2 . - , - 8
/ C D C$ D$ CD
1 27 25 729 625 675
2 22 23 484 529 506
3 25 22 625 484 550
4 25 25 625 625 625
5 27 27 729 725 729
6 20 21 400 441 420
7 23 20 529 400 460
8 27 26 725 676 702
9 27 24 725 576 648
10 25 26 625 676 650
11 27 21 725 441 567
12 20 20 400 400 400
13 24 22 576 484 528
14 22 26 484 676 572
15 28 23 784 529 644
16 24 20 576 400 480
17 25 26 625 676 650
18 22 20 484 400 440
19 24 21 576 441 504
21 21 18 441 324 378
7%( 5B( ($554 (((74 ((A$B
Dengan melihat tabel diatas maka rumus korelasi product moment dapat secara langsung digunakan perhitungan sebagai berikut :
Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ = ( ' ' ( B B ( ' B B' * 2 2 2
2 ( ) ( )
) )( ( − − − = 21 ) 481 ( 1153 21 ) 501 ( 12443 21 ) 481 )( 501 ( 11728 2 2 * − − − = 21 231361 11153 21 251001 12443 21 240981 11728 *
{
12443 11952,4}{
11153 11017,2}
1 , 11475 11728 − − − = *
{
490,6}{
135,8}
-Setelah data dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment diperoleh nilai rxy = 0,989 kemudian dibandingkan dengan tabel r product moment n = 21. pada taraf signifikan 0,05 yaitu 0,304 sedangkan taraf signifikan 0,01 yaitu 0,393. terbukti hasil tersebut lebih besar dari r tabel, maka dapat di katakan bahwa penelitian ini signifikan, dalam arti hipotesis yang menyatakan “ada pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa pada pelajaran fiqih kelas VIII MTs. Sudirman