• Tidak ada hasil yang ditemukan

T PD 1302734 Abstract

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T PD 1302734 Abstract"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Sri Apiyati, 2015

PERKEMBANGAN PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG MIKROORGANISME Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ii

Perkembangan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang Mikroorganisme,

Sri Apiyati NIM 1302734

Abstrak

Riset ini beranjak dari rendahnya pemahaman kesadaran siswa tentang pentingnya hidup berdampingan dengan mikroorganisme. Pemahaman anak sekolah dasar tentang mikroorganisme sangatlah penting, selain sebagai pengetahuan teoretis bermanfaat juga bagi kehidupan. Keberadaan mikroorganisme sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan mahluk hidup lainnya seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Peranan mikroorganisme yang selain merugikan juga menguntungkan, belum banyak diketahui dan dipahami apalagi oleh siswa SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa sekolah dasar tentang bentuk, ukuran, peranan, dan tempat hidup mikroorganisme serta dari mana mereka memperoleh pengetahuannya. Data Penelitian ini diambil melalui tes tertulis. Instrumen berisi sejumlah soal yang menanyakan pemahaman siswa SD tentang bentuk, ukuran, peranan, dan tempat hidup mikroorganisme. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Cipeundeuy Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang, dari kelas satu sampai kelas enam. Pemahaman siswa tentang bentuk mikroorganisme banyak disimbolkan dengan benda-benda konkret yang ada di sekitarnya. Pemahaman siswa tentang ukuran mikroorganisme, jawaban yang muncul dari kelas rendah (I, II, dan III) masih menggunakan ukuran pembanding dengan benda lain seperti semut, kutu, kerikil, dan penghapus. Akan tetapi siswa di kelas tinggi (IV, V, dan VI) telah muncul jawaban yang tepat, yaitu kecil dan tidak terlihat. Pemahaman siswa tentang peranan mikroorganisme pada umumnya masih keliru, 89% siswa menjawab bahwa mikroorganisme merugikan dan hanya 11% siswa yang menjawab bahwa mikroorganisme merugikan juga menguntungkan. Pemahaman siswa tentang tempat hidup mikroorganisme berkorelasi dengan pemahaman siswa tentang peranan mikroorganisme. Oleh karena mereka terlanjur memahami bahwa mikroorganisme menimbulkan penyakit maka tempat hidupnya pun di tempat yang kotor (toilet dan bagian tubuh yang sakit). Pada umumnya pengetahuan siswa terkait segala hal tentang mikroorganisme diperoleh dari media elektronik (televisi, handphone, dan game). Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa tentang mikroorganisme sesuai dengan kemampuan berpikir anak SD, yaitu operasional konkret (segala sesuatu harus disimbolkan dengan visualisasi benda-benda konkret).

(2)

Sri Apiyati, 2015

PERKEMBANGAN PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG MIKROORGANISME Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

Understanding The Development of Elementary School Student’s About Microorganisms,

Sri Apiyati NIM 1302734

Abstract

This research moved from the luck of understanding students awareness of the

importance of coexistence with microorganisms.

Elementary school children's understanding of microorganisms is crucial, besides as theoretical knowledge also useful for life. The existence of microorganisms has very big influence on the lives of other living creatures such as humans, animals, and plants. The role of microorganismsthat in addition to adverse also beneficial, yet widely known and understood especially by elementary school students. This research aims to determine the development of elementary school students' understanding of the shape, size, role, and where microorganisms live and from which they obtain the knowledge. This research data is taken through a written test. The instrument contains a number of questions that ask elementary students' understanding of the shape, size, role and place of living microorganisms. Subjects in this research were all students of SDN Cipeundeuy Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang, from grade one to grade six. Students' understanding about the shape of microorganisms is many symbolized by concrete objects around them. Students' understanding of the size of the microorganisms, the answer that emerged from the lower classes (I, II, and III) still uses size comparison with other objects such as ants, fleas, gravel, and eraser. However, students in high grade (IV, V, and VI) have emerged right answer, which is small and not visible. Students' understanding of the role of microorganisms in general is still wrong, 89% of students responded that microorganism is harmful and only 11% of students responded that microorganism is harmful also beneficial. Students' understanding of the place of living microorganisms correlated with students' understanding of the role of microorganisms. Therefore they already understand that microorganisms cause disease then their place of live was in a dirty place (toilet and sore body parts).

In general, students' knowledge

related to all things about microorganisms obtained from electronic media

(television, phone, and games).

Based on the analysis, it can be concluded that the students' understanding of the microorganisms in accordance with the thinking skills of elementary school children, that is concrete operational (everything has to be symbolized by the visualization of concrete objects).

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu bagian dari kegiatan e- Learning yang menggunakan fasilitas internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana dosen dan maha- siswa tidak

Activity Diagram Melihat Nilai untuk menjelaskan alur melihat nilai yang di lakukan oleh user guru kelas, setelah melakukan penambahan nilai, guru tersebut dapat melihat hasil dari

Karyawan yang memiliki hubungan yang kurang baik dengan pemimpinnya akan menunjukkan kinerja yang rendah dan cenderung berkeinginan keluar dari pekerjaannya ( turnover

Berdasarkan hasil penelitian Machali (2014) dengan judul “Dimensi Kecerdasan Majemuk dalam Kurikulum 2013” memberikan kesimpulan dalam penelitiannya bahwa Kurikulum

Namun para pengadopsi (pengguna) awal C++ menemukan walaupun program dalam C akan melebihi suatu program C++ dalam banyak kasus, waktu untuk pengembangan lebih lanjut

Variables determined for forage production were plant height, number of shoots and bundles respectively for the legumes and the Panicum grass, dry weight of

Data hasil pretest pada Tabel I dapat dijelaskan bahwa nilai nilai rata- rata (mean) pretest yang diperoleh pada kelas eksperimen I adalah 31,53 lebih rendah dibandingkan pada kelas

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia Merdeka yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk