• Tidak ada hasil yang ditemukan

08 Putusan Pengakhiran Kepailitan Final 17052013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "08 Putusan Pengakhiran Kepailitan Final 17052013"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N1

Nomor ……./Pdt.Sus-Pailit/……./PN Niaga……….

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri … memeriksa dan memutus perkara permohonan pengakhiran kepailitan pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan yang diajukan oleh:

SURYAJAYA, SH, Kurator, beralamat di ………, bertindak berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga …….. Nomor : ………. tanggal ………, selanjutnya disebut sebagai Pemohon;

Terhadap

PT WIRYA PERCA, berkedudukan di ..., yang diwakili oleh Direktur Utama2, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Agus

Subroto, S.H., Advokat, beralamat di Jalan..., berdasarkan Surat Kuasa Khusus3tanggal ...,

selanjutnya disebut sebagai Termohon; Pengadilan Niaga tersebut;

Telah membaca Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri ……… Nomor ……… tanggal ………….. yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;

Telah pula membaca Laporan dari Hakim Pengawas tanggal ……….; Telah membaca Laporan dari Kurator tanggal ……….;

Setelah mendengar Debitor dan para Kreditor; TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Pemohon dengan surat permohonannya tanggal …, telah mengajukan permohonan pengakhiran kepailitan kepada Hakim Pengawas sebagai berikut:

*ISI PERMOHONAN

Menimbang, bahwa pada hari ….. tanggal …………, Majelis Hakim telah mendengar usulan Hakim Pengawas yang pada pokoknya mohon agar Majelis memutus mengenai pengakhiran kepailitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mendengar Kreditor/Panitia Kreditor (jika ada) dan Debitor;

1 Lihat Manual 3.1.2 A 2Direksi sesuai anggaran dasar

3 - Atau Surat Tugas Nomor ..., tanggal ...

- Nomor Surat Kuasa (bila ada), atau Nomor dan tanggal pendaftaran

Halaman 1 dari 4 Putusan Pengakhiran Kepailitan No……../Pdt.Sus-Pailit/ ……/PN.NIAGA……..

(2)

Menimbang, bahwa telah memperhatikan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri……. Nomor …… tanggal ……, yang amar putusannya berbunyi sebagai berikut:

*ISI AMAR PUTUSAN

Menimbang, bahwa berdasarkan laporan Kurator kepada Hakim Pengawas tanggal …….., Kurator telah melakukan pemberesan terhadap aset boedel pailit kepada para Kreditor berdasarkan Daftar Pembagian Penutup tanggal ……., oleh karena itu mohon agar kepailitan diakhiri;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 202 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, segera setelah kepada Kreditor yang telah dicocokkan, dibayarkan jumlah penuh piutang mereka atau segera setelah Daftar Pembagian Penutup menjadi mengikat, maka berakhirlah kepailitan, dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang;

Menimbang, bahwa untuk menyingkat putusan, maka segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan, dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini;

Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada hal-hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon adalah sebagaimana tersebut di atas;

Menimbang, bahwa berdasarkan permohonan Pemohon tanggal …….. dan usulan Hakim Pengawas tanggal ……, Pemohon telah melaksanakan tugasnya;

Menimbang, bahwa adapun tujuan dari dipailitkannya seseorang atau badan hukum adalah agar tagihan dari para Kreditor dapat dibayar secara berimbang (pro rata pari passu) oleh Kurator dari aset/boedel pailit yang dapat dikumpulkan oleh Kurator;

Menimbang, bahwa ………;4

Menimbang, bahwa berdasarkan Laporan Pemohon dan usulan Hakim Pengawas, Majelis Hakim berpendapat bahwa para Kreditor telah dibayar pembagian secara berimbang (pro rata pari passu), sehingga permohonan Pemohon beralasan hukum karenanya dapat dikabulkan;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 202 ayat (2) Undang-Undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, putusan yang memerintahkan pengakhiran kepailitan

4 Pertimbangan Hakim

(3)

diumumkan oleh Kurator dalam Berita Negara Republik Indonesia dan paling sedikit dua surat kabar harian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, yang akan disebutkan dalam amar putusan ini;

Menimbang, bahwa dengan berakhirnya kepailitan sebagaimana ketentuan Pasal 202 ayat (3) Undang-Undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Kurator wajib memberikan pertanggungjawaban mengenai pengurusan dan pemberesan yang telah dilakukannya kepada Hakim Pengawas paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya kepailitan;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan Pemohon dikabulkan sehingga kepailitan diakhiri maka biaya kepailitan dan imbalan jasa Kurator dibebankan kepada Debitor Pailit yang besarnya akan ditetapkan kemudian;

Menimbang, bahwa oleh karena kepailitan berakhir maka biaya perkara dibebankan kepada boedel pailit;

Memperhatikan Pasal 202 dan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Mengabulkan permohonan Pemohon tersebut seluruhnya;5

2. Menyatakan kepailitan atas PT WIRYA PERCA berkedudukan di ……….., berakhir;

3. Memerintahkan Kurator untuk mengumumkan berakhirnya kepailitan PT WIRYA PERCA tersebut dalam surat kabar harian ………… dan harian …….. serta Berita Negara Republik Indonesia;

4. Memerintahkan Kurator untuk memberikan pertanggungjawaban mengenai pengurusan dan pemberesan kepada Hakim Pengawas paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya kepailitan;

5. Membebankan biaya perkara kepada boedel pailit yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp……,00 (……….. rupiah);

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri..., pada hari ..., tanggal ..., oleh kami, ..., sebagai Hakim Ketua, .... dan ...., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri ... Nomor .... tanggal ..., putusan tersebut pada hari itu juga, diucapkan dalam persidangan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut , ..., Panitera Pengganti dan Kuasa Pemohon serta Kuasa Termohon.

5 Atau sebagian

(4)

Hakim-hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,

Surya Perdamaian, S.H. Dr. Andriani Nurdin, S.H., M.H.

Nani Indrawati, S.H., M.Hum

Panitera Pengganti,

Ravita Lina, S.H.

Perincian biaya:

1. Materai …... Rp6.000,00 2. Proses……… Rp. ……….. 3. Redaksi……… Rp. ……….. 4. PNBP……… Rp. ……….. 5. Panggilan ... Rp... Jumlah ……… Rp……….... (……….rupiah)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan ketentuan Pasal 87 ayat (3) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, penghitungan jumlah hak suara

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Undang-undang nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang, harta pailit yang tidak cukup untuk

30 dan lihat pula ketentuan Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran

Pasal 23 Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU No. 37 Tahun 2004), menentukan bahwa apabila seseorang

Mengingat ketentuan Pasal 2 ayat (1), Pasal 8 ayat (4), Pasal 15 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

11 pinjaman Menurut Pasal 37 Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.PKPU Nomor 37 Tahun 2004, kepailitan adalah pengambilalihan secara umum atas semua aset

23/PUU-XIX/2021, yaitu: “Menyatakan Pasal 235 ayat 1 dan Pasal 293 ayat 1 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Lembaran Negara

Adapun yang dimaksud dengan Utang telah ditetapkan dalam ketentuan Pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang PKPU