• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakterisasi dan Deteksi Cepat Bakteri Penyebab Penyakit Darah pada Pisang | Edy | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 9390 17474 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Karakterisasi dan Deteksi Cepat Bakteri Penyebab Penyakit Darah pada Pisang | Edy | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 9390 17474 1 PB"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Bakteri yang digunakan dalam penelitian
Tabel 2. Karakteristik isolat-isolat BDB dibandingkan dengan Ralstonia solanacearum ras 2
Gambar 1. Amplifikasi DNA genom BDB dengan PCR menggunakan primer 121F dan 121R menunjukkan seluruh isolat positif sebagai bakteri penyebab penyakit darahKeterangan: 1

Referensi

Dokumen terkait

Isolat EAI 26 dapat menekan penyakit darah dengan persentase yang paling tinggi dibandingkan isolat-isolat lain dari kelompok bakteri endofit akar, sedangkan isolat RTI 4 juga

Hasil analisis aktivitas enzim pertahanan tanaman (peroksidase dan polifenol oksidase) dan kandungan asam salisilat menunjukkan bahwa penekanan kejadian penyakit darah pada

Propagul bakteri ditemukan pada permukaan dan bagian dalam tubuh serangga pengunjung bunga tanaman pisang yang terserang penyakit darah bakteri di lahan endemik dataran

Untuk mengetahui serangga pengunjung bunga yang berpotensi sebagai vektor dalam penyebaran penyakit darah pada tanaman pisang di Aceh maka dilakukan penelitian ini

Hasil analisis aktivitas enzim pertahanan tanaman (peroksidase dan polifenol oksidase) dan kandungan asam salisilat menunjukkan bahwa penekanan kejadian penyakit darah pada

Untuk mengetahui serangga pengunjung bunga yang berpotensi sebagai vektor dalam penyebaran penyakit darah pada tanaman pisang di Aceh maka dilakukan penelitian ini

Analisis Data: Pengamatan dilakukan terhadap kemampuan jamur Gliocladium sp dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium sp penyebab penyakit layu pada tanaman

Hasil pengamatan terhadap perkembangan penyakit darah ini menunjukkan bahwa meskipun bibit pisang Kepok Kuning telah diperlakukan dengan jasad renik endofitik, perkembangan