Inilah Model Susunan Kurikulum SD KTSP Tapel 2016-2017 « Info Pendidik

37 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

(KTSP)

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

NAMA SEKOLAH : SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG

ALAMAT SEKOLAH: DUSUN NGASEM RT. 12 RW. 02

E-MAIL

:

sdn1.asemrudung@gmail.com

Website :http://sdasemrudungsatu.blogspot.com

DESA

: ASEMRUDUNG

KECAMATAN

: GEYER

KABUPATEN

: GROBOGAN

PROVINSI

: JAWA TENGAH

UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN GEYER

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GROBOGAN

(2)

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

(KTSP)

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

NAMA SEKOLAH

: SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG

ALAMAT SEKOLAH : DUSUN NGASEM RT/RW : 012/002

E-MAIL

:

sdnsatu.asemrudung@gmail.com

Website :http://sdasemrudungsatu.blogspot.com

DESA

: ASEMRUDUNG

KECAMATAN

: GEYER

KABUPATEN

: GROBOGAN

PROVINSI

: JAWA TENGAH

UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN GEYER

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GROBOGAN

PROVINSI JAWA TENGAH

TAHUN 2016

(3)

PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Pada hari ini Kamis tanggal sembilan bulan Juli tahun dua ribu lima belas yang bertempat di SD Negeri 1 Asemrudung UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan penyusunan dan pengembangan Dokumen I Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang selanjutnya disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD Negeri 1 Asemrudung UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan yang selanjutnya menjadi pedoman pelaksanaan Proses Belajar Mengajar.

Adapun Tim penyusun dalam Penyusunan dan Pengembangan KTSP adalah :

No Nama Jabatan

1. Marmin,S.Pd.SD. Kepala Sekolah 2. ST. Wariyo BS,A.Ma.Pd. Guru Kelas 3. Haryono,S.Pd.SD. Guru Kelas 4. H. T. Harjani,S.Pd.SD. Guru Kelas 5. Priyadi,S.Pd.SD Guru Kelas 6. Widodo,S.Pd.SD. Guru Kelas

7. Agus Sugeng, S.Pd.I. Guru Mata Pelajaran 8. Romlan,S.Pd.I. Guru Mata Pelajaran 9. Totok Prasmono,S.Pd. Guru Mata Pelajaran 10. Prayogo Penjaga Sekolah 11. Rusmini,S.Pd. Guru Kelas

12 Puji Purwanti Guru Kelas 13. Parjono Komite 14. Suwolo Komite 15. Munjayin Komite

16. Kusnandar Tokoh Pendidikan

Asemrudung, Juli 2016 Kepala Sekolah

Marmin, S.Pd.SD.

(4)

DAFTAR HADIR TIM PENYUSUN DAN PENGEMBANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. Marmin,S.Pd.SD. Kepala Sekolah 1.

2. ST. Wariyo BS,A.Ma.Pd. Guru Kelas 2. 3. Haryono,S.Pd.SD. Guru Kelas 3.

4. H. T. Harjani,S.Pd.SD. Guru Kelas 4. 5. Priyadi,S.Pd.SD Guru Kelas 5.

6. Widodo,S.Pd.SD. Guru Kelas 6. 7. Agus Sugeng, S.Pd.I. Guru Mata Pelajaran 7.

8. Romlan,S.Pd.I. Guru Mata Pelajaran 8. 9. Totok Prasmono,S.Pd. Guru Mata Pelajaran 9.

10. Prayogo Penjaga Sekolah 10. 11. Rusmini,S.Pd. Guru Kelas 11.

12 Puji Purwanti Guru Kelas 12 13. Parjono Komite 13.

14. Suwolo Komite 14.

15. Munjayin Komite 15.

16. Kusnandar Tokoh Pendidikan 16.

Asemrudung, Juli 2016 Kepala Sekolah

Marmin, S.Pd.SD.

(5)

KATA PENGANTAR

Berdasarkan Peraturan Pemeritah Nomor 19 tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan, maka setiap sekolah/madarasah mengembangkan KTSP, dengan berdasarkan SI dan SKL dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Setandar Nasional pendidikan ( BNSP )

Untuk ini kami bersyukur kehadirat Illaihi Robbi, karena atas limpahan Rahmat-Nya kami dapat menyusun Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan.

Penyusunan kurikulum ini dimaksud sebagai kurikulum operasional dalam pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas pada Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, sedangkan aktifitasnya dilaksanakan pagi dan sore hari.

Kami meyadari sepenuh hati yang paling dalam bahwa dalam penyusunan kurikulum ini kami masih banyak menginginkan binaan, bimbingan serta masukan dari berbagai pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih yang setulus - tulusnya, semoga mereka memperoleh imbalan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa, Amin!

Selanjutnya penyusunan kurikulum ini jauh dari kesempurnaan, tiada kata mutiara paling indah yang dapat kami ucapkan kecuali permohonan maaf kami yang sebesar – besarnya.

Semoga kurikulum ini bermanfaat, berdaya guna, berhasil guna dan sekaligus sebagai pedoman di sekolah, khususnya di Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.

Asemrudung, Juli 2016 Penyusun

Marmin, S.Pd.SD

(6)

REKOMENDASI

Nomor : 423.5/498/B/2016

Berdasarkan hasil validasi, monitoriang dan evaluasi disertai bimbingan pelaksanaan penyusunam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar secara terpadu, dengan memperhatikan :

1. Prinsip dasar Penyusunan Kurikulum Sekolah 2. Pedoman pengembangan Kurikulum Sekolah 3. Saran dan pendapat stakeholders Pendidikan

4. Hasil penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung

Dengan ini Pengawas TK/SD/SLB, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer merekomendasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan untuk divalidasi oleh Tim Pengembang Kurikulum Kabupaten Grobogan serta mendapat pengesahan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan.

Asemrudung , Juli 2016

Yang Merekomendasikan:

Kepala UPTD Pendidikan Kec. Geyer

Drs. Sutar

NIP. 19590605 197802 1 001

Pengawas TK/SD/SLB Dabin III

Wakir, S.Pd.M.Pd.

(7)

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

SEKOLAH DASAR NEGERI 1 ASEMRUDUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

ALAMAT : DESA ASEMRUDUNG

KECAMATAN : GEYER

KABUPATEN : GROBOGAN

PROVINSI : JAWA TENGAH

Telah diteliti dan disyahkan penggunaannya pada tanggal sebelas bulan Juli tahun dua ribu lima belas dan dinyatakan berlaku

pada TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Ditetapkan di : Asemrudung Pada tanggal : Juli 2016

Menyetujui Kepala SD Negeri 1 Asemrudung

Komite Sekolah Kecamatan Geyer

Parjono Marmin,S.Pd.SD.

NIP. 19660423 199003 1 008

Mengetahui

a/n Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Kepala Bidang TK/SD

Bambang Margono, S.Pd.M.M

(8)

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DINAS PENDIDIKAN

UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN Geyer

SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG

Desa Asemrudung RT. 12 RW. 02 Kecamatan Geyer - 58172

Email:sdnsatu.asemrudung@gmail.comWebsite:http://sdasemrudungsatu.blogspot.com

KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 ASEMRUDUNG Nomor : 421.2/12/B/2016

Tentang

TIM PENGEMBANG KURIKULUM

Menimbang : a. bahwa guna memperlancar proses penyusunan Kurikulum Sekolah di Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, perlu dibentuk Tim Pengembang Kurikulum.

b. bahwa untuk menjamin terpeliharanya tata tertib serta memantapkan kelancaran tugas Tim Pengembang Kurikulum perlu diatur dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah.

Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang Undang Republik Indonesia No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013, tentang

Perubahan Standar Nasional Pendidikan;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81a Tahun 2013, tentang Implementasi Kurikulum;

5. Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2010, tentang Akselerasi Sistem Penjamin Mutu Pendidikan;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 tahun 2009, tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;

7. Peraturan menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 tahun 2007, tentang Organisasi dan Tata kerja Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 tahun 2008, tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.

MEMUTUSKAN Menetapkan

PERTAMA : Penyusunan Tim Pengembang Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung seperti tersebut dalam Lampiran I Keputusan ini.

KEDUA : Rincian tugas Tim Pengembang Kurikulum sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Keputusan ini

KETIGA : Tim Pengembang wajib melaporkan pelaksanaan tugas secara tertulis dan berkala kepada Penanggung Jawab.

KEEMPAT : Segala biaya yang timbul akibat keputusan ini dibebankan pada anggaran yang sesuai. KELIMA : Apabila dalam keputusan ini terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana

mestinya

KEENAM : Keputusan ini mulai berlaku dan dilaksanakan sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Asemrudung Pada Tanggal : Juli 2016 Kepala Sekolah

Marmin,S.Pd.SD.

NIP. 19660423 199003 1 008 Tembusan Kepada Yth :

1. UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer 2. Yang bersangkutan

(9)

LAMPIRAN I : Keputusan Kepala SD Negeri 1 Asemrudung Tentang Tim Pengembang Kurikulum

Nomor : 421.2/12/B/2016 Tanggal : Juli 2016

TIM PENGEMBANG KURIKULUM

SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG KECAMATAN GEYER TAHUN PELAJARAN 2016/2017

NO JABATAN TIM NAMA JABATAN POKOK

1. Nara sumber Wakir,S.Pd, M.Pd. Pengawas TK/SD

2. Ketua Marmin,S.Pd.SD. Kepala Sekolah

3. Sekretaris Haryono, S.Pd.SD. Guru Kelas 5. Bendahara St Wariyo BS, A.Ma.Pd. Guru Kelas 6. Anggota a. Parjono

b. Kusnandar c. Suwarto

d. Heny Thahja H, S.Pd.SD. e. Priyadi, S.Pd.SD.

f. Widodo, S.Pd.SD.

g. Silvi Aulia Renitasari, S.Pd. h. Agus Sugeng, S.Pd.I. i. Romlan, S.Pd.I. Guru Mapel Bhs. Inggris Perwakilan Alumni

Asemrudung, Juli 2016

Kepala SD Negeri 1 Asemrudung Kecamatan Geyer

Marmin,S.Pd.SD.

(10)

LAMPIRAN II : Keputusan Kepala SD Negeri 1 Asemrudung Tentang Tim Pengembang Kurikulum Nomor : 421.2/12/B/2016 Tanggal : Juli 2016

RINCIAN TUGAS TIM PENGEMBANG KURIKULUM SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG KECAMATAN GEYER

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A. Mekanisme Penyusunan Kurikulum

1. Penyusunan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung melibatkan Kepala Sekolah, Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran, beserta Komite Sekolah.

2. Melaksanakan workshop penyusunan kurikulum dengan melibatkan Pengawas TK/SD sebagai narasumber kegiatan.

3. Mereviu dan merevisi Kurikulum Tahun Pelajaran 2016/2017. 4. Finalisasi Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung

5. Melaksanakan kegiatan pemantapan dan penilaian atau telaah kurikulum dengan instrumen yang baku.

6. Tim Pengembang mendokumentasikan penyusunan kurikulum B. Tugas Khusus

1. Nara sumber

a. Memberikan pengarahan dalam kegiatan workshop penyusunan kurikulum. b. Memberikan pengarahan dalam mengevaluasi kurikulum Sekolah.

c. Membantu dan bekerja sama dengan Tim Pengembang Kurikulum. 2. Ketua

a. Membentuk dan menerbitkan Surat Keputusan Tim Pengembang Kurikulum

b. Memberi petunjuk dan pengarahan tentang pelaksanaan penyusunan kurikulum dan pengumpulan bukti fisik kepada Tim Pengembang Kurikulum

c. Memonitor pelaksanaan penyusunan kurikulum.

d. Bersama-sama dengan sekretaris menyelesaikan penyusunan kurikulum. e. Mengkoordinir pelaksanaan penyusunan kurikulum.

f. Membantu dan bekerja sama dengan Tim Pengembang Kurikulum.

g. Melaksanakan kegiatan pemantapan dan penilaian atau telaah kurikulum dengan instrumen yang baku.

3. Sekretaris

a. Membuat program kerja panitia dan membagi tugas Tim Pengembang Kurikulum. b. Bersama-sama dengan ketua menyelesaikan penyusunan kurikulum.

c. Mengarsipkan semua dokumen penyusunan kurikulum.

d. Membantu dan bekerja sama dengan Tim Pengembang Kurikulum.

4. Anggota

a. Mengumpulkan bukti fisik yang diperlukan, khususnya tentang pengisian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran di masing-masing kelas.

b. Ikut bertanggung jawab dalam penyusunan kurikulum.

c. Membantu dan bekerja sama dengan Tim Pengembang Kurikulum

Asemrudung, Juli 2016 Kepala Sekolah

Marmin,S.Pd.SD.

(11)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung telah dapat menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun Pelajaran 2016/2017. Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu upaya mengimplementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional dan siap dilaksanakan oleh satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung disusun dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP dan model-model KTSP yang dihasilkan oleh Pusat Kurikulum. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan terbitnya standar-standar lainnya, yaitu: standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya dalam menyusun KTSP.

Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh staf sekolah, Komite Sekolah beserta Pengawas Sekolah yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyusun kurikulum ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk terhadap segala upaya yang kita lakukan demi untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Asemrudung, Juli 2016 Kepala Sekolah

Marmin, S.Pd.SD.

(12)

DATAR ISI

Halaman Judul ... Halaman Berita Acara ... Susunan Panitia Penyusunan KTSP ... Kata Pengantar ... Halaman Rekomendasi ... Halaman Pengesahan ………...……….... Daftar Isi ………...

BAB I. PENDAHULUN

A. Latar Belakang ………. B. Tujuan Pengembangan KTSP ……….. C. Perinsip Pengembangan KTSP ………

BAB II. TUJUAN

A. Tujuan Pendidikan ………... B. Visi Sekolah ………. C. Misi Sekolah ……… D. Tujuan Sekolah ………

BAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran ……….. B. Muatan Lokal ……….... C. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ... D. Pengembangan Diri ………... E. Pengaturan Beban Belajar ………... F. Ketuntasan Belajar ……….... G. Kenaikan Kelas dan Kelulusan ………... H. Pendidikan Kecakapan Hidup ………... I. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global ……….………...

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasakan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, tepatnya pada pasal 3 yakni tentang fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional dan pasal 25 tentang standar Nasionol Pendidikan maka perlu adanya perubahan kurikulum.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk tujuan pendidikan tertentu. Demi pencapaian tujuan tersebut maka kurikulum disusun sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing – masing satuan pendidikan. Hal tersebut sesuai peraturan pemerintah RI, Nomor 19 tahun 2005 yang isinya bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada standar kompetensi lulusan serta berpedoman dari Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP )

Akhirnya kurikulum dapat berhasil guna apabila realita di lapangan dalam pembelajaran mampu mengembangkan dan membangkitkan aktifitas peserta didik, khususnya di Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

B. Tujuan Pengembangan KTSP

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan,. Untuk pendidikan dasar dibawahb koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP, serta mempertibangkan komite sekolah serta melalui anak.

(14)

C. Prinsip Pengembangkan KTSP

Prinsip pengembangan KTSP adalah :

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepadan Tuhan Yang Maha Esa.

2. Beragam dan terpadu

3. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan ragam karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku bangsa, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan gender.

4. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan , teknologi, dan seni. 5. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

6. Menyeluruh dan berkesinambungan 7. Belajar sepanjang hayat

8. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah

(15)

BAB II TUJUAN A. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar adalah untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B. Visi Sekolah

Menciptakan manusia berilmu pengetahuan, bertehnologi tinggi, terampil, berbudi luhur, beriman dan bertaqwa.

C. Misi Sekolah

1. Meningkatkan taraf serap dalam KBM

2. Meningkatkan siswa dalam berprestasi dalam UAS menuju SLTP.

3. Meningkatkan kebiasaan beribadah di alam keluarga, sekolah dan masyarakat. 4. Menanamkan nilai-nilai sopan santun dan kebiasaan saling menghormati

5. Meningkatkan kemampuan guru dalam bidang iptek, dan agama melalui PKG, Diklat, Seminar, penataran dan pengkajian

6. Memotivasi dan meningkatkan ketrampilan guru sebagai SDM yang potensional di bidang seni, karya dan prakarsa terhadap siswa.

D. Tujuan Sekolah

(16)

BAB III.

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

KOMPONEN KELAS DAN ALOKASIWAKTU I II III IV,V,VI

A. MATA PELAJARAN

1. Pendidikan Agama 3 3 3 3

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2

3. Bahasa Indonesia 6 6 6 6

4. Matematika 6 6 6 6

5. Ilmu Pengetahuan Alam 3 3 3 4

6. Ilmu Pengetahuan Sosial 2 3 3 3

7. Seni Budaya dan Ketrampilan 2 2 2 4

15. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 2 2 2 4 B. MUATAN LOKAL

1. Bahasa Jawa 2 2 2 2

2. Pertanian - - 2 2

3. Bahasa Inggris - - - 2

C. PENGEMBANGAN DIRI 2 *)

1. Pramuka 2. Komputer

5. Kegiatan Seni Budaya

Jumlah Jam mengajar/Minggu 30 31 31 36

*) Ekuivalen 2 jam pelajaran

A. Mata Pelajaran

(17)

Cakupan Kelompok mata pelajaran sebagai barikut : Kelompok Mata

Pelajaran

Cakupan

1. Agama dan Akhlak mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

2. Kewarganegaraan dan Keperibadian

Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Keperibadian dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik atas status, hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak – hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup. Kesetaraan jender, demokrasi, tanggung jawab social, ketaatan pada hokum, ketaatan membayar pajak, sikap perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme, serta sadar dalam penggunaan alat transportasi di jalan raya beserta tata tertib lalu lintas/Undang-undang lalu lintas.

3. Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi

Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan tehnologi serta menanamkan kebiasaan berfikir dan perilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.

(18)

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. 5. Jasmani, Olah Raga dan

Kesehatan

Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbatasan dari perilaku seksual bebas, kacanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, mutaber dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Struktur kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun melalui kelas 1 sampai dengan kelas VI. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kopetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung, UPTD Pendidikan Kecamatan Geyer Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaraan yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh suatu pendidikan.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat peminat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengambengan diri difasilitasi dan dibimbing oleh konselor guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karier peserta didik.

b. Subtansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “ IPA terpadu “ dan “ IPS terpadu “ . c. Pembelajaran pada kelas I s.d kelas III dilaksanakan melalui pendekatan tematik,

(19)

d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam kurikulum.

e. Alokasi waktu 1 jam pembelajaran adalah 35 menit

f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester ) adalah 41 minggu.

B. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan kepentingan siswa dengan ciri khas dan potensi daerah termasuk keunggulan daerah.

1. Bahasa Jawa

Berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 895.5/01/2005 tanggal 23 Februari 2005 untuk jenjang pendidikan SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs dan SMA/SMALB/SMK/MA Negeri dan swasta sebagai Mata Pelajaran Mulok wajib di Provinsi Jawa Tengan adalah Bahasa Jawa. Untuk itu Mulok Provinsi Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung adalah Mata Pelajaran Bahasa Jawa. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan dan ketrapilan berkomunikasi peserta didik dengan menggunakan bahasa daerahnya.

2. Pertanian

Karena masyarakat di Kabupaten Grobogan pada umumnya bekerja sebagai petani, maka dari itu untuk muatan lokal Kabupaten Grobogan adalah Pertanian.

a. Tanaman Pangan

Tujuan adalah :

1). Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan bercocok tanam tanaman pangan padi dan jagung sebagai makanan pokok.

b. Tanaman Holtikultura

Tujuan adalah :

1). Memiliki kemampuan dan ketrampilan bercocok tanam tanaman holtikultura. 2). Memupuk rasa cinta dan kebanggaan terhadap keindahan tanaman holtikultura. 3). Mengembangkan tanaman holtikultura.

3. Bahasa Inggris

Tujuan adalah :

(20)

C. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Pembinaan peserta didik mengenai nilai-nilai Dasar Pendidikan Karakter bangsa yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan di sekolah diintegrasikan dalam berbagai kegiatan akademik dan kesiswaan di berbagai mata pelajaran yang relevan.

Adapun nilai, deskripsi dan indikatornya adalah sebagai berikut :

1. RELIGIUS ;

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Indikator Sekolah

a. Merayakan hari-hari besar keagamaan.

b. Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah.

c. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.

Indikator Kelas

a. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.

b. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.

2. JUJUR ;

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

Indikator Sekolah

a. Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang.

b. Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. c. Menyediakan kantin kejujuran.

d. Menyediakan kotak saran dan pengaduan.

e. Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian.

Indikator Kelas

a. Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. b. Tempat pengumuman barang temuan atau hilang.

(21)

3. TOLERANSI ;

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

Indikator Sekolah

a. Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas.

b. Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.

Indikator Kelas

a. Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.

b. Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. c. Bekerja dalam kelompok yang berbeda.

4. DISIPLIN ;

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Indikator Sekolah

a. Memiliki catatan kehadiran.

b. Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin. c. Memiliki tata tertib sekolah.

d. Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin.

e. Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.

f. Menyediakan peralatan praktik sesuai mata pelajaran/program kecakapan.

Indikator Kelas

a. Membiasakan hadir tepat waktu. b. Membiasakan mematuhi aturan.

c. Penyimpanan dan pengeluaran alat dan bahan (sesuai program kecakapan).

5. KERJA KERAS ;

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Indikator Sekolah

a. Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.

(22)

Indikator Kelas

a. Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.

b. Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar. c. Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja.

d. Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar.

6. KREATIF ;

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

Indikator Sekolah

Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.

Indikator Kelas

a. Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif. b. Pemberian tugas yang menantang munculnya karya-karya baru baik yang autentik

maupun modifikasi.

7. MANDIRI ;

Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Indikator Sekolah

Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik.

Indikator Kelas

Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri.

8. DEMOKRATIS ;

Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

Indikator Sekolah

a. Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. b. Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan. c. Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka.

Indikator Kelas

a. Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat. b. Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka.

c. Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat.

(23)

9. RASA INGIN TAHU

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.

Indikator Sekolah

a. Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah.

b. Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

Indikator Sekolah

a. Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu. b. Eksplorasi lingkungan secara terprogram.

c. Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik).

10. SEMANGAT KEBANGSAAN;

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Indikator Sekolah

a. Melakukan upacara rutin sekolah.

b. Melakukan upacara hari-hari besar nasional.

c. Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional. d. Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. e. Mengikuti lomba pada hari besar nasional.

Indikator Kelas

a. Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku, etnis, status sosial-ekonomi. b. Mendiskusikan hari-hari besar nasional.

11. CINTA TANAH AIR ;

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Indikator Sekolah

a. Menggunakan produk buatan dalam negeri.

b. Menyediakan informasi (dari sumber cetak, elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.

(24)

Indikator Kelas

a. Memajangkan: foto presiden dan wakil presiden, bendera negara, lambang negara, peta Indonesia, gambar kehidupan masyarakat Indonesia

b. Menggunakan produk buatan dalam negeri.

12. MENGHARGAI PRESTASI;

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain.

Indikator Sekolah

a. Memberikan penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah. b. Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.

Indikator Kelas

a. Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik. b. Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.

c. Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi.

13. BERSAHABAT/ KOMUNIKTIF;

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

Indikator Sekolah

a. Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. b. Berkomunikasi dengan bahasa yang santun.

c. Saling menghargai dan menjaga kehormatan. d. Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban.

Indikator Kelas

a. Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik. b. Pembelajaran yang dialogis.

c. Guru mendengarkan keluhan-keluhan peserta didik.

d. Dalam berkomunikasi, guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik.

14. CINTA DAMAI;

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya

Indikator Sekolah

a. Menciptakan suasana sekolah dan bekerja yang nyaman, tenteram, dan harmonis. b. Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.

(25)

Indikator Kelas

a. Menciptakan suasana kelas yang damai.

b. Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. c. Pembelajaran yang tidak bias gender.

d. Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang.

15. GEMAR MEMBACA;

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

Indikator Sekolah

a. Program wajib baca.

b. Frekuensi kunjungan perpustakaan.

c. Menyediakan fasilitas dan suasana menyenangkan untuk membaca.

Indikator Kelas

a. Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik. b. Frekuensi kunjungan perpustakaan.

c. Saling tukar bacaan.

d. Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi.

16. PEDULI LINGKUNGAN;

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Indikator Sekolah

a. Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. b. Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan.

c. Menyediakan kamar mandi dan air bersih. d. Pembiasaan hemat energi.

e. Membuat biopori di area sekolah.

f. Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik.

g. Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik. h. Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik.

i. Penanganan limbah hasil praktik. j. Menyediakan peralatan kebersihan. k. Membuat tandon penyimpanan air. l. Memrogramkan cinta bersih lingkungan.

Indikator Kelas

a. Memelihara lingkungan kelas.

b. Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas. c. Pembiasaan hemat energi.

(26)

17. PEDULI SOSIAL;

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

Indikator Sekolah

a. Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial. b. Melakukan aksi sosial.

c. Menyediakan fasilitas untuk menyumbang.

Indikator Kelas

a. Berempati kepada sesama teman kelas. b. Melakukan aksi sosial.

c. Membangun kerukunan warga kelas.

18. TANGGUNG JAWAB;

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Indikator Sekolah

a. Membuat laporan setiap kegiatan yang dilakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis. b. Melakukan tugas tanpa disuruh.

c. Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat. d. Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas.

Indikator Kelas

a. Pelaksanaan tugas piket secara teratur. b. Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah. c. Mengajukan usul pemecahan masalah.

D. Pengembangkan Diri

Pengembangkan diri adalah suatu kegiatan yang bertujuan memberi kesempatan seluas – luasnya kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan kondisi sekolah.

Kegiatan pembiasan diri ini dikandung maksud untuk mengembangkan sikap sesuai dengan tingkat dan kehidupan tingkat kelak.

1. Pramuka

Tujuannya adalah:

a. Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi b. Melatih siswa untuk terampil dan mandiri

(27)

2. Olahraga

Tujuannya adalah:

a. Sebagai pengembangan olahraga

b. Membentuk tim Volley ball dan atletik yang handal

3. Kegiatan Seni dan Budaya

Tujuannya adalah:

a. Sebagai pengembangan Seni Rupa, Musik, dan Tari b. Pengembanga seni baca Al-Qur'an dan kaligrafi

4. Dokter kecil

Tujuannya adalah:

a. Melatih anak melayani teman – teman dalam bidang kesehatan b. Membina kesehatan kepada teman – teman dan diri sendiri

E. Pengaturan Beban Belajar

Idealnya beban belajar menggunakan sistim paket dengan beban belajar maksimal 40 jam pelajaran perminggu. Satu jam pelajaran 35 menit dengan rincian sebagai berikut:

Kelas II = 44.485 menit III = 45.920 menit

(28)

F. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran ditentukan oleh guru mata pelajarandengan mempertimbangkan materi esensial, kompleksitas, intake siswa,dan daya dukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.

NO. KOMPONEN IKETUNTASAN BELAJARII III IV V VI A Mata pelajaran :

1. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia

4. Matematika

5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial

7. Seni Kebudayaan dan Keterampilan 8. Pendidikan Jasmani dan Olahraga

75 75 75 75 75 75

B Muatan Lokal : 1. Bahasa Jawa

G. Kenaikan Kelas dan Kelulusan 1. Kenaikan Kelas

Kriteria pembobotan nilai raport diatur sebagai berikut :

Nilai raport diambil dari nilai rata-rata ulangan harian (P), nilai ulangan tengah smester (Q), nilai ulangan umum smester II (R) dengan rumus :

Penentuan kenaikan kelas :

a. Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun.

b. Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal.

c. Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama apabila :

 Jika siswa tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran.

(29)

 Jika karena alasan yang kuat misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.

 Berikut ini contoh ketuntasan belajar :

Semester Rata-rata KKM #) Rata-rata Nilai ##)

Ganjil 70 75

Genap 70 65

Rata-rata 70 70

#)Rata-rata KKM adalah rerata KKM semua dalam satu mata pelajaran

##)Rata-rata nilai adalah rerata nilai semua aspek dalam satu mata pelajaran Kesimpulan untuk mata pelajaran tersebut di atas adalah :tuntas

Semester Rata-rata KKM #) Rata-rata Nilai ##)

Ganjil 70 60

Genap 70 75

Rata-rata 70 67,5

#)Rata-rata KKM adalah rerata KKM semua dalam satu mata pelajaran

##)Rata-rata nilai adalah rerata nilai semua aspek dalam satu mata pelajaran Kesimpulan untuk mata pelajaran tersebut di atas adalah :tidak tuntas

d. Siswa yang dinyatakan naik kelas rapornya dituliskanNaik ke kelas. e. Siswa yang tidak naik kelas harus mengulang di kelasnya.

2. Kelulusan

Sesuai dengan ketentuan PP 19 / 2005 Pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah :

a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

b. Memperoleh nilai minimal baik baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

c. Lulus ujian sekolah / madarasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tehnologi.

d. Lulus Ujian Nasional

e. Standar Nilai Kelulusan untuk kelas 6 adalah 3,50 untuk setiap mata pelajaran dengan nilai rata-rata adalah 6,00.

H. Pendidikan Kecakapan Hidup

(30)

PROGRAM PEMBELAJARAN KECAKAPAN HIDUP

KELAS MATERI

I 1. Pengenalan bagian – bagian computer. 2. Games

II 1. Menghidupkan dan mematikan dengan urutan yang benar. 2. Games

III 1. Mengetik huruf dan angka 2. Games

IV 1. Mengetik surat pertamaku 2. Games

V 1. Membuat dan mengetik surat

2. Membuat kolom / tabel jadwal mata pelajaran VI 1. Membuat surat

2. Menghitung

3. Pengenalan internet

I. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Ketrapilan lokal dan global di Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung adalah membuat kerajinan dari bambu.

PROGRAM KETRAMPILAN LOKAL DAN GLOBAL

KELAS MATERI

I 1. Pengenalan bahan yang digunakan untuk menghaluskan bamboo 2. Mengaplas bambu

II 1. Mengamplas bambu 2. Memelitur bahan

III 1. Mendempul bambu yang berlubang 2. Mengamplas bambu

3. Memelitur bambu

IV 1. Mendempul bambu yang berlubang 2. Mengamplas bambu

3. Memelitur bambu

V 1. Membentuk bambu menjadi benda 2. Mendempul bambu

3. Mengamplas bambu 4. Memelitur bambu

VI 1. Membentuk bambu menjadi benda 2. Mendempul bambu

3. Mengamplas bambu 4. Memelitur bambu

(31)

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF KALENDER PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Juli 2015 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 5 12 19 26 0 1-8 Libur Semester Genap Senin 6 13 20 27 1 9-11 MOS

Selasa 7 14 21 28 1 17-18 Libur Idul Fitri Rabu 1 8 15 22 29 1 30 Halal Bihalal Kamis 2 9 16 23 30 2

Jum’at 3 10 17 24 31 2 Sabtu 4 11 18 25 2

Jumlah HBE 9

Agustus 2015 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 2 9 16 23 30 0 17 Upacara HUT RI Senin 3 10 17 24 31 4

Selasa 4 11 18 25 4 Rabu 5 12 19 26 4 Kamis 6 13 20 27 4 Jum’at 7 14 21 28 4 Sabtu 1 8 15 22 29 5

(32)

September 2015 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 6 13 20 27 0 24 Hari Raya Idul Adha Senin 7 14 21 28 4

Selasa 1 8 15 22 29 5 Rabu 2 9 16 23 30 5 Kamis 3 10 17 24 3 Jum’at 4 11 18 25 4 Sabtu 5 12 19 26 4

Jumlah HBE 25

Oktober 2015 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 4 11 18 25 0 1 Upaca Kesaktian Pancasila Senin 5 12 19 26 4 14 Tahun Baru Hijriyah 1437 Selasa 6 13 20 27 4 28 Upacara Hari Besar Nas. Rabu 7 14 21 28 3

Kamis 1 8 15 22 29 5 Jum’at 2 9 16 23 30 5 Sabtu 3 10 17 24 31 5

Jumlah HBE 26

Nopember 2015 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 1 8 15 22 29 0 10 Upacara Hari Besar Nas. Senin 2 9 16 23 30 5 25 Hari guru Nas. & HUT PGRI Selasa 3 10 17 24 4

Rabu 4 11 18 25 4 Kamis 5 12 19 26 4 Jum’at 6 13 20 27 4 Sabtu 7 14 21 28 4

(33)

Desember 2015 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 6 13 20 27 0 7-12 Ulangan Akhir Semester Ganjil

Senin 7 14 21 28 2 24 Maulud Nabi Selasa 1 8 15 22 29 3 25 Libur Hari Natal Rabu 2 9 16 23 30 3 21-31 Libur akhir semester I Kamis 3 10 17 24 31 3

Jum’at 4 11 18 25 3 Sabtu 5 12 19 26 3

Jumlah HBE 17

Januari 2016 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 3 10 17 24 31 0 1 Tahun baru 2016 Senin 4 11 18 25 4 2 Libur akhir semester I Selasa 5 12 19 26 4

Rabu 6 13 20 27 4 Kamis 7 14 21 28 4 Jum’at 1 8 15 22 29 4 Sabtu 2 9 16 23 30 4

Jumlah HBE 20

Pebruari 2016 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 7 14 21 28 0 8 Hari Raya Imlek Senin 1 8 15 22 29 5

Selasa 2 9 16 23 4 Rabu 3 10 17 24 4 Kamis 4 11 18 25 4 Jum’at 5 12 19 26 4 Sabtu 6 13 20 27 4

(34)

Maret 2016 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 6 13 20 27 0 9 Hari Raya Nyepi Senin 7 14 21 28 4 25 Wafat Isa Al-Masih Selasa 1 8 15 22 29 5

Rabu 2 9 16 23 30 4 Kamis 3 10 17 24 31 5 Jum’at 4 11 18 25 3 Sabtu 5 12 19 26 4

Jumlah HBE 25

April 2016 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 3 10 17 24 0 Senin 4 11 18 25 4 Selasa 5 12 19 26 4 Rabu 6 13 20 27 4 Kamis 7 14 21 28 4 Jum’at 1 8 15 22 29 5 Sabtu 2 9 16 23 30 5

Jumlah HBE 26

Mei 2016 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 1 8 15 22 29 0 1 Hari Buruh Nasional Senin 2 9 16 23 30 4 2 Upacara Hari Besar Selasa 3 10 17 24 31 5 5 Hari Isro’ Mi’roj

Rabu 4 11 18 25 4 23-28 Ulangan Akhir Semester Genap

Kamis 5 12 19 26 3 Jum’at 6 13 20 27 4 Sabtu 7 14 21 28 4

(35)

Juni 2016 HBE Kegiatan

Tanggal Uraian

Minggu 5 12 19 26 0 4 Penerimaan Raport Senin 6 13 20 27 0 6-30 Libur akhhr semester 2 Selasa 7 14 21 28 0

Rabu 1 8 15 22 29 1 Kamis 2 9 16 23 30 1 Jum’at 3 10 17 24 1 Sabtu 4 11 18 25 1

Jumlah HBE 4

Asemrudung, Juli 2016 Penyusun

Marmin, S.Pd.SD.

(36)

BAB V PENUTUP

Untuk mewujudkan Pembangunan Nasional di bidang pendidikan diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggara pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan tahap perkembangan peserta didik dengan lingkungan masyarakat dan kebutuhan pembangunan.

Bagi sekolah dasar agar dapat melaksanakan tugas di depan kelas dalam menyampaikan materi kepada anak didik dapat terarah mengenai sasaran perlu kiranya menyiapkan seperangkat pembelajaran sebelum memasuki kelas. Guru merupakan personal yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dalam upaya mencapai tujuan pendidikan dan menentukan mutu pendidikan. Oleh karena itu apa yang terjadi di kelas harus disadari sepenuhnya, direncanakan secara baik dan dilaksanakan dengan konsisten dan konsekwen.

Persiapan mengajar disusun berdasarkan pedoman yang digariskan dalam kurikulum. Untuk masa sekarang kurikulum yang terpakai adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum tersebut disusun berdasarkan musyawarah antara Kepala Sekolah bersama Dewan Guru sebagai pedoman pelaksanaannya.

Akhirnya pedoman yang ringkas tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar ini bermanfaat bagi kita, utamanya bagi guru yang bertugas dan berhadapan langsung dengan anak di depan kelas. Semoga.

Demikian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Sekolah Dasar Negeri 1 Asemrudung kami susun. Kami sadar bahwa dalam proses penyusunan masih banyak kekurangan baik dalam penyusunan kata, kalimat dan data yang belum sesuai apa yang diharapkan oleh semua pihak oleh sebab itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kami menerima tanggapan, kritikan, masukan dan bimbingan demi kesempurnaan kurikulum ini.

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam berkarya.

Ketua Komite

Parjono

Kepala Sekolah

Marmin, S.Pd.SD.

(37)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum, 2010. “Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Badan Standar Nasional, 2006. “Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas, 2006. “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depsiknas.

____,2006. “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas. ____,2006. “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24/2006 tentang Pelaksanaan

Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor 420/12941, tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Pada Jalur Pendidikan Formal Tahun Pelajaran 2016/2017.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013, tentang Kurikulum Sekolah Dasar.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...