• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPT Pusat Penjaminan Mutu STTR Cepu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPT Pusat Penjaminan Mutu STTR Cepu"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR

Buku panduan standar pengelolaan ini dibuat dengan maksud dan

tujuan untuk mengatur kebutuhan sarana fisik dan pengelolaan keuangan

untuk kegiatan proses pembelajaran dan belanja pegawai di lingkungan STTR

Cepu. Sehingga kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di

jurusan Teknik Mesin, Sipil dan Elektro dapat dipenuhi sesuai dengan standar

yang ditetapkan oleh sistem penjaminan mutu STTR Cepu.

Buku panduan ini digunakan sebagai acuan atau rambu-rambu dalam

pelaksanaan pemenuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Jurusan

Teknik Mesin, Sipil dan Elektro.

Cepu,

(2)

Pusat Penjaminan Mutu

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

4 DAFTAR ISI

HALAMAN COVER ... 1

PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang ... 4

B. Maksud dan Tujuan ... 4

BAB II STANDAR PENGELOLAN ... A. Pengelolaan Akademik ... 6

B. Pengelolaan Operasional ... 8

C. Pengelolaan Personalia ... 19

D. Pengelolaan Keuangan ... 25

E. Rencana Kerja tahunan ... F. Rencana Kerja Menengah ... BAB IV PENUTUP ... 31

Lampiran

SK Penetapan Panduan Standar Pengelolaan

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional, khususnya BAB XIII Bagian Kesatu, Pasal 46, ayat (1)

bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara

pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Ketentuan itu mempunyai

implikasi yang sangat luas dalam pengelolaannya. Selanjutnya di dalam

ketentuan itu juga disebutkan bahwa sumber dana, pengelolaan dana

pendidikan, dan pengalokasian dana pendidikan akan diatur lebih lanjut

dengan peraturan pemerintah.

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang mencakup

masukan, proses, dan keluaran melibatkan berbagai unsur yang seluruhnya

dituntut agar memiliki mutu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Unsur-unsur terdiri atas silabus, mahasiswa, dosen, piranti dan peralatan,

lingkungan belajar, anggaran, dokumen, peraturan, pembelajaran, kegiatan

pendukung, penelitian, administrasi akademik, layanan akademik, lulusan,

dan pencapaian kompetensi. Salah satu unsur dalam Sistem Penjaminan

Mutu Pendidikan Tinggi (SPMPT) adalah anggaran sebagai unsur yang

sangat penting dalam mendukung keberhasilan sistem itu. Oleh karena itu

selain diperlukan sistem penganggaran yang baku dan dikenal dalam bidang

keuangan, juga sangat bermanfaat jika disertai dengan praktek baik dalam

pengelolaan keuangan dalam SPMPT. Pengelolaan keuangan Di STTR Cepu

diselenggarakan sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan akademik.

Kegiatan pengelolaan keuangan pada satuan pendidikan Di STTR

Cepu dapat diselenggarakan dilaboratorium, jurusan, atau pusat penelitian

(4)

Pusat Penjaminan Mutu

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

6 B. Maksud dan Tujuan

Penjaminan mutu kegiatan pengelolaan keuangan sebagai salah satu

butir mutu dalam penjaminan mutu, bertujuan untuk meningkatkan mutu

pelaksanaan pengelolaan keuangan, meningkatkan mutu proses

pembelajaran, dan meningkatkan relevansi kegiatan pendidikan dengan

rencana anggaran yang telah ditetapkan.

Pengukuran keberhasilan pengelolaan keuangan digunakan sebagai

tolak ukur dalam penjaminan mutu yang dinyatakan dalam bentuk standar.

Standar tersebut harus ditingkatkan secara terus menerus dari waktu ke

waktu, sehingga dapat berkembang dan berkelanjutan. Semakin tinggi standar

yang digunakan dalam pengelolaan keuangan, semakin bermutu hasill

kegiatan yang dibiayai. Inidikator keberhasilan pengelolaan keuangan dalam

SPMPT di STTR Cepu antara lain dapat diukur berdasarkan :

1. Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan;

2. Hasil Pelaksanaan Kegiatan dan Penggunaan Anggaran;

(5)

BAB II

STANDAR PENGELOLAAN

A. Pengelolaan Akademik

1.1 Latar Belakang.

Kegiatan organisasi Akademik / Administrasi pendidikan dapat

diartikan sebagai kegiatan pengelolaan semua kegiatan Tridarma Perguruan

Tinggi dengan mendayagunakan sumber daya dan waktu yang tersedia secara

efektif dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran Perguruan Tinggi.

Administrasi Akademik sebagai suatu sistem yang terkaitan

dengan pengelolaan seluruh kegiatan akademik, merupakan serangkaian

proses yang melibatkan masukan (input) dan keluaran (out put). Rangkaian

proses tersebut merupakan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam

menyelenggarakan tugas dan fungsi perguruan tinggi.

Fungsi adalah ruang lingkup peranan yang harus diselenggarakan

oleh perguruan tinggi sedangkan tugas adalah bidang-bidang kegiatan yang

harus dilaksanakan dalam menyelenggarakan fungsi tersebut.

Mengingat administrasi akademik melibatkan banyak unsur dan

komponen, maka perlu ketentuan-ketentuan yang mengatur seluruh rangkaian

kegiatan tersebut dengan koordinasi sehingga terjadi interaksi antara

perangkat-perangkat atau unit-unit oraganisasi yang terlibat.

1.2. Maksud dan tujuan

Maksud dari penyusunan pedoman organisasi akademik agar jurusan

bisa melaksakan seluruh kegiatan secara tertib dan terjadwal serta dibakukan,

sedang tujuannya adalah terciptanya pedoman yang baku dalam pelaksanaan

(6)

Pusat Penjaminan Mutu

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

8

1.3. Ruang lingkup organisasi akademik.

Organisasi / administrasi Jurusan memberikan dukungan pelayanan

bagi terselenggaranya seluruh proses pendidikan dan pengajaran di lingkungan

Jurusan. Penyelenggaraan proses pendidikan dan pengajaran di lingkungan

jurusan mencakup berbagai macam kegiatan mulai dari penyiapan program

pendidikan dan pengajaran, penyiapan mahasiswa masuk , penyelenggaraan

pendidikan dan pengajaran itu sendiri kemudian evaluasi proses belajar dari

hasil belajar serta pengolahan data dan pelaporan hasil evaluasi.

Pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini melibatkan berbagai unit dan

unsur dalam organisasi Perguruan Tinggi. Dalam banyak hal, penyelesaian

tugas dari satu unit akan mempengaruhi pula kelancaran tugas unit lainnya.

Oleh karena itu pembagian tugas, penjadwalan tugas dan tata kerja yang

dipakai perlu dipahami bersama, disepakati bersama, dan dipatuhi bersama.

Penjabaran tata kerja organisasi administrasi jurusan dilakukan

dengan mengidentifikasi semua tugas dan fungsi jurusan serta membagi

semua tugas dan fungsi tersebut kepada seluruh unit yang terlibat dengan

(7)

BAB II

DASAR DAN ASAS

Buku Panduan ini disusun berdasarkan peraturan

perundang-undangan tentang pendidikan tinggi serta ketentuan-ketentuan serta

pedoman-pedoman yang berlaku bagi penyelenggaraan proses pendidikan tinggi.

Perundang-undangan dan pedoman-pedoman yang dipakai sebagai acuan

antara lain.

- UU No. 20 Tahun 2003 ; Tentang Sistem Pendidikan Nasional

- PP Nomor 60 tahun 1999 ; Tentang Pendidikan Tinggi

- PP No. 19 tahun 2005 ; Tentang Standar Nasional Pendidikan

- Kep. Mendiknas RI No. 118/D/O/2003 tanggal 5 Agustus 2003

tentang ijin Pendirian STTR Cepu.

- Kep Mmendiknas RI No. 171/D/T/2006 tanggal 30 Januari 2006

tentang perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Program Studi Teknik

Mesin Strata Satu Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu.

- Statuta STTR Cepu tahun 2003

- Keputusan Ketua No. 045/D/SK/I/STTR/2007 tanggal 14 Maret

2007 tentang Unit Penjaminan Mutu STTR Cepu.

- Keputusan Ketua No. 046/B/SK/I/STTR/2007 tentang Tim

Monitoring dan Evaluasi Internal STTR Cepu

Beberapa asas pokok yang dijadikan pegangan dalam membenahi

organisasi administrasi jurusan adalah :

- Pendayagunaan semua sumberdaya dan dana yang tersedia tanpa

terlalu banyak menambah beban perguruan tinggi.

- Terselenggaranya proses pendidikan atas dasar sistem kredit secara

permanen dan lancar

(8)

Pusat Penjaminan Mutu

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

10

BAB III

ORGANISASI AKADEMIK

2.1. Tugas dan fungsi

Seluruh bidang tugas yang merupakan cakupan

organisasi/administrasi jurusan harus dibagi untuk semua unit dan unsur

yang terlibat. Setiap bidang tugas dapat melibatkan lebih dari satu unit atau

unsur, serta memerlukan dukungan administrasi dan pelayanan informasi.

Pembagian tugas tersebut diatas memungkinkan dirincinya

tugas-tugas semua unit dan unsur secara jelas dan tegas. Perincian tugas-tugas, tata kerja

dan jadwal pelaporan perlu disepakati, dipahami dan dipatuhi bersama..

2.2. Perumusan Tata Kerja

Tata kerja harus mencerminkan rangkaian langkah-langkah kegiatan

dengan urut serta tata hubungannya dengan unit-unit lain.

Contoh perumusan tata kerja seperti berikut:

SEKRETARIS JURS

LABORATORIUM

ADM JURUSAN UPM

KETUA JURUSAN

(9)

1) Ketua Jurusan

Ketua Jurusan bertugas untuk mengkoordinir jurusan dalam

pelaksanaan proses kegiatan Belajar mengajar, mengembangkan jurusan

sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh jurusan, dalam

melaksanakan tugasnya Ketua Jurusan dibantu oleh seorang sekretaris

jurusan serta bertanggung jawab kepada Ketua STTR Cepu.

2) Sekretaris Jurusan

Sekretaris Jurusan bertugas untuk membantu Ketua Jurusan

dalam melaksanakan program-program jurusan terkait dengan proses

belajar mengajar serta pelaksanaan visi dan misi jurusan. Dalam

melaksanakan tugasnya sekretaris jurusan bertanggung jawab kepada

Ketua Jurusan.

3) Unit Penjaminan Mutu

Unit Penjaminan Mutu Jurusan bertugas untuk melaksanaan

kegiatan penjaminan mutu dan mengawasi pelaksanaan kegiatan

(10)

Pusat Penjaminan Mutu

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

12 4) Administrasi Jurusan

Dalam pelaksanaan kegiatan operasional jurusan dibantu oleh

administrasi Jurusan, dalam melaksanakan tugasnya administrasi jurusan

bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan.

- Administrasi Akademik bertugas untuk melaksanakan kegiatan

administrasi jurusan yang terkait dengan proses akademik (

penyiapan borang-borang PBM, presensi kehadiran mahasiswa,

pengaturan jadwal ujian dsb)

- Administrasi Umum bertugas untuk melaksanakan kegiatan

administrasi jurusan yang terkait dengan layanan kegiatan

mahasiswa ( pembuatan SKM, pengantar PKL, KKL dan kegiatan

administrasi lainnya).

5) Laboratorium Jurusan

Dalam pelaksanaan kegiatan praktikum dan praktek pengelola

laboratorium jurusan bertugas untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan

praktek, mempersiapkan penjadwalan, presensi serta penyiapan material

(11)

BAB VI

PENUTUP

Pelaksanaan kegiatan akademik yang baik harus sesuai dengan pedoman

yang sudah dibakukan, dikoordinasikan dengan semua unit lain yang terkait.

Selalu diawali dengan perencanaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan dan diakhiri

dengan evaluasi. Tindak lanjut dari hasil evaluasi pelaksanaan yang terdahulu

semestinya dipakai sebagai pijakan untuk melaksanakan kegiatan akademik

berikutnya.

Pedoman penyusunan organisasi akademik dilaksanakan sejak tahun

2007 dan harus ditinjau setiap 3 tahun sekali, untuk mengantisipasi berbagai

Referensi

Dokumen terkait

PEDOMAN STANDAR ISI/KURIKULUM (Pasal 5-18 PP No 19 Tahun 2005). PUSAT

19) Mata Kuliah : Mekanika Fluida 2/0 sks Pokok Bahasan : Memberikan pengetahuan agar dapat memanfaatkan prinsip mekanika fluida untuk perencanaan bangunan sipil yang berkaitan dan

1. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam

HALAMAN COVER ... Latar Belakang ... Maksud dan Tujuan ... Ruang Kuliah ... Ruang Perpustakaan ... Ruang Laboratorium/Bengkel ... Ruang Pimpinan, Dosen, Tata Usaha dan Kantin.

bahwa dalam rangka ketertiban, kelancaran, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu, perlu segera ditetapkan

Lingkup manual meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar dosen, standar penilaian hasil belajar, standar sarana dan prasarana, standar

Untuk bisa mengukur keberhasilan proses belajar mengajar diperlukan evaluasi berupa penilaian oleh dosen untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan

Lingkup manual meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar dosen, standar penilaian hasil belajar, standar sarana dan prasarana, standar