• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT SUNSON TEXTILE MANUFACTURER Tbk L A P O R A N K E U A N G A N 30 JUNI 2011 DAN 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT SUNSON TEXTILE MANUFACTURER Tbk L A P O R A N K E U A N G A N 30 JUNI 2011 DAN 2010"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

PT SUNSON TEXTILE MANUFACTURER Tbk

L A P O R A N K E U A N G A N

(2)

Rp Rp

ASET LANCAR :

Kas dan bank 2b,j,3,24 2,430,385,453 1,810,752,949 Setara kas yang dibatasi penggunaannya 2c,4,24 520,000,000 520,000,000 Piutang usaha dari pihak ketiga 2d,j,5 197,533,541,268 218,372,673,849

Piutang lain-lain: 2b,23

- Pihak ketiga - 46,599,242 - Pihak yang mempunyai hubungan istimewa -

-Persediaan 2e,6 218,711,492,264 251,101,206,814

Uang muka 2,316,250,800 7,717,585,845

Bayar dibayar di muka 2f 137,253,444 22,960,033 Jumlah Aset Lancar 421,648,923,229 479,591,778,732

ASET TIDAK LANCAR : Aset tetap

(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan Rp. 433.710.994.782 pada tahun 2011 dan

Rp. 416.801.312.468 pada tahun 2010) 2g,7 383,580,820,310 391,965,502,624 Uang Jaminan 901,440,000 901,440,000 Jumlah Aset Tidak Lancar 384,482,260,310 392,866,942,624 JUMLAH ASET 806,131,183,539 872,458,721,356

(Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan)

Catatan ASET

(3)

Rp Rp

KEWAJIBAN LANCAR :

Pinjaman jangka pendek 2j,l,8,24,25 78,406,306,099 89,769,886,985 Hutang usaha kepada pihak ketiga 2j,9,24 32,026,643,364 50,326,230,950

Hutang lain-lain 2b,j,23

- Pihak ketiga - 283,305,000 - Pihak yang mempunyai hubungan istimewa - -Hutang pajak 2m,10 28,881,963,425 52,366,664,934 Biaya masih harus dibayar 11 10,079,235,140 11,177,046,894 Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo

dalam waktu satu tahun 2j,13,24 21,520,319,427 34,537,841,577 Jumlah Kewajiban Lancar 170,914,467,455 238,460,976,340

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR :

Kewajiban pajak tangguhan - Bersih 2m,10 59,943,050,776 57,122,786,942 Laba atas transaksi penjualan dan penyewaan

kembali yang ditangguhkan - Bersih 2h,12 7,054,089,287 7,391,519,129 Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi

bagian yang jatuh tempo dalam waktu

satu tahun 2j,13,24 229,385,293,245 235,116,231,244 Kewajiban imbalan kerja 2k,14 12,105,752,448 11,193,752,448 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 308,488,185,756 310,824,289,763 JUMLAH KEWAJIBAN 479,402,653,211 549,285,266,103

(5,106,250,000)

EKUITAS :

Modal saham - nilai nominal Rp 250,- per saham, modal dasar - 2,000,000,000 saham

modal ditempatkan dan disetor penuh

1,170,909,181 saham 15 292,727,295,250 292,727,295,250 Tambahan modal disetor - Bersih 16 70,622,704,211 70,622,704,211

Defisit (36,621,469,133) (40,176,544,208)

JUMLAH EKUITAS 326,728,530,328 323,173,455,253

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 806,131,183,539 872,458,721,356

(Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan)

Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS

(4)

Catatan 30 JUNI 2011 30 JUNI 2010

Rp Rp

PENJUALAN BERSIH 2i,17 220,353,704,080 222,129,998,755

BEBAN POKOK PENJUALAN 2i,18 204,126,405,237 201,249,778,872

LABA KOTOR 16,227,298,843 20,880,219,883

BEBAN USAHA 2i,20

Beban penjualan 8,865,230,096 10,789,241,900

Beban umum dan administrasi 5,492,265,135 5,221,034,968 Jumlah Beban Usaha 14,357,495,231 16,010,276,868 LABA DARI USAHA 1,869,803,612 4,869,943,015

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Laba selisih kurs - Bersih 2j 19,088,134,106 9,194,283,989 Penjualan sisa kapas 13,515,445,061 17,955,864,369 Penghasilan bunga 13,823,422 12,991,111 Beban bunga dan keuangan 21 (24,039,037,141) (25,443,930,533) Rupa-rupa - Bersih 55,417,170 6,043,953,203 Penghasilan (beban) Lain-lain - Bersih 8,633,782,618 7,763,162,139 LABA SEBELUM MANFAAT

(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 10,503,586,230 12,633,105,154

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN

Kini (4,128,247,321)

-Tangguhan (2,820,263,834) (3,332,125,592)

Jumlah (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan (6,948,511,155) (3,332,125,592)

LABA BERSIH 3,555,075,075 9,300,979,562

PENDAPATAN KOMPREHENSIF -

-LABA (RUGI) SETELAH KOMPREHENSIF 3,555,075,075 9,300,979,562

LABA PER SAHAM DASAR 2n,22

Laba usaha 1.60 4.16

Laba bersih 3.04 7.94

(Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan)

(5)

Tambahan

Modal disetor Defisit

- Bersih

Rp Rp Rp Rp

Saldo Tanggal 31 Desember 2009 292,727,295,250 70,622,704,211 (50,094,868,076) 313,255,131,385

Laba Bersih - - 9,300,979,562 9,300,979,562

Saldo Tanggal 30 Juni 2010 292,727,295,250 70,622,704,211 (40,793,888,514) 322,556,110,947

Laba Bersih - - 617,344,306 617,344,306

Saldo Tanggal 31 Desember 2010 292,727,295,250.00 70,622,704,211.00 (40,176,544,208) 323,173,455,253

Laba Bersih - - 3,555,075,075 3,555,075,075

Saldo Tanggal 30 Juni 2011 292,727,295,250 70,622,704,211 (36,621,469,133) 326,728,530,328 (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan

dari Laporan Keuangan secara keseluruhan)

(6)

30 JUNI 2011 30 JUNI 2010

Rp Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 254,754,032,870 246,380,746,871 Pembayaran kas kepada :

Pemasok (118,578,773,059) (129,517,657,313)

Gaji, upah dan tunjangan (19,903,073,172) (19,408,433,937) Pembayaran kas atas biaya produksi

lainnya dan beban usaha (60,048,049,420) (52,535,525,857) Kas yang dihasilkan dari operasi 56,224,137,219 44,919,129,764 Pembayaran untuk beban keuangan (24,039,037,141) (25,443,930,533) Penerimaan penghasilan bunga 13,823,422 12,991,111 Pembayaran untuk beban operasi

lainnya - bersih (2,472,867,048) (5,921,804,419) Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk)

Aktivitas Operasi 29,726,056,452 13,566,385,923

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan aset tetap (8,525,000,000) (14,825,832,189) Arus Kas Digunakan untuk

Aktivitas Investasi (8,525,000,000) (14,825,832,189)

ARUS KAS DARI

AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan pinjaman jangka pendek

dan jangka panjang - 98,604 Pembayaran pinjaman jangka pendek

dan jangka panjang (20,581,423,948) (1,757,918,473) Arus Kas (Digunakan untuk)

diperoleh dari aktivitas pendanaan (20,581,423,948) (1,757,819,869)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH DALAM

KAS DAN BANK 619,632,504 (3,017,266,135)

KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 1,810,752,949 6,144,933,788

KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 2,430,385,453 3,127,667,653

(Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan)

(7)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 1. U M U M

a. Pendirian

PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (“Perusahaan”) bertempat kedudukan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia didirikan dengan nama “PT Sandang Usaha Nasional Indonesia Tekstil Industri” sesuai dengan Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 yang telah dirubah dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970, berdasarkan akta Notaris Widyanto Pranamihardja, S.H., No. 20 tanggal 18 Nopember 1972. Perubahan dengan akta Notaris yang sama No. 47 tanggal 28 Mei 1976. Akta pendirian ini dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/375/10 tanggal 16 Agustus 1976 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 74 tanggal 17 September 1977, Tambahan No. 549, Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain dengan akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 34 tanggal 20 Februari 2008 yang dibuat dihadapan Dr. Wiratni Ahmadi, S.H., Notaris di Bandung, mengenai perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU 68856.AH.01.02.Th.2008 tanggal 24 September 2008, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 7 tanggal 22 Januari 2010, Tambahan No. 644. Perubahan terakhir dengan akta Notaris Yohana Noor Indrajati, S.H., No. 05 tanggal 17 Juni 2009 mengenai, antara lain, perubahan susunan anggota Dewan Direksi dan Komisaris Perusahaan. Perubahan terakhir ini telah dilaporkan kepada dan dicatat didalam database Sistem Administrasi Badan Hukum

(SISMINBAKUM) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

No. AHU-AH.01.10-15571 tanggal 10 September 2009.

Sesuai dengan Pasal 3 angggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan utama Perusahaan meliputi usaha di bidang industri tekstil terpadu termasuk memproduksi dan menjual benang, kain dan produk tekstil lainnya serta melakukan perdagangan umum.

Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1973. Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Ranggamalela No. 27, Bandung dan lokasi utama bisnis Perusahaan terletak di Jl. Raya Rancaekek Km 25,5 Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada bulan Agustus 1997, Perusahaan melakukan penawaran umum sebanyak 80.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham yang ditawarkan dengan harga Rp 800 per saham. Pernyataan pendaftaran untuk penawaran umum saham tersebut telah dinyatakan efektif oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dalam surat No. S-1709/PM/1997 tanggal 28 Juli 1997.

Pada tanggal jatuh temponya 10 Oktober 1997, obligasi konversi Perusahaan berjumlah USD 18.000.000 dikonversi menjadi saham sebanyak 68.047.500 saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham pada nilai konversi Rp 576,90 per saham.

Perusahaan mencatatkan kembali seluruh saham pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 24 Oktober 1997 dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 23 Oktober 1997.

Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada tanggal 10 Agustus 1999 yang dinyatakan dalam akta Notaris Nanny Sukarja, S.H., No. 6 dan 7 tanggal 10 Agustus 1999, para Pemegang Saham Perusahaan antara lain menyetujui perubahan nilai nominal saham (stock split) dari Rp 500 per saham menjadi Rp 250 per saham. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. C-15994. HT.01.04.TH.1999 tanggal 6 September 1999 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 81 tanggal 8 Oktober 1999, tambahan No. 272. Pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) tersebut dilakukan dengan jadwal sebagai berikut :

(8)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1. U M U M (Lanjutan)

Mulai permohonan penukaran Surat Kolektif Saham (SKS) lama 20 September 1999

Mulai penyerahan SKS nominal baru 24 September 1999

Mulai perdagangan SKS nominal baru 27 September 1999

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 20 Februari 2008, yang dinyatakan dalam akta Notaris Wiratni Ahmadi, S.H., No. 33 tanggal 20 Februari 2008, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui :

a. Penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam rangka konversi sebagian utang Perusahaan kepada East Rise Capital Limited dan Easefull Enterprise Ltd menjadi saham Perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 334.202.181 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 83.550.545.250, yang diambil bagian oleh East Rise Capital Limited sebanyak 169.806.783 saham dan Easefull Enterprise Ltd sebanyak 164.395.398 saham.

b. Perubahan Pasal 4 Ayat 2 dan 3 Anggaran Dasar Perusahaan.

Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut di atas telah diterima dan dicatat di dalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-6238 tanggal 17 Maret 2008.

Direksi PT Bursa Efek Indonesia telah menyetujui pencatatan saham baru sebanyak 334.202.181 saham tersebut di atas dengan Surat No. S-01627/BEJ.PSR/03-2008 tanggal 24 Maret 2008, saham Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berjumlah 1.170.909.181 saham.

c. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut :

2011 2010

Komisaris Utama Sundjono Suriadi Sundjono Suriadi

Komisaris Ny Mariah Suriadi Ny Mariah Suriadi

Komisaris Sidarto Danusubroto Sidarto Danusubroto

Komisaris Bernardi Widjajakusuma Bernardi Widjajakusuma

Komisaris Independen

Ali Senitro Ali Senitro

Komisaris Independen

Sutomo Sutomo

Direktur Utama Purnawan Suriadi Purnawan Suriadi

Direktur Fransiscus Hadyanto Fransiscus Hadyanto

Direktur Edduardus Gunawan Edduardus Gunawan

Jumlah gaji dan tunjangan yang diberikan kepada anggota Dewan Komaris dan Direksi masing-masing sebesar Rp 566.000.000 dan Rp 564.000.000 untuk tahun 2011 dan 2010 (Tidak diaudit).

Perusahaan mempunyai sekitar 3.075 dan 3.441 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 (Tidak diaudit)

(9)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING

Kebijakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan yang diterapkan oleh Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Prinsip-prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut :

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi dan praktik yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang ditetapkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) bagi emiten atau perusahaan publik.

Laporan keuangan disusun berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur dengan dasar sebagaimana dijelaskan di dalam kebijakan akuntansi terkait.

Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung, yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan yang digunakan untuk panyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp).

b. Transaksi dengan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau tidak dilakukan berdasarkan persyaratan dan kondisi yang sama dengan yang diberlakukan kepada pihak ketiga telah diungkapkan dalam laporan keuangan.

c. Setara Kas

Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan sebagai jaminan diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.

Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya atau dijaminkan diklasifikasikan sebagai “Setara Kas yang Dibatasi Penggunaannya”.

d. Piutang Usaha

Piutang usaha dicatat dalam jumlah kotor dikurangi penyisihan piutang ragu. Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan keadaan masing-masing akun pelanggan pada akhir tahun. e. Persediaan

Efektif tanggal 1 Januari 2009, Perusahaan menerapkan PSAK No. 14 (Revisi 2008), ”Persediaan”, yang menggantikan PSAK No. 14 (1994), ”Persediaan”. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan.

(10)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Perusahaan menentukan biaya perolehan dengan menerapkan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method). Persediaan barang jadi dan barang dalam proses mencakup alokasi yang layak atas biaya produksi.

Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

Penyisihan untuk persediaan usang, jika diperlukan, ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan fisik persediaan pada akhir tahun.

f. Biaya Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di Muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

g. Aset Tetap

Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan”. Perusahaan telah melakukan revaluasi aset sebelum penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2007) dan memilih model biaya, maka nilai revaluasi aset tetap tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (“deemed cost”) dan biaya perolehan tersebut adalah nilai pada saat PSAK No. 16 (Revisi 2007) diterbitkan. Seluruh saldo selisih nilai revaluasi aset tetap yang masih dimiliki pada saat penerapan pertama kali PSAK 16 (Revisi 2007) yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca telah direklasifikasi ke saldo laba pada tahun 2008

(Catatan 15).

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai (jika ada). Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi rutin yang signifikan dilakukan, yang merupakan suatu kondisi untuk menentukan kelangsungan operasional suatu jenis aset tetap, biaya atas masing-masing inspeksi signifikan tersebut diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) asset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi criteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.

Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat laporan, sebagai berikut :

Tahun/Years

Bangunan dan prasarana 20

Mesin dan peralatan 20

Instalasi 15

Inventaris kantor dan pabrik 10

Kendaraan bermotor 5

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

(11)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

Biaya pinjaman, termasuk rugi selisih kurs, yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan atau konstruksi aset tetap dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat aset tersebut telah selesai dan siap untuk digunakan. Pada tahun 2011 dan 2010 tidak terdapat biaya pinjaman yang dikapitalisasi.

Sesuai dengan PSAK No. 47, ”Akuntansi Tanah” perolehan tanah setelah tanggal 1 Januari 1999 dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan atas tanah, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode pemilikan hak atas tanah.

Selanjutnya PSAK No. 48, ”Penurunan Nilai Aktiva”, mengharuskan nilai aset dikaji ulang atas kemungkinan penurunan pada nilai wajarnya yang disebabkan oleh peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan nilai tercatat aset mungkin tidak dapat dipulihkan.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di review, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

h. S e w a

Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), “Sewa”, yang menggantikan PSAK No. 30 (1990), “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansi seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.

Pada awal masa sewa, Lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Beban keuangan dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa. Aset sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan disusutkan konsisten dengan metode yang sama yang digunakan untuk aset yang dimiliki sendiri, atau disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat aset sewaan, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Selisih lebih hasil penjualan dan nilai tercatat yang terjadi dari suatu transaksi jual dan sewa-balik (“sale-and-leaseback”) yang merupakan sewa pembiayaan ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (“straight-line method”) selama sisa manfaat aset yang bersangkutan.

(12)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

i. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari pnjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan pengiriman (“FOB Shipping Point”). Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat pengiriman barang kepada palanggan. Beban diakui pada saat terjadinya.

j. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan nilai kurs rata-rata antara kurs jual dan kurs beli yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada hari terakhir transaksi perbankan pada tahun tersebut. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Kurs yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

2011 2010

1 Dolar Amerika Serikat 8.597 8.991

k. Imbalan Kerja Karyawan

Perusahaan mengakui kewajiban kerja karyawan berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (“Undang-Undang”) dan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”. Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”, beban imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-undang dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuaris project-unit-credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui dari masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui secara merata selama rata-rata taksiran sisa masa kerja dari para pekerja.

Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut telah menjadi hak (vested). Sebaliknya, akan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan.

l. Restrukturisasi Pinjaman

Perusahaan mencatat restrukturisasi pinjaman sesuai dengan PSAK No. 24, “Akuntansi Restrukturisasi Hutang Bermasalah”, yang mengharuskan Perusahaan untuk menghitung estimasi jumlah pembayaran termasuk bunga dalam periode pinjaman. Apabila jumlah pembayaran di masa depan melebihi jumlah pinjaman yang tercatat, tidak ada kerugian dari restrukturisasi yang diakui. Apabila jumlah pembayaran di masa depan kurang dari jumlah pinjaman yang tercatat, selisihnya dicatat sebagai keuntungan dari restrukturisasi pinjaman.

(13)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

m. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer pada setiap tanggal laporan antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial aset dan kewajiban untuk tujuan perpajakan. Manfaat pajak masa yang akan datang, seperti rugi pajak yang dapat dikompensasi, juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat tersebut dapat direalisasi.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau kewajiban dilunasi, yaitu dengan tariff pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal neraca.

Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Perubahan atas kewajiban perpajakan dicatat ketika ketetapan pajak diterima atau jika keberatan diajukan oleh Perusahaan, ketika hasil dari keberatan tersebut telah ditentukan.

n. Laba Per Saham

Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba Per Saham”, Laba usaha dan laba bersih per saham dihitung dengan membagi masing-masing laba usaha dan saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan (setelah dikurangi dengan saham yang dibeli kembali).

o. Informasi Segmen

Sehubungan dengan penerapan PSAK No. 5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen”, Perusahaan menyajikan informasi keuangan berdasarkan segmen usaha dan segmen geografis. Sesuai dengan struktur organisasi dan manajemen serta sistem pelaporan internal Perusahaan, Informasi segmen primer disajikan berdasarkan segmen usaha dan informasi segmen sekunder disajikan berdasarkan segmen geografis.

Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

p. Penggunaan Estimasi

Penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan adanya unsur ketidakpastian dalam penetapan estimasi, maka mendatang mungkin dapat berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut.

(14)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

3. KAS DAN BANK

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Kas 1.346.906.408 1.396.070.452

Bank

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah

PT Bank Bisnis International 252.388.690 237.429.136

Pihak ketiga Rupiah

PT Bank Pan Indonesia Tbk 680.773.603 5.521.181

PT Bank Central Asia Tbk 27.913.273 2.399.012

PT Bank Chinatrust Indonesia 1.485.034 1.806.034

The Royal Bank of Scotland 1.062.204 1.593.204

The Hongkong and Shanghai

Banking Corporation Limited 2.427.215 2.031.665

PT United Overseas Bank Indonesia 3.775.353 2.977.905

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 11.644.250 12.794.219

Jumlah Rupiah 981.469.622 266.552.356

Dolar AS

The Hongkong and Shanghai

Banking Corporation Limited 14.018.096 38.040.471

PT Bank Pan Indonesia Tbk 6.216.491 9.287.523

PT United Overseas Bank Indonesia 1.948.682 16.012.791

PT Bank Chinatrust Indonesia 43.079.739 26.324.299

The Royal Bank of Scotland 8.459.878 26.916.087

PT Bank Central Asia Tbk 11.149.105 12.935.442

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.589.346 8.513.758

PT.Permata Bank - -

PT Bank CIMB Niaga Tbk 9.548.086 10.099.770

Jumlah Dolar AS 102.009.423 148.130.141

Jumlah Bank 1.083.479.045 414.682.497

Jumlah Kas dan Bank 2.430.385.453 1.810.752.949

4. SETARA KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA

Deposito berjangka yang ditempatkan pada PT Bank Mandiri(Persero) Tbk dibatasi penggunaannya

sehubungan dengan pinjaman yang diperoleh dari bank yang sama (Catatan 8). Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, saldo setara kas yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar

Rp 520.000.000.

Deposito berjangka dalam Rupiah memperoleh tingkat bunga tahunan berkisar antara 5,25% sampai dengan 5,50% pada tahun 2011 dan 5,25% sampai dengan 6,25% pada tahun 2010.

(15)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

5. PIUTANG USAHA

Akun ini merupakan piutang usaha kepada pihak ketiga terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Pelanggan dalam negeri 194.608.206.378 207.482.309.814

Pelanggan luar negeri 2.925.334.890 10.890.364.035

Jumlah Piutang Usaha 197.533.541.268 218.372.673.849

Analisis piutang usaha berdasarkan umur piutang pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Sampai dengan 1 bulan 17.215.480.155 59.193.091.542

> 1 bulan – 2 bulan 10.423.052.130 40.262.673.989 > 2 bulan – 3 bulan 16.113.113.234 27.472.619.348 > 3 bulan – 4 bulan 17.551.284.911 10.058.937.909 > 4 bulan 136.230.610.838 81.385.351.061 Jumlah 197.533.541.268 218.372.673.849

Rincian piutang usaha berdasarkan jenis mata uang :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Rupiah 194.608.206.378 207.482.309.814

Mata uang asing 2.925.334.890 10.890.364.035

Jumlah 197.533.541.268 218.372.673.849

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang usaha dapat tertagih.

Piutang usaha sebesar Rp 25 miliar dan Rp 28,8 miliar masing-masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, digunakan sebagai jaminan atas pinjaman tertentu yang diperoleh seperti dijelaskan pada Catatan 8 dan 13.

6. PERSEDIAAN

Persediaan terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Bahan baku 147.629.086.364 165.186.830.693

Barang dalam proses 5.299.751.218 6.605.054.314

Barang jadi 63.607.930.325 75.825.550.660

Bahan pembantu 1.246.864.107 2.140.317.058

Suku Cadang 927.860.250 1.343.454.089

(16)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

6. PERSEDIAAN (Lanjutan)

Berdasarkan hasil penelahaan terhadap persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersihnya, sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut.

Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran, kebanjiran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai keseluruhan pertanggungan masing-masing sejumlah Rp 70.030.000.000 pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, yang berdasarkan pendapat manajemen Perusahaan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan terhadap risiko yang dipertanggungkan.

Persediaan dengan nilai tercatat keseluruhan sejumlah Rp 215 miliar dan Rp 249 miliar masing-masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman tertentu yang diperoleh, seperti yang dijelaskan dalam Catatan 8 dan 13.

7. ASET TETAP

Aset tetap terdiri dari :

Tanggal 30 Juni 2011

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Nilai tercatat Pemilikan langsung

Tanah 127.335.297.698 - - - 127.335.297.698

Bangunan dan prasarana 44.770.583.761 - - - 44.770.583.761

Mesin dan peralatan 613.699.830.792 8.525.000.000 - - 622.224.830.792

Instalasi 12.298.711.418 - - - 12.298.711.418

Inventaris kantor dan pabrik 3.352.785.474 - - - 3.352.785.474

Kendaraan bermotor 7.309.605.949 - - - 7.309.605.949

808.766.815.092 8.525.000.000 - - 817.291.815.092

Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung

Bangunan dan prasarana 32.810.463.824 1106.695.890 - - 33.917.159.714

Mesin dan peralatan 365.191.957.054 15.322.636.276 - - 380.514.593.330

Instalasi 9.170.709.553 304.179.629 - - 9.474.889.182

Inventaris kantor dan

Pabrik 3.244.518.823 25.994.087 - - 3.270.512.910

Kendaraan bermotor 6.383.663.214 150.176.432 - - 6.533.839.646

416.801.312.468 16.909.682.314 - - 433.710.994.782

(17)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

7. ASET TETAP (Lanjutan)

Tanggal 31 Desember 2010

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Nilai tercatat Pemilikan langsung

Tanah 127.335.297.698 - - - 127.335.297.698

Bangunan dan prasarana 44.770.583.761 - - - 44.770.583.761

Mesin dan peralatan 599.388.259.952 14.311.570.840 - - 613.699.830.792

Instalasi 12.298.711.418 - - - 12.298.711.418

Inventaris kantor dan pabrik 3.349.375.474 3.410.000 - - 3.352.785.474

Kendaraan bermotor 6.6960.543.449 486.512.500 137.450.000 - 7.309.605.949

794.102.771.752 14.801.493.340 137.450.000 - 808.766.815.092 Akumulasi penyusutan

Pemilikan langsung

Bangunan dan prasarana 30.597.072.043 2.213.391.781 - - 32.810.463.824

Mesin dan peralatan 334.935.288.075 30.256.668.979 - - 365.191.957.054

Instalasi 8.467.336.689 703.372.864 - - 9.170.709.553

Inventaris kantor dan

Pabrik 3.164.619.427 79.899.396 - - 3.244.518.823

Kendaraan bermotor 6.301.845.764 219.267.448 137.449.998 - 6.383.663.214

383.466.161.998 33.472.600.468 137.449.998 - 416.801.312.468

Nilai Buku 410.636.609.754 - - 391.965.502.624

Pada tahun 2003, Perusahaan telah menilai kembali aset tetapnya dengan metode pendekatan perbandingan data pasar berdasarkan laporan penilai PT Investindo Konsultama Appraisal tanggal 27 Oktober 2003. Perusahaan mencatat selisih penilaian kembali aset tetap pada tanggal 3 Desember 2003 berdasarkan surat persetujuan dari kantor pajak (Catatan 15).

Perusahaan memiliki hak atas tanah dengan jumlah luas ± 40 Ha, terletak di kabupaten/kota madya Bandung, bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan masa berlaku yang akan berakhir antara tahun 2015 sampai tahun 2028. Manajemen berpendapat bahwa kepemilikan hak atas tanah tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.

Beban penyusutan sejumlah Rp 16.909.682.314 dan Rp 16.593.227.690 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 30 Juni 2010 yang dibebankan ke operasi sebagai bagian dari berikut ini :

30 Juni 2011 30 Juni 2010

Rp Rp

Beban pabrikasi 15.218.714.082 14.933.904.921

Beban umum dan administrasi 1.690.968.232 1.659.322.769

Jumlah 16.909.682.314 16.593.227.690

(18)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 7. ASET TETAP (Lanjutan)

Aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan jangka nilai pertanggungan sebesar Rp 353.842.000.000 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran, bencana alam dan risiko kerugian lainnya.

Nilai tercatat mesin dan peralatan yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa mesin dan peralatan tersebut dapat dioperasikan kembali di tahun-tahun mendatang.

8. PINJAMAN JANGKA PENDEK

Rincian pinjaman jangka pendek pihak ketiga adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Rupiah

PT Bank Pan Indonesia Tbk 40.000.000.000 40.000.000.000

PT Bank Victoria International Tbk 29.809.306.099 29.997.970.371

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 8.414.242.657

PT United Overseas Bank Indonesia - -

Dolar US

PT Bank Pan Indonesia Tbk 8.597.000.000 8.991.000.000

PT United Overseas Bank Indonesia - 2.366.673.957

Jumlah Pinjaman Jangka Pendek 78.406.306.099 89.769.886.985

a. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang terdiri dari fasilitas kredit modal kerja sejumlah Rp 58.200.000.000 dan USD 8.825.000 dan fasilitas treasury line sejumlah USD 500.000. Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap Perusahaan (Catatan 5, 6 dan 7).

(19)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 8. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)

Berdasarkan addendum XIII yang dituangkan dalam Akta Notaris No. 48 tanggal 22 Desember 2010 dari Ny. Djumini Setyoadi, SH,MKn Notaris di Jakarta, fasilitas kredit modal kerja telah dilakukan rescheduling menjadi sebagai berikut :

Limit kredit : Rp 58. 190.000.000

Jenis kredit : Kredit Modal kerja

Sifat : Non Revolving

Jangka waktu : 18 Maret 2010 s.d. 23 Desember 2016

Tingkat bunga : 11,5 % - 12,5 % p.a.

Jaminan : Persediaan, piutang dagang, tanah & Bangunan (45 sertifikat) , mesin dan deposito senilai Rp 520.000.000

Berdasarkan addendum VI dan X yang dituangkan dalam Akta Notaris No. 49 dan 50 tanggal 22 Desember 2010 dari Ny. Djumini Setyoadi, SH, MKn notaris di Jakarta, fasilitas kredit modal kerja valas telah dilakukan rescheduling menjadi sebagai berikut :

Limit kredit : USD 2.200.000

USD 6.625.000

Sifat : Revolving

Jangka waktu : s/d 17 Maret 2012

Tingkat bunga : 8% - 9% p.a.

Jaminan : Persediaan, tanah, bangunan dan deposito

(Lihat Catatan No. 13) b. PT Bank Pan Indonesia Tbk

Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Pan Indonesia Tbk, yang terdiri dari fasilitas cerukan sejumlah Rp 10.000.000.000, fasilitas pinjaman tetap sejumlah Rp 30.000.000.000 dan USD 1.000.000 dan fasilitas negosiasi wesel ekspor/diskonto sejumlah USD 1.000.000. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan sejumlah Rp 40.000.000.000 dan aset tetap atas nama Perusahaan (Catatan 6 dan 7). Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2009.

Pada tahun 2010, perusahaan memperoleh persetujuan restrukturisasi pinjaman kredit sesuai dengan surat dari Bank Panin No. 086/CIB-PK/VIII/10 tanggal 31 Agustus 2010 yang isinya antara lain :

Limit kredit : Rp 40.000.000.000 (PB 3)

USD 14.232.500 (PJP 2)

Jangka waktu : PJP 2 s.d 29 Oktober 2015

PB 3 s.d 29 Oktober 2011

Tingkat bunga : PJP 2 9 % pa

PB 3 12 % pa • PJP = Pinjaman jangka panjang

(20)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 8. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)

c. PT Bank Victoria International Tbk

Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Victoria International Tbk, yang terdiri dari fasilitas cerukan sejumlah Rp 15.000.000.000 dan fasilitas demand loan sejumlah Rp 15.000.000.000. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 6 Maret 2012 dan dijamin dengan aset tetap atas nama Perusahaan.

(Lihat Catatan 7 dan 13)

d. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejumlah Rp 10.000.000.000. Fasilitas ini dijamin dengan tanah dan bangunan sejumlah Rp 9.153.000.000, mesin sejumlah Rp 4.991.000.000 dan persediaan sejumlah Rp 2.057.000.000 atas nama Perusahaan (Catatan 6 dan 7). Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 13 Februari 2008 dan telah diperpanjang untuk jangka waktu 30 bulan dengan ketentuan bahwa saldo pinjaman ini harus diangsur dalam jumlah tertentu setiap enam (6) bulan, sehingga akan lunas pada tanggal 31 Agustus 2010.

a. PT United Overseas Bank Indonesia

Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 19 tanggal 24 Juli 2007 dari Herlien SH, notaris di Bandung, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT United Overseas Bank Indonesia sejumlah USD 624.238. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2010 dan dijamin dengan jaminan pribadi seorang direksi Perusahaan.

Berdasarkan surat addendum ke VI No. UOBB/BRV/AMN/ 017/10 dari PT United Overseas Bank Indonesia tanggal 24 September 2010, fasilitas kredit perseroan adalah sebagai berikut :

Limit kredit : USD 554.238

(21)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 9. HUTANG USAHA

Hutang usaha timbul terutama dari pembelian bahan baku kepada pihak ketiga. Rincian akun ini adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Pihak ketiga 32.026.643.364 50.326.230.950

Jumlah Hutang Usaha 32.026.643.364 50.326.230.950

Analisa umur hutang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut :

Lancar 12.651.850.125 14.674.746.185

Lewat jatuh tempo :

Lebih 1 bulan sampai 2 bulan 9.125.640.877 15.104.890.947

Lebih 2 bulan sampai 3 bulan 5.326.890.256 14.427.741.821

Lebih 3 bulan 4.922.262.106 6.118.851.996

Jumlah 32.026.643.364 50.326.230.950

Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :

Rupiah 5.164.025.165 6.373.894.593

Mata uang asing 26.862.618.199 43.952.336.357

Jumlah 32.026.643.364 50.326.230.950

10. PERPAJAKAN Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Rp Rp Pajak Penghasilan : Pasal 21 923.859.012 923.859.012 Pasal 23 61.177.951 57.851.834 Pasal 29 4.128.247.321 -

Pajak Pertambahan Nilai – keluaran 21.340.938.395 47.360.560.438

Pajak Bumi dan Bangunan 117.477.138 564.406.624

Denda pajak 2.310.263.608 3.459.987.026

Jumlah 28.881.963.425 52.366.664.934

Rekonsiliasi antara lain (rugi) sebelum manfaat pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi, dengan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) untuk tahun-tahun yang berkahir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 sebagai berikut :

(22)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 10. PERPAJAKAN (Lanjutan)

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Laba (rugi) sebelum beban pajak 10.503.586.230 14.082.417.294

10.503.586.230 14.082.417.294 Ditambah/(dikurangi)

Beda temporer :

Penyusutan 4.722.709.808 11.893.492.886

Transaksi sewa guna usaha (337.429.842) (674.859.684)

Laba penjualan asset tetap - (48.375.001)

Penyisihan imbalan karyawan 912.000.000 1.794.872.762

15.800.866.196 27.047.548.257

Ditambah/(dikurangi) beda tetap : Penghasilan yang sudah

dikenakan pajak final (13.823.422) (25.567.747)

Beban yang tidak dapat

dikurangkan lainnya 791.292.530 2.599.524.158

Taksiran penghasilan kena pajak

(rugi fiskal) 16.578.335.304 29.621.504.668

Akumulasi rugi fiskal dari masa lalu (65.346.019) (29.686.850.687)

Taksiran akumulasi laba (rugi) fiskal

(23)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

10. PERPAJAKAN (Lanjutan)

Pengaruh pajak tangguhan atas beda temporer antara laporan keuangan untuk tujuan komersial dan pajak atas aset dan kewajiban Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Aset pajak tangguhan

Rugi fiscal (4.128.247.321) 16.336.505

Penyisihan imbalan karyawan 3.026.438.113 2.798.438.113

Jumlah (1.101.809.208) 2.814.774.618

Kewajiban pajak tangguhan

Aset tetap (58.841.241.568) (59.937.561.560)

Kewajiban pajak Tangguhan - Bersih (59.943.050.776) (57.122.786.942) Pada bulan September 2008, Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang ”Pajak Penghasilan” telah direvisi untuk keempat kalinya dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun pajak 2009 dan 25% untuk tahun pajak 2010 dan seterusnya.

Menurut ketentuan perpajakan yang berlaku, rugi fiskal dari tahun-tahun sebelumnya dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak di masa mendatang sampai dengan masa waktu lima tahun sejak timbulnya rugi fiskal tersebut. Perusahaan melaporkan surat pemberitahuan tahunan dengan metode seft-assessment. Berdasarkan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Undang-undang No. 28 Tahun 2007), Kantor Pajak dapat menetapkan atau mengubah pajak selama 5 tahun dari tanggal pajak terhutang dan untuk peralihan, pajak untuk tahun fiskal 2007 dan sebelumnya tidak dapat ditetapkan kembali setelah tahun 2013.

Pada tanggal 28 Desember 2007, Presiden Republik Indonesia menetapkan Peraturan Pemerintah No. 81

Tahun 2007 (“PP

No. 81/2007”) tentang “Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib pajak Badan Dalam Negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka”.

PP No. 81/2007 ini mengatur perseroan terbuka dalam negeri di Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan sebesar 5% lebih rendah dari tarif tertinggi Pajak Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1b Undang-Undang Pajak Penghasilan, dengan memenuhi kriteria yang ditentukan, yaitu perseroan yang saham atau efek bersifat ekuitas lainnya tercatat di Bursa Efek Indonesia yang jumlah kepemilikan saham publiknya adalah 40% atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor. Ketentuan sebagaimana dimaksud harus dipenuhi oleh perseroan terbuka dalam waktu paling singkat enam bulan dalam jangka waktu satu tahun pajak.

PP No. 81/2007 ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2008. Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan belum memenuhi kriteria yang ditentukan dalam peraturan pemerintah ini.

(24)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

11. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari akrual untuk biaya-biaya sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Rp Rp Listrik 3.135.652.800 3.420.511.108 Komunikasi 43.750.250 50.049.377 Air 5.326.850 6.695.800 Premi asuransi 154.218.550 - Bunga Bank 6.740.286.690 7.699.790.609 Jumlah 10.079.235.140 11.177.046.894

Kewajiban bunga merupakan tunggakan bunga bank mandiri dari hasil proses penjadwalan kembali jangka waktu kredit.

12. LABA (RUGI) ATAS TRANSAKSI PENJUALAN DAN

PENYEWAAN KEMBALI YANG DITANGGUHKAN – BERSIH Rincian akun ini adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Rp Rp Jumlah laba (18.441.794.725) (18.441.794.725) Akumulasi amortisasi 10.277.681.388 9.816.636.522 (8.164.113.337) (8.625.158.203) Jumlah rugi 5.029.074.156 5.029.074.156 Akumulasi amortisasi (3.919.050.106) (3.795.435.082) 1.110.024.050 1.233.639.074

Jumlah laba – bersih (7.054.089.287) (7.391.519.129)

(25)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

13. PINJAMAN JANGKA PANJANG Pinjaman jangka panjang terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Rupiah

PT Bank Victoria International Tbk 2.914.000.000 5.335.000.000

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 58.190.000.000 58.190.000.000

Dolar AS

PT Bank Pan International Tbk 104.763.042.000 117.193.189.500

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 75.629.490.745 79.095.585.819

NV De Indonesische Overzeese

Bank (Indover Bank) 9.409.079.927 9.840.297.502

250.905.612.672 269.654.072.821

Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (21.520.319.427) (34.537.841.577)

Pinjaman jangka panjang – Bersih 229.385.293.245 235.116.231.244

a. PT Bank Victoria International Tbk

Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 6 Maret 2008, yang dituangkan dalam akta No. 1 dari Shinta Dewi Sudarsana, SH, notaris Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari PT Bank Victoria International Tbk. dengan jumlah maksimum Rp 10.000.000.000. Hasil penerimaan dari pinjaman ini akan digunakan untuk modal kerja Perusahaan. Suku bunga pinjaman ini adalah sebesar 13% per tahun. Pinjaman tersebut terhutang dalam tiga puluh enam (36) kali angsuran setiap bulan, dengan angsuran pertama (1) sampai ketiga puluh lima (35) sebesar Rp 278.000.000 sedangkan angsuran ketiga puluh enam (36) sebesar Rp 270.000.000. Angsuran pertama dilakukan pada bulan ke tujuh (7) di tahun 2008 dan angsuran terakhir pada tanggal 12 September 2011. Fasilitas ini dijamin dengan tanah dan mesin atas nama Perusahaan.

Pada tanggal 30 Juni 2009, berdasarkan surat dari PT Bank Victoria International Tbk., bank menyetujui perubahan jadwal angsuran, dimana pinjaman tersebut terhutang dalam duapuluh delapan (28) kali angsuran setiap bulan, dengan angsuran pertama(1) sampai kesebelas (11) sampai ke enambelas (16) sebesar Rp 278.000.000 sedangkan angsuran ke tujuhbelas (17) sampai ke duapluh delapan (28) sebesar Rp 486.000.000. Angsuran pertama dilakukan pada bulan ke enam (6) di tahun 2009 dan angsuran terakhir pada bulan September 2011.

(26)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (Lanjutan) a. PT Bank Pan Indonesia Tbk

Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit yang dituangkan dalam Akta No. 5 tanggal 29 Oktober 2007 dari Hendra Karyadi, SH. Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang (PJP) dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) dengan batas maximum pinjaman adalah sejumlah USD 13.282.500. Fasilitas PJP ini merupakan pembaharuan (novasi) atas hutang yang dibeli oleh Bank Panin dari PT Peak Securities pada tanggal 3 Oktober 2007. Suku bunga pinjaman ini adalah sebesar 10% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan asset tetap dan persediaan atas nama Perusahaan. Pinjaman terhutang dalam duapuluh (20) kali cicilan triwulan sebagai berikut :

Cicilan Jumlah (USD) Jatuh tempo

Pertama sampai keempat

masing-masing USD 375.000 1.500.000 Januari 2009 – Oktober 2009

Kelima sampai kedelapan

masing-masing USD 500.000 2.000.000 Januari 2010 – Oktober 2010

Ketiga belas sampai kedua belas

masing-masing USD 500.000 2.000.000 Januari 2011 – Oktober 2011

Ketiga belas sampai keenam belas

masing-masing USD 625.000 2.500.000 Januari 2012 – Oktober 2012

Ketujuh belas sampai kesembilan belas

masing-masing USD 1.250.000 3.750.000 Januari 2013 – Juli 2013

Keduapuluh USD 1.532.500 1.532.500 3 Oktober 2013

(27)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (Lanjutan)

Pada tanggal 31 Juli 2009, perjanjian hutang bank tersebut diperbaharui dengan perpanjangan waktu jatuh tempo menjadi tanggal 3 Oktober 2014. Sehingga pinjaman terhutang dalam duapuluh (20) kali cicilan triwulan sebagai berikut :

Cicilan Jumlah (USD) Jatuh tempo

Pertama sampai keempat

masing-masing USD 375.000 1.500.000 Januari 2010 – Oktober 2010

Kelima sampai kedelapan

masing-masing USD 500.000 2.000.000 Januari 2011 – Oktober 2011

Ketiga belas sampai kedua belas

masing-masing USD 500.000 2.000.000 Januari 2012 – Oktober 2012

Ketiga belas sampai keenam belas

masing-masing USD 625.000 2.500.000 Januari 2013 – Oktober 2013

Ketiga belas sampai kesembilan

belas masing-masing USD 1.250.000 3.750.000 Januari 2014– Juli 2014

Keduapuluh USD 1.532.500 1.532.500 3 Oktober 2014

Jumlah 13.282.500

Berdasarkan perjanjian pinjaman dengan Bank Panin, Perusahaan harus dapat menjaga tingkat current ratio dengan perbandingan minimum 1 : 1 dan debt to equity ratio dengan perbandingan maksimum 1,25 : 1. Perusahaan juga harus memperoleh persetujuan tertulis dari Bank Panin sebelum melakukan berikut antara lain :

Membubarkan badan hukum debitur atau berjanji atau mengijinkan setiap merger, penggabungan atau restrukturisasi kembali, yang sama keseluruhannya merubah bentuk atau kepemilikan saham debitur. • Mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dengan agenda mengubah anggaran dasar debitur

Perusahaan, terutama susunan pemegang saham dan dewan komisaris.

• Memperoleh tambahan pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka transaksi dagang dan pinjaman subordinasi dari pemegang saham.

• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin dalam perjanjian lain.

• Menjual atau menyewakan seluruh atau sebagian aset kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum dalam Perusahaan.

• Lalai atas setiap perjanjian hutang dengan pihak ketiga.

• Membuat pembayaran sebelum jatuh tempo atas setiap hutang kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum dalam Perusahaan.

• Memberikan pinjaman atau membayar hutang pemegang saham, perusahaan afiliasi atau subsidiari, maupun pihak ketiga lainnya yang ada dan yang akan timbul dikemudian hari.

• Mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan Perjanjian Kredit kepada pihal lain.

• Mengajukan permohonan kepailitan dan/atau penundaan pembayaran pinjaman.

(28)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) Rp 15 Miliar.

• Melakukan investasi lainnya dan/atau menjalankan usaha yang tidak mempunyai hubungan dengan usaha yang sedang dijalankan.

• Melakukan perluasan ataupun penyempitan usaha yang dapat mempengaruhi pengembalian jumlah hutang Perusahaan kepada Bank.

• Menarik kembali modal yang telah disetor.

Pada tahun 2010, sesuai dengan surat dari Bank Panin No. 086/CIB-PK/VIII/10 tanggal 31 Agustus 2010 perusahaan memperoleh persetujuan restrukturisasi pinjaman yang isinya antara lain :

Limit kredit : Rp 40.000.000.000 (PJP 2)

USD 14.232.500 (PB 3)

Jangka waktu : PJP 2 s.d 29 Oktober 2015

PB 3 s.d 29 Oktober 2011

Tingkat bunga : PJP 2 9 % pa

PB 3 12 % pa • PJP = Pinjaman jangka panjang

PB = Pinjaman berulang (Lihat Catatan 8)

c. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Pada tahun 2010, perseroan telah melakukan restrukturisasi atas pinjaman kredit modal kerja sesuai dengan surat perjanjian kredit addendum ke XIII yang dituangkan dalam Akta No. 48 dari Ny. Djumini Setyo Adi, SH, MKn notaris di Jakarta tanggal 22 Desember 2010, yang isinya antara lain :

Limit kredit : Rp 58.190.000.000

Jenis kredit : Kredit Modal kerja

Sifat : Non Revolving

Jangka waktu : 18 Maret 2010 s.d. 23 Desember 2016

Tingkat bunga : 11,5 % - 12,5 % p.a.

Jaminan : Persediaan, piutang dagang, tanah & Bangunan (45 sertifikat) , mesin dan deposito senilai Rp 520.000.000

Berdasarkan addendum VI dan X yang dituangkan dalam akta notaris No. 49 dan 50 tanggal 22 Desember 2010 dari Ny. Djumini Setyoadi, SH, MKn notaris di Jakarta, fasilitas kredit modal kerja valas telah dilakukan rescheduling menjadi sebagai berikut :

Limit kredit : USD 2.200.000

USD 6.625.000

Sifat : Revolving

Jangka waktu : s.d 17 Maret 2012

Tingkat bunga : 8% - 9% p.a.

Jaminan : Persediaan, tanah & bangunan dan deposito

(29)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (Lanjutan)

d. NV De Indonesische Overzeese Bank

Perusahaan dan NV Indonesische Overzeese Bank (Bank Indover) telah menandatangani Perjanjian Restrukturisasi Hutang (perjanjian bilateral) yang dinyatakan dalam akta Notaris Resnzar Anasrul, S.H., MH

No. 2 Tanggal

11 September 2007 dan menyepakati, antara lain, hal-hal sebagai berikut :

1) Pada tanggal tersebut, saldo hutang Perusahaan kepada Indover Bank berjumlah USD 1.741.413,96 terdiri dari pokok pinjaman USD 1.267.822,36 dan bunga terutang USD 473.591,60.

2) Bunga sebesar LIBOR + 2% per tahun akan dibebankan atas saldo hutang pokok pinjaman tersebut di atas.

3) Beberapa bidang tanah dan persediaan barang dagangan merupakan agunan atas saldo hutang yang direstrukturisasi ini.

4) Pembayaran kembali atas saldo hutang tersebut di atas dilakukan dalam 40 kali pembayaran dalam jumlah tertentu, pembayaran pertama pada tanggal 11 September 2007 dan pembayaran terakhir pada tanggal 18 Nopember 2010, jumlah pembayaran pada tahun-tahun yang akan datang adalah sebagai berikut :

Cicilan Jumlah (USD) Jatuh tempo

Pertama 52.583,75 11 September 2007

Kedua 20.861,25 18 September 2007

Ketiga sampai keempat puluh masing-masing USD

43.893,92 1.667.968,96

18 Desember 2007 – 18 Nopember 2010

Jumlah 1.741.413,96

Perusahaan melakukan pembayaran terakhir untuk cicilan di atas pada tanggal 18 Februari 2009 sebesar USD 22.987,55.

Pada tanggal 31 Maret 2011, saldo tunggakan pinjaman pokok (termasuk bunga) menurut manajemen Perusahaan adalah sejumlah USD 1.094.461 atau setara dengan Rp 9.531.659.543 Sedangkan, saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2010 adalah sejumlah USD 1.094.461atau setara dengan Rp

9.976.010.648.

Sampai dengan tanggal laporan auditor independen (28 April 2011), Perusahaan masih dalam tahap negosiasi mengenal pelunasan pinjaman dengan Bank Indover.

(30)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

14. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA

Perusahaan memberikan imbalan kerja untuk karyawan tetapnya sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. imbalan kerja tersebut tidak didanai.

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Mutasi kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut :

Saldo awal tahun 11.193.752.448 9.398.879.686

Beban imbalan kerja 912.000.000 1.794.872.762

Saldo akhir tahun 12.105.752.448 11.193.752.448

15. MODAL SAHAM

Rincian pemegang saham pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut :

2011 Pemegang Saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Persentase Pemilikan Jumlah

Bukan pengurus Perusahaan

PT Sunsonindo Textile Investama 480.000.000 40,99% 120.000.000.000

Institution - Foreign 418.252.181 35,72% 104.563.045.250

Kustodian Sentral Efek Indonesia 149.272.916 12,75% 37.318.229.000

Masyarakat (masing-masing pemilikan di

bawah 5%) 35.552.000 3,04% 8.888.000.000 Pengurus Perusahaan Sundjono Suriadi 62.850.000 5,37% 15.712.500.000 Bernarsi Widjajakusuma 14.031.500 1,20% 3.507.875.000 Purnawan Suriadi 10.950.584 0,94% 2.737.646.000 Jumlah 1.170.909.181 100,00% 292.727.295.250

(31)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

15. MODAL SAHAM (Lanjutan)

2010 Pemegang Saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Persentase Pemilikan Jumlah

Bukan pengurus Perusahaan

PT Sunsonindo Textile Investama 480.000.000 40,99% 120.000.000.000

Institution – Foreign 418.252.181 35,72% 104.563.045.250

Kustodian Sentral Efek Indonesia 149.272.916 12,75% 37.318.229.000

Masyarakat (masing-masing pemilikan di

bawah 5%) 35.552.000 3,04% 8.888.000.000 Pengurus Perusahaan Sundjono Suriadi 62.850.000 5,37% 15.712.500.000 Bernarsi Widjajakusuma 14.031.500 1,20% 3.507.875.000 Purnawan Suriadi 10.950.584 0,94% 2.737.646.000 Jumlah 1.170.909.181 100,00% 292.727.295.250

16. TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH

Saldo tambahan modal disetor pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Agio saham 74.608.480.226 74.608.480.226

Biaya emisi saham (3.985.776.015) (3.985.776.015)

(32)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

17. PENJUALAN BERSIH

Rincian penjualan bersih kepada pihak ketiga diklasifikasi berdasarkan segmen usaha Perusahaan, adalah sebagai berikut : 30 Juni 2011 30 Juni 2010 Rp Rp Ekspor Produk pemintalan 60.334.533.862 138.229.543.590 Produk pertenunan 9.615.912.804 5.541.849.050 Jumlah 69.950.446.666 143.771.392.640 Domestik Produk pemintalan 109.772.422.740 43.075.352.472 Produk pertenunan 34.062.433.744 32.414.027.347 Produk lainnya 6.568.400.930 2.869.226.296 Jumlah 150.403.257.414 78.358.606.115

Jumlah Penjualan Bersih 220.353.704.080 222.129.998.755

Pada tahun 2011 dan 2010, tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari penjualan bersih.

18.BEBAN POKOK PENJUALAN

30 Juni 2011 30 Juni 2010

Rp Rp

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut :

Bahan baku 127.641.713.260 136.244.324.438

Upah buruh langsung 17.271.214.357 16.975.936.573

Beban pabrikasi (Catatan 19) 45.690.554.189 38.998.355.997

Jumlah beban produksi 190.603.481.806 192.218.617.008

Persediaan barang dalam proses :

Awal tahun 6.605.054.314 5.332.834.447

30 Juni (5.299.751.218) (5.261.750.265)

Beban pokok produksi 191.908.784.902 192.289.701.190

Persediaan barang jadi

Awal tahun 75.825.550.660 66.281.328.950

30 Juni (63.607.930.325) (57.321.251.268)

(33)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

18.BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan)

Rincian pemasok dengan nilai pembelian bersih melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih adalah sebagai berikut :

Jumlah pembelian Persentase dari jumlah pembelian

Pemasok 2011 2010 2011 2010

PT Polychem Indonesia Tbk 71.963.195.778 66.406.632.584 32% 25%

Jumlah 71.963.195.778 66.406.632.584 32% 25%

19. BEBAN PABRIKAN

Rincian beban pabrikasi adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 30 Juni 2010

Rp Rp

Listrik dan air 20.124.388.027 16.300.630.319

Penyusutan 15.218.714.082 14.933.904.921

Pemakaian bahan lain-lain 7.395.837.610 4.986.747.290

Pemakaian bahan pembantu 1.298.810.154 1.162.466.549

Perbaikan dan pemeliharaan 1.452.339.748 1.392.438.920

Lain-lain 200.464.568 222.167.998

(34)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

20. BEBAN USAHA

Rincian beban usaha adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 30 Juni 2010

Rp Rp

Beban Penjualan

Beban ekspor 6.099.815.087 8.054.030.256

Gaji dan kesejahteraan karyawan 1.196.081.850 1.117.053.098

Transportasi dan pengiriman 1.149.879.306 1.206.056.995

Pemasaran 211.695.484 198.790.091

Beban kantor 85.934.997 93.355.011

Perjalanan 121.823.372 119.956.449

Jumlah beban penjualan 8.865.230.096 10.789.241.900

Beban Umum dan Administrasi

Gaji dan kesejahteraan karyawan 2.790.857.649 2.606.457.230

Penyusutan 1.690.968.232 1.659.322.769

Perizinan dan pajak 78.119.352 97.185.452

Beban kantor 256.881.961 247.725.331

Transportasi 109.952.686 108.292.959

Perjalanan 121.823.372 119.956.448

Honorarium tenaga ahli 54.500.000 47.500.000

Perbaikan dan pemeliharaan 1.581.340 1.628.000

Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp 100 juta) 387.580.543 332.966.779

Jumlah Beban Umum dan Administrasi 5.492.265.135 5.221.034.968

Jumlah Beban Usaha 14.357.495.231 16.010.276.868

21. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

Rincian beban bunga dan keuangan adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 30 Juni 2010

Rp Rp

Beban bunga dari pinjaman bank 23.651.259.914 24.885.045.797

Beban administrasi 387.777.227 558.884.736

(35)

(Dinyatakan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 22. LABA PER SAHAM DASAR

Rincian perhitungan laba per saham dasar sebagai berikut :

2011 Laba per saham dasar Laba/(Rugi) Jumlah saham

rata-rata tertimbang

Laba per Saham dasar

Laba/(Rugi) dari usaha 1.869.803.612 1.170.909.181 1,60

Laba bersih 3.555.075.075 1.170.909.181 3,04

2010

Rugi per saham dasar Laba Jumlah saham

rata-rata tertimbang

Rugi per Saham dasar

Laba dari usaha 4.869.943.015 1.170.909.181 4,16

Laba bersih 9.300.979.562 1.170.909.181 7,94

23. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu. Sifat dari hubungan Perusahaan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

Nama pihak yang mempunyai

Hubungan istimewa Sifat hubungan istimewa Transaksi

PT Bank Bisnis International Afiliasi Penempatan rekening giro

PD Surya Rejeki Afiliasi Komisi penjualan

PT Sun Antarnusa Investment Afiliasi Penjualan produk sisa

PT Sunsonindo Textile Investama Pemegang Saham Komisi penjualan dan royalty

Transaksi-transaksi dan akun-akun yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Kas dan bank

PT Bank Bisnis International 252.388.690 237.429.136

Referensi

Dokumen terkait

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi tersebut dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter

Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam matauang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal-tanggal tersebut

Laporan Keuangan Pengadilan Agama Padang Panjang yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan

3. kewajiban penggunaan Rupiah; dan 4.. Bank Indonesia dapat meninjau kembali persetujuan yang telah diberikan kepada pihak selain Penyelenggara untuk melakukan jual dan

Laporan Keuangan Pengadilan Agama Masamba yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas

Pada akhir 31 Maret 2010 dan 2009 aktiva dalam valuta asing tersebut tidak dijabarkan dalam rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca, hal tersebut terjadi karena

Secara prospektif, untuk instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset dan kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual,

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada