• Tidak ada hasil yang ditemukan

JENIS-JENIS EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JENIS-JENIS EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

BAB V

 JENIS-JENIS EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM

 JENIS-JENIS EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM

 Jenis-jenis

 Jenis-jenis evaluasi evaluasi yang yang dapat dapat diterapkanditerapkan

dalam pendidikan Islam ada beberapa macam yaitu : dalam pendidikan Islam ada beberapa macam yaitu :

1.Evaluasi formatif : 1.Evaluasi formatif :

Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai anak didik setelah ia hasil belajar yang dicapai anak didik setelah ia menyelesaikan program dalam satuan bahan menyelesaikan program dalam satuan bahan pelajaran pada suatu bidang studi tertentu. pelajaran pada suatu bidang studi tertentu. Evaluasi

Evaluasi ini ini dipandang sebagai dipandang sebagai “ulangan” “ulangan” yangyang

dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya adalah untuk pelajaran atau modul. Tujuannya adalah untuk memperoleh umpan balik yang mirip dengan memperoleh umpan balik yang mirip dengan

evaluasi diagnostik (penjelasannya akan dijelaskan evaluasi diagnostik (penjelasannya akan dijelaskan selanjutnya) yakni mendiagnosis (mengetahui

selanjutnya) yakni mendiagnosis (mengetahui penyakit/kesulitan) belajar siswa. Hasil diagnosis penyakit/kesulitan) belajar siswa. Hasil diagnosis kesulitan belajar tersebut digunakan sebagai kesulitan belajar tersebut digunakan sebagai

bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remidial bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remidial (perbaikan). (Muhibbinsyah, 2000: 200). Asumsi (perbaikan). (Muhibbinsyah, 2000: 200). Asumsi yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa manusia yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa manusia dalam hal ini peserta didik mempunyai banyak

dalam hal ini peserta didik mempunyai banyak kelemahan (QS.4: 28) :

kelemahan (QS.4: 28) :

(2)

“ Diciptakan manusia dalam keadaan lemah.” Diciptakan manusia dalam keadaan lemah.” DanDan

pada mulanya tidak mengetahui apa-apa (QS. 16 : pada mulanya tidak mengetahui apa-apa (QS. 16 : 78):

78):

اائئًًييْْششَ َ ننََممُُ  ََععْْتتَ َ َ َ   ْْككُُتتِِااههََ 

 ّّأأُ ُ ننِِططُُببُ ُ  

 ْْ 

 ِ ِ   ْْككُُججََررََخخْْأأَ 

َ ّّُُووََ

“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu-ibu “ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu-ibu kamu sedangkan kamu tidak mengetahui

kamu sedangkan kamu tidak mengetahui apa-apa.” 

apa.” 

Sehingga pengetahuan, keterampilan dan sikap Sehingga pengetahuan, keterampilan dan sikap tidak akan lebih abadi bila pengetahuan,

tidak akan lebih abadi bila pengetahuan,

keterampilan dan sikap itu tidak dibiasakan. Untuk keterampilan dan sikap itu tidak dibiasakan. Untuk itu Allah Swt meganjurkan agar manusia

itu Allah Swt meganjurkan agar manusia

berkonsentrasi pada suatu informasi yang didalami berkonsentrasi pada suatu informasi yang didalami sampai tuntas, mulai proses pencarian sampai tuntas, mulai proses pencarian (belajar-mengajar) sampai pada tahap pengevaluasian. mengajar) sampai pada tahap pengevaluasian.

Setelah informasi itu dikuasai dengan sempurna, ia Setelah informasi itu dikuasai dengan sempurna, ia dapat beralih pada informasi yang lain . Dalam

dapat beralih pada informasi yang lain . Dalam melaksanakan evaluasi formatif, seorang pendidik melaksanakan evaluasi formatif, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi  jenis ini, yaitu :

 jenis ini, yaitu :

a.Aspek fungsi, yaitu untuk memperbaiki proses a.Aspek fungsi, yaitu untuk memperbaiki proses belajar mengarah ke arah yang lebih baik dan belajar mengarah ke arah yang lebih baik dan efisien.

efisien.

b.Aspek tujuan, yaitu mengetahui sampai dimana b.Aspek tujuan, yaitu mengetahui sampai dimana

(3)

penguasaan peserta didik tentang bahan penguasaan peserta didik tentang bahan

pendidikan yang diajarkan dalam satu program pendidikan yang diajarkan dalam satu program satuan satuan pelajaran serta sesuai atau

satuan satuan pelajaran serta sesuai atau tidaknya dengan tujuan.

tidaknya dengan tujuan.

c.Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui c.Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui

aspek-aspek yang dinilai pada penilaian aspek-aspek yang dinilai pada penilaian

formatif, meliputi, tingkat pengetahuan peserta formatif, meliputi, tingkat pengetahuan peserta didik , keterampilan dan sikapnya ketika dan didik , keterampilan dan sikapnya ketika dan setelah proses pembelajaran dilaksanakan. setelah proses pembelajaran dilaksanakan.

2.Evaluasi Sumatif. 2.Evaluasi Sumatif.

 Yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap hasil  Yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam satu catur wulan, satu semester atau akhir dalam satu catur wulan, satu semester atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan

tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya. Evaluasi sumatif ini dapat dianggap berikutnya. Evaluasi sumatif ini dapat dianggap sebagai “ ulangan umum” yang dilakukan untuk sebagai “ ulangan umum” yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran. setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran. Hasilnya dijadikan bahan laporan resmi mengenai Hasilnya dijadikan bahan laporan resmi mengenai kinerja akademik siswa dan bahan penentu naik kinerja akademik siswa dan bahan penentu naik tidaknya siswa ke kelas yang lebih tinggi.

(4)

(Muhibbinsyah, 2003 : 200-2001). Asumsi evaluasi (Muhibbinsyah, 2003 : 200-2001). Asumsi evaluasi ini adalah bahwa segala sesuatu termasuk pese

ini adalah bahwa segala sesuatu termasuk pesertarta

didik diciptakan mengikuti hukum bertahap. Setiap didik diciptakan mengikuti hukum bertahap. Setiap tahap memiliki satu tujuan dan

tahap memiliki satu tujuan dan karakteristikkarakteristik

tertentu.(Ramayulis, 2003 : 242). Satu tahapan tertentu.(Ramayulis, 2003 : 242). Satu tahapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk

kemudian beralih ke tahapan yang lebih baik. (QS. kemudian beralih ke tahapan yang lebih baik. (QS. 84 : 19) :

84 : 19) :

ققٍٍ  ََ 

 َ َ  

 ْْَ َ اا  ًً  ََ 

 َ َ  

 ّّ  ُُ  ََررْْ  ََ  ََ

“ Sesungguhnya kamu akan melalui tingkat (tahap)Sesungguhnya kamu akan melalui tingkat (tahap)

demi tahap dalam kehidupan.”  demi tahap dalam kehidupan.” 

Dalam melaksanakan evaluasi sumatif, seorang Dalam melaksanakan evaluasi sumatif, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini yaitu :

evaluasi jenis ini yaitu :

a. Aspek fungsi, yaitu untuk menentukan angka a. Aspek fungsi, yaitu untuk menentukan angka atau nilai peserta didik setelah mengikuti program atau nilai peserta didik setelah mengikuti program bahan pelajaran dalam satu catur wulan atau

bahan pelajaran dalam satu catur wulan atau semester.

semester.

b. Aspek tujuan, yaitu mengetahui taraf hasil b. Aspek tujuan, yaitu mengetahui taraf hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan program bahan pelajaran dalam menyelesaikan program bahan pelajaran dalam catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir program pelajaran pada suatu unit pendidikan program pelajaran pada suatu unit pendidikan

(5)

tertentu. tertentu.

c. Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui c. Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui aspek-aspek yang dinilai atas kemajuan hasil aspek-aspek yang dinilai atas kemajuan hasil pelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, pelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan peserta didik tentang

sikap dan penguasaan peserta didik tentang materimateri

yang diberikan. (Harahap, tt :

yang diberikan. (Harahap, tt : 26).26).

d. Waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui d. Waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan sebaiknya penilaian dilaksanakan, apakah kapan sebaiknya penilaian dilaksanakan, apakah sebelum, ketika proses belajar berlangsung atau sebelum, ketika proses belajar berlangsung atau akhir proses pembelajaran.

akhir proses pembelajaran.

3. Evaluasi penempatan (

3. Evaluasi penempatan ( placement  placement ), yaitu), yaitu

evaluasi yang dilakukan sebelum peserta didik evaluasi yang dilakukan sebelum peserta didik mengikuti proses belajar mengajar untuk

mengikuti proses belajar mengajar untuk kepentingan penempatan pada jurusan atau kepentingan penempatan pada jurusan atau fakultas yang diingini. Asumsi yang mendasari fakultas yang diingini. Asumsi yang mendasari evaluasi i

evaluasi ini ni bahwa setiap bahwa setiap manusia dalam manusia dalam hal inihal ini

peserta didik memiliki perbedaan-perbedaan dan peserta didik memiliki perbedaan-perbedaan dan potensi

potensi khusus. khusus. Perbedaan Perbedaan ini ini kadang-kadangkadang-kadang

merupakan kelebihan atau kelemahan. merupakan kelebihan atau kelemahan. Masing-masing perbedaan harus ditempatkan

masing perbedaan harus ditempatkan

sebagaimana seharusnya, sehingga kelebihan sebagaimana seharusnya, sehingga kelebihan individu dapat berkembang dan kelemahannya individu dapat berkembang dan kelemahannya dapat diperbaiki. Firman Allah dalam surat al-Isra’ dapat diperbaiki. Firman Allah dalam surat al-Isra’

(6)

ayat 84 : ayat 84 :

 

 

ًً يي  ِِ 

 

َ َ ى

ىددََْْأأَ  

َ  ََُ ُ  

 ْْممََببِ ِ   ُُ  ََْْأأَ  

َ  ْْككُُببررََ  َ َ  

 ِِ  ِِ  َ َ ِِااششَ َ  

 َََ َ  

 ُُممََععْْ  َ َ  

   ُُ

“ Tiap-tiap orang berbuat berbuat menurut  “ Tiap-tiap orang berbuat berbuat menurut  keadaannya masing-masing.” 

keadaannya masing-masing.” 

Dalam melaksanakan evaluasi

Dalam melaksanakan evaluasi placement, placement,

seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek

aspek evaluasi evaluasi jenis jenis ini, ini, yaitu yaitu ::

a.

a. Aspek fAspek fungsi, yungsi, yaitu aitu untuk muntuk mengetahui potensi,engetahui potensi,

kecenderungan kemampuan peserta didik dan kecenderungan kemampuan peserta didik dan keadaan pribadinya agar dapat ditempatkan pada keadaan pribadinya agar dapat ditempatkan pada posisinya. Umpamanya, anak yang berbadan kecil posisinya. Umpamanya, anak yang berbadan kecil  jangan ditempatkan di paling belakang, tetapi

 jangan ditempatkan di paling belakang, tetapi sebaiknya di depan agar ia tidak mengalami sebaiknya di depan agar ia tidak mengalami

kesulitan mengikuti proses pembelajaran. Begitu kesulitan mengikuti proses pembelajaran. Begitu pula kasus penempatan jurusan tertentu. Di

pula kasus penempatan jurusan tertentu. Di

Madrasah Aliyah, umpamanya, peserta didik yang Madrasah Aliyah, umpamanya, peserta didik yang berbakat Ilmu Pasti jangan ditempatkan pada

berbakat Ilmu Pasti jangan ditempatkan pada

 jurusan Bahasa, sebab akan mengalami hambatan  jurusan Bahasa, sebab akan mengalami hambatan dalam menerima pelajaran lebih lanjut. Banyak lagi dalam menerima pelajaran lebih lanjut. Banyak lagi masalah-masalah lain yang harus diperhatikan

masalah-masalah lain yang harus diperhatikan dalam

dalam penempatan penempatan peserta peserta didik.didik.

b. Aspek tujuan, yaitu menempatkan peserta didik b. Aspek tujuan, yaitu menempatkan peserta didik pada tempat yang sebenarnya berdasarkan bakat, pada tempat yang sebenarnya berdasarkan bakat, minat, kemampuan, kesanggupan serta keadaan minat, kemampuan, kesanggupan serta keadaan

(7)

diri anak sehingga anak tidak mengalami diri anak sehingga anak tidak mengalami

hambatan dalam mengikuti pelajaran atau setiap hambatan dalam mengikuti pelajaran atau setiap program/bahan yang disajikan pendidik. (Harahap, program/bahan yang disajikan pendidik. (Harahap, tt : 6).

tt : 6).

c. Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui c. Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui keadaan fisik dan psikis, bakat, minat,

keadaan fisik dan psikis, bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, pengalaman, kemampuan, pengetahuan, pengalaman,

keterampilan, sikap dan aspek-aspek lain yang keterampilan, sikap dan aspek-aspek lain yang dianggap perlu bagi kepentingan pendidikan anak dianggap perlu bagi kepentingan pendidikan anak selanjutnya. Kemungkinan penilaian ini dapat juga selanjutnya. Kemungkinan penilaian ini dapat juga dilakukan setelah anak mengikuti pelajaran s

dilakukan setelah anak mengikuti pelajaran selamaelama

satu catur wulan, satu semester, atau satu tahun satu catur wulan, satu semester, atau satu tahun sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan yang sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan yang bersangkutan.

bersangkutan.

d. Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk d. Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan sebaiknya dilaksanakan mengetahui kapan sebaiknya dilaksanakan penilaian penempatan (

penilaian penempatan ( placement  placement ), apakah), apakah

sebelum anak mengikuti proses pembelajaran atau sebelum anak mengikuti proses pembelajaran atau setelah mengikuti pendidikan di suatu tingkat

setelah mengikuti pendidikan di suatu tingkat pendidikan tertentu.

pendidikan tertentu.

4. Evaluasi diagnostik, yaitu evaluasi yang 4. Evaluasi diagnostik, yaitu evaluasi yang

dilakukan terhadap hasil penganalisaan tentang dilakukan terhadap hasil penganalisaan tentang keadaan belajar peserta didik, meliputi keadaan belajar peserta didik, meliputi

(8)

kesulitan-kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam situasi belajar mengajar. Asumsi yang mendasari situasi belajar mengajar. Asumsi yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa pengalaman pahit masa evaluasi ini adalah bahwa pengalaman pahit masa lalu dapat dijadikan guru untuk memperbaiki masa lalu dapat dijadikan guru untuk memperbaiki masa depan. Setiap kegiatan dalam proses pembelajaran depan. Setiap kegiatan dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari kesulitan dan hambatan yang tidak terlepas dari kesulitan dan hambatan yang dihadapi, maka ia akan memperoleh kemudahan dihadapi, maka ia akan memperoleh kemudahan dalam kegiatan berikutnya. Menurut Muhibbinsyah dalam kegiatan berikutnya. Menurut Muhibbinsyah (2003 : 200), evaluasi ini dilakukan setelah

(2003 : 200), evaluasi ini dilakukan setelah

penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang

mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang

belum dikuasai siswa. Instrumen evaluasi jenis ini belum dikuasai siswa. Instrumen evaluasi jenis ini dititikberatkan pada bahasan tertentu yang

dititikberatkan pada bahasan tertentu yang dipandang telah membuat siswa mendapatkan dipandang telah membuat siswa mendapatkan kesulitan.

kesulitan.

Dalam Islam, banyak Firman Allah yang Dalam Islam, banyak Firman Allah yang mengisyaratkan asumsi ini, seperti peringatan mengisyaratkan asumsi ini, seperti peringatan Allah dalam kisah-kisah kaum terdahulu yang Allah dalam kisah-kisah kaum terdahulu yang

hancur dikarenakan membuat kesulitan dan tidak hancur dikarenakan membuat kesulitan dan tidak mampu menyelesaikan kesulitannya (QS. Al-Hasyr : mampu menyelesaikan kesulitannya (QS. Al-Hasyr : 18)

18)

ددٍٍغغََ  ِ  

ِ  

ْْ  

 ََددّّ  َ َ اا 

 َ َ  

 

ٌٌ ففْْ  َ َ ررْْظظُُ  ْْ  ََ  ْْووََ

“ Dan Dan hendaknya hendaknya setiap disetiap diri ri memperhatikanmemperhatikan

(mengevaluasi)

(9)

hari esok.”  hari esok.” 

Dalam melaksanakan penilaian diagnostik, Dalam melaksanakan penilaian diagnostik, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini yaitu :

aspek evaluasi jenis ini yaitu :

a. Aspek fungsi, yaitu untuk mengetahui a. Aspek fungsi, yaitu untuk mengetahui masalah-masalah yang menganggu peserta didik yang

masalah yang menganggu peserta didik yang dapat mempersulit dan menghambat proses dapat mempersulit dan menghambat proses pembelajaran, baik dalam satu bidang studi pembelajaran, baik dalam satu bidang studi tertentu

tertentu atau atau keseluruhan keseluruhan bidang studibidang studi. . SetelahSetelah

mengetahui penyebab kesulitan terjadi, lalu mengetahui penyebab kesulitan terjadi, lalu diformulasikan usaha pemecahannya.

diformulasikan usaha pemecahannya.

b. Aspek tujuan, yaitu membantu kesulitan atau b. Aspek tujuan, yaitu membantu kesulitan atau mengatasi hambatan yang dialami peserta didik mengatasi hambatan yang dialami peserta didik waktu mengikuti kegiatan belajar pada satu mata waktu mengikuti kegiatan belajar pada satu mata pelajaran atau keseluruhan program pengajaran. pelajaran atau keseluruhan program pengajaran. c. Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui hasil c. Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh peserta didik, latar belakang belajar yang diperoleh peserta didik, latar belakang kehidupannya dan semua aspek yang menyangkut kehidupannya dan semua aspek yang menyangkut kegiatan belajar.

kegiatan belajar.

d. Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk d. Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk

mengetahui kapan diperlukan pembinaan yang mengetahui kapan diperlukan pembinaan yang tepat dalam rangka meningkatkan mutu

tepat dalam rangka meningkatkan mutu pengetahuan peserta didiknya.

pengetahuan peserta didiknya.

Menurut Muzayyin, meskipun dalam sumber Menurut Muzayyin, meskipun dalam sumber

(10)

ilmu pendidikan Islam klasifikasi jenis penilaian di ilmu pendidikan Islam klasifikasi jenis penilaian di atas tidak ditemukan secara eksplisit, namun

atas tidak ditemukan secara eksplisit, namun dalam praktek dapat diketahui bahwa pada dalam praktek dapat diketahui bahwa pada prinsipnya jenis penilaian tersebut seringkali prinsipnya jenis penilaian tersebut seringkali

ditemukan. (Muzayyin, 1991 : 246). Disamping itu ditemukan. (Muzayyin, 1991 : 246). Disamping itu dalam pendidikan Islam seorang pendidik bisa saja dalam pendidikan Islam seorang pendidik bisa saja mengadopsi hal-hal yang positif yang datang dari mengadopsi hal-hal yang positif yang datang dari luar untuk diterapkan pula dalam pendidikan Islam luar untuk diterapkan pula dalam pendidikan Islam selama yang diadopsi tersebut tidak bertentangan selama yang diadopsi tersebut tidak bertentangan dengan prinsip kependidikan dalam Islam.

dengan prinsip kependidikan dalam Islam.

5. Evaluasi Prasyarat. 5. Evaluasi Prasyarat.

Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan

Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pre pre

test 

test . Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi

penguasaan siswa atas materi lama yang penguasaan siswa atas materi lama yang mendasari materi baru yang akan diajarkan. mendasari materi baru yang akan diajarkan. Contoh, evaluasi penguasaan penjumlahan Contoh, evaluasi penguasaan penjumlahan bilangan sebelum memulai pelajaran pe

bilangan sebelum memulai pelajaran perkalianrkalian

bilangan, karena penjumlahan merupakan bilangan, karena penjumlahan merupakan prasyarat atau dasar pekalian.

prasyarat atau dasar pekalian.

6. Ujian Akhir Nasional

6. Ujian Akhir Nasional (UAN)(UAN)

Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dulu disebut Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dulu disebut EBTANAS bahkan sekarang diganti menjadi

(11)

Nasional (UN) pada prinsipnya sama dengan Nasional (UN) pada prinsipnya sama dengan

evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kenaikan status siswa. Namun UAN yang

kenaikan status siswa. Namun UAN yang

diberlakukan mulai tahun 2002 itu dirancang untuk diberlakukan mulai tahun 2002 itu dirancang untuk siswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada siswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada satu jenjang pendidikan tertentu seperti jenjang satu jenjang pendidikan tertentu seperti jenjang SD?MI, SLTP/MTs, dan sekolah-sekolah menengah SD?MI, SLTP/MTs, dan sekolah-sekolah menengah yakni SMA dan sebagainya.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar peserta didik mata pelajaran pendidikan Agama

Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara

Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek kognitif dan/atau

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh persepsi tentang fasilitas belajardan motivasi berprestasi peserta didik terhadap prestasi belajar mata

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan prestasi belajar kimia antara peserta didik yang

Test adalah merupakan alat penilaian pendidikan yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik baik dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor,

Untuk mengetahui keberhasilan peserta didik juga dilakukan penilaian melalui evaluasi sebagai proses sistematis dalam memperoleh informasi tentang keefektifan kegiatan belajar mengajar,

x 4 Jam Pelajaran TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik dapat:  Siswa dapat mengetahui kisah keteladanan Nabi Yunus a.s..  Siswa dapat mengetahui kisah keteladanan Nabi Zakaria