I.
I.
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Manusia membutuhkan suplay oksigen secara terus-menerus untuk proses Manusia membutuhkan suplay oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk
produk dari dari proses proses tersebut. Pertukaran tersebut. Pertukaran gas gas antara antara oksigen oksigen dengan dengan karbondioksidakarbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh
gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuhgas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas. Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru gas. Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru orang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 orang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m
m22 atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.11
Hemoglobin merupakan komponen penting dalam kaitannya dengan Hemoglobin merupakan komponen penting dalam kaitannya dengan pengangkutan
pengangkutan oksigen oksigen ke ke seluruh seluruh tubuh tubuh untuk untuk menjalankan menjalankan fungsi fungsi metabolisme.metabolisme. Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk memecah zat-zat makanan menjadi Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk memecah zat-zat makanan menjadi bahan-bahan
bahan-bahan pembangun pembangun tubuh tubuh dan dan energi.energi.11 Hemoglobin dapat mengikat 4 atomHemoglobin dapat mengikat 4 atom oksigen/tetramer. Atom oksigen terikat pada atom Fe2+, yang terdapat pada heme oksigen/tetramer. Atom oksigen terikat pada atom Fe2+, yang terdapat pada heme pada
pada ikatan ikatan koordinasi koordinasi kelima. kelima. Hemoglobin Hemoglobin terikat terikat pada pada oksigen oksigen disebutdisebut Hemoglobin teroksigenasi (HbO
Hemoglobin teroksigenasi (HbO22), sedangkan hemoglobin yang telah melepas), sedangkan hemoglobin yang telah melepas
oksigen disebut Deoksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin dapat mengikat gas hasil oksigen disebut Deoksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin dapat mengikat gas hasil pembakaran
pembakaran yang yang tidak tidak sempurna sempurna disebut disebut karbon karbon monoksida monoksida (Co) (Co) dan dan disebutdisebut karbon mono
karbon monoksida hemoglobin ksida hemoglobin (HbCo). (HbCo). Dalam keadaan lain muatan Dalam keadaan lain muatan atom Fe yangatom Fe yang terdapat pada pusat heme dapat berubah menjadi Fe3+. Hal ini terjadi karena terdapat pada pusat heme dapat berubah menjadi Fe3+. Hal ini terjadi karena oksidasi oleh senyawa-senyawa peroksidasi. Hemoglobinnya disebut Hemoglobin oksidasi oleh senyawa-senyawa peroksidasi. Hemoglobinnya disebut Hemoglobin teroksidasi atau metHemoglobin (metHb) atau Hb (Fe
teroksidasi atau metHemoglobin (metHb) atau Hb (Fe3+3+). Beberapa derifat dari Hb). Beberapa derifat dari Hb misalnya oksiHb, Hb dan HbCo dapat dibedakan dengan melakukan pengenceran, misalnya oksiHb, Hb dan HbCo dapat dibedakan dengan melakukan pengenceran,
UJI OKSIHEMAGLOBIN DAN
UJI OKSIHEMAGLOBIN DAN DEOKSIHEMAGLOBIN
DEOKSIHEMAGLOBIN
II.
II. TUJUANTUJUAN
Membuktikan hemoglobin dapat mengikat oksigen membentuk Membuktikan hemoglobin dapat mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2) dan dapat terurai kembali menjadi O2 dan oksihemoglobin (HbO2) dan dapat terurai kembali menjadi O2 dan deoksihemoglobin.
deoksihemoglobin.
III.
III. DASAR TEORIDASAR TEORI
Hemoglobin adalah metalprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi Hemoglobin adalah metalprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan terdiri dari globin, apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Hemoglobin merupakan protein yang kaya akan zat besi
satu atom besi. Hemoglobin merupakan protein yang kaya akan zat besi11. Memiliki. Memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan. Sebuah molekul hemoglobin memiliki dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan. Sebuah molekul hemoglobin memiliki empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin.
empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin.22
Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida. Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi. suatu polipeptida. Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi. Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin.
hemoglobin.11
Pada pusat molekul terdiri dari cincin heterosiklik yang dikenal dengan Pada pusat molekul terdiri dari cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin
porfirin yang yang menahan menahan satu satu atom atom besi, besi, atom atom besi besi ini ini merupakan merupakan situs/lokal situs/lokal ikatanikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin, globin sebagai istilah generik untuk merupakan gabungan dari heme dan globin, globin sebagai istilah generik untuk protein
protein globular. globular. Ada Ada beberapa beberapa protein protein mengandung mengandung heme heme dan dan hemoglobin hemoglobin adalahadalah yang paling dikenal dan banyak dipelajari.
yang paling dikenal dan banyak dipelajari.33
Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 submit Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 submit protein), yang terdiri
Tiap sub unit memiliki berat molekul kurang lebih 16.000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi 64.000 Dalton. Tiap sub unit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen.4
Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin berperan sebagai reservoir oksigen yaitu menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot. Sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada di dalam.
Oksihemoglobin dibentuk selama respirasi fisiologis ketika oksigen mengikat komponen protein hemoglobin dalam sel darah merah. Proses ini terjadi di dalam kapiler paru-paru. Oksigen kemudian berjalan melalui aliran darah untuk disalurkan ke dalam sel-sel di mana ia akandigunakan dalam proses glikolisis dan produksi ATP melalui proses fosforilasi oksidatif. Deoksihemoglobin adalah bentuk hemoglobin yang tidak lagi mengikat oksigen. Oksihemoglobin membuat warna darah lebih terang dari normal karena banyak mengandung oksigen.Hal ini dapat kita lihat di pembuluh nadi dimana warna darah terlihat lebih terang. Sebaliknya deoksihemoglobin itu dapat kita lihat pada pembuluh vena dimana darahnya terlihat lebih gelap karena melepaskan oksigen.3
Kadar normal hemoglobin5
Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.
Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasien : · Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl
· Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl · Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl · Anak anak : 11-13 gram/dl
Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.
Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.
Kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti radang paru paru, tumor dan gangguan sumsum tulang juga bisa meningkatkan kadar hemoglobin.
Fungsi hemoglobin antara lain :
1. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan-jaringan tubuh.
2. Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan-jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar
3. Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk di buang, untuk mengetahui apakah seseorang itu kekurangan darah
atau tidak, dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Penurunan kadar hemoglobin dari normal berarti kekurangan darah yang disebut anemia2
Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah : 1. Kecukupan Besi dalam Tubuh
Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin, sehingga anemia akan gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. Besi juga merupakan mikronutrien essensil dalam memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru kejaringan tubuh, untuk dieksresikan ke dalam udara pernafasan, sitokrom, dan komponen lain pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom oksidase, katalase, dan peroksidase. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. Kandungan ± 0,004 % berat tubuh (60-70%) terdapat dalam hemoglobin yang disimpan sebagai ferritin di dalam hati, hemosiderin di
Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan flavoprotein. Walaupun jumlahnya sangat kecil namun mempunyai peranan yang sangat penting. Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel-sel otot. Sitokrom, flavoprotein, dan senyawa-senyawa mitokondria yang mengandung besi lainnya, memegang peranan penting dalam proses oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja.
Kecukupan besi yang direkomendasikan adalah jumlah minimum besi yang berasal dari makanan yang dapat menyediakan cukup besi untuk setiap individu yang
sehat pada 95% populasi, sehingga dapat terhindar kemungkinan anemia .4
2. Metabolisme Besi dalam Tubuh
Besi yang terdapat di dalam tubuh orang dewasa sehat berjumlah lebih dari 4 gram. Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah atau hemoglobin (lebih dari 2,5 g), myoglobin (150 mg), phorphyrin cytochrome, hati, limpa sumsum tulang (> 200-1500 mg). Ada dua bagian besi dalam tubuh, yaitu bagian fungsional yang dipakai untuk keperluan metabolik dan bagian yang merupakan cadangan. Hemoglobin, mioglobin, sitokrom, serta enzim hem dan nonhem adalah bentuk besi fungsional dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat badan. Sedangkan besi cadangan apabila dibutuhkan untuk fungsi-fungsi fisiologis dan jumlahnya 5-25 mg/kg berat badan. Ferritin dan hemosiderin adalah bentuk besi cadangan yang biasanya terdapat
dalam hati, limpa dan sumsum tulang. Metabolisme besi dalam tubuh terdiri dari proses absorpsi, pengangkutan, pemanfaatan, penyimpanan dan pengeluaran.
O2 terikat lemah pada ion Ferro, dan mudah dilepas lagi. Misalnya dengan
larutan Stokes yaitu suatu reduktor lemah dihasilkan Hb tereduksi. Bila Hb tereduksi diberikan O2 lagi oksiHb akan terbentuk lagi. Hb tereduksi, ungu muda; oksiHb
Reaksi :
Dalam keadaan tereduksi Fe dalam molekul Hb dapat mengikat dan melepaskan oksigen
tergantung pada tekanan O2 atau CO2. Hb(Fe2)) + O2 Hb(Fe2+)O2
deoksiHb oksiHb
Untuk mereduksi oksiHb menjadi deoksiHb digunakan larutan pereduksi Stokes.
IV. ALAT DAN BAHAN
ALAT BAHAN 1. 3 Tabung Reaksi 2. Rak tabung 3. Pipet volumetric 4. Gelas beker 5. Mikropipet 1. Darah segar 2. Pereaksi Stokes 3. Larutan NH4OH V. CARA KERJA A. OksiHb
1. Ke dalam sebuah tabung reaksi encerkan 2 ml darah dengan 6 ml air suling. Campur dengan baik dan perhatikan warna merah terang dari oksihemoglobin yang terbentuk.
2. Bagi 2 isi tabung tersebut sehingga masing-masing tabung berisi 4 ml. gunakan tabung 1 sebagai control.
B. Pembentukan deoksiHb
1. Isi tabung ketiga dengan 2 ml pereaksi Stokes dan tambahkan 7 tetes NH4OH untuk melarutkan endapan yang segera terbentuk. Campuran ini merupakan larutan pereduksi yang kuat.
2. Masukkan beberapa tetes larutan stokes ke dalam tabung 2. Terlihat perubahan warna karena terbentuknya deoksiHb. Bandingkan dengan tabung 1.
C. Pembentukan kembali oksiHb dari deoksiHb
1. Kocok kuat-kuat tabung yang berisi deoksiHb, maka akan terjadi kembali oksigenisasi dari udara. Perhatikan dan catat warna HbO2yang kembali terbentuk
2. Oksigenisasi dan deoksigenisasi kembali ini dapat dilakukan berulang-ulang.
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN VI.1. HASIL A. OKSIHEMOGLOBIN BAHAN Tabung 1 Suspensi darah 2 ml Air suling 6 ml Hasil Merah terang Warna yang terbentuk
B. DEOKSIHEMOGLOBIN BAHAN TABUNG Tabung 2 Tabung 3 Hasil percobaan oksihemoglobin 4 ml Stokes 10 tetes campuran 2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes
NH4OH
2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH HASIL
Warna Yang Terbentuk Merah Gelap Hitam Kocok kuat kuat
Hasil
Warna Yang Terbentuk Merah terang
-TABUNG 2
10 tetes campuran 2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH
Dan di kocok kuatkuat
TABUNG 3
2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH
VI.2. PEMBAHASAN
Hemoglobin merupakan protein yang ditemukan dalam sel-sel darah merah, mengandung Fe (zat besi) dan berfungsi sebagai transporter utama molekul O2 dalam darah manusia maupun hewan lainnya. Hemoglobin mengambil O2 di paru- paru dan transfer ke jaringan di mana ia digunakan oleh sel.
Hemoglobin (Hb) mengangkut O2 dari paru ke jaringan, di mana ia melepaskan O2 dan kemudian kembali ke paru-paru untuk mengambil lebih banyak O2. Ketika hemoglobin membawa O2 itu disebut oksihemoglobindan bila tidak membawa O2 ini dikenal sebagai deoxyhemoglobin. Deoksi-dan oksihemoglobin memiliki warna yang berbeda. Sehingga hal tersebut dapat menjelaskan mengapa darah di arteri kita (oksihemoglobin) berwarna merah terang daripada darah dalam pembuluh darah kita. Oksigen berikatan dengan Fe kelompok heme karena memiliki pasangan elektron bebas yang dapat berkoordinasi untuk Fe. Ketika suspensi darah dilarutkan dengan aquades maka akan terbentuk warna merah terang. Yang menandakan bahwa terbentuknya oksihemoglobin.
Dalam keadaan tereduksi, Fe yang berada di dalam Hb mengikat oksigen menjadi oksihemoglobin ( HbO2).
Ketika ditambahkan pereaksi stokes dan dikocok secara kuat-kuat. Maka oksigen pada Hb terlepas kembali dan membenti deoksihemoglobin. Pelepasan O2 ini menyebabkan berubahnya warna darah menjadi merah gelap.
Reaksi hemoglobin dengan O2 terjadi sangat cepat (hanya 1 / 10 th detik). Setelah O mengikat satu molekul, bentuk hemoglobin berubah, sehingga memudahkan O berikutnya mengikat 2 molekul yang membuatnya lebih mudah bagi sisa molekul O2 untuk mengikat hemoglobin.
VII. KESIMPULAN
Stokes mengubah konformasi Hb menjadi deoksihemoglobin sehingga afinitas O2 turun, oleh karena itu terbentuklah warna merah gelap. Karena darah dioksigenasikan kembali, maka terbentuklah oksihemoglobin sehingga terbentuk kembali warna merah terang.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
1. Bagian Biokimia FKUI. Biokimia Eksperimen Laboratorium. Jakarta : Widya Medika.2010
2. Hardjasasmita, Pantjita. 2006. Ikhtisar Biokimia Dasar A. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
3. Ganong, William F. 1985. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran.
4. Girindra, A. 1986. Biokimia I. Gramedia, Jakarta.
5. Lehninger, A. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Terjemahan Maggy Thenawidjaya. Erlangga, Jakarta
UJI UNTUK METHEMAGLOBIN
II. TUJUAN
Memperlihatkan bila besi dalam molekul hemoglobin dioksidasi menjadi Fe3+, maka terbentuk metHb yang tidak lagi bisa mengikat oksigen.
III. DASAR TEORI
Hemoglobin adalah protein pengangkut oksigen yang terdapt pada eritrosit. Struktur hemoglobin terdiri dari satu globin yang tersusun atas empat rantai polipeptida. Masing-masing rantai polipeptida terikat dengan satu gugus heme. Setiap gugus heme mengandung besi fero (Fe2+). Setian ferro dapt mengikat satu atom oksigen. Dengan demikian, satu hemoglobin dapat mengikat empat atom oksigen. 1
Hemoglobin adalah suatu senyawa protein dengan Fe yang dinamakan conjugated protein. Sebagai intinya Fe dan dengan rangka protoperphyrin dan globin (tetra phirin) menyebabkan warna darah merah karena Fe ini. Eritrosit Hb berikatan dengan karbondioksida menjadi karboxy hemoglobin dan warnanya merah tua. Darah arteri mengandung oksigen dan darah vena mengandung karbondioksida.2
Kadar hemoglobin ialah ukuran pigmen respiratorik dalam butiran-butiran darah merah. Jumlah hemoglobin dalam darah normal adalah kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah ini biasanya disebut “100 persen”. Batas normal nilai hemoglobin untuk seseorang sukar ditentukan karena kadar hemoglobin bervariasi diantara setiap suku bangsa. Namun WHO telah menetapkan batas kadar hemoglobin normal berdasarkan umur dan jenis kelamin.2
Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin berperan sebagai reservoir oksigen : menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot. Sebanyak kurang
Menurut Depkes RI adapun guna hemoglobin antara lain : 2
1. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan-jaringan tubuh.
2. Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan- jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar.
3. Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk di buang, untuk mengetahui apakah seseorang itu kekurangan darah atau tidak, dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Penurunan kadar hemoglobin dari normal berarti kekurangan darah yang disebut anemia.
Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah : 4 1. Kecukupan Besi dalam Tubuh
Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin, sehingga anemia gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. Kandungan ± 0,004 % berat tubuh (60-70%) terdapat dalam hemoglobin yang disimpan sebagai ferritin di dalam hati, hemosiderin di dalam limpa dan sumsum tulang. Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan flavoprotein. Walaupun jumlahnya sangat kecil namun mempunyai peranan yang sangat penting. Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel-sel otot. Sitokrom, flavoprotein, dan senyawa-senyawa mitokondria yang mengandung besi lainnya, memegang peranan penting dalam proses oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. Sehingga apabila tubuh mengalami a nemia gizi besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja.
merupakan cadangan. Hemoglobin, mioglobin, sitokrom, serta enzim hem dan nonhem adalah bentuk besi fungsional dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat badan. Sedangkan besi cadangan apabila dibutuhkan untuk fungsi-fungsi
Methemoglobin merupakan bentuk hemoglobin yang teroksidasi, dimana ferro yang sangat rentan teroksidasi oleh zat-zat oksidator akan berubah menjadi ferri (Fe2+). Besi dalam bentuk ferri tidak dapat berikatan dengan oksigen sehingga methemogglobin tidak mampu untuk melaksanakan fungsi utama hemoglobin yaitu mengangkut oksigen dari paru ke jaringan. Kadar methemoglobin dalam darah sangat sedikit. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem NADH-sitokrom b5
methemoglobin reduktase yang dapat mengembalikan ferri yang sudak terbentuk menjadi ferro sehingga methemoglobin akan berubah kembali menjadi hemoglobin yang fungsional. 4
Methemoglobin terbentuk ketika besi dalam hemoglobin teroksidasi dari bentuk bentuk ferro (Fe2+) mnjadi bentuk ferri (Fe3+). Ketika ferro hemoglobin teroksidasi menjadi Fe3+, hemoglobin tersebut kehilangan kemampuannya untuk membawa oksigen.
Reaksi oksidasi besi dalam molekul hemoglobin:
Hb(Fe2+) + K 3Fe(CN)6 Hb(Fe3+) + K 4Fe(CN)6
Hb oksidator MetHb
Pereaksi Stokes
Stokes sering digunakan sebagai reduktor. Merupakan campuran 20 g fero sulfat dan 30 g asam tartrat dalam aquades, lalu diencerkam hingga 1000 ml. 5 ml larutan tadi ditambahkan dengan ammonium hidroksida sampai endapan yang terbentuk larut kembali.
Pereaksi K 3Fe(CN)6
K 3Fe(CN)6 sering digunakan sebagai oksidator K 3Fe(CN)6 33% terbuat dari larutan
IV. ALAT DAN BAHAN Alat Bahan 1. Tabung reaksi 2. Water bath 3. Rak tabung 4. Disposible syringe 5. Aluminium foil 6. Alkohol swab 7. Pencepit tabung 1. Darah segar 2. Pereaksi stokes 3. Pereaksi K 3Fe(CN)6 V. CARA KERJA
1. Encerkan 1 ml darah dengan 4 ml air dalam tabung reaksi
2. Ke dalam tabung itu tambahkan beberapa tetes K 3Fe(CN)633%. Perhatikan
dan catat perubahan warna yang terjadi. Kemudian tambahkan pereaksi Stokes ke dalam tabung itu dan kocok kuat-kuat. Perubahan apakah yang terlihat?
3. Encerkan 3 ml darah dengan 3 ml air dan panaskan sebentar, lalu tambahkan 6 ml K 3Fe(CN)6. Campur dengan membalik-balikkan. Perhatikan
gelembung-gelembung oksigen yang terbentuk.
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
VI.1 HASIL
1 ml darah dengan 4 ml air dalam tabung reaksi + beberapa tetes K 3Fe(CN)6
33%
SETELAH DI KOCOK KUAT KUAT
3 ml darah dengan 3 ml air dan panaskan sebentar + 6 ml K 3Fe(CN)6.
Tabung 2 Warna tabung 2 + K 3Fe(CN)6 Merah kecoklatan
Gelembung udara Ada gelembung
HASIL MetHB YANG DIPANASKAN
VI.2. PEMBAHASAN
TABUNG 1
Praktikum pemeriksaan methemoglobin diawali dengan pengambilan pengamilan darah sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan 4 ml air suling. Air suling berfungsi untuk melisis sel darah. Lalu campuran tersebut di tambahkan dengan beberapa tetes K 3Fe(CN)6 33% adalah
larut dalam air dan solusinya menunjukkan beberapa flouresensi hijau-kuning, dan lihat pada perubahan warna dan gelembung, untuk menentukan apakah ada perubuhan Fe2+menjadi Fe3+ . kemudian tambahkan peraksi stokes ke dalam tabung
dan kocok lihat pewarnaam yang terjadi adalah hijau metakik dan gelembung tetap ada berarti artinya stokes yang sebagai reduktor tidak cukup kuat untuk mengubah Fe3+menjadi Fe2+.
TABUNG 2
Larutan dipanaskan untuk melonggarkan ikatan protein (Hb) dengan O2agar
mudah terlepas ketika ditambahkan pereaksi K 3Fe(CN)6. Ketika ditambahkan
pereaksi K 3Fe(CN)6,terjadi oksidasi Fe2+menjadi Fe3+sehingga Hb berubah menjadi
metHb yang tidak lagi bisa mengikat O2. O2 tersebut terlepas dari ikatan Hb dan
terlihat sebagai gelembung pada dinding tabung reaksi.
Pada Methemoglobin, besi heme adalah ferri dan bukan fero. Jadi, methemoglobin tidak dapat mengangkut/mengikat oksigen. Secara normal, enzim methemoglobin reduktase mereduksi Fe3+ methemoglobin menjadi Fe2+. Methemoglobin dapat terbentuk oleh oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ sebagai efek samping obat, seperti sulfanamid dari HbM herediter, atau berkurangnya aktivitas enzim methemoglobin reduktase.
VII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan pada hari Rabu, 13 Februari 2013, hasil yang di peroleh adalah timbulnya gelembung-gelembung setelah pemberian stokes yang menunjukan bahwa reduktor tidak cukup kuat untuk mengubah Fe3+ kembali menjadi Fe2+ dan metHb tidak dapat mengikat O2.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
1. Murray R.K, Granner D.K, Mayers V.M, Rodwell. Biokimia Harper. Ed.25. Jakarta: EGC. 2003. p.972
2. Sherwood L. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Ed.2. Jakarta: EGC. 2001. p.346
3. Bayard, M., J. Farrow, and F. Tudiver. 2004. Acute Methemoglobinemia after Endoscopy. The Journal of the American Board of Family Practice .17 : 227-229.
4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Buku Penuntun Praktikum modul Respirasi. 2013. Hal 3-4
PENETAPAN KADAR HB DENGAN
METODE SIANMETHEMOGLOBIN
II. TUJUAN
Menentukan kadar Hb dalam darah secara kuantitatif dengan metode sianmethemoglobin
III. DASAR TEORI
Kadar hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain metode Sahli, oksihemoglobin atau sianmethhemoglobin.1,2
Kadar hemoglobin dapat ditentukan dengan cara kolorimeterik visual cara Sahli dan Fotoelektrik cara sianmethemoglobin atau hemoglobinsianida. Metode Sahli tidak dianjurkan karena memiliki kesalahan yang besar, alatnya tidak dapat distandardisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat diukur, seperti sulfhemoglobin, methemoglobin dan karboksihemoglobin. Dua metode yang lain (oksihemoglobin dan sianmethemoglobin) dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. Namun, dari dua metode tersebut, metode sianmethemoglobin adalah metode yang dianjurkan oleh International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua hemoglobin dapat terukur, kecuali sulfhemoglobin.2,4
Cara Sianmethemoglobin adalah cara yang dianjurkan untuk penetapan kadar hemoglobin di laboratorium oleh WHO. Karena larutan standar sianmethemoglobin sifatnya stabil, mudah diperoleh. Pada cara ini hampir semua hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. Pada cara ini ketelitian yang dapat dicapai ± 2%.4
Pada metoda ini semua bentuk hemoglobin diubah menjadi pigmen yang lebih stabil, yaitu sianmetHb setelah menambahan suatu pereaksi tunggal atau larutan Drabkin yang mengandung kalium sianida (KCN) dan kalium ferisianida (K Fe[CN] ). Ferisianida mengubah besi pada hemoglobin dari bentuk ferro ke
membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Intensitas warna yang terbentuk diukur secara fotometri pada panjang gelombang 540 nm.4,5
Selain K 3Fe[CN]6 dan KCN, larutan Drabkin juga mengandung kalium
dihidrogen fosfat (KH2PO4) dan deterjen. Kalium dihidrogen fosfat berfungsi menstabilkan pH dimana rekasi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisis darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma.5
Pada metode ini semua bentuk hemoglobin diubah menjadi pigmen yang lebih stabil, yaitu sianmethemoglobin setelah penambahan suatu pereaksi tunggal yang mengandung kalium sianida dan kalium ferisianida. Ferisianida akan mengoksidasi Hb menjadi metHb yang kemudian direaksikan dengan ion sianida membentuk sianmetHb
IV. ALAT DAN BAHAN
1. Darah yang akan diperiksa 2. Pipet Sahli 0,2 mL
3. Pipet volumetric 5 mL
4. Pereaksi Drabkin ( 1,0 gram NaHCO3, 52 mg KCN – beracun --, 198 mg
K 3Fe(CN)6 dalam 1 L air suling. Simpan dalam botol coklat )
5. Sprektofotometer dan kuvet. 6. Standar Hb
V. CARA KERJA
1. Pipetkan dengan pipet volumetrik 5 mL pereaksi Drabkin ke dalam sebuah tabung reaksi
4. Pindahkan campuran tersebut kedalam kuvet spektrofotometer dan tentukan serapan pada 540 nm. Sebagai blanko digunakan preaksi Drabkin.
5. Tentukan kadar Hb dalam g% dari standar Hb yang disediakan dengan rumus sebagai berikut.
Kadar Hb =
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
VI.1 HASIL
Tabung Blanko S (standar)1 S (standar)2 U (uji)1 U (uji)2
Pereaksi drabkin (mL) 5 mL 5 mL 5 mL 5 mL 5 mL
Darah segar - - - 0,02 mL 0,02 mL
Standar Hb (mL) - 0,02 mL 0,02 mL -
-Diamkan (menit) 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit
Bacalah serapan pada panjang gelombang 540 nm 0,000 0,900 0,436 0,589 0,364 Hasil perhitungan: kadar (g %) - - - - -Ru Rs x Konsentrasi standar (g%) = ……… g%
Tabung blanko, 2 Tabung standar Hb, dan 2 Tabung Uji
VI.2. PEMBAHASAN
Pada pengukuran menggunakan alat spektrofotometer, blanko di nol (0) kan terlebih dahulu. Karena pada pengukuran ini apabila blanko tidak di nol (0) kan, hasil pengukuran blanko negatif yang terbaca oleh alat spektrofotometer. Setelah dibaca menggunakan alat spektrofotometer, didapatkan hasil sebgai berikut:
Blanko= 0,000 S1= 0,900 S2= 0,436 U1= 0,589 U2= 0,364
Untuk mengetahui kadar Hb-nya, kita harus rata-ratakan terlebih dahulu baik standar (S) maupun uji (U).
=1,336/2 = 0,953/2 = 0,668 = 0,4765
Pada praktikum kali ini, kami tidak dapat meng-interpretasikan hasilnya. Kami hanya dapat menentukan kadar Hb dalam darah secara kuantitatif. Karena darah yang kami gunakan adalah darah sapi, bukan darah manusia. Jadi, kadar Hb yang didapatkan adalah sebagai berikut:
%
VII. KESIMPULAN
1. Dengan uji sianmethemoglobin, kita dapat menentukan kadar Hemoglobin. 2. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan uji sianmetHb,
yaitu dalam pencampuran larutan drabkin dan darah.
3. Kadar Hb normal untuk laki-laki = 13,5 – 18 g%, sedangkan perempuan 11,4 – 16,5 g%.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
1. Juniaty E. Haemoglobin. [Online] Available From:
http://www.scribd.com/doc/100931079/BAB-II-Haemoglobin
2. Riswanto. Penetapan Kadar Hemoglobin. [Online] Available From: http://www.scribd.com/doc/70634173/Penetapan-Kadar-Hemoglobin
3. Wardah C. Komponen Darah dan Kadar Hb. [Online] Available From: http://www.scribd.com/doc/93336415/Anfis-Komponen-Darah-Dan-Kadar-Hb
4. Fatma C, Wijaya. Pemeriksaan Hematologi (Darah Perifer Lengkap/DPL). Pekanbaru: Universitas Riau. 2010
5. Tyr. Pemeriksaan Hb Metode Shali. [Online] Available From: http://www.scribd.com/doc/65182641/Pemeriksaan-Hb-Metode-Sahli