• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Pengendapan Dengan Alkohol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Uji Pengendapan Dengan Alkohol"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

I.

I.  No Praktikum  No Praktikum : 4: 4 II.

II. Tanggal Tanggal Praktikum Praktikum : : 9 9 Oktober Oktober 20142014 III.

III. Judul Judul Praktikum Praktikum : : Reaksi Reaksi Uji Uji Protein Protein (Pengendapan (Pengendapan dengan dengan Alkohol)Alkohol) IV.

IV. Tujuan Tujuan Praktikum Praktikum : : Untuk Untuk menguji menguji kandungan kandungan yang yang tedapat tedapat dalam dalam proteinprotein V.

V. Alat Alat dan dan Bahan Bahan :: Alat :

Alat :

-- Pipet Pipet tetes tetes - - Rak Rak tabung tabung reaksireaksi -- Tabung Tabung reaksi reaksi - - Beker Beker gelasgelas

-- Gelas ukurGelas ukur Bahan :

Bahan :

-- Laurtan putih telur 1% - 5%Laurtan putih telur 1% - 5% -- Larutan kuning telur 1% - 5%Larutan kuning telur 1% - 5% -- Larutan ikan 1% - 5%Larutan ikan 1% - 5%

-- Etil alkohol 96%Etil alkohol 96% -- HCl 0,1 MHCl 0,1 M

--  NaOH o,1 M NaOH o,1 M

-- Buffer asetat pH = 4,7Buffer asetat pH = 4,7

VI.

VI. Dasar TeoriDasar Teori

Protein merupakan salah satu unsur terpenting penyusun makhluk hidup. Seperti Protein merupakan salah satu unsur terpenting penyusun makhluk hidup. Seperti halnya unsur

halnya unsur lainnya seperti karbolainnya seperti karbohidrat, protein jughidrat, protein juga memiliki sifat a memiliki sifat dan fungsi. dan fungsi. Sifat- Sifat-sifat dan fungsi protein ditentukan oleh jenis dan urutan asam amino. Beberapa fungsi sifat dan fungsi protein ditentukan oleh jenis dan urutan asam amino. Beberapa fungsi utama protein dalam organisme kehidupan antara lain; sebagai bahan penyusun selaput utama protein dalam organisme kehidupan antara lain; sebagai bahan penyusun selaput sel dan dinding sel, jaringan pengikat, pembentuk membran sel, mengangkut sel dan dinding sel, jaringan pengikat, pembentuk membran sel, mengangkut molekul-molekul lain (hemoglobin) dan sebagai zat antibodi.

molekul lain (hemoglobin) dan sebagai zat antibodi.

Di dalam kehidupan, protein memegang peranan yang penting pula. Proses Di dalam kehidupan, protein memegang peranan yang penting pula. Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim, suatu protein kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim, suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalisator.

yang berfungsi sebagai biokatalisator.

Kita dapat memperoleh protein dari bahan makanan yang banyak mengandung Kita dapat memperoleh protein dari bahan makanan yang banyak mengandung  protein,

 protein, misalnya misalnya pada pada hewan hewan terkandung terkandung protein protein hewani, hewani, sedangkan sedangkan pada pada tumbuhantumbuhan terkandung protein nabati.

(2)

Protein merupakan polipeptida berbobot molekul tinggi yang terdapat secara alami. Polipeptida yang memiliki hanya asam amino saja digolongkan sebagai protein sederhana. Protein terkonjugasi mengandung komponen bukan asam amino yang dikenal sebagai gugus prostetik di samping kerangka utama asam amino.

Protein yang terdapat dalam makanan kita dicernakan dalam lambung dan usus menjadi asam-asam amino, yang diabsorsi dan dibawa oleh darah ke hati. Sebagian asam amino diambil oleh hati, sebagian lagi diedarkan ke dalam jaringan-jaringan di luar hati. Protein dalam sel-sel tubuh dibentuk dari asam amino. Bila ada kelebihan asam amino dari jumlah yang digunakan untuk biosintesis protein, kelebihan asam amino akan diubah menjadi asam keto yang dapat masuk kedalam siklus asam sitrat atau diubah menjadi urea. Hati merupakan organ tubuh dimana terjadi reaksi katabolisme maupun anabolisme. Asam amino yang dibuat dalam hati, maupun yang dihasilkan dari proses katabolisme protein dibawa oleh darah ke dalam jaringan untuk digunakan. Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber, yaitu absorpsi melalui dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel dan hasil sintesis asam amino dalam sel.

Asam amino adalah monomer protein yang mempunyai dua gugus fungsi yaitu gugus amino dan gugus hidroksil. Jumlah asam amino yang terdapat di alam a da beratus  –   ratus jumlahnya, namun yang diketahui ikut membangun protein hanya sekitar 20 macam. Sifat asam amino antara lain memiliki titik leleh di atas 200 °C, larut dalam senyawa polar dan tidak larut dalam senyawa nonpolar serta memiliki momen dipol yang besar.

Beberapa Reaksi Uji Protein :

A. Percobaan berdasarkan reaksi warna: 1)  Percobaan kadar-N

Kapur natron, yaitu campuran NaOH dan Ca(OH)2 dalam tabung reaksi dengan

larutan protein dipanaskan. Keluarlah Amoniak dan Amina.Lakmus merah yang dibasahi menjadi biru.

2)  Reaksi Xantoprotein

Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan  protein. Setelah dicampur terjadi pengendapan putih yang dapat berubah

(3)

Benzen yang terdapata pada molekul protein. Jadi, reaksi ini positif untuk  protein, fenilalanin dan triptofan. Kulit kita bila kena asam nitrat berwarna

kuning, itu juga karena terjadi reaksi xantoprotein ini. 3)  Reaksi Millon

Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat, apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol, karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan reaksi positif.

4)  Reaksi Biuret 

Larutan Protein + NaOH + CuSO4 lembayung Berlaku

untuk senyawaan yang mempunyai jumlah ikatan peptida > 1. Reaksi ini dapat dipakai untuk penentuan protein secara kualitatif dan kuantitatif.

Beberapa reaksi uji terhadap protein, tes biuret merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi adanya protein, dalam larutan basa biuret memberikan warna violet dengan CuSO4 karena akan terbentuk kompleks Cu2+ dengan gugus CO dan gugus NH

dari rantai peptida dalam suasana basa. Pengendapan dengan logam diketahui bahwa  protein mempunyai daya untuk menawarkan racun. Salting out, apabila terdapat garam-garam anorganik alam presentase tinggi dalam larutan protein, maka kelarutan protein akan berkurang, sehingga mengakibatkan pengendapan. Pengendapan dengan alkohol,  penambahan pelarut organik seperti aseton atau alkohol akan menurunkan kelarutan  protein pada kedudukan dan distribusi dari gugus hidrofil polar dan hidrofob polar di

dalam molekul hingga menghasilkan protein yang dipol.

Fungsi protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan banyak dari proses  pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang terkandung di dalam tubuh

kita. Di bawah ini beberapa fungsi protein yaitu : a. Sebagai enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi

(4)

kromosom. Protein besar peranannya terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.

 b. Alat pengangkut dan penyimpan

Banyak molekul dengan MB kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Pengatur  pergerakan Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena

adanya dua molekul protein yang saling bergeseran. c. Penunjang mekanis

Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu  protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut. Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti virus, bakteri, dan sel- sel asing lain.

d. Media perambatan impuls syaraf

Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya  pada sel-sel mata.

e. Pengendalian pertumbuhan

Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan

Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu

gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu

atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino. Asam amino

 biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar (Anonim a, 2010).

(5)

Dari struktur umumnya, asam amino mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya, yaitu gugus amino dan gugus karboksil, yang digambarkan sebagai struktur ion dipolar. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut, senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang yang mencirikan gugus-gugusnya. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan esterifikasi. Asam amino juga bersifat amfoter, yaitu dapat bersifat sebagai asam dan memberikan proton kepada basa kuat, atau dapat  bersifat sebagai basa dan menerima proton dari basa kuat.

Semua asam amino yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama, gugus karboksil dan amino diikat pada atom karbon yang sama. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain pada gugus R-nya, yang bervariasi dalam struktur, ukuran, muatan listrik, dan kelarutan dalam air. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik yang melibatkan gugus R-nya.

Melalui reaksi hidrolisis protein telah didapatkan 20 macam asam amino yang dibagi berdasarkan gugus R-nya, berikut dijabarkan penggolongan tersebut : asam amino non-polar dengan gugus R yang hidrofobik, antara lain Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin, Prolin, Fenilalanin, Triptofan dan Metionin. Golongan kedua yaitu asam amino polar tanpa muatan pada gugus R yang beranggotakan Lisin, Serin, Treonin, Sistein, Tirosin, Asparagin dan Glutamin. Golongan ketiga yaitu asam amino yang  bermuatan positif pada gugus R dan golongan keempat yaitu asam amino yang  bermuatan negatif pada gugus R. Dari ke-20 asam amino yang ada, dijumpai delapan macam asam amino esensial yaitu valin, leusin, Isoleusin, metionin, Fenilalanin, Triptofan, Treonin, dan Lisin. Asam amino essensial ini tidak bisa disintesis sendiri oleh tubuh manusia sehingga harus didapatkan dari luar seperti makanan dan zat nutrisi lainnya.

(6)

VII. Prosedur Percobaan a. Tabung 1

Tambahkan HCL 0,1 M sebanyak 0,5 mL ke dalam 2,5 mL larutan albumin, kemudian tambahkan 3 mL etil alkohol 96%.

 b. Tabung 2

Tambahkan NaOH 0,1 M sebanyak 0,5 mL ke dalam 2,5 mL larutan albumin, kemudian tambahkan 3 mL etil alkohol 96%.

c. Tabung 3

Tambahkan Buffer asetan pH 4,7 sebanyak 0,5 mL ke dalam 2,5 mL larutan albumin, kemudian tambahkan 3 mL etil alkohol 96%.

VIII. Hasil Pengamatan

Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan

1. Putih Telur a. Tabung 1

2,5 mL larutan putih telur 1% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan putih telur 2% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan putih telur 3% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan putih telur 4% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan putih telur 5% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

 b. Tabung 2

2,5 mL larutan putih telur 1% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan putih telur 2% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

(7)

mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96% 2,5 mL larutan putih telur 4% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan putih telur 5% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

c. Tabung 3

2,5 mL larutan putih telur 1% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan putih telur 2% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan putih telur 3% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan putih telur 4% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan putih telur 5% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2. Kuning Telur a. Tabung 1

2,5 mL larutan kuning telur 1% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 2% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 3% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 4% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

(8)

mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%  b. Tabung 2

2,5 mL larutan kuning telur 1% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan bening

2,5 mL larutan kuning telur 2% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan bening

2,5 mL larutan kuning telur 3% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan bening

2,5 mL larutan kuning telur 4% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan bening

2,5 mL larutan kuning telur 5% + 0,5 mL NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan bening

c. Tabung 3

2,5 mL larutan kuning telur 1% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 2% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 3% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 4% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan kuning telur 5% + 0,5 mL buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

3. Larutan Ikan a. Tabung 1

2,5 mL larutan ikan 1% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

(9)

2,5 mL larutan ikan 2% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan ikan 3% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan ikan 4% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan ikan 5% + 0,5 mL HCl 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

 b. Tabung 2

2,5 mL larutan ikan 1% + 0,5 mL  NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan ikan 2% + 0,5 mL  NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan ikan 3% + 0,5 mL  NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan ikan 4% + 0,5 mL  NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

2,5 mL larutan ikan 5% + 0,5 mL  NaOH 0,1 M + 3 mL alkohol 96%

Larutan putih keruh

c. Tabung 3

2,5 mL larutan ikan 1% + 0,5 mL  buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol

96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan ikan 2% + 0,5 mL  buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol

96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan ikan 3% + 0,5 mL  buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol

96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

2,5 mL larutan ikan 4% + 0,5 mL  buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol

96%

(10)

2,5 mL larutan ikan 5% + 0,5 mL  buffer asetat pH 4,7 + 3 mL alkohol

96%

Larutan putih keruh terdapat endapan

IX. Persamaan Reaksi

Pengendapan dengan Alkohol

 Reaksi dengan HCl 0,1 M dan dilanjutkan dengan alkohol

 Reaksi dengan NaOH 0,1 M dan dilanjutkan dengan alkohol

(11)

X. Pembahasan

Penambahan alkohol yang merupakan pelarut organik akan menurunkan kelarutan protein, karena kelarutaan suatu protein tergantung dari kedudukan dan distribusi dari gugus hidrofil polar dan hidrofob polar pada molekul. Mampu mengendapkan logam dalam suasan asam dan pada pH 4,7 yang merupakan titik isoelektrik.

Pada reaksi pengendapan dengan alkohol, larutan albumin akan membentuk endapan yang disebabkan karena adanya gugus hidrofobik didalam molekul protein dan menghasilkan protein dipol. Menurut teori, larutan albumin + HCl dan larutan albumin + NaOH membentuk larutan bening sedangkan albumin + buffer asetat pH 4,7 agak keruh. Sedangkan menurut hasil praktikum yang kami dapat, untuk tabung 1 dan 2 pada  putih telur terjadi perubahan warna menjadi larutan putih keruh sedangkan tabung 3

larutan berwarna putih keruh dan terdapat endapan, pada tabung 1 dan tabung 3 untuk larutan kuning telur terjadi perubahan warna menjadi larutan putih keruh, sedangkan untuk tabung 2 larutan berwarna bening, sedangkan pada tabung 1 dan tabung 3 untuk larutan ikan terjadi perubahan warna yaitu larutan putih keruh dan terbentuk endapan, sedangkan untuk tabung 2 larutan berwana putih keruh. Hal ini disebabkan karena pada  pH 4,7 merupakan titik isoelektrik albumin. Titik isoelektrik merupakan pH dimana kelarutan protein minimum karena jumlah ion positif dan ion negatif sama sehingga  penambahan senyawa organik seperti aseton dan alkohol yang bersifat nonpolar,

cenderung menurunkan kelarutan protein. Sedangkan dengan penambahan asam atau  basa menyebabkan larutan albumin kelihatan agak bening, hal ini menandakan naiknya

kelarutan albumin.

Hal ini berdasarkan sifat protein yang amfoter (protein dalam suasana pelarut yang bersifat asam akan bertindak sebagai basa dan dalam suasana pelarut yang bersifat  basa akan bertindak sebagai asam).

(12)

XI. Kesimpulan

1. Pada tabung 1 dan tabung 2 untuk putih telur terjadi perubahan warna menjadi larutan putih keruh sedangkan tabung 3 larutan berwarna putih keruh dan terdapat endapan.

2. Pada tabung 1 dan tabung 3 untuk larutan kuning telur terjadi perubahan warna menjadi larutan putih keruh, sedangkan untuk tabung 2 larutan berwarna bening. 3. Pada tabung 1 dan tabung 3 untuk larutan ikan terjadi perubahan warna yaitu larutan putih keruh dan terbentuk endapan, sedangkan untuk tabung 2 larutan  berwana putih keruh.

4. Terjadi perubahan tersebut disebabkan karena pada pH 4,7 merupakan titik isoelektrik albumin.

5. Titik isoelektrik merupakan pH dimana kelarutan protein minimum karena  jumlah ion positif dan ion negatif.

(13)

Daftar Pustaka

 Nuraini, Hanis. 2013. Laporan Praktikum Biokimia Koagulasi dan Pengendapan Protein. http://c-31120062.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-koagulasi -dan.html. Diakses tanggal 12 Oktober 2014.

Hidayah, Lutfiyatul. 2013. Koagulasi dan Pengendapan Protein. http://c31120065.blog spot.com/2013/06/pengamatan-koagulasi-dan-pengendapan.html. Diakses tanggal 12 Oktober 2014.

Hikmayani, Risky. 2014. Reaksi Uji Protein. http://riskynurhikmayani.blogspot. com/2014/02/biokimia-reaksi-uji-protein.html. Diakses tanggal 12 Oktober 2014.

Rizki, Khofiya. 2013. Uji Kualitatif Protein. http://panggilakukhofiyaa.blogspot.com/ 2013/03/part-4-b-uji-kualitatif-protein.html. Diakses tanggal 12 Oktober 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Tentukan pereaksi A, B, C, dan D yang dipergunakan pada kedua reaksi di bawah ini dalam bentuk rumus bangunnya.. Kemudian ditambahkan larutan perak nitrat berlebihan yang

Albumin yang ditambahkan HCl juga menghasilkan endapan, namun dengan kuantitas yang lebih sedikit, ini terjadi karena gugus positif pada protein berikatan dengan

Jika larutan sampel diasamkan dengan asam nitrat dan ditambahkan perak nitrat maka hanya golongan anion halida yang akan mengendap sebagai garam perak, yaitu: AgCl (putih), AgBr

Pada larutan cuplikan ditambahkan setetes larutan asam sulfat, akan terjadi endapan putih yang larut dalam larutan amonium asetat pekat... Pada setetes larutan cuplikan

Ditambahkan larutan amonia atau alkali karbonat ke dalam larutan uji, maka akan terbentuk endapan putih dari stanno hidroksida yang tidak larut dengan penambahan pereaksi

Pada larutan garam kalsium ditambahkan larutan amonium oksalat P, terbentuk endapan putih yang larut dalam asam klorida P, tetapi agak sukar larut dalam asam

tambahkan larutan perak nitrat kedalam larutan senyawa sulfat tersebut, Tentukan apakah ada endapan yang terjadi, dan larut dalam asam nitrat.. tambahkan larutan barium nitrat

Hasil reaksi identifikasi senyawa dengan rumus molekul C2H4O sebagai berikut: 1 Dengan larutan KMnO4 bereaksi menghasilkan asam 2 Dengan pereaksi Tollens menghasilkan endapan perak