• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis dan kualitatif dan anorganik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "analisis dan kualitatif dan anorganik"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KUALITATIF

ANORGANIK

(2)

MENGINGAT KEMBALI DEFINISI DAN TUJUAN ANALISIS KUALITATIF…

Analisis kualitatif adalah analisis yg dilakukan

(3)

Analisis kualitatif secara konvensional

(4)

REAKSI KERING VS REAKSI

BASAH

a.

Uji reaksi kering adalah pengujian yang

diterapkan dalam keadaan kering dan tanpa

proses pelarutan sampel.

(5)

SKALA SAMPEL UNTUK PENERAPAN

ANALISIS KUALITATIF

Analisis kualitatif dapat dilakukan pada bermacam-macam skala antara lain :

a. Skala makro

b. Skala semimikro c. Skala mikro

NOTE :

(6)

KELEBIHAN ANALISIS KUALITATIF

Penghematan anggaran riset karena

pengurangan konsumsi sampel dan zat

Penghematan waktu pengerjaan sehingga

(7)

PENGAMATAN DALAM ANALISIS KUALITATIF MELIPUTI :

 Bentuk

 Warna

 Bau

(8)

TEKNIK UJI DALAM REAKSI KERING

:

a. Uji sifat fisik secara langsung b. Pemanasan kering

(9)

LANJUTAN……..

a. Uji sifat fisik secara langsung

- Pengamatan bentuk

bentuk harus diperhatikan secara seksama, apakah berupa padatan atau cairan

- Pengamatan warna

(10)
(11)

BAGAIMANA BILA SAMPEL BERUPA LARUTAN ????

Kation Warna

Ion Ferro Hijau muda

Ion Ferri Coklat

Ion Tembaga Biru

Ion magnesium Hijau tua

(12)

b. Pemanasan kering

- Letakkan sedikit zat dalam tabung uji yang kering

dan bersih, panaskan dengan kedudukan hampir horisontal. Perhatikan perubahan yang terjadi.

- Perubahan yang mungkin terjadi antara lain,

(13)

CONTOH YANG MENGALAMI

SUBLIMASI :

- Sublimat dari senyawaan arsen :

As2O3 (putih) ; AsCl3 (putih jernih), As2S3 (kuning)

- Sublimat dari iodida : I2 (hitam keunguan)

- Sublimat dari senyawaan Pb :

PbCl2 (putih) ; PbI2 (Kuning) ; PbBr2 (putih)

- Sublimat dari senyawaan Hg :

(14)

CONTOH YANG MENGALAMI

PERUBAHAN WARNA TANPA

MENGALAMI PENGURAIAN :

Jenis Zat Warna zat sebelum pemanasan

Warna zat saat pemanasan

ZnO Putih Kuning

PbO Kuning Merah kecoklatan

HgS Hitam Merah

Cr2O3 Hijau Hijau kehitaman

(15)
(16)

CONTOH HASIL PENGAMATAN DAN

KESIMPULAN DARI UJI PEMANASAN

3. Keluar gas (Tercium bau) atau uap

keluar air bersifat basa : garam amonium

keluar air bersifat asam : garam dr asam

kuat yg mdh terurai

tercium bau amonia : garam amonium

dan kompleks amina tertentu

(17)

c. Uji warna nyala

 Uji warna nyala dilakukan dengan cara menggunakan

kawat yang sudah dicuci dengan asam klorida

kemudian tempelkan pada sampel kemudian bakar secara langsung pada bagian api yang berwarna biru. Amati warna nyala yang timbul.

 Unsur-unsur alkali dan alkali tanah pada umumnya

(18)

CONTOH HASIL PENGAMATAN DAN

KESIMPULAN DARI UJI WARNA

NYALA

Kuning keemasan : Natrium

Hijau kekuningan : barium

Hijau : borat, tembaga

Merah bata : kalsium

Nila / ungu : kalium

(19)

TEKNIK UJI PADA REAKSI BASAH

- Pengujian atau analisis pada reaksi basah selalu

melibatkan proses pelarutan dalam pelarut yang sesuai sebagai langkah pertama.

- Oleh sebab itu teknik ini juga disebut teknik uji

kelarutan.

- Suatu reaksi dinyatakan atau diketahui

(20)

URUTAN PELARUT YANG

DIGUNAKAN

PADA UJI KELARUTAN

 Air dingin jika sampel tidak larut dalam air

(21)

YANG PERLU DIPERHATIKAN….

 Untuk keperluan pengujian kelarutan ini,

dipakai selalu zat dalam jumlah sesedikit mungkin dalam volume pelarut yang sesuai.

 Pengujian dilakukan mula-mula dengan pelarut

air dalam keadaan dingin dan setelah dikocok dengan kuat atau diaduk tidak memberikan hasil, dilanjutkan dengan pemanasan.

 Jika dalam keadaan panas tidak juga larut

(22)

CONTOH HASIL PENGAMATAN DAN

KESIMPULAN PADA UJI

KELARUTAN

-

Dalam pelarut air atau asam encer,

beberapa warna yang muncul berikut ini

diperlihatkan oleh ion-ion dalam larutan

encer, sbb :

-

Biru

: tembaga (II),

-

Hijau

: Nikel, Besi (II)

-

Kuning : Kromat, heksasianoferat (II)

(23)

UJI KELARUTAN BERBAGAI MACAM GARAM DALAM AIR, DAPAT DIGUNAKAN MEMPERKIRAKAN JENIS ANION YANG MUNGKIN TERDAPAT DALAM SAMPEL.

BERIKUT BEBERAPA JENIS GARAM SESUAI DENGAN KELARUTANNYA DALAM PELARUT TERTENTU :

 Garam dari nitrat, klorat dan asetat larut dalam air kecuali

garam dari perak(I) dan merkuri (I) asetat sedikit larut.

 Semua garam nitrit larut dalam air kecuali perak(I) nitrit

kurang larut dalam air.

 Garam klorida dan bromida larut baik dalam air kecuali perak(I)

dan merkuri(I). Timba1(II) klorida larut dalam air panas

 Garam iodida larut baik dalam air kecuali perak(I) , merkuri (I)

(24)

APA YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH

DIPEROLEH PELARUT YANG SESUAI….

Lakukan analisis uji penggolongan dan

(25)

UJI PENGGOLONGAN

 Untuk mempermudah analisis maka dilakukan

uji penggolongan. Terdapat dua kelompok yaitu kation yang akan diendapkan dan anion yang larut.

 pemisahan kation dan anion dilakukan sekaligus

(26)

TUJUAN UJI PENGGOLONGAN…

(27)

PENGGOLONGAN KATION….

a. Cuplikan dididihkan dengan larutan pekat campuran kalium karbonat dan kalium

karbonat. Semua ion logam akan mengendap sebagai karbonat kecuali Na, K, dan NH4. Jadi

jika tidak terjadi endapan dapat dipastikan bahwa cuplikan mengandung salah satu atau lebih kation di atas. Hal ini dapat

dikonfirmasikan dari uji reaksi nyala.

(28)

b. Jika pada (a) diperoleh endapan, maka pisahkan endapan dengan cara dekantasi (setelah

disentrifugasi). Sentrat (biasa disebut dengan ekstrak soda, E.S) digunakan untuk uji anion.

c. Endapan yang diperoleh ditambah dengan sedikit (beberapa mL) HCl pekat dan panaskan hingga

mendidih sehingga CO2, dari karbonat hilang. Jika

endapan tidak larut kemungkinan cuplikan

(29)

d. Jika pada (c) tidak terjadi endapan tambahkan

NH4OH. Endapan yang dihasilkan kemungkinan dari

Cd2+ , Bi3+ , Cu2+ , As3+ ,Sn2+ , Sb3+ , Fe3+ , Cr3+, Al3+, Mn4+

Mg2+, Ni 2+ ,Co2+ , Zn2+. Dengan mengkonfirmasikan

warna endapan yang terbentuk, selanjutnya lakukan uji identifikasi kation.

e. Jika pada (d) tidak terjadi endapan, tambahkan

amonium karbonat dan amonium klorida. Endapan yang terbentuk kemungkinan terdiri dari Ba2+ , Sr2+

(30)

PENGGOLONGAN ANION…

Seperti yang sudah disinggung di atas untuk pemeriksaan anion digunakan larutan hasil

pendidihan cuplikan dengan larutan jenuh kabonat. Ion logam akan mengendap sebagai karbonat,

sedangkan anion tetap dalam larutan yang bersifat basa, yang disebut ektrak soda (E.S). Setiap kali akan melakukan pengujian, jangan lupa netralkan E.S,

(31)

A. PENGUJIAN SULFAT DAN SULFIT

 Sedikit E.S diasamkan dengan HCI, kemudian

direaksikan dengan larutan barium klorida, endapan putih menunjukkan adanya sulfat.

Endapan dipisahkan dan pada bagian filtratnya ditambah dengan air brom, endapan putih

(32)

B. PENGUJIAN HALIDA

Sedikit E.S diasamkan dengan asam nitrat berlebih, sampai tidak terbentuk lagi gas CO2

kemudian tambahkan sedikit pereaksi perak

nitrat. Endapan putih menunjukkan adanya ion-ion halida. Setelah endapan dipisahkan,

direaksikan dengan amonium karbonat, perak klorida akan larut sedangkan perak iodida dan bromida tidak. Sisa endapan dimasak dengan logam seng san asam sulfat, yang akan

(33)

C. PENGUJIAN NITRAT DAN NITRIT

Sedikit E.S diasamkan dengan HCl encer,

kemudian ditambah besi (II) sulfat yang baru dibuat, pelan-pelan tambahkan asam sulfat

(34)

LANGKAH TERAKHIR DALAM

IDENTIFIKASI SUATU UNSUR…

-

Pengujian selanjutnya sekaligus terakhir

adalah uji identifikasi kation atau anion

dengan pereaksi khusus

-

Dalam pelaksanaannya untuk uji satu

(35)

UJI IDENTIFIKASI KATION…

- Ag(I)

a. Larutan cuplikan ditambah dengan setetes larutan HCI, terbentuk endapan putih yang akan larut dalam amonium karbonat. atau b. Pada larutan cuplikan ditambahkan setetes

(36)

 Pb(II)

a. Pada larutan cuplikan ditambahkan setetes larutan kalium kromat, akan terjadi endapan kuning yang larut dalam larutan 2 M NaOH. Atau

(37)

 Ni(II)

a. Pada setetes larutan cuplikan tambahkan setetes larutan dimetilglioksim kemudian larutan amoniak, akan terbentuk endapan atau larutan wama merah. b.Pada larutan cuplikan tambahkan setetes larutan

(38)

UJI IDENTIFIKASI ANION…

 Klorida

Klorida diendapkan sebagai perak klorida, endapan disaring dan dilarutkan dengan amonium karbonat. Larutan dibagi dua a. ditambah asam nitrat perak klorida akan

mengendap kembali

(39)

 Bromida

Sedikit larutan sampel direaksikan

dengan.permanganat, asam nitrat dan kloroform.

Kloroform akan berwarna coklat jika bromida berada dalam sampel.

 Iodida

Pada larutan sampel ditambahkan besi(III) klorida dan sedikit kloroform, lapisan kloroform akan

(40)

 Nitrat

Uji cincin coklat

 Nitrit

Pada larutan sampel ditambahkan HCI dan tiourea, tambahkan besi(III) klorida, akan terbentuk wama merah.

 Sulfat

Pada larutan sampel tambahkan larutan

(41)

Referensi

Dokumen terkait

Endapan putih barium metaborat, Ba(BO 2 ) 2 , dari larutan-larutan yang cukup pekat, endapan larut dalam reagensia berlebihan, dalam asam-asam encer, dan dalam larutan

Dan percobaan terakhir yaitu proses esterifikasi dimana timbul aroma yang enak dari larutan asam asetat + alcohol + asam sulfat pekat dalam tabung reaksi

Pada masing"masing larutan protein tersebut gelatin * albumin! terdapat endapan putih dilapisan bawah, endapan putih itu adalah endapan garam yang tidak larut

CDLXI.. Lalu ditambahkan padatan Zn menimbulkan endapan berwarna abu-abu pada bagian bawah larutan. Endapan tersebut larut setelah ditambahkan HCl pekat 1,5 mL yang

Dengan penambahan larutan amonium oksalat, didapatkan endapan putih barium oksalat (Ba(COO) 2 ), yang hanya sedikit larut dalam air, tetapi dilarutkan dengan mudah

Pb(CH 3 COOH) 2 Larutan putih keruh putih Larutan putih keruh, endapan CuSO 4 kehitaman Larutan menjadi merah kehitaman Larutan menjadi merah H 2 SO 4 kekuningan Larutan

(2) dengan asam sulfat membentuk endapan putih (3) dengan hidrogen sulfida membentuk endapan hitam (4) dengan larutan jenuh dari besi (II) sulfat dalam.. asam sulfat pekat

Dari hasil pengujian ekstrak daun Bunga Trompet yang larut dalam eter ditambahkan beberapa tetes anhidrida asetat dan asam sulfat pekat tidak didapati perubahan warna yang