• Tidak ada hasil yang ditemukan

Marliyana Safitri 1, Inggit Meliana Anggarini 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Marliyana Safitri 1, Inggit Meliana Anggarini 2"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN

TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA/I DI SMA KHARISMAWITA TANJUNG

BARAT JAKARTA SELATAN TAHUN 2016

Marliyana Safitri

1

, Inggit Meliana Anggarini

2

1,2

Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin Alamat Korespondensi:

Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23-25 Kramat Jati, Jakarta Timur

Telp: 021 8096411 ext. 1208

ABSTRAK

AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Jumlah kumulatif infeksi HIV dan AIDS di Indonesia dari 1 April 1987 sampai 31 Desember 2015 sebanyak 191.157 dan 77.987 orang. Jumlah infeksi HIV pada remaja mulai dari tahun 2011 (683 orang) sampai 2015 terus mengalami peningkatan hingga mencapai 1.119 orang.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 dari kelas X dan kelas XI. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Uji yang dilakukan adalah uji univariat (melihat distribusi frekuensi) dan bivariat (menggunakan uji chi square). Hasil penelitian menunjukkan tingginya persentase pengetahuan rendah mencapai 76,1%.

Faktor-faktor yang berhubungan yaitu minat dan pengalaman, sedangkan yang tidak berhubungan yaitu umur, pendidikan, kebudayaan lingkungan sekitar, dan paparan informasi.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan peneliti adalah mengadakan penyuluhan, seminar, pelatihan kepada siswa/i tentang informasi HIV/AIDS secara menyeluruh, selain itu membentuk organisasi PIK Remaja di sekolah serta melakukan pembinaan kepada guru-guru terkait HIV/AIDS.

Kata Kunci : HIV/AIDS, Pengetahuan HIV/AIDS

PENDAHULUAN

UNICEF menyebutkan, sekitar 71.000 remaja berusia antara 10 dan 19 tahun meninggal dunia karena virus HIV pada tahun 2005. Jumlah itu meningkat menjadi 110.000 jiwa pada tahun 2012 (BKKBN, 2014). Jumlah kumulatif infeksi HIV dan AIDS di Indonesia dari 1 April 1987 sampai dengan 31 Desember 2015 sebanyak 191.157 dan 77.987 orang (Kemenkes RI, 2016). Jumlah kumulatif HIV tertinggi menurut provinsi yaitu di DKI Jakarta (39.347) dan kumulatif AIDS terbanyak di Jawa Timur (14.498) (Kemenkes RI, 2016). Pengetahuan remaja sekolah tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS tahun 2015 mengalami penurunan dari tahun 2011 (Kemenkes RI & UNICEF, 2015). Penelitian tentang PMS dan HIV/AIDS yang dilakukan Rahmadini (2015) di SMAN 30 Jakarta siswa dengan pengetahuan rendah cukup besar yaitu mencapai 60,7% (Rahmadini, 2015).

Tingginya angka HIV/AIDS di Indonesia terutama pada Provinsi DKI Jakarta serta masih rendahnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS membuat Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan

tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita Tanjung Barat, Jakarta Selatan tahun 2016.

METODE

Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif desain deskriptif analitik pendekatan cross sectional yaitu melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini dilakukan di SMA Kharismawita Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada tanggal 31 Mei 2016.

Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sampel sebanyak 46 siswa/i. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa/i di SMA Kharismawita sebanyak 35 (76,1%). Persentase tertinggi terdapat pada remaja madya sebanyak 27 (58,7%), sebanyak 26 (56,5%) merupakan siswa/i pada jenjang kelas X. Siswa/i yang berminat mencapai 29 (63%) dan yang tidak memiliki pengalaman mencapai 28 (60,9%). Variabel kebudayaan

(2)

lingkungan sekitar yang mendukung HIV/AIDS juga cukup tinggi yaitu mencapai 43 (93,5%) serta sebanyak 41 (89,1%) pernah mendapatkan informasi terkait HIV/AIDS. Analisa Univariat Variabel Frekuensi (n) Persentase (%) Pengetahuan Kurang 35 76,1% Baik 11 23,9% Umur Remaja Madya (14-16 Tahun) 27 58,7% Remaja Akhir (17-21 Tahun) 19 41,3% Pendidikan Kelas X 26 56,5% Kelas XI 20 43,5% Minat Tidak Berminat 17 37% Berminat 29 63% Pengalaman Tidak Pernah 28 60,9% Pernah 18 39,1%

Kebudayaan Lingkungan Sekitar

Tidak Mendukung 3 6,5% Mendukung 43 93,5% Paparan Informasi Tidak Terpapar 5 10,9% Terpapar 41 89,1% PEMBAHASAN

Hasil analisis hubungan antara umur dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS diperoleh nilai p-value = 0,749, karena p-value > α (0.05) maka H0 gagal ditolak dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara umur dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita.

Hasil penelitian tersebut berbeda dengan teori Mubarok (2007) bahwa faktor yang mempengaruhi pengetahuan salah satunya yaitu umur.

Penelitian Antari (2015) menyatakan kesimpulan yang sama dengan penelitian ini bahwa dalam uji

statistik diperoleh nilai p-value = 0,457 yang artinya tidak ada hubungan antara umur dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja.

Hasil analisis hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS diperoleh p-value = 0,880 karena p value > α (0.05) maka H0 gagal ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita.

Hal ini berbeda dengan Widianti et al. (2007) yang menyebutkan bahwa pendidikan dapat mempengaruhi pengetahuan (Yulianti, 2012).

Penelitian Nur’aini (2005) menyatakan kesimpulan yang sama bahwa tidak ada hubungan antar variabel tersebut (p-value = 1,000). Kesimpulan yang berbeda dalam penelitian Supriatna (2006) bahwa variabel pendidikan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS menunjukkan nilai p-value = 0,013 yang berarti terdapat hubungan antar variabel tersebut.

Hasil analisis hubungan antara minat dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS diperoleh p-value = 0,028 karena p-value < α (0.05) maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara minat dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada sisswa/i di SMA Kharismawita. Selain itu, diperoleh

nilai OR sebesar 8,421 (lower-upper = 0,971-73,059), artinya siswa yang memiliki minat berpeluang 8,4 kali lebih besar untuk memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS.

Hasil analisis bivariat penelitian ini sesuai dengan teori Mubarak (2007) bahwa minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang.

Hasil analisis hubungan antara pengalaman dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS diperoleh p-value = 0,001 karena p-value < α (0.05) maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengalaman dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita. Selain itu, diperoleh nilai OR sebesar 13,0 (lower-upper = 2,353-71,835) artinya siswa yang memiliki pengalaman berpeluang 13 kali lebih besar untuk memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS.

Hasil analisis bivariat penelitian ini sesuai dengan teori Mubarak (2007) bahwa pengalaman merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang.

Hasil analisis hubungan antara kebudayaan lingkungan sekitar dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS diperoleh p-value = 0,315 karena p-value > α (0.05) maka H0 gagal ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kebudayaan lingkungan sekitar dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang disampaikan Mubarak (2007) bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah kebudayaan lingkungan sekitar.

(3)

Analisa Bivariat

Variabel

Pengetahuan

Total

p-value

OR

(Lower-Upper)

Baik

Kurang

N

%

N

%

N

%

Umur

Remaja Madya

(14-16 Tahun)

6

13

21

45,7

27

58,7 0,749

1,250

(0,319-4,899)

Remaja Akhir

(17-21 Tahun)

5

10,9

14

30,4

19

41,3

Pendidikan

Kelas X

6

13

20

43,5

26

56,5 0,880

1,111

(0,284-

4,340)

Kelas XI

5

10,9

15

32,6

20

43,5

Minat

Tidak Berminat

1

2,2

16

34,8

17

37

0,028

8,421

(0,971-73,059)

Berminat

10

21,7

19

41,3

29

63

Pengalaman

Tidak Pernah

2

4,3

26

56,5

28

60,9

0,001

13,0

(2,353-71,835)

Pernah

9

19,6

9

19,6

18

39,1

Kebudayaan Lingkungan Sekitar

Tidak

Mendukung

0

0

3

6,5

3

6,5

0,315

-

Mendukung

11

23,9

32

69,6

43

93,5

Paparan Informasi

Tidak Terpapar

0

0

5

10,9

5

10,9 0,184

-

Terpapar

11

23,9

30

65,2

41

89,1

Hasil analisis bivariat penelitian ini menunjukkan kesimpulan yang sama dengan penelitian Antari (2015) bahwa tidak ada hubungan antara kultur budaya dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja dengan p-value = 0,816.

Hasil analisis hubungan antara paparan informasi dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS diperoleh p-value = 0,184 karena p-p-value > α (0.05) maka H0 gagal ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara paparan informasi dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori Mubarak (2007) bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu informasi.

Hasil analisis bivariat penelitian ini menunjukkan kesimpulan yang sama dengan penelitian Nur’aini (2005) bahwa tidak ada hubungan antara informasi dengan pengetahuan tentang HIV AIDS pada remaja dengan nilai p-value = 0,234.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa/i di SMA Kharismawita Tanjung Barat, Jakarta Selatan Tahun 2016, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyaknya siswa/i yang memiliki pengetahuan rendah tentang HIV/AIDS.

Variabel-variabel yang berhubungan yaitu umur dan pengalaman, sedangkan yang tidak berhubungan yaitu umur, pendidikan, kebudayaan lingkungan sekitar, dan paparan informasi.

DAFTAR PUSTAKA

Achmadi, Umar Fahmi. (2013). Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jakarta: Rajawali Pers.

(4)

Antari, Niluh Puspa. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan tentang HIV/AIDS pada Remaja di Kelurahan Bandungan Kabupaten Semarang. [Skripsi]. Ungaran: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo. Bakar, Sukmawati Abu. (2014). Kesehatan Reproduksi

dan Keluarga Berencana dalam Tanya Jawab. Jakarta: Rajawali Pers.

BKKBN. (2008). Materi II: Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BKKBN

BKKBN. (2014). BKKBN Gandeng Rapper Ajak Remaja Indonesia Untuk Tidak Nikah Terlalu Dini, Jauhi Narkoba, HIV/AIDS, dan Seks Bebas.

Jakarta: BKKBN. [online]

http://www.bkkbn.go.id, diakses pada tanggal 22 Maret 2016.

BKKBN. (2014). Data Basis PIK Remaja Jalur Sekolah Tahun 2014. Jakarta: BKKBN.

Budiarto, Eko. (2012). Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Dewi, Intan Candra. (2010). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Persepsi Ibu dengan Pemenuhan Kecukupan Gizi Balita. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Dewi, Retna. (2011). Analisis Faktor yang Berhubungan denga Perilaku Beresiko Tertular HIV/AIDS pada Remaja di SMAN 3 Karawang Tahun 2010. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Dharma, Kelana Kusuma. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Jakarta : CV. Trans Info Media.

Hidayat, A. Aziz Alimul. (2013). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes RI. (2014). Situasi dan Analisis HIV/AIDS. Jakarta: Kementrian Kesehatan. [online] http://www.pusdatin.kemkes.go.id, diakses pada tanggal 23 Maret 2016.

Kemenkes RI. (2015). Survey Terpadu Biologis dan Perilaku. Jakarta: Kementrian Kesehatan.

Kemenkes RI dan UNICEF. (2015). Brief overview: Young key populations with a focus on age groups

of 15 – 19 and 20 – 24 in Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan.

Kemenkes RI. (2016). Laporan Situasi Perkembangan HIV&AIDS di Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan.

Kurniasari, Hikmah. (2007). Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Analisis Data Sekunder SKRRI 2002-2003. [Tesis]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Kusminar, Eny. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja

dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Mangkuatmodjo, Soegiyarto. (2015). Statistik Deskriptif. Jakarta: Rineka Cipta.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. 2010. Peraturan Menteri Negara Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pedoman Perencanaan dan Penganggaran dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS yang Responsif Gender. Jakarta: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

Mubarak dkk. (2007). Promosi Kesehatan: Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Etika dan Hukum Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

. (2010). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

. (2012). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, Haryati dan Setyawati, Nur Falah. (2006). Hubungan Tingkat Pengetahuan Siswa SMAN 28 dan 38 Jakarta Selatan tentang HIV/AIDS terhadap Persepsi mengenai Stigma pada Penderita HIV/AIDS. [Riset]. Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Nur’aini, Reni. (2005). Tingkat Pengetahuan HIV/AIDS pada Anak Jalanan Usia Remaja di Rumah Kurnia dan Yayasan Ibu Hj. A Slamet Kramat Jati Jakarta Timur 2005. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

(5)

Papalia, DE and Feldman, RD. (2012). Experience Human Development. New York: McGraw-Hill. Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

(2012). Buku Petunjuk Penggunaan Media KIE Versi Pelajar: Aku Bangga Aku Tahu. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Ratnaningsih, Dwi. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Wanita Pekerja Seks Komersial. [Tesis]. Surakarta: Program Studi Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret. Ratnasari, Hanitya Dwi. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Pencegahan dan Penularan HIV/AIDS Penduduk Umur ≥ 15 Tahun di Indonesia Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Rukiyah, AY dan Yulianti, L. (2010). Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta: CV. Trans Info Media.

Sabri, L dan Hastono, SP. (2014). Statistik Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sarwono, Sarlito W. (2010). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Setyorini, Aniek. (2014). Kesehatan Reproduksi & Pelayanan Keluarga Berencana. Bogor: In Mediaz.

Siregar, Novika Marashanti. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Medan Tahun 2012. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Siregar, Syofian. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudoyo dkk. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumanto. (2014). Statistika Terapan. Yogyakarta: CAPS.

Supardi, S dan Surahman. (2014). Metodologi Penelitian untuk Mahasiswa Farmasi. Jakarta: CV. Trans Info Media

Supriatna, Undang. (2006). Hubungan Karakteristik Responden, Sumber Informasi dengan Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap HIV/AIDS pada Anak Jalanan Usia Remaja di Rumah Singgah Gesang Kota Bogor Timur Tahun 2006. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Susilo, Wahyu. (2016). SDG Indonesia dan Kartini. Jakarta: Kompas.

The aids2031 Consortium. (2010). AIDS: Taking a Long-Term View. New Jersey: FT Press Science. Tukan, Maria Theresia Y R. (2013). Faktor-Faktor yang

Mempengaruhi Pengetahuan Remaja tentang Penyakit Menular Seksual dan HIV AIDS pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 30 Jakarta Tahun 2013. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. UNAIDS. (2011). HIV in Asia and The Pacific: Getting

to Zero. Bangkok: UNAIDS

Yuliantini, Herlia. (2012). Tingkat Pengetahuan HIV/AIDS dan Sikap Remaja terhadap Perilaku Seksual Pranikah di SMA “X” Jakarta Timur. [Skripsi]. Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

diperluas dengan jaminan terhadap tanggung jawab hukum Tertanggung atas kematian, cidera badan, biaya perawatan atau pengobatan termasuk kerugian dan atau kerusakan

Menyatakan bahwa Karya Seni Tugas Akhir saya tidak terdapat bagian yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi mana pun dan juga

Sejalan dengan hal tersebut, uji-t menunjukkan hasil uji beda sebesar 14,20 lebih besar dari ttabel 2,092, sehingga dapat disimpulkan penerapan media video berpengaruh

Fadzil Adam et al (2006), Memperkasakan Modal Insan: Antara Peranan Dan Cabaran, (Seminar Tamadun Islam Tentang Pembangunan insan Peringkat Kebangsaaan,

Validasi kriteria indikator biologi menunjukan kepiting Sesarmidae berhasil memenuhi ini enam kriteria yang ditetapkan sebagai spesies indikator (Tabel 7). Perubahan

Selaku Kepala SMA Yuppentek 1 Tangerang yang telah memberikan kesempatan, motivasi, arahan, bimbingan dan semangat untuk studi yang dengan rasa kekeluargaan yang sangat mendalam

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2019 penyusutan barang milik daerah adalah alokasi yang sistematis atas nilai suatu aset tetap yang

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelengkapan paragraf mengacu kepada adanya kalimat topik pada suatu paragraf dan adanya kalimat-kalimat penunjang secara