Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada pengadilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut, dalam perkara antara:
TONY BUDIMAN, wiraswasta, bertempat tinggal di Jl. Sunter Paradise Blok
F-XI/7 Rt 007/012 Sunter Agung Kec. Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 18 April 2017 memberikan kuasa kepada YORAM TNUNAY, SH, ADI ZAMRUDI,SH, ANDREAS JOSEF SWISMAN, SH, H.BRAM BANI, SH para Advokat pada Kantor Hukum YABPEKNAS LAW~OFFICE berkantor di Jl. Walang Baru Rt 005/12 Kel. Tugu Utara Kec. Koja, Kota Jakarta Utara Sebagai PENGGUGAT;
L a w a n
1. HENDRAWAN SETIADI, swasta, bertempat tinggal Jl. Agung Tengah 10 Blok
1-9 No. 3 Rt 013/016 Kel. Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara Sebagai TERGUGAT I;
2. EFFENDI SETIADI, swasta, bertempat tinggal di Jl. Sunter Paradise Blok
1-24 No. 35 Kota Jakarta Utara sebagai TERGUGAT II.
3. DARMAHARTO, SH. MKn, Notaris, berkantor di Jl. Qadr No. 15,.D Islamic
Village, Kelapa Dua, Cicalengka,Pagedangan, Tangerang, Banten. SebagaiTERGUGAT III;
Pengadilan Negeri tersebut; Telah membaca berkas perkara; Telah mendengar kedua belah pihak Telah memperhatikan bukti-bukti surat
Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan gugatannya yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan Register No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr, telah mengemukankan hal-hal sebagai berikut: 1. Bahwa pada tahun 1976 HENY WATY dan HERLENAMUTI telah mendirikan
PT.HERADI UTAMA yang berkantor di Jl.Pangeran Jayakarta Komplek 117 Blok B-41 Jakarta Pusat, yang bergerak di dalam bidang perdagangan umum yang anggaran dasarnya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 9 September 1976 Nomor Y.A5/43017 dengan susunan pengurus yaitu HENY WATY sebagai Direktur Utama dan HERLENAMUTI sebagai Komisaris masing- masing memiliki 10 Lembar Saham.
Halaman 1 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2. Bahwa sejak tanggal 25 April 1989 s/d tanggal 17 Januari 2014, susunan pengurus dan pemegang saham PT. Heradi Utama sudah beberapa kali mengalami perubahan dan Akta yang terakhir yaitu Akta No.6 tertanggal 17 Januari 2014 yang di buat oleh dan dihadapan Notaris DARMAHARTO, S.H.,N.Kn;
3. Bahwa PT.HERADI UTAMA tidak ada aktifitas pekerjaan karyawan (kantor tutup/pasif) namun Direksi/Komisaris dan Pemegang saham masih ada, serta masih memiliki aset berupa Ruko yang dijadikan kantor PT.HERADI UTAMA, di Jln. Pangeran Jayakarta Komplek 117 Blok B-41, Jakarta Pusat dan satu unit gedung/Building Menara I Unit C yang terletak di Jl.TB.Simatupang,Kavling 38, Jakarta Selatan.
4. Bahwa Penggugat akan jelaskan susunan pengurus dan pemegang saham sebelum terjadi transaksi dan sesudah terjadi transaksi pembelian saham PT.HERADI UTAMA.
I. Bahwa kemudian Anggaran Dasar PT.HERADI UTAMA di ubah dengan Akta No.5 tanggal 03 Juli 2000, di Notaris AGUS MADJID,SH dan telah disahkan oleh menteri kehakiman dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Surat Keputusan Nomor : C 133HT.01.04.Th.2001 tertanggal 21 Februari 2001.
II. Bahwa kemudian berdasarkan Akte No.62 tanggal 1 Januari 2007 yang dibuat oleh Notaris Sdr.Rusnaldy,SH,Jl.LetJend MT.Haryono Kav.2-3 Komplek Sakti Plaza,tlp 8314472,Jakarta.
NO. NAMA JABATAN SAHAM
1. Hendrawan Setiadi (Tergugat I )
150 lembar saham= 60 % = Rp.150
juta
2. Herman Setiadi 20 lembar saham= 20 % = Rp.50
juta
3. Sakti Budiman 20 lembar
saham= 20 % = Rp.50
juta
III. Bahwa selanjutnya sdr.Hendrawan Setiadi (Tergugat I ) menjual seluruh sahamnya sebanyak 150 lembar kepada masing-masing sdr.Herman Setiadi sebanyak 75 lembar dan sdr.Sakti Budiman sebanyak 75 lembar, sehingga kepemilikan saham di PT.HERADI UTAMA yang baru,adalah sebagai berikut ;
Halaman 2 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
NO. NAMA JABATAN SAHAM
1. HERMAN SETIADI 125 lembar saham = 50% = Rp.125
juta.
2. SAKTI BUDIMAN 125 lembar saham = 50% = Rp.125
juta.
IV. Bahwa berdasarkan Akte No.4 tanggal 28 Desember 2007 yang di buat oleh Notaris Sdr.Supriyanto,SH., Penggugat membeli saham PT.HERADI UTAMA sebanyak 125 lembar sama dengan Rp.125 000.000,(seratus dua puluh lima juta rupiah) dari Sdr. Sakti Budiman (Alm.ayah Penggugat) selaku pemegang saham di PT.HERADI UTAMA, dengan susunan sebagai berikut ;
NO. NAMA JABATAN SAHAM
1. TONY BUDIMAN (Penggugat) 125 lembar saham = 50% = Rp.125 juta.
2.. HERMAN SETIADI 125 lembar saham = 50% = Rp.125
juta.
V. Bahwa selanjutnya berdasarkan RUPS pada hari dan nomor Akte yang sama,susunan kepengurusan menjadi yaitu Penggugat selaku Komisaris, JOHANAS HERKIAMTO selaku Direktur Utama serta ERNAS KRISNA MULYA selaku Direktur.
VI. Bahwa berikutnya mengalami perubahan kepengurusan Akte Notaris Suprianto,SH, Nomor.1 tanggal 4 Agustus 2008 menjadi;
NO. NAMA JABATAN SAHAM
1. JOHANAS HERKIAMTO DIREKTUR UTAMA 2. ERNAS KRISNA MULYA DIREKTUR
3. HERMAN SETIADI KOMISARIS 125 lembar saham = 50% = Rp.125 juta 4. TONY BUDIMAN (Penggugat) KOMISARIS 125 lembar saham =
Halaman 3 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
50% = Rp.125 juta
VII. Bahwa berikutnya mengalami perubahan kepengurusan berdasarkan Akte Notaris DARMAHARTO,SH, Nomor.2 tanggal 8 November 2011, dengan susunan sebagai berikut ;
NO. NAMA JABATAN SAHAM
1. WILLY SETIADI DIREKTUR UTAMA 2. ERNAS KRISNA MULYA DIREKTUR
3. TONY BUDIMAN(Penggugat) KOMISARIS 125 lembar saham = 50% = Rp.125 juta 4. HERMAN SETIADI 125 lembar saham = 50% = Rp.125 juta
VIII.Bahwa berikutnya mengalami perubahan kepengurusan berdasarkan Akte Notaris DARMAHARTO,SH, Nomor.6 tanggal 17 Januari 2014, dengan susunan sebagai berikut ;
NO. NAMA JABATAN SAHAM
1. IRWAN SUDJONO DIREKTUR UTAMA 2. WILLY SETIADI MULYA DIREKTUR
3. HERMAN SETIADI KOMISARIS 125 lembar saham = 50% = Rp.125
juta
4. TONY BUDIMAN(Penggugat) KOMISARIS 125 lembar saham = 50% = Rp.125
juta 5. Bahwa diluar itu, tidak ada perubahan Akte lagi untuk PT.HERADI UTAMA. 6 .Bahwa pada bulan Juli 2015, Penggugat mengecek melalui online di Website
Dirjen AHU tentang saham milik Penggugat di PT.HERADI UTAMA, diketahui saham Penggugat sudah berganti nama menjadi atas nama sdr.Hendrawan Setiadi (Terggugat I) dan Effendi Setiadi( Terggugat II) sesuai Akta No.14 tanggal 26 Februari 2015 yang di buat oleh notaris Sdr. Darmaharto,SH,M.KN ( Tergugat III)
Halaman 4 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
7. Bahwa Penggugat tidak pernah menjual saham PT.HERADI UTAMA tersebut kepada orang lain dan pada saat itu sejak tanggal 13 Februari 2015 sampai dengan 1 Maret 2015, Penggugat sedang berada di Singapore sesuai Paspor No.A.9453445 yang di keluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atas nama Penggugat.
8. Bahwa pada tanggal 20 Februari 2015, notaris Sdr. Darmaharto,SH,M.KN (Tergugat III), membuat Akta Keputusan para pemegang saham PT.HERADI UTAMA Nomor.12 tertanggal 20 Februari 2015, berdasarkan dokumen jual beli saham tanggal 30 Januari 2015.
9. Bahwa Dokumen Jual Beli Saham tersebut adalah Palsu, karena Penggugat tidak pernah menjual atau memberikan tanda tangan Penggugat kedalam dokumen jual beli saham tersebut;
10.Bahwa kemudian notaris Sdr. Darmaharto,SH,M.KN (Tergugat III), membuat Akta Nomor 14, Perihal Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT.HERADI UTAMA tertanggal 26 Februari 2015. bersama dengan Tergugat I dan Tergugat II, dengan komposisi saham 80 (delapan puluh) persen untuk Hendrawan Setiadi (Tergugat I ) dan 20 (dua puluh) persen saham untuk Effendi Setiadi (Tergugat II );
11.Bahwa perubahan kepengurusan direksi dan kepemilikan saham sebagaimana isi dokumen Akta Nomor 14, Perihal Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT.HERADI UTAMA tertanggal 26 Februari 2015, tidak melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), karna Penggugat sebagai Komisaris dan pemilik saham berdasarkan Akte Nomor.6 tanggal 17 Januari 2014 yang dibuat oleh Notaris DARMAHARTO, S.H,M.KN (Tergugat III), Penggugat sama sekali tidak pernah di beritahu oleh siapa pun tentang adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), atau sudah terjadi jual beli saham PT.HERADI UTAMA;
12.Bahwa Akta Nomor 14, Perihal Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT.HERADI UTAMA tertanggal 26 Februari 2015, dipergunakan Hendrawan Setiadi ( Tergugat I ) dan Effendi Setiadi ( Tergugat II ) dipergunakan sebagai dasar pengajuan untuk pengesahan susunan pengurus dan pemegang saham PT.HERADI UTAMA kepada Direktorat Jendral Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia; 13.Bahwa berdasarkan keterangan tersebut diatas dimana tanda tangan
Penggugat dipalsukan seperti tertera dalam dokumen jual beli saham tanggal 30 Januari 2015, sehingga menjadi dasar Notaris DARMAHARTO,S.H.M,.KN, untuk membuat Akta Nomor 14, Perihal Pernyataan Keputusan Para
Halaman 5 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Pemegang Saham PT.HERADI UTAMA tertanggal 26 Februari 2015, Penggugat telah melaporkan kepada Tergugat I dan Tergugat II di Kepolisian Republik Indonesia, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/3013/VIII/2015/PMJ/Dit.Reskrimsus, Polda Metro Jaya;
14.Bahwa Effendi Setiadi ( Tergugat II ) sudah berada di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat sebagai terdakwa, untuk menjalani Persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dakwaan Pasal 266 ayat (1) dan Pasal 263 KUHP Jo.Pasal 55 ayat (1) KUHP sebagaimana dimaksud dalam perkara pidana dalam membuat surat palsu dan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik;
15.Bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No.Lab :3683/DTF/2015 tanggal 26 Oktober 2015 dengan kesimpulan bahwa 2 (dua ) buah tanda tangan TONY BUDIMAN yang terdapat pada 1 ( satu ) eksemplar Jual Beli Saham PT.HERADI UTAMA bermaterai tempel Rp.6000,-antara Penggugat dan Pihak Tuan Hidayat Latif tertanggal 31 Januari 2015, dan satu eksemplar Jual Beli Saham PT.HERADI UTAMA bermaterai tempel Rp.6.000,- antara Pihak Pertama Penggugat dengan Pihak kedua Tuan Rudiono Tantowijaya tertanggal 30 Januari 2015 adalah Non Identik atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan Penggugat atau Tony Budiman Pembanding;
16.Bahwa berdasarkan berita acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No.Lab :842/DTF/2016 tanggal 16 Maret 2016 dengan kesimpulan bahwa 2 (dua ) buah tanda tangan Hendrawan Setiadi ( Tergugat I ) yang terdapat pada 1 ( satu ) eksemplar Surat Pernyataan bermaterai tempel Rp.6000,-atas nama Hendrawan Setiadi ( Tergugat I ) tertanggal 24 April 2014, dan satu eksemplar surat pernyataan Pencabutan Kuasa bermaterai tempel Rp.6.000,- atas nama Hendrawan Setiadi ( Tergugat I ) tertanggal 12 Mei 2014 adalah Identik atau merupakan tanda tangan yang sama dengan tanda tangan Hendrawan Setiadi ( Tergugat I ) Pembanding;
17.Bahwa sampai sampai dengan sekarang Hendrawan Setiadi ( Tergugat III ) masih dalam pencarian pihak Dit.Reskrimsus sebagai tersangka;
18.Bahwa dikarenakan Tergugat III telah membuat Akta Keputusan para pemegang saham PT.HERADI UTAMA Nomor.12 tertanggal 20 Februari 2015, dengan berdasarkan dokumen jual beli saham palsu tanggal 30 Januari 2015, dan terakhir Akta Nomor 14, Perihal Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT.HERADI UTAMA tertanggal 26 Februari 2015, sehingga saham Penggugat secara melawan hukum di alihkan kepada
Halaman 6 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tergugat I dan Tergugat II dengan komposisi saham 80 (delapan puluh) persen untuk Hendrawan Setiadi (Tergugat I ) dan 20 (dua puluh) persen saham untuk Effendi Setiadi ( Tergugat II ) sehingga menimbulkan kerugian bagi Penggugat;
19.Bahwa Notaris Darmaharto,SH,M.KN (Tergugat III), perlu di ikut sertakan dikarenakan sebagai tergugat III hanya sebagai pelengkap saja karna berdasarkan putusan Mahkamah Agung No.1642/K/PDT/2005 adalah "karena dimasukkan sebagai Pihak Tergugat minimal didudukkan sebagai turut Tergugat, Hal ini terjadi dikarena adanya keharusan gugatan para pihak harus lengkap, sehingga tanpa menggugat yang lain-lain itu maka subjek gugatan menjadi tidak lengkap.
20.Bahwa oleh karena Perbuatan dari Tergugat I dan Tergugat II yang menimbulkan kerugian bagi Penggugat maka perbuatan Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana ditegaskan dalam pasal 1365 KUHPerdata.
21.Bahwa dengan adanya Perbuatan Melawan Hukum yang di perbuat oleh Tergugat I dan Tergugat II, menimbulkan kerugian bagi Penggugat, yakni kerugian Materiil atas saham sebanyak 125 lembar senilai Rp.125.000.000,-(seratus dua puluh lima juta rupiah) ditambah aset-aset milik PT.HERADI UTAMA berupa Ruko dan kendaraan senilai Rp.15.000.000.000,-( lima belas milyar ) yang setengahnya merupakan milik Penggugat yaitu Rp.7.500.000.000,-(tujuh milyar lima ratus juta rupiah)ditambah Rp.125.000.000,-( seratus dua puluh lima juta rupiah ) menjadi kerugian materiil yang diderita Penggugat adalah Rp.7.625.000.000,-(tujuh milyar enam ratus dua puluh lima juta rupiah), dan juga kerugian immaterill yang di derita Penggugat dikarenakan perkara ini penggugat jadi kehilangan waktu bekerja selama beberapa tahun dan juga Penggugat merasa malu terhadap keluarga dan lingkungannya, maka Penggugat menderita kerugian immaterill sebesar Rp.1.000.000.000.000,- ( satu trilyun rupiah ).
22.Bahwa total kerugian materill dan immaterill Penggugat total adalah sebagai berikut :
Rp.7.625.000.000,-(tujuh milyar enam ratus dua puluh lima juta rupiah),kerugian materiil.
Rp.1.000.000.000.000,- ( satu trilyun rupiah ).kerugian immaterill.
total : Rp.1.007.625.000.000,-( satu trilyun tujuh milyar enam ratus dua puluh lima juta rupiah).
Halaman 7 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
23.Bahwa untuk menjamin pelaksanaan putusan ini, maka perlu adanya penyitaan terlebih dahulu terhadap seluruh barang tetap dan barang bergerak milik Tergugat I dan Tergugat II yaitu :
1. Sebuah Rumah yang beralamat Jl.Agung Tengah X blok 1-9 No.3 rt013/016, Kel. Sunter Agung, Tanjung Priuk , Jakarta Utara, milik Tergugat II;
2. Sebuah Rumah yang beralamat di Gading Kirana Barat 5 Blok D3/39, Jakarta Utara;
3. Sebuah Rumah yang beralamat di Tampak Siring Elok No.71. Jakarta Utara;
24.Bahwa dikarenakan gugatan ini diajukan dengan disertai bukti-bukti yang otentik, maka sesuai dengan pasal 180 HIR segala penetapan dan putusan pengadilan dalam perkara ini dengan putusan dapat dijalankan (dilaksanakan) terlebih dahulu Uitvoerbaar Bij Voorraad meskipun ada upaya hukum dari Tergugat;
Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas maka kami mohon kepada yang mulia Majelis yang memeriksa, mengadili, dan memberikan putusan sebagai berikut: PRIMAIR
1. Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan bahwa Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
3. Menyatakan secara sah dan berharga sita jaminan ( conservatoir beslag ) terhadap seluruh barang milik Tergugat I dan Tergugat II, baik barang tetap maupun barang bergerak;
4. Memerintahkan agar Tergugat III, patuh terhadap putusan ini;
5. Menghukum kepada Tergugat untuk membayar ganti kerugian kepada Penggugat sebesar Rp.1.007.625.000.000,-( satu trilyun tujuh milyar enam ratus dua puluh lima juta rupiah);
6. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.10.000.000,-( sepuluh juta rupiah) kepada Penggugat, bila Tergugat I dan Tergugat II lalai dalam menjalankan isi putusan ini, setiap harinya terhitung sejak keputusan ini mempunyai kekuatan hukum yang pasti.;
7. Menyatakan secara hukum bahwa putusan perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum lain dari Tergugat;
8. Menghukum kepada tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini;
Halaman 8 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
SUBSIDAIR
Atau apabila Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berpendapat lain,mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo at bono);
Menimbang, bahwa pada hari yang telah ditetapkan Penggugat menghadap kuasanya, Tergugat II datang menghadap kuasanya ZULKARNAIN, SH dan JERRY VERIS, SH para Advokat pada Kantor Hukum Zulkarnain & Rekan berkantor di Jl. Asem Gede II No. 4B Utan Kayu Selatan, Kota Jakarta Timur, sedang Tergugat I dan III tidak datang menghadap walaupun telah dipanggil secara patut atau menyuruh wakilnya yang sah untuk itu;
Menimbang, bahwa untuk memenuhi ketentuan Perma No. 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, maka para pihak melakukan mediasi dengan mediator Oloan Harianja, SH.MH Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan atas laporan mediator tanggal 23 November 2017 mediasi telah gagal;
Menimbang, bahwa kemudian dimulailah dengan pembacaan surat gugatan Penggugat mengatakan ada perubahan terhadap gugatanya pada halaman pertama dan halaman 7 point primair sebagaimana dalam Surat perubahan gugatan Penggugat tanggal 30 Agustus 2017;
Menimbang, bahwa atas gugatan tersebut Tergugat II mengajukan jawaban sebagai berikut:
DALAM KONPENSI DALAM EKSEPSI
Mengenai gugatan Penggugat kurang pihak
1. Bahwa Tergugat menolak seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat, kecuali yang secara tegas diakui kebenarannya.
2. Bahwa didalam gugatannya, Penggugat secara jelas mendalilkan objek perkara adalah mengenai peralihan saham PT HERADI UTAMA, perusahaan yang awalnya didirikan oleh Heny Waty dan Herkenamuti, dengan mendalilkan proses peralihan saham yang terjadi dari mulai berdirinya PT HERADI UTAMA yang anggaran dasarnya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana pengesahan Nomor Y.A5/43017 tanggal 9 September 1976.
3. Bahwa Penggugat mendalilkan telah terjadinya peralihan saham dalam rapat pemegang saham yang dilakukan dihadapan notaris sebagaimana :
a. Akta Nomor 5 tanggal 3 Juli 2000 dibuat dihadapan Notaris Agus Madjid, SH;
Halaman 9 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
b. Akta Nomor 62 tanggal 1 Januari 2007 dibuat dihadapan Notaris Rusnaldy, SH;
c. Akta Nomor 4 tanggal 28 Desember 2007 dan Akta Nomor 1 tanggal 4 Agustus 2008 dibuat dihadapan Notaris Supriyanto, SH;
4. Bahwa Penggugat juga mendalilkan dalam gugatannya terjadinya peralihan pemilikan saham- saham pada PT HERADI UTAMA tersebut diantaranya kepada yaitu :
a. Hendrawan Setiadi; b. Effendi Setiadi; c. Tony Budiman; d. Herman Setiadi.
5. Bahwa didalam gugatan a quo, Penggugat hanya menggugat Hendrawan Setiadi sebagai Tergugat I, Effendi Setiadi sebagai Tergugat II dan Notaris Darmaharto, SH, MKn sebagai Tergugat III, tanpa mengikutsertakan PT HERADI UTAMA sebagai pihak dan pihak notaris yang membuat akta rapat umum pemegang saham tersebut.
6. Bahwa didalam dalil-dalil gugatan, Penggugat mendalilkan peralihan hak atas saham-saham PT HERADI UTAMA yang terjadi berdasarkan dokumen jual beli tertanggal 30 Januari 2015, demikian juga Akta Keputusan Para Pemegang Saham PT HERADI UTAMA Nomor 12 tanggal 20 Pebruari 2015 adalah palsu, namun dalam gugatan lembar ke-4 pada angka 6, Penggugat mendalilkan Akta No. 14 tertanggal 26 Pebruari 2015 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan Notaris Darmaharto, SH, Mkn, telah diberitahukan kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, sehingga dengan perobahan komposisi pemegang saham dan sususan direksi yang dinyatakan dalam Akta No. 14 tertanggal 26 Pebruari 2015 telah berlaku sah dan mengikat.
7. Bahwa untuk memperolah kebenaran materil, maka pihak-pihak yang semula atau pernah sebagai pemegang saham pada PT HERADI UTAMA serta notaris-notaris yang melakukan dan membuat peralihan hak serta yang membuat akta rapat para pemegang saham sebagaimana didalilkan oleh Penggugat, haruslah diikutsertakan sebagai pihak dalam perkara a quo, diantaranya yaitu :
a. Herman Setiadi sebagai yang pernah memegang saham;
b. Hidayat Latif : yang menerima pengalihansaham dari Herman Setiadi;
Halaman 10 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
c. Rudiono Tantowijaya yang menerima pengalihan saham dari Tony Budiman;
d. Notaris Agus Madjid, SH; e. Notaris Rusnaldy, SH: f. Notaris Supriyanto, SH.
8. Bahwa demikian juga, karena yang digugat adalah mengenai saham pada PT HERADI UTAMA, seharusnya sebagai subjek gugatan, maka PT HERADI UTAMA haruslah ikut disertakan sebagai pihak dalam gugatan a quo, dengan tidak diikutsertakannya PT HERADI UTAMA. maupun pihak yang pernah menjadi pemegang saham dan notaris yang pernah membuat akta rapat pemegang saham serta Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang telah memberikan pengesahan atas perubahan susunan pengurus dan pemegang saham perseroan, maka subjek gugatan menjadi tidak lengkap dan kurang pihak, karenanya hendaklah gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet onvantkelijk verklaard) karena kurang pihak. Mengenai gugatan Penggugat kabur (obscuur libel)
9. Bahwa dalam gugatan Penggugat pada lembar ke-6 angka 21, Penggugat mendalilkan adanya kerugian materil sebesar Rp.7.625.000.000,- (tujuh miliar enam ratus dua puluh lima juta rupiah), yang terdiri dari harga nominal saham sebesar Rp. 125.000.000,- (sarutus dua puluh lima juta rupiah) dan pembagian harga asset berupa ruko milik PT HERADI UTAMA, dalam dalil tersebut Penggugat tidak menguraikan secara jelas kerugian yang dimaksud dan apa dasar perhitungan sebagai penentuan harga asset berupa ruko sebesar Rp. 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah).
10. Bahwa mengenai kerugian yang didalilkan oleh Penggugat merupakan sesuatu yang tidak pasti dan kabur. tidak didasarkan pada data yang mendukung untuk itu, dan Penggugat hanya mengira-ngira saja untuk menetapkan harga ruko tersebut, penentuan harga tersebut dilakukan dengan asumsi/perkiraan semata dengan menetapkan harga sebesar Rp. 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah), bukan hasil penilaian (appraisal) oleh independen appraisal dan Penggugat juga tidak menjelaskan laporan keuangan PT HERADI UTAMA pada saat ini, sebagai acuan untuk menentukan apakah asset tersebut masih mempunyai nilai buku. karena harga asset ruko tersebut harus diperbanding dengan kewajiban-kewajiban perusahaan PT HERIADI UTAMA terhadap pihak ketiga yang jelas akan mempengaruhi nilai buku asset ruko tersebut.
Halaman 11 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
11. Bahwa demikian juga dengan kerugian immaterial yang dituntut olehPenggugat sebesar Rp. 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah), tuntutan immaterial yang fantastis itu sangat mengada-ada dan hanya khayalan belaka (illusoir) dan tidak jelas apa yang menjadi acuan untuk menetapkan kerugian tersebut.
12. Bahwa didalam petitum, Penggugat juga menyebutkan jual beli saham tanggal 30 Januari 2015 dan menuntut agar dokumen jual beli saham tanggal 30 Januari 2015 tidak mempunyai kekuatan hukum atau cacat hukum, dalil Penggugat tersebut tidak menyebutkan secara jelas siapa pihak- pihak dalam jual beli saham tersebut dan juga tidak menyebutkan jual beli atas saham perusahaan apa, dengan tidak menyebutkan hal itu, maka jelas gugatan Penggugat kabur, berdasarkan hal tersebut hendaklah gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet onvantkelijk verklaard) karena kabur (obscuur libel).
Mengenai perubahan gugatan
13. Bahwa Penggugat dalam surat tertanggal 30 Agustus 2017 perihal : Perubahan gugatan/renvoi dengan lampiran 3 halaman, merupakan gugatan baru yang dirubah dari gugatan lama yang semula 8 lembar, sebagaimana dalam surat pengantarnya menyebutkan "Kami selaku Kuasa dalam permohonannya secara jelas Penggugat menyebutkan perubahan gugatan/renvoi.
14. Bahwa pengertian renvoi dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan "/renvoi/ n pembetulan (perbaikan) tambahan dalam suatu akta autentik dengan memberikan tanda di pinggir dan harus diparaf, berdasarkan perubahan gugatan yang diajukan oleh Penggugat itu, dari
semula 8 lembar telah dirubah menjadi hanya 3 lembar, secara jelas perubahan gugatan yang dilakukan oleh Penggugat dengan mengurangi menghapus lembar 2, 3, 4, 5 dan 6, sehingga hanya tinggal lembar 1, 7 dan 8.
15. Bahwa mengacu pada definisi renvoi, seharusnya Penggugat melakukan pembetulan pada kalimat atau kata yang akan direnvoi dan dengan memberikan paraf dipinggirnya, namun didalam lembar ke-7 Penggugat telah menambah petitum dari semula angka 1 s/d 8 menjadi angka 1 s/d 12, dengan demikian dapat diterima penghapusan/penghilangan dalil yang termuat dalam lembar ke-2 s/d lembar ke-6, setelah dalil-dalil dihapus/dihilangkan, maka penambahan petitum jelas menyalahi ketentuan
Halaman 12 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dalam hukum acara perdata dan akan mengganggu kepentingan Tergugat karena akan mempersulit Tergugat untuk mempersiapkan jawaban;
16. Bahwa penambahan petitum oleh Penggugat dengan menambahkan diantaranya angka 4 yang menyebutkan "4. Menyatakan dokumen jual beli
saham tanggal 30 Januari 2015 tidak memiliki kekuatan hukum atau cacat hukum. ", tidak jelas dokumen jual beli saham yang dimaksud oleh
Penggugat, karena tidak menyebutkan jual beli saham dari siapa kepada siapa, berapa lembar sahamnya dan berapa nominalnya serta tidak menyebutkan saham pada perseroan apa.
17. Bahwa penambahan petitum tersebut jelas telah menyalahi ketentuan hukum acara perdata sebagaimana dimaksud dalam pasal 127 Rv
"Penggugat berhak untuk mengubah atau mengurangi tuntutannya sampai saat perkara diputus, tanpa boleh mengubah atau menambah pokok gugatan ".
DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa Penggugat mohon agar hal-hal yang telah diuraikan dalam eksepsi diatas dianggap termasuk dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan pokok perkara.
2. Bahwa Tergugat II menolak seluruh dalil-dalil Penggugat dalam pokok perkara, kecuali yang secara tegas diakui kebenarannya.
3. Bahwa setelah penghapusan dalil-dalil yang dilakukan oleh Pengugat sebagaimana surat tertanggal 30 Agustus 2017 dengan menghapus/menghilangkan lembar ke-2 s/d lembar ke-6, sebenarnya Tergugat II tidak perlu lagi menanggapi dalil-dalil gugatan Penggugat tersebut, namun secara berlebihan Tergugat II akan menjawab untuk menjelaskan duduk perkara yang sesungguhnya.
4. Bahwa Penggugat dalam petitumnya menyebutkan Jual Beli Saham tanggal 30 Januari 2015 mengenai pengalihan saham kepada Tergugat I dan Tergugat II, yang kemudian dinyatakan dalam Akta Keputusan Rapat Para Pemegang Saham PT HERADIUTAMA Nomor 12 tanggal 20 Pebruari 2015, Tergugat II menandatangani akta tersebut, setelah menerima undangan dari Tergugat III tentang adanya akta yang harus ditandatangani, dimana ketika Tergugat II menandatangani akta tersebut masih kosong/blanko, belum ada pihak-pihak yang disebutkan didalamnya, belakangan setelah akta tersebut selesai, adanya banyak nama-nama didalamnya yang telah turut menandatangani, termasuk ada disebutkan nama Penggugat.
Halaman 13 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
5. Bahwa Tergugat II tidak mempunyai kepentingan terhadap Akta Keputusan Rapat Para Pemegang Saham PT HERADI UTAMA Nomor 12 tanggal 20 Pebruari 2015, karena Tergugat II bukan sebagai pihak yang menerima peralihan hak.
6. Bahwa kemudian telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham PT HETADI Nomor 14 tanggal 26 Pebruari 2015, dimana dilakukan peralihan hak sah sebanyak 50 saham dari Rudiono Tantowijaya kepada Hendrawan Setiadi (Tergugat I) sebanyak 150 saham dan dari Hidayat Latif kepada Hendrawan Setiadi (Tergugat I) sebanyak 50 saham dan kepada Effendi Setiadi (Tergugat II) sebanyak 50 saham sehingga berdasarkan Akta tersebut komposisi pemegang saham PT HERIADI UTAMA menjadi :
1. Hendrawan Setiadi memiliki 200 saham; 2. Effendi Setiadi memiliki 50 saham.
7. Bahwa pengalihan saham yang dilakukan dan disetujui oleh pemegang saham berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham PT HETADI Nomor 14 tanggal 26 Pebruari 2015 dan Akta Keputusan Rapat Para Pemegang Saham PT HERADI UTAMA Nomor 12 tanggal 20 Pebruari 2015 telah dilakukan dengan benar, sehingga pihak tersebut menjadi pemilik yang sah atas saham PT HERADI UTAMA.
8. Bahwa tuntutan Penggugat yang menyatakan Tergugat II melakukan perbuatan melawan hukum sangat tidak berdasar, karena pengalihan saham PT HERADI UTAMA yang dilakukan sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Heradi Utama Nomor 12 tanggal 20 Pebruari 2015 yang dibuat dihadapan Notaris Darmaharto, SH. MKn dan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham PT HETADI Nomor 14 tanggal 26 Pebruari 2015, dilakukan secara sah, karenanya tuntutan agar diletakkan sita jaminan terhadap barang tidak bergerak milik Tergugat II tidak beralasan dan haruslah ditolak.
9. Bahwa tuntutan Penggugat atas uang paksa (dwangsom) sangat tidak beralasan, karena sebagian tuntutan Penggugat adalah berupa pembayaran atas ganti rugi materil dan immaterial, berdasarkan pasal 606 a Rv, yang berbunyi "sepanjang suatu putusan hakim mengandung 10. hukuman untuk sesuatu yang lain dari pada membayar sejumlah uang,
maka dapat ditentukan bahwa sepanjang atau setiap kali terhukum tidak
Halaman 14 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
mematuhi hukuman tersebut, olehnya harus diserahkan sejumlah uang yang besarnya ditetapkan dalam putusan hakim dan uang tersebut dinamakan uang paksa ", karenanya tuntutan uang pasak (dwansgom)
haruslah ditolak
11. Bahwa sebagaimana yang Tergugat II dalilkan diatas, peralihan saham tersebut dilakukan sudah benar, dan Tergugat II tidak melakukan perbuatan melawan hukum. karenanya juga tuntutan ganti rugi haruslah ditolak.
Maka, berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan diatas Tergugat II mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memeriksa dan mengadili perkara a quo berkenaan untuk memutuskan sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI
- Menerima eksepsi Tergugat II untuk seluruhnya. - Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. DALAM POKOK PERKARA
- Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. - Menghukum Penggugat membayar biaya perkara.
Atau, apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara a quo berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Menimbang, bahwa atas jawaban Tergugat II tersebut Penggugat mengajukan repliknya tertanggal 8 Februari 2018 dan Tergugat II mengajukan dupliknya tertanggal 22 Februari 2018;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya Penggugat mengajukan bukti surat berupa foto kopi yang bermeterai cukup, bukti-bukti mana adalah sebagai berikut:
1. Foto copy Surat Dakwaan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat No : Reg-Perkara.PDM-86/JKT.PS/03/2017, tanggal 20 Maret 2017, diberi tanda P-1; 2. Foto copy Surat Jual Beli Saham PT. Heradi Utama ANTARA Tony Budiman
dengan Rudiono tanggal 30 Januari 2015, diberi tanda P-2a;
3. Foto copy Keputusan Para Pemegang Saham PT. Heradi Utara, tanggal 31 Januari 2015, diberi tanda P-2b;
4. Foto copy Keputusan Para Pemegang Saham PT. Heradi Utara, tanggal 23 Maret 2015, diberi tanda P-3;
5. Foto copy Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham tanggal 26 Maret 2016, diberi tanda P-4;
Halaman 15 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6. Foto copy Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Heradi Utama No. 12 tanggal 20 Februari 2015, diberi tanda P-5;
7. Foto copy Jual Beli Saham PT. Heradi Utama antara Rudiono Tantowijaya dengan Tuan Effendi Hendrawan Setiadi, tanggal 23 Februari 2015, diberi tanda P-6;
8. Foto copy Jual Beli Saham PT. Heradi Utama antara Tuan Hidayat Latif dengan Tuan Effendi Setiawan, tanggal 23 Februari 2015, diberi tanda P-7; 9. Foto copy Jual Beli Saham PT. Heradi Utama antara Tuan Hidayat dengan
Tuan Hendrawan Setiadi, tanggal 23 Maret 2015, diberi tanda P-8;
10. Foto copy Data Perseroan PT. Heradi Utama, yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Dirjen Administrasi Hukum Umum, tanggal 21 Agustus 2015, diberi tanda P-9; 11. Foto copy Rekening Citybank atas nama Irawan Sudjono, diberi tanda P-10a; 12. Foto copy Rekening Koran atas nama Darmahanto, diberi tanda P-10b; 13. Foto copy Putusan Perkara Pidana Nomor : 324/Pid.B/2017/PN.JKT.PST
tanggal 09 Juni 2017 atas nama Effendi Setiadi, diberi tanda P-11;
14. Foto copy Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/33/V/2017/Dit Reskrimsus atas nama Hendrawan Setiadi, tanggal 03 Mei 2017, diberi tanda P-12;
Menimbang, bahwa bukti tulisan-tulisan berupa foto copy tersebut telah diberi meterai cukup, dan setelah aslinya diperlihatkan dipersidangan ternyata isinya sesuai kecuali bukti 1 dan 12 berupa foto copy dari foto copy dan P-11 berupa foto copy dari salinan asli;
Menimbang, bahwa untuk membantah gugatan Penggugat, Tergugat II telah mengajukan bukti-bukti surat berupa foto kopi yang bermeterai cukup, bukti-bukti mana adalah sebabagi berikut:
1. Foto copy Akta Perseroan Terbatas Nomor : 35, tanggal 29 Mei 1976, diberi tanda TII-1;
2. Foto copy Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham PT. Heradi Utama, tanggal 11 mei 1984, diberi tanda TII-2; 3. Foto copy Akta Jual Beli Saham Nomor : 32, tanggal 11 Mei 1984, diberi
tanda TII-3;
4. Foto copy Salinan Akta Berita Acara Rapat PT. Heradi Utama Nomor : 37, tanggal 25 April 1989, diberi tanda TII-4;
5. Foto copy Akta Berita Acara Rapat Luar Biasa PT. Heradi Utama Nomor : 09, tanggal 02 November 1990, diberi tanda TII-5;
6. Foto copy Akta Berita Acara Rapat Luar Biasa PT. Heradi Utama Nomor : 53, tanggal 17 Juli 1991, diberi tanda TII-6;
Halaman 16 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
7. Foto copy Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Heradi Utama Nomor : 05, tanggal 03 Juli 2003, diberi tanda TII-7;
8. Foto copy Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Heradi Utama Nomor : 05, tanggal 31 Januari 2007, diberi tanda TII-8;
9. Foto copy Akta Pernyataan Keputusan Para Pemenang PT. Heradi Utama Nomor : 12, tanggal 20 Februari 2015, diberi tanda TII-7;
10. Foto copy Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Heradi Utama Nomor : 14, tanggal 26 Februari 2015, diberi tanda TII-10;
Menimbang, bahwa bukti tulisan-tulisan berupa foto copy tersebut telah diberi meterai cukup, dan setelah aslinya diperlihatkan dipersidangan ternyata isinya sesuai kecuali bukti TII-1, TII-5 dan TII-6 berupa foto copy dari foto copy;
Menimbang, bahwa Penggugat dan Tergugat II menyatakan tidak akan mengajukan saksi dan kemudian mengajukan kesimpulan masing-masing tertanggal April 2018 dan 12 April 2018;
Menimbang, bahwa para pihak menyatakan tidak akan mengajukan apa-apa lagi melainkan mohon putusan;
Menimbang, bahwa selanjutnya terjadilah hal-hal dalam persidangan yang untuk selengkapnya telah termuat dalam berita acara dan dianggap menjadi bagian dari putusan ini;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA
Menimbang, bahwa adapun maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana tersebut di atas;
Menimbang, bahwa pada pokoknya Penggugat mendalilkan hal-hal sebagai berikut:
- Bahwa pada tahun 1976 Heny Waty dan Herlenamuti telah mendirikan PT Heradi Utama yang berkantor di Jalan Pangeran Jayakarta Komplek 117 Blok B-41 Jakarta Pusat dan bangunan ini juga merupakan aset perusahaan; - Bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan umum yang
anggaran dasarnya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman RI tanggal 9 September 1976 No. Y.A5/43017 dengan susunan pengurus Henywaty sebagai Direktur Utama dan Herlenamuti sebagai Komisaris, masing-masing 10 lembar saham;
- Bahwa sejak tanggal 25 April 1989 s/d 17 Januari 2014 susunan dan pemegang saham PT Heradi Utama sudah beberapa kali mengalami perubahan dan akta terakhir yaitu Akta No. 6 tanggal 17 Januari 2014 yang
Halaman 17 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dibuat dihadapan Notaris Darmaharto, SH.MKn dan setelah itu tidak ada perubahan akta lagi untuk PT Heriadi Utama;
- Bahwa susunan pengurus PT Heriadi Utama terakhir adalah Irwan Sudjono sebagai Direktur Utama, Willy Setya Mulya sebagai Direktur, Herman Setiadi sebagai Komisaris dengan kepemilikan 125 lembar saham senilai Rp 125.000.000,- dan Tony Budiman sebagai Komisaris dengan kepemilikan 125 lembar saham senilai Rp
125.000.000,-- Bahwa pada tanggal 20 Februari 2015 Notaris Darmaharto, SH.MKn (Tergugat III) membuat Akta Keputusan Para Pemegang Saham PT Heradi Utama No. 12 tanggal 20 Februari 2015 berdasarkan dokumen jual beli saham tanggal 30 Januari 2015, padahal Pengugat tidak pernah menjual saham kepada orang lain dan pada tanggal 13 Februari 2015 s/d 1 Maret 2015 Penggugat berada di Singapura sesuai Paspor No. A.9453445;
- Bahwa Notaris Darmaharto, SH MKn membuat Akta No. 14 Perihal Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Heradi Utama tanggal 26 Februari 2015 dengan komposisi saham 80 persen Tergugat I dan 20 persen Tergugat II, pengalihan saham tersebut tidak melalui RUPS karena Penggugat selaku komisaris dan pemegang saham berdasarkan Akta No. 6 tanggal 17 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Tergugat III tidak pernah diberi tahu adanya RUPS dan sudah terjadi jual beli saham PT Heriadi Utama - Bahwa akta No. 14 tanggal 26 Februari 2015 tersebut dipergunakan Tergugat I dan II sebagai dasar pengajuan untuk pengesahan susunan pengurus dan pemegang saham PT Heradi Utama ke Kementerian Hukum dan HAM RI; - Bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Krimimalistik No.
Lab 3683/DTF/2015 tanggal 26 Oktober 2015 tanda tangan Penggugat non identik jual beli saham PT Heradi Utama tanggal 31 Januari 2015 antara Penggugat dengan Hidayat Latif dan jual beli saham PT Heradi Utama Penggugat dengan Rudiono Tantowijaya;
Menimbang, bahwa dalam jawabannya Tergugat II mengajukan eksepsi yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI
1. Bahwa dalam gugatannya Penggugat mendalilkan obyek perkara adalah mengenai peralihan saham PT Heradi Utama akan tetapi PT Heradi Utama tidak dijadikan pihak begitu juga dengan Herman Setiadi yang pernah memegang saham, Hidayat Latif yang menerima pengalihan saham dari Herman Setiadi,Rudiono Tantowijaya yang menerima pengalihan saham dari
Halaman 18 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tony Budiman, Notaris Agus Majid, SH, Notaris Rusnaldy, SH, Notaris Supriyanto, SH ;
2. Bahwa gugatan Penggugat kabur (obscuur libel) karena Penggugat mendalilkan kerugian materiil Rp 7.625.000.000,- yang terdiri dari nominal saham Rp 125.000.000,- dan ruko senilai Rp 15.000.000.000,- demikian juga kerugian Immateriil sebesar Rp 1.000.000.000.000,-sangat mengada-ada; 3. Bahwa perobahan gugatan perubahan gugatan yang dilakukan Penggugat
bukan renvoi gugatan melainkan merupakan gugatan baru;
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi tersebut Majelis akan mempertimbangkan sebagai berikut:
Menimbang, bahwa pokok gugatan Penggugat adalah masalah jual beli saham yang tidak sah sebagaimana termuat dalam Akta No, 12 tanggal 20 Februari 2015 Tentang Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Heradi Utama dimana pada halaman 4 tertulis 2) tuan Doktorandus Tony Budiman lahir di Jakarta pada tanggal dua puluh Maret seribu sembilan ratus enam puluh enam (20-3-1966), wiraswasta, bertenpat tinggal di Jakarta Utara, Sunbter Paradise Blok F.XI Rukun Tetangga 002 Rukun Warga 002 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, pemegang Nomor Induk Kependudukan 3172012003660006, Warga Negara Indonesia, sebanyak 125 (seratus dua puluh lima) saham, dialihkan dan atau dijual kepada: a. tuan Rudiono Tantowijaya tersebut sebanyak 25 (dua puluh lima) saham, dan b. tuan Hidayat Latif, lahir di Bandung pada tanggal dua puluh dua September seribu Sembilan ratus enam puluh tujuh (22-9-1967), wiraswasta, bertempat tinggal di Jakarta Utara, Jalan Sunter Indah II Blok HC I/20 Rukun Tatangga 003, Rukun Warga 012, Kelurahan Sunter Jaya,Kecamatan Tanjung Priok, pemegang Nomor Induk Keopendudukan 09.5202.220967.0457 sebanyak 100 (seratus) saham;
Menimbang, bahwa Penggugat menerangkan tidak pernah menjual saham milikinya dari PT Heradi Utama ke siapapun, akan tetapi berdasarkan Akta No. 12 tanggal 20 Februari 2015 yang dibuat dihadapan Tergugat III (bukti P-5) dimana tertulis Penggugat menjual saham kepada Rudiono Tantowijaya sebanyak 25 saham dan kepada Hidayat Latif sebanyak 100 saham, akan tetapi kedua orang ini tidak dijadikan pihak Tergugat oleh Penggugat, sehingga Majelis berpendapat gugatan Penggugat menjadi kurang pihak;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka eksepsi Tergugat II cukup beralasan untuk dikabulkan;
DALAM POKOK PERKARA
Halaman 19 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi Tergugat II dikabulkan maka gugatan Penggugat dalam pokok perkara tidak perlu dipertimbangkan lagi sehingga gugatan Penggugat haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (niet
ontvankelijk verlkraad) dan sesuai dengan Pasal 181 ayat (1) HIR maka
Penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya akan disebutkan dalam amar putusan di bawah ini
Mengingat pasal-pasal dalam HIR dan peraturan lain yang bersangkutan;
M E N G A D I L I Dalam Eksepsi
- Mengabulkan eksepsi Tergugat II
Dalam Pokok Perkara
- Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk
verklaard);
- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sejumlah Rp. 3.031.000,- (tiga juta tiga puluh satu ribu rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari Selasa tanggal 24 April 2018, oleh SUTEDJO BOMANTORO
S.H..M.H., sebagai Hakim Ketua, DODONG IMAN RUSDANI, S.H. M.H. dan CHRISFAJAR SOSIAWAN, S.H., M.H. masing-masing sebagai Hakim Anggota,
putusan mana diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Kamis, tanggal 26 April 2018 oleh Majelis Hakim tersebut, dibantu BUDI UTOYO, SH., Panitera Pengganti, serta dihadiri oleh Kuasa Penggugat dan Kuasa Tergugat II tanpa dihadiri oleh Tergugat I dan Tergugat III;
HAKIM ANGGOTA, HAKIM KETUA,
DODONG IMAN RUSDANI, S.H. M.H. SUTEDJO BOMANTORO S.H..M.H.,
CHRISFAJAR SOSIAWAN, S.H., M.H.
PANITERA PENGGANTI,
Halaman 20 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
BUDI UTOYO, SH., Biaya perkara: 1. PNBP Rp. 30.000,-2. ATK Rp. 75.000,-3. Panggilan Rp. 2.900.000,-4. PNBPP Rp. 10.000,-5. Redaksi Rp. 5.000,-6. Meterai Rp.
6.000,-- Jumlah Rp. 3.031.000,- (tiga juta tiga puluh satu ribu rupiah);
Halaman 21 dari 21 halaman Putusan No. 231/Pdt.G/2017/PN Jkt Utr
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :