1.1. Latar Belakang
Kemajuan teknologi pada abad terakhir ini mengalami perkembangan yang luar biasa. Perkembangan teknologi yang terjadi tidak hanya dialami oleh satu atau dua segmen saja, akan tetapi mencakup keseluruhan segmen yang ada. Salah satu perkembangan teknologi yang sangat berhasil dan mencakup banyak pemanfaatan hal baru adalah perkembangan teknologi informasi. Teknologi informasi merupakan salah satu perkembangan revolusioner di dunia abad ini. Penemuan komputer, telepon, microchip, dan lain-lain menumbuhkan pemanfaatan teknologi pada berbagai bidang. Salah satu penemuan dari perkembangan teknlogi informasi yang sangat pesat ini adalah Ponsel (Telepon Selular).
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi di dunia, saat ini penggunaan ponsel menjadi hal yang umum dan biasa. Ponsel merupakan salah satu hasil pengembangan teknologi informasi yang sangat berhasil dan sangat berguna bagi banyak orang. Kemudahan bertelekomunikasi dengan orang lain yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, menjadikan ponsel sebagai salah satu pengembangan teknologi informasi yang digemari oleh masyarakat. Apalagi ditambah dengan semakin terjangkaunya harga ponsel. Semakin banyak orang yang memiliki dan aktif menggunakan ponsel sebagai alat komunikasi sehari-hari.
Di kalangan pengguna ponsel, salah satu fasilitas yang banyak dimanfaatkan adalah SMS ( short message service ). Informasi teks memasuki generasi ketiga, teknologi SMS sebagai media untuk mempertukarkan pesan sudah berubah. MMS (Multimedia Message Service) telah berkembang dan menyaingi fungsi dari SMS. MMS adalah suatu media yang berguna untuk menyampaikan pesan. Hanya saja, MMS tidak hanya mengirimkan pesan berupa text seperti yang ditemui pada SMS. MMS mendukung pengiriman pesan berupa :
• Text (formatted with fonts, colours, etc)
• Images (JPEG, GIF format)
• Audio (MP3, MIDI)
• Video (MPEG)
Di sisi lain, dapat dilihat juga perkembangan dan pertumbuhan daya beli kendaraan bermotor masyarakat Indonesia. Meskipun sedikit paradoks dengan kondisi perekonomian bangsa yang kian terpuruk, pertumbuhan dan pembelian kendaraan bermotor mengalami kecenderungan meningkat, khususnya kendaraan bermotor roda 4 atau mobil. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah permintaan mobil di Indonesia hingga 20.4% pada akhir kuartal kedua tahun 2005.
Seiring dengan hal tersebut, banyaknya kejahatan kendaraan bermotor akhir-akhir ini meningkat dengan pesat. Peningkatan tersebut tidak hanya terbatas pada kuantitas tetapi juga kualitas dari pencuriannya. Selain semakin banyak kejahatan
pencurian kendaraan bermotor roda 4, makin banyak pula variasi yang dilakukan untuk melakukan kejahatan tersebut. Mulai dari pencurian kaca spion mobil, pencurian assesoris mobil hingga pencurian mobil itu sendiri.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dan semakin maju memungkinkan perkembangan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pengamanan terhadap tindakan kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda 4 atau mobil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sistem keamanan berbasis teknologi informasi dirancang sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya kemungkinan tindakan kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda 4 atau mobil.
Untuk mengatasi hal itu maka sistem pengamanan kendaraan bermotor mulai dikembangkan. Mulai dari Alarm bunyi mobil hingga stik pengaman pada stir mobil dikembangkan sedemikian rupa. Seharusnya dengan pengembangan teknologi yang begitu cepat, tingkat kejahatan kendaraan bermotor roda 4 dapat dikurangi, akan tetapi pada kenyataannya para pelaku kejahatan selalu dapat menemukan celah dari pengamanan kendaraan tersebut dan mengatasinya. Hal inilah yang membuat sistem pengamanan kendaraan bermotor roda 4 terus dikembangkan. Gagasan yang muncul dari MMS diatas, kemudian digabungkan dengan harapan untuk membuat sebuah sistem keamanan kendaraan bermotor yang lebih baik. Selama ini sistem keamanan kendaraan bermotor hanya bersifat pasif. Sebagai contoh adalah dalam penggunaan kunci stang atau penggunaan alarm. Kunci stang baik untuk mencegah kendaraan dicuri tapi kunci stang tidak bisa melindungi isi dari kendaraan. Kendaraan yang dimaksud dalam hal ini adalah mobil dimana terdapat beberapa aksesoris didalamnya
yang dapat diambil kapan saja oleh si pencuri. Bila mobil tersebut hanya dilindungi oleh kunci stang maka pencuri akan berfikir dua kali sebelum membawa kabur mobil tersebut. Pencuri akan lebih memilih untuk mengambil aksesoris mobil seperti: radio
tape, speedometer, dan barang-barang yang ada didalam mobil.
Bila mobil dilindungi dengan sistem alarm, tidak berarti sepenuhnya sistem keamanan ini bebas dari masalah. Alarm memanfaatkan sensor yang nantinya akan memicu alarm untuk menyala bila ada yang mengganggu sensornya. Sensor-sensor yang umum digunakan seperti sensor pintu, sensor suara dan sensor gerak. Masalah terjadi ketika sensor tersebut salah dalam memprediksi adanya gangguan. Alarm akan berbunyi dengan tiba-tiba. Karena alarm aktif ketika mobil tidak dinyalakan, maka tenaga listrik yang digunakan bisa menyebabkan aki menjadi lemah. Pada akhirnya mobil menjadi sulit distater hanya karena alarm yang salah mendeteksi sensor.
Untuk itu dikembangkan sebuah sistem yang menggabungkan antara teknologi alarm mobil yang menggunakan sensor dengan teknologi MMS yang mendukung pengiriman media berupa gambar. Dengan ini dimaksudkan bila terjadi alarm, client bisa melihat kondisi mobilnya dan memastikan apakah perlu untuk mengaktifkan alarm. Kemungkinan yang lain ialah mendapatkan gambar wajah pelaku sehingga membantu pihak berwajib.
Konsep produk yang telah diuraikan secara singkat merupakan konsep produk hasil pengembangan teknologi informasi yang dilakukan oleh tim mahasiswa Sistem Komputer Universitas Bina Nusantara. Tim mahasiswa Sistem Komputer Universitas
Bina Nusantara terdiri dari Arief Kristianto (0500588032), Bambang Sutanto (0500598430) dan Ignatius Arfian (0500584741).
Akan tetapi, konsep yang dikembangkan belumlah memadai untuk dikembangkan sebagai produk yang berhasil dipasar. Ada banyak dimensi yang belum diikutkan kedalam pengembangan konsep tersebut. Antara lain adalah keergonomisan produk (meliputi penempatan produk serta bentuk produk) dan uji penerimaan oleh pasar. Teknologi yang dikembangkan ini kemudian akan dianalisa, dikembangkan dan diuji secara konsep sehingga produk menjadi mempunyai nilai pasar dan memenuhi kebutuhan pasar. Konsep pengembangan produk akan berbasis keamanan, kehandalan serta kenyamanan (ergonomis). Untuk itu kemudian dikembangkan sebuah sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sistem keamanan kendaraan bermotor.
1.2. Identifikasi dan Perumusan masalah
Beberapa hal yang seringkali menjadi pertimbangan orang dalam memilih sistem pengamanan kendaraan bermotor antara lain adalah kehandalan sistem, kecepatan sistem berespon, harga dari produk hingga fitur dari sistem kendaraan bermotor. Selain itu, terdapat beberapa masalah yang seringkali dihadapi berhubungan dengan sistem keamanan kendaraan bermotor, yaitu :
Belum adanya sistem keamanan kendaraan bermotor yang handal serta responsif tetapi dengan harga yang terjangkau.
Kecenderungan masyarakat untuk memilih sistem keamanan kendaraan bermotor yang murah tanpa memperdulikan keandalan sistem tersebut.
Pengembangan sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car ini antara lain dilakukan untuk menjawab masalah diatas. Untuk itu perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
Bagaimana mengembangkan dan mensinkronisasikan konsep produk yang telah ada dan telah dikembangkan dengan kondisi desain interior produk mobil Innova.
Bagaimana menempatkan konsep produk yang telah ada didalam desain interior produk mobil Innova.
Bagaimana tanggapan konsumen pengguna produk mobil Innova terhadap konsep produk yang dikembangkan.
1.3. Ruang Lingkup
o Pengembangan konsep produk yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari pengembangan konsep produk yang telah dilakukan oleh tim mahasiswa Sistem Komputer Universitas Bina Nusantara, yang terdiri dari Arief Kristianto, Bambang Sutanto dan Ignatius Arfian
o Pengembangan konsep produk yang dilakukan berfokus pada keergonomisan produk.
o Spesifikasi akhir produk dibatasi hanya pada spesifikasi ukuran, dan spesifikasi bahan-bahan yang digunakan (Hardware) sedangkan spesifikasi software sistem
keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car dan analisis ekonomi tidak dibahas.
o Penentuan letak produk sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm
Car dilakukan tanpa melakukan pengukuran terhadap ukuran-ukuran
ergonomis.
o Prototipe yang dibuat adalah prototipe 3 dimensi dari produk dan tidak dilanjutkan sampai ke pengujian produk.
o Konsep produk sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car hanya dikhususkan untuk kendaraan bermotor roda 4 bermerk Innova.
o Pengujian konsep yang dilakukan untuk mengetahui tanggapan konsumen pengguna produk mobil Innova dilakukan selama 1 minggu, pada tanggal 28 Desember 2005 hingga 3 Januari 2006, dengan lokasi Ciputra Mall pada pukul 10.00 BBWI hingga 15.00 BBWI.
1.4. Tujuan dan Manfaat 1.4.1. Tujuan
Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah:
1. Memodifikasi alat sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car (T-1)
2. Menganalisis desain interior kendaraan bermotor roda 4 bermerk Kijang seri Innova (T-2)
3. Merancang penempatan alat sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U
Alarm Car (T-3)
4. Menganalisa pendapat pengguna produk mobil Innova tentang Konsep sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car (T-4)
5. Menghitung target penjualan dari Konsep sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car (T-5)
1.4.2. Manfaat
Manfaat dari penyusunan skripsi ini adalah :
1. Diharapkan dengan adanya modifikasi dari konsep yang telah ada, produk sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car dapat diterima secara lebih baik oleh konsumen, pengguna produk mobil bermerk Innova, karena fitur yang lebih lengkap dan sistem operasi (I-P-O) yang lebih baik. 2. Mengetahui konsep desain interior produk mobil Innova guna memahami
penempatan dari sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car didalam produk mobil Innova.
3. Mengetahui letak alat sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm
Car didalam interior produk mobil Innova.
4. Mengetahui tanggapan pengguna produk mobil Innova tentang Konsep sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car sehingga dapat diketahui apakah rancangan ini layak diteliti lebih mendalam untuk diproduksi.
5. Mengetahui perkiraan harga jual yang diinginkan konsumen jika konsep sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car ini layak diproduksi nanti.
6. Mengetahui target penjualan dari Konsep sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car sehingga dapat digunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut (DFM) bagi pengembangan produk.
1.5. Gambaran Umum Objek
Seperti yang telah disebutkan, skripsi ini diarahkan untuk mengembangkan konsep sistem keamanan kendaraan bermotor yang diberi nama Tech4U Alarm Car. Adapun definisi serta latar belakang pemberian nama sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car :
Sistem Keamanan Kendaraan bermotor : Gabungan beberapa elemen-elemen pembentuk yang menjadi satu kesatuan dimana mendukung fungsi sebagai alat untuk mengamankan kendaraan dengan motor, baik yang beroda dua mapun yang beroda tiga.
TECH4U : Singkatan dari bahasa Inggris Technology for You.
Alarm Car : sistem pengamanan kendaraan bermotor – mobil dengan sistem alarm (Alert-Machine).
Dalam skripsi ini, perlu dijelaskan latar belakang dari nama produk untuk mengetahui tujuan ergonomis dari produk dan untuk pencitraan pasar dari produk.
TECH4U : menciptakan dan menggunakan teknologi yang handal serta responsif tetapi tetapi tetap terjangkau serta bersifat ergonomis (kenyamanan dan keamanan).
Alarm Car : menunjukkan ruang lingkup produk yang terbatas pada sistem Alarm dan ditujukkan untuk kendaraan bermotor roda empat
Seperti yang telah disebutkan dalam uraian, Tech4U Alarm Car adalah sebuah sistem pengamanan kendaraan bermotor yang menggunakan telepon selular berbasis teknologi MMS. Secara singkat cara kerja dari Tech4U alarm Car adalah sebagai berikut: Pertama, jika mobil dimasuki oleh orang lain atau terdapat interupsi berupa gangguan pada sensor yang terdapat dialarm. Kedua, sistem akan mengirimkan sebuah pesan SMS untuk meminta perintah dari client. Ketiga, ponsel didalam kendaraan melakukan pengambilan gambar bila ada miscall dari request client dan mengirimkan gambar pelaku dengan MMS serta membunyikan alarm dalam delay selama 2 menit dari saat pengiriman gambar atau bila tidak ada miscall maka sistem otomatis membunyikan alarm dalam delay selama 2 menit. Miscall adalah suatu kondisi dimana ponsel mendapat panggilan, tetapi panggilan tersebut sengaja tidak dijawab. Dengan demikian, konsumen mendapatkan gambar si pelaku yang mencoba melakukan tindak kejahatan. Selain itu kita dapat mengetahui posisi mobil dengan bantuan GPS dari Provider.
Perlu diketahui pula bahwa produk sistem keamanan kendaraan bermotor
Tech4U Alarm Car ini memerlukan sebuah telepon selular dengan kemampuan
melakukan pengambilan gambar pelaku). Telepon selular ini akan berfungsi sebagai bagian dari sistem keamanan yang digunakan sebagai kamera pengambilan gambar pelaku dan memori penyimpan gambar. Konsep penggunaan telepon selular ini bersifat kompatible, yakni dapat dipisahkan dengan bagian hardware produk dan digunakan seperti telepon selular biasa. Karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka konsep produk sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car hanya dikhususkan untuk kendaraan bermotor roda 4 bermerk Kijang seri Innova.
Sedangkan pengembangan yang dilakukan pada skripsi ini berfokus pada keergonomisan dari produk Tech4U Alarm Car. Hal tersebut meliputi penambahan fitur-fitur sesuai dengan tuntutan keamanaan dari mobil Innova serta penempatan produk Tech4U Alarm Car pada interior mobil Innova.
Produk sistem keamanan kendaraan bermotor yang dijadikan sebagai dasar pembangkitan konsep sistem keamanan kendaraan bermotor Tech4U Alarm Car adalah teknologi sistem keamanan kendaraan bermotor yang dihasilkan oleh pengembangan teknologi mahasiswa Sistem Komputer Universitas Bina Nusantara, yang dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: