• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wishnu Subroto 1*, Titin Kartiyani 2. STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Jl. Cerme No 24, Sidanegara, Cilacap. *

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Wishnu Subroto 1*, Titin Kartiyani 2. STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Jl. Cerme No 24, Sidanegara, Cilacap. *"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 88

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN BEBAN TERHADAP KEKUATAN OTOT QUADRICEPS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN (Studi Eksperimen

Pemberian Wigth Training Exercise dan De lorme Pada Mahasiswa

Effect Of Different Methods Of Strength Training Expenses Quadriceps Muscle Based On Sex (Experimental Study Granting Waigth Training and De lorme On Student

Wishnu Subroto1* , Titin Kartiyani 2

1,2

STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Jl. Cerme No 24, Sidanegara, Cilacap

*

[email protected] ABSTRAK

Kekuatan otot dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin, ukuran cross sectional otot, jenis serabut otot, tipe kontraksi otot, ketersedian energi dalam aliran darah, hubungan antara panjang dan tegangan otot pada waktu kontraksi dan recruitmen motor unit. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental. Teknik analisa menggunakan analisis varian dua jalur Two Way Anova. Populasi Remaja berjumlah 40 sampel. Dalam pelaksanaannya 1 kelompok diberikan latihan De lorme dan 1 kelompok lagi diberikan latihan Wigth

Training.Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling, teknik pengambilan

data dengan Tes 1 Repetion Maximum. Hasil dari penelitian ini (ρ-value = 0,026 < α = 0,05) Ada perbedaan pengaruh antara metode latihan Wigth Training dan latihan delorme terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps, (ρ-value = 0,000 < α = 0,05)Ada perbedaan peningkatan kekuatan otot quadricep antara laki-laki dan perempuan, (ρ-value = 0,201 > α = 0,05) Tidak ada interaksi antara metode latihan dengan jenis kelamin terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps.

Kata Kunci: Kekuatan otot, Metode De Lorme, Metode Waigth Traning

ABSTRACT

Work maximum muscle can increase a person's work ability, which in turn will improve the performance of individuals in the exercise. Muscle strength is influenced by age and gender, cross-sectional size of the muscle, muscle fiber types, the type of muscle contraction, the availability of energy in the bloodstream, the relationship between length and tension on the muscle contractions and the toughest of recruits the motor unit. The research method using experimental designs. Data analysis technique used is the analysis of variance of two lines Two Way ANOVA . Populasi totaling 40 samples. In the execution of one group was given exercises De lorme and one more group given exercise Wigth Training.Teknik data retrieval using purposive sampling. data retrieval technique with Test 1 Repetion Maximum.Hasil of this study (ρ-value = 0.026 <α = 0.05) There is a difference between the effects of training methods Wigth Training and DeLorme exercises to increase the strength of the quadriceps muscle, (ρ-value = 0.000 < α = 0.05) there is a difference in the increase in quadriceps muscle strength between men and women, (ρ-value = 0.201> α = 0.05) there is no interaction between the sexes training methods to increase the strength of the quadriceps muscle.

(2)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 89

PENDAHULUAN

Kejayaan suatu bangsa dapat dilihat dari hasil – hasil prestasi yang diraih oleh para atlit - atlitnya dalam event - event cabang olah raga baik pada tingkat regional, nasional maupun internasional. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi para atlit diantaranya adalah latihan dan pembinaan yang terprogram dan berkesinambungan dengan ditunjang oleh status gizi yang baik dan memadai. Hasil prestasi yang diperoleh pada waktu pertandingan juga dipenggaruhi oleh fisik dan mental para atlit. Bila para atlit sering menggikuti event-event turnamen yang diadakan secara teratur maka dapat dilihat grafik perkembangan prestasinya.

Olahraga sendiri merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Dianggap kebutuhan karena manusia adalah mahluk yang bergerak. Manusia dalam melakukan aktifitasnya tidak pernah terlepas dari proses gerak, sebab tidak ada kehidupan tanpa adanya gerakan.

Olahraga sendiri bersifat universal. Dengan kata lain olahraga dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat tidak memandang suku, ras, agama, latar belakang pendidikan, status ekonomi maupun jenis kelamin. Baik laki laki maupun perempuan dapat melakukan aktifitas olahraga tanpa pengecualian.

Pencapaian prestasi olahraga memiliki beberapa komponen penting yang perlu menjadi perhatian. Komponen tersebut adalah kapasitas kerja kardiovaskuler, pulomonal, performa otot, fleksibilitas, agilitas, dan beberapa aspek psikologi dan sosial. Performa otot sendiri terdiri dari kekuatan otot, daya tahan otot, dan makroskopik otot (Rusli Lutan 1988).

Otot sebagai salah satu komponen yang dapat menghasilkan gerakan melalui kontraksinya membutuhkan suatu kekuatan untuk menghasilkan performance yang tinggi. Kerja otot yang maksimal dapat meningkatkan kemampuan kerja seseorang yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi individu dalam berolahraga. Maka dari itu untuk mendapatkan peforma yang baik diperlukan adanya kekuatan otot yang baik.

Kekuatan otot adalah kemampuan maksimal dari otot untuk berkontraksi. Kekuatan otot ini dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin, ukuran cross sectional otot, jenis serabut otot, tipe kontraksi otot, ketersedian energi dalam aliran darah, hubungan antara panjang dan tegangan otot pada waktu kontraksi dan recruitmen motor unit (Mc. Ardle 1994).

(3)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 90

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Sudjana (2002) dalam rancangan faktorial 2x2 dijelaskan mengenai eksperimen faktorial yang hampir atau semua taraf dikombinasikan atau disilangkan dengan semua taraf tiap faktor lainnya yang ada dalam eksperimen. Penelitian ini memiliki dua faktor dengan taraf sama yaitu metode latihan dan jenis kelamin yang diuji pengaruhnya terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps.

Jumlah populasi sebesar 40 Sampel dalam penelitian ini adalah 20 laki – laki dan 20 perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebelum dilakukan penelitian sampel terlebih dahulu dilakukan pengukuran kekuatan otot quadriceps dengan tes 1

Repetion Maximum. Proses pengumpulan

data dalam penelitian ini yang meliputi tes awal, pemberian latihan dan tes akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik varian (ANAVA) dua jalur pada α =0.05.

HASIL

1. Perbedaan Pengaruh antara metode latihan De lorme dan Wigth Training terhadap kekuatan otot Quadricep

Dalam perhitungan analisis variansi tentang perbedaan pengaruh antara metode latihan Wigth Training dan metode latihan

de lorme terhadap kekuatan otot quadriceps,

hasil perhitungan ANAVA menunjukkan bahwa metode latihan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil kekuatan otot quadriceps. Dengan demikian H0 yang

mengatakan terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan Wigth Training dan metode latihan de lorme terhadap kekuatan otot diterima. Hal ini terbukti dari perolehan harga F0 = 4,225 lebih besar dari Ftabel = 4.08

dengan nilai probabilitas sebesar 0,026 yang lebih kecil dari 0,05. Diketahui bahwa standar deviasi kekuatan otot pada metode latihan Wigth Training adalah 2,9232, sedangkan standar deviasi kekuatan otot metode latihan delorme adalah 4,4941. Dengan demikian hipotesis penelitian diterima dan menyimpulkan bahwa : ada perbedaan pengaruh antara metode latihan

Wigth Training dan metode latihan delorme

terhadap kekuatan otot quadriceps .

2. Perbedaan Pengaruh antara kelompok laki laki dan kelompok perempuan terhadap kekuatan otot Quadricep .

Jenis kelamin sample yang berbeda antara laki laki dan perempuan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kekuatan otot quadriceps. Dari hasil perhitungan analisis varians menunjukkan bahwa jenis

(4)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 91 kelamin berpengaruh secara signifikan

terhadap kekuatan otot quadriceps. Dengan demikian H0 yang mengatakan terdapat

perbedaan pengaruh antara laki laki dan perempuan terhadap kekuatan otot diterima. Hal ini terbukti dari perolehan harga F0

=25,379 lebih besar dari F 0,95;1.36 = 4,08

pada α = 0,05 atau nilai probabilitas sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Diketahui juga bahwa standar deviasi kekuatan otot pada laki laki adalah 2,8838, sedangkan standar deviasi kekuatan otot pada kelompok perempuan adalah 3,2843. Dengan demikian hipotesis penelitian diterima dan menyimpulkan bahwa : ada perbedaan pengaruh antara laki-laki dan perempuan terhadap kekuatan otot quadriceps .

3. Interaksi antara metode latihan dan jenis kelamin terhadap kekuatan otot

Quadriceps .

Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa antara metode latihan dan jenis kelamin tidak ada interaksi terhadap kekuatan otot quadriceps . Hal ini terbukti dari perolehan F0 = 1,698 lebih kecil

dari F 0,95;1.36 = 4,08 pada α = 0,05 atau nilai

probabilitas sebesar 0,201 yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H0 yang

mengatakan ada interaksi antara metode latihan dan jenis kelamin terhadap kekuatan otot quadriceps ditolak. Dengan demikian hipotesis penelitian ditolak dan

menyimpulkan bahwa : tidak ada interaksi antara metode latihan dengan jenis kelamin.

PEMBAHASAN

Pada hipotesa pertama mengenai perbedaan pemberian metode Latihan Wigth

Training dan latihan delorme terhadap

kekuatan otot perolehan harga F0 = 4,225

lebih besar dari F 0,95;1.36 = 4,11 pada α = 0,05

atau nilai probabilitas sebesar 0,026 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hipotesis penelitian diterima dan menyimpulkan bahwa : ada perbedaan pengaruh antara metode latihan Wigth

Trining dan metode latihan de lorme

terhadap kekuatan otot quadriceps .

Didalam proses latihan untuk peningkatan kekuatan otot salah satu prinsip dari latihan adalah latihan diberikan secara progresif atau dikenal dengan nama resisted

progresive exercise. Menurut Kisner pada

buku therapeutic exercise dijelasakan bahwa baik latihan dengan metode Wigth Traning maupun delorme adalah latihan resisted

progresive exercise (Kisner 170, 1997).

Latihan dengan metode de lorme dimana pada setiap latihan diberikan beban yang progresive dapat memberikan kesempatan untuk otot beradaptasi sehingga tercapai peningkatan kekuatan otot yang optimal. Sedangkan pada latihan dengan metode Wigth Trining beban maksimal sudah

(5)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 92 diberikan diawal dari otot tersebut sehingga

dapat menyebabkan otot cepat mengalami kelelahan.

Walaupun kedua bentuk latihan ini dapat meningkatkan kekuatan otot akan tetapi dalam pelaksanaan pemberian program latihan terdapat perbedaan yang mendasar akibat perbedaan pemberian beban. Pemberian metode delorme dimana beban diberikan dengan beban ringan mengarah keberat memberikan dampak pemanasan dan adaptasi otot untuk mencapai beban maksimal. Sedangkan dalam pemberian latihan Wigth Trining dengan pemberian beban maksimal, sehingga ada beberapa sampel yang tidak dapat menyelesaikan program latihan dikarenakan rasa lelah. Hal ini mungkin dapat terjadi karena pada saat pemberian beban maksimal maka otot akan menggunakan energi anaerobik didalam tubuh sehingga cepat menimbulkan kelelahan. Selain itu kelelahan itu juga terkadang menimbulkan rasa nyeri pada waktu mengangkat beban, hal ini terjadia pada beberapa sampel yang merasa nyeri ketika mengangkat beban.

Dari hasil perhitungan analisis varians menunjukkan bahwa jenis kelamin berpengaruh secara signifikan terhadap kekuatan otot quadriceps. Hal ini terbukti dari perolehan harga F0 = 25,379 lebih besar

dari F 0,95;1.36 = 4,11 pada α = 0,05 atau nilai

probabilitas sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga pada hipotesis ini disimpulkan ada perbedaan pengaruh antara laki-laki dan perempuan terhadap kekuatan otot quadriceps.

Kesimpulan ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa secara struktur otot pada laki - laki memiliki jaringan kontraktil yang lebih banyak. Sedang pada perempuan lebih banyak kandungkan jaringan adiposa. Pada usia adolesen dimana perbedaa ini tampak dengan lebih berarti, kekuatan otot antara laki laki dan perempuan tampak berbeda.

Perbedaan kekuatan otot tersebut tidak hanya pada kekuatan awal, begitu juga yang terjadi pada proses adaptasi terhadap peningkatan kekuatan otot. Pada penelitian ini tampak bahwa peningkatan kekuatan otot pada laki laki tampak lebih besar dari pada perempuan.

Ada variabel penganggu yang tidak hanya menggambarkan adanya perbedaan kekuatan otot pada laki laki dan perempuan. Variabel itu adalah menyangkut masalah psikis. Pada beberapa sampel latihan yang dilakukan pada perempuan tidak optimal karena adanya ketakutan bahwa jika dsiberikan latihan beban maka otot akan membesar. Sebagai perempuan secara psikis akan merasa tidak nyaman bila ototnya membesar. Keadaan ini membuat pada

(6)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 93 kelompok sampel perempuan latihan yang

dilakukan tidaklah optimal.

Hasil perhitungan statistik pada hipotesa selanjutnya menunjukkan bahwa antara metode latihan dan jenis kelamin tidak ada interaksi terhadap kekuatan otot quadriceps . Hal ini terbukti dari perolehan F0 = 1,698 lebih kecil dari F 0,95;1.36 = 4,11

pada α = 0,05 atau nilai probabilitas sebesar 0,201 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pemberian latihan beban dengan metode Wigth Trining maupun dengan metode delorme terhadap sampel dengan jenis kelamin laki laki dan jenis kelamin perempuan tidak memberikan perbedan pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot. Sehingga dalam pemberian latihan untuk peningkatan kekuatan otot baik bagi laki laki maupun perempuan dapat diberikan dengan kedua metode tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tersebut diatas serta dengan adanya keterbatasan yang ada maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan WIGTH TRANING dan latihan delorme terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps, Ada perbedaan peningkatan kekuatan otot quadricep yang signifikan antara laki laki dan perempuan.,

Tidak ada interaksi antara metode latihan dengan jenis kelamin terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps .

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan penelitian ini. Bantuan yang penulis terima baik dukungan material maupun non material dari teman sejawat fisioterapis, pihak UPT PPM STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap serta pihak STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap sangat menunjang pelaksanaan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.Pendidikan jasmani wanita dalam

olahraga

http://refatana.blogspot.com/wanita-dalam-olahraga.html[05-03-2015]

Bompa, T.O. 1993. Theory and Methodology

of Training : The Key to Athletic Performance. Second Edition. Dubuque. Iowa: Kendall – Hunt Publishing Company.

___________. 1993. Periodization of Strenght. Toronto: New York university.

Fakih, Mansour, Analisis Gender dan

Transformasi Sosial, Yogyakarta, Pustaka Pelajar Offset, 1999.

Ganong, WF. 1995. Fisiologi Kedokteran. Terjemahan. San Fransisco: Appleton and Lange.

___________,WF.1999. Buku ajar fisiologi

kedokteran.Edisi 14. EGC

___________,WF.2008. Buku ajar fisiologi

kedokteran.Edisi 22. EGC

Gardiner M.D. AN.1975.Introduction to movement hlm.12-25. Dalam:The

(7)

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 2, September 2016 94

principles of exercise therapy,3ir ed. G.Bell and sons Ltd.London

Guyton AC.1996. Buku ajar fisiologi

kedokteran.Edisi 7. EGC

Giriwijoyo, Santoso. 2003. Wanita dan

Olahraga. FPOK UPI Bandung.

Ismaryati.2008.Tes dan pengukuran olahraga.Cetakan 2. Surakarta.LPP UNS dan UNS Press

Kendal &Kendal.1998. Theurapeitic Exercise, Philadelpia

Kisner,Carolyn et al.2007.Therapeutic

exercise foundation and

technique.Edition 5,F.A Davis company.Philadelpia

McArdle, Katch.1994.Essentials Of Exercise

Physiology, Lea & Febriger, Philadelphia

Nala,I Gusti Ngurah. 2011.Prinsip pelatihan

fisik olahraga.Udayana University Press

Nurhaeni, Ismi Dwi Astuti, Kebijakan Publik Pro Gender, Surakarta, UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press), 2009 Putz, Reinhard. Pabst. Reinhard.2002. Atlas

Anatomi Sobotta; Edisi 21, EGC,

Jakarta,

Rusli Lutan. 1988. Belajar Keterampilan

Motorik : Pegantar Teori Dan Metode.

Jakarta : Ditjendikti.

Salmonns S. Muscles.1995.Gray’s: Anatomy hlm. 738-897. Dalam: The anatomical

basis of medicine and surgery,38th ed. Churcil Livingstone. New York.

Singgih Santoso, 2004. SPSS Versi 11. Jakarta: Elex Media Komputindo. Sherwood Lauralee, 2011.Fisiologi manusia

dari sel ke sistem.EGC

Sudjana, 1992. Metode Statistik. Bandung : Tarsito.

Sudjarwo. 1995. Ilmu Kepelatihan Dasar. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Suharno. HP. 1993. Ilmu Coaching Umum. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta Press. Sharkey, J.B. 2011. Kebugaran dan

Kesehatan. RajaGrafindo Persada Jakarta

Wilmore, Jack H. Costill, David L. 1999.

Physiology of Sport and Exercise.

Human Kinetic USA

___________. 1988. Training for Sport and

Activity The Physiological Basis of The Conditioning Process. Dubuque. IOWA: Wm C. Brown Publishers.

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Dari kedua proses di atas, dipilih proses isomerisasi glukosa menjadi fruktosa dengan katalis enzim karena jumlah glukosa yang terisomer menjadi fruktosa lebih

Menurut WK (2013:3) Adobe Flash merupakan “software multifungsi yang mempermudah pembuatan animasi, web, game, dan aplikasi multimedia lainnya”, sedangkan menurut Madcoms (2014:2)

Bogor :Bahan Ajar Online Fakultas Pertanian Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.. Geografi Desa

bermotor, baik roda empat (mobil) maupun roda dua (sepeda motor) tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah perjalanan kerja individu dalam rumah tangga.

Berdasarkan pada hasil penelitian dan pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi pengujian (t-sig./2) sebesar 0,641/2 = 0,321 yang nilainya &gt; 0,05

Bagi subjek yang berprofesi sebagai perias pengantin, mengingat hasil penelitian untuk sikap profesional termasuk kategori sedang, maka saran yang dapat diberikan

Penulisan volume obat minum dan berat sediaan topikal dalam tube dari sediaan jadi/paten yang tersedia beberapa kemasan, maka harus ditulis, misal:.

Setiap pelamar yang melamar pada Jabatan Fungsional dalam pengadaan PPPK wajib memiliki pengalaman kerja paling singkat 3 (tiga) tahun di bidang kerja yang