• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN ALIH FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA DENPASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KAJIAN ALIH FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA DENPASAR"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lokasi Penelitian
Gambar 3.1 Ruang Terbuka Hijau di Kota Denpasar
Grafik 3.2 Luas RTH  KDB 0% Menurut Kecamatan
Gambar 3.4.Jenis Alih Fungsi RTH KDB 0 % di Kota Denpasar
+2

Referensi

Dokumen terkait

05/PRT/M/2008 menjelaskan bahwa penyediaan RTH berdasarkan luas wilayah adalah sebagai berikut: (1) ruang terbuka hijau di perkotaan terdiri dari RTH publik dan

Ruang Terbuka Hijau publik yang terdapat pada Kecamatan Banjarmasin Selatan terdiri dari jalur hijau jalan dan sempadan sungai (taman siring) sedangkan RTH Privat

Perkembangan tersebut berakibat pada jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin berkurang. Padahal keberadaan RTH sangat diperlukan di perkotaan agar tercipta lingkungan

Selanjutnya, untuk bisa mencapai jumlah RTH publik seluas 739,38 ha, adalah dengan mengintegrasikan kebutuhan RTH dalam bentuk aturan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan

Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan kepadatan penduduk dan luas wilayah dapat dihitung melalui standar kebutuhan luas RTH (Ruang Terbuka Hijau); yaitu sebesar 30%

Menurunnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik yang ada di perkotaan, baik berupa ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka non-hijau telah mengakibatkan menurunnya

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terpengaruh adalah luas ruang terbuka hijau (RTH), sedangkan variabel pengaruh adalah jumlah penduduk, luas permukiman,

3.3.1 Analisis Kebutuhan Luasan Ruang Terbuka Hijau RTH di Kecamatan Gunungsitoli Untuk mengetahui kebutuhan akan luasan ruang terbuka hijau di Kecamatan Gunungsitoli yaitu dengan