• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Ruang Terbuka Hijau dan Kecukupannya di Kota Depok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Ruang Terbuka Hijau dan Kecukupannya di Kota Depok"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Pengelompokan Bentuk Ruang Terbuka Hijau
Gambar 1. Lokasi Penelitian
Tabel 2. Tujuan Penelitian, Data, Teknik Analisis, dan Output yang Diharapkan
Gambar 2. Bagan Alir Tahap Analisis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan tersebut berakibat pada jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin berkurang. Padahal keberadaan RTH sangat diperlukan di perkotaan agar tercipta lingkungan

Perkembangan tersebut berakibat pada jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin berkurang. Padahal keberadaan RTH sangat diperlukan di perkotaan agar tercipta lingkungan

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kawasan perkotaan yang memilki manfaat kehidupan yang sangat tinggi, tidak saja

Perkembangan tersebut berakibat pada jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin berkurang. Padahal keberadaan RTH sangat diperlukan di perkotaan agar tercipta lingkungan

Senada dengan itu dalam Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan (2008) disebutkan bahwa Sabuk hijau merupakan RTH yang berfungsi sebagai

Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan kepadatan penduduk dan luas wilayah dapat dihitung melalui standar kebutuhan luas RTH (Ruang Terbuka Hijau); yaitu sebesar 30%

26 tahun 2007 tentang penataan ruang perkotaan, bahwa minimal untuk memenuhi ketentuan 20 % Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik dan 10 % RTH privat. Tujuan dari penelitian ini

Analisis kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik berdasarkan preferensi masyarakat di Kota Semarang oleh mahasiswa Perencanaan Wilayah dan