SEJARAH ALGORITMA
Kata algoritma datang dari nama matematikawan Persia abad
ke-9
Abu Abdullah Muhammad ibnu Musa Al-Khwarizmi
, yang hasil kerjanya
dibangun dari matematikawan India abad ke-7
Brahmagupta
. Kata
algorisma awalnya mengacu hanya pada aturan-aturan dalam melakukan
aritmatika menggunakan bilangan Hindu-Arab namun berkembang lewat
penerjemahan Latin Eropa dari nama Al-Khwarizmi menjadi algoritma pada
abad ke-18.
Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah prosedur langkah demi langkah untuk penghitungan. Algoritma digunakan untuk penghitungan, pemrosesan data, dan penalaran otomatis.
Algoritma adalah metode efektif diekspresikan sebagai rangkaian terbatas dari Instruksi instruksi yang telah didefinisikan dengan baik untuk menghitung sebuah fungsi. Dimulai dari sebuah kondisi awal dan input awal (mungkin kosong), instruksi-instruksi tersebut menjelaskan sebuah komputasi yang, bila dieksekusi, diproses lewat sejumlah urutan kondisi terbatas yang terdefinisi dengan baik, yang pada akhirnya menghasilkan "keluaran" dan berhenti di kondisi akhir. Transisi dari satu kondisi ke kondisi selanjutnya tidak Harus deterministik; beberapa algoritma, dikenal dengan algoritma pengacakan, menggunakan masukan acak.
ETIMOLOGI
Kata "Algoritma", atau "Algorisma" pada versi penulisan lain datang dari nama al-Khwarizmi. dieja dalam Arab klasik sebagai Al-Khwarithmi. Al-khwarizmi (bahasa Persia: 850-780 ,يمزراوخ) adalah matematikawan, ahli astronomi, ahli geografi dari Persia dan sarjana House of Wisdom di Baghdad, yang arti namanya "penduduk asli Khwarezm", sebuah kota yang merupakan bagian dari Wilayah Iran pada masanya dan sekarang Uzbekistan. Sekitar tahun 825, dia menulis risalah dalam bahasa Arab, yang diterjemahkan dalam Latin pada abad ke-12 dengan judul Algoritmi de numero Indorum. Judul ini artinya "Algoritmi pada bilangan India", dimana "Algoritmi" adalah pelatinan penerjemah dari nama Al-Khwarizmi. Al-Khwarizmi dulunya adalah matematikawan yang paling banyak dibaca di Eropa pada akhir Abad Pertengahan, pada umum lewat bukunya yang lain, Aljabar. Pada akhir abad pertengahan, algorismus perubahan dari namanya, berarti "sistem bilangan desimal" yang masih merupakan arti dari kata Inggris moderen algorism. Pada abad ke-17 Prancis kata tersebut berubah, tapi tidak maknanya. Di ubah menjadi algorithme. Inggris mengadopsi Prancis setelahnya, tapi tidak pada akhir abad ke-19 lah "Algorithm" mengambil makna dari kata Inggris masa sekarang.