• Tidak ada hasil yang ditemukan

tugas evaluasi proyek pembuatan alat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "tugas evaluasi proyek pembuatan alat "

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh: Oleh :

AL AROF BAKTI NAGORO B02140

ANIS LUTFIYANI B02140

PRATIWI RAHAYU N. B02140

RAHAYU NINGSIH OC. B0214048

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

(2)

BAB I PENDAHULUAN DASAR-DASAR PENGERTIAN

1. Definisi Proyek

Proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumber-sumber untuk mendapatkan benefit. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berbentuk investasi baru seperti pembangungan pabrik, pembangunan jalan raya, pendirian gedung-gedung, irigasi, bendungan, pembukaan hutan, survai atau penelitian dan sebagainya. Suatu proyek dapat diselenggarakan oleh institusi pemerintah, badan-badan swasta, atau organisasi-organisasi sosial maupun oleh perorangan.

Sumber-sumber yang dipergunakan dalam pelaksanaan proyek dapat berbentuk barang-barang modal, tanah bahan setengah jadi, bahan-bahan mentah, tenaga kerja, dan waktu. Sumber-sumber tersebut, sebagian atau seluruhnya, dapat dianggap sebagai barang atau jasa konsumsi yang dikorbankan dari pengunaan masa sekarang untuk memperoleh benefit yang lebih besar dimasa yang akan datang.

Benefit tersebut dapat berupa tingkat konsumsi yang lebih besar, penambahan penempatan kerja, perbaikan tingkat pendidikan atau kesehatan, dan perubahan atau perbaikan suatu sistem atau struktur. Suatu proyek dapat dinyatakan berakhir bia sudah pasti atau diduga tidak memberikan benefit lagi.

2. Tahap-tahap Siklus Proyek

Siklus suatu proyek dimulai dengan adanya suatu gagasan pengusulan yang umumnya bersumber dari :

1) Para pemimpin masyarakat setempat 2) Para tenaga teknis

3) Para perintis pembangunan, seperti bank pembangunan 4) Usulan program-program yang telah ada

(3)

3. Tahap Pertama : Identifikasi

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengindentifikasi, yaitu menentukan calon-calon proyek yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Beberapa pegangan menyangkut perlu tidaknya suatu gagasan proyek diteliti lebih lanjut adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut :

1) Apakah proyek termasuk dalam sektor yang diprorietaskan? 2) Apakah proyek secara garis besar akan menguntungkan? 3) Adakah bantuan dari pemerintah bagi jenis proyek tersebut? 4. Tahap Kedua : Formulasi

Tahap selanjutnya adalah formulasi, yaitu mengadakan persiapan dengan melakukan prastudi kelayakan dengan meneliti sejauh mana calon-calon proyek tersebut dapat dilaksanakan menurut aspek-aspek teknis, institusional, sosial, dan eksternalitas.

5. Tahap Ketiga : Analisis

Tahap selanjutnya adalah analisis, yaitu mengadakan appraisal atau evaluasi terhadap laporan-laporan studi kelayakan yang ada. Studi kelayakan proyek tadi dianalisis untuk memilih yang terbaik di antara berbagai alternatif proyek yang ada, berdasarkan suatu ukuran tertentu. 6. Tahap Keempat : Implementasi

Tahap implementasi adalah pelaksanaan proyek tersebut. Dalam tahap ini, tanggung jawab utama dari para perencana serta proyek adalah mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik proyek agar sesuai dengan final design-nya.

7. Tahap Kelima : Operasi

Tahap berikutnya adalah operasi proyek. Pada tahap ini, perlu dipertimbangkan metode-metode pembuatan laporan atas pelaksanaan operasinya.

8. Tahap Keenam : Evaluasi Hasil

(4)

tahap-tahap sebelumnya. Disini diperbandingkan antara apa yang direncanakan dan hasil yang dicapai. Hasil evaluasi ini diperlukan untuk mengadakan perbaikan bagi proyek-proyek berikutnya atau untuk mengembangkan gagasan baru dalam memilih proyek-proyek baru.

9. Unsur-unsur Kritis dalam Formulasi Proyek

Calon-calon proyek diindentifisikasi, perlu diadakan studi formulasi atau persiapan untuk melihat seberapa jauh calon proyek dapat dilaksanakan, dan seberapa jauh rintangan-rintangan yang ada dapat menghambat pelaksanaan proyek.

10. Aspek Teknis

Aspek teknis menyangkut masalah penyediaan sumbr-sumbet dan pemasaran hasil-hasil produksi. Apakah lokasi untuk tempat proyek mudah diperoleh atau tidak, seberapa jauh prasana jalan raya, persediaan air, dan tenaga listrik dapat dimudahkan atau merintangi pelaksanaan proyek, adakah persediaan proyek cukup atau tidak dan apakah bahan-bahan, sebagian keseluruhan harus didatangkan dari tempat lai atau diipor. 11. Aspek Institusional

Aspek institusional menyangkut masalah-masalah organisasi pemerintah dan masyarakat. Misalnya, termasuk dala hal ini, seberapa jauh aparat pemerintah dan peraturan-peraturan yang ada dapat memberikan kemudahan atau halangan dalam pelaksanaan proyek nantinya, seperti dalam meberikan ijin hak guna tanah, ijin bnagunan, ijin usaha, ijin penggunaan tenaga kerja, syarat-syarat perkereditan, faktor keamanan ditempat usaha dan pengiriman barang-barang.

12. Aspek Sosial

(5)

lebih bermanfaat walaupun proyek B memberikan hasil produksi yang lebih besar daripada proyek A.

13. Aspek Eksternalis

Benefit program pendidikan pada umumnya lebih besar daripada pertambahan pendapatan netto orang-orang yang menerima pendidikan , dibandingkan dengan orang-orang yang kurang berpendidikan, seorang yang terdidik lebih mampu memberikan kemudahan-kemudahan bagi anggota-anggota keluarga, tetangga, dan teman-teman sekerjanya.

Pendirian proyek –proyek dapat mencemarkan udara dan air. Pendirian proyek-proyek mungkin harus mengorbankan tanamnan-tanaman atau pohon-pohon disekitar tempat dibangunnya proyek. Hasil-hasil tidak langsung dann akibat-akibat sampingan proyek yang diuraikan diatas dinaman eksternalitas.

14. Tujuan Serta Kriteria Analisis Proyek

Ada dua macam kenyataan yang selalu dihadapi, yaitu : 1) Sumber-sumber bersifat langka

2) Kegiatan-kegiatan yang berbeda atau kegiatan-kegiatan yang sama dalam lingkungan yang berbeda dapat pula memberikan hasil-hasil yang berbeda.

Disebuah kabupaten mendirikan sepuluh sekolah dasar yang batu akan lebih bermanfaat bagi penduduk kabupaten daripada mendirikan sebuah universitas. Seorang pengusaha akan mengurngkan maksudnya mengadakan investasi dalam suatu proyek tertentu bila sejak awal ia dapat memperhitungkan bahwa investasi tersebut tidajk membawa keuntungan, karena pada dasarnya sumber-sumber tersedia sangat langka, maka bahkan semua proyek yang diharapkan akan memberikan keuntungan tidak semuanya dapat dilaksanakan.

15. Analisis Privat dan Analisis Ekonomi atau Sosial

(6)

perhitungan privat atau analisis finansial, bila yang berkepentingan langsung dalam benefit dan biaya proyek adalah individu usaha.

16. Harga

Dalam analisis privat, kita menggunakan harga-harga pasar baik untuk sumber-sumber yang diperlukan dalam proses produksi maupun untuk hasil-hasil produksi dari proyek. Dalam analisis ekonomi, kita menggunakan shadow prices atau accounting prices, yaitu harga-harga yang disesuaikan sedemikain rupa untuk menggambarkan nilai ekonomi yang sebenarnya dari barang dan jasa. Pada umumnya harga pasar tidak menggambarkan nilai ekonomi yang sebnarnya karena adanya perubahan-perubahan yang cepat dalam perekonomian, penyimpanan- penyimpanan terhadap kondisi persaingan sempurna, seperti adanya persuhaan monopoli, informasi ynag tidak lengkap, penentuan harga oleh pemerintah, larangan-larangan atau pembatasan produksi, maupun pajak, subsidi, dan berbagai macam eksternalitas seperti yang telah diuraikan sebelumnya.

17. Pajak

Pajak adalah biaya yang dibayarkan instansi pemerintah. Dengan kata lain, pajak harus dikurangkan dari benefit. Sebaliknya, dalam analisis ekonomi, pajak merupakan transfer, yaitu bagian dari benefit. Dengan kata lain, dalam analisis ekonomi, pajak tidak termasuk dalam sumber-sumber rill yang penggunaanya dalam proyek menyebabkan timbulnya social opportuny cost dari segi masyarakat.

18. Subsidi

Subsidi adalah transfer yang perhitungannya merupakan kebaliakan dari pajak. Dalam analisis privat, penerimaan subsidi berarti pengurangan baiaya yang harus ditanggung oleh pemilik proyek. Oelh sebab itu subsidi mengurangi biaya. Dalam analisis ekonomi, subsidi dianggap sebagai sumber-sumber yang dialihkan dari masyarakat unruk digunakan dalam proyek.

(7)

Dalam analisis privat yang tergolong biaya investasi pada tahap permulaan proyek hanyalah yang dibiayai dengan modal saham si penanam modal sendiri,. Bagian investasi yang dibiayai dengan modal pinjaman, baik dari dalam maupun luar negeri, tidak dianggap sebagai biaya pada saat dikeluarkannya, sebab pengeluaran modal milik pihak lain tidak merupakan beban dari segi penanaman modal swasta.

Pada jenis pinjaman, penerimaan pinjaman harus dianggap sebagai cash inflow atau benefit dan kemudian diikuti dengan cash out flow, yaitu besarnya investasi baru dimasukkan sebagai arus pengeluaran bertahun-tahun. Dalam analisis ekonomi, hal ini perlu benar-benar diingat karena biasanya pinjaman seperti ini diterima negara dalam bentuk valuta asing yang kemudian ditukar dengan mata uang dalam negeri, sedangkan valuta asing disimpan pemerintah, dan bukan oleh perusahaan.

20. Bunga

Bunga atas pinjaman dalam negeri tidak ddimasukkan sebagai biaya, karena modal tersebut dapat dianggap sebagai modal masyarakat dan oleh sebab itu, bunganya pun dianggap sebagai bagian dari benefit ekonomi. Dalam analisis ekonomi, biaya yang dihitung adalah biaya investasi pada waktu investasi itu dilaksanakan. Pembayaran bunga dari pendapatan yang timbul karena adanya kegiatan operasi hanyalah meruapakan transfer payments dari suatu pihak kepada pihak lain.

Sebagai asas umum, baik dalam analisis privat maupun analisis ekonomi, semua biaya yang dikeluarkan dalam tahun tertentu, termasuk bunga, diperhitungkan acara implisit dengan prosedur discounting. Biaya investasi diperhitungkan berupa pelunasan pinjaman, bunga yang sebenarnya dibayar kepada lembaga kredit yang bersangkutan perlu diperhitungkan juga secara eksplisit.

21. Benefit dan Biaya Proyek

(8)

ialah bahwa apa saja yang secara langsung atau tidak langsung menambah konsumsi barang-barang atau jasa-jasa sehubungan dengan proyek, kita golongkan sebagai benefit proyek. Sebaliknya apasaja yang mengurangi persediaan barang-barang atau jasa-jasa konsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan proye. Produk maupun jasa merupakan contoh yang disebut sebagai goods (barang) oleh ekonom, dan jika jumlah barang meningkat maka kemakmuran seorang juga meningkat.

Hasil produksi beras atau tekstil misalnya, menambah persediaan barang konsumsi beras atau tekstil, yang berarti juga menambah pendapatan nasional. Pertambahan persediaan semen dapat digunakan untuk membangun pabrik tekstil yang akan menambah persediaan tekstil. Dengan kata lain suatu proyek semen menambah pendapatan nasional melalui penyediaan produksi semen yang pada akhirnya menghasilkan barang-barang konsumsi seperti beras dan tekstil.

Penggunaan bahan-bahan mentah atau setengah jadi juga dapat dianggap sebagai biaya dalam pengurangan barang-barang konsumsi masyarakat secara tidak langsung. Misalkan kita menggunakan semen dalam proyek tekstil. Penggunaan semen tersebut akan mengurangi pengunaan secara untuk alternatif lain, misalnya irigasi, dan berarti juga mengurangi pertambahan barang-barang konsumsi lain misalnya beras. Pembatasan penggunaan semen bagi kemungkinan-kemungkinan lain karena penggunaanya di proyek tekstil, merupakan hal yang disebut social opportunity cost . dari semen yang digunakan diproyek tekstil.

22. Masalah-masalah Pengukuran dan Perhitungan Benefit

Biasanya mengukur dan menghitung benefit suatu proyek lebih sulit daripada mengukur biayanya. Masalah-masalah yang kita hadapi dalam pengukuran benefit dapat digolongkan dalam tiga golongan :

1) Mengukur Jumlah Benefit

(9)

perbedaan jumlah persediaan barang dan jasa termaksud dalam masyarakat dengan adanya proyek dan seandainya tidak ada proyek. Karena kurangnya data yang lengkap, dalam banyak hal kita terpaksa hanya dapat membandingkan persediaan barang termaksud sesudah dan sebelum adanya proyek.

2) Penentuan Harga Hasil Produksi

Hasil suatu proyek dapat terdiri dari beberapa jenis barang yang berbeda. Perbedaan antara tiap jenis produk proyek dengan barang yang ada dalam masyarakat terletak pada mutu kualitasnya sehingga harganya pun dapat berbeda. Harga barang yang sama dapat juga berbeda menurut tempat dan waktu yang berbeda.

3) Hasil tidak langsung dan akibat Sampingan

Contoh – contoh dari hasil tidak langgsung dan akibat sampingan suatu proyek dinamakan juga sebagai ekternalitas. Kesulitan dalam pengukuran proyek terjadi karena :

a. Hasil tidak langsung atau akibat sampingan proyek itu ustru berada diluar proyek itu sendiri.

b. Akibat sampingan suatu proyek dapat merupakan biaya masyarakat keselurahan.

c. Hasil-hasil tidak langsung dan akibat sampingan tersebut sukar diukur dan dinilai dengan uang.

23. Shadow Price dan Social Opportunity Cost

Macam biaya suatu proyek biasanya lebih banyak daripada jenis benefit. Dalam analisis privat, bahan-bahan yang dipergunakan untuk proyek dinilai dengan harga-harga pasar sedangkan dalam analisis sosial dan ekonomi digunakan shadow princes yang didasarkan pada pengertian opportunity cost.

(10)

24. Modal

Opportunity cost modal adalah benefit yang dapat diperoleh bila modal diinvestikasikan dalam proyek marjinal. Shadow prices modal adalah opportunity cost tiap-tiap unit modal yang besarnya sama dengan tingkat bunga sosial.

25. Tanah

Proyek dibidang pertanian tanah merupakan bagian terpenting dari biaya proyek. Misalnya suara proyek P, diperlukan berumur ekonomis n tahun, menggunakan sebidang tanah yang luasnya A hektar dan selama ini dipergunakan untuk menanam tebu. Penjuaalan tebu dikurangi biaya-biaya lainnya yang digunakan dalam proyek P adalah Y rupiah, yaitu nilai netto tebu yang diperoleh sebagai hasil tanah, seandainya tanah itu tetap dipakai untuk menanam tebu dan bukan untuk proyek P, shadow prices tanah adalah Y/A rupiah hektar pertahun.

26. Bahan-bahan Mentah dan Barang Setengah Jadi

Shadow prices bahan-bahan mentah dan barang setengah jadi yang digunakan dalam suatu proyek pada dasarnya dinilai menurut social opportunity cost dari tiap unit barang, yaitu benefit tiap-tiap barang dalam penggunaan alternatif khususnya untuk barang-barang yang dapat diperdagangkan dipasar dunia.

27. Tenaga Kerja

Shadow wage tenaga kerja tak terdidik banyak penilai proyek beranggapan shadow wage tenaga tak terdidik adalah nol. Ini didasarkan pada asumsi bahwa proyek akan mengambil tenaga tak terdidik (II) dari kelompok pengganggur, jadi mereka tergolong bekerja produktivitas marjinal mereka di desa sama dengan nol.

28. Pelunasan Utang dan Bunga

(11)

setempat termasuk bantuan luar negeri yang berasal dari sumber-sumber resmi, seperti bank dunia atau malalui perjanjian bilateral.

Pinjaman luar negeri yang penggunaanya terikat pada suatu proyek tertentu, contohnya proyek X, bila proyek X tidak jadi dilaksanakan maka pimjaman dibatalkan, jadi penggunaan pinjamna ini tidak menjadi pengaruh bagi proyek-proyek lain. Saat investasi dilakukan pada proyek X dana pinjamna tidak menimbulkan social opportunity cost. Beban tersebut baru timbul pada saat pengembalian pinjaman dan pembayaran bunganya.

29. Penyusutan

Penyusutan adalah bagian dari benefit proyek yang diracangkan tiap-tiap tahun sepanjang umur ekonomis proyek sedemikian rupa sehingga merupakan data yang mencerminkan jumlah baiay modal. Walaupun masuk dalam neraka rugi laba tahunan, penyusutan tidak mengandung unsur pengeluaran uang ataupun sumber riil.

30. Surk Cost

Surk Cost adalah biaya yang sudah tertanam yang menyangkut proyek., sebelum keputusan untuk menjalankan proyek diambil, misalnya dalam membuat proyek baru atau proyek yang sudah lama terbengkalai, maka biaya-biaya yang pernah dilakukan untuk proyek lama itu dinamakan suck cost bukan merupakan sumber yang tersedia untuk peggunaan alternatif apabila proyek tidak dilaksanakan, dan karena tidak menimbulkan social opportunity cost, oleh sebab itu sunk cost tidak termasuk dalam hitungan biaya proyek

31.Salvage value

(12)

32. Negative Externalities

Positif Externalities, negative Externalities suka diukr dan dinilai dalam satuan mata uang. Idealnya akibat-akibat yang ditimbulkan sebagai negative externalities, sepanjang dapat diukur dan dinilai perlu dimasukkan sebagai bagian dari biaya atau penurunan benefit proyek.

33.Pengaruh Inflasi Terhadap Benefit dan Biaya

Inflasi mempengaruhi tingkat harga, apabila beefit dan biaya-biaya dinyatakan dalam satuan uang menurut harga-harga yang berlaku, keduanya akan terpengaruh oleh laju inflasi. Sebagian besar dari biaya proyek dikeluarkan pada tahun-tahun permulaan seperti misalnya biaya investasi. Sebaliknya, sebagian besar benefit proyek diperoleh pada tahun-tahun akhir proyek.

34.Data Tentang Harga-harga dalam Proyek Berasal dari Suatu Tahun Sebelumnya

Badan perencana program investasi ingin membandingkan benefit bersih sebuah proyek pabrik tekstil dengan alternatif investasi lainnya. Keterangan tentang harga-harga yang akan berlaku dalam tahun 1990 belum tersedia jadi sebagai dasar jadi untuk perhitungan biaya dan benefit proyek diambil angka-angka dan prakiraan rugi laba.

35.Data yang Dihadapi Si Penilai Dinyatakan Menurut Harga yang Diramalkan akan Berlaku di Masa Mendatang

Langkah pertama adalah dengan menanyakan pihak yang telah mempersiapkan proyek megenai asumsi-asumsi tentang inflasi yang mendasari proyeksi. Apabila proyeksi terpisah tidak tersedia untuk berbagai unusr dari arus biaya dan benefit, maka dapat dipakai proyeksi kenaikan IHBK sebagai ukuran yang paling luas atas laju inflasi.

(13)

36.Tugas Terdiri dari Perhitungan Rendeman Proyek Ex post

Pada perencanaan proyek sering dihadapi kebutuhan menghitung rendemen yang sebenarnya, yang dicapai oleh sebuah proyek yang dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya. Data dinyatakan menurut harga yang berlaku, sedemikian rupa sehingga perhitungan rendemen yang berarti membutuhkan konversi semua nilai benefit dan biaya nenurut harga konstan.

Umpamanya sebuah proyek pabrik tekstil dilaksanakn dalam tahun 1997, dan NPV –nya dicari menurut harga tahun (i) 1980 dengan membandingkan dengan NPV proyek lain yang nilainya menuerut harga tahun 1980 sudah diketahui, maupun (ii) 1990, supaya NPV- nya dapat dibandingkan dengan NPV calon proyek yang NPV –nya sudah diperkirakan menurut harga tahun itu.

(14)

BAB II

ANALISIS FINANCIAL DAN EKONOMI

1. Pendahuluan

Sehubungan dengan perbedaan antara analisis finansial dan ekonomi yang dikemukakan bertujuan untuk menunjukkan dan membedakannya dengan konkret. Banyak investasi sektor pemerintahan dilaksanakan oleh unit usaha yang mempunyai kedudukan hukum otonom atau semi otonom, dengan aktiva finansial tersendiri, tujuan daan kepentingan unit usaha biasanya lebih sempit daripada tujuan pemerintah secara keseluruhan.

Penilaian proyek dari segi pemerintah memaksimalkan tingakt keuntungan sosial berdasarkan ukuran benefit dan biaya proyek yang mungkin berbeda dengan ukuran finasial , para penilai proyek pada instansi pemerintah, departemen keuangan, badan koordinasi, penanaman modal, atau departemen teknis yang menangani masing-masing sektor perlu mengerti perihal gagasan keuntungan finansial, akan banyak bermanfaat 2. Penyusunan Perkiraan Finansial

Analisa finansial dalam kerangka evaluasi proyek lebih bersifat analisis tentang arus dana. Dana investasi bagi suatu perusahaan akan bersumber dari perusahaan yang berupa dana penyusutan dan laba yang ditahan, daa dari luar perusahaan yang dapat berupa kredit bank, penjualan saham, penjualan obligasi, dan sebagainya.

3. Perhitungan Rugi-Laba

Perhitungaan arus dana usaha sebagai hasil investasi dilakukan melalui analisis perkiraan perhitungan rugi-laba. Analisis rugi laba tergambar semua penerimaan dan pengeluaran perusahaan selama jangka waktu tertentu, setahun baik yang berhubungan dengan produksi kegiatan pokok perusahaan maupun yang tidak seperti penerimaan pengeluaran bunga dan sebagainya.

(15)

4. Neraca

Perhitungan sumber dan penggunaan dana dilakukan melalui analisis perubahan dana pada neraca suatu perusahaan. Neraca menunjukkan posisi kekayaan perusahaan pada suatu waktu biasanya pada awal atau akhir tahun buku.

5. Perkiraan Sumber dab Penggunaan Dana

Bersama dengan neraca, gambaran tentang arus dana di atas meletakkan landasan ntuk suatu perkiraan tambahan yang disebabkan sumber dan penggunaan dana. Arus-arus masuk dari kiri kedalam kolom dana muncul dibagian atas sebagai sumber dana, sedangkan berbagai arus keluar disebelah kanan merupakan bagian bawah yang disebut penggunaan dana keseimbangan dalam perkiraan dijamin melalui dua pos bank yang diambil dari neraca akhir tahun yang menjadi objek analisis, dan akhir tahun sebelumnya.

6. Arus Benefit dan Biaya

Menyatakan definisi yang tepat tentang arus benefit dan biaya dari sudut pandag perusahaan maupun masyarakat berdasarkan ketiga jenis finansial.

7. Benefit dan Biaya dari Segi Perusahaan

Sudut pandang perusahaan dianggap sam dengan sudut pandang pemegang saham. Benefit merupakan cashflow, yaitu laba setelah pajak dan penyusutan, ditambah penjualan aktiva, biaya terdiri dari jumlah penggunaan dana kecauali pembayaran kepada pemegang saham.

8. Benefit dan Biaya dari Segi Masyarakat

(16)

9. Ringkasan Perhitungan Benefit dan Biaya

Tahap dalam menciptakan serangkaian angka untuk perhitungan kriteria investasi adalah mengalihkan perhatian kita dari data dan perkiraan yang menyangkut sebuah perusahaan untuk suatu suatu tahun tertentu, kepada arus data dalam tiap tahun selama umur ekonomis proyek investasi. 10. Penyusunan Arus Benefit dan Biaya

Sebagian besar aktiva dan pasiva jangka pendek diabaikan, penyusunan neraca tidak perlu dilakukan dan kita dapat langsung maju ke penyusunan perkiraan sumber dan berbagai langkah dalam penyusunan . 11. Penyusutan Perkiraan Sumber dan Penggunaan Data

(17)

BAB III

SOCIAL OPPORTUNITY COST OF CAPITAL DAN DISCOUNTING DALAM ANALISIS BENEFIT-COST

1. Patokan lokasi sumber daya

Inti evaluasi proyek di sektor pemerintah adalah untuk menentukan penggunaan sumber daya masyarakat yang akan memaksimumkan kesejahteraan nasional. Tugas kongkret yang dihadapi oleh seorang perencana/penilai proyek mencangkup banyak kemungkinan. Pada salah satu ekstrem terdapat tanggung jawab untuk menyusun rencana alokasi seluruh anggaran pembangunan diantara semua bidang dan proyek.

Semua alternatif yang letaknya diantara kedua ekstrem ini mencangkup pembandingan terhadap beberapa penggunaan alternatif atas sejumlah sumber. Alokasi anggaran pembangunan suatu sektor atau subsektor secara keseluruhan, ataupun penentuan cara terbaik dalam melaksanakan suatu fungsi khusus.

2. Time value of money dan social opportunity cost faktor produksi modal

Aspek paling rumit dalam mengembangkan patokan adalah membandingkan penegluaran sumber-sumber yang terjadi pada waktu sekarang atau selama tahun-tahun permulaan proyek, dengan benefit yang baru akan diperoleh setelah melewati periode tertentu sampai dengan akhir umur proyek.

Secara intuitif, kita mengetahui bahwa sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat sekarang lebih disenangi daripada jumlah yang sama jika tersedia setelah satu tahun yang akan datang. Seseorang biasanya bersedia untuk tidak menikmati sumber yang tersedia pada saat sekarang dan menunda menikmati setahun kemudian, dengan ketentuan bahwa sumber yng dinikmati itu tersedia dalam jumlah yang banyak.

Semua mengetahui bahwa persediaan modal sifatnya terbatas menurut teori makro, tersedianya modal untuk investasi dalam kurun waktu satu tahun terbatas pada simpanan pendapatan tahun yang sama ditambah impor

(18)

modal dari luar negeri, simpanan dari tahun-tahun sebelumnya atau impor simpanan yang disisihkan negara lain.

3. Bunga dan Rate of Return atas Investasi

Dalam kenyataan pola cash flow sebagian besar usaha investasi tidaklah sederhana. Suatu pola lain dapat diberikan oleh investasi yang tidak mengembalikan rendemen apapun sampai akhir umur ekonomis. Rate of return diartikan sebagai tingkat renedemen tahunan, nilai penerimaan tersebut perlu disesuaikan untuk mengeukur rate of return yang sebenarnya. Penyesuaian itu didasarkan atas asumsi, bahwa investasi memang memberikan rendemen tiap tahun dengan tingkat presentase. Akan tetapi rendemen tiap tahun tidak selalu diwujudkan dalam bentuk penerimaan tiap tahun yang langsung diperoleh penanaman modal.

4. Pola-pola pengembalian / pemberian Benefit Investasi

Dua pola alternatif penerimaan arus benefit sehubungan dengan suatu kegiatan investasi yang mencangkup pengeluaran netto hanya pada titik permulaan investasi. Pola alternatif terjadinya benefit tak terhingga jumlahnya. Besarnya penerimaan pada tiap-tiap tahun t, mulai tahun ke 1 dapat berkisar antara nol dan suatu jumlah maksimum yang nilainya sama dengan nilai investasi yang belum dikembalikan pada akhir tahun sebelumnya ditambah randemen atas nilai.

Perhitungan rate of return didasarkan atas asumsi implisit bahwa jumlah penerimaan tiap tahun dialokasikan terlebih dahulu sebagai pembayaran randemen atas nilai investasi. Hanya dalam hal penerimaan melebihi tingkat randemen yang sesuai dengan rate of return-nya, kelebihan itu dapat dianggap sebagai pengembalian modal investasi.

5. Nilai sekarang dan nilai masa datang (present and future value atas

benefit)

Dalam persamaan : Ft = P (1 + i )t

(19)

dibalik untuk memberikan nilai sekarang atau present value (PV) yang sehubungan dengan penerimaan benefit.

Present value atau nilai sekarang benefit Bt adalah jumlah dana yang

perlu ditanamkan sekarang demi memperoleh benefit berdasarkan saluran investasi yang tersedia diluar proyek yang akan menjadi sasaran evaluasi kita. Jadi, nilai sekarang (PV) dari Benefit sama dengan nilai masa datang (Bt) yang di discount oleh faktor 1/(1 + i ) –t. Faktor ini ditentukan oleh

tersedianya kesempatan investasi alternatif yang memberikan rate of return sebesar i. Faktor 1/(1 + i ) –t disebut discount factor dan rate of return i

yang mendasarkan disebut discount rate. 6. Pemilihan Discount Rate Sosial

Persoalan yang dihadapi dalam mencari nilai yang tepat untuk discount rate social adalah bagaimana menentukan rate of return yang berlaku bagi proyek-proyek alternatif dari proyek X. Pengukuran rate of the return, baik secara eksplisit maupun implisit didasarkan atas asumsi bahwa alokasi sumber –sumber sektor pemerintah dijalankan secara rasional, sedemikian rupa sehingga proyek-proyek yang memberikan rendemen tertinggi diberi prioritas.

Nilai discount rate yang dipergunakan di negara-negara berkembang diambil alih dari pengalaman negara lain yang telah berusaha mengukur social opportunity cost of capital secara sistematis. Lembaga pembiayaan internasional seperti Bank Dunia atau Asian Development Bank sering diajukan angka-angka 10,12atau 15 % sebagai discount rate sosial yang rasional untuk negara berkembang di Indonesia belum ada discount rate sosial yang ditetapkan secara umum oleh Bappenas, namun angka angka-angka yang dipergunakan biasanya terdapat diantara 10-15 %.

7. Discounting Biaya Masa Datang

(20)

dan P ) atau khusus pemerintah secara rutin. Secara umum nilai sekarang dari biaya yang dikeluarkan oleh proyek dalam tahun t, Ct’ adalah sebesar :

PV C = Ct/(1 + i )t

8. Perhitungan Nilai Sekarang (Present Value) dari arus biaya dan Benefit.

Suatu proyek dapat mengembalikan seluruh modal dalam waktu dua tahun setelah investasi pada tahun nol. Jadi, arus benefit dan biaya nampak sebagai berikut : B0 (yang sering sama dengan nol), B1, B2 dan C0, (=

investasi), C1, C2 sebagai biaya ekploitasi dan pemeliharaan (rutin). Nilai

sekarang dari masing-masing unsur Bt atau Ct sama dengan: Bt/ (1 + i )t .

9. Perhitungan Nilai Sekarang Arus Benefit dan Biaya Yang Sama Setiap Tahunnya

Biaya setiap tahun besarnya sama sepanjang tahun –tahun perhitungan (B0 = B1 = B2 = ...= Bt = suatu konstanta A, maka presentasi rumus present

worth of an annuity factor sebagai berkut : PV = A. (1 + i) t-1/ i( 1 + i )t

Seluruh biaya analisis benefit dan arus proyek sama dengan jumlah nilai sekarang Bt atau Ct untuk tiap-tiap tahun. Apabila arus benefit / biaya

Referensi

Dokumen terkait

Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dibatasi oleh biaya, mutu, dan waktu (Sumber: Suharto,1999:3) Sehingga manajemen

mengetahui apakah suatu proyek dapat dilaksanakan dengan berhasil, sehingga dapat menghindari keterlanjuran investasi modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata

Proyek konstruksi adalah suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu

Kegiatan produksi atau operasional adalah kegiatan yang dilakukan secara kontinyu setiap waktu selama kegiatan proyek berlangsung. Dalam kegiatan produksi,

Studi Kelayakan dan Evaluasi Proyek (SKEP) merupakan suatu kegiatan yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit) dari suatu usaha

Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dibatasi oleh biaya, mutu, dan waktu (Sumber: Suharto,1999:3) Sehingga manajemen

Pengelolaan lingkup proyek Lingkup proyek adalah total kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan produk yang diinginkan, dalam lingkup proyek, batasan-batasan yang memuat kuantitas,

Proyek kontruksi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan sumber daya tertentu,untuk mencapai hasil dalam bentuk bangunan atau