• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Ekonomi Koperasi dan UMKM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas Ekonomi Koperasi dan UMKM"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Ekonomi Koperasi dan UMKM

Artikel tentang :

Koperasi dan UMKM menjadi solusi atas

permasalahan bangsa

dibuat oleh :

Nama : Nur azizah

Nim : 1302121379

Dosen pengampu : Azwar Harahap, SE., M. Si.

Ilmu Ekonomi

Fakultas Ekonomi Universitas Riau T.A 2014/2015

(2)

Koperasi adalah organisani bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi dapat disebut sebagai gambaran pondasi dasar ekonomi bangsa Indonesia karena mempunyai dasar azas kekeluargaan.

Berdasarkan azas tersebut, koperasi memiliki tujuan dari pembentukan koperasi di Indonesia, yakni untuk Memajukan kesejahteraan anggota, Memajukan kesejahteraan masyarakat, dan Membangun tatanan ekonomi nasional.

Ketiga tujuan tersebut saling berkaitan. Dengan adanya koperasi kebutuhan para anggota dapat diperoleh di koperasi. Dengan terpenuhinya kebutuhan anggota maka semakin meningkatlah kesejahteraan anggota koperasi. Dengan memajukan kesejahteraan anggotanya berarti koperasi juga memajukan kesejahteraan masyarakat dan memajukan tatanan ekonomi nasional. Keseluruhan tujuan koperasi tersebut adalah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

(3)

masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Namun terlepas dari semua tujuan tersebut, ada begitu banyak permasalahan bangsa ini terutama masalah perekonomian. Diantara masalah-masalah yang ada yakni masyarakat sulit membeli kebutuhan sehari-hari tertama kebutuhan pokok yang saat ini sedang mengalami pelambungan harga. Sulitnya mendapatkan pinjaman dengan bunga yang relative rendah. Dan bagi petani misalnya, mengalami kesulitan untuk menjual hasil pertaniannya. Serta masih banyak masalah lain yang menimpa bangsa kita ini.

Selain itu, saat ini kita melihat dan mengalami realitas ekonomi yang semakin menghimpit rakyat miskin. Harga barang-barang kebutuhan melambung tanpa mampu diatasi pemerintah, akibat penguasaaan pasar oleh kaum kapitalis-monopolis. Produksi-produksi skala kecil dihancurkan oleh persaingan bebas yang tidak mengenal belas kasihan.

Sementara rakyat dengan perekonomian menengah ke bawah, begitu sulit mengakses kredit dari perbankan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang coba diperkenalkan terbukti tidak efektif dan hanya menjangkau sejumlah kecil masyarakat. Pemerintahan neoliberal cenderung menempatkan bank semata sebagai alat yang membantu monopoli (perampasan) ekonomi oleh kapitalisme industri maupun kapitalisme dagang.

Di sisi lain, keberadaan koperasi yang telah diangkat tinggi dalam konstitusi negara, ternyata dijalankan secara sembarangan sehingga menimbulkan banyak persoalan. Fungsi dan jenis koperasi seharusnya mampu memfasilitasi anggota-anggotanya untuk mengakses kredit yang mudah dan berbunga rendah (koperasi kredit), memperoleh barang-barang kebutuhan juga secara mudah dan murah (koperasi distribusi), serta mengorganisir produksi yang efisien (koperasi produksi).

(4)

persoalan-persoalan ekonomi anggotanya. Bahkan tidak sedikit kasus koperasi papan nama yang sekadar menjadi sasaran korupsi oleh pengurusnya. Situasi seperti di atas tentu berdampak negatif terhadap kepercayaan rakyat terhadap koperasi. Persoalan ini, mungkin, dapat ditarik asal-usulnya pada orde baru, yang menjadikan koperasi sebagai pemanis berpenampilan kerakyatan dalam perampokan besar-besaran atas ekonomi nasional oleh segelintir kroni pejabat dan kaum imperialis.

Namun, tentu saja, persoalan-persoalan ini tidak berlaku mutlak di semua tempat, karena ada juga koperasi-koperasi yang tetap dapat berkembang dan berperan positif sesuai kebutuhan anggotanya.

Koperasi sebagai usaha bersama, seperti disebutkan dalam pasal 33 UUD 1945, sebenarnya telah memberikan ciri sosialistik, dalam pengertian membentuk relasi ekonomi yang setara di antara anggotanya; atau, adanya kepemilikan dan pengelolaan secara bersama.

Selain itu, tidak seperti usaha ekonomi lainnya, tekanan fungsi koperasi juga bukan untuk mengakumulasi keuntungan, sehingga bisa terlepas dari beban keharusan berkompetisi. Meski demikian, tantangan untuk berkompetisi senantiasa hadir dalam masyarakat kapitalis terlebih dalam wujud kapitalisme-neoliberal yang berlaku saat ini.

Dalam wujud kapitalisme liberal, yang terjadi sebenarnya bukanlah kompetisi ekonomi, melainkan pencaplokan modal besar terhadap modal kecil, dan pemerintah justru memfasilitasi terjadinya pencaplokan-pencaplokan tersebut melalui berbagai kebijakan ataupun pembiaran.

Oleh karena itu, pembangunan koperasi perlu ditekankan kembali sebagai “senjata pertahanan” ekonomi rakyat miskin, dalam perjuangan melawan monopoli imperialisme sekarang. Tantangan yang dihadapi tentunya tidak ringan. Disamping membutuhkan keuletan dan kedisiplinan para anggota, koperasi juga haruslah cerdik menghindarkan diri dari usaha pencaplokan oleh modal swasta besar yang senantiasa mengintai. Selain itu, strategi bertahan ini harus disertai strategi menyerang imperialisme di lapangan politik.

(5)

secara menyeluruh terhadap system kerja koperasi, mekanisme, peranan anggota, serta hal-hal lain yang menghambat tumbuhnya kopersi dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Perubahan mendasar yang perlu dilakukan yakni pandangan masyarakat pada kopersi. Dalam hal ini koperasi perlu menepis atau menghapuskan komentar tentang image koperasi yang tercemarkan hanya karena sebagian oknum atau pengurus yang mementingkan pribadi dengan cara melakukan perubahan terhadap system saat ini, serta meningkatkan kinerja, dan dan membangun kembali koperasi yang jujur, dan benar-benar berdasarkan atas kepentingan bersama dan azas kekeluargaan.

Dengan tercapainya perubahan menjadi koperasi yang lebih baik, maka permasalahan bangsa dapat teratasi. Permasalahan-permasalahan bangsa yang dapat di atasi dengan adanya koperasi yakni :

 Dengan adanya koperasi anggota yang membutuhkan kebutuhan

pokok dapat membeli di koperasi dengan harga yang lebih murah.

 Anggota yang membutuhkan pinjaman modal usaha dapat

meminjam di koperasi. Dengan demikian para anggota dapat terbebas dari rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi.

 Bagi anggota yang memiliki hasil produk tertentu juga dapat

menjualnya di koperasi. Demikian pula para petani di desa juga dapat terhindar dari tengkulak yang membeli hasil panen dengan harga seenaknya.

Selain dari permasalahan tersebut, masalah lain yang dapat di atasi oleh koperasi yakni menjadi solusi untuk masalah tenaga kerja. Bagaimana tidak, sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggantungkan hidupnya di sector ini, terutama usaha kecil menengah (UKM).

(6)

bertahan meski menghadapi dampak badai krisis moneter pada 1998 dan akhir 2008 lalu. Dengan kata lain, sebenarnya sektor koperasi dan UMKM sudah bisa mandiri. Dalam hal ini, dengan minimnya dukungan sektor ini masih bisa bertahan bahkan semakin menggeliat.

Berdasarkan suatu analisis, sektor koperasi dan UMKM yang sebagian besar bergerak di usaha informal ini diperkirakan akan tetap menjadi andalan untuk menyerap banyak tenaga kerja. Artinya, dengan sumber daya apa adanya serta kemampuan kreativitas serta inovasi yang terbatas, koperasi dan UMKM tetap bisa menampung jutaan, bahkan puluhan juta angkatan kerja baru pada 2012 dan tahun-tahun berikutnya.

Sektor ini juga termasuk tidak diskriminatif terhadap latar belakang tenaga kerja. Mau lulusan pendidikan rendah atau tinggi serta laki-laki atau perempuan maupun tua atau muda, semua bisa berkecimpung di sektor koperasi dan UMKM. Hal ini sangat membantu dan terbukti.

Gambar : koperai menjadi solusi masalah tenaga kerja.

(7)

sehingga mereka lebih peduli untuk mengelolanya. Mulai dari pemilahan, pengomposan, hingga menjadikan sampah sebagai barang yang dapat digunakan kembali dan bernilai ekonomis.

Gambar : Koperasi bank sampah

Serta masih banyak lagi permasalahan-permasalahan bangsa yang dapat di atasi oleh koperasi dn UMKM, terutama di Indonesia.

Gambar

Gambar : koperai menjadi solusi masalah tenaga kerja.
Gambar : Koperasi bank sampah

Referensi

Dokumen terkait

3 Masalah Bagaimana agar sebagian besar guru fisika dapat menyusun indikator yang tersruktur untuk mencapai Kompetensi3. 4 Alternatif

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi anggota, kualitas pelayanan, permodalan pra koperasi dan keberhasilan pra koperasi di Kabupaten Semarang,

Setelah masalah-masalah tersebut dikemukakan maka solusi yang dapat dilakukan yakni dengan memberikan informasi kepada masyarakat dengan media utama yang digunakan yakni,

manfaat yang lebih besar pada anggotanya. Dari bentuk partisipasi anggota.. maka dari pihak koperasi juga memberikan insentif dan kontribusi untuk para. anggota,

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana Peran Koperasi Simpan Pinjam Dalam Upaya Meningkatkan Pendapataan

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keberhasilan koperasi (Y).keberhasilan koperasi adalah suatu kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran agar terjadi

Hasil jumlah tersebut dari jurusan akuntansi hanya terlihat beberapa, hal ini berarti sebagian besar pegawai negeri sipil yang bekerja pada dinas koperasi dan

Permasalahan yang dihadapi beserta tawaran solusi Masalah Solusi Pengetahuan masyarakat mengenai digital marketing yang masih minim Mengadakan sosialisasi mengenai digital