ILMU BAHAN TEKNIK
/MATERIAL TEKNIK I
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
Yogyakarta
DJOKO SUPRIJANTO
DJOKO SUPRIJANTO
Metalurgi Fisik
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
201
METALURGI
METALURGI
Metalurgi adalah salah satu cabang dari
Metalurgi adalah salah satu cabang dari
ilmu logam atau metallogi, atau ilmu
ilmu logam atau metallogi, atau ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang
pengetahuan yang mempelajari tentang
sifat-sifat dan struktur logam, pembuatan
sifat-sifat dan struktur logam, pembuatan
logam,pengerjaan dari logam dan
logam,pengerjaan dari logam dan
pengunaannya.
pengunaannya.
Khusus metalurgi disini adalah ilmu logam
Khusus metalurgi disini adalah ilmu logam
yang mempelajari cara-cara pemisahan
yang mempelajari cara-cara pemisahan
logam dari ikatan-ikatannya, dan cara-cara
logam dari ikatan-ikatannya, dan cara-cara
pengolahanya secara teknis komersial,
pengolahanya secara teknis komersial,
sehingga didapatlah suatu jenis logam atau
sehingga didapatlah suatu jenis logam atau
logam campur yang dapat digunakan untuk
logam campur yang dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
menjadi atas 2 golongan
menjadi atas 2 golongan
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
menjadi atas 2 golongan
menjadi atas 2 golongan
A. Metalurgi Produktif
A. Metalurgi Produktif
Pada metalurgi produktif ini, pembahasannya dititik
Pada metalurgi produktif ini, pembahasannya dititik
beratkan pada penyelidikan dan pengolahan logam
beratkan pada penyelidikan dan pengolahan logam
dari bijih logam.
dari bijih logam.
Dalam hal ini perlu kita ketahui, bahwa biasanya
Dalam hal ini perlu kita ketahui, bahwa biasanya
logam itu terdapat dalam keadaan terikat sebagai
logam itu terdapat dalam keadaan terikat sebagai
bantuan didalam tambang, walaupun memang ada
bantuan didalam tambang, walaupun memang ada
logam yang terdapat dalam keadaan tunggal, misalnya
logam yang terdapat dalam keadaan tunggal, misalnya
yaitu perak, tembaga dan platina.
Metallogi
metallografi
metallografi
Metallurgi
Metallurgi
Skematik
Met.adaptif
Met.adaptif
Met.Produktif
Met.Produktif
Elek.Met
Elek.Met
Elektro Listis
Elektro Listis
Elek.Met
Elek.Met
Elektro thermis
Elektro thermis
Hydro met
Pada metalurgi produktif inilah logam yang masih terdapat belum Pada metalurgi produktif inilah logam yang masih terdapat belum marketable dipisah kan dulu secara fisis/kimia dari zat yang
marketable dipisah kan dulu secara fisis/kimia dari zat yang tergabung/tercampur didalamnya, pemisahan logam ini
tergabung/tercampur didalamnya, pemisahan logam ini dimaksudkan untuk memperoleh logam tunggal.
dimaksudkan untuk memperoleh logam tunggal.
Pemisahan ini dapat dilaksanakan dengan beberapa cara : Pemisahan ini dapat dilaksanakan dengan beberapa cara :
1.1. Dengan pemisahan basah/hidro metalurgi, disini bijih logam Dengan pemisahan basah/hidro metalurgi, disini bijih logam kadar tinggi dilarutkan dalam suatu zat pelarut (leachingo),
kadar tinggi dilarutkan dalam suatu zat pelarut (leachingo), seperti asam sulfat,asam clorida dan lain sebagainya.
seperti asam sulfat,asam clorida dan lain sebagainya.
Selanjutnya secara kimia, logam yang larut itu diendapkan Selanjutnya secara kimia, logam yang larut itu diendapkan dilaksanakan secara elektrolistik maka akhirnya akan
dilaksanakan secara elektrolistik maka akhirnya akan menghasilkan logam tunggal yang murni.
menghasilkan logam tunggal yang murni.
2.2. Pyro Metallurgi Pyro Metallurgi
Biasanya cara ini dilaksanakan untuk pemisahan logam dari Biasanya cara ini dilaksanakan untuk pemisahan logam dari ikatan-ikatan dari bijih l;ogam yang kadarnya sangat tinggi. ikatan-ikatan dari bijih l;ogam yang kadarnya sangat tinggi. Sebagai zat pemisahnya, disini digunakan zat-zat yang dapat Sebagai zat pemisahnya, disini digunakan zat-zat yang dapat memudahkan terpisahnya logam dari ikatannya, misalnya kapur, memudahkan terpisahnya logam dari ikatannya, misalnya kapur, gamping pada proses dapur tinggi, sehingga kotoran-kotoran gamping pada proses dapur tinggi, sehingga kotoran-kotoran yang terikat bijh besi akan terlepas dan terjadilah terak.
3.3. Elektro Metallurgi Disini pemisahan logam dari ikatannya Elektro Metallurgi Disini pemisahan logam dari ikatannya dilaksanakan dengan menggunakan arus listrik. Yang mana dilaksanakan dengan menggunakan arus listrik. Yang mana dapat dibedakan atas:
dapat dibedakan atas:
a.
a.
secara elektrothermis:disini arus listrik diubah
secara elektrothermis:disini arus listrik diubah
menjadi panas, kalor yang tinggi dan kalor
menjadi panas, kalor yang tinggi dan kalor
inilah yang digunakan untuk proses
inilah yang digunakan untuk proses
pemisahan.
pemisahan.
b.
b.
secara elektrolisis: disini arus listrik
secara elektrolisis: disini arus listrik
digunakan untuk menimbulkan efek-efek
digunakan untuk menimbulkan efek-efek
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
menjadi atas 2 golongan
menjadi atas 2 golongan
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
Metalurgi ini masih dapat dibedakan
menjadi atas 2 golongan
menjadi atas 2 golongan
B. Metalurgi Adaptif
B. Metalurgi Adaptif
Pada metalurgi adaptif ini, pembahasannya dititik
Pada metalurgi adaptif ini, pembahasannya dititik
beratkan pada penggunaan logam pada kehidupan
beratkan pada penggunaan logam pada kehidupan
sehari-sehari,misalnya tuntutan teknis dari suatu
sehari-sehari,misalnya tuntutan teknis dari suatu
konstruksi, yaitu keliatan/ulet, tahan korosi, tahan
konstruksi, yaitu keliatan/ulet, tahan korosi, tahan
suhu tinggi, tahan karat dan sebagainya. Dengan hal
suhu tinggi, tahan karat dan sebagainya. Dengan hal
tersebut maka perlu adanya logam campur, yaitu
tersebut maka perlu adanya logam campur, yaitu
logam yang terdiri atas beberapa unsur logam.
Selain metalurgi , dalam metallogi juga terdapat
Selain metalurgi , dalam metallogi juga terdapat
satu cabang lagi ilmu pengetahuan logam yang
satu cabang lagi ilmu pengetahuan logam yang
khusus, mempelajari atau menyelidiki tentang
khusus, mempelajari atau menyelidiki tentang
sifat-sifat dan struktur logam baik secara visual
sifat-sifat dan struktur logam baik secara visual
maupun dengan menggunakan peralatan.
maupun dengan menggunakan peralatan.
(sinar rontgen dansebagainya), ilmu
(sinar rontgen dansebagainya), ilmu
pengetahuan tersebut Metalografi.
Macam-macam logam dan paduan
Macam-macam logam dan paduan
Macam-macam logam dan paduan
Macam-macam logam dan paduan
Logam dan paduan dapat diklasifikasiakan atas:
Logam dan paduan dapat diklasifikasiakan atas:
Logam non Ferro
Logam non Ferro
Logam ferro
a.
Logam non ferro
Jenis logam non Ferro ini adalah
b. Logam Ferro
adalah logam yang terdiri atas
kandungan unsur Fe (besi) dan karbon
(c) dan selain ini juga masih terdapat
unsur-unsur lain misalnya,
silisium (Si), Mangan (Mn), Paspor (P),
Pembuatan logam ferro dilakukan dengan
memproses bijih-bijih besi dari tambang ke
dapur tinggi hingga dihasilkan besi
kasar,selanjutnya besi kasar tersebut diolah
kembali dalam dapur baja, akhirnya
dihasilkan baja.
Baja yang telah diproduksi oleh dapur baja.
Setelah melalui proses perbaikan kualitas
dan sifat-sifat serta kemampuannya baru
dapat digunakan sebagai alat-alat perkakas,
bahan-bahan kontruksi pada
LOGAM NON FERRO
Bijih sebagai Cu murni hanya terdapat di Amerika
Bijih sebagai Cu murni hanya terdapat di Amerika
Utara sedangkan dilain-lain tempat bijih berupa
Utara sedangkan dilain-lain tempat bijih berupa
Cu FeS2 ,ini sebenarnya singkatan reaksi dari
Cu FeS2 ,ini sebenarnya singkatan reaksi dari
(Cu2S, Fe2S3) dengan kurang lebih 34% Cu
(Cu2S, Fe2S3) dengan kurang lebih 34% Cu
kemudian yang lain Cu2S dengan 79% Cu dan
kemudian yang lain Cu2S dengan 79% Cu dan
Cu20 dengan 88% Cu.
Cu20 dengan 88% Cu.
Singkatnya Cu murni 100%
Singkatnya Cu murni 100%
LOGAM NON FERRO
1. Cara basah, ini berarti cara atau menggunakan
1. Cara basah, ini berarti cara atau menggunakan
cara kimia dengan tidak dibantu penggunaan
cara kimia dengan tidak dibantu penggunaan
listrik. Bijih dilarutkan dan diusahakan
listrik. Bijih dilarutkan dan diusahakan
memperoleh hancuran sulfat kemudian
memperoleh hancuran sulfat kemudian
diselesaikan dengan menggunakan elektrolisis.
diselesaikan dengan menggunakan elektrolisis.
Cara ini dipakai jika prosenan bijih rendah.
Cara ini dipakai jika prosenan bijih rendah.
2. Cara kering, prosesnya agak lama dan yang
2. Cara kering, prosesnya agak lama dan yang
dikerjakan demikian umumnya merupakan
dikerjakan demikian umumnya merupakan
campuran sulfat dan cuprum (Cu2S) dan sulfida
campuran sulfat dan cuprum (Cu2S) dan sulfida
ferii (FeS2). Maka usaha yang pertama adalah
ferii (FeS2). Maka usaha yang pertama adalah
membuang S dan yang paling murah dengan
membuang S dan yang paling murah dengan
cara:
LOGAM NON FERRO
LOGAM NON FERRO
Tembaga ( cu )
Tembaga ( cu )
pembakaran yaitu dibakar terbuka didalam
pembakaran yaitu dibakar terbuka didalam
tabung dapur atau nyala bila perlu S02 yang
tabung dapur atau nyala bila perlu S02 yang
diperoleh dijadikan H2S04.
membuang Fe dengan jalan menerakkan
membuang Fe dengan jalan menerakkan
(sesudah jadi Fe0) dengan tambahan Si02.
(sesudah jadi Fe0) dengan tambahan Si02.
Caranya : campuran diteteskan dengan
Caranya : campuran diteteskan dengan
campuran Cu2S + 2FeS + 4Fe0 + 2Si02
campuran Cu2S + 2FeS + 4Fe0 + 2Si02
Fe0 diterakkan 2Fe2Si04
LOGAM NON FERRO
3. Hasil yang diperoleh dimasukan dalam dapur
3. Hasil yang diperoleh dimasukan dalam dapur
besemer kecil dengan hembusan udara dari
besemer kecil dengan hembusan udara dari
samping. Hembusan kurang lebih berjalan 30
samping. Hembusan kurang lebih berjalan 30
samapi 50 menit, dan dengan sudut yang tajam
samapi 50 menit, dan dengan sudut yang tajam
kedalam (kurang lebih 70) lambat laun dikurangi
kedalam (kurang lebih 70) lambat laun dikurangi
sampai datar maksudnya adalah membakar-
sampai datar maksudnya adalah membakar-
FeS.
FeS.
Cu2S + 2FeS + 2FeS + 302 --- 2Fe0 + 2S02. Cu2S + 2FeS + 2FeS + 302 --- 2Fe0 + 2S02.
Fe0 yang terjadi dengan tambahan pasir (Si02) diterakkan Fe0 yang terjadi dengan tambahan pasir (Si02) diterakkan sesudah jadi terak dibuang akhirnya diperoleh.
sesudah jadi terak dibuang akhirnya diperoleh. Cu 2S, Cu2s ini kemudian di oksigen dengan Cu 2S, Cu2s ini kemudian di oksigen dengan menggunakan eksida tembaga (ok Cu)
menggunakan eksida tembaga (ok Cu) Cu2S + 2Cu20 --- 6Cu --- S02
Sifat
Sifat
Warna merah dengan Bd 8,9 penghantar panas dan listrik Warna merah dengan Bd 8,9 penghantar panas dan listrik sangat baik titik lelah1890°c plastis dingin tetapi lama-lama sangat baik titik lelah1890°c plastis dingin tetapi lama-lama
dapat rapuh. Kelakuan akibat paksaan ini dapat dapat rapuh. Kelakuan akibat paksaan ini dapat
dihilangkan dengan memanasi sampai pijar dikejutkan dihilangkan dengan memanasi sampai pijar dikejutkan
dalam air. Cu murni sukar dipotong dengan mesin-mesin dalam air. Cu murni sukar dipotong dengan mesin-mesin
kerja, sebab terlalu liat dan sukar dicor sebab terjadi Cu20 kerja, sebab terlalu liat dan sukar dicor sebab terjadi Cu20
dan Cu0 yang terhancur dalam cairan, tetapi nanti jika dan Cu0 yang terhancur dalam cairan, tetapi nanti jika suhunya dalam rendah melepaskan O 2 nya, sehingga suhunya dalam rendah melepaskan O 2 nya, sehingga
terjadi cor-coran penuh lobang keropos ini dapat dihindari terjadi cor-coran penuh lobang keropos ini dapat dihindari
dengan cara : dengan cara :
a. Cara kuno yaitu mengaduknya dengan tongkat kayu, C yang a. Cara kuno yaitu mengaduknya dengan tongkat kayu, C yang
terjadi akan mengikat O. (Yang terjadi akibat kayu yang terbakar)
terjadi akan mengikat O. (Yang terjadi akibat kayu yang terbakar)
sehingga O bebas sebagai O.
sehingga O bebas sebagai O.
b. Dengan menambah unsur-unsur yang mengikat O terbanyak b. Dengan menambah unsur-unsur yang mengikat O terbanyak dipakai adalah pospor, maka dapat di pergunakan perunggu
dipakai adalah pospor, maka dapat di pergunakan perunggu
pospor, untuk amanya juga di laput carbon tembaga basis yang
pospor, untuk amanya juga di laput carbon tembaga basis yang
hijau warnanya dan mencegah oksidasi lebih lanjut.
hijau warnanya dan mencegah oksidasi lebih lanjut.
Cu mudah di cor, jika dicampur Sn,Zn dan Al (unsur yang rendah Cu mudah di cor, jika dicampur Sn,Zn dan Al (unsur yang rendah mengikat O)
LOGAM NON FERRO
Bijih terpenting garnirit (silikat magnesium Nikel), terdapat Bijih terpenting garnirit (silikat magnesium Nikel), terdapat
terutama di New Kaledonia (utara Australia) sedang di negara kita
terutama di New Kaledonia (utara Australia) sedang di negara kita
juga terdapat Nikel yang tercampur besi yaitu di Sulawesi
juga terdapat Nikel yang tercampur besi yaitu di Sulawesi
kebanyakan Nikel tercampur Fe, Cu, Co,dengan dikotori
kebanyakan Nikel tercampur Fe, Cu, Co,dengan dikotori
S.BANYAK TERDAPAT DI Soroako Sulsel
S.BANYAK TERDAPAT DI Soroako Sulsel
Pengambilanya serupa dengan Cu yaitu :
Pengambilanya serupa dengan Cu yaitu :
– cara basah: berusaha mendapatkan Nikel sulfat dan kemudian cara basah: berusaha mendapatkan Nikel sulfat dan kemudian
diselesaikan dengan elektrolisis.
diselesaikan dengan elektrolisis.
– cara kering: di bakar dan dilelehkan untuk mendapatkan NiO.cara kering: di bakar dan dilelehkan untuk mendapatkan NiO.
Untuk mereduksi NiO, NiOdicampur serbuk arang kayu dan di Untuk mereduksi NiO, NiOdicampur serbuk arang kayu dan di masukan dalam kowi tertutup kemudian dipanasi dalam dapur
masukan dalam kowi tertutup kemudian dipanasi dalam dapur
nyala. Nio juga dapat diperoleh dengan cara basah yaitu dengan
nyala. Nio juga dapat diperoleh dengan cara basah yaitu dengan
cara melarutkan bijih yang telah dibakar terbuka dalam asam dan
cara melarutkan bijih yang telah dibakar terbuka dalam asam dan
mendapatkan lain-lain logam yang tidak diperlukan, kemudian Nio
mendapatkan lain-lain logam yang tidak diperlukan, kemudian Nio
diselesaikan dengan cara secara kering
LOGAM NON FERRO
Ni putih mengkilat, tahan lembab udara, kokoh sebaya Cu Ni putih mengkilat, tahan lembab udara, kokoh sebaya Cu tetapi kekerasannya lebih besar, berat jenis 8,5, titik cair tetapi kekerasannya lebih besar, berat jenis 8,5, titik cair 1452°c .
1452°c .
Pemakaiannya. Pemakaiannya.
Terbanyak untuk melapis besi dan sebagai campuran baja, Terbanyak untuk melapis besi dan sebagai campuran baja, untuk mempertinggi kokoh atau membuat baja tudak
untuk mempertinggi kokoh atau membuat baja tudak
berkarat (stainless setel). Nikel dengan proses kecil sudah berkarat (stainless setel). Nikel dengan proses kecil sudah membuat baja lebih baik (0,2 – 0,5%). Dalam baja
membuat baja lebih baik (0,2 – 0,5%). Dalam baja
perkakas proses Nikel lebih tinggi. Baja konstruksi (baja perkakas proses Nikel lebih tinggi. Baja konstruksi (baja 18/8) dengan Nikel 18% dan chrome 8% biasanya dengan 18/8) dengan Nikel 18% dan chrome 8% biasanya dengan tambahan 0,5% titan. Mempunyai kekuatan tarik 170-180 tambahan 0,5% titan. Mempunyai kekuatan tarik 170-180 kg/mm2.Mempunyai sifta tahan aus dan suhu tinggi
TIMAH HITAM (Pb)
TIMAH HITAM (Pb)
TIMAH HITAM (Pb)
TIMAH HITAM (Pb)
• Bijih
Bijih terpenting PbS dan PbCO3
• Metalurginya
Untuk PbS, berusaha memperoleh oksidanya (Pro) dengan cara membakar terbuka/dalam dapur nyala. Sebagai dari PbS diubah menjadi PbSO4 dan sulfat ini dengan tambahan SiO2 dalam suhu tinggi diubah jadi silikat. Campuran silikat Pb dan oksida Pb
direduksi dengan kokas dan dengan tambahan kapur akan
Ada cara lain untuk PbS yaitu mereaksikan dengan Fe sehingga Fe akan menggabung dengan S dan Pb bebas.
Pb kasar yang diperoleh masih mengandung logam-logam lain.
Untuk membersihkan dilelehkan beberapa waktu hingga campuran-campuran Pb yang sukar leleh karena titik lelehnya lebih tinggi akan mengapung sebagai gumpalan terak dan dipisahkan.
sifat-sifat
lunak, berat jenis 11,4. titik cair 330°c. Dalam udara lembab kelunakannya seperti Zn.
d. Pemakaiannya
1. dalam industri kimia
2. dipakai untuk pipa ( jika untuk air dilapis dengan Sn dari dalam). 3. untuk melindungi kabel-kabel laut maupun kabel-kabel yang
dilatakan didalam tanah 4. untuk bahan cat
5.untuk akumulator
a. Bijih
Bijih sebenarnya tersebar diseluruh dunia. Tetapi yang
ekonomis dikerjakan adalah bauxit Ai2O3 2H2O (P. Bintan--- Riau). Bijih lain kryolit AlF3 3NaF. Dari bauxit dipisahkan AI2O3 murni.
b. Metalurginya
Pada dasarnya ada 2 cara :
• denganelektrolisa. Untuk ini digunakan suhu 700-800°c dan elektrode-elektroda carbon (C).
• dengan prinsip efek panas
c. sifat-sifat
warna putih kebiru-biruan, lebih keras dari Sn, lebih lunak dari Zn. Cara mengerjakan berpengaruh pada kokoh, yaitu dari kokoh biasa 7
kg/mm2, dengan digilas dingin atau ditarik dapat diubah jadi 24 kg/mm2. titik cair 659°c, berat jenis 2,6-2,7. mudah digilas, ditarik, dicor, ditempa dan dapat dilas otogen, tahan lembab udara maupun asam organis lemak
maupun asamsalpeter, tetapi termakan asam-asam lain atau alkali. d. Pemakaianya
Terbesar dalam bangunan pesaway terbang dakam 2 campuran : 1. campuran alluminium pres dan
2. campuran alluminium cor (Silumin, sebab dicampur 11-13% Si) Aluminium pres yang terkenal dur aluminium (dural ).
Karena aluminium mudah mengikat O2 juga dibersihkan membersihkan cairan logam dari oksida-oksidanya yang mengganggu, seperti pada FeO, Cu2O dll. Juga dipakai sebagai bahan reduksi untuk oksida-oksida logam yang sukar direduksi secara biasa. Untuk membersihkan oksida tadi
LOGAM FERRO
Macam-macam besi teknik : Ada 3 macam yaitu :
besi mentah / besi kasar= .PIG IRON
Jenis besi ini mempunyai kandungan karbon : 2,3-3,5 dan mempunyai sifat tidak dapat ditempa.
besi tuang = CAST IRON
Besi tuang mempunyai kandungan karbon 1,7-2,3 dan ini
juga tidak dapat ditempa.
Baja = STEEL
BAJA KARBON
Adalah baja yang kandungan utamanya adalah Fe dan C
saja, walaupun juga ternyata masih terdapat unsur-unsur lain tetapi jumlahnya relatif sangat kecil. Kandungan karbon pada baja karbon ini maksimal 1,7 sehingga baja karbon ini dapat diklasifikasikan atas:
baja karbon rendah/mild steel
baja karbon sedang/medium carbon steel baja karbon tinggi/high carbon steel
baja karbon rendah mempunyai kandungan C- 0,1-0,3.
Prosentase Kandungan Karbon
Prosentase Kandungan Karbon
Baja
Baja
Baja-baja strip / plat-plat
Body-body kendaraan / kerangka
Baja-baja kontruksi,jembatan dsb
Membuat baut,paku keling,dsb 0,04 – 0,1
0,05
0,15 – 0,25
0,20 – 0,30
BAJA KARBON
BAJA KARBON
Baja ini disebut juga baja mesin atau alat-
Baja ini disebut juga baja mesin atau
alat-alat perkakas atau baja tempa, karena jenis
alat perkakas atau baja tempa, karena jenis
baja karbon rendah ini mudah dikerjakan
baja karbon rendah ini mudah dikerjakan
dengan mesin atau ditempa.
dengan mesin atau ditempa.
baja karbon sedang mempunyai kandungan
baja karbon sedang mempunyai kandungan
karbon 0,30-0,60% pada umunya jenis baja
karbon 0,30-0,60% pada umunya jenis baja
ini dipakai pada kontruksi mesin,
ini dipakai pada kontruksi mesin,
selanjutnya berdasarkan prosentase
selanjutnya berdasarkan prosentase
karbonya dapat digunakan secara sepesifik
karbonya dapat digunakan secara sepesifik
sebagai berikut:
Prosentase Kandungan Karbon
Prosentase Kandungan Karbon
Baja
Baja
Baut,mur,batang torak,poros dsb nya
Roda-roda gigi,klem-klem,dsb nya
Pegas ,spring 0,40
0,50
0,55 – 0,60
BAJA KARBON
BAJA KARBON
Baja karbon tinggi mempunyai
Baja karbon tinggi mempunyai
kandungan karbon sebesar 0,70-1,3%.
kandungan karbon sebesar 0,70-1,3%.
Biasanya baja jenis ini digunakan
Biasanya baja jenis ini digunakan
untuk alat-alat yang mendapatkan
untuk alat-alat yang mendapatkan
perlakuan panas. Selanjutnya secara
perlakuan panas. Selanjutnya secara
sepesifik, pengunaan jenis baja ini
sepesifik, pengunaan jenis baja ini
dapat dinyatakan sebagai berikut:
Prosentase Kandungan Karbon
Prosentase Kandungan Karbon
Baja
Baja
Alat-alat perkakas,palu pahat,pegas dansebagainya
Kikir,pisau,mata gergaji,dsbnya 0,95
1 – 1,3 %
PENGGUNAAN UNTUK % C
Jenis baja ini mempunyai sifat kurang baik, karena semakin tinggi kandungan C nya, makin getas, dan disamping itu proses
BAJA CAMPUR / ALLOY STEEL
Adalah baja yang mempunyai kandungan unsur-unsur
sebagai berikut:
Nikel; mangan, silicon, tungsten vanadium,molybden,
cobalt dan sebagainya.
Masing-masing unsur tersebut mempunyai sepesifikasi
sifat sendiri-sendiri, misalnya sifat tahan aus, sifat tahan
panas, sifat tahan benturan, sifat tahan karat, sifat tahan
korosi dan sebagainya. Dengan demikian sifat-sifat
tersebut akan mempengaruhi sifat baja sehingga akan
menjadi lebih baik.
Prosentase Kandungan Karbon Baja
Kuat terhadap tarikan, ulet, mencegah karat Keras, ulet,tahan aus
Kuat,tahan panas Elastis
Tahan panas Kuat, ulet
Kekuatan,karena pembentukan butir-butir baja menjadi halus.
Keras, tahan aus dan tahan terhadap panas yang tinggi
Nikel Cromium
Mangan Silicon Tungsten Molybden Vanadium
Cobalt
Baja-baja campur/ alloy steel yang biasa
Baja-baja campur/ alloy steel yang biasa
dibuat sebagai bahan alat iris/cutting tool.
dibuat sebagai bahan alat iris/cutting tool.
1. Cromium steel
Digunakan untuk : mata drill,milling cutterDigunakan untuk : mata drill,milling cutter 3. Cromium tungsten steel
3. Cromium tungsten steel
Dengan kandungan : 1,25 – 1,5% C, 0,4 – 0,7% Cr. 4,5 – 5,5 % Wo, 0,15 – Dengan kandungan : 1,25 – 1,5% C, 0,4 – 0,7% Cr. 4,5 – 5,5 % Wo, 0,15 – 0,30% Va.
0,30% Va.
Digunakan untuk : reamer taps dan sebagainyaDigunakan untuk : reamer taps dan sebagainya 4. Tungsten steel
4. Tungsten steel
Dengan kandungan : 1,05 – 1,25% C, 0,8 – 1,2% Cr. 0,15 – 0,30% Va.Dengan kandungan : 1,05 – 1,25% C, 0,8 – 1,2% Cr. 0,15 – 0,30% Va.
Selain menggunakan alloy steel seperti tersebut di atas untuk Selain menggunakan alloy steel seperti tersebut di atas untuk keperluan cutting tool/ alat iris dapat juga menggunakan logam
keperluan cutting tool/ alat iris dapat juga menggunakan logam
Baja-baja campur/ alloy steel yang biasa
Baja-baja campur/ alloy steel yang biasa
dibuat sebagai bahan alat iris/cutting tool.
dibuat sebagai bahan alat iris/cutting tool.
stelit terdiri atas paduan unsur-unsur
stelit terdiri atas paduan unsur-unsur
cobalt, crom,walfrom, carbon, yang pada
cobalt, crom,walfrom, carbon, yang pada
prosesnya ditekan pada suhu tinggi
prosesnya ditekan pada suhu tinggi
(3000 kg/cm2; 1500°c)
(3000 kg/cm2; 1500°c)
Wedia terdiri atas paduan unsur-unsur
Wedia terdiri atas paduan unsur-unsur
walfrom dan cobalt yang dalam
walfrom dan cobalt yang dalam
prosesnya juga diyekan pada temperatur
prosesnya juga diyekan pada temperatur
tinggi, sehingga diperoleh alat iris yang
tinggi, sehingga diperoleh alat iris yang
lebih keras dan tahan panas
BAJA PERKAKAS/ TOOL STEEL
BAJA PERKAKAS/ TOOL STEEL
Baja alat perkakas/ tool setel ini sangat luas
bidang penggunaanya; baja ini mempunyai
kandungan karbon 0,85 – 0,95%, dan ini biasanya
sedikit dicampur dengan vanadium.
Penggunaannya untuk : mata dril,reamer, milling
cutter, mata pahat dan sebagainya.
Jenis baja ini dapat dijadikan baja potong cepat
(HSS) yang dapat beroperasi pada suhu tinggi
(600°c) dengan kecepatan mesi 3-4 kali
BAJA TAHAN KARAT (STAINLEES STEEL)
BAJA TAHAN KARAT (STAINLEES STEEL)
Baja tahan karat (stainlles setel) ini
Baja tahan karat (stainlles setel) ini
dapat memberikan perlawanan
dapat memberikan perlawanan
terhadap karat, dan baja ini
terhadap karat, dan baja ini
mempunyai kandungan unsur cromium
mempunyai kandungan unsur cromium
kurang lebih 12%.
kurang lebih 12%.
Secara garis besar, jenis baja ini dapat
Secara garis besar, jenis baja ini dapat
diklasifikasikan atas :
diklasifikasikan atas :