Analisis Situasi Pembangunan Manusia i
WALIKOTA MADIUN
KATA SAMBUTAN
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Puji dan Syukur senantiasa kita panjatkan ke Hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenan dan ridho-Nya bahwa buku "ANALISIS SITUASI PEMBANGUNAN MANUSIA KOTA MADIUN TAHUN 2017" telah dapat diterbitkan.
Kebijakan Pembangunan Manusia di Kota Madiun dalam pelaksanaannya membutuhkan dukungan data dan informasi yang akurat. Kebutuhan data dan informasi tidak saja dibutuhkan untuk perencanaan, namun juga dimanfaatkan sebagai alat ukur untuk memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan. Meskipun tidak semua kebijakan dapat terukur secara kuantitatif, namun antara kinerja yang terukur dan tidak terukur mempunyai keterkaitan yang erat.
Diharapkan dari buku Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kota Madiun Tahun 2017 ini dapat diperoleh gambaran mengenai pembangunan manusia di Kota Madiun serta bermanfaat bagi semua penggunanya. Kepada seluruh tim penyusun buku ini serta para pihak yang telah membantu, saya sampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Madiun, Juli 2017
Analisis Situasi Pembangunan Manusia ii
KATA PENGANTAR
Buku Analisis Situasi Pembangunan Manusia (ASPM) ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai pembangunan manusia di Kota Madiun, sekaligus menjawab tuntutan kebutuhan informasi yang semakin beragam. Informasi publikasi diharapkan bermanfaat untuk penyusunan perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Dalam publikasi ini disajikan indikator dan data-data pembangunan manusia di Kota Madiun. Ukuran indikator pembangunan manusia merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 yang digolongkan berdasar aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah. Namun demikian belum seluruh indikator dapat disajikan karena keterbatasan ketersediaan datanya.
Diharapkan dari buku ASPM Kota Madiun Tahun 2017 ini, dapat digunakan sebagai tolok ukur tingkat keberhasilan, barometer evaluasi, dan sumber informasi Pemerintah Kota Madiun dalam membangun Kota Madiun ke depan yang lebih maju dan sejahtera.
Madiun, Juli 2017
Kepala Dinas Komunikasi danInformatika Kota Madiun
Analisis Situasi Pembangunan Manusia iii
DAFTAR ISI
Kata Sambutan... i
Kata Pengantar... ii
Daftar Isi ... iii
Daftar Tabel ... v
Daftar Gambar ... vii
Daftar Lampiran Data ... viii
1. PEMBANGUNAN MANUSIA 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Mengukur Pembangunan Manusia ... 3
1.3. Kegunaan Indeks Pembangunan Manusia ... 4
2. KONSEP DEFINISI DAN UKURAN PEMBANGUNAN MANUSIA 2.1. Konsep Definisi ... 5
2.2. Ukuran Pembangunan Manusia ... 6
3. METODOLOGI 3.1. Metode Penghitungan... 9
3.2. Sumber Data ... 18
4. STATUS PEMBANGUNAN MANUSIA 4.1. Posisi Kota Madiun ... 19
4.1.1. Geografis ... 19
4.1.2. Kependudukan ...22
4.2. Kedudukan IPM dalam Pembangunan Daerah ... 24
4.3. Potensi Ekonomi Daerah ... 25
Analisis Situasi Pembangunan Manusia iv
5. KEMAJUAN PEMBANGUNAN MANUSIA
5.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ... 35
5.2. Pertumbuhan Pembangunan Manusia ... 37
5.3. Komponen IPM ... 38
5.3.1. Angka Harapan Hidup ... 38
5.3.2. Angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah 39 5.3.3. Paritas Daya Beli ... 41
6. SITUASI PEMBANGUNAN MANUSIA ANTAR WILAYAH ... 43
7. KESIMPULAN ... 47
Analisis Situasi Pembangunan Manusia v
3.1 Tingkatan Status Kriteria IPM ... 10
3.2 Nilai Minimum dan Maksimum Indikator Komponen IPM ... 11
3.3 Jenis dan Jenjang Pendidikan (MYS) ... 14
3.4 Jenis Pendidikan dan Ijazah (MYS) ... 14
3.5 Jenis Ijazah dan Konversi Tahun Lama Sekolah (MYS)... 15
3.6 Perhitungan Rata-rata Lama Sekolah (MYS) ... 15
4.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Madiun Tahun 2016... 20
4.2 Jumlah Penduduk, Rasio Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Madiun Tahun 2012-2016... 22
4.3 Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kota Madiun Tahun 2012-2016 ... 23
4.4 PDRB Kota Madiun Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Tahun 2012-2016 (Juta Rupiah) ... 26
4.5 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun Tahun 2012-2016 (persen) ... 27
4.6 Inflasi Beberapa Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2016... 29
4.7 Jumlah Investor dan Nilai Investasi Kota Madiun Tahun 2015-2016 (000 Rupiah) ... 31
4.8 Kab/Kota dengan Status Pembangunan Manusia ‘Sangat Tinggi’ Di Jawa Timur Tahun 2016 ... 34
Analisis Situasi Pembangunan Manusia vi
5.1 IPM di Wilayah Madiun Tahun 2012-2016... 36 5.2 Pertumbuhan IPM di Wilayah Madiun Tahun 2012-2016 ... 37 5.3 AHH dan Indeks Kesehatan Kota Madiun Tahun 2012-2016... 39 5.4 EYS, MYS dan Indeks Pendidikan Kota Madiun Tahun
2012-2016 ... 40 5.5 Daya Beli (Rp) dan Indeks PPP Kota Madiun Tahun 2012-2016 .... 41
Analisis Situasi Pembangunan Manusia vii
3.1 Diagram Penghitungan IPM ... 9
4.1 Peta Kota Madiun ... 21
4.2 PDRB Per Kapita Kota Madiun Tahun 2012-2016 ... 28
4.3 Indeks Daya Beli Kota Madiun Tahun 2012-2016... 32
6.1 Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur berstatus ‘Sangat Tinggi’ Tahun 2016 ... 44
6.2 Angka Harapan Hidup Wilayah Madiun Tahun 2012-2016... 45
6.3 Pengeluaran per Kapita per Hari Tiga Kota Tertinggi dan Terendah di Jawa Timur Tahun 2106 ... 46
Analisis Situasi Pembangunan Manusia viii
DAFTAR LAMPIRAN DATA
Tabel 1 IPM Kota Madiun dan Komponennya Tahun 2015-2016 ... 50 Tabel 2 IPM Kota Madiun dan Komponennya Tahun 2016 ... 51 Tabel 3 Perkembangan IPM menurut Kab/Kota di Jatim Tahun
2012-2016 ... 52 Tabel 4 Perkembangan AHH menurut Kab/Kota di Jatim Tahun
2012-2016 ... 53 Tabel 5 Perkembangan EYS menurut Kab/Kota di Jatim Tahun
2012-2016 ... 54 Tabel 6 Perkembangan MYS menurut Kab/Kota di Jatim Tahun
2012-2016 ... 55 Tabel 7 Perkembangan Pengeluaran menurut Kab/Kota di Jatim Tahun
2012-2016 ... 56 Tabel 8 Status IPM menurut Kab/Kota di Jatim... 57 Tabel 9 Ranking IPM menurut Kab/Kota di Jatim Tahun 2016... 58 Tabel 10 Persentase Penduduk usia 7-24 Tahun Menurut Jenis Kelamin,
Kelompok Umur Sekolah, dan Partisipasi Sekolah
di Kota Madiun Tahun 2016... 59 Tabel 11 Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar
(APK) Menurut Jenjang Pendidikan di Kota Madiun
Analisis Situasi Pembangunan Manusia ix
Tabel 12 Jumlah Sekolah, Murid, guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Dasar (SD) Menurut Kecamatan di Kota Madiun
Tahun 2016 ... 61 Tabel 13 Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Muri-Guru Madrasah
Ibtidaiyah (MI) Menurut Kecamatan di Kota Madiun
Tahun 2016... 62 Tabel 14 Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan Menurut Kecamatan di Kota
Madiun Tahun
2016... 63 Tabel 15 Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Menurut Kecamatan di Kota Madiun
Tahun 2016 ... 64 Tabel 16 Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah
Menengah Atas dan Kejuruan Menurut Kecamatan
di Kota Madiun Tahun 2016... 65 Tabel 17 Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Madrasah
Aliyah Menurut Kecamatan di Kota Madiun Tahun 2016 ... 66 Tabel 18 Persentase Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per
Kapita Sebulan di Kota Madiun Tahun 2016 ... 67 Tabel 19 Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok
Makanan di Kota Madiun (rupiah), 2012-2016 ... 68 Tabel 20 Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok
1
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 1
PEMBANGUNAN MANUSIA
1.1Latar Belakang
United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dalam Human Development Report (HDR) secara jelas menekankan arti pentingnya pembangunan yang berpusat pada manusia, yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir, dan bukan sebagai alat pembangunan.
Pembangunan manusia berarti pertumbuhan yang positif dan perubahan dalam tingkat kesejahteraan. Hal ini terus terjadi pada semua aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, politik, budaya, dan lingkungan. Oleh karena itu, fokus utama pembangunan manusia adalah pada manusia dan kesejahteraannya. Konsep pembangunan manusia memang terdengar berbeda dibanding konsep klasik pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi. Pembangunan manusia menekankan pada perluasan pilihan masyarakat untuk hidup penuh dengan kebebasan dan bermartabat. Perspektif pembangunan manusia merupakan pemikiran yang menggantikan konsep pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pendapatan per kapita yang digunakan oleh perencana kebijakan sebelumnya. Pertumbuhan yang dipandang dari sisi perdagangan, investasi, dan teknologi merupakan hal yang esensial. Akan tetapi, hal itu hanya melihat manusia sebagai alat untuk mencapai pertumbuhan, dan bukan sebagai tujuan dari pembangunan.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 2 Mengutip isi HDR pertama tahun 1990, pembangunan manusia adalah suatu proses untuk memperbanyak pilihan-pilihan yang dimiliki oleh manusia. Diantara banyak pilihan tersebut, pilihan yang terpenting adalah untuk berumur panjang dan sehat, berilmu pengetahuan, dan untuk mempunyai akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak. Untuk menghindari kekeliruan dalam memaknai konsep ini, perbedaan cara pandang pembangunan manusia terhadap pembangunan dengan pendekatan konvensional perlu diperjelas. Konsep pembangunan manusia mempunyai cakupan yang lebih luas dari teori
konvensional pembangunan ekonomi. Model ‘pertumbuhan ekonomi’
lebih menekankan pada Produk Nasional Bruto (PNB) daripada memperbaiki kualitas hidup manusia. Pembangunan cenderung untuk memperlakukan manusia sebagai input dari proses produksi sebagai alat,
bukan sebagai tujuan akhir. Pendekatan ‘kesejahteraan’ melihat manusia
sebagai penerima dan bukan sebagai agen dari perubahan dalam proses
pembangunan. Adapun pendekatan ‘kebutuhan dasar’ terfokus pada penyediaan barang-barang dan jasa-jasa untuk kelompok masyarakat tertinggal, bukannya memperluas pilihan yang dimiliki manusia di segala bidang. Pembangunan manusia juga mencakup isu penting lainnya, yaitu gender. Dengan demikian, pembangunan manusia tidak hanya memperhatikan sektor sosial, tetapi merupakan pendekatan yang komprehensif dari semua sektor.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 3 1.2 Mengukur Pembangunan Manusia
Pengukuran Pembangunan Manusia pertama kali diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990. Konsep pembangunan manusia yang direkomendasikan United Nation for Development Programme (UNDP)
mencakup empat komponen yaitu : Produktivitas (Productivity), Pemerataan (Equity), Kesinambungan (Sustainability) dan Pemberdayaan (Empowerement). Disamping itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan suatu ukuran standart pembangunan manusia yang dapat dibandingkan antar wilayah atau antar negara, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). Indeks ini dibentuk berdasarkan empat indicator, yaitu : Angka Harapan Hidup, Angka Harapan Lama Sekolah, Rata-Rata Lama Sekolah dan Kemampuan Daya Beli. Indikator Angka Harapan Hidup merepresentasikan dimensi umur panjang dan sehat. Selanjutnya, Angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah mencerminkan output dari dimensi pengetahuan. Adapun indikator Kemampuan Daya Beli digunakan untuk mengukur dimensi hidup layak.
Perencanaan pembangunan manusia yang sistematis dan komprehensif hanya dapat diwujudkan dengan data yang akurat. Demikian halnya dengan perencanaan pembangunan manusia suatu daerah, akan memerlukan data statistik sebagai dasar penentuan strategi pengambilan keputusan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. Kebijakan dan strategi yang telah dilakukan perlu dimonitor dan dilihat hasilnya, sehingga data statistik tersebut sangat diperlukan. Untuk itu diperlukan ketersediaan data mengenai pembangunan manusia yang representatif dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi suatu daerah,
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 4 khususnya terkait dengan masalah pembangunan manusia. Informasi yang terhimpun dalam analisis data pembangunan manusia ini sangat bermanfaat sebagai informasi awal dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan daerah. Dengan mengacu pada capaian indikator-indikator pembangunan manusia, maka tujuan dan sasaran pembangunan dapat dirumuskan lebih terarah.
Oleh karena itu penerbitan publikasi Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kota Madiun ini dipandang perlu sebagai sumber informasi penyusunan perencanaan yang terkait dengan pembangunan manusia di Kota Madiun. Selain itu dengan adanya publikasi ini diharapkan Pemerintah Kota Madiun maupun masyarakat luas dapat melakukan monitoring dan evaluasi atas pembangunan yang telah dilakukan, sekaligus dapat mengidentifikasi kebutuhan daerah bagi pembangunan di masa yang akan datang.
1.3 Kegunaan Indeks Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia menjadi salah satu indikator yang penting dalam melihat sisi lain dari pembangunan. Manfaat penting IPM antara lain sebagai berikut :
a) IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). b) IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu
wilayah/ negara.
c) IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentu Dana Alokasi Umum (DAU).
2
Konsep Definisi dan
Ukuran Pembangunan
5
KONSEP DEFINISI DAN
UKURAN PEMBANGUNAN MANUSIA
2.1 Konsep Definisi
Hakekat dari pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya. Dalam Human Development Report (HDR) tahun 1990 pembangunan manusia mempunyai empat komponen utama yaitu : produktifitas, pemerataan, kesinambungan dan pemberdayaan.
Produktivitas
Manusia harus berkemampuan untuk meningkatkan produktivitasnya dan berpartisipasi penuh dalam proses mencari penghasilan dan lapangan kerja.
Pemerataan
Setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama. Semua hambatan terhadap peluang ekonomi dan politik harus dihapuskan, sehingga semua orang dapat berpartisipasi dan mendapatkan keuntungan dari peluang yang tersedia.
Kesinambungan
Akses terhadap peluang/ kesempatan harus tersedia bukan hanya untuk generasi sekarang tapi juga untuk generasi yang akan datang. Semua bentuk sumber daya fisik, manusia, alam harus dapat diperbaharui.
Pemberdayaan
Pembangunan harus dilakukan oleh semua orang, bukannya semata-mata (dilakukan) untuk semua orang. Semua orang harus berpartisipasi penuh dalam pengambilan keputusan dan proses yang mempengaruhi kehidupan mereka.
6 2.2 Ukuran Pembangunan Manusia
Ada empat macam indeks komposit yang dikembangkan oleh UNDP sebagai ukuran yang dipakai untuk mengetahui status dan kemajuan pembangunan manusia yaitu :
1. Indeks Pembangunan Manusia atau IPM (Human Development Index
atau HDI) ;
2. Indeks Pembangunan Gender atau IPG (Gender Related Development Index atau GDI) ;
3. Indeks Pemberdayaan Gender atau IDG (Gender Empowerment Measure atau GEM) ;
4. Indeks Kemiskinan Manusia atau IKM (Human Poverty Index atau HPI) dan Indeks Mutu Hidup atau IMH.
2.2.1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
IPM mengukur capaian suatu daerah dalam tiga dimensi pembangunan manusia yaitu : lamanya hidup, pengetahuan dan standar kehidupan yang layak. Indeks ini diukur dengan angka harapan hidup, capaian pendidikan dan tingkat pengeluaran yang disesuaikan.
2.2.2 Indeks Pembangunan Gender (IPG)
IPG mengukur pencapaian dalam dimensi dan variabel yang sama dengan IPM tetapi dengan memperhitungkan kesenjangan pencapaian antara perempuan dan laki-laki. IPG adalah IPM yang disesuaikan (dikurangi) oleh adanya ketimpangan gender. Makin besar kesenjangan antar gender dalam pembangunan manusia, makin rendah nilai IPG suatu daerah dibandingkan dengan nilai IPM-nya.
7 2.2.3 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
IDG menunjukkan apakah wanita dapat secara aktif berperan serta dalam kehidupan ekonomi dan politik. IDG menitikberatkan pada partisipasi, dengan cara mengukur ketimpangan gender di bidang ekonomi, partisipasi politik dan pengambilan keputusan. Indeks ini mengukur persentase wanita di parlemen, persentase wanita di antara tenaga profesional, teknisi, pegawai dan manajer, serta persentase penghasilan wanita dibandingkan penghasilan laki-laki. Berbeda dengan IPG, IDG melihat ketimpangan kesempatan di beberapa bidang.
2.2.4.1 Indeks Kemiskinan Manusia (IKM)
IKM merupakan Indeks komposit yang mengukur derivasi (keterbelakangan manusia) dalam tiga dimensi yaitu : lamanya hidup, pengetahuan dan standar hidup layak. IKM ini mengartikan tingkatan status kemiskinan manusia di suatu wilayah. Kegunaan dari IKM adalah : 1. Untuk mempermudah perbandingan antar wilayah maupun negara ; 2. Untuk melihat kecenderungan tingkat kemiskinan di suatu wilayah,
tingkatan status kemiskinan tersebut bisa menjadi alat ukur yang berfungsi sebagai patokan dasar perencanaan jika dibandingkan antar waktu ;
3. Untuk memberikan gambaran kemajuan setelah suatu periode atau perbandingan antar wilayah untuk memberikan gambaran tentang tingkat kemajuan suatu wilayah relatif terhadap wilayah lain.
Nilai IKM berkisar antara 0 - 100. Semakin tinggi nilai IKM menunjukkan tingkat/d erajat kemiskinan penduduk di suatu wilayah semakin tinggi. Klasifikasi yang dikeluarkan oleh UNDP sendiri membagi
8 tingkat-tingkat kemiskinan suatu daerah ke dalam 4 (empat) klasifikasi derajat kemiskinan, yaitu:
1. Klasifikasi rendah dengan nilai IKM kurang dari 10 ; 2. Klasifikasi menengah rendah dengan nilai IKM 10-25 ; 3. Klasifikasi menengah tinggi dengan nilai IKM 25-40 ; 4. Klasifikasi tinggi dengan nilai IKM lebih dari 40. 2.2.4.2 Indeks Mutu Hidup (IMH)
Sebelum Indeks Pembangunan Manusia (IPM/ HDI) diperkenalkan oleh UNDP sebagai indikator untuk melihat bagaimana kinerja pembangunan manusia, telah digunakan lama suatu indikator komposit yang dikenal dengan Indeks Mutu Hidup. Indeks Mutu Hidup atau Physical Quality Of Lit Index (PQLI) adalah suatu indeks komposit yang disusun dari tiga komponen yaitu :
1. Angka Kematian Bayi (AKB/ IMR) ;
2. Angka Harapan Hidup umur satu tahun (e1) ;
3. Angka Melek Huruf (Lit).
Salah satu kritik mendasar terhadap IMH adalah bahwa dua komponen pertamanya (AKB dan e1) kurang lebih mengukur hal yang sama, seperti dibuktikan oleh kuatnya korelasi antar keduanya, sehingga cukup diwakili oleh satu saja. Hal lainnya adalah komponen (indikator yang digunakan hanya menggambarkan keadaan sosial kependudukan). Kelemahan inilah yang antara lain melatarbelakangi dikembangkannya IPM. Dalam publikasi ini ukuran yang dipakai untuk mengukur status dan kemajuan pembangunan manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
3
Metodologi
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 9
METODOLOGI
3.1 Metode Penghitungan
Secara khusus, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan dan kehidupan yang layak (Gambar 2.1). Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor.
Gambar 3.1
Diagram Penghitungan IPM
DIMENSI
UMUR PANJANG DAN
SEHAT
PENGETAHUAN KEHIDUPAN YANG LAYAK
INDIKATOR Angka Harapan Hidup pada saat
lahir
Harapan Lama Sekolah (EYS)
Rata-rata Lama Sekolah (MYS)
Pengeluaran per Kapita Riil yang Disesuaikan
(PPP Rupiah)
INDEKS Indeks Kesehatan Indeks Pendidikan
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)
Indeks Pendapatan
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 10 1. Lamanya hidup, diukur dengan harapan hidup pada saat lahir;
2. Tingkat pendidikan, diukur dengan kombinasi antara angka harapan lama sekolah dan rata-rata lamanya sekolah ; dan
3. Tingkat kehidupan yang layak, diukur dengan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan (PPP rupiah).
Teknik penyusunan indeks tersebut pada dasarnya mengikuti rumus sebagai berikut:
100
3
tan
I
kesehaxI
pendidikanxI
pengeluaranIPM
Dimana :Ikesehatan : Indeks kesehatan ;
Ipendidikan : Indeks pendidikan ;
Ipengeluaran : Indeks pengeluaran.
Dari hasil penghitungan IPM, semakin besar IPM suatu wilayah (mendekati 100) maka semakin dekat dengan sasaran yang dicapai. Selain itu ada kriteria dalam melihat hasil IPM yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1
Tingkatan Status dan Kriteria IPM
Tingkatan Status Kriteria
Rendah Menengah bawah Menengah Atas Tinggi IPM < 60 60 ≤ IPM <70 70 ≤ IPM <80 IPM ≥ 80
Untuk mengukur kecepatan perkembangan IPM dalam kurun waktu tertentu digunakan pertumbuhan IPM. Pertumbuhan IPM menunjukkan
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 11 perbandingan antara capaian yang telah ditempuh dengan capaian sebelumnya. Semakin tinggi pertumbuhan, semakin cepat IPM suatu wilayah mencapai nilai maksimalnya.
Rumus yang digunakan untuk penghitungan pertumbuhan IPM adalah :
Dimana :
IPM(t) = IPM suatu wilayah pada tahun t
IPM(t-1) = IPM suatu wilayah pada tahun t-1
Penghitungan IPM yang digunakan dalam penghitungan ini telah menggunakan metode baru yang telah diterapkan oleh UNDP dalam menyusun Human Development Index (HDI) tahun 2010. Nilai maksimum dan minimum yang digunakan dalam penghitungan IPM sebagai berikut :
Tabel 3.2
Nilai Minimun dan Nilai Maksimum Indikator Komponen IPM Indikator Komponen IPM
Satuan Nilai Minimum
Nilai
Maksimum Catatan
Angka Harapan Hidup Tahun 20 85 Standart UNDP
Angka Harapan Lama Sekolah Tahun 0 18 Standart UNDP
Rata-rata Lama Sekolah Tahun 0 15 Standart UNDP
Pengeluaran per Kapita Disesuaikan
1.007.436*
(Rp) 26.572.352** Disesuaikan *) Daya beli minimum merupakan garis kemiskinan terendah kabupaten tahun 2010 (data
empiris) yaitu di Tolikara-Papua ;
**) Daya beli maksimum merupakan nilai tertinggi kabupaten yang diproyeksikan hingga 2025 (akhir RPJPN) yaitu perkiraan pengeluaran per kapita Jakarta Selatan tahun 2025. Penghitungan untuk masing-masing komponen IPM adalah sebagai berikut :
100 ) 1 ( ) 1 ( x IPM IPM IPM nIPM Pertumbuha t t t Analisis Situasi Pembangunan Manusia 12 3.1.1Angka Harapan Hidup (e0)
Angka Harapan Hidup (AHH) adalah rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Angka arapan Hidup dihitung dengan cara tidak langsung dengan paket program Micro Computer Program for Demographic Analysis (MCPDA) atau Mortpack.
Besarnya nilai maksimum dan nilai minimum untuk komponen ini merupakan nilai besaran merupakan standart UNDP yang telah disepakati oleh semua Negara. Pada komponen angka umur harapan hidup, angka tertinggi sebagai batas atas untuk penghitungan indeks dipakai 85 tahun dan terendah adalah 20 tahun.
Rumus yang digunakan dalam penghitungan indeks kesehatan adalah:
min min tan
AHH
AHH
AHH
AHH
I
maks keseha
3.1.2Angka Harapan Lama Sekolah (EYS) dan Rata-rata Lama Sekolah (MYS)
Untuk mengukur dimensi pengetahuan penduduk digunakan dua indikator, yaitu Rata-rata Lama Sekolah (Mean Years of Schooling) dan Angka Harapan Lama Sekolah (Expected Years of Schooling). Rata-rata Lama Sekolah menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Sedangkan Angka Harapan Lama Sekolah adalah lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang Angka harapan lama sekolah dihitung untuk penduduk berusia 7 tahun keatas.
Penghitungan angka harapan lama sekolah adalah sebagai berikut: 1. Menghitung jumlah penduduk menurut umur (7 tahun ke atas) ;
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 13 2. Menghitung jumlah penduduk yang masih sekolah menurut umur
(7 tahun ke atas);
3. Menghitung rasio penduduk masih sekolah menurut umur
4. Menghitung harapan lama sekolah dengan rumus sebagai berikut:
n a i t i t i t aP
E
FKx
EYS
Dimana: t aEYS : Harapan lama sekolah pada umur a di tahun t ; t
i
E : Jumlah penduduk usia i yang bersekolah pada tahun t ; t
i
P : Jumlah penduduk usia i pada tahun t ; i : Usia (a, a+1,...,n) ;
FK :Faktor koreksi.
Populasi yang digunakan dalam penghitungan rata-rata lama sekolah dibatasi pada penduduk berumur 25 tahun ke atas, dengan asumsi dalam kondisi normal rata-rata lama sekolah suatu wilayah tidak akan turun. Langkah penghitungan rata-rata lama sekolah adalah sebagai berikut : 1. Melakukan seleksi terhadap penduduk usia 25 tahun ke atas ;
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 14 Tabel 3.3
Jenis dan Jenjang Pendidikan (MYS)
Jenis Pendidikan Jenjang
SD/SDLB SD Madrasah Ibtidaiyah Paket A SMP/SMPLB SMP Madrasah Tsanawiyah Paket B SMA/SMLB SMA Madrasah Aliyah SMK Paket C Program D1/D2 D1/D2
Program D3/Sarjana Muda D3
Program D4/S1 S1
Program S2/S3 S2/S3
3. Mengelompokkan ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki ; Tabel 3.4 Jenis Pendidikan dan Ijazah (MYS)
Jenis Pendidikan Ijazah
Tidak punya ijazah SD Tidak punya ijazah SD
SD/SDLB SD Madrasah Ibtidaiyah Paket A SMP/SMPLB SMP Madrasah Tsanawiyah Paket B SMA/SMLB SMA Madrasah Aliyah SMK Paket C Program D1/D2 D1/D2
Program D3/Sarjana Muda D3
Program D4/S1 S1
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 15 4. Mongkonversi tahun lama sekolah menurut ijazah terakhir ;
Tabel 3.5 Jenis Ijazah dan Konversi Tahun Lama Sekolah (MYS)
Ijazah Konversi Tahun Lama Sekolah (Tahun)
Tidak punya ijazah SD 0
SD 6
SMP 9
SMA 12
Program D1/D2 14
Program D3/Sarjana Muda 15
Program D4/S1 16
Program S2/S3 18
5. Menghitung lamanya bersekolah sampai kelas terakhir ; 6. Menghitung lamanya bersekolah ;
Tabel 3.6 Penghitungan Rata-rata Lama Sekolah (MYS)
Keterangan Lama Sekolah
Tidak pernah sekolah 0
Masih sekolah SD s.d S1 Konversi ijazah terakhir + kelas terakhir-1
Masih sekolah S2 atau S3 Konversi ijazah terakhir + 1
Ket : Karena di Susenas kode kelas yang sedang kuliah S2=6 dan kuliah S3=7 yang tidak menunjukkan kelas Tidak bersekolah lagi tetapi tidak
tamat di kelas terakhir
Konversi ijazah terakhir + kelas terakhir-1
Tidak bersekolah lagi dan tamat pada jenjang
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 16 Untuk penghitungan indeks pendidikan, dua batasan dipakai sesuai kesepakatan beberapa negara. Batas maksimum untuk Angka Harapan Lama Sekolah adalah 18 Tahun sedangkan batas minimum 0 Tahun. Batas maksimum 18 Tahun menunjukkan lamanya pendidikan yang diharapkan dapat dicapai oleh setiap anak. Sementara batas maksimum untuk Rata-rata Lama Sekolah adalah 15 Tahun dan batas minimum sebesar 0 Tahun. Batas maksimum 15 Tahun mengindikasikan tingkat pendidikan maksimum yang ditargetkan adalah setara lulus Sekolah Menengah Atas.
Kedua indikator pendidikan ini diharapkan mencerminkan tingkat pengetahuan dan keterampilan. Penghitungan Indeks Pendidikan (IP) dihitung dengan cara sebagai berikut:
min min
EYS
EYS
EYS
EYS
I
maks EYS
min minMYS
MYS
MYS
MYS
I
maks MYS
2
MYS EYS pendidikanI
I
I
3.1.3Standar Hidup Layak
Selanjutnya dimensi ketiga dari ukuran kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak. Dalam cakupan lebih luas, standar hidup layak menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai dampak semakin membaiknya ekonomi.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 17 Tahap penghitungan pengeluaran per kapita disesuaikan adalah sebagai berikut :
1. Menghitung rata-rata pengeluaran per kapita dari Susenas ; 2. Menghitung nilai riil dari rata-rata pengeluaran per kapita.
Rata-rata pengeluaran per kapita dibuat riil dengan tahun dasar 2012=100
100
) 2012 , ( 'x
IHK
X
t t tX
Dimana : X
t ': Rata-rata pengeluaran per kapita per tahun atas dasar harga konstan 2012 ;
t
X : Rata-rata pengeluaran per kapita per tahun pada tahun t ; )
2012 , (t
IHK : IHK tahun t dengan tahun dasar 2012.
3. Menghitung Purchasing Power Parity (PPP)
Penghitungan PPP dilakukan dengan rumus : m m i ik ij j
p
p
PPP
1 1
Dimana :P(i, j) = harga komoditi ke-i di Kota Madiun ;
P(i,kj) = jumlah komoditi ke-i di Jakarta Selatan ;
m = jumlah komoditi.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 18 3.2 Sumber Data
Sumber data utama yang digunakan adalah data Susenas Kor dan Susenas Modul Konsumsi. Sementara sebagai penunjang digunakan data SP (Sensus Penduduk), Proyeksi Penduduk dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Data Susenas Kor digunakan untuk menghitung dua indikator pembentuk IPM yaitu Angka Harapan Lama Sekolah (EYS) dan Rata-rata Lama Sekolah (MYS). Sementara Angka Harapan Hidup (eo) dihitung dari hasil Proyeksi
SP2010.
Sedangkan indikator daya beli atau PPP (Purchasing Power Parity)
dihitung menggunakan data Susenas modul Konsumsi yang didasarkan pada 96 komoditi dimana 66 komoditas merupakan makanan dan sisanya merupakan komoditas non makanan. Susenas Kor untuk mendapatkan rata-rata pengeluaran per kapita. Untuk mendapatkan pengeluaran per kapita riil digunakan Indeks Harga Konsumen sebagai deflator dengan tahun dasar 2012=100.
4
Status Pembangunan
Manusia
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 19
STATUS PEMBANGUNAN MANUSIA
4.1 Posisi Kota Madiun 4.1.1 Geografis
Kota Madiun merupakan salah satu bagian dari 38 kabupaten/kota yang berada di dalam teritorial Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Kota Madiun berada di bagian barat Provinsi Jawa Timur, yang secara astronomis terletak antara 70- 80 Lintang Selatan dan 1110-1120 Bujur Timur.
Berdasarkan letak geografi, Kota Madiun berada di tengah-tengah Kabupaten Madiun dengan batas-batas, di sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Madiun, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Geger, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Jiwan, sebelah Timur Laut berbatasan dengan Kecamatan Dagangan dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Wungu. Ketinggian daratan rata-rata berada pada ketinggian 65 meter di atas permukaan laut dan dialiri Bengawan Madiun yang merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo.
Secara umum, topografi wilayah Kota Madiun tidak berbukit (dataran) dan kontur tanahnya stabil, sehingga wilayahnya cocok dijadikan sebagai pusat bisnis, perdagangan dan industri. Letaknya berada di tengah-tengah wilayah Surabaya dan Yogyakarta yang merupakan salah satu kota yang dilalui alat transportasi bus antar provinsi, angkutan berat dan kereta api. Letaknya yang strategis menjadikan wilayah Kota Madiun sering mendapat julukan sebagai Kota Gadis (Perdagangan, Pendidikan dan Industri), Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur dan Kota Pecel.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 20 Tabel 4.1
Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Madiun Tahun 2016
Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Luas Wilayah ( % ) Jumlah kelurahan (1) (2) (3) (4) Manguharjo 10,04 30,21 9 Taman 12,46 37,50 9 Kartoharjo 10,73 32,29 9 Kota Madiun 33,23 100,00 27
Luas wilayah Kota Madiun sekitar 33,23 km² atau 0,072 persen dari total luas wilayah Provinsi Jawa Timur. Kota Madiun terbagi menjadi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Kartoharjo, Kecamatan Taman dan Kecamatan Manguharjo. Masing-masing kecamatan terbagi menjadi 9 kelurahan. Kecamatan dengan wilayah terluas adalah Kecamatan Taman yang memiliki luas wilayah sekitar 12,46 Km2 atau 37,50 persen dari keseluruhan luas
wilayah Kota Madiun.
Letak Kota Madiun berada di pertengahan jalur transportasi sekitar 169 km sebelah Barat Kota Surabaya dan 160 km sebelah Timur Kota Yogyakarta. Sangat strategis untuk menjadikan Kota Madiun sebagai pusat bisnis. Angkutan antar kota dilayani oleh bus antar propinsi dan kereta api. Memiliki stasiun besar di kawasan Jawa Timur, merupakan modal dasar bagi Kota Madiun untuk menjadi Kota bisnis.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 21 Gambar 4.1
Peta Kota Madiun
Sekarang ini telah bermunculan hotel berbintang di Kota Madiun. Hal ini menandakan bahwa perekonomian Kota Madiun telah berkembang. Pemerintah Kota Madiun juga telah banyak melakukan pembangunan dan pengembangan yang ditujukan untuk berbagai kegiatan bisnis, baik perdagangan, akomodasi, rekreasi maupun industri.
Provinsi Jawa Timur Jawa Tengah
Samudra Indonesia
Selat Madura Laut Jawa
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 22 4.1.2Kependudukan
Dalam melaksanakan pembangunan manusia, penduduk adalah
central dari modal dasar dan sasaran pembangunan, sehingga data tentang kependudukan menjadi sangat vital dalam penentuan kebijakan pembangunan yang berorientasikan manusia sebagai sasaran utamanya. Selain itu data kependudukan juga sangat diperlukan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, karena penduduk merupakan obyek sekaligus subyek pembangunan. Fungsi obyek bermakna penduduk menjadi target dan sasaran pembangunan yang dilakukan oleh penduduk. Fungsi subyek bermakna penduduk adalah pelaku tunggal dari sebuah pembangunan. Kedua fungsi tadi diharapkan berjalan seiring dan sejalan secara integral.
Sumber : BPS Kota Madiun
Jumlah penduduk yang besar memang merupakan potensi yang besar pula, namun demikian peningkatan jumlah penduduk harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Agar peningkatan
Tabel 4.2
Jumlah Penduduk, Rasio Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Madiun Tahun 2012-2016
Tahun
Laki-laki
Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin Kepadatan Penduduk (jiwa/Km2) 2012 83.192 89.229 172.421 96,09 5.189 2013 84.281 89.833 174.114 93,82 5.240 2014 84.323 90.050 174.373 93,64 5.247 2015 84.604 90.391 174.995 93,60 5.266 2016 84.897 90.710 175.607 93,59 5.284
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 23 kualitas SDM terpenuhi, maka kebutuhan akan sarana maupun prasarana pendidikan, kesehatan, perumahan dan sebagainya perlu diupayakan secara optimal. Jika pertumbuhan penduduk dan kualitas sumber daya manusia tidak mendapat perhatian dari pemerintah, dapat mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol. Ini dikhawatirkan akan menambah jumlah pengangguran dan penduduk miskin, sehingga mengganggu program-program yang berjalan.
Informasi menurut struktur umur penduduk sangat bermanfaat sebagai estimasi indikator kependudukan lainnya. Bila dilihat dari sebaran penduduk berdasarkan kelompok umur, sebagian besar penduduk Kota Madiun berada pada kelompok usia produktif. Kondisi seperti itu akan sangat mendukung tercapainya sasaran pembangunan, karena sumber daya manusia yang produktif sebagai modal dasar pembangunan banyak tersedia.
Tabel 4.3
Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kota Madiun Tahun 2012-2016
Tahun 0-14 15-64 65+ Total L P L P L P L P Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2012 19.776 18.964 57.992 61.937 5.424 8.328 83.192 89.229 172.421 2013 22.248 21.326 56.415 61.158 5.618 7.348 84.281 89.833 174.114 2014 19.724 18.774 59.086 62.939 5.513 8.337 84.323 90.050 174.373 2015 19.784 18.843 59.283 63.168 5.537 8.380 84.604 90.391 174.995 2016 19.088 18.174 59.775 63.819 6.034 8.717 84.897 90.710 175.607
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 24 Struktur umur penduduk cenderung mengarah pada kelompok berusia muda, ini ditunjukkan dengan angka beban ketergantungan pada tahun 2015 sebesar 42,91 persen. Artinya bahwa setiap seratus penduduk usia produktif akan menanggung sekitar 42 sampai 43 orang bukan usia produktif ( 0 – 14 Tahun dan 64 Tahun ke atas).
4.2 Kedudukan IPM dalam Pembangunan Daerah
Istilah pembangunan dapat diartikan sebagai adanya perubahan atau adanya perkembangan dari satu periode ke periode berikutnya. Dalam kaitannya dengan pembangunan manusia, makna tersebut masih relevan jika diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada manusia dilihat dari sisi ekonomi dan sosial. Dengan mengamati perubahan atau perkembangan manusia dari sisi ekonomi dan sosial, maka dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam melaksanakan program-programnya.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang telah dicapai maka variabel-variabel sosial dan ekonomi tersebut disusun menjadi indeks komposit, sehingga dapat dengan mudah dipahami. Angka indeks akan bermakna jika dibandingkan :
• Antar waktu untuk memberikan gambaran kemajuan suatu periode, atau
• Antar wilayah untuk memberikan gambaran tentang tingkat kemajuan suatu wilayah relatif terhadap wilayah lain.
Dalam perencanaan pembangunan, IPM berfungsi memberikan tuntunan untuk menentukan program prioritas dan perumusan kebijakan, selain itu IPM juga dipakai sebagai pedoman dalam mengalokasikan anggaran sesuai dengan kebijakan umum yang telah ditentukan oleh pembuat kebijakan dan pengambil keputusan.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 25 Kedudukan dan peran IPM dalam manajemen pembangunan akan lebih terlihat kalau dilengkapi dengan suatu data set yang berisikan indikator yang relevan dengan IPM dan disusun sebagai suatu sistem data basis pembangunan manusia. Sistem data basis tersebut merupakan sumber data utama dalam identifikasi lebih lanjut yang dilakukan untuk mengenal lebih dalam permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan upaya dan hasil-hasil serta dampak pembangunan manusia.
Identifikasi tersebut dibuat dalam suatu analisis situasi pembangunan manusia yang mengkaji berbagai kendala dalam implementasi program pembangunan pada periode sebelumnya dan potensi yang dimiliki suatu wilayah untuk dimasukkan sebagai masukan dalam perencanaan pembangunan daerah periode yang akan datang.
4.3 Potensi Ekonomi Daerah
Untuk mengetahui potensi ekonomi Kota Madiun dapat dilihat dari PDRB, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), investasi, inflasi, PAD dan pelayanan di bidang ekonomi. Menurut beberapa ahli, perekonomian daerah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja. Besarnya pertumbuhan ekonomi tergantung dari nilai PDRB setiap tahunnya. Sedangkan penciptaan lapangan kerja dapat dilakukan setelah terjadi akumulasi modal. Aliran modal masuk akan berdampak pada tersedianya lapangan kerja yang seluas-luasnya, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini perekonomian Kota Madiun akan digambarkan hanya sebatas nilai PDRB, tingkat inflasi, nilai investasi dan nilai indeks daya beli masyarakat.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 26 4.3.1PDRB Kota Madiun
Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu indikator kunci dalam pembangunan dan merupakan sasaran utama dalam penyusunan fundamental ekonomi daerah. Selama kurun waktu 5 tahun terakhir PDRB Kota Madiun, baik ADHB maupun ADHK selalu mengalami peningkatan.
Berbagai kebijakan senantiasa dilakukan pemerintah untuk terus menggenjot berbagai kategori ekonomi melalui kebijaksanaan deregulasi dan debirokratisasi. Kebijakan tersebut juga ditunjang dengan sarana infrastruktur yang kian bertambah, sehingga membawa angin segar bagi para investor untuk menanamkan modalnya.
Tabel 4.4
PDRB Kota Madiun Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Tahun 2012-2016 (Juta Rupiah)
Tahun ADHB ADHK
(1) (2) (3) 2012 7.533.581 6.937.700 2013 8.390.363 7.470.677 2014 9.214.205 7.965.510 2015 10.191.566 8.455.370 2016 11.185.109 8.954.697
Sumber : BPS Kota Madiun
Nilai PDRB Kota Madiun dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan. Bahkan pada tahun 2016 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 11,19 trilyun rupiah dan atas dasar harga konstan sebesar 8,95 trilyun rupiah. Laju pertumbuhan ekonomi daerah diukur berdasarkan nilai PDRB atas dasar harga konstan.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 27 Tabel 4.5
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun Tahun 2012 – 2016 (persen)
Tahun ADHK Pertumbuhan
(1) (2) (3) 2012 6.937.700 6,83 2013 7.470.677 7,68 2014 7.965.510 6,62 2015 8.455.370 6,15 2016 8.954.697 5,90
Sumber : BPS Kota Madiun
PDRB per kapita merupakan salah satu indikator makro ekonomi untuk melihat perkembangan perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. PDRB per kapita menggambarkan rata-rata pendapatan yang diterima penduduk suatu wilayah pada tahun tertentu. Secara konsepsional PDRB per kapita, diperoleh dengan cara membagi total PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun pada tahun yang sama.
PDRB per kapita Kota Madiun terus mengalami kenaikan dan pada tahun 2016 angkanya mencapai 63,69 juta rupiah. Kenaikan pendapatan perkapita penduduk setiap tahun, karena banyaknya kegiatan ekonomi yang terus tumbuh dan dipacu oleh Pemerintah Kota Madiun.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 28 Gambar 4.2
PDRB Per Kapita Kota Madiun Tahun 2012–2016
Sumber : BPS Kota Madiun
4.3.2 Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan suatu indeks yang menggambarkan perkembangan harga beberapa barang/ jasa yang terjadi setelah tahun dasar. Sedangkan secara umum inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus selama waktu tertentu.
Inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Perkembangan harga barang dan jasa ini berdampak langsung terhadap tingkat daya beli dan biaya hidup masyarakat.
Tingkat inflasi yang berfluktuasi tinggi menggambarkan besarnya ketidakpastian nilai uang, tingkat produksi, distribusi dan arah perkembangan ekonomi, sehingga dapat membahayakan perekonomian secara keseluruhan. Sebaliknya inflasi yang rendah juga tidak
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 29 menguntungkan perekonomian karena menggambarkan rendahnya daya beli dan permintaan masyarakat akan barang dan jasa yang pada gilirannya memperlambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kestabilan/ pengendalian inflasi perlu dijaga agar pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tabel 4.6
Inflasi Beberapa Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2016
Wilayah Inflasi Rangking
(1) (2) (3) Kota Surabaya 3,22 1 Kota Malang 2,62 2 Kota Kediri 1,30 8 Kota Jember 1,93 5 Kabupaten Banyuwangi 1,91 6 Kabupaten Sumenep 2,19 4 Kota Probolinggo 1,53 7 Kota Madiun 2,25 3 Jawa Timur 2,74 Nasional 3,02
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur
Dari perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2016 dengan tahun dasar tahun 2012, tingkat inflasi Kota Madiun sebesar 2,25 persen. Jika dibandingkan dengan 8 kota inflasi di Provinsi Jawa Timur, inflasi Kota Madiun menempati posisi ketiga sepanjang tahun 2016. Inflasi Kota Madiun tahun 2016 masih berada di bawah inflasi Jawa Timur (2,74 persen) dan inflasi nasional (3,02 persen).
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 30 4.3.3.Investasi
Pertumbuhan ekonomi adalah bagian penting dari pembangunan, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu indikator penting untuk menjelaskan bahwa suatu pemerintah mampu secara finansial atau sejahtera. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa ada hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di bidang ekonomi. Begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi, maka pembangunan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini, pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana ke dalam sistem ekonomi.
Investasi akan mempercepat pertumbuhan, sedangkan sedikitnya investasi menunjukkan lambannya laju pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari kebutuhan akan penanaman modal atau investasi. Adanya Investasi pada berbagai kategori akan dapat mempercepat pembangunan dan akhirnya dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi serta tingkat kesejahteraan.
Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi terhadap kelanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, sangat disadari betul oleh pemerintah. Sebab sejumlah infrastruktur membutuhkan dukungan dana yang besar. Bukan hanya infrastruktur ekonomi, tetapi juga infrastruktur sosial dan kehidupan masyarakat. Peran serta dan dukungan non materiilpun dibutuhkan, di semua level baik pemerintah maupun masyarakat.
Investor akan tertarik menanamkan modalnya jika perhitungan serta kalkulasi proyek-proyek investasi baru dapat dengan mudah dilakukan. Adanya kepastian berusaha yang tinggi dan tingkat resiko kegagalan berusaha yang rendah, serta didukung oleh iklim politik yang stabil. Keamanan dalam perjalanan barang pasokan dan bahan mentah untuk
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 31 kegiatan industri dan proses logistik dari produk dan barang jadi perusahaan dapat terkirim dengan mudah dan murah ditangan konsumen. Demikian juga sistem perijinan investasi ditangani secara sentralistis, sehingga mengurangi rantai birokrasi yang berlebihan. Tuntutan partai politik dan lembaga swadaya masyarakatpun masih dalam koridor yang tidak banyak mengganggu jalannya proses berbisnis.
Kondisi iklim berusaha dan resiko investasi yang positif di Kota Madiun telah menarik investor untuk menanamkan modalnya. Keadaan tersebut terbukti dengan bertambahnya nilai investasi yang ditanamkan di Kota Madiun. Kenaikan nilai investasi terbesar terdapat pada kategori industri pengolahan yang mengalami kenaikan dari 12,02 milyar rupiah menjadi 802,38 milyar rupiah.
Tabel 4.7
Jumlah Investor dan Nilai Investasi Kota Madiun Tahun 2015-2016 (000 Rupiah)
Kategori Jumlah Investor Nilai Investasi 2015 2016 2015 2016
(1) (2) (3) (4) (5)
Pertanian - - - -
Pertambangan & Penggalian - - - - Industri Pengolahan 23 14 12.022.525 802.378.596 Listrik, Gas & Air Bersih - - - - Bangunan 51 61 96.676.671 342.092.298 Perdagangan, Hotel &
Restoran 456 464 185.924.561 256.620.314 Pengangkutan & Komunikasi 7 19 7.050.000 7.313.000 Keuangan, Persewaan &
Jasa Perusahaan 7 8 34.851.963 9.240.978 Jasa-jasa 32 54 6.714.267 6.607.045
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 32 4.3.4Indeks Daya Beli (IDB)
Peningkatan PDRB per kapita memberikan indikasi bahwa ada kemajuan di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. Hanya saja hal tersebut belum mencerminkan adanya distribusi pendapatan regional secara merata. Indikator adanya peningkatan kemakmuran atau peningkatan kesejahteraan ekonomi penduduk dapat dilihat dari kekuatan daya belinya yang semakin meningkat. Peningkatan daya beli dapat dilihat dari adanya kenaikan kemampuan masyarakat/ penduduk di suatu wilayah untuk mengkonsumsi barang dan jasa.
Untuk melihat dan mengetahui apakah ada kenaikan atau penurunan daya beli masyarakat dalam mengkonsumsi barang dan jasa digunakan parameter Indeks Daya Beli (IDB). Indeks daya beli disini diambil dari indeks daya beli komponen IPM.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, IDB masyarakat Kota Madiun menunjukkan kecenderungan yang positif. Pada tahun 2012, IDB masyarakat Kota Madiun sebesar 0,80 dan terus naik menjadi 0,82di tahun 2016. Hal itu mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan kemakmuran atau peningkatan kesejahteraan ekonomi penduduk.
Gambar 4.3
Indeks Daya Beli Kota MadiunTahun 2012–2016
2012 2013 2014 2015 2016
0,80
0,81
0,82 0,82
0,83
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 33 4.4 Status Pembangunan Manusia Kota Madiun
Capaian Indeks Pembangunan Manusia di kabupaten/ kota di Indonesia sangat beragam. Sebagian besar kabupaten/ kota di Indonesia
sudah pada kategori “Sedang”. Tercatat pembangunan manusia di Indonesia memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan semakin membaiknya pembangunan manusia secara umum di Indonesia. Pertumbuhan IPM merupakan salah satu cara untuk melihat perkembangan pembangunan manusia di suatu wilayah. Selain pertumbuhan, status pembangunan manusia merupakan cara lain untuk melihat perkembangan pembangunan manusia di suatu wilayah. Perubahan status pembangunan manusia bisa dijadikan acuan dalam membaca perkembangan pembangunan manusia. BPS mengelompokkan status pembangunan manusia berdasarkan IPM menjadi 4 kelompok yaitu :
1. Sangat Tinggi : IPM ≥ 80
2. Tinggi : 70 ≤ IPM < 80
3. Sedang : 60 ≤ IPM < 70
4. Rendah : IPM < 60
Capaian IPM Provinsi Jawa Timur secara nasional berada pada
katagori “Sedang” Capaian tertinggi di level provinsi ditempati oleh Provinsi
DKI Jakarta dengan capaian IPM sebesar 78,99. Sedangkan capaian terendah ditempati oleh Provinsi Papua dengan IPM sebesar 57,25. Di Jawa Timur, pada level kabupaten capaian IPM tertinggi ditempati oleh Kota Malang yaitu sebesar 80,46 diikuti oleh Kota Surabaya sebesar 80,38, kemudian di peringkat ketiga ditempati oleh Kota Madiun sebesar 80,01. Capaian ketiga kota tersebut merupakan kategori status pembangunan manusia ‘Sangat Tinggi’. Selain ketiga kota tersebut, di Jawa Timur hampir seluruh
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 34 kabupaten/ kota telah mencapai status pembangunan manusia yang 'Tinggi" kecuali Kabupaten Sampang masih berstatus 'Rendah' pada tahun 2016.
Tabel 4.8
Kab/Kota dengan Status Pembangunan Manusia 'Sangat Tinggi' Di Jawa Timur 2016 Kabupaten IPM Kota Malang 80,46 Kota Surabaya 80,38 Kota Madiun 80,01 Jawa Timur 69,74
5
Kemajuan
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 35
KEMAJUAN PEMBANGUNAN MANUSIA
Perkembangan suatu bangsa di masa depan bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. Peningkatan kualitas SDM tentu tidak terjadi dengan sendirinya, namun perlu diusahakan dan membutuhkan komitmen yang serius dari semua pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat secara keseluruhan.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, pemerintah telah melaksanakan berbagai program pembangunan untuk meningkatkan standar hidup dan kapabilitas penduduk. Peningkatan kualitas hidup manusia yang signifikan, baik dari sisi kesehatan, pendidikan dan ekonomi akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Hingga nantinya penduduk tidak lagi menjadi beban, tetapi dapat menjadi penggerak pembangunan.
5.1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa, IPM terbentuk dari tiga komponen utama, yaitu Indeks Pendidikan (Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah), Indeks Kesehatan (Angka Harapan Hidup saat Lahir) dan Indeks Daya Beli (Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan). Kenaikan nilai IPM Kota Madiun tentu tidak terlepas dari kenaikan ketiga komponen pembentuk IPM itu sendiri.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun dari Tahun 2012-2016 terus mengalami peningkatan. Kemajuan tersebut terlihat dari peningkatan semua komponen penyusun IPM yaitu Angka Harapan Hidup,
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 36 Tingkat Pendidikan dan Kemampuan Daya Beli. Kemajuan pembangunan manusia di Kota Madiun tersebut mengindikasikan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan sudah cukup baik, perlu dipertahankan dan ditingkatkan dimasa mendatang. Secara umum dapat dikatakan bahwa naiknya angka IPM menandakan pembangunan manusia di Kota Madiun mengalami kemajuan menuju ke arah yang lebih baik.
Angka IPM kurang memiliki makna apabila tidak menyertakan angka-angka tahun sebelumnya atau wilayah lainnya. Hal ini disebabkan karena di dalam analisis akan diketahui posisi pembangunan manusia baik antar waktu maupun antar wilayah. Data IPM menjadi sangat penting dan bernilai strategis, serta dibutuhkan banyak kalangan terutama pemerintah sebagai bahan rujukan dalam menentukan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah adalah penentuan dana perimbangan wilayah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang menggunakan data IPM. Selain itu, IPM juga digunakan untuk menilai keberhasilan kinerja pembangunan manusia suatu wilayah.
Tabel 5.1
IPM di Wilayah Madiun Tahun 2012–2016
Kabupaten/ Kota 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pacitan 62,94 63,38 63,81 64,92 65,74 Ponorogo 66,16 67,03 67,40 68,16 68,93 Madiun 67,32 68,07 68,60 69,39 69,67 Magetan 69,56 69,86 70,29 71,39 71,94 Ngawi 66,72 67,25 67,78 68,32 68,96 Kota Madiun 77,21 78,41 78,81 79,48 80,01 Jawa Timur 66,74 67,55 68,14 68,95 69,74
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 37 Selama Tahun 2012-2016, IPM Kota Madiun merupakan yang tertinggi di Wilayah Madiun sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Pacitan. Dibandingkan dengan IPM Jawa Timur, IPM Kota Madiun dan IPM Kabupaten Magetan berada pada posisi di atas IPM Provinsi Jawa Timur. 5.2 Pertumbuhan Pembangunan Manusia
Pertumbuhan Pembangunan Manusia digunakan untuk mengukur kecepatan perkembangan pembangunan manusia dalam kurun waktu tertentu. Semakin tinggi pertumbuhan, semakin cepat pembangunan manusia suatu wilayah mencapai nilai maksimalnya.
Selama Tahun 2012-2016, nilai IPM Kota Madiun merupakan yang tertinggi di Wilayah Madiun, tetapi pertumbuhannya merupakan yang terendah setelah Kabupaten Madiun di antara kabupaten/ kota di Wilayah Madiun. Tahun 2016, pertumbuhan IPM terbesar adalah Kabupaten Pacitan yaitu sebesar 1,26 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa capaian peningkatan kualitas hidup di Kabupaten Pacitan bergerak paling cepat. Pertumbuhan IPM Kota Madiun di Tahun 2016 sebesar 0,66 persen.
Tabel 5.2
Pertumbuhan IPM di Wilayah Madiun Tahun 2012-2016
Kabupaten/ Kota 2012 2013 2014 2015 2016 Pacitan 1,48 0,69 0,68 1,74 1,26 Ponorogo 1,35 1,31 0,56 1,13 1,13 Madiun 2,03 1,11 0,79 1,15 0,40 Magetan 1,52 0,43 0,62 1,56 0,77 Ngawi 1,34 0,79 0,79 0,80 0,94 Kota Madiun 0,95 1,56 0,51 0,85 0,67 Jawa Timur 1,03 1,22 0,88 1,19 1,15
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 38 5.3 Komponen IPM
Perkembangan angka IPM selama periode 2012 -2016 dapat terjadi karena adanya perubahan satu atau lebih komponen IPM dalam periode tersebut. Perubahan yang dimaksud berupa peningkatan atau penurunan besaran persen/ rate dari komponen IPM Angka Harapan Hidup, Angka Harapan Lama Sekolah, Rata-Rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Riil Per Kapita.
5.3.1Angka Harapan Hidup
Angka Harapan Hidup (AHH) adalah perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Indikator ini sering digunakan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk di bidang kesehatan.
Idealnya AHH dihitung berdasarkan angka kematian menurut umur atau disebut Age Specific Death Rate (ASDR). Datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat tabel kematian. Namun sistem registrasi penduduk di Indonesia termasuk Kota Madiun belum memungkinkan, sehingga untuk menghitung AHH digunakan cara tidak langsung dengan program Mortpack Lite.
Kegunaan AHH adalah sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. AHH yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan seperti kampanye kecukupan gizi terutama pada bayi, termasuk pemberian imunisasi dan posyandu.
Selama Tahun 2012-2016 perkembangan AHH Kota Madiun terus menunjukkan peningkatan. Pada Tahun 2012 AHH penduduk Kota Madiun
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 39 72,33 Tahun dan sampai dengan Tahun 2016 naik sebesar 0,04 Tahun, sehingga Angka Harapan Hidup penduduk menjadi 72,44 Tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penduduk Kota Madiun mampu bertahan hidup dari lahir sampai dengan berumur 72-73 Tahun.
Kenaikan AHH Kota Madiun tentu akan berakibat pada membaiknya Indeks Kesehatan. Indeks Kesehatan pada Tahun 2012-2016 sebesar 0,81. Indeks Kesehatan menjadi salah satu faktor penyumbang angka IPM Kota Madiun.
Tabel 5.3
AHH dan Indeks Kesehatan Kota Madiun Tahun 2012-2016
Tahun AHH Indeks Kesehatan
(1) (2) (3) 2012 72,33 0,81 2013 72,38 0,81 2014 72,41 0,81 2015 72,41 0,81 2016 72,44 0,81
Sumber : BPS Kota Madiun
5.3.2Angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah
Indikator pendidikan yang merepresentasikan dimensi pengetahuan dalam IPM adalah harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Kedua indikator ini dapat dimaknai sebagai ukuran kualitas sumber daya manusia. Angka harapan lama sekolah menggambarkan lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Sementara indikator rata-rata lama sekolah menggambarkan rata-rata jumlah tahun yang dijalani oleh penduduk usia 25 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 40 Perkembangan Angka Harapan Lama Sekolah selama periode 2012-2016 selalu mengalami peningkatan. Pada Tahun 2012-2016 naik sebesar 0,92 Tahun, yaitu dari 14,06 Tahun di Tahun 2015 menjadi 14,19 Tahun di Tahun 2016. Artinya bahwa setiap anak usia 7 tahun di Kota Madiun mempunyai harapan lamanya mengenyam pendidikan sekitar 14,19 Tahun atau hampir sampai perguruan tinggi tahun kedua.
Indikator pendidikan lainnya yang merupakan komponen IPM adalah Rata-Rata Lama Sekolah. Kondisi Rata-Rata Lama Sekolah pada Tahun 2016 mencapai 11,09 Tahun, berarti penduduk mengenyam pendidikan selama 11 Tahun (setara dengan kelas 2 SLTA). Program Wajar 9 Tahun yang dicanangkan pemerintah sudah terlampaui dan sudah selayaknya kalau dilanjutkan menjadi wajar 12 tahun atau lulus tingkat SLTA.
Tabel 5.4
EYS, MYS dan Indeks Pendidikan Kota Madiun Tahun 2012-2016
Tahun Angka Harapan Lama Sekolah (EYS) Angka Rata-rata Lama Sekolah (MYS) Indeks Pendidikan (1) (2) (3) (4) 2012 12,56 10,68 0,70 2013 13,33 10,86 0,73 2014 13,64 10,90 0,74 2015 14,06 11,08 0,76 2016 14,19 11,09 0,76
Sumber : BPS Kota Madiun
Selama 5 Tahun terakhir, MYS naik sebesar 0,59 Tahun, setiap tahun rata-rata naik 0,12 Tahun. Hal itu menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk. Untuk itu diperlukan peran maupun partisipasi, baik dari pemerintah dan masyarakat untuk mendorong penduduk bersekolah setinggi-tingginya.
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 41 Semakin tinggi rata-rata tingkat pendidikan, akan semakin tinggi pula kualitas manusianya.
Secara umum, kenaikan kedua indikator pendidikan tersebut menyebabkan naiknya Indeks Pendidikan, yaitu dari 0,70 di Tahun 2012 menjadi 0,76 di Tahun 2016.
5.3.3Paritas Daya Beli
Daya beli merupakan kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya untuk barang dan jasa. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh harga-harga riil antar wilayah, karena nilai tukar yang digunakan dapat menurunkan atau menaikkan nilai daya beli. Dengan demikian kemampuan daya beli masyarakat antar satu wilayah dengan wilayah lain berbeda.
Perbedaan kemampuan daya beli masyarakat antar wilayah masih belum terbanding, untuk itu perlu dibuat standarisasi. Misalnya, satu rupiah di suatu wilayah memiliki daya beli yang sama dengan satu rupiah di wilayah lain. Dengan standarisasi ini perbedaan kemampuan daya beli masyarakat antar wilayah dapat dibandingkan.
Tabel 5.5
Daya Beli (Rp) dan Indeks PPP Kota Madiun Tahun 2012-2016
Tahun Daya Beli Indeks PPP
2012 14.317 0,81
2013 14.604 0,82
2014 14.643 0,82
2015 14.723 0,82
2016 15.300 0,83
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 42 Kemampuan setiap orang untuk membeli/ mendapatkan barang dan jasa berbeda-beda tergantung dari pendapatan dan kebutuhannya. Semakin tinggi kemampuan daya beli seseorang, berarti semakin banyak ragam barang dan jasa yang mampu dibeli.
Perekonomian yang semakin membaik berdampak pada naiknya kemampuan daya beli masyarakat Kota Madiun. Trend peningkatan perekonomian tersebut tercermin dari peningkatan rata-rata pengeluaran riil per kapita. Dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dari 14.317 Rupiah pada Tahun 2012, menjadi 15.300 Rupiah pada Tahun 2016. Selama 5 Tahun naik sebesar 983 Rupiah.
Kemampuan daya beli masyarakat yang meningkat menyebabkan naiknya Indeks PPP (Purchasing Power Parity). Pada Tahun 2012 sebesar 0,81 naik sebesar 0,03 poin menjadi 0,83 di Tahun 2016.
6
Situasi Pembangunan
Manusia Antar
Analisis Situasi Pembangunan Manusia 43
SITUASI PEMBANGUNAN MANUSIA
ANTAR WILAYAH
Indonesia memiliki sekitar 17.504 Pulau yang menyebar dari 60 04’ 30” Lintang Utara hingga 110 00’36” Lintang Selatan dan 940 58’ 21” hingga 1410 01’10” Bujur Timur (Statistik Indonesia 2016). Seluruh pulau tersebut
membentuk 514 kabupaten/ kota dan bergabung menjadi 34 provinsi dengan ciri khas yang berbeda. Setiap daerah melakukan berbagai aktivitas yang menunjukkan entitas masing-masing. Pembangunan terus bergulir dari waktu ke waktu dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Pembangunan yang tidak merata antar wilayah dapat menimbulkan kesenjangan pembangunan termasuk juga kesenjangan dalam pembangunan manusia antar wilayah. Antar wilayah, masih terjadi provinsi/ kabupaten/ kota dengan status pembangunan manusia “rendah”.
Dari sisi regional, capaian IPM Provinsi Jawa Timur berada pada
katagori “Sedang” Capaian tertinggi di level provinsi ditempati oleh Provinsi DKI Jakarta dengan capaian IPM sebesar 78,99. Sedangkan capaian terendah ditempati oleh Provinsi Papua dengan IPM sebesar 57,25 (BPS, 2016). Di Jawa Timur, pada level kabupaten capaian IPM tertinggi ditempati oleh Kota Malang yaitu sebesar 80,46. Sedangkan capaian terendah ditempati oleh Kabupaten Probolinggo sebesar 66,31. Kesenjangan pembangunan manusia dalam perspektif kabupaten/ kota menjadi indikator penting dalam kinerja yang telah diupayakan pemerintah dalam pemerataan pembangunan pada tingkat provinsi. Sementara itu kesenjangan pada setiap dimensi pembentuk pembangunan manusia juga akan memberikan fokus yang lebih detil.