Skrining antibakteri kombinasi ekstrak etanol temulawak, meniran, kemukus dan beluntas terhadap staphylococcus Aureus, Escherichia coli dan Salmonella Typhi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Kombinasi ekstrak etanol daun salam, rimpang temulawak, daun jambu biji dan daun kemuning tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus,
Efek Antiinflamasi dan Anti- Diare Ekstrak Etanol Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Daun Ungu (Garptophyllum pictum I. Prosiding Seminar Nasional
KHM dan KBM dari kombinasi ekstrak air rimpang temulawak, daun kemuning, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) pada rentang konsentrasi 1000 ppm – 10.000
Kombinasi ekstrak air rimpang temulawak, daun kemuning, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm tidak memberikan
1.4.1 Kombinasi ekstrak air rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) pada rentang konsentrasi 1000 ppm – 10.000 ppm mempunyai daya
Kombinasi ekstrak air rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) menunjukkan Kadar Hambat Minimum (KHM) pada konsentrasi 10.000 ppm
Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak, daun beluntas, buah kemukus dan herba meniran tidak mempunyai efek antidiare terhadap mencit Swiss Webster dengan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanolik daun Beluntas dan Meniran terhadap bakteri Staphylococcus aureus.. Metode