• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS E-LEARNING BERBASIS GNOMIO PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMPN SATU ATAP 5 BULUKUMBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EFEKTIVITAS E-LEARNING BERBASIS GNOMIO PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMPN SATU ATAP 5 BULUKUMBA"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Teknologi Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

OLEH

DEWI FEBRIYANTI 105311104317

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PORGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2022

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi MOTTO

Jangan ingat lelahnya belajar, tapi ingat buah manisnya yang bisa dipetik kelak ketika sukses. Tidak ada hal yang sia-sia dalam belajar karena ilmu akan bermanfaat pada waktunya. Kegagalan dan kesalahan mengajari kita untuk

mengambil pelajaran dan menjadi lebih baik.

PERSEMBAHAN

Ku persembahkan karya ini untuk bapak ibuku dan saudaraku, yang senantiasa tulus mendoakan, mendukung, dan berkorban untukku. Dan terima kasih kepada sahabat, teman dan orang-orang yang tidak bisa saya sebutkan yang selalu ada dan

berjuang bersama-sama demi mencapai tujuan.

(7)

vii ABSTRAK

Dewi Febriyanti. 2021. Efektivitas e-learning berbasis gnomio pada mata pelajaran IPA di SMPN Satu Atap 5 Bulukumba. Skripsi. Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Abdul Hakim dan Pembimbing II Nurindah.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas e-learning berbasis gnomio pada mata pelajaran IPA kelas VII di SMPN Satap 5 Bulukumba.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan rumus persentase. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN Satap 5 Bulukumba dengan jumlah 28 orang.

Berdasarkan hasil penelitian di kelas VII SMPN Satap 5 Bulukumba diperoleh bahwa media gnomio efektif digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran di SMPN Satap 5 Bulukumba dengan rata-rata skor angket respon siswa pada mata pelajaran IPA berada dalam kategori baik dengan persentase 77,96%, dan hasil belajar siswa dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor persentase 85,89%.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran e-learning berbasis gnomio pada mata pelajaran IPA di Kelas VII SMPN Satap 5 Bulukumba efektif.

Kata Kunci : media gnomio, angket respon siswa, hasil belajar

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur patutlah dipanjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul. “Efektivitas E-learning berbasis Gnomio pada Mata Pelajaran IPA di SMPN Satu Atap 5 Bulukumba” Sholawat serta salam juga semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW kepada sahabat keluarga, serta ummat yang istiqomah berada di jalan-Nya.

Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban sebagai salah satu persyaratan guna menempuh gelar Strata-1 Program Studi Teknologi Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis mengambil judul skripsi ini adalah karena tertariknya penulis untuk menerapkan penggunaan media pembelajaran elearning berbasis Gnomio pada kelas VII di SMPN 5 Bulukumba.

Penulis menyadari dalam penyusunan Skripsi ini hambatan dan kesulitan selalu penulis temui, namun hanya atas izin-Nya serta bimbingan, dorongan, dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibunda Irma dan ayahanda Anca, atas kesabaran, keikhlasan, dan ketulusannya dalam membimbing dan membesarkan saya dengan penuh cinta dan kasih sayangnya.

(9)

ix

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada bapak Prof. Dr. H Ambo Asse., M.Ag. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, bapak Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, bapak Dr. Muhammad Nawir, M. Pd., Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan, serta bapak Dr. Abdul Hakim, M.Si., Dosen Pembimbing I, Ibu Nurindah, S.Pd.,M.Pd., Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk membimbing, mengarahkan, dan memberikan petunjuk sehingga skripsi ini dapat selesai, serta teruntuk sahabat-sahabat saya Karmilawati, Nurmi, Nurnadiati, Ratih Reski Nur, Resti, Derli, Risna B, Nurkhoriah Agustin, Melati dan Jaenal yang selalu menemani dan memberikan motivasi untuk menyelesaikan Skripsi ini dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih atas dukungannya.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang dapat menyempurnakan skripsi ini sangat penulis harapkan. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan Teknologi Pendidikan pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Makassar, 7 Desember 2021

Penulis

(10)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN... iii

SURAT PERNYATAAN... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian... 6

D. Manfaat Penelitian... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka ... 8

1. Penelitian Relevan ... 8

2. Efektivitas ... 10

3. E-learning ... 13

4. Gnomio ... 19

5. Ilmu Pengatahuan Alam (IPA) ... 28

B. Kerangka Pikir... 31

BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ... 33

B. Populasi dan Sampel ... 33

C. Definisi Operasional Variabel ... 34

D. Instrument Penelitian... 35

E. Teknik Pengumpulan Data ... 37

(11)

xi

F. Teknik Analisis Data ... 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ... 42 B. Pembahasan ... 46 BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan... 48 B. Saran ... 48 DAFTAR PUSTAKA ... 50 LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(12)

xii

DAFTAR TABEL

3.1 Populasi Penelitian ... 34

3.2 Sampel Penelitian ... 34

3.3 Kisi-kisi Angket Respon Siswa ... 36

3.4 Kategori Pengukuran Respon Siswa ... 39

3.5 Kriteria Hasil Belajar Siswa ... 40

3.6 Kategori Penilaian Hasil Belajar ... 41

4.1 Persentase Kategori Respon Siswa ... 43

4.2 Persentase Kategori Hasil Belajar Siswa ... 44

4.3 Persentase Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA ... 44

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Bagan Kerangka Pikir ... 32

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi, yaitu interaksi yang sadar akan tujuan. Interaksi ini berakar dari pihak pendidik (guru) dan kegiatan belajar secara pedagogis pada diri peserta didik, berproses secara sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tidak terjadi seketika, melainkan berproses melalui tahapan-tahapan tertentu.

Tujuan Pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 3, yaitu bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab. Sehingga pembelajaran dewasa ini tidak lagi berpusat pada guru (teacher center) akan tetapi lebih berpusat pada siswa (student center). Pandangan pendidikan sudah beralih dari behavioristik ke pandangan konstruktivisme, dimana siswa sendiri yang mengkonstruksikan pengetahuannya. Senada dengan pendapat filosofis konstruktivisme dari Pieget dalam Nermin & Olga (2010) bahwa seseorang membangun konsep

(15)

pemahamanya pada pengalaman mereka, dimana pengalaman rill membolehkan seseorang untuk mengkonstruk pemahamanya sendiri dalam cara yang berarti.

Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat dan pendidikan juga dapat dilakukan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang dapat mempengaruhi pertumbuhan individu. Pendidikan seumur hidup bermakna bahwa pendidikan adalah bagian dari kehidupan sendiri.

Pengalaman belajar dapat berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hayat.

Istilah belajar dan pembelajaran dalam pendidikan menurut Sudjana (2013: 2) bahwa “belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga ke liang lahat nanti”. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik) maupun yang menyangkut nilai dan sikap.

Pendidikan adalah usaha seseorang yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh ilmu, pengetahuan, wawasan serta pengalaman untuk pencapaian yang baik. Pendidikan juga merupakan suatu proses seseorang sebagai tempat pendewasaan diri, dan kemandirian seseorang terbentuk. Hal ini tidak lain dengan maksud tujuan untuk menentukan tujuan hidup, serta mampu memiliki pemikiran dan pengalaman yang luas, untuk masa depan yang diinginkan. Pendidikan sendiri dapat dilakukan melalui pendidikan keluarga, pendidikan lingkungan kita berada

(16)

serta pendidikan di sekolah. Dalam dunia pendidikan, kegunaan teknologi sering digunakan sebagai alat bantu penyampaian informasi yang berkaitan dengan proses pendidikan. Selain teknologi bermanfaat dalam penyampaian informasi dalam pendidikan, teknologi juga bermanfaat dalam usaha membantu proses pembelajaran terutama disekolah.

Sekolah merupakan bagian dari proses pendidikan seseorang dalam melakukan kegiatan-kegitan yang ada. Salah satunya yaitu dengan adanya kegiatan pembelajaran, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling penting, dalam proses pembelajaran pendidik harus memberikan pembelajaran yang sesuai dengan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pemahaman seorang guru terhadap pembelajaran akan sangat mempengaruhi cara guru itu mengajar.

Pada kegiatan pembelajaran, pembelajaran tidak hanya terjadi secara langsung bertemu di kelas atau di suatu tempat melainkan ada juga pembelajaran yang terjadi melalui perantara media atau alat yaitu dengan adanya model inovasi e-learning. E-learning atau electronic-learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda dengan e-learning namun pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika dengan internet sebagai alat bantunya.

“E-learning adalah sistem pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu. E-learning juga merupakan alat pembelajaran jarak jauh

(17)

yang memberikan alternatif, fleksibel, dan kaya peluang yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pelajar.” (Kristina, dkk. 2020: 182)

E-learning sebagai sebuah inovasi dalam dunia pendidikan diharapakan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dalam menjawab tantangan globalisasi dalam pendidikan digital. Penggunaan media seperti e-learning dalam suatu proses pembelajaran diharapkan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah kemandirian belajar peserta didik, karena dalam penggunaannya memungkinkan mengajarkan siswa mencari dan mempelajari ilmu pengetahuan yang lebih luas di dunia internet sehingga memunculkan kreativitas siswa dalam mempelajari ilmu pengetahuan.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem e-learning untuk meningkatkan efektivitas fleksibilitas pembelajaran. Apa lagi dimasa pandemi ini, dimana pembelajaran dilakukan secara online. Sebagaimana peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Darurat Covid-19. Salah satunya mengenai proses belajar dirumah. Setelah adanya kebijakan mengenai pembelajaran dirumah dimasa pandemi Covid-19, sekolah memutuskan untuk menggunakan beberapa aplikasi E-learning sebagai alternatif dalam pembelajaran. Beberapa aplikasi yang biasa digunakan diantaranya Google Classrom, Zoom, youtube, WhatsApp Group sebagai media pembelajaran.

(18)

Karena adanya larangan dari pemerintah untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka. Maka hal ini menjadi masalah tersendiri bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran bagi peserta didik. Kesulitan ini banyak dikeluhkan oleh siswa dan guru saat ini yang terkadang materi yang butuh penjelasan dalam waktu lama justru harus dijelaskan pada waktu singkat. Selain itu juga guru terkendala dalam memberikan soal-soal latihan ataupun ulangan karena tidak bisa dilakukan secara langsung.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap 5 Bulukumba merupakan lembaga pendidikan formal yang berdiri pada tahun 2012 sebagai salah satu sekolah negeri di Kabupaten Bulukumba. Sekolah ini ikut berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa dengan tujuan menjadikan generasi yang mempunyai kualitas sumber daya manusia yang baik. Karena adanya pandemi dan surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) mengharuskan pembelajaran dilakukan dirumah dengan waktu setiap hari, dan keterbatasan pemantauan guru untuk terjung langsung berinteraksi dengan peserta didik, hal ini menjadi pembelajaran baru bagi guru dan siswa.

Dari hasil observasi awal pada hari Senin, 22 Maret 2021, proses pembelajaran yang terjadi kurang optimal, siswa mengalami kesulitan dalam menerima pembelajaran, guru mengalami kesulitan dalam mengajarkan semua materi pelajaran, dan guru mengalami kesulitan dalam memberikan soal latihan/kuis karena adanya larangan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

(19)

Maka dari itu, peneliti menawarkan sebuah alternatif yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar di kelas dengan media penerapan yakni

“Efektivitas E-learning Berbasis Gnomio pada Mata Pelajaran IPA di SMPN Satu Atap 5 Bulukumba” yang bertujuan untuk memfasilitasi guru menyampaikan materi pembelajaran dan memfasilitasi siswa belajar.

B. Rumusan Masalah

Melihat latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan sebagai berikut :

1. Bagaimana respon siswa dalam penerapan sistem e-learning berbasis Gnomio pada mata pelajaran IPA di Kelas VII SMPN Satu Atap 5 Bulukumba?

2. Apakah sistem e-learning berbasis Gnomio efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran IPA di Kelas VII SMPN Satu Atap 5 Bulukumba?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Respon siswa dalam penerapan sistem e-learning berbasis Gnomio di SMPN Satap 5 Bulukumba.

2. Efektivitas e-learning berbasis Gnomio sebagai alternatif media pembelajaran di SMPN Satap 5 Bulukumba.

(20)

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Proses belajar mengajar akan lebih optimal.

2. Siswa dapat dengan mudah mendapatkan materi pelajaran serta soal latihan yang lebih beragam.

3. Memudahkan guru dalam memberikan materi pelajaran.

4. Membuka komunikasi antara guru dan siswa diluar jam pelajaran melalui form diskusi, informasi dan lainnya.

(21)

8 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka

1. Penelitian Relevan

Penelitian relevan berfungsi memberikan pemaparan tentang penelitian sebelumnya yang telah dilakukan. Berikut ini beberapa hasil penelitian yang terdapat kaitannya dengan penelitian ini adalah:

a. Blended Learning menggunakan Gnomio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP

Penelitian ini dilakukan oleh Rochmad dan Rais Ulinnuha (Universitas Negeri Semarang) pada tahun 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa blended learning menggunakan Gnomio dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi geometri. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melebihi batas ketuntasan aktual, proporsi siswa yang memenuhi batas tuntas aktual lebih dari 75%; kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajar dengan blended learning menggunakan Gnomio lebih dari kelas yang diajar dengan discovery learning. Di samping itu terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran blended learning menggunakan Gnomio.

(22)

b. Penerapan E-learning sebagai Alternatif Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Penelitian ini dilakukan oleh Dyah Darma Andayani, Dkk (Universitas Negeri Makassar) pada tahun 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru yang mengikuti kegiatan pelatihan telah memiliki kemampuan untuk merancang dan menerapkan e-learning dalam proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Learning Management System (LMS) dimasa pandemic covid-19 dengan sangat baik.

Adapun perbedaan antara penelitian relevan dengan peneliti lakukan : Perbedaan penelitian yang dilakukan Rochmad & Rais dengan peneliti lakukan terdapat pada desain penelitiannya. Desain yang digunakan Rochmad & Rais yaitu desain True Experimental digunakan untuk memilih dua kelas sebagai sampel penelitiannya sedangkan desain yang diambil peneliti yaitu Pre Experimental yang hanya membutukan satu kelas sebagai sampel. Sedangkan Perbedaan penelitian yang dilakukan Andayani, Dkk. dengan peneliti lakukan terdapat pada responden penelitiannya. Responden dari penelitian Andayani, Dkk yaitu Guru-guru SMKN 7 Arungkeke Pallangtika Kabupaten Jeneponto, sedangkan responden peneliti yaitu siswa Kelas VII SMPN Satap 5 Bulukumba.

(23)

2. Efektivitas

a. Pengertian Efektivitas

Pengertian efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Kata efektivitas lebih mengacu pada out put yang telah ditargetkan. Efektivitas merupakan faktor yang sangat penting dalam pelajaran karena menentukan tingkat keberhasilan suatu media pembelajaran. Pendapat ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sudjana (2013 : 50) yang menyatakan bahwa :

Efektivitas dapat diartikan sebagai tindakan keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat membawa hasil belajar secara maksimal. Keefektifan proses pembelajaran dengan jalan, upaya teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, tepat dan cepat.

sedangkan menurut Supardi dalam (Rohmawati 2015: 16) mengemukakan bahwa:

Pembelajaran efektif adalah kombinasi yang tersusun melipti manusiawi, material,E fasilitas, perlengkapan dan prosedur diarahkan untuk mengubah perilaku siswa ke arah yang positif dan lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Dari beberapa pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari penerapan suatu media pembelajaran, dalam hal ini diukur dari hasil yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Memilih media yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran memerlukan analisis mendalam dengan mempertimbangkan berbagai kriteria pemilihan media. Adapun kriteria pemilahan media menurut Musfiqon (2012: 121) diantaranya :

(24)

a. Kesesuaian dengan tujuan ….

b. Ketepatgunaan ….

c. Keadaan peserta didik ….

d. Ketersediaan ….

e. Biaya kecil ….

f. Keterampilan guru ….

g. Mutu teknis ….

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Penggunaan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, memperhatikan ketepatgunaan media, memilih media sesuai dengan perkembangan anak, ketersediaan media, biaya yang dibutuhkan, keterampilan guru menggunakan media pembelajaran serta mutu teknis media. selain itu, media pembelajaran bisa dikatakan efektif ketika mampu memberikan pengaruh, perubahan atau dapat membawa hasil.

Efektivitas pembelajaran dapat dilihat dari aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, respon siswa terhadap pembelajaran dan penguasaan konsep siswa. Untuk mencapai suatu konsep pembelajaran yang efektif dan efisien perlu adanya hubungan timbal balik antara siswa dan guru untuk mencapai suatu tujuan secara bersama, selain itu juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta media pembelajaran yang dibutuhkan untuk membantu tercapainya seluruh aspek perkembangan siswa.

(25)

b. Ciri-ciri Efektivitas Pembelajaran

Menurut Surya dan Mohamad dalam (Nabila 2021: 12) menyatakan bahwa keefektifan program pembelajaran di tandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1) Berhasil mengantarkan siswa mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah di tetapkan.

2) Memberikan pengalaman belajar yang atraktif, melibatkan siswa secara aktif sehingga menunjang pencapaian tujuan instruksional.

3) Memiliki sarana-sarana yang menunjang proses belajar mengajar.

Berdasarkan ciri program pembelajaran efektif seperti yang dituliskan diatas, keefektifan program dan media pembelajaran tidak hanya ditinjau dari segi tingkat hasil belajar saja, melainkan harus pula ditinjau dari segi proses dan sarana penunjang. Aspek hasil meliputi tinjauan terhadap hasil belajar siswa setelah mengikuti program pembelajaran yang mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

c. Kriteria Efektivitas

Efektivitas media pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran.

Menurut Muhli dalam (Rustan 2021: 12) bahwa kriteria efektivitas dalam penelitian ini mengacu pada :

1) Ketuntasan belajar, pembelajaran dapat dikatakan tuntas apabila sekurang-kurangnya 65% dari jumlah murid telah memperoleh nilai 60 dalam peningkatan hasil belajar.

2) Media pembelajaran Gnomio dikatakan efektif menggunakan media, murid menunjukkan perbedaan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran.

(26)

Jadi, efektivitas pembelajaran adalah suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Pembelajaran dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila secara statistik hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran.

3. E-learning

a. Pengertian Media E-learning

Pembelajaran yang berbasis internet ini lebih dikenal dengan e- learning atau pembelajaran dalam jaringan (daring). Sebagai pendidik setidaknya harus tanggap terkait dengan perubahan media pendidikan ini.

Menurut Hartono & Effendi (2005: 15) bahwa “bentuk perkembangan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran adalah menggunakan e-learning”. Pendapat ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Kusuma (2011: 37) yang menyatakan bahwa:

E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dan relatif baru di Indonesia …. Jadi e-learning adalah pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer.

E-learning merupakan inovasi dalam proses pembelajaran, pembelajaran dengan cara ini tidak hanya meningkatkan penguasaan materi pembelajaran tetapi juga perubahan dalam kemampuan berbagai kompetensi peserta didik. Melalui e-learning, peserta didik tidak hanya mendengarkan uraian materi dari pendidik saja tetapi juga aktif mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan sebagainya. Materi bahan ajar dapat

(27)

divirtualisasikan dalam berbagai format agar lebih menarik dan lebih dinamis sehingga mampu memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Menurut Putra dan Sudarti (2015), pembelajaran menggunakan e-learning lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan lingkungan pembelajaran tradisional.

Secara sederhana e-learning dapat dipahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antar pengajar (guru/dosen) dan pembelajar (siswa/mahasiswa).

Dari berbagai pengertian tersebut dapat ditegaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran yang menggunakan fasilitas kecanggihan TIK yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk belajar mandiri, dimana saja, kapan saja, sehingga mendorong mereka senang belajar dan berupaya meningkatkan kompetensi belajarnya. Adanya dorongan ini menunjukkan bahwa pembelajar memiliki motivasi yang tinggi dalam mempelajari materi pembelajaran di dalam e-learning.

Tujuan dari E-learning sendiri agar suatu materi pembelajaran dapat digunakan oleh semua pihak (yang terlibat) dengan mudah (aksesbilitasnya) dan dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dibutuhkan (tidak terpaku pada satu tempat atau disebut juga pendidikan jarak jauh). E-learning memiliki beberapa karasteristik yaitu, memanfaatkan jasa tekonologi elektronik, memanfaatkan keunggulan computer, menggunakan bahan ajar bersifat

(28)

mandiri. E-leraning memerlukan bantuan teknologi, yaitu, technology based learning (radio, tape, voice, video), dan technology based web-learning (website, email, bulletin board).

b. Manfaat Media E-learning

Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet. Internet menjadi suatu kebutuhan, karena berbagai informasi yang ada di dalamnya diakses secara mudah, kapan saja dan dimana saja. Pembelajaran dengan menggunakan jasa internet akan mempengaruhi tugas pengajar dalam proses pembelajaran dan cara belajar dari pembelajar itu sendiri. Proses pembelajaran tidak lagi didominasi oleh pengajar, melainkan dilengkapi oleh teknologi yang berkembang dengan pesat setiap saat, seperti komputer.

Pelengkap lainnya adalah materi pembelajaran tercetak seperti modul atau buku.

Menurut Hikma (2020: 75-76) ada beberapa manfaat yang dapat kita peroleh saat menggunakan e-learning khususnya dalam pembelajaran jarak jauh, antara lain:

1) Pengajar dan pembelajar dapat berkomunikasi secara mudah dan cepat melalui fasilitas internet tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.

2) Pengajar dan pembelajar dapat menggunakan materi pembelajaran yang ruang lingkup (scope) dan urutan (sekuensnya) sudah sistematis terjadwal melalui internet ....

3) Dengan e-learning dapat menjelaskan materi pembelajaran yang sulit dan rumit menjadi mudah dan sederhana ….

4) Mempermudah dan mempercepat mengakses atau memperoleh banyak informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang dipelajarinya dari berbagai sumber informasi dengan melakukan akses di internet ….

(29)

5) Internet dapat dijadikan media untuk melakukan diskusi antara pengajar dengan pembelajar, baik dalam seorang pembelajar, atau dalam jumlah pembelajar terbatas, bahkan massal ….

6) Peran pembelajar menjadi lebih aktif mempelajari materi pembelajaran, memperoleh ilmu pengetahuan atau informasi secara mandiri tidak mengandalkan pemberian dari pengajar, disesuaikan pula dengan keinginan dan minatnya terhadap materi pembelajaran.

7) Relatif lebih efesien dari segi tempat, waktu, dan biaya ….

8) Memberikan pengalaman yang menarik dan bermakna bagi pembelajar karena dapat berinteraksi langsung, sehingga pemahaman terhadap materi pembelajaran akan lebih bermakna pula (maeningfull), mudah dipahami, diingat dan mudah pula untuk diungkapkan kembali.

9) Kerja sama dalam komunikasi online yang memudahkan dalam transfer informasi dan melakukan suatu komunikasi, sehingga tidak akan kekurangan sumber atau materi pembelajaran.

10) Membuat pusat perhatian dalam pembelajaran ….

Adapun manfaat e-learning yang dikemukakan oleh Hartanto (2016:

24) bahwa e-learning “dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien karena waktu dan biaya yang dibutuhkan lebih sedikit”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa e-learning merupakan proses pengembangan pengetahuan menjadi lebih luas dimana proses tersebut dapat terjadi dimana saja dan kapan saja sepanjang dukungan dari peralatan dan infrastruktur tersedia dengan baik.

Sistem yang melibatkan e-learning sering disebut Learning Management System (LMS) atau Virtual Learning Environment (VLE). LMS adalah pembelajaran interaktif yang materinya tersedia secara daring dan memberikan umpan balik terhadap aktivitas siswa (Saraswat, 2014).

(30)

c. Karakteristik Media E-learning

E-learning terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘elektronic’ dan ‘learning’ yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika.

Karakteristik e-learning menurut Salma P. & Eveline S (2008: 197) adalah sebagai berikut:

1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; dimana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.

2) Memanfaatkan keunggulan media elektronik.

3) Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di media elektronik sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.

4) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Berdasarkan pengertian e-learning dan karakteristiknya, maka kegiatan belajar mengajar akan berjalan efektif jika didukung dengan jasa bantuan perangkat elektronika seperti computer, laptop atau smartphone.

Proses pembelajaran ini akan memudahkan siswa atau guru untuk mengaksesnya setiap saat.

d. Kelebihan dan Kelemahan E-learning

E-learning merupakan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, tidak hanya dalam penyampaian materi pembelajaran tetapi juga perubahan dalam kemampuan berbagai kompetensi peserta didik.

Melalui e-learning, peserta didik tidak hanya mendengarkan uraian materi

(31)

dari pendidik saja tetapi juga aktif mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan sebagainya. Materi bahan ajar dapat divirtualisasikan dalam berbagai format sehingga lebih menarik dan lebih dinamis sehingga mampu memotivasi peserta didik untuk lebih jauh dalam proses pembelajaran.

Setiap media pembelajaran memiliki kelebihan masing-masing sama halnya dengan media pembelajaran e-learning. Adapun kelebihan dari media pembelajaran e-learning menurut Hartanto (2016: 22) adalah sebagai berikut:

1) Dengan adanya e-learning maka dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.

2) E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan materi.

3) Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

4) Dengan e-learning proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar.

Selain memiliki beberapa kelebihan, e-learning juga memiliki beberapa kelemahan. Menurut Sunzuphy (2002: 31) kelemahan e-learning yaitu :

1) Terutama dari sisi kebutuhan investasi jaringan pendukung dengan perangkat lunaknya. Untuk dapat memperoleh manfaat yang optimal dari e-learning dibutuhkan dukungan jaringan yang tepat dan stabil.

2) Guru banyak yang belum siap menggunakan metode e- learning dan masih belum terampil menggunakan fasilitas seperti video dan computer.

3) Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah juga menghambat pelaksanaan e-learning.

Berdasarkan kelebihan dan kelemahan e-learning yang di kemukakan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-learning pada

(32)

proses pembelajaran dapat membantu guru dalam penyampaian materi pelajaran, mempermudah interaksi antara siswa dan guru dan mengembangkan pengetahuan siswa dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan.

4. Gnomio

a. Pengertian Gnomio

E-learning adalah teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran yang dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun. Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang memvirtualisasikan proses belajar mengajar misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi pembelajaran, forum diskusi, sistem penilaian serta sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet.

Menurut Ike (2019) dalam (Khoiriyah 2019: 20) “menyatakan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis teknologi elektronik internet yang digunakan untuk memudahkan dalam menerima pengetahuan serta meningkatkan keterampilan siswa”.

Gnomio merupakan salah satu produk dari media berbasis e-learning yaitu Moodle (modular object oriented dynamic learning environment) yang dapat di akses online secara gratis. Moodle adalah sebuah nama untuk pemrograman aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran

(33)

menjadi sebuah bentuk website. Moodle adalah perangkat lunak gratis yang open source dibawah lisensi GNU (General public license) yang artinya meskipun mempunyai hak cipta, moodle tetap memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menggandakan, menggunakan dan memodifikasi. Menurut Sunartama dalam (Khoiriyah 2019: 21) “menyatakan bahwa moodle intinya adalah pengajar dan peserta didik melakukan aktivitas dalam pelatihan online.”

Gnomio merupakan Learning Managemen System (LMS) open source yang dapat diperoleh bebas (free) dari moodle tanpa menggunkan server khusus, guru dan siswa dapat berinteraksi didalamnya. Dengan menggunakan Gnomio memungkinkan siswa untuk masuk kedalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan file lain. Oleh karena itu, dengan menggunakan Gnomio dapat memudahkan guru dan siswa dalam melakukan proses pembelajaran sehingga dimungkinkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Moodle adalah merupakan salah satu paket software untuk membuat suatu pelatihan-pelatihan berbasis web dan internet yang biasa disebut sebagai Learning Management System (LMS) / Course Management System (CMS) / Virtual Learning Environment (VLE). Moodle disediakan secara gratis dan bebas digunakan karena merupakan software open source (dibawah lisensi GNU Public).

Moodle merupakan akronim dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle dikembangkan oleh Martin Dougiamas,

(34)

seorang ilmuwan UN Agency. Sebagai platform pembelajaran, moodle dirancang untuk memberi para pendidik, administrator, dan peserta didik satu sistem yang kuat, aman dan terintegrasi untu menciptakan lingkungan belajar yang dipersonalisasikan. Moodle dibangun untuk memfasilitasi pembelajaran daring dengan keunggulan-keunggulan sebagai berikut.

1) Terbukti dan dipercaya di seluruh dunia.

2) Dirancang untuk mendukung pengajaran dan pembelajaran.

3) Mudah digunakan.

4) Gratis tanpa biaya lisensi.

5) Selalu dikembangkan dan didukung oleh developer dari seluruh dunia.

6) Sangat fleksibel dan dapat disesuaikan.

7) Dapat digunakan di mana dan kapan saja.

Fitur-fitur Moodle semakin berkembang. Petroulis mengembangkan gamification elements pada Moodle Course. Gamification dapat didefinisikan sebagai penggunaan elemen desain game dan mekanisme, estetika serta pemikiran dalam game pada konteks atau proses non-game (seperti pendidikan) untuk melibatkan pengguna sistem, memotivasi mereka, mempromosikan pembelajaran dan bahkan memecahkan masalah.

b. Kelebihan dan Kelemahan Gnomio

Menggunakan media pembelajaran pasti memiliki kelebihan dari media pembelajaran yang lainnya, sama halnya dengan media pembelajaran Gnomio. Adapun Kelebihan Gnomio Menurut Munir (2009: 80) adalah sebagai berikut:

(35)

1) Penggunaannya tepat untuk kelas online.

2) Hasil belajarnya relatif sama baiknya dengan belajar secara langsung tatap muka dengan pengajar.

3) Pengajar mempunyai hak istimewah, yaitu dapat mengubah (memodifikasi) materi pembelajaran. Pengajar dapat mengatur pelajaran, termasuk melarang pengajar yang lain memberikan pelajaran. Selain itu, dapat memilih bentuk atau metode pembelajaran seperti berdasarkan mingguan,erdasarkan topik atau bentuk diskusi.

4) Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, sehingga mudah, relatif murah, dan efesien.

5) Programnya mudah di instal.

6) Programnya cukup satu database yang diperlukan.

7) Pelajaran dilengkapi dengan tampilan penjelasan. Selain itu, pelajar dapat dipilih menjadi beberapa kategori dan dapat mendukung banyak pelajaran.

8) Keamanan yang terjamin dengan baik.

9) Disediakan paket untuk berbagai bahan sehingga memudahkan pengguna untuk memilih bahasa yang digunakan, bisa Bahasa Indonesia, Inggris, Cina, Prancis dan sebagainya.

Selain memiliki kelebihan, Gnomio juga memiliki kelemahan.

Menurut Munir (2009: 80) kelemahan Gnomio adalah sebagai berikut:

1) Tidak selalu mendukung terhadap web browser yang ada, sekalipun dapat diperbaharui dengan cara men-download aplikasi Moodle yang terbaru.

2) Pada pilihan bahasa masih ada beberapa bagian dalam tampilan e-learning yang tidak dapat dirubah.

Berdasarkan kelebihan dan kelemahan gnomio yang di kemukakan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan gnomio pada proses pembelajaran relatif sama baiknya dengan belajar secara langsung tatap muka, guru mempunyai hak yang istimewah karena dapat mengubah (memodifikasi) materi pembelajaran, dan teknologi yang digunakan bersifat sederhana sehingga mudah, relatif murah, dan efesien digunakan pada saat proses pembelajaran.

(36)

c. Penggunaan Gnomio

Manajemen Moodle mempunyai masing-masing tugas dan kewenangan yaitu :

1) Admin

a) Website diatur oleh Admin, yang telah ditetapkan ketika membuat website.

b) Tampilan (Themes) diizinkan pada Admin untuk memilih warna, jenis huruf, susunan dan lain sebagainya untuk kebutuhan tampilan.

c) Bentuk kegiatan yang ada dapat ditambah.

d) Source Code yang digunakan ditulis dengan menggunakan PHP.

Mudah untuk dimodifikasi dan sesuai dengan kebutuhan.

2) Guru

a) Guru mengendalikan secara penuh untuk mengatur kuliah, termasuk melarang pengajar yang lain.

b) Memilih bentuk/metode kuliah seperti berdasarkan mingguan, berdasarkan topik atau bentuk diskusi.

c) Terdapat Materi. Forum, ujian/kuis, Tugas, yang digunakan untuk mendukung proses belajar.

d) Bahan kuliah dapat dipaketkan dengan menggunakan file zip.

e) Guru mempunyai hak istimewa, sehingga dapat mengubah (memodifikasi) bahan kuliah.

(37)

3) Siswa

a) Metode Email standar : Siswa dapat membuat nama pemakai untuk login. Alamat email akan diperiksa melalui konfirmasi.

b) Semua Pengguna dapat membuat biografi sendiri, serta menambahkan photo.

c) Tiap orang disarankan cukup pengguna saja untuk seluruh sever.

Tiap pengguna dapat mempunyai akses yang berbeda.

d) Tamu dan mahasiswa bisa mendownload materi kuliah yang telah di buat oleh guru pada bagan mingguan.

d. Proses Pembelajaran pada Moodle 1) Mekanisme Menggunakan Moodle

Untuk menggunakan Moodle. Para pengguna harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran agar dapat memanfaatkan fasilitas di e-learning, pada proses pendaftaran para penguna harus mempunyai alamat email. Alamat email diperlukan untuk mengkonfirmasi kebenaran alamat email yang digunakan. Oleh sebab itu, setelah mendaftar, untuk masuk yang pertama kali ke Moodle harus melalui link yang telah dikirimkan melalui email ketika mendaftar.

a) Username adalah nama user yang telah didaftarkan oleh Administrator User ke dalam sistem hak aksesnya.

b) Password adalah kata kunci yang dimiliki oleh masing-masing user dan hanya diketahui oleh user yang bersangkutan untuk masuk ke dalam sistem menggunakan username tersebut. Dengan

(38)

demikian, orang lain tidak bisa masuk ke dalam sistem dengan menggunakan username tertentu kecuali mengetahui passwordnya.

2) Mekanisme Pembelajaran pada Bagan Mingguan

Untuk mengakses pembelajaran perminggu pada Moodle para siswa terlebih dahulu melakukan pendaftaran agar dapat memanfaatkan fasilitas dan materi-materi pada pembelajaran. Siswa dapat memilih salah satu mata pelajaran yang akan di ikuti pada pembelajaran tersebut. Pada tampilan mata pelajaran terdapat bagan mingguan yang akan di gunakan oleh siswa.

Untuk mengikuti proses pembelajara siswa atau peserta harus terdaftar pada mata pelajaran tersebut. Untuk penilaian kehadiaran akan terlaksanakan secara ototmatis apabila peserta atau siswa tersebut aktif mengikuti dan mendownload materi-materi yang telah di tentukan oleh guru, apabila materi tersebut dalam bentuk file pdf, doc, ppt dan lain-lain. Serta tugas-tugas yang telah di sediakan oleh guru pada akhir pembelajaran.

Pada minggu berikut guru akan melaksanakan sebuah uijian/kuis pada moodle untuk dapat mengetahui prestasi dari siswa atau peserta yang mengikuti mata pelajaran tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses belajar-mengajar perminggu pada moodle, sehingga kehadiran siswa atau peserta harus dilihat berdasarkan aktifitas siswa atau peserta melalui login ke sistem e-learning (pengganti absen di kelas).

(39)

3) Mekanisme Diskusi atau Forum

Forum diskusi online dapat digunakan sebagai sarana diskusi siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa. Forum ini juga dapat digunakan untuk menyampaikan pengumuman menambah topik dan membalas pesan.

Agar dapat mengakses forum dari suatu mata pelajaran, terlebih dulu peserta atau siswa harus dapat mengakses pelajaran tersebut Pada diskusi/forum pengajar dapat menambahkan forum ke mata pelajaran. Forum dapat juga ditambahkan ke halaman depan (homepage) e-learning oleh admin. Saat membuat forum, pengajar akan mengisi deskripsi dari forum itu.

Pengajar bebas menguraikan deskripsi tentang forum. Deskripsi ini pertama kali akan dilihat oleh siswa yang memasuki forum tersebut.

Mengirim pesan di forum itu mudah. Fasilitas pengedit teks yang mirip Microsoft Word di dalam program penjelajah sudah tersedia. Lewat pengaturan tertentu, di forum siswa dapat mengunggah berkas. Dengan demikian dimungkinkan membuat skenario kerja sama tugas kelompok antar siswa lewat forum. Forum dapat juga dipakai untuk mendiskusikan tugas yang pengajar berikan kepada siswa.

4) Mekanisme Ujian atau Kuis

Kategori Bank Soal pada course homepage dengan LMS Moodle pada setiap sistem Moodle ada “default”. Kategori ini dapat memudahkan guru dalam menyajikan soal-soal tersebut kepada siswa. Adapun jenis-jenis soal yang siap digunakan antara lain : essay, mencocokkan, jawaban tempelan (close), pilihan ganda, isian, benar-salah dan lain-lain. Soal-soal dengan

(40)

jawaban bisa menjadi sumber bahan ajar yang menunjang peserta dalam mendapatkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan oleh guru kepada siswa.

Guru membuat modul ujian/kuis. Setelah guru mengupload semua modul dan materi pada bagan mingguan, guru juga membuat kuis berbentuk pilihan ganda dan isian pada bagan mingguan. Dengan jumlah masing - masing soal, setiap siswa yang mengikuti kuis/ujian tersebut akan mendapat range skor untuk nilai kuis adalah dari 0 - 100.

Kegiatan kuis/ujian yang dilakukan offline adalah kegiatan tidak dilakukan melalui internet. Walaupun demikian, kegiatan ini dapat dimasukkan ke dalam Moodle sehingga nilainya terintegrasi dengan nilai- nilai kegiatan online pembuatan kegiatan kuis/ujian offline sama dengan pembuatan tugas. Perbedaanya adalah pada saat pembuatan jenis tugas di isi dengan kegiatan offline perbedaan yang lain adalah pada kegiatan offline tidak ada file yang di kirimkan oleh guru kepada siswa.

5) Mekanisme Penilaian

Penilaian keseluruhan kegiatan pada moodle merupakan bagian dari keseluruhan nilai akhir siswa. Penilaian akan di berikan oleh guru pada setiap siswa atau peserta yang mengikuti pembelajaran online dan mempelajari bahan-bahan materi dengan mendownload materi tersebut, melaksanakan tugasnya, serta mengikuti kuis/ujian online yang diadakan, maka ia secara otomatis akan memperoleh nilai masing-masing yang telah ditetapkan oleh guru yang bersangkutan.

(41)

Penilaian jawaban siswa pada Kuis/ujian dilakukan secara otomatis oleh sistem. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang sangat terbuka dimana tidak mungkin dinilai oleh sistem, maka pengajar harus menilai jawaban secara manual atau offline.

5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Ilmu pengetahuan merupakan cara untuk mempelajari alam semesta beserta komponen yang ada di dalamnya. Ilmu pengetahuan tersebut terbagi menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cabang pengetahuan yang mempelajari alam semesta yang berawal dari fenomena alam. Ilmu alam “natural science”

atau “Ilmu Pengetahuan Alam” adalah istilah yang digunakan pada rumpun Ilmu di mana objeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler dalam (Wina 2010:122) bahwa “Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen.”

Ilmu pengetahuan alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip- prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA

(42)

diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Pendidikan IPA diarahkan untuk bertanya dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

b. Bagian-bagian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa tentang gejala alam yang melalui suatu rangkaian kegiatan metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen. Pendapat ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sujana (2014: 4) mengatakan bahwa:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai alam semesta beserta isinya, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya …. baik dilakukan secara sistematik yang didukung oleh teori-teori sebelumnya maupun dengan spekulasi tanpa dukungan teori lainnya.

Menurut Nokes dalam buku Science in Education Allo (2020) Ilmu pengetahuan alam di bagi menjadi dua cabang utama yaitu ilmu hayati dan ilmu alam.

1) Ilmu Hayati atau Biologi

Biologi adalah ilmu yang mempelajari semua hal berkaitan dengan makhluk hidup seperti karakteristik, klasifikasi dan perilaku organisme (makhluk hidup).

(43)

2) Ilmu Alam

Ilmu alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana objeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dan di mana pun. Ilmu alam terbagai menjadi beberapa cabang yaitu:

a) Kimia b) Fisika c) Astronomi d) Ilmu Bumi e) Ilmu Armosferik f) Oceanografi

c. Tujuan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Ada beberapa tujuan dilaksanakan pembelajaran IPA secara terpadu menurut Dapartemen Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2006: 7) yaitu :

1) Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pembelajaran

Banyak ahli menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun, karena pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berfikir operasional konkret ke berfikir abstrak. Selain itu siswa melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. Maka dari itu, pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan parsial. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan, maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif.

(44)

2) Meningkatkan Minat dan Motivasi

Pembelajaran IPA terpadu di SMP memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh, menyeluruh, dinamis, bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru serta kebutuhan dan kesiapan siswa. Pembelajaran IPA terpadu dapat mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut.

B. Kerangka Berpikir

Sistem pembelajaran online saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh berbagai sektor institusi yang ditujukan agar pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

Dengan mengunakan media internet yang sudah dapat diakses dengan mudah oleh berbagai kalangan masyarakat dan golongan diharapkan keberlanjutan pembelajaran dapat terus dilakukan.

Begitu pesatnya perkembangan penggunaan internet di Indonesia telah mempengaruhi banyak hal antara lain pendidikan dengan lahirnya konsep e- learning. E-learning akan membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) maupun sistemnya.

Moodle merupakan perangkat lunak open source yang mendukung implementasi e-learning dengan paradigma terpadu dimana berbagai fitur penunjang pembelajaran dengan mudah dapat diakomodasi dalam suatu

(45)

portal e-learning. Fitur-fitur penting penunjang pembelajaran tersebut misalnya: tugas, kuis, komunikasi, kolaborasi, serta fitur utama yang dapat meng-upload berbagai format materi pembelajaran.

Peneliti bermaksud untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis online dengan menggunakan media Gnomio, dimana dengan menggunakan media Gnomio dapat memudahkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang akhirnya mampu sejalan dengan meningkatnya hasil belajar siswa tersebut. Untuk lebih jelasnya kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 bagan kerangka pikir Pembelajaran IPA Kelas VII SMPN

Satap 5 Bulukumba

Pembelajaran menggunakan e-learning berbasis Gnomio

Efektif/Tidak Efektif

(46)

33 BAB III

METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif atau biasa disebut dengan pendekatan kuantitatif karena pada penelitian ini peneliti menganalisis dan mengklasifikasikan dengan menggunakan angket dan mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungan. Seperti yang diungkapkan oleh Sugiyono (2013 : 10) mengemukakan bahwa “Penelitian deskripif kuantitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memperoleh data yang berbentuk angka atau data kuantitatif yang diangkakan”.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Menurut Sugiyono (2013: 80) menyatakan bahwa “populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.”

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN Satap 5 Bulukumba untuk menunjang hasil belajar siswa dengan menggunakan E-learning berbasis Gnomio.

(47)

Tabel 3.1 Populasi Penelitian

NO Kelas Jumlah Siswa

1 VII 28

2 VIII 26

3 IX 26

Jumlah Populasi 80

(Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMP Negeri Satap 5 Bulukumba)

2. Sampel

Sugiyono (2013: 81) menyatakan bahwa “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling yaitu teknik sampling secara berkelompok dan pengambilan sampel jenis ini dilakukan berdasarkan kelompok tertentu. Penerapan media gnomio di kelas VII dipilih berdasarkan informasi dari guru SMPN Satap 5 Bulukumba bahwa siswa kelas VII bersifat homogen sehingga sampel yang terpilih dianggap bisa mewakili populasi.

Tabel 3.2. Sampel Penelitian

Kelas Laki-Laki Perempuan Total

VII 13 15 28

(Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMP Negeri Satap 5 Bulukumba)

C. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasinal adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan atau menspesifikasi kegiatan, ataupun

(48)

memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tersebut. kegunaan definisi operasional dalam penelitian adalah untuk memberikan batasan dan pengertian yang jelas tentang variabel sehingga tidak terjadi kesalah fahaman mengenai data yang akan dikumpulkan dan menghindari kesesatan alat pengumpulan data. Adapun definisi operasional antara lain :

1. Media e-learning berbasis Gnomio adalah sebuah platform yang digunakan untuk menunjang sistem manajemen pembelajaran secara online dan menggunakan perangkat komputer. Gnomio juga termasuk ke dalam aplikasi berbasis web (web-based), yang mana untuk setiap aktivitas pembelajaran terkait akses materi, diskusi, tanya jawab, hingga evaluasi dapat dilakukan melalui tampilan website dengan menggunakan bantuan browser.

2. Respon siswa dalam pembelajaran IPA adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap penggunaan media gnomio dalam pembelajaran.

3. Efektivitas adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan tepat, benar sehingga tujuan yang diinginkan dapat berhasil sesuai dengan cara yang diharapkan, efektivitas sering kali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran.

D. Instrument Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket dan tes hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian

(49)

ini untuk memperoleh data respon siswa dan hasil belajar siswa setelah menggunakan gnomio.

1. Angket Respon Siswa

Lembar angket berupa daftar pertanyaan secara tertulis dengan beberapa alternatif jawaban lalu diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPA sesudah menggunakan media gnomio. Langkah- langkah dalam menyusun instrumen penelitian yaitu membuat kisi-kisi instrumen penelitian, adapun kisi-kisi instrumen respon siswa dapat dilihat sebagai berikut.

Tabel 3.3 Kisi-kisi Angket Respon Siswa

Indikator Respon Siswa No Pernyataan Perasaan gembira mengikuti pembelajaran 2, 3, 7, 8, 21, 11 Keterlibatan siswa dalam proses

pembelajaran

4, 6, 9, 16, 17, 18

Perhatian siswa terhadap pembelajaran 1, 11, 12, 19

Ketertarikan siswa terhadap pembelajaran 5, 10, 13, 14, 15, 18

Total Pernyataan 20

Nabila (2021: 32)

Berdasarkan kisi-kisi tersebut makan akan disusun lembar angket respon siswa dengan menggunakan skala pengukuran sikap yakni skala likert dengan 4 kemungkinan jawaban. Angket ini terdiri dari 20 pertanyaa, yaitu pada angket awal dan angket akhir, namun pada angket akhir digunakan untuk melihat motivasi murid setelah menggunakan media gnomio. Dalam pernyataan tersebut peneliti memberikan 4 pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak

(50)

setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) dan siswa hanya diperbolehkan menjawab satu pilihan jawaban.

2. Tes Hasil Belajar Siswa

Dalam penelitian ini, peneliti memberikan tes tertulis pada siswa. Tes diberikan setelah menerapkan pembelajaran menggunakan media gnomio. Tes yang akan diberikan dalam bantuk soal pilihan ganda yang berhubungan dengan materi ajar. Pemberian tes ini digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa telah menguasai pelajaran yang telah disampaikan. Jika hasil belajar siswa mencapai nilai maka siswa dapat dikatan telah menguasai materi pelajaran.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data-data yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Tes

Tes adalah soal yang diberikan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang di dapat, dengan bentuk tes pilihan ganda. Tujuan pemberian tes adalah untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan e-learning berbasis Gnomio.

2. Angket

Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden untuk dijawab. Angket dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka yang dapat diberikan kepada responden secara langsung dengan melalui google form.

(51)

Angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap media pembelajaran sebagai salah satu indikator keefektifan media pembelajaran gnomio dan ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran gnomio.

3. Dokumentasi

Dokumen adalah cara pengumpulan data melalui bahan tertulis yang ada sebelumnya atau dilakukan untuk penyediaan dokumen dengan mengguakan bukti yang akurat dari percatatan sumber informasi, seperti bukti proses pembelajaran.

F. Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2013: 226) bahwa analisis deskriptif adalah “statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.”

Secara kuantitatif data skor angket dan hasil belajar murid akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus presentase kemudian dikumpulkan, dianalisis, di interprestasikan berdasarkan kategori persentase.

Kemudian peneliti menyimpulkan dengan uraian kata-kata. Berikut teknik analisis data yang dilakukan.

1. Analisis Angket Respon Siswa

Angket/kuesioner respon digunakan peneliti untuk mengetahui respon siswa terhadap gnomio. Dalam angket ini terdapat 20 pernyataan positif yang berkaitan dengan penggunaan gnomio dalam pembelajaran.

Dalam pemberian skor diberikan untuk pernyataan sangat setuju (SS) memiliki skor 4, Setuju (S) memiliki skor 3, tidak setuju (TS) memiliki skor 2,

(52)

dan sangat tidak setuju (STS) memiliki skor 1. Sehingga skor tertinggi dari 20 pernyataan tersebut adalah 80 dan skor terendahnya adalah 20. Berikut kategori respon siswa :

Tabel 3.4 Kategori Pengukuran Respon Siswa

Skor Kategori

70 – 100 sangat baik

56 – 69 Baik

40 – 55 Sedang

20 – 40 Tidak baik

Rustan (2021 : 28)

Selanjutnya akan di hitung persentase angket respon siswa dengan rumus persentase sebagai berikut:

Ket :

P = presentase f = frekuensi

N = jumlah responden (Sugiyono 2013 : 183)

2. Analisis Tes Hasil Belajar Siswa

Hasil tes tertulis yang dianaisis dalam hal ini yaitu lembar hasil tes siswa.

Data hasil tes akan dianalisis dengan melakukan penskoran setiap item pada lembar jawaban siswa. Skor yang didapatkan masing-masing siswa ditiap item soal disesuaikan dengan pedoman penskoran yang telah disusun sebelumnya.

(53)

Setelah dilakukan penskoran maka akan didapatkan skor total untuk tiap siswa.

Skor total yang diperoleh siswa merupakan skor akhir siswa.

Selanjutnya, berdasarkan kategori ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan SMPN Satap 5 Bulukumba yaitu 75 dengan rentang skor 1-100 maka nilai termasuk dalam kategori “tuntas” dan nilai <75 termasuk dalam kategori “tidak tuntas”. Untuk menghitung ketuntasan belajar siswa individual digunakan rumus sebagai berikut :

Ket :

S = nilai yang diharapkan

R = jumlah skor/item yang dijawab benar N = skor maksimum dari tes

(Purwanto 2008 : 112)

Berdasarkan hal tersebut nilai akhir tes diberian kategori sebagai berikut : Tabel 3.5 Kriteria Hasil Belajar Siswa

Nilai Akhir Kriteria Hasil Belajar

X Tuntas

X < 75 Tidak Tunas

Sumber Data: Tata Usaha SMPN Satap 5 Bulukumba

Selanjutnya akan dihitung persentase banyaknya siswa pada setiap kriteria hasil belajar siswa menggunakan rumus persentase berikut ini :

(54)

Ket :

P = presentase f = frekuensi

N = jumlah responden (Sugiyono 2013 : 183)

Dari rumus diatas akan didapat berapa banyak siswa yang tidak tuntas dan tuntas pada tes setelah mengikuti pembelajaran menggunakan gnomio. Kemudian persentase hasil belajar siswa akan dikategorikan sebagai berikut :

Tabel 3.6 Kategori Penilaian Hasil Belajar

Persentase Ketuntasan Kategori

x > 80 Sangat baik

60 < x Baik

40 < x 60 Cukup

20 < x 40 Kurang

x x 20 Sangat kurang

Sugiyono (2019: 148) 3. Kriteria Efektivitas

Dalam penelitian ini dikatakan efktivitas jika memenuhi kriteria berikut : a) Skor rata-rata respon siswa minimal dalam kategori sedang.

b) Skor hasil belajar sama atau lebih besar dari KKM yaitu 75.

c) Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa minimal di kategori baik.

(55)

42 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian yang menggambarkan efektivitas pembelajaran dengan penerapan media pembelajaran e-learning berbasis gnomio pada mata pelajaran IPA berdasarkan indikator keefektifan pembelajaran yaitu dilihat dari respon siswa dan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh berdasarkan instrumen yang digunakan untuk respon siswa dan hasil belajar siswa. Hasil analisis deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini dinyatakan dari hasil angket dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis deskriptif kuantitatif. Untuk mempertegas hal di atas dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Analisis Deskriptif a. Respon Siswa

Hasil analisis deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini dinyatakan dari hasil angket. Pemberian angket ini untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran e-learning berbasis gnomio. Data angket respon siswa kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik penskoran. Adapun hasil analisis data angket respon siswa masing-masing siswa dapat dilihat pada lampiran 10.

Pada tabel kategori pengukuran respon siswa menunjukkan persentase banyaknya siswa dari setiap kategori respon siswa. Persentase ini digunakan untuk mengetahui respon siswa setelah mengikuti

Referensi

Dokumen terkait

Dalam studi kasus ini, akan membahas secara singkat tentang pemodelan sistem informasi penggajian untuk dosen tidak tetap yang menggunakan tiga diagram pada UML

1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik sehingga dapat memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan mudah dan cepat, baik antara pengajar dengan pembelajar,

Mahasiswa UNS merupakan tempat yang termasuk dalam kategori heterogen yang di dalamnya bukan hanya para mahasiswa dan mahasiswi, tetapi ada satpam, pengelola asrama dan

-Guru Besar -PK Hem -AJK Disiplin Jan – Mei Jun - Nov Perjalanan sekolah lebih baik dan murid lebih berdisiplin 80% murid dapat mematuhi semua peraturan dan undang-undang

Bahwa benar dalam persidangan terbukti para saksi korban berangkat menuju Papua Sorong akan tetapi keterlibatan atau peran terdakwa dalam perkara ini masih keliatan sumir

Tabel 3 menunjukkan perbandingan perawat dalam penerapan budaya keselamatan pasien antara kelompok yang mendapatkan program mentoring dengan kelompok yang tidak mendapatkan

Wartawan tersebut tidak akan mengetaui secara langgsung tanggapan para pembacanya terhadap pesan atau berita yang disiarkannya itu.sama juga seperti penyiar radio,

Pada subbab c kita telah mengetahui bahwa luas merupakan limit suatu jumlah, yang kemudian dapat dinyatakan sebagai integral tertentu.Pada subbab ini, akan dikembangkan