• Tidak ada hasil yang ditemukan

Business Process Management

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Business Process Management"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KANTOR CABANG - JL PAJAJARAN NO 21 BANDUNG

Business Process Management

PT KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION

(2)

CURRICULUM VITTAE

WISNU DWIGUS SANYOTO BLITAR, 6 AGUSTUS 1989

ALUMNI UNIVERSITAS AIRLANGGA ( 2012)

KARIER DI KIMIA FARMA :

1. MARET 2013 - DESEMBER 2014 ( APJ KFTD TERNATE ) 2. JANUARI 2015 - MARET 2017 ( BM KFTD TERNATE ) 3. MARET 2017 - FEBUARI 2019 ( BM KFTD PALU )

4. FEBUARI 2019 - MARET 2022 ( BM KFTD BANDUNG )

5. MARET 2022 - SEKARANG ( INVENTORY PERFORMANCE KFA )

(3)

AGENDA STYLE

BUSINESS PROSESS MANAGEMENT PEDAGANG BESAR FARMASI

DEFINISI

UNIT OPERASIONAL PBF

BUSINESS PROCESS LIFECYCLE

BUILDING BLOCK ORGANISASI GAMBARAN SECARA UMUM SO PBF

STRUKTUR ORGANISASI

SERTIFIKASI / RESERTIFIKASI IJIN PBF

LEGALITAS / DESAIN PBF

UNIT LOGISTIK UNIT PENJULAN

UNIT TATA USAHA/KEUANGAN

UNIT OPERASIONAL PBF

01

02

03

04

05

(4)

Business process management (BPM)

Business process management (BPM) is the discipline of improving a business process from end to end by analyzing it, modelling how it works in different scenarios, executing improvements, monitoring the improved process and continually optimizing it.

BPM

DESIGN

MODEL

EXECUTE MONITOR

OPTIMIZE

PLAN DO CECK ACT

(5)

PERMEN KES

Pedagang Besar Farmasi(PBF)

Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

PBF Cabang merupakan cabang PBF yang telah memiliki pengakuan untuk pengadaan, penyimpanan, penaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

(Permenkes Nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011)

• Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik

• Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi

• Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Piskotropika, dan Prekursor Farmasi

• Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011 Tentang Pedagang Besar Farmasi

• Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi

(6)

BUSINESS PROCESS LIFECYCLE

LEGALITAS/

DESIGN PBF

UNIT LOGISTIK UNIT PENJUALAN

UNIT UMUM DAN SDM

DOKUMENTASI DAN

PELAPORAN

UNIT EKSPEDISI

UNIT PERPAJAKAN

UNIT KEAUNGAN

DAN AKUTANSI

(7)

STRUKTUR ORGANISASI

Robbins memberikan definisi organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja secara terus-menerus untuk mencapai suatu atau sekelompok tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur Organisasi PBF (secara umum)

Building Block Organization

(8)

LEGALITAS / DESAIN PBF

1. Permohonan sertifikasi CDOB

2. Evaluasi kelengkapan dokumen oleh BPOM 3. Pelunasan SPB dalam 7 hari kerja

4. Audit kesesuaian sarana CDOB

5. Jika terdapat ketidaksesuaian, dilaksanakan CAPA oleh PBF

6. PBF akan menyampaikan hasil CAPA melalui laman aplikasi dan dievaluasi oleh BPOM

7. ika CAPA masih belum memenuhi persyaratan, PBF dapat mengajukan ulang CAPA hingga disetujui oleh BPOM

8. Ketika hasil evaluasi CAPA sudah sesuai, pihak PBF akan mendapatkan sertifikat CDOB dalam bentuk dokumen digital.

Tahapan dalam melakukan sertifikasi maupun resertifikasi CDOB yaitu (CDOB, 2020):

1. Surat izin PBF dan NIB 2. SIPA

3. Denah Lokasi dan Layout 4. Daftar produk

5. Struktur Organisasi

6. Daftar personalia dan uraian kerja 7. Daftar peralatan dan perlengkapan 8. Quality Management Sistem

9. Dokumen Self Assesment

Langkah perizinan PBF Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1148/MENKES/PER/VI/2011

1. (KTP)/identitas direktur/ketua;

2. Susunan direksi/pengurus;

3. Pernyataan pengurus tidak pernah terlibat pelanggaran Akta pendirian badan hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. Surat Tanda Daftar Perusahaan;

5. Surat Izin Usaha Perdagangan;

6. Nomor Pokok Wajib Pajak;

7. Surat bukti penguasaan bangunan dan gudang;

8. Peta lokasi dan denah bangunan

9. Surat pernyataan kesediaan bekerja penuh apoteker penanggung jawab; dan 10. Surat Tanda Registrasi Apoteker penanggung jawab.

BPOM 6 HARI KERJA

DIRJEN MENERBITKAN REKOMENDASI IJIN

PBF 6 HARI KERJA

DIRJEN MENERBITKAN

IZIN PBF 12 HARI KERJA PEMOHON MEMBUAT SURAT

PERNYATAAN SIAP MELAKUKAN KEGIATAN KE DIRJEN DAN DITEMBUSKAN KE SEMUA YANG

TERKAIT

DPMPTSP 6 HARI KERJA

(9)

BPM LOGISTIK

Tugas dan Fungsi Logistik:

1. Melakukan pengelolaan dan pengawasan barang 2. Menjamin mutu

barang tetap terjaga

KETENTUAN:

- Over stock < 20%

- Passive stock <1%

- Idle stock < 15%

- Index stock 0,9 - Umur PO berlaku 30

hari

- Stok Barang ED <0,1%

- PO (Produk KF)

- STO (STOCK TRANSFER ORDER/Produk Pihak Ketiga)

FUNGSI UNIT LOGISTIK

Marketing SPV Penjualan

SPV Logistik

APJ Pengadaan KFTD Pusat

Forecast

PO Diterim

a

Penerimaan Barang

Validasi I

STO/ PO kalkulator

PO / STO / Pesanan Tambaha

n Validasi

Keabsahan STO/ PO

RILIS

Validasi II

Approve STO/ PO

Pengiriman STO/ PO

PO PIHAK III

NDC KF

Principal P. III Logistik

Terbit DO

Shipper &

Invoice

Pengecekan Shipper &

Invoice

Entry Sistem

Pengiriman Barang dari Peincipal

Penerbita n DO

PO KF

(10)

Pengecekan

Logistik mengecek DO dengan fisik barang. Jika sesuai

dipisahkan berdasarkan Kategori Rak.

Pengelompokan Rak Gudang Rak Gudang KFTD dikelompokan berdasarkan Kategori :

1. Jenis Kategori obat (Narkotik, Psikotropik, OOT, Prekursor, OGB, OTC, dan Alkes

2. Bedasarkan Principal 3. Jenis Sediaan

4. Stabilitas Penyimpanan

Monitoring Suhu Ruang

Gudang Narkotik, Psikotropik : 15 – 25

°c

Gudang Ruangan OGB, OTC, Alkes (Ambient Room) : <30°c

Gudang Cool Room : 15 - 25 °c Gudang Cold Room: 2 – 8

°c

BPM LOGISTIK

ALUR PENYIMPANAN BARANG

(11)

HARFIAH SCM

SCM

SUPLY

CHAIN

A

B

C

D

KEBUTUHAN

PELAYANAN

PENGEND ALIAN

PERPUTARAN KONSITEN MANAGEMENT

S E R V I C E

L E V E L

INFORMASI, PERSEDIAAN DAN UANG

(12)

1ND1K4T0R H1GH PR1NS1P4L T0 BE KP1

MARKETING / SALES TEAM

DAYS OF INVENTORY AND FRANCO SHIPING

CHANNEL MARKET AND COVERAGE AREA

REVENUE POTENSIAL

TERM OF PAYMENT

RETURN POLICY

DISTRIBUTION STAT ( SINGLE/MULTI )

KPI OF PRINSIPAL

DISTRIBUTION FEE

(13)

BPM PENJUALAN

PELANGGA N

SALESMAN APJ INKASSO /

KASIR

FAKTURIS SPV

PENJUALA N

PIC LOGISTIK

HANTARAN /

EKSPEDISI

Surat Pesanan

Collect Surat Pesanan

Validasi SP

Sales Order

Pengiriman Barang, DO

Faktur RBK

Penyiapan Barang

Proses DO, Faktur Sortir SP

berdasarkan kategori Prinsipal

FUNGSI UNIT PENJUALAN

Layanan Pengiriman : 1. One Day Service : SP

> Pkl 10.00

2. Same Day : SP < Pkl 10.00

3. Sistem pembayaran : Cash dan Credit

Tugas dan Fungsi Penjualan :

1. Menjaga hubungan baik terhadap

customer

2. Memproses pesanan customer

Validasi kesesuaian SO dengan

SP

Pengecekan dan Pengepckan

barang

Scan barcode faktur balik Scan faktur

inkasso Penyerahan

faktur asli Faktur untuk

penagihan

Pembukuan pembayaran

Scan barcode

faktur

Pembayar an

(14)

BPM PENJUALAN

• Dokumen retur : 1. Copy faktur 2. Berita acara 3. Faktur pajak

• Retur barang diterima apabila ada kerusakan barang saat pengiriman dan barang mendekati ED (< 3 bulan)

Credit Nota :

• Suatu dokumen yang berkaitan dengan kegiatan Penjualan yang merupakan koreksi selisih harga atas suatu Faktur

Penjualan yang disebabkan karena kesalahan harga atau kurang diskon yang diberikan dari yang seharusnya

FUNGSI UNIT PENJUALAN (RETUR PENJUALAN)

Barang dijemput oleh hantaran atau dikirim ke

gudang

Logistik menyerahkan

dokumen ke salesman untuk

dilengkapi

Persetujuan retur oleh APJ, SPV Penjualan, SPV Logistik, SPV Tata Usaha, Marketing,

dan Kepala Cabang

Pelanggan melakukan upload pajak retur (jika

ada) Pengiriman

dokumen retur ke KFTD Pusat Barang retur

dikonfirmasi ke SPV logistik oleh

pelanggan melalui salesman

Pengecekan barang, ex faktur

pembelian, TTB retur dan berita

acara retur

Pembuatan SO retur oleh

Fakturis

Barang di ruang karantina retur dikeluarkan dan dimasukkan ke gudang penyimpanan dan pencatatan kartu stock Copy Invoice retur

diserahkan ke Logistik untuk proses unblocked

stock Penerbitan DO Retur

dan Invoice Retur SO retur status

“done”

Upload Pajak Retur Oleh Admin

Pajak

Non PKP

PKP

(15)

BPM PENJULAN

Persyaratan New Outlet Order (NOO)

1.Form registrasi 1.Form kerjasama

1.Form spesimen 1.KTP dan NPWP

1.SIPA dan SIA 1.Izin operasional

Contoh Form NOO

(16)

CONTOH PENGGARAPAN PETA PASAR-DIVISIONALISASI

Guidelines Divisionalisasi :

1. Dibagi menjadi 3 Grup Channel 2. Di tiap grup channel dibagi

menjadi 4-5 Sub Divisi sesuai Prinsipal (KF, PH, Non KF, Alkes) 3. Standar Produktifitas salesman

berbeda antar grup channel namun sama untuk semua salesman di grup channel yang sama

4. Area luar Kota minimal dibagi menjadi 2 Sub Divisi ( KF Grup &

Non KF Grup)

5. Salesman Div 1 -> Prinsipal Transaksi & SKU Transaksi 6. Salesman Div 2 & 3 -> Outlet

Transaksi & Rasio Outlet Aktif 7. Adanya Penagih Khusus Dalam

Kota

Divisionalisasi Area Channel Group Channel Prinsipal Group Prinsipal Potensial Sales sd 30 Nov 21 Detail Divisi

Kimia Farma 747.922.338.062 Divisi 1 KF

Phapros 150.768.917.577 Divisi 1 Phapros

Non KF Farma A DVRS, SAT, PCC, BF, FAH 327.099.081.620 Divisi 1 Non KF Farma A Non KF Farma B SAP, MBF, JAN, MJB, ETA,

NOV, CEN, MMP 304.372.643.452 Divisi 1 Non KF Farma B

Alkes 121.157.458.265 Divisi 1 Alkes

1.651.320.438.977

Kimia Farma 764.503.671.593 Divisi 2 KF

Phapros 265.301.848.431 Divisi 2 Phapros

Non KF Farma A DV, SAT, PCC, BF, FAH 74.933.624.486 Divisi 2 Non KF Farma A Non KF Farma B SAP, MBF, JAN, MJB, ETA,

NOV, CEN, MMP 126.419.595.950 Divisi 2 Non KF Farma B

Alkes 45.078.169.865 Divisi 2 Alkes

1.276.236.910.325

Kimia Farma 142.592.654.089 Divisi 3 KF

Phapros 11.586.096.655 Divisi 3 Phapros

Non KF Farma A DV, SAT, PCC, BF, FAH 2.074.535.228 Divisi 3 Non KF Farma A Non KF Farma B SAP, MBF, JAN, MJB, ETA,

NOV, CEN, MMP 1.493.482.624 Divisi 3 Non KF Farma B

Alkes 3.652.268.104 Divisi 3 Alkes

161.399.036.699

KF, Phapros Divisi 4 KF & Phapros

Non KF Divisi 4 Non KF

3.088.956.386.000

Divisi 1 DK HOSPITAL

RS Vertikal RSUD RS TNI / POLRI

RS BUMN RS Swasta PUSKESMAS

Divisi 2 DK MEDICAL

Apotek P3 KFA Klinik Toko Obat

PBF PAK/Toko Alkes

Divisi 3 DK NON MEDICAL

Grosir Traditional Market

Specialities Koperasi

Horeka Modern Market

Divisi 4 LK ALL ALL

(17)

BPM TATA USAHA / KEUNGAN

PAJAK &

INKASO

COLLECTOR / SALESMAN

OUTLET KASIR TATA USAHA

Faktur Asli & Copy Faktur Pajak

Invoice Tanda terima tukar

faktur (jika ada)

Menerima Dokumen Penagihan &

nota inkaso

Rekap Penerimaan Pembayaran

Validasi dan Melakukan Pembukuan

Bukti Bayar&

NOTA INKASO

Proses Bayar

Menerima Uang/bukti Pelunasan dan Berkas

Tagihan

FUNGSI UNIT TATA USAHA

Daftar TOP :

1. RS Pemerintah (90 Hari)

2. RS Swasta (45 Hari) 3. PBF (45 Hari)

4. Dinkes (365 Hari) 5. KFA (60 Hari)

6. Apotek Pihak III (45 hari)

Tugas dan Fungsi Tata Usaha :

1. Pengelolaan dan

pengawasan keuangan 2. Pengelolaan SDM 3. Bagian umum

KREASI FAKTUR

Melakukan Penagihan

Mempersiapkan dokumen penagihan

Proses Tukar faktur

Ya

Tida k

Melakukan Tukar Faktur

Bukti terima tukar faktur

Pengarsipkan dokumen

penagihan Tida Ya

k

(18)

BPM TATA USAHA / KEUNGAN

(19)

BPM TATA USAHA / KEUNGAN

(20)

BPM TATA USAHA / KEUNGAN

(21)

BPM TATA USAHA / KEUNGAN

(22)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Memperlihatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan SUBPAK (yang masih berlaku) dengan kualifikasi kecil (K). Memiliki Izin Usaha Pedagang Besar

SOP ini diterapkan dalam proses layanan Penerbitan Izin Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang mencakup proses pelayanan informasi, pendaftaran, pemeriksaan, proses di OPD

Pedagang Besar Farmasi (PBF) harus memiliki dukungan dari Industri Farmasi yang memiliki Sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik) bagi masing-masing jenis obat

Izin Agen Minyak Tanah adalah izin yang wajib dimiliki oleh orang pribadi atau badan hukum untuk melaksanakan kegiatan penyimpanan, pengisian dan penyaluran

• Pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan

Obat-obat golongan psikotropika dapat diperoleh dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) dengan menggunakan Surat Pesanan (SP) Psikotropika dan ditandatangani oleh Apoteker

Perizinan PBF (Pedagang Besar Farmasi) Pusat (Peraturan Kementerian Kesehatan No. 34 Tahun 2014) Pengajuan Permohonan Izin PBF - Audit pemenuhan persyaratan CDOB (Cara

1148/MENKES/PE R/IV/2011 tentang PBF pasal 16 ayat 1 yaitu setiap PBF atau PBF cabang wajib melaksanakan dokumentasi pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran di tempat usahanya dengan