• Tidak ada hasil yang ditemukan

30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER SEPTEMBER 2011 AND 30 SEPTEMBER 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER SEPTEMBER 2011 AND 30 SEPTEMBER 2010"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Notes 2011 2010

PENDAPATAN USAHA 2d,f, 16,19 11.972.295.165 10.062.635.919 OPERATING REVENUES

BEBAN POKOK PENDAPATAN 2e,f, 17 11.118.750.125 9.425.261.395 COST OF REVENUE

LABA KOTOR 853.545.040 637.374.524 GROSS PROFIT

BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES

Umum dan administrasi 2e,f, 18 839.174.014 628.777.654 General and administration

LABA DARI USAHA 14.371.026 8.596.870 PROFIT FROM OPERATION

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE)

Pendapatan bunga 2.697.797 2.629.224 Interest income

Laba atas penjualan aset tetap 8 60.650.000 84.000.000 Gain on sales property and equipment

Jumlah Pendapatan Lain-lain 63.347.797 86.629.224 Total Other Income

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 77.718.823 95.226.094 PROFIT BEFORE TAX EXPENSES

BEBAN PAJAK PENGHASILAN INCOME TAX EXPENSES

Periode berjalan 2g, 12a 19.429.706 23.806.524 Current period

Ditangguhkan 2g, 12b 33.708.327 - Deferred

Jumlah Beban Pajak Penghasilan 53.138.033 23.806.524 Total Income Tax Expenses

LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 24.580.790 71.419.570 NET (LOSS) PROFIT FOR THE PERIOD

LABA YANG DAPAT

DIATRIBUSIKAN KEPADA: PROFIT ATRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk - - Owners of the parent

Kepentingan non-sepengendali - - Non-controlling interests

J u m l a h - - T o t a l

LABA (RUGI) PER SAHAM PROFIT (LOSS) PER SHARE

Laba dari usaha per saham 2h 2,59 3,17 Pofit from operation per share

Laba bersih per saham 0,82 2,38 Net (loss) profit per share

The accompanying notes form an integral part of the financial statements.

2a Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

(3)

Catatan / September September

Notes 2011 2010

(RUGI )LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 24.580.790 71.419.570 NET (LOSS) PROFIT FOR THE PERIOD

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME

SETELAH PAJAK AFTER TAX

Lindung nilai arus kas - - Cash flows hedge

Jumlah laba komprehensif lain Total other comprehensive income

periode berjalan 24.580.790 71.419.570 current period

LABA YANG DAPAT

DIATRIBUSIKAN KEPADA: PROFIT ATRIBUTABLE TO :

Pemilik entitas induk - - Owners of the parent

Kepentingan non-sepengendali - - Non-controlling interests

J u m l a h - - - T o t a l

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian The accompanying notes form an integral part

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. of the financial statements.

2b

(4)

Kepentingan

Belum Non-Pengendali / Jumlah Ekuitas /

Modal saham / Agio Saham / Dicadangkan / Dicadangkan / Jumlah / Non-Controlling Total Stockholders' Capital Stock Share Agio Appropriated Unappropriated Total Interest Equity

Saldo 1 Januari 2010 (Diaudit) 3.000.000.000 1.393.084.230 88.994.905 709.736.289 5.191.815.424 - 5.191.815.424 Balance at 1 January 2010 (Audited)

Laba periode Januari- sampai September 2010 - - - 702.365.582 702.365.582 - 702.365.582 Others

Laba bersih periode berjalan - - - 71.419.570 71.419.570 - 71.419.570 Net profit for the period

Saldo 30 September 2010 (Tidak diaudit)) 3.000.000.000 1.393.084.230 88.994.905 1.483.521.441 5.965.600.576 - 5.965.600.576 Balance at 30 June 2010 (Unaudited)

Saldo 1 Januari 2011 (Diaudit) 3.000.000.000 1.393.084.230 96.574.905 (549.914.107) 3.939.745.028 - 3.939.745.028 Balance at 1 January 2011 (Audited)

Laba bersih periode berjalan - - 24.580.790 24.580.790 - 24.580.790 Net loss for the period

Saldo 30 September 2011 ( Tidak diaudit ) 3.000.000.000 1.393.084.230 96.574.905 (525.333.317) 3.964.325.818 - 3.964.325.818 Balance at 30 June 2011 (Audited)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian The accompanying notes form an integral part

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. of the tinancial statements.

3 Retained earnings (deficit)

(5)

1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION

a. Pendirian Perusahaan a. Establishment of the Company

PT Pelita Sejatera Abadi Tbk (Perusahaan)

didirikan berdasarkan akta Notaris O.Hartati, SH No. 16 tanggal 14 Januari 2002.

Akta pendirian Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C.03855.HT.01.01.Th.2002 tanggal 8 Maret 2002 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal 14 Juni 2002, Tambahan No. 5772.

PT Pelita Sejatera Abadi Tbk (the Company) was established based on Notarial deed of O.Hartati, SH No.16 dated 14 January 2002. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice and Human Right of the Republic of

Indonesia in Decision Letter

No. C.03855.HT.01.01.Th.2002 dated 8 March 2002 and published in State Gazette of the Republic Indonesia No. 48 dated 14 June 2002, Supplement No. 5772.

Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan akta Notaris SP Henny Singgih, SH No. 87 tanggal 30 Juni 2011 mengenai perubahan peningkatan modal dasar dari 60.000.000 saham menjadi 2.000.000.000 saham dan susunan direksi dan komisaris Perusahaan, Pelaksanaan rencana penawaran dan penjualan saham-saham kepada masyarakat melalui pasar modal, pemberian kuasa kepada pengurus dan perubahan seluruh ketentuan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor:AHU-35013.AH.01.02 Tahun.2011 tanggal 13 Juli 2011.

The Company's articles of association have been amended several times, most recently based on Notarial deed of SP Henny Singgih No. 87 dated 30 June 2011 regarding the changes ncrease in authorized capital from 60,000,000 shares to 2,000,000,000 shares and members of the Company's commissioners and directors, realization of the public offering of the Company shares throught the capital market, authorization given to the management and amendment of all stipulation of the Company's articles of association. Such amendment of articles of association was approved by the Minister of Law and Human Right of the Republic of Indonesia in Decision Letter Number:AHU-35013.AH.01.02 Year.2011 dated 13 July 2011.

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, kegiatan Perusahaan meliputi jasa boga, perdagangan umum, transportasi, dan pembangunan perumahan.

In accordance with article 3 of the Company's articles of association, the scope of its activities is to engage mainly in the catering services, general trading, transportation, and housing development.

Perusahaan berdomisili di Jl. Soekarno Hatta Km. 32 Harjosari Bawen Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

The Company's domicile is at Jl. Soekarno Hatta Km. 32 Harjosari Bawen Kabupaten Semarang Central Java.

Perusahaan memulai kegiatan operasi komersial pada 1 Mei 2002.

The Company started its commercial operations at 1 May 2002,

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. The Company's Public Offering Pernyataan pendaftaran Perusahaan untuk

menawarkan 30.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 250 per saham kepada

masyarakat telah menjadi efektif melalui surat No. S-655/PM/2003 tanggal 31 Maret 2003 dari

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

The statement of stock issuance registration in relation to the initial public offering of the Company's 30.000.000 shares at a nominal value of Rp 100 per share with offered value of Rp 250 per share became effective on the date the Chairman of Capital Market and Financial Institutions Supervisory Board (BAPEPAM-LK) issued letter No S-655/PM/2003 dated 31 March 2003. All of the Company's shares have been listed in the Indonesia Stock Exchange.

(6)

1. INFORMASI UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (Continued)

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. The Company's Public Offering

(Lanjutan) (Continued)

Pada tanggal 30 September 2011 jumlah saham yang beredar berjumlah 30.000.000 saham dengan harga pasar Rp 450 per saham (31 Desember 2010: Rp 450 per saham).

As of 30 September 2011 the circulated shares amounted to 30.000.000 shares with market value of Rp 450 per share (31 December 2010 : Rp 450 per share).

c. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan c. Board of Commissioners, Directors and Employees

Berdasarkan akta Notaris SP Henny Singgih, SH No. 87 tanggal 30 September 2011, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 adalah sebagai berikut :

Based on Notarial deed of SP Henny Singgih No. 87 dated 30 September 2011, the members of the Company's Commissioners and Directors at 30 September 2011 are as follows :

30 September / September 2011

Komisaris Utama : Joseph Natal Sontenes Nababan : President Commissioner

Komisaris : Djulian Azwari Imron : Commissioner

Komisaris : Wijaja Mulia : Commissioner

Komisaris Independen : Ade Prima Syarif : Independent Commissioner

Direktur Utama : Rakiyo Wibowo : President Director

Direktur : Jusca Fariedz : Director

Direktur : Tommy Iskandar Widjaja : Director

Berdasarkan akta Notaris O.Hartati, SH No. 50 tanggal 18 Juli 2008, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

Based on Notarial deed of O.Hartati, SH No. 50 dated 18 July 2008, the members of the

Company's Commissioners and Directors at 31 December 2010 are as follows :

31 Desember / December 2010

Komisaris Utama : Joseph Natal Sontenes Nababan : President Commissioner

Komisaris : Djulian Azwari Imron : Commissioner

Komisaris Independen : Ade Prima Syarif : Independent Commissioner

Direktur Utama : Rakiyo Wibowo : President Director

Direktur : Jusca Fariedz : Director

Pada tanggal 30 September 2011 Perusahaan memiliki karyawan tetap 32 orang (31 Desember 2010: 30 karyawan tetap).

As at 30 September 2011, the Company had were 32 fixed employees (31 December 2010: 30 fixed employees).

Gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan Direksi dan Komisaris Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 sebesar Rp 309.365.000 (31 Desember 2010: Rp 402.711.500).

The salaries and compensation benefits incurred for the Company”s, Directors and Commissioners for the period ended 30 September 2011 amounted Rp 309.365.000 (31 December 2010:

Rp 402.711.500).

(7)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

PENTING POLICIES

Laporan keuangan Perusahaan disusun oleh Direksi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia dan diselesaikan pada tanggal 15 Oktober 2011.

The financial statements of the Company have been prepared by the Director in accordance with Financial Accounting Standard (FAS) in Indonesia and completed 19 October 2011.

Berikut ini adalah ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan.

Presented below is a summary of significant accounting policies adopted in preparing the financial statements.

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan a. Basic of Presentation of Financial Statements Laporan keuangan disajikan sesuai dengan

prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan, Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengingkapan Laporan Keuangan yang dikeluarkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia bagi perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat.

The accompanying financial statements have been prepared using the accounting principles and reporting practices generally applied in Indonesia, consist of the Financial Accounting Standards, Rregulations and Established Guidelines on Financial Statements Presentation and Disclosure issued by the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Board (BAPEPAM-LK) and the guidelines for preparing Financial Statements from the Indonesia Stock Exchange for the companies whose shares are offered to the public.

Dasar pengukuran laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.

The measurement basis used in the accompanying financial statements is the historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies.

Except for the statements of cash flows, the accompanying financial statements are prepared using the accrual basis of accounting.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statements of cash flows are prepared using the direct method by classifying the cash flows into operating, investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.

The reporting currency used in the preparation of the accompanying financial statements is the Indonesian Rupiah.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.

The preparation of financial statements in conformity with FAS in Indonesia requires management to make estimations and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and the disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period.

(8)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan)

a. Basic of Presentation of Financial Statements (Continued)

Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.

SAK juga menghendaki manajemen untuk menggunakan pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan.

Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. FAS also require management to exercise its judgement in the process of applying the Company’s accounting policies.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam periode ini adalah konsisten dengan penerapan pada laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, kecuali kebijakan kebijakan yang dipengaruhi oleh implementasi standar akuntansi yang berlaku untuk periode laporan

keuangan yang dimulai pada atau tanggal 1 Januari 2011, sebagai berikut :

The accounting policies adopted for this period are consistent with those applied in the audited financial statements of the Company for the financial year ended 31 December 2010, except for policies affected by the implementation of the following accounting standards, which were effective for financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2011:

 PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan

 PSAK 1 (revised 2009), Presentation of Financial Statements

 PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas  PSAK 2 (revised 2009), Statement of Cash Flows

 PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim

 PSAK 3 (revised 2010), Interim Financial Reporting

 PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri

 PSAK 4 (revised 2009), Consolidated and Separate Financial Statements

 PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi  PSAK 5 (revised 2009), Operating Segments

 PSAK 7 (revisi 2010), Pengungkapan Pihak- pihak Berelasi

 PSAK 7 (revised 2010), Related Party Disclosures

 PSAK 8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

 PSAK 8 (revised 2010), Events After the Reporting Period

 PSAK 12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama

 PSAK 12 (revised 2009), Interest in Joint Ventures

 PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi

 PSAK 15 (revised 2009), Investments in Associates

 PSAK 19 (revisi 2010), Aset Tak Berwujud  PSAK 19 (revised 2010), Intangible Assets

 PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis  PSAK 22 (revised 2010), Business Combinations

 PSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan  PSAK 23 (revised 2010), Revenue

 PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan

 PSAK 25 (revised 2009), Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors

 PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset  PSAK 48 (revised 2009), Impairment of Assets

 PSAK 57 (revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi

 PSAK 57 (revised 2009), Provisions, Contigent Liabilities and Contigent Assets

 PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan

 PSAK 58 (revised 2009), Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations

 ISAK 7 (revisi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus

 ISAK 7 (revised 2009), Consolidation Special Purpose Entities

(9)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan)

a. Basic Presentation of Financial Statements (Continued)

 ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purna Operasi, Restorasi dan Liabilitas Serupa

 ISAK 9, Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities

 ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan  ISAK 10, Customer Loyalty Programmes

 ISAK 11, Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik

 ISAK 11, Distribution of Non-cash Assets to Owners

 ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas:

Kontribusi Non-moneter oleh Venturer

 ISAK 12, Jointly Controlled Entities - Non- monetary Contributions by Venturers

 ISAK 14, Aset Tak Berwujud - Biaya Situs Web

 ISAK 14, Intangible Assets - Web Site Cost

 ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai

 ISAK 17, Interim Financial Reporting and Impairment

Penerapan SAK revisi menyebabkan adanya perubahan dalam penyajian dan pengungkapan informasi keuangan, namun tidak mengakibatkan dampak yang material terhadap kinerja dan posisi keuangan Perusahaan.

The adoption of revised FAS has resulted in changes of presentation and disclosure of the financial statements, but did not have material impact on the performance and financial position of the Company.

Sebagai dampak penerapan standar akuntansi secara prospektif dalam ketentuan transisinya, laporan keuangan Perusahaan periode berjalan tidak dapat diperbandingkan dengan informasi komparatifnya.

As an impact of adoption of accounting standards prospectively in its transitional provisions, the financial statements of the Company and in the current period are not able to be compared to its comparative informations.

b. Setara Kas b. Cash Equivalents

Perusahaan mengklarifikasikan saldo bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat ditempatkan dan tidak dijaminkan, sebagai setara kas.

The Company considers cash in bank and time deposits with maturates of three months or less and not secured, as cash equivalent.

c. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain c. Trade and Other Receivables .

Perusahaan menetapkan penyisihan nilai untuk piutang berdasarkan penelahaan yang mendalam terhadap kondisi masing-masing debitur pada akhir periode. Saldo piutang dihapuskan melalui akun penyisihan piutang yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi.

The Company provides allowance for receivables based on a review of the value of the status of each debtor at the end of the period. Receivables written off through the allowance for doubtful accounts in question or directly removed from the account when management believes that these receivables are not collectible. Later recovery of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of allowance for doubtful accounts is recognized in the statements of income.

(10)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties

Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 7 (revisi 2010) “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

The Company and subsidiaries enter into transactions with related parties as defined in Statement of Financial Accounting standard (SFAS) 7 (revised 2010) “Related Party Disclosures”.

Yang dimaksud dengan pihak-pihak berelasi

adalah sebagai berikut: Related parties are defined as follows :

1) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

1) Enterprises that, through one or more intermediaries, control or are controlled by, or are under common control with, the reporting enterprise (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries);

2) Perusahaan asosiasi; 2) Associated company;

3) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepentingan suara di Perusahaan ini yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi dan dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan ini);

3) Individual owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the reporting enterprise that gives them significant influence over the enterprise, and close members of the family of any such individuals (close members of a family are defined as those members who are able to exercise influence or can be influenced by such individuals, in conjunction with their transactions with the reporting enterprise);

4) Karyawan kunci yaitu orang-orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi, dan manager dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

4) Key management personnel, that is, those persons having authority and responsibility for planning, directing and controlling the activities of the reporting enterprise, including commissioners, directors and managers of the enterprise and close members of the families of such individuals; and

5) Perusahaan lain dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (3) dan (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut.

Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan ini.

5) Enterprises in which a substantial interest in the voting power are owned, directly or indirectly, by any person described in (3) and (4), or over which such a person is able to exercise significant influence on the related enterprises.

This definition includes enterprises owned by the commissioners, directors or major stockholders of the reporting enterprise and enterprises that have a member of key management in common with the reporting enterprise.

Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the financial statements.

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

e. Aset Tetap e. Property and Equipment

Aset tetap diakui sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

Property and equipment are stated at cost less accumulated depreciation.

Biaya perolehan mencakup pengeluaran untuk perbaikan, penggantian, pemugaran dan peningkatan daya guna aset tetap yang jumlahnya signifikan serta selisih kurs tertentu atas kewajiban yang timbul untuk perolehan aset tetap.

At cost is consist of significant expenses for repairs, replacement, renovation and improvement of assets including certain foreign exchange difference on the liabilities arising from the acquisition of the assets.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan

metode garis lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line method, based on the estimated useful live of the property and equipment as follows:

Jenis aset tetap

Masa manfaat (tahun) / Usefull lives

(years) Category of property and equipment

Bangunan 10 Buildings

Peralatan 4-8 Equipment

Kendaraan 8 Vehicles

Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah hanya apabila kemungkinan besar Perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal.

Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi selama periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.

Subsequent costs are included in the asset’s carrying amount or recognised as a separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of the replaced part is derecognised. All other repairs and maintenance are charged to the income statement during the financial period in which they are incurred.

Nilai residu dan umur manfaat setiap aset ditinjau ulang, dan disesuaikan jika perlu, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan.

The assets’ residual values and useful lives are reviewed, and adjusted if appropriate, at each statement of financial position date.

Nilai tercatat aset diturunkan menjadi nilai yang dapat diperoleh kembali jika nilai tercatat aset lebih besar dari estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali.

An asset’s carrying amount is written down immediately to its recoverable amount if the asset’s carrying amount is greater than its estimated recoverable amount.

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset ditentukan sebesar perbedaan antara penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun

“penghasilan (beban) lain-lain - bersih” di laporan laba rugi .

Gains and losses on disposals of assets are determined by comparing the proceeds with the carrying amount and are recognised within “other income (expenses) - net” in the statements of income .

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

f. Pengakuan Pendapatan dan Beban f. Revenue and Expenses Recognition Perusahaan menerapkan PSAK No. 23

mengenai “Pendapatan” yang mensyaratkan hasil suatu transaksi penjualan dan pendapatan dapat diestimasi dengan andal bila seluruh kondisi berikut dipenuhi:

The company adopted SFAS No. 23 concerning

“Revenue” which requires the outcome of a transaction sales and operating revenue can be estimated reliably when all the following conditions are met:

a. Jumlah pendapatan dapat diukur dengan

andal;

a. The amount of revenue can be measured reliably;

b. Besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh;

b. It is probable that the economic benefits in connection with the transaction will flow to the enterprise;

c. Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal, dan

c. The stage of completion of the transaction at the balance sheets dates can be measured reliably, and

d. Biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal.

d. The costs incurred for the transactions and for finishing the transaction can be measured reliably.

Pendapatan dari jasa pemakaian diakui pada saat invoice diterbitkan, yang dilakukan setelah jasa selesai dilakukan. Beban diakui atas dasar kas.

Revenues from services usage are recognized when invoices are issued, that is when the service has been completed. Expenses are recognized on the cash basis.

g. Perpajakan g. Taxation

Beban pajak suatu periode terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laporan laba rugi, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang langsung dikreditkan dan dibebankan ke pendapatan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak penghasilan diakui dalam pendapatan komprehensif lain.

The tax expense for the period comprises current and deferred tax. Tax is recognised in the income statement, except to the extent that it relates to items recognized directly in other comprehensive income. In this case, the tax is also recognised in other comprehensive income.

Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau yang telah substantif berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.

The current income tax charge is calculated on the basis of the tax laws enacted or substantively enacted at the statement of financial position date.

Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan balance sheet liability method, untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk masing-masing Perusahaan.

Deferred income tax is provided for using the balance sheet liability method, for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values for each entity separately.

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

g. Perpajakan (Lanjutan) g. Taxation (Continued) Pajak tangguhan ditentukan dengan

menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan atau secara substansi telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan dan diharapkan berlaku pada saat aset pajak tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.

Deferred tax is determined using tax rates that have been enacted or substantially enacted at the statement of financial position date and are expected to apply when the related deferred tax asset is realised or the deferred tax liability is settled.

Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa mendatang memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan yang bisa dimanfaatkan.

Deferred tax assets are recognised to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the deductible temporary differences can be utilised.

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan / banding pada saat keputusan atas keberatan / banding tersebut ditetapkan..

Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received or, if objected to/appealed against, when the result of the objection / appeal is determined.

h. Laba (Rugi) Per Saham h. Profit (Loss) Per Share

Laba per saham dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan.

Earnings per share is calculated by dividing income attributable to owners of the parent by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period.

Apabila ada perubahan jumlah saham biasa beredar sebagai akibat dari pemecahan saham, maka jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama satu periode dan untuk seluruh periode penyajian disesuaikan dengan perubahan tersebut.

Any change in the number of ordinary shares outstanding arising from stock splits, the number of weighted average ordinary shares outstanding during the period and for all periods presented is adjusted to the change.

i. Persediaan i. Inventories

Persediaan dinyatakan dengan nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan pada umumnya ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang,.Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal, dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan beban penjualan.

Inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Cost is generally determined by the weighted average method, Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less an estimation of the cost of completion and selling expenses.

Penyisihan untuk persediaan usang dan lambat bergerak ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan dari masing-masing jenis persediaan di masa yang akan datang.

Provision for obsolete and slow moving inventories is determined on the basis of estimated future usage or sale of inventory items.

(14)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

j. Imbalan Kerja j. Employment Benefits

Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010) mengenai "Imbalan Kerja".

The Company adopted SFAS No. 24 (Revised 2010) concerning "Employment Benefits".

Imbalan Kerja Jangka Pendek Short-term Employee Benefits

Imbalan kerja jangka pendek merupakan gaji.

Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tidak terdiskonto sebagai kewajiban pada neraca dan sebagai beban pada laporan laba rugi tahun berjalan, setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar.

Short-term employee benefits are in form of salaries. Short-term employee benefits are recognized at its undiscounted amount as a liability in the balance sheets and as an expense in the statements of Income, after deducting any amount already paid.

Imbalan Pasca Kerja Post Employment Benefits

Kewajiban imbalan pasti pasca kerja disajikan bersih sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti setelah memperhitungkan keuntungan atau kerugian aktuarial yang tidak diakui dan beban jasa lalu yang belum diakui.

Post-employment defined benefits liability is presented at the present value of divined benefit obligations net of unrecognized actuarial gains or losses and unrecognized past service costs.

k. Informasi Segmen k. Segment Information

Informasi segmen disajikan berdasarkan segmen operasi yang teridentifikasikan. Segmen operasi merupakan komponen yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

Segment information is presented based upon identifiable operating segments. An operating segment is a distinguishable component that engages in business activities from which it may earn revenues and incure expenses, whose operating results were regularly reviewed by the entity’s chief operating decision maker to make decisions about resources to be allocated to the segment and assess its performance, and for which discrete financial information is available.

l. Aset dan Kewajiban Keuangan l. Financial Assets and Liabilities

Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan piutang lain-lain (piutang karyawan). Kewajiban keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang sewa, biaya masih harus dibayar dan utang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

The Company’s financial assets consist of cash on hand and cash in banks, trade receivables, due from related parties and other receivables (employee receivables). The Company’s financial liabilities consist of trade payables, other payables, lease payable, accrued expenses and due to related parties.

Perusahaan telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.50 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan“ dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.55 (Revisi 2006)

“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” efektif tanggal 1 Januari 2010.

The Company adopted Statement of Financial Accounting Standard No. 50 (2006 Revision)

“Financial Instruments: Presentation and Disclosures” and Statement of Financial Accounting Standard No.55 (2006 Revision) “financial Instruments: Recognition and Measurement”

effective on 1 January 2010.

(15)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

l. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) l. Financial Assets and Liabilities (Continued)

1) Klasifikasi 1) Classification

Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada saat pengakuan awal, Perusahaan

mengelompokan seluruh aset keuangannya (kecuali investasi dalam saham) sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non- derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Starting 1 January 2010, at initial recognition, the Company classifies all of its financial assets (except investment in shares) as loans and receivables. Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

Aset keuangan Perusahaan berupa investasi dalam saham dikelompokan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non- derivatif yang ditetapkan sebagai kelompok tersedia untuk dijual atau tidak dapat diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

The Company’s financial asset in the form of investment in shares is classified as available-for-sale financial asset. Available-for-sale financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified as loans and receivables, held-to-maturity investments or financial assets at fair value through profit or loss.

Pada saat pengakuan awal, seluruh kewajiban keuangan Perusahaan dikelompokan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

At initial recognition, all of the Company’s financial liabilities are classified as financial liabilities measured at amortized cost.

2) Pengakuan 2) Recognition

Perusahaan pada awalnya mengakui aset keuangan dan kewajiban keuangan pada tanggal perolehan.

The Company initially recognizes financial assets and financial liabilities on the date of origination.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau kewajiban keuangan Perusahaan diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan kewajiban keuangan.

Pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya. Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu kewajiban keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk kewajiban, keuangan biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan kewajiban (sebelum tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi dicatat pada akun beban tangguhan dan bukan merupakan bagian dari piutang pembiayaan konsumen).

At initial recognition, the Company’s financial assets or financial liabilities are measured at fair values plus transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial assets or issue of financial liabilities. The subsequent measurement of financial assets and financial liabilities depends on their classification. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial assets or issue of a financial liability and they are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. In the case of financial assets, transaction costs are added to the amount recognized initially, while for financial liabilities, transaction costs are deducted from the amount of debt recognized initially (prior to 1 January 2010, such transaction costs were recorded in deferred charges account and were not included as part of consumer financing receivables).

(16)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

l. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) l. Financial Assets and Liabilities (Continued)

2) Pengakuan (Lanjutan) 2) Recognition (Continued)

Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan pembiayaan konsumen untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset keuangan dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan kewajiban keuangan (sebelum tanggal 1 Januari 2010, amortisasi biaya transaksi dicatat sebagai bagian dari beban perolehan pembiayaan konsumen atau sebagai pengurang dari pendapatan pembiayaan konsumen, tergantung skema biaya transaksi).

Such transaction costs are amortized over the terms of the instruments based on the effective interest method and are recorded as part of consumer financing income for transaction costs related to financial assets and as part of interest expenses for transaction costs related to financial liabilities (prior to 1 January 2010, the amortization of such costs were recorded as part of acquisition cost of consumer financing or as a reduction to consumer financing income, depending on the scheme).

3) Penghentian Pengakuan 3) Derecognition

Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau Perusahaan mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Perusahaan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau kewajiban atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perusahaan diakui sebagai aset atau kewajiban secara terpisah.

The Company derecognizes a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or it transfers the rights to receive the contractual cash flows on the financial asset in a transaction in which substantially all the risk and rewards of ownership of the financial asset are transferred.

Any interest in transferred financial assets that is created or retained by the Company is recognized as a separate asset or liability.

Perusahaan menghentikan pengakuan kewajiban keuangan pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

The Company derecognizes a financial liability when its contractual obligations are discharged or cancelled or expired

Dalam transaksi dimana Perusahaan secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perusahaan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perusahaan tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau kewajiban. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perusahaan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, yang ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset yang ditransfer.

In transaction where the Company neither retains or transfer substantially all the risk and rewards of ownership of a financial asset, the Company derecognizes the asset if it does not retain control over the asset. The rights and obligations retained in the transfer are recognized separately as assets and liabilities as appropriate. In transfers where control over the asset is retained, the Company continues to involvement, determined by the extent to which it is exposed to changes in the value of the transferred asset.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

l. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) l. Financial Assets and Liabilities (Continued)

3) Penghentian Pengakuan (Lanjutan) 3) Derecognition (Continued)

Perusahaan menghapusbukukan saldo piutang usaha pada saat Perusahaan menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih lagi. Penerimaan atau pemulihan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain.

The Company writes off a trade receivables when the Company determines that the asset is uncollectible. Collection or recovery of financial assets which had been charged-off is recorded as other income.

4) Saling Hapus 4) Offsetting

Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan hanya jika, Perusahaan memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.

Financial assets and liabilities shall be offset and the net amount presented in the balance sheet when and only when, the Company has a legal enforceable right to set off the amounts and intends either to settle on a net basis or to realize the asset and settle the liability simultaneously.

Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.

Income and expense are presented on a net basis only when permitted by accounting standards.

5) Pengukuran Biaya Perolehan Diamortisasi 5) Amortized Cost Measurement Biaya perolehan diamortisasi dari aset

keuangan atau kewajiban keuangan adalah jumlah aset atau kewajiban keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan penyisihan kerugian penurunan nilai.

The amortized cost of a financial asset or liability is the amount at which the financial asset or liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between the initial amount recognized and the maturity amount, minus any reduction for impairment.

6) Pengukuran Nilai Wajar 6) Fair Value Measurement

Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) pada tanggal pengukuran.

Fair value is the amount for which an asset could be exchanged, or a liability settled, between knowledgeable, willing parties in an arm’s length transaction on the measurement date.

(18)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

l. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) l. Financial Assets and Liabilities (Continued)

6) Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan) 6) Fair Value Measurement (Continued)

Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu- waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang actual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar.

When available, the Company measures the fair value of an instrument using quoted prices in an active market for that instrument. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available and represent actual and regularly occurring market transaction on an arm’s length basis.

Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Perusahaan menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian.

Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami, berkeinginan, dan jika tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substantial sama, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing model).

Teknik penilaian yang dipilih memaksimalkan penggunaan input pasar, dan meminimalkan penggunaan taksiran yang bersifat spesifik dari Perusahaan, memasukkan semua faktor yang akan dipertimbangkan oleh para pelaku pasar dalam menetapkan suatu harga dan konsisten dengan metodologi ekonomi yang diterima dalam penetapan harga instrumen keuangan. Input yang digunakan dalam teknik penilaian secara memadai mencerminkan ekspektasi pasar dan ukuran atas faktor risiko dan pengembalian (risk- return) yang melekat pada instrumen keuangan. Perusahaan mengkalibrasi teknik penilaian dan menguji validitasnya dengan menggunakan harga-harga dari transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi untuk yang instrumen yang sama atau atas dasar data pasar lainnya yang tersedia yang dapat di observasi.

If a market for a financial instrument is not active, the Company establishes fair value using a valuation techniques include using recent arm’s length transactions between knowledgeable and willing parties, and if available, reference to the current fair value of other instruments that are substantially the same, discounted cash flows analysis and option pricing model. The chosen valuation technique makes maximum use of market inputs, relies as little as possible on estimates specific to the Company, incorporates all factors that market participants would consider in setting a price, and is consistent with accepted economic methodologies for pricing financial instruments. Inputs to valuation techniques reasonably represent market expectations and measures of the risk-return factors inherent in the financial instrument. The Company calibrates valuation techniques and tests them for validity using prices from observable current market transactions in the same instrument or based on other available observable market data.

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)

l. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) l. Financial Assets and Liabilities (Continued)

6) Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan) 6) Fair Value Measurement (Continued)

Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan perbandingan dengan transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi dari suatu instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang), atau berdasarkan suatu teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi.Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya diperoleh dari model penilaian diakui dalam laporan laba rugi setelah pengakuan awal tergantung pada masing-masing fakta dan keadaan dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup.

The best evidence of the fair value of a financial instrument at initial recognition is the transaction price, i.e, the fair value of the consideration given or received, unless the fair value of that instrument is evidenced by comparison with the other observable current market transactions in the same instrument (i.e, without modifications or repackaging), or based on a valuation technique whose variables include only data form observable markets.when transaction price provides the best evindence of fair value at initial recognition, the financial instrument is initially measured at the transaction price and any difference between this price and the value initially obtained from a valuation model is subsequently recognized in the statement of income depending on the individual fact and circumstances of the transaction but not later than when the valuation is supported wholly by observable market date or the transaction is closed out.

Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang dilakukan untuk memasukkan risiko kredit Perusahaan dan pihak lawan, mana yang lebih sesuai.

Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model penilaian, sepanjang Perusahaan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar pihak ketiga akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam penetapan harga suatu transaksi.

Fair values reflect the credit risk of the instrument and include adjustment to take account of the credit risk of the Company and counterparty where appropriate. Fair value estimates obtained from models are adjusted for any other factors, such as liquidity risk or model uncertainties, to the extent that the Company believes a third-party market participation would take them into account in pricing a transaction.

(20)

3. KAS DAN BANK 3. CASH ON HAND AND IN BANKS 30 September / 31 Desember /

September December

2011 2010

Rp Rp

K a s Cash on hand

Umum 5.000.000 5.000.000 General

Perdagangan umum 3.000.000 3.000.000 General trading

Jasa boga 2.500.000 2.500.000 Catering service

Tranportasi 1.000.000 1.000.000 Tansportation

Perumahan 1.000.000 1.000.000 Housing

12,500.000 12,500.000

B a n k Cash in banks

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 352.505.709 154.396.025 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara

(Persero) Tbk 9.433.913 67.952.754 (Persero) Tbk

PT Bank Bukopin 2.496.438 2.565.707 PT Bank Bukopin

PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.650.000 - PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank BRI Syariah 1.130.626 87.771.928 PT Bank BRI Syariah

367.216.686 312.686.414

J u m l a h 379.716.686 325.186.414 T o t a l

4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES

Akun ini merupakan tagihan kepada pihak ketiga dan berelasi per 30 September 2010 dan 31 Desember 2010 dengan rincian sebagai berikut:

This account represents the amounts due from third parties and related parties as of 30 September 2011 and 31 December 2010 with the details are as follows:

30 September / 31 Desember / September December

2011 2010

Rp Rp

Pihak ketiga Third parties

Perumahan 2.099.821.623 3.982.767.459 Housing

Transportasi - 114.885.500 Transportation

Penjualan perdagangan umum - 11.345.942 Sales of general trade

Café - 8.639.650 Cafe

Sub jumlah 2.099.821.623 4.117.638.551 Sub total

Penyisihan penurunan nilai Provision for impairment

piutang usaha (45.777.141) (49.307.666) of trade receivable

B e r s i h (Dipindahkan) 2.054.044.482 4.068.330.885 N e t (Carried forward)

Referensi

Dokumen terkait

Informasi keuangan di atas untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2011 dan 2010 diambil dari laporan keuangan konsolidasi yang tidak diaudit,

Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan. Beban diakui pada saat terjadinya.. Dalam

Kewajiban keuangan dalam lingkup PSAK 55 (Revisi 2006) dapat dikategorikan sebagai (i) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) hutang dan

Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau

25 (1994) “Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi”. 9) PSAK 48 (Revisi 2009), ”Penurunan Nilai

Group recognises assets under a finance lease as a receivable in the statement of financial position at an amount equal to the net investment in the

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta

Kategori ini terdiri dari dua sub-kategori: aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan