• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Howara (2013), yang berjudul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Howara (2013), yang berjudul"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dilakukan oleh Howara (2013), yang berjudul “ Strategi Pengembangan Pengolahan Hasil Perikanan di Kabupaten Donggala”

tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang selanjutnya dapat dirumuskan menjadi sebuah strategi yang tepat untuk pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Donggala.

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, pengembangan pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Donggala menakankan pada mutu atau kualitas dan diversifikasi produk-produk perikanan sesuai dengan tuntutan pasar.

Alternatif strategi yang diunggulkan berdasarkan faktor internal dan eksternal dalam industri pengolahan ikan tersebut yaitu berdasarkan peluang adalah memanfaatkan potensi perikanan untuk menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas, melakukan diversifikasi produk olahan hasil perikanan, membangun kemitraan dan jejaring usaha dalam rangka pembinaan dan pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan, peningkatan peran pemda dalam pengembangan produk dan pemasaran olahan hasil perikanan dan membangun kemitraan dengan pihak swasta yang difasilitasi pemerintah daerah. Berdasarkan ancaman strategi yang dijalankan adalah melakukan pembinaan masyarakat untuk perlindungan pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan, optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal dan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan SDM, diversifikasi produk dan penciptaan pasar yang sehat dan baik.

(2)

Penelitian terdahulu dilakukan oleh Indriyashari (2011), dengan judul

“Analisis Strategi Bisnis Pengolahan Ikan Pada CV Bening Jati Anugrah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor”, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadikan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dapat merumuskan alternatif strategi bisnis oleh CV Bening Jati Anugrah. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah metode matrik EFE, matrik IFE, dan matrik SWOT. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa strategi internal dan faktor strategis eksternal pada usaha CV.Jati Bening Anugerah antara lain, strategi SO : memperluas jaringan, peningkatan jumlah penjualan perusahaan dan melakukan diversifikasi produk yang memanfaatkan limbah perusahaan, strategi WO : memperbaiki sistem administrasi dan keuangan perusahaan, strategi ST : melakukan inovasi produk olahan ikan dan memelihara serta meningkatkan kualitas produk. Strategi WT : restrukturisasi organisasi serta memperbaiki system manajemen perusahaan.

Penelitian terdahulu di lakukan oleh Lumban et al. (2012), mengenai analisis pengembangan usaha pemindangan ikan di kecamatan Bekasi Barat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha pada usaha pemindangan ikan di Bekasi Barat. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dan perumusan strategi menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan penelitian tersebut dilihat dari faktor eskternal, Peluang yang dihadapi adalah pengetahuan informasi pasar baik, permintaan ikan pindang yang besar dan pertumbuhan ekonomi

(3)

Indonesia yang semakin membaik. Sedangkan ancaman yang dihadapi adalah kemajuan teknologi yang masih tradisional, kenaikan harga bahan baku, dan persaingan antar pedagang ikan pindang di pasar. Dilihat dari faktor internal perusahaan, kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu kualitas ikan yang dihasilkan oleh kedua industri pengolahan tersebut sudah baik, lokasi industri pengolahan yang strategis, kualitas tenaga kerja baik dan modal usaha yang mencukupi. Sedangkan kelemahan perusahaaan yaitu kesejahteraan karyawan kurang terjamin, suasana kerja dalam perusahan kurang nyaman dan prosedur penganggaran belum baik. Hasil dari perhitungan matriks strategi industri pengolahan berada pada kuadran I yang cenderung mendukung strategi agresif (S- O). berdasarkan pemaknaan strategi menghasilkan enam alternative strategi yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas ikan pindang serta pengawasan dan pelayanan, meningkatkan jumlah produksi, mengoptimalkan kegiatan produksi dan kesejahteraan, menghasilkan jenis ikan pindang yang baru, meningkatkan teknologi produksi dan pendekatan dengan konsumen dan membuat penganggaran produksi.

Penelitian terdahulu lain juga dilakukan oleh Aliyah et al. (2015), mengenai analisis pengembangan usaha pengolahan abon ikan (studi kasus rumah abon di kota Bandung). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha pada usaha pengolahan abon ikan di rumah abon kota Bandung. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dan perumusan strategi menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan penelitian tersebut dilihat dari faktor eskternal lingkungan didapat peluang dan ancaman. Peluang yang dihadapi adalah daya beli konsumen

(4)

semakin meningkat, permintaan abon ikan meningkat, dan adanya budaya praktis.

Sedangkan ancaman yang dihadapi adalah adanya produk subtitusi, persaingan bisnis yang ketat, dan kondisi perekonomian tidak stabil. Dilihat dari faktor internal perusahaan, kekuatan perusahaan yaitu penguasaan teknologi yang baik, kualitas tenaga kerja yang baik, modal usaha yang cukup, dan promosi yang efektif. Sedangkan kelemahan perusahaaan yaitu kurangnya supply bahan baku, pembukuan yang belum baik, kurangnya informasi pasar, dan kurangnya kapasitas produksi. Hasil dari perhitungan matriks strategi industri pengolahan berada pada kuadran I yang cenderung mendukung strategi agresif (S-O). berdasarkan pemaknaan strategi menghasilkan empat alternative strategi yaitu meningkatkan penguasaan teknologi pengolahan abon agar permintaan terpenuhi, meningkatkan kualitas tenaga kerja dan menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan, meningkatkan modal untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan, dan meningkatkan promosi untuk meraih konsumen dalam memenuhi kebutuhan praktis.

Penelitian terdahulu yang lain dilakukan oleh Fatimah (2009), mengenai Analisis Strategi Bisnis Pengolahan Ikan Asap Petikan Cita Halus di Desa Regajaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Penelitian ini pada intinya sama yaitu menganalisis lingkungan eksternal dengan menggunakan matriks EFE dan internal perusahaan dengan menggunakan matriks IFE. Kemudian dicocokan dengan matriks IE dan SWOT serta tahapan terakhir yaitu analisis QSPM. Berdasarkan analisis lingkungan internal didapatkan peluang yaitu komitmen pemerintah dalam mendukung usaha olahan ikan, permintaan untuk ekspor masih besar, belum banyak competitor di wilayah jawa,

(5)

konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan masih tinggi, meningkatnya kesadaran akan makanan bergizi dan sehat bagi tubuh, perkembangan teknologi mempercepat proses produksi, penyakit yang bersumber dari hewan non perikanan semakin banyak, sumber daya tenaga kerja masih murah dan mudah diperoleh. Sedangkan yang menjadi ancaman perusahaan yaitu sistem pembayaran supermarket yang tidak tunai, bahan baku ikan air laut yang bersifat musiman membuat produksi tidak kontinu, produk ikan asap belum popular jika dibandingkan dengan produk olahan ikan lain di pasaran.

Dilihat dari beberapa hasil penelitian diatas pemilihan bahan referensi yang digunakan dalam penelitian saat ini atas sebab persamaan subyek yang di kaji yakni mengenai analisis strategi pengembangan usaha pengolahan ikan dan konsep analisis yang sama menggunakan matriks IFE dan EFE, Matriks IE dan Matriks SWOT. Sedangkan perbedaan dalam penelitian ini terletak pada analisis terkahir menggunakan alat analisis QSPM untuk menentukan strategi yang tepat yang dapat diterapkan perushaan dan lokasi penelitian dilakukan. Keterlibatan beberapa penelitian terdahulu diatas yang diperoleh adalah pengambilan faktor internal dan eksternal yang dimiliki perusahaan selanjutnya mencari pilihan alternatif strategi pengembangan yang lebih baik yang akan diterapkan di perusahaan yang menjadi tempat dilakukakannya penelitian. Dilihat dari hasil penelitian terdahulu sebelumnya, bisa dijadikan referensi pada penelitian kali ini untuk menganalisis strategi pengembangan bisnis yang tepat yang dapat diterapkan di perusahaan yang akan di teliti. Tinjauan penelitian terdahulu dapat dilihat pada Tabel 4.

(6)

Tabel 4. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Nama Peniliti Tahun Judul Penelitian Metode/Alat Analisis Davina Howara 2013 Strategi Pengembangan

Pengolahan Hasil Perikanan di Kabupaten Donggala.

 Matriks IFE dan EFE

 Matriks IE

 Matriks SWOT

 Matriks QSPM

Nuning Indriyashari 2011 Analisis Strategi Bisnis Pengolahan Ikan Pada CV Bening Jati Anugrah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

 Matriks IFE dan EFE

 Matriks IE

 Matriks SWOT

 Arsitektur Strategik Raymod Marbun

Lumban, Ine Maulina, Iwang Gumilar

2012 Analisis Pengembangan Usaha Pemindangan Ikan Di Kecamatan Bekasi Barat.

 Matriks IFE dan EFE

 Matriks IE

 Matriks SWOT

Rizkia Aliyah, Iwang Gumilar, Ine Maulina

2015 Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Abon Ikan ( Studi Kasus Rumah Abon Di Kota Bandung)

 Analisis

Matriks IFE dan EFE

 Matriks IE

 Analisis SWOT

Fatimah 2009 Strategi Bisnis Pengolahan Ikan Asap Patikan Cita Halus Di Desa Regajaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

 Analisis

Matriks EFE dan IFE

 Matriks IE

 Analisis SWOT

 Analisis QSPM

2.2 Tinjauan Agribisnis

2.2.1Gambaran Umum Ikan Tuna

Ikan tuna (Thunnus sp) merupakan sekelompok ikan yang merupakan primadona ekspor ikan laut konsumsi asal Indonesia. Ikan tuna merupakan pengembara lautan yang luas yang mampu bermigrasi dalam rentang yang jauh.

(7)

Salah satu ciri dari ikan tuna adalah mempunyai kecepatan berenang mencapai 50 km/jam, ukurannya raksasa, dan mempunyai panjang rata-ata lebih dari 1,5 meter serta mempunyai berat badanmencapai ratusan kilo Muharom dkk (2019). Tuna termasuk dalam keluarga Scrombidae, tuna digunakan sebagai nama group dari beberapa jenis ikan yang terdiri dari, tuna besar (yellowfin tuna, bigeye, southern Bluefin tuna, albacore) dan ikan mirip tuna (tuna-like specie), yaitu marlin, sailfish, dan swordfish.

Klasifikasi ikan tuna berdasarkan adalah sebagai berikut : Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata Kelas : Teleostei Subkelas : Actinopterygi Ordo : Perciformes Subordo : Scombroidae Family : Scombridae Genus : Thunnus Spesies : Thunnus Sp

Ikan tuna yang hidup di laut dalam, merupakan sumber nutrisi yang baik bagi tubuh manusia. Daging ikan tuna kaya akan protein dan nutrisi penting lain seperti mineral selenium, magnesium, dan potassium, vitamin B kompleks dan omega-3. Berikut ini sejumlah manfaat ikan tuna bagi kesehatan:

1.) Kesehatan Jantung

Ikan tuna dengan omega-3nya yang tinggi sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi jantung. Omega-3 meningkatkan rasio kensentrasi HDL atau

(8)

kolesterol baik dalam tubuh, enekan terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah, dan menjaga ritme detak pada jantung.

2.) Mencegah Kanker

Ikan tuna dapat juga berperan untuk mencegah kanker, antara lain kanker ovary, kanker pancreas, antara lain jenis kanker yang menyerang saluran pencernaan lain (kanker mulut, faring, esophagus, perut, dan usus). Kandungan omega-3 yang berlimpah pada tuna juga bermanfaat untuk mencegah kanker payudara dan menurunkan risiko terkena leukemia.

3.) Meningkatkan Fungsi Kognitif Otak

Omega-3 yang terdapat pada ikan tuna dapat membantu meningkatkan fungsi mengingat atau fungsi kognitif otak, sehingga dapat terhindar dari penyakit degenarasi fungsi otak seperti Alzheimer karena membantu memperlancar suplai darah dari tubuh ke otak. Omega-3 juga menurunkan resiko inflamasi, memperantarai signal agar dapat diterima oleh otak, pada orang yang menderia Alzheimer akan mengalami gangguan dalam hal penyampaian signal atau implus ke otak.

4.) Meningkatkan Respon Hormone Insulin

Ikan tuna juga disarankan dikonsumsi bagi penderita diabetes tipe-2, karena kandungan lemak omega-3nya yang melimpah. Berbagai penelitiab menyarankan, omega-3 pada ikan tuna dapat mencegah dari keemukan dan meningkakan respon hormone insulin pada tubuh. Asam lemak omega 3yang terkenal dengan nama EPA inilah yang membantu meregulasi berat badan dan juga metabolism tubuh dengan mensekresi hormone leptin.

5.) Membantu Proses Detoksifikasi

(9)

Selenium bersama dengan omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna, merupakan bahan bakar penting untuk produksi gluthathione peroxidase jenis antioksidan. Antioksidan inilah yang berfungsi penting untuk kesehatan hati yang berperan untuk detoksifikasi. Selenium juga berperan untuk mecegah kanker dan penyakit jantung.

2.2.2 Konsep Strategi

Konsep strategi merupakan konsep yang perlu dipahami dan diterapkan oleh setiap pengusaha dalam segala macam bidang usaha. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan, dalam perkembangannya konsep mengenai strategi terus berkembang. Konsep strategi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :

1. Chandler mengemukakan strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.

2. Learned, Christensen, Andrews, dan Guth mengemukakan strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.

3. Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner mengemukakan strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi orgaisasi.

2.2.3 Klasifikasi Strategi

Berdasarkan teori manajemen strategi perusahaan dapat diklasifikasikan atas dasar tingkatan tugas, yaitu strategi genetic (generic strategy), strategi utama

(10)

atau strategi induk (grand strategy), dan strategi fungsional. Istilah strategi generic pertama kali dikemukakan oleh Wheelen dan David (2010), bahwa strategi generic dibagi menjadi tiga, yaitu :

1) Strategi Kepemimpinan Biaya Menyuluruh (cost leadership)

Strategi bersaing biaya rendah ditujukan untuk mencapai sasaran pasar di keseluruhan industri. Strategi ini memerlukan konstruksi agresif dari fasilitas skala yang efisien, pengurangan harga secara gencar, pengendalian biaya dan overhead yang ketat, penghindaran pelanggan marginal dan minimisasi biaya dalam bidang-bidang seperti litbang, pelayanan, armada penjualan, periklanan, dan lain-lain. dengan memiliki posisi biaya rendah memungkinkan perusahaan untuk tetap mendapat laba pada masa-masa persaingan ketat. Selain itu, pangsa pasarnya yang tinggi memungkinkan memberikan kekuatan penawaran yang menguntungkan terhadap pemasoknya karena perusahaan membeli dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, harga yang murah berfungsi sebagai hambatan pesaing untuk masuk ke dalam industri dan hanya sedikit yang dapat menandingi keunggulan biaya memimpin.

2) Strategi Diferensiasi (differentiation)

Strategi ini diarahkan kepada pasar luas dan melibatkan penciptaan sebuah produk baru yang dirasakan oleh keseluruhan industri sebagai hal yang unik. Pendekatan untuk melakukan diferensiasi dapat bermacam-macam bentuknya, yaitu citra rancangan atau merek, teknologi, keitimewaan, atau ciri khas, pelayanan pelanggan, jaringan penyalur, dan lain-lain. jika penerapan strategi diferensiasi tercapai maka strategi ini merupakan

(11)

strategi aktif untuk mendapatkan laba diatas rata-rata dalm suatu bisnis karena adanya loyalitas merek dari pelanggan akan membuat sensitivitas konsumen terhadap harga menjadi lebih rendah. Oleh karena itu, loyalitas pelanggan berfungsi sebagai penghalang masuk industri karena perusahaan-perusahaan baru harus mengembangkan kompetensi tersendiri untuk membedakan produk mereka melalui cara-cara tertentu.

3) Strategi Fokus (focus)

Strategi fokus dibangun untuk melayani target tertentu secara spesifik,.

Strategi fokus dibagi dua, yaitu strategi fokus biaya dan strategi fokus diferensiasi. Strategi fokus biaya mencari keunggulan biaya pada segmen sasarannya dan didasarkan atas pemikiran bahwa perusahaan dapat melayani target strategisnya yang sempit secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing yang bersaing luas. Perusahaan mengadopsi strategi ini ketika konsumen lebih sadar biaya sementara juga menginginkan produk yang relatif unik. Sedangkan strategi fokus diferensiasi berkonsentrasi pada kelompok pembeli, segmen lini produk, atau pasar geografis tertentu dimana segmen sasaran tersebut harus memiliki salah satu pembeli dengan kebutuhan yang tidak lazim atau sistem produksi dan penyaluran yang melayani pasar berbeda dari pesaing lainnya. Keuntungan strategi fokus adalah investasi lebih rendah dalam sumber daya, perusahaan medapat menafaat dari spesilasasi, masuk ke pasar baru lebih mudah dan lebih murah, perusahaan yang menggunakan strategi focus sering menikmati loyalitas pelanggan tingkat tingggi dan menyediakan ruang lingkup untuk pengetahuan yang lebih besar tentang suatu segmen pasar.

(12)

Berikut ini merupakan model strategi generik dari porter yaitu :

KEUNGGULAN STRATEGIS

Posisi Biaya Rendah

Kekhasan Yang Dirasakan Pelanggan

Kepemimpinan biaya menyeluruh

(cost leadership)

Diferensiasi (differentiation)

Fokus Biaya Fokus Diferensiasi

Gambar 2. Model Strategi Generik Menurut Porter, (1991) Sumber: (Porter, 1991)

Menurut Wheelen dan David (2010), strategi generik dibagi tiga, yaitu strategi pertumbuhan (growth), strategi stabilitas (stability), dan strategi pengurangan (retrenchment)

1. Strategi pertumbuhan

Strategi generik pertumbuhan memliki dua jenis strategi utamayaitu strategi pertumbuhan konsentrasi dan strategi pertumbuhan diversifikasi.

a. Strategi pertumbuhan konsentrasi

Strategi pertumbuhan konsentrasi merupakan strategi dimana perusahaan berkonsentrasi dan bertumbuh kembang pada semua atau

Seluruh Hanya Segmen

TINGKATAN STRATEGIS

(13)

hampir semua sumberdaya yang sejenis. Strategi ini dapat berkembang melalui integrasi vertikal dan horizontal. Jika pertumbuhan konsentrasi melalui integrasi vertikal maka perusahaan mengambil alih fungsi yang semula dilakukan oleh pemasok (integrasi ke belakang) atau oleh distributor (integrasi ke depan), sedangkan jika pertumbuhan konsentrasi melalui integrasi horizontal maka perusahaan melakukan perluasan terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan kedalam lokasi geografis yang berbeda dan atau menambah rentang produk dan jasa yang ditawarkan kepada pasar.

b. Strategi pertumbuhan diversifikasi

Strategi ini menuntut perusahaan untuk tumbuh dengan cara menambahkan produk atau divisi yang berbeda dengan produk atau divisi yang telah ada. Strategi pertumbuhan diversifikasi dibagi menjadi dua, yaitu strategi diversifikasi konglomerat dan strategi diversifikasi konsentris. Jika strategi diversifikasi konglomerat, perusahaan menambahkan produk atau divisi yang tidak ada hubungannya dengan lini produk atau jasa yang telah dimiliki sebelumnya. Sedangkan jika strategi diversifikasi konsentris, perusahaan melakukan penambahan produk atau divisi yang sudah ada pada perusahaan sebelumnya dengan cara yang masih sama dengan produk atau jasa yang sudah ada.

2. Strategi stabilitas

Strategi stabilitas adalah strategi dimana organisasi mempertahankan ukuran organisasinya dan level operasi bisnisnya. Startegi generik stabilitas yang paling sesuai untuk perusahaan yang cukup berhasil dalam beroperasi pada

(14)

industri dengan daya tarik yang sedang-sedang saja. Strategi stabilitas memiliki empat strategi utama, yaitu:

a) Strategi berhenti sejenak

Strategi ini tepat digunakan sebagai strategi sementara yang memungkinkan perusahaan melkaukan konsolidasi sumber dayanya setelah menghadapi pertumbuhan yang pesat dalam industri, yang saat ini menghadapi masa depan yang tidak pasti.

b) Strategi berlanjut dengan waspada

Strategi ini dilakukan jika perusahaan menghadapi lingkungan kompetitif yang mudah berubah dan sulit untuk diperkirakan sehingga manajemen perusahaan harus berhati-hati dalam mengambil resiko untuk menanamkan modal kedalam atau keluar industri.

c) Strategi tidak berubah

Strategi ini dilakukan ketika perusahaan kurang menghadapi perusahaan yang signifikan dalam situasi perusahaan sehingga perusahaan hanya melakukan sedikit penyesuaian terhadap usaha yang dijalankan.

d) Strategi laba

Strategi ini lebih menguntungkan situasi saat ini meskipun memiliki risiko besar dengan mengorbankan pertumbuhan masa depan sehingga strategi laba sering dikatakan sebagai kesuksesan jangka pendek dan dalam jangka panjang justru akan mengantarkan perusahaan dalam pada penurunan posisi kompetitif.

(15)

3. Startegi pengurangan

Strategi pengurangan dapat dilakukan ketika sebuah perusahaan memiliki posisi kompetitif yang lemah tanpa memandang daya tarik industrinya.

Strategi ini terdiri dari tiga strategi utama yaitu:

a) Strategi berputar

Strategi ini merupakan strategi yang paling tepat untuk perusahaan yang berada pada daya tarik industri yang tinggi meskipun saat ini perusahaan sedang menghadapi kesulitan namun belum kritis.

b) Strategi jual habis

Strategi yang dilakukan ketika perusahaan sudah berada pada posisi kompetitif yang lemah dalam industri dan tidak mampu lagi untuk mencari pelanggan yang dapat menerimanya sebagai perusahaan terikat sehingga pilihan untuk menjual habis dan meninggalkan industri merupakan langkah terbaik bagi perusahaan. Akan tetapi perusahaan masih memperoleh harga yang bagus dengan menjual habis kepada perusahaan yang posisinya cukup menarik yang melakukan ekspansi melalui integrasi horizontal.

c) Strategi likuidasi

Strategi likuidasi dapat diidentifikasikan ketika perusahaan melakukan penjualan seluruh asetnya secara bagian per bagian untuk menghasilkan dana tunai.Strategi ini dilakukan ketika industri tidak menarik lagi untuk

(16)

perusahaan juga terlalu lemah untuk dijual sehingga strategi ini sering dikatakan sebagai strategi untuk mengakhiri perusahaan.

Berikut ini merupakan model strategi generic menurut Wheelen dan David (2010), yaitu:

Kekuatan Bisnis / Posisi Kompetitif

Kuat Rata-Rata Lemah

Tinggi

1. Pertumbuhan Konsentrasi integrasi vertikal

2. Pertumbuhan Konsentrasi melalui integrasi horizontal

3. Pengurangan Strategi berputar

Sedang 4. Stabilitas Berhenti sejenak atau berlanjut dengan waspada

5. Pertumbuhan Konsentrasi melalui integrasi horizontal stabilitas

Strategi tidak berubah atau laba

6. Pengurangan Perusahaan terikat atau jual habis

Renda h

7. Pertumbuhan Diversifikasi konsentris

8. Pertumbuhan Diversifikasi konglomerat

9. Pengurangan Kebangkrutan atau likuidasi

Gambar 3. Model strategi generic menurut Wheelen dan David, (2010) Sumber : (Wheelen dan David, 2010)

2.2.4 Manajemen Strategi

Manajemen strategiterutama berkenaan dengan menghubungkan organisasi dengan lingkungannya, merumuskan strategi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut, dan memastikan bahwa implemetasi strategi berjalan dengan baik (Hubertus, 2016). Manajemen strategi dapat didefinisikan sebagai

(17)

seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputuan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya.

Seperti tersirat dalam difinisi, manajemen strategi berfokus pada mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keungan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Tujuan manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi dan menciptakan peluang baru yang berbeda untuk masa mendatang Yunus (2016).

2.2.5 Proses Manajemen Strategi

Proses manajemen strategi terdiri atas tiga tahap yaitu formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Berikut merupakan uraian dari masing-masing strategi:

1) Formulasi Strategi

Formulasi strategi termasuk dalam mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, merupakan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Isu formulasi strategi mencakup bisnis apa yang akan dimasuki, bisnis apa yang harus ditinggalkan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah harus melakukan ekspansi atau diversifikasi bisnis, apakah harus memasuki pasar internasional, apakah harus merger atau membentuk joint venture dan bagaimana menghindari pengambilan secara paksa. Karena tidak ada organisasi yang memiliki sumber daya tak terbatas, penyusun strategi harus

(18)

memutuskan alternatif strategi mana yang akan memberikan keuntungan terbanyak. Keputusan formulasi strategi mengikat organisasi terhadap produk, pasar, sumber daya, dan teknologi yang spesifik untuk periode waktu yang panjang.

2) Implementasi Strategi

Implementasi strategi perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya yang mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif dan mnegarahkan usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memberdayakan sistem informasi, dan menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi.

Implementasi strategi sering disebut tahap pelaksanaan dalam manajemen strategis. Melaksanakan strategi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah diformulasikan menjadi tindakan. Implementasi strategi membutuhkan disiplin pribadi, komitmen, dan pengorbanan. Kemampuan interpersonal sangat penting dalam implementasi startegi. Aktivitas implementasi strategi memengaruhi semua karyawan dan manajer dalam organisasi. Tantangan dalam implementasi adalah seluruh manajer dan karyawan perusahaan untuk bekerja dengan antusias dan penuh kebanggaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3) Evaluasi Strategi

(19)

Evaluasi strategi adalah tahap final dalam manajemen strategi. Evaluasi strategi adalah alat utama untuk mendapatkan informasimengenai kapan strategi tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa datang secara faktor internal dan eksternal secara konstan berubah. Tiga aktivitas dasar evaluasi strategi adalah: 1) meninjau ulang faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini, 2) mengukur kinerja, 3) mengambil tindakan kolektif.

2.2.6 Visi dan Misi Perusahaan

Menurut David (2009), visi seharusnya menjawab pertanyaan mendasar,

“apa yang ingin kita capai?”. Visi yang jelas memberikan dasar untuk mengembangkan pernyataan misi yang komprehensif. Pertanyaan “apa bisnis kita?” adalah sama dengan bertanya “apa misi kita?” pernyataab jangka panjang tentang tujuan yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi serupa, pernyataan misi adalah deklarasi tentang “alasan keberadaan” sebuah organisasi.

Pernyataan misi yang jelas adalah penting untuk perumusan tujuan dan formulasi strategi yang efektif. Pernyataan misi kadang disebut creed statement, pernyataan tujuan, pernyataan filosofi, pernyataan keprcayaan, pernyataan prinsip-prinsip bisnis, pernyataan “mendifinisikan bisnis kita”, pernyataan misi mengungkapkan apa yang ingin dicapai perusahaan dan pelanggan yang ingin dilayani. Pernyataan visi dan misi yang disiapkan secara hati-hati diakui secara luas oleh praktisi dan akademisi sebagai langkah pertama dalam manajemen strategi.

Misi bisnis adalah fondasi untuk prioritas, strategi, rencana, dan penugasan. Misi adalah titik awal untuk mendeain pekerjaan manajerial dan, di atas semua itu, untuk mendesain struktur manajerial. Ketika pekerja dan manajer

(20)

membentuk bersama pernyataan visi dan misi untuk perusahaan, hasilnya dapat merefleksikan visi personal dari manajer dan karyawan yang mereka miliki dalam hati dan pikiran tentang masa depan. Visi yang dirumuskan bersama menciptakan kesamaan kepentingan yang dapat mengangkat pekerja dari pekerjaan sehari-hari yang monoton dan menaruh mereka ke dalam dunia baru yang penuh dengan peluang dan tantangan.

Pernyataan misi yang baik mengungkapkan Sembilan komponen yang terdiri dari (1) pelanggan, (2) produk atau jasa, (3) pasar, (4) teknologi, (5) perhatian akan keberlangsungan, pertumbuhan, dan profitabilitas, (6) filosofi, (7) konsep diri, (8) perhatian akan citra public, (9) perhatian akan karyawan.

Sembilan komponen dasar ini menjadi kerangka kerja praktis untuk mengevaluasi dan menulis pernyataan misi. Sebagai tahap pertama dalam manajemen strategis, pernyataan visi dan misi memberikan arah untuk semua aktivitas perencanaan.

2.2.7 Analisis Lingkungan Perusahaan 2.2.7.1 Analisis Lingkungan Internal

Analisis lingkungan internal merupakan tahap pengkajian faktor- faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu perusahaan. Kekuatan merupakan kelebihan khusus yang memberikan keunggulan komparatif didalam suatu industri yang berasal dari organisasi. Sedangkan kelemahan merupakan ketrbatasan dan kekurangan dalam hal sumber daya, keahlian dan kemampuan secara nyata menghabat aktivitas keragaan organisasi.

(21)

Menurut David (2009), terdapat beberapa faktor yang diidentifikasi dalam lingkungan internal perusahaan, yaitu:

1) Manajemen

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasidan proses penggunaan semua sumberdaya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Menurut David (2009), terdapat lima fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengelolaan staf, dan pengendalian.

2) Pemasaran

Pemasaran dapat dideskripsikan sebagai proses mendefinisikan, mengantisipasi, menciptakan, serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang dan jasa. Menurut Evans dan Bergman dalam David (2009), terdapat tujuh fungsi dasar pemasaran, yaitu analisis pelanggan, penjualan produk/jasa, perencanaan produk dan jasa, penetapan harga, distribusi, riset pemasaran, analisis peluang.

3) Keuangan

Dana dibutuhkan dalam operasioanl perusahaan. Oleh karena itu, faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam aspek keungan/akuntansi, adalah kemampuan perusahaan memuuk modal jangka endek dan jangka panjang, beban yang harus ditanggun perusahaan sebagai upaya memperoleh modal

(22)

tambahan, hubungan baik dengan penanam modal dan emegang saham, pengelolaan keuangan, struktur modal kerja, harga jual produk, pemantauan penyebab inefisiensi, dan system akunting yang andal Umar (2008).

4) Produksi atau Operasi

Fungsi produksi/ operasi dari sutau bisnis atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Menurut Roger Scroeder dalam David (2009), manajemen produksi/operasi terdiri atas lima area keputusan atau fungsi : proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja, dan kualitas.

5) Sumber Daya Manusia

Manusia merupakan sumberdaya terpenting bagi perusahaan.

Oleh karena itu, manajer perlu berupaya agar terwujud perilaku positif di kalangan karyawan perusahaan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada aspek sumber daya manusia, antara lain langkah-langkah yang jelas mengenai manajemen SDM, keterampilan dan motivasi kerja, produktivitas, dan system imabalan Umar (2008).

2.2.7.2 Analisis Lingkungan Ekternal

Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar kendali perusahaan, terdiri dari variabel-variabel di luar organisasi yang memberikan peluang dan ancaman kepada perusahaan(Umar, 2008).

(23)

Analisis lingkungan eksternal dapat dikaji melalui aspek-aspek yang terdapat dalam konsep strategi bersaingdari Michle E. Porter, yaitu dengan melihat pada model lima kekuatan persaingan yang meliputi: (1) ancaman pendatang baru, (2) persaingan dalam industri, (3) kekuatan pemasok, (4) kekuatan konsumen dan (5) ancaman produk subtitusi. Menurut Dirgantoro (2001), analisis lingkungan perusahaan tersebut bertujuan agar perusahaan dapat bereaksi dengan cepat dan tepat untuk mencapai kesuksesan organisasi.

1. Lingkungan Eksternal: Lingkungan Industri ( Kekuatan Kompetitif)

Menurut Porter (1980), lingkungan industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan produk yang saling menggantikan.

Didalamnya terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi eksistensi dan kerja suatu industri, namun secara relatif masih berada dalam wilayah control perusahaan. Aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan dimana bisnis perusahaan berada. Akibatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi perlu untuk dianalisis. Tentunya persaingan dalam suatu industri akan semakin ketat dengan semakin banyaknya perusahaan dalam industri tersebut. Analisis lingkungan industri dapat dilihat dari lima kekuatan persaingan porter, yang meliputi:

(24)

1) Ancaman Masuknya Pendatang Baru

masuknya pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar, serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada.

Ketika perusahaan baru dapat dengan mudah masuk ke suatu industri tertentu, maka intensitas persaingan antar perusahaan akan meningkat.

Menururt Porter (1980), enam sumber utama hambatan masuk bagi perusahaan baru, yaitu skala ekonomis, produk diferensiasi, kebutuhan modal, biaya beralih pemasok, akses ke saluran distribusi, dan biaya tidak menguntungkan terlepas dari skala.

Dalam mengatasi persaingan yang mungkin muncul maka perusahaan perlu melakukan identifikasi perusahaan baru yang berpotensi masuk ke pasar, memonitor strtaegi perusahaan baru, menyerang balik jika perlu dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada. Sehingga ketika perusahaan pesaing masuk, perusahaan telah memiliki strategi yang tepat untuk menghadapinya.

2) Persaingan Antar Perusahaan Dalam Industri

Adanya persaingan antar perusahan dalam suatu industri mempengaruhi kebijakan dan kinerja dari suatu perusahaan.

Suatu keunggulan kompetitif dapat dicitakan dengan membuat

(25)

strategi yang paling tepat untuk perusahaan dengan melihat pada perusahaan saingandalam lingkunganindustri tersebut. Beberapa strategi dapat dilakukan perusahaan, yaitu strategi penurunan harga, peningkatan kualitas, penambahan fitur, penyedia layanan, perpanjangan garansi, dan pengintensifan iklan.

Intensitas persaingan antar perusahaan cenderung meningkat ketika jumlah pesaing dalam industri tersebut bertambah, ketika pesaing lebih setara dalam hal ukuran dan kapabilitas, ketika permintaan akan produk industri tersebut menurun dan ketika potongan harga menjadi lazim. Selain itu intensitas persaingan akan cenderung meningkat ketika konsumen tidak loyal terhadap suatu produk yang dihasilkanperusahaan, ketika hambatan keluar pasar tinggi, ketika biaya tetap tinggi, ketika produk dapat musnah atau rusak, ketika permintaan konsumen tumbuh lambat atau turun sehingga pesaing memiliki kelebihan kapsitas atau persediaan, saat produk yang dijual sulit didiferensiasikan, ketika perusahaan pesaing beragam dalam hal strategi, tempat asal dan budaya. Saat persaingan anatar perusahaan dalam industri meningkat, maka laba industri akan menurun David (2009).

3) Ancaman Produk Pengganti

Perusahaan dalam industri tentunya juga mengalami persaingan yang ketat dengan produk penggantinya. Walaupun produk yang dihasilkan tidak memiliki kemiripan secara wujud produk,

(26)

namun fungsi yang diberikan produk tersebut sama, sehingga secara tidak langsung mempengaruhi jumlah penjualan perusahaan, laba penjualan serta pangsa pasar perusahaan.

Produk pengganti akan sangat memberikan ancaman ketika produk pengganti tersebut memiliki harga dibawah produk yang dihasilkan perusahaan dengan kualitas yang sama bahkan lebih tinggi daripada produk yang dihasilkan perusahaan dalam industri(F. David, 2009).

4) Kekuatan Tawar Pemasok

Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau servis yang ada, pemasok menganggap suatu industri bukan merupakan pelanggan yang penting, pemasok mampu menciptakan biaya peralihan yang tinggi dan pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk sama yang dihasilkan oleh perusahaan. Untuk mengantisipasi kekuatan pemaosk maka perusahaan dapat melakukan integrasi kebelakang untuk mendapatkan kendali kepemilikan dari pemasok. Sehingga perusahaan tidak bergantung pada pemasok, hal ini mengantisipasi ketidakmakuran pemasok dalam pengadaan bahan baku, harga bahan baku mahal atau ketika tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan secara konsisten (Porter, 1980).

(27)

5) Kekuatan Tawar Pembeli.

Pembeli dapat melakukan persaingan dengan perusahaan dalam suatu industri, dengan cara meminta perusahaan menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan pelayanan serta mengadu perusahaandengan kompetitornya posisi pembeli akan kuat ketika pembeli melakuak pembelian produk dalam jumlah yang besar, produk merupakan komponen biaya dalam pembeli, produk yang dihasilkan standar, pembeli mengalami biaya pengalihan yang kecil, pembeli mendapatkan laba yang kecil, pembeli memberikan ancaman akan melakukan integrasi balik, produk tidak penting bagi mutu produk pembeli, dan jika pembeli memiliki informasi yang lengkap. Ketika posisi tawar pembeli lebih kuat maka mereka akan melakukan nogosiasi terhadap harga, garansi, dan kelebihan dari produk tersebut.

Daya tawar pembeli dapat menggambarkan kekuatan besar yang mempengaruhi intensitas persaigan di suatu industri. Sehingga untuk menarik konsumen perusahaan bisa menawarkan garansi yang panjang atau layanan khusus untuk mendapatkan loyalitas konsumen (Porter, 1980).

2.3 Kerangka Pemikiran

Penelitian mengenai strategi pengembangan bisnis pengolahan ikan tuna pada CV. Mina Margo Utama dilator belakangi oleh persaingan bisnis pengolahan ikan yang semakin ketat dan saluran distribusi hasil pengolahan ikan yang kurang memadai. Hal tersebut menyebabkan omset penjualan pada CV Mina Margo

(28)

Utama kurang maksimal juga memperlambat pengembangan usaha. Melihat hal tersebut peneliti mencoba membuat strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Perumusan strategi, peneliti pertama kali harus mengetahui visi, misi, dan tujuan perusahaan. Sehingga strategi yang dibuat sejalan dengan visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai. Kemudian dilakukan identifikasi lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan mencakup aspek ekonomi, teknologi, politik, pesaing, kekuatatan tawar menawar pemasok dan kekutan tawar menawar konsumen. Identifikasi apa yang menjadi peluang dan ancaman berdasarkan lingkungan eksternal perusahaan tersebut.

sedangkan untuk lingkungan internal mencakup manajemen, pemasaran, keuangan, produksi/operasi serta penelitian dan pengembangan. Identifikasi apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan berdasarkan lingkungan internal perusahaan.

Hasil identifikasi lingkungan eksternal dan internal diperoleh kekuatan dan kelemahan yang dianalisis menggunakan matriks IFE dan penyaringan lingkungan eksternal berupa peluang dan ancaman dianalisis menggunakan matriks EFE.

Hasil dari matriks IFE dan matriks EFE diplotkan ke dalam matriks IE. Hasil matriks IE memberikan informasi mengenai posisi perusahaan berdasarkan lingkungan perusahaannya. Selanjutnya adalah memformulasikan alternatif strategi melalui matriks SWOT. Input matriks SWOT diperoleh dari analisis lingkungan eksternal dan internal serta mempertimbangkan posisi perusahaan dari matriks IE. Matriks SWOT dilakukan dengan mencocokkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sehingga didapatkan strategi SO, WO, ST, WT. setelah diperoleh beberapa alternative strategi, langkah selanjutnya adalah pemilihan

(29)

strategi melalui prioritas strategi menggunakan QSPM. Rekomendasi implikasi strategi dengan mempertimbangkan visi dan misi perusahaan. Dengan ini diketahui secara jelas strategi apa yang harus dilakukan secara terus-menerus.

Berikut adalah kerangka pemikiran operasional pada CV Mina Margo Utama yang dapat dilihat pada Gambar 4.

(30)

BA

Usaha pengolahan ikan tuna CV. Mina Margo Utama 1. Persaingan bisnis pengolahan ikan yang semakin ketat 2. Saluran distribusi yang kurang memadai

3. Modal yang terbatas

Analisis lingkungan internal 1. Manajemen

2. Pemasaran 3. Keuangan

4. Produksi dan operasi 5. Sumber Daya Manusia

Analisis lingkungan eksternal 1. Ekonomi

2. Teknologi 3. Politik 4. Pesaing

5. Kekuatan pembeli 6. Kekuatan pemasok 7. Ancaman pendatang baru Visi, Misi, dan Tujuan CV. Mina Margo Utama

Matriks IE

Strategi prioritas untuk pengembangan usaha

Rekomendasi Strategi Terbaik

Peluang dan Ancaman Kekuatan dan Kelemahan

Matriks EFE Matriks IFE

Perumusan strategi (Matrik SWOT)

Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi (QSPM)

Gambar 4. Kerangka Pemikiran Operasional CV Mina Margo Utama

(31)

Gambar

Tabel 4. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Gambar 2. Model Strategi Generik Menurut Porter, (1991)                      Sumber: (Porter, 1991)
Gambar 3. Model strategi generic menurut Wheelen dan David, (2010)                    Sumber : (Wheelen dan David, 2010)
Gambar 4. Kerangka Pemikiran Operasional CV Mina Margo Utama

Referensi

Dokumen terkait

belum berhasil menembus Resistance pada level harga 3050 dan terbuka peluang untuk mencoba level Support pada level 2980 dalam jangka pendek. Trading Range: 2940

Munculnya dikotomi antara keadilan substantif dan keadilan prosedural dalam proses penegakan hukum karena pemahaman filosofis terhadap penegakan hukum itu sendiri,

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti bermaksud akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan

Dari uraian diatas dapat kita ambil salah satu contoh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kabupaten HSU merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas

5 Adalah perkiraan investasi dalam rangka pencapaian target 100% bidang air minum dan sanitasi. Dengan adanya perkiraan ini, diharapkan pemerintah daerah dapat mempersiapkan

(5) Pengkajian pengolahan limbah kulitiampas lidah buaya untuk produksi pakan ternak dan pupuk organic, (6) Pengkajian dan penerapan teknologi 'untuk pengobatan lidah buaya

Data minimum ialah minimum ialah data data yang paling yang paling sederhana yang sederhana yang masih masih dapat mengenal dapat mengenal suatu kasus kanker yang

Jika kita mengacu pada teori visibilitas hilal sebagaimana diaplikasikan pada peta visibilitas di atas, maka terlihat pada peta di atas bahwa seluruh wilayah Indonesia