• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan keuangan konsolidasian

Pada Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit)

Serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Masing – Masing Tidak Diaudit)

(2)

Daftar Isi

Halaman

Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit) Serta untuk Periode Tiga Bulan Pada

Tanggal-tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Masing-masing Tidak Diaudit)

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ………....………. 1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ……...………... 3

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ………...……….. 4

Laporan Arus Kas Konsolidasian ……… 5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ……….. 6 Informasi Tambahan – Laporan Keuangan Tersendiri :

Laporan Posisi Keuangan (Entitas Induk)…...…….………....………...Lampiran I Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain (Entitas Induk)………....……….…...Lampiran II Laporan Perubahan Ekuitas (Entitas Induk)………... Lampiran III Laporan Arus Kas(Entitas Induk) ………...Lampiran IV Pengungkapan Lainnya .……….……....LampiranV

***************************

(3)

SURAT PERNYATMN DIREKSI

TENTANG TANGGUNGJAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 MARET 2018 (TIDAK DTAUDTT) DAN 31 DESEMBER 2017 (DTAUDTT)

SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL.TANGGAL 31 MARET 2018 (flDAK DTAUDTT) DAN 2017 (TTDAK DTAUD|T)

PT. PELAYARAN NELLY DW PUTRI TbK. DAN ENTITAS ANAK

Kami yang bertandatangan di bawah ini :

1.

Nama

Alamat Kantor

Alamat Domisili sesuai KTP

No. Telepon Jabatan

2.

Nama

Alamat Kantor

Alamat Domisili sesuai KTP No. Telepon

Jabatan

DR. TJAHYA TJUGIARTO Direktur Utama

DR. TJAHYA TJUGIARTO Jalan Majapahit 28A (dalam) Jakarta 10160

Jalan Kelapa Nias X PD-4/14 RT.002 RW.018 Pengangsaan Dua Kelapa Gading - Jakarta

021-3859649 Direktur Utama

CINDY SUNARKO

Jalan Majapahit 28A (dalam) Jakarta 10160

Jl. Sircon Blok C7 N0.84 Permata Hijau - Jakarta

021-3859649 Direktur

Menyatakan bahwa:

1.

Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Pelayanan Nelly Dwi Putri Tbk, ("Perusahaan") dan entitas anak;

2.

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia;

3. a)

Semua informasi laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak telah dimuat secaftl lengkap dan benar;

b)

Lapran keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung inlormasi atau fakta material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

4.

Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intem dalam Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pemyataan ini dibuat dengan sebenamya.

Jakarta, 30 April 2A18

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk.

CINDY SUNARKO Direktur

KantorCabang:Jl.BhayangkaraNo. lTETalangBanjar-Jambi36142 Phone:+62-74125I49,7553148Fax2+62-74125146 KantorPerwakilan:P.O.BoxlllDesaBarowa,Kec.Bua,Kab.LuwuPalopoSul-Sel91991 Phone +62-4713307355

(4)

Pada Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)

ASET Catatan 31 Maret 2018 31 Desember 2017

ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 3, 26, 27 54.767.129.430 42.144.745.951

Piutang Usaha 4, 26, 27

Pihak Berelasi 25 501.128.272 751.899.461

Pihak Ketiga 30.815.670.527 27.538.368.655

Aset Keuangan Lancar Lainnya 5, 25, 27 31.821.198.804 29.715.330.951

Persediaan 6 8.141.480.068 9.004.334.307

Pajak Dibayar di Muka 24.a 82.217.428 6.809.308

Pembayaran di Muka 2.478.298.646 1.944.093.706

Jumlah Aset Lancar 128.607.123.175 111.105.582.339

ASET TIDAK LANCAR

Aset Tetap 7 298.473.321.586 300.461.285.719

Aset Pajak Tangguhan 24.e 1.130.308.656 1.127.441.063

Aset Lain-lain 8 - 3.592.272.839

Jumlah Aset Tidak Lancar 299.603.630.242 305.180.999.621

JUMLAH ASET 428.210.753.417 416.286.581.960

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan

(5)

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Pada Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)

LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan 31 Maret 2018 31 Desember 2017

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang Usaha 9,26,27

Pihak Berelasi 25 126.361.263 122.104.863

Pihak Ketiga 12.314.801.020 5.927.170.355

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 27 40.439.500 40.439.500

Utang Pajak 24.b 3.185.953.183 2.957.229.476

Beban yang Masih Harus Dibayar 10,26, 27 2.793.278.204 1.936.118.673

Uang Muka Pelanggan 27 42.936.000 100.000.000

Bagian Lancar atas Utang Bank

Jangka Panjang 11, 27 4.618.000.000 7.317.380.502

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 23.121.769.170 18.400.443.369

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang Bank Jangka Panjang 11,27 - 1.018.000.000

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 12 12.297.573.265 11.790.975.797

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 12.297.573.265 12.808.975.797

JUMLAH LIABILITAS 35.419.342.435 31.209.419.166

EKUITAS

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk :

Modal Saham

Modal Dasar – 8.000.000.000 saham

- Nilai Nominal Rp 100 per saham

Modal Ditempatkan dan Disetorkan Penuh –

2.350.000.000 saham 13 235.000.000.000 235.000.000.000

Tambahan Modal Disetor – Bersih 14 20.668.393.020 19.432.841.314

Saldo Laba 135.215.144.473 126.788.498.803

Penghasilan Komprehensif Lain 1.587.282.836 3.539.132.177

Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada

Pemilik Entitas Induk 392.470.820.329 384.760.472.294

Kepentingan Nonpengendali 23 320.590.653 316.690.500

Jumlah Ekuitas 392.791.410.982 385.077.162.794

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 428.210.753.417 416.286.581.960

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan

(6)

DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN

Untuk Periode Tiga Bulan Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Masing–masing Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 31 Maret 2018 31 Maret 2017

PENDAPATAN 17, 25 52.623.420.842 40.838.431.967

BEBAN POKOK PENDAPATAN 18 (35.175.098.156) (29.375.069.724)

LABA BRUTO 17.448.322.686 11.463.362.243

Beban Usaha 19 (7.060.365.110) (6.816.676.021)

Penghasilan Bunga 20 518.436.422 589.139.822

Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 21 (3.115.722.944) 457.770.159

LABA USAHA 7.790.671.054 5.693.596.203

Beban Keuangan 20 (197.385.493) (587.522.424)

Beban Pajak Final 24.d (526.918.259) (360.507.034)

LABA SEBELUM PAJAK 7.066.367.302 4.745.566.745

Beban Pajak 24.c (136.381.880) (272.151.819)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 6.929.985.422 4.473.414.926

PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode Berikutnya

Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari

Efek Tersedia untuk dijual 5 (397.935.000) 4.480.000.000

Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Pada Periode Berikutnya

Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti (56.221.530) (68.803.335)

Pajak Penghasilan atas Pengukuran Kembali atas

Program Imbalan Pasti 2.867.590 8.325.954

TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF

TAHUN BERJALAN 6.478.696.482 8.892.937.545

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:

Pemilik Entitas Induk 6.925.999.243 4.464.154.321

Kepentingan Nonpengendali 23 3.986.179 9.260.605

6.929.985.422 4.473.414.926

JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:

Pemilik Entitas Induk 6.474.796.329 8.883.926.719

Kepentingan Nonpengendali 23 3.900.153 9.010.826

6.478.696.482 8.892.937.545

LABA PER SAHAM :

Dasar dan Dilusian, laba (rugi) tahun berjalan yang Diatribusikan kepada pemegang saham biasa

Entitas induk 22 2,95 1,90

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan

(7)

DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN

Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan Tahun yang Berakhir 31 Desember 2017(Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk

Modal Saham Tambahan Modal Disetor Saldo Laba Jumlah Kepentingan

Nonpengendali Jumlah Ekuitas Agio saham Selisih antara

Aset dan Liabilitas Pengampunan

Pajak

Komponen Ekuitas Lainnya

Yang Telah Ditentukan Penggunaannya

Yang Belum Ditentukan Penggunannya

Penghasilan Komprehensif Lain-Keuntungan

(Kerugian) dari pengukuran Kembali atas Program Imbalan

Pasti

Penghasilan Komprehensif Lain-keuntungan

(Kerugian) dari Pengukuran Kembali Aset Keuangan yang

Dikategorikan sebagai Tersedia

Untuk Dijual

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SALDO PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2016 235.000.000.000 19.244.166.314 178.675.000 -- 475.000.000 109.949.179.268 445.875.373 2.380.800.000 367.673.695.955 295.024.318 367.968.720.273

Perubahan Ekuitas pada Tahun 2017

Selisih Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak -- -- (22.334.376) -- -- -- -- -- (22.334.376) -- (22.334.376)

Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain Periode

Berjalan -- -- -- -- -- 3.769.677.551 634.249.168 4.480.000.000 8.883.926.719 9.010.826 8.892.937.545

SALDO PADA TANGGAL 31 MARET 2017

235.000.000.000 19.244.166.314 155.340.624 -- 475.000.000 113.718.856.819 1.080.124.541 6.860.800.000 376.535.288.298 304.035.144 376.839.323.442

SALDO PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2017 235.000.000.000 19.244.166.314 178.675.000 10.000.000 500.000.000 126.288.498.803 1.158.332.177 2.380.800.000 384.760.472.294 316.690.500 385.077.162.794

Perubahan Ekuitas pada Tahun 2018

Selisih Setoran Modal pada Entitas Anak melalui

Imbreng -- -- -- 1.235.551.706 -- -- -- -- 1.235.551.706 -- 1.235.551.706

Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain Periode

Berjalan -- -- -- -- -- 8.426.645.670 (44.751.165) (1.907.098.176) 6.474.796.329 3.900.153 6.478.696.482

SALDO PADA TANGGAL 31 MARET 2018 235.000.000.000 19.244.166.314 178.675.000 1.245.551.706 500.000.000 134.715.144.473 1.113.581.012 473.701.824 392.470.820.329 320.590.653 392.791.410.982

Catatan terlampir merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

(8)

Untuk Periode Tiga Bulan Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2018 Dan 2017 (Masing-masing Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)

31 Maret 2018 31 Maret 2017

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan dari Pelanggan 42.146.015.958 35.867.695.098

Pembayaran Kepada Pemasok (17.132.067.870) (20.531.736.210)

Pembayaran kepada Karyawan (11.098.853.714) (8.804.197.556)

Pembayaran Pajak Penghasilan (512.852.146) (497.975.797)

Pembayaran Bunga (200.126.591) (593.829.807)

Penerimaan Bunga 518.436.422 589.139.822

Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 13.720.552.059 6.029.095.550

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 7

Aset Tetap

Perolehan (7.230.577.021) (3.166.759.924)

Penjualan 2.000.000.000 500.000.000

Investasi dalam Saham 9.180.467.050 (20.730.658)

Pendapatan Dividen 2.154.750 --

Hasil Pelepasan Investasi Saham (1.335.953.856) 30.481.650

Arus Kas Bersih Diperoleh/ (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi 2.616.090.923 (2.657.008.932)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Utang Jangka Panjang 11

Pembayaran (3.717.380.503) (3.752.064.758)

Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (3.717.380.503) (3.752.064.758)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN 12.619.262.479 (379.978.140)

SETARA KAS

DAMPAK SELISIH KURS PADA KAS DAN 3.121.000 (3.818.033)

SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS – AWAL PERIODE 42.144.745.951 43.923.698.841

KAS DAN SETARA KAS – AKHIR PERIODE 54.767.129.430 43.539.902.668

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan

(9)

6

Final Draft/April 27, 2018 Paraf:

1. Umum

1.a. Pendirian Perusahaan

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 jo Undang-undang No.12 Tahun 1970 berdasarkan Akta No.

3 tanggal 5 Februari 1977 yang diubah dengan Akta No. 22 tanggal 22 April 1977 dari Soetanto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. YA.5/189/19 tanggal 7 Mei 1977 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 10 Mei 2013. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 2 tanggal 1 Mei 2012 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., mengenai perubahan anggaran dasar yang meliputi antara lain:

(i) perubahan status Perusahaan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka;

(ii) perubahan nilai nominal saham Perusahaan yang semula sebesar Rp 500 (lima ratus Rupiah) menjadi sebesar Rp 100 (seratus Rupiah);

(iii) peningkatan modal dasar Perusahaan yang semula berjumlah Rp 200.000.000.000 menjadi sebesar Rp 800.000.000.000 dan modal ditempatkan dan modal disetor yang semula Rp 80.000.000.000 menjadi sebesar Rp 200.000.000.000 dimana sebesar Rp 120.000.000.000 dengan kapitalisasi laba Perusahaan;

(iv) perubahan maksud dan tujuan Perusahaan;

(v) perubahan susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan;

(vi) pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perusahaan sebanyak-banyaknya 668.000.000 lembar saham melalui Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat melalui Pasar Modal;

(vii) pelaksanaan program Management & Employee Stock Program dalam jumlah sebanyak-banyaknya 5%

dari modal dan melaksanakan program Employee Stock Allocation dalam jumlah sebanyak-banyaknya 10%

dari jumlah yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana saham-saham Perusahaan; dan

(viii) perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat melalui Pasar Modal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.

Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan AHU-24215.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal 4 Mei 2012.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pelayaran dalam negeri dan luar negeri, jasa pelayaran dan pengangkutan, jasa pengangkutan minyak dan gas, dan jasa penyewaan kapal laut. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1977.

Perusahaan berdomisil di Jakarta dengan kantor yang beralamat di Jalan Majapahit No. 28A (Dalam), Jakarta Pusat.

Entitas induk Perusahaan adalah PT Haskojaya Abadi, sedangkan pemegang saham entitas induk meliputi beberapa orang pribadi dan entitas.

1.b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Berdasarkan Akta No. 91Notaris Leolin Jayayanti, S.H. notaris di Jakarta , No. 91 tanggal 21 Juni 2017 dan Akta No. 48 tanggal 14 Juli 2015, susunan dewan komisaris, direksi Perusahaan dan komite audit pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

(10)

7

Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2018 adalah : Dewan Komisaris

Komisaris Utama Cynthia Sunarko

Komisaris Eugene Sunarko

Komisaris Independen Amiruddin Arris Direksi

Direktur Utama DR. Tjahya Tjugiarto

Direktur Cindy Sunarko

Direktur Independen Fredyanto Parlindungan Komite Audit

Ketua Amiruddin Arris

Anggota Siti Nurwahyuningsih Harahap

Erwin Kurnia Winenda, SH Susunan Pengurus Perusahaan pada tangggal 31 Maret 2017:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Cynthia Sunarko

Komisaris Cindy Sunarko

Komisaris Independen Amiruddin Arris Direksi

Direktur Utama DR. Tjahya Tjugiarto

Direktur Budi Tjahjadi

Direktur Tidak Terafiliasi Fredyanto Parlindungan Komite Audit

Ketua Amiruddin Arris

Anggota Siti Nurwahyuningsih Harahap

Erwin Kurnia Winenda, SH

Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 ,jumlah karyawan Grup masing-masing sebanyak 131 orang dan 150 orang (tidak diaudit).

1.c. Penawaran Umum Perdana Saham Penawaran Umum Perdana

Pada tanggal 28 September 2012, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. S-11539/BL/2012 untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana sebanyak-banyaknya 350.000.000 lembar saham biasa kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 168 per saham.

Selisih lebih jumlah yang diterima dari penerbitan saham terhadap nilai nominalnya adalah sebesar Rp 23.800.000.000, dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor - Bersih” setelah dikurangi jumlah biaya emisi saham sebesar Rp 2.560.127.251 (lihat Catatan 16).

(11)

8

Seluruh saham Perusahaan tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

Penggunaan dana hasil penawaran umum di atas untuk pembelian kapal tunda dan kapal tongkang serta modal kerja Perusahaan.

1.d. Struktur Entitas Anak

Kepemilikan saham Perusahaan pada entitas anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut:

Total Aset Sebelum Eliminasi

Dimulainya Persentase Kepemilikan (dlm jutaan)

Kegiatan

Operasi 2018 2017 2018 2017

Entitas Anak Utama Domisili % % Rp Rp

PT Permarta Barito Pembuatan Banjarmasin 1991 99% 99% 59.781 54.839

Shipyard & engineering Pemeliharaan

dan perbaikan

Kapal tarik dan

Tongkang

PT Nelly Energi Industri Pembangkit Listrik, Jakarta Pusat Belum 99% 99% 2.536 2.546

Lestarindo Industri alat ukur, Industri Beroperasi Fabrikasi peralatan listrik

Dan elektronik, Industri

Pembangkit tenaga listrik

Pembangkit tenaga alternative Dan industri pembangkit listrik

Tenaga gas

PT Pelayaran Hasko Pelayaran dalam negeri dan Jakarta Pusat Belum 99% 99.9851% 6.748 2.500

Hanly Global luar negeri, jasa pelayaran Beroperasi

dan pengangkutan, jasa

pengangkutan minyak dan

gas , dan jasa penyewaan

kapal laut

PT Permata Barito Shipyard & Engineering

PT Permata Barito Shipyard & Engineering (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 71 tanggal 15 Januari 1988 dari Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C2.11267.HT.01.01.TH.88 tanggal 12 Desember 1988 serta diumumkan dalam Tambahan No. 540 Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No.

25 tanggal 28 Maret 1989 PT Nelly Energi Lestarindo

PT Nelly Energi Lestarindo didirikan berdasarkan akta No. 5 tanggal 7 Oktober 2015 yang dibuat di hadapan Rosdiana S.H., notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No AHU-2460887.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 15 Oktober 2015.

PT Pelayaran Hasko Hanly Global

PT Pelayaran Hasko Hanly Global didirikan berdasarkan akta No.9 tanggal 11 Desember 2017 dari Rosdiana, S.H., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU-0056458.01.01. Tahun 2017 tanggal 13 Desember 2017

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas anak secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”.

(12)

9 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan

2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik

2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.

Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata Uang Fungsional dan Penyajian

Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali bila dinyatakan secara khusus, adalah dalam Rupiah penuh.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Grup. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan mata uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut.

2.c. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Berikut adalah revisi, amandemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) serta interpretasi atas SAK berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, yaitu:

• PSAK No. 1 (Amandemen 2015): ”Penyajian Laporan Keuangan”

• PSAK No. 3 (Penyesuaian 2016): “Laporan Keuangan Interim”

• PSAK No. 24 (Penyesuaian 2016): “Imbalan Kerja”

• PSAK No. 58 (Penyesuaian 2016): “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”

• PSAK No. 60 (Penyesuaian 2016): “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”

• ISAK No. 31: “Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi”

• ISAK No. 32: “Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan”

Implementasi dari standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

(13)

10 2.d. Prinsip Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anak seperti disebutkan pada Catatan 1.d.

Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee).

Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan entitas lain.

Laporan keuangan Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal pengendalian berakhir.

Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam grup dieliminasi secara penuh.

Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).

Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari entitas induk.

Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:

(a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya ketika pengendalian hilang;

(b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);

(c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;

(d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian;

(e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak;

(14)

11

(f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.

2.e. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

2.f. Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal

Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.

Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan

Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:

(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL).

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.

(ii) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; atau

c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman.

(15)

12

Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(iii) Investasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM)

Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Grup mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(iv) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (AFS)

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Investasi dalam instrumen yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur pada biaya perolehan.

Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan

Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut:

(i) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL).

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.

(ii) Liabilitas Keuangan Lainnya

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(16)

13 Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut.

Jika Grup secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Grup mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan tersebut.

Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Berikut adalah bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai:

a) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;

b) Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

c) Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;

d) Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar.

Untuk investasi pada instrumen ekuitas, penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang dalam nilai wajar instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya merupakan bukti objektif terjadinya penurunan nilai.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut dan diakui pada laba rugi.

Jika penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian

(17)

14

kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya.

Jumlah kerugian kumulatif yang direklasifikasi adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi.

Metode Suku Bunga Efektif

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian takterpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.

Reklasifikasi

Grup tidak mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan oleh Grup sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Grup dapat mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat. Grup tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal.

Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Grup, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali, terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat;

atau terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar.

Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

(18)

15 Pengukuran Nilai Wajar

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.

Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:

(i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1)

(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2)

(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3)

Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Grup pada akhir periode pelaporan dimana perpindahan terjadi.

2.g. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode biaya masuk pertama keluar pertama. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

2.h. Pembayaran Dimuka

Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional Group dan beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

(19)

16 2.i. Aset Tetap

Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.

Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan.

Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dan saldo menurun ganda untuk aset tetap bukan bangunan, dengan rincian sebagai berikut:

Tahun

Bangunan 20

Tongkang 20

Kapal tarik, kendaraan air 8 – 20

Crane kapal 8 – 20

Mesin dan peralatan 8

Instalasi listrik 8

Kendaraan Inventaris kantor

8 4 - 8

Kapal Kargo 8

Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam Konstruksi” dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi.

Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.

Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

(20)

17

Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.

Nilai kapal (tongkang, kapal tarik dan kendaraan air) termasuk biaya docking yang dikapitalisasi pada saat terjadinya dan akan diamortisasi dengan metode saldo menurun ganda sampai dengan jadwal docking berikutnya.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan selama masa pembangunan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.

Manajemen telah mengkaji ulang estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan.

2.j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai.

Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.

Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.

Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.

Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya.

Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.

Kebijakan akuntansi ini biasanya digunakan untuk penurunan nilai aset non keuangan seperti aset tetap atau aset takberwujud, tetapi tidak boleh diterapkan untuk: persediaan; aset yang timbul dari kontrak konstruksi; aset yang timbul dari imbalan kerja; aset keuangan; properti investasi yang diukur pada nilai wajar; biaya akuisisi tangguhan, dan aset takberwujud, yang timbul dari hak kontraktual asuradur berdasarkan kontrak asuransi; dan aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

2.k. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor, yang meliputi:

a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;

(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau

(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.

(21)

18

b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:

(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).

(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).

(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.

(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.

(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).

(i) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor; atau

(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

2.l. Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.

Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.

Imbalan Pascakerja

Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).

Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.

Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktif informal entitas.

Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.

(22)

19 Pesangon

Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:

(a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan

(b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon.

Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.

2.m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari pengangkutan laut diakui pada saat barang dimuat di atas kapal di pelabuhan muat.

Pendapatan dari jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal diukur dengan metode persentase penyelesaian. Jika hasil transaksi yang terkait dengan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan.

Hasil transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut ini dipenuhi:

(a) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;

(b) Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas;

(c) Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan (d) Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara

andal.

Tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan ditentukan dengan menggunakan metode survei pekerjaan yang telah dilaksanakan.Pendapatan yang diakui atas pekerjaan yang masih dalam penyelesaian dan belum ditagih diklasifkasikan dalam aset lancar sebagai “Pendapatan yang belum ditagih”.

Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

2.n. Pajak Penghasilan

Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas.

Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.

Untuk penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final, beban pajak dihitung sebesar 1,2% dari pendapatan final sewa dan pengoperasian kapal.

Gambar

Tabel berikut menganalisis aset yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai dan yang  belum  jatuh  tempo  dan  tidak  mengalami  penurunan  nilai  serta  aset  keuangan  yang  ditentukan  secara  individu mengalami penurunan nilai:
Tabel berikut menganalisis rincian liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo:

Referensi

Dokumen terkait

Jika terdapat bukti bahwa aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, kerugian kumulatif atas aset tersebut yang

Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat, akumulasi penyusutan dan penurunan nilainya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian,

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis)

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis)

Apabila terdapat penurunan signifikan atau berkelanjutan pada nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual (yang merupakan bukti objektif terjadinya penurunan nilai), maka jumlah

Sehubungan dengan penjualan seluruh kepemilikan saham PT MDS (Catatan 38), pada bulan April 2010, PT MPP telah mencatat penurunan nilai untuk beberapa aset tetap

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan

penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun