4 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. PENELITIAN TERDAHULU
Dalam tinjauan pustaka ini, kajian empiris atau hasil penelitian yang ada dan berkaitan dengan penelitian yang di lakukan saat ini sangat diperlukan, berikut beberapa penelitian terdahulu yang sudh dilakukan untuk menunjang penelitian :
Penelitian dari Saila, Adnan. (2018). Meneliti Pengaruh Penerapan E- Filling, Tingkat Pemahaman Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Melaporkan Spt (Studi Kasus Pada Kpp Pratama Banda Aceh) Pengaruh penerapan e-filling, tingkat pemahaman perpajakan berpengaruh secara bersama-sama terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam melaporkan SPT pada KPP Pratama Banda Aceh. pemahaman perpajakan sudah cukup baik meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan SPT. Penerepan e-filling berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam melaporkan SPT pada KPP Pratama Banda Aceh.
Tingkat pemahaman perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam melaporkan SPT pada KPP Pratama Banda Aceh.
Penelitian dari Avianto, Rahayu, Kaniskha. (2016). Analisa Peranan E- Filing Dalam Rangka Meningkatkan K epatuhan Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan) Melalui e-filing wajib pajak dapat melaksanakan kewajibannya dalam hal ini pelaporan SPT Tahunan dengan
praktis, mudah, cepat, dan efisien. E-filing dapat menumbuhkan suatu kepatuhan sukarela bagi wajib pajak melalui program pelayanannya yang baik dan prosedur yang sederhana serta memudahkan wajib pajak, wajib pajak dapat terbantu dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bentuk kepatuhan. Ditahun 2013 (sebelum ada e-filing) jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunannya sejumlah 32.909, selanjutnya ditahun 2014 dimana pertama kalinya e-filing berjalan jumlah wajib pajak yang melaporkan tidak meningkat meningkat namun masih cukup stabil dengan 32.464, dan ditahun 2015 jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunannya jauh meningkat dengan 40.825. Hal ini dibuktikan karena meningkatnya jumlah wajib pajak orang pribadi yang melakukan pelaporan SPT melalui e-filing ditahun 2014 sejumlah 3.403 dan ditahun 2015 sejumlah 11.161 serta perkembangan jumlah pelapor untuk SPT Tahunan secara manual tidak lebih besar daripada perkembangan dari pelaporan melalui e-filing. Dengan meningkatnya angka pelaporan SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi maka dapat menggambarkan peran dari e-filing dalam meningkatkan kepatuhan
Penelitian dari Febriani, Andi (2016) Penerapan E-Filling Terhadap Efisiensi Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang. Penelitian ini menguji pengaruh penerapan e-filling terhadap efisiensi pelaporan pajak penghasilan oarng pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Serang. Dari hasil pengujian data yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan e-filling berpengaruh positif terhadap efisiensi pelaporan pajak penghasilan orang pribadi. Penerapan e-filling ini dapat dilihat
dari adanya urgensi diterapkannya e-filling, tujuan diadakannya e-filling apakah sudah tercapai, sosialisasi dengan adanya penerapan e-filling dan kendala-kendala yang ada jika adanya penerapan e-filling. Ketika Direktorat Jenderal Pajak dapat meningkatkan terus fasilitas yang memadai seperti Application Service Provider (ASP) atau Jasa Penyedia Aplikasi untuk dapat melaporkan perpajakan dengan menggunakan e-filling maka wajib pajak akan lebih mudah dan efisiensi dalam melaporkan perpajakannya dan untuk penggunaan e-filling akan semakian meningkat.
Dalam penelitian Hidayat dan Nurhayati (2019) yang mengkaji tentang
“Analisis Perbandingan Prediksi Keberterimaan E-Filing Dengan E-Form Dalam Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan 1770/1770s” dalam penelitian tersebut penulis mengambil metode penelitian kualitatif. Peneliti melakukan wawancara terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) baik karyawan maupun pengusaha yang telah memakai e-filing dan e-form dalam penyampaian SPT tahunan.Narasumber yang telah dipilih sesuai dengan kriteria yaitu wajib pajak yang telah memakai e-filing minimal dua kali dalam pelaporan pajaknya dan memakai e-form minimal satu kali .dan penelitian tersebut meghasilkan Peneliti memperhatikan beberapa aspek dalam menganalisis perbandingan prediksi keberterimaan efiling dengan e-form dalam penyampaian SPT yaitu ekpektasi kinerja (performace expectancy) ,ekspektasi usaha (effort expectancy), pengaruh sosial (social influence) dan kondisi pendukung (facilitating condition). Berdasarkan hasil analisis, keempat aspek tersebut memiliki peran terhadap minat dan keberterimaan wajib pajak
dalam menggunakan e-filing dan e-form. Perkembangan teknologi sangat pesat dituntut untuk memilki ketertarikan dan kebergantungan terhadap teknologi karena alasan memberikan kemudahan dan efisiensi.
Penelitian berikutnya Oktariani (2015) mengkaji tentang “Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Hubungan Penerapan E-Filling Dengan Efisiensi Pelapora SPT Studi Kasus Pelaporan SPT di Sleman” dalam penelitian tersebut peneliti menggunakan metode penelitian pengambilan sampel orang terdekat yang melaporkan SPT yang menghasilkan penerapa E- Filing pada KPP Pratama Sleman menurut presepsi wajib pajak dinilai sangat optimal, ditujukkan dengan presentasse skala sikap besar 75%. Selain itu, dari jawaba responden yang terhimpun menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjawab “setuju (S)” pada item – item pertayaan yang bersifat positif dan mendukung pernyataan bahwa penerapan E-Filling sudah berjalan sangat optimal.
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu berbeda dalam pembahasan penelitian dimaa penelitian terdahulu sebagian besar membahas tentang bagaiman respon dari wajib pajak sedangkan dalam penelitian ini hanya membahas teori atau prosedur pelaporan SPT menggunakan E-Filling serta mendeskripsikan bagaimana peran Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tulungaung dalam mengatasi hambatan dalam proses pelaporan SPT yang menggunakan E-Filling.
B. LANDASAN TEORI 1. Pengerti Pajak
Berdasarkan UU KUP Nomor 28 Tahun 2007 Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam pengertian pajak tersebut ada beberapa komponen yang WAJIB Anda tahu yaitu:
1. Pajak adalah Kontribusi Wajib Warga Negara
2. Pajak bersifat MEMAKSA untuk setiap warga negara
3. Dengan membayar pajak, Anda tidak akan mendapat imbalan langsung 4. Pajak berdasarkan Undang-Undang
Definisi atau pengertian pajak menurut Rochmat Soemitro (Mardiasmo, 2011:1) adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Selain menurut para ahli,ada juga definisi pajak
Menurut Adriani yang menyatakan bahwa, pajak adalah iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh mereka yang wajib membayarnya menurut peraturan, tanpa mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang kegunaannya untuk membiayai pengeluaran umum terkait dengan tugas Negara dengan menyelenggarakan pemerintahan.
Pengertian Pajak Menurut Rifhi Siddiq Pajak adalah iuran yang dipaksakn pemerintahan suatu negara dalam periode tertentu kepada wajib pajak yang bersifat wajib dan harus dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara dan bentuk balas jasanya tidak langsung.
Pengertian Pajak Menurut Leroy Beaulieu Pajak adalah bantuan, baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan oleh kekuasaan publik dari penduduk atau dari barang, untuk menutup belanja pemerintah.
Pengertian Pajak Menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH Pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment.
Pengertian Pajak Menurut Sommerfeld R.M., Anderson H.M., & Brock Horace R. Pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah, bukan akibat pelanggaran hukum, namun wajib dilaksanakan, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu, tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional, agar pemerintah dapat melaksanakan tugas- tugasnya untuk menjalankan pemerintahan.
2. E-Filling
A. Pengertian E-Filling
Saat ini Direktorat Jenderal Pajak telah memperkenalkan cara mudah untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi melalui internet.Fasilitas ini disebut sebagai e-filing. E-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara online.
SPT Tahunan Elektronik (e-SPT) Tahunan adalah data SPT Wajib Pajak dalam bentuk elektronik yang dibuat oleh Wajib Pajak dengan menggunakan aplikasi e-SPT.
SPT lengkap adalah SPT yang sudah diisi dengan lengkap oleh WP dari elemen SPT Induk dan lampiran-lampiran. SPT Induk harus ditandatangani oleh Wajib Pajak atau kuasanya, serta dilengkapi dengan lampiran khusus, keterangan dan/atau dokumen yang disyaratkan.
e-SPT adalah penyampaian SPT dalam bentuk digital ke KPP secara elektronik. Yang dapat diaplikasikan adalah laporan SPT Masa PPh, SPT Tahunan PPh, dan SPT Masa PPN. Sesuai dengan jenis SPT-nya, maka ada e-SPT PPh dan e-SPT PPN.
e-SPT Masa PPh yaitu suatu aplikasi dari programs DJP kepada Wajib Pajak yang befungsi untuk merekam, memelihara data, pembaharuan data, beserta mencetak SPT dan lampirannya kemudian dapat dilaporkan melalui media elektronik ataupun langsung ke KPP. Aplikasi ini dapat diperoleh
langsung dari KPP terdaftar. Bagi Wajib Pajak yang terdaftar di KPP yang telah menerapkan e-System dapat menghubungi Account Representative (AR) yang telah ditunjuk. Kemudahan yang diterima pasa SPT Masa PPN yaitu penyediaan fasilitas perekaman data SPT sekaligus lampirannya yang perhitungannya akan secara otomatis pada saat perekaman, dan akan menyambungkan langsung pada SPT Induk, selain itu tersedia perekaman pembetulan SPT. Aplikasi ini dapat mengatur masing-masing profil pengguna sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga aplikasi ini memiliki kelebihan dari pada SPT Manual yaitu dapat memelihara data Wajib Pajak lawan transaksi, memudahkan impor data lampiran seperti data manufaktur dengan format tertentu.
pengertian e-filing menurut undang-undang,yaitu :
Menurut peraturan diretur jendral pajak no. Per-06/pj/2014, tentang tata cara penyampaian surat pemberitahuan tahunan bagi wajib pajak orang pribadi yang menggunakan formulir 1770S atau 1770SS secara E-Filling dan merupakan pegawai tetap pada pemberi kerja tertentu. E-Filling adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang di lakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jendral Pajak
Menurut peraturan Direktur Jendral Pajak No. Per-02/PJ/2019. Tentang Tata Cara Penymapaian,Penerimaan dan Pengelolahan Surat
Pemberitahuan. E-Filling adalah cara penyampaian SPT melalui saluran tertentu yang di tetapkan Direktur Jendral Pajak.
Menurut Peraturan Direktur Jendral Pajak No, Per-1/PJ/2014. Tentang Tata cara penyampaian surat pemberitahuan tahunan bagi wajib pajak orang pribadi yang menggunakan formulir 1770s atau 1770ss secara e-filing melaluii website direktur jendral pajak
3. Pengertian Karyawan
Menurut Hasibuan Karyawan merupakan orang jasa pikiran dan mendapatkan kompensasi besar nya di tetapkan telebih dahulu
Menurut Subri Karyawan merupakan penduduk dalam usia kerja berusia 15-64 tahun dalam suatu negara memproduksi barang dan jasa terhadap tenaga.
Menurut KBBI Karyawan merupakan orang bekerja pada lembaga kantor dan perusahaan dengan mendapatkan gaji.
Menurut Undang-Undang Karyawan merupakan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan hasil kerjanya kepada pengusaha mengerjakan di mana hasil karyanya sesui profesi sebagai mata pencariannya.
Menurut Hasibun Karyawan merupakan orang penjual jasa pikiran dan mendapatkan kompensasi yang dahulu