BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tipe / Sifat Penelitian
Tipe penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang hanya memaparkan situasi dan peristiwa, penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Penelitian deskriptif termasuk kedalam penelitian kualitatif. Menurut Kirk dan Miller, penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan social yang secara fundamental bergantung pada pengamatan yang dilakukan kepada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dan bahasanya dan dalam peristilahannya25.
Ada beberapa istilah untuk penelitian kualitatif, penelitian atau inkuiri naturalistic atau ilmiah, etnografi, interaksionis simbolik, perspektif kedalam,
etnometologi, the “Chicago school” fenomenologis, studi kasus, interpretative, ekologis dan deskriptif26.
25 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kuantitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1989. Hal . 3
26 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya Bandung, Hal. 2
Dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Bogdan Taylor, 1975: 5)27
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memaparkan tentang Pelaksanaan Kehumasan Biro Humas Universitas Mercu Buana. Penelitian deskriptif ditujukan untuk :
1. Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melakukan gejala yang ada.
2. Mengidentifikasikan masalah atau memeriksa kondisi dan praktek- praktek yang berlaku.
Yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.28
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.
Penelitian studi kasus adalah uraian dan penjelasan komprehensif mengenai
27Op.Cit, Hal. 2
28 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja RosdaKarya, 2006 ), Hal. 6
berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi (komunitas), suatu program atau suatu situasi sosial29
Metode penelitian studi kasus ini dilakukan untuk memperoleh informasi melalui wawancara mendalam kepada Bagian Biro Humas dan Customer Care Universitas Mercu Buana. Studi kasus berupaya menjawab pertanyaan “How”
(bagaimana) dan “Why” (mengapa), serta pada tingkat tertentu juga menjawab pertanyaan “what” (apa atau apakah) dalam kegiatan penelitian30. Selain itu, Studi kasus juga dapat menyajikan data-data dan temuan-temuan yang sangat berguna sebagai dasar untuk membangun latar permasalahan bagi perencanaan penelitian yang lebih besar dan mendalam dalam rangka pengembangan ilmu-ilmu sosial31
Dengan studi kasus, kita akan mendapatkan banyak informasi baik itu langsung dari individu atau kelompoknya maupun melalui hasil pengamatan kita terhadap suatu kondisi yang ada didalamnya.
3.3 Definisi Konsep
Identifikasi Kehumasan adalah meneliti peran dan fungsi Biro Humas Universitas Mercu Buana, sesuai dengan standard keunggulan yang dijelaskan
29Deddy Mulyana, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja RosdaKarya), 2006, Hal. 201
30Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2005) Hal. 109
31Analisis Data Penelitian Kualitatif, Ibid, Hal. 23
dalam Generic Principe milik Jmaes Grunig. Identifikasi dilakukan dengan menelaah satu per satu individu sampai dengan kondisi serta situasi yang terjadi dalam organisasi yang dalam hal ini adalah Universitas Mercu Buana. Peran dan fungsi Humas yang disebutkan dalam Generic Principe ini adalah tentang hubungannya terhadap top management, unit-unit lain, media sampai dengan konsumen.
3.4 Fokus Penelitian
Disini penulis memfokuskan penelitiannya mengenai :
Apakah Biro Humas Universitas Mercu Buana dapat dikatakan ideal bila dilihat dari struktur organisasinya sesuai dengan “Generic Principles Of Public Relations Exellence” dan apakah bila dilihat dari Budaya Organisasi dengan
karakteristik semua orang yang ada didalamnya sudah sesuai dengan “Generic Principles Of Public Relations Exellence” tersebut, yang antara lain meliputi
sebagai berikut :
1. Keterlibatan Humas dalam management strategi a. Kontribusi yang diberikan
b. Pengajuan program serta cara pengelolaannya
2. Pemberdayaan Humas dalam koalisi yang dominan atau hubungan pelaporan langsung ke manajemen senior
a. Kegiatan yang paling sering melibatkan Humas b. Pelaporan yang seperti apa biasa dilakukan 3. Humas sebagai fungsi manajemen terpadu
a. Melakukan koordinasi dengan bagian yang lain
4. Humas sebagai fungsi manajemen yang terpisah dari fungsi lain a. Hubungan Humas dengan bagian yang lain
b. Fungsi Humas dengan struktur yang ada
5. Humas dipimpin oleh seorang manajer bukan seorang teknisi a. Kompetensi yang dibutuhkan untuk seorang pimpinan Humas 6. Humas menggunakan model dua arah yang simetris
a. Keterbukaan komunikasi antara karyawan Humas dengan pimpinan Humas dalam hal penyampaian idea
7. Humas sebagai sebuah system simetris komunikasi internal a. Melakukan peran manajerial dengan PR yang simetris
b. Pengetahuan tentang kehumasan yang seperti apa yang ada di Humas
8. Humas memiliki pengetahuan potensi peran manajerial dan simetris a. Humas melakukan aktifitas manajerial dengan PR yang simetris b. Pengetahuan yang dimiliki oleh Humas
9. Keragaman yang terkandung dalam semua peran a. Cara menghargai keragaman yang ada
b. Pertimbangan pekerjaan antara laki-laki dan perempuan
c. Pertimbangan gender, agama dan RAS dalam merekrut karyawan 10. Organisasi sebagai kontek keunggulan
a. Memperlakukan budaya yang berbeda yang dimiliki oleh civitas akademika
3.5 Nara Sumber / Key Informan
Penulis menggunakan teknik wawancara mendalam atau indepth interview dalam penelitian ini dengan narasumber yang telah penulis pilih karena merupakan perwakilan untuk memberikan penilaian terhadap peran dan fungsi Biro Humas di Universitas Mercu Buana. Masing-masing narasumber ini dianggap dapat mewakili organisasi dalam memberikan infomrasi yang dibutuhkan.
Nara sumber atau Key informan yang menjadi sumber informasi dalam penelitian ini adalah :
1. Bapak Dr. Ir. Arissetyanto Nogroho ,MM selaku Top Management di Universitas Mercu Buana (Wakil Rektor Universitas Mercu Buana), yang mewakili top management Universitas Mercu Buana untuk memberikan penilaian terhadap Biro Humas dan Customer Care Universitas Merrcu Buana.
2. Ibu Irmulan Sati Tomohardjo Jauhari, SH., M.Si selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Customer Care Universitas Mercu Buana.
3. Bapak Ir. Yenon Orsa, MT, selaku Direktur Marketing Universitas Mercu Buana, yang mewakili Direktorat atau unit yang posisinya berada diatas Biro Hubungan Masyarakat dan Customer care Universitas Mercu Buana.
4. Bapak Gunadi, Staff Biro Manajemen Gedung dan Sarana
5. Djulita Amalia, perwakilan mahasiswa Public Relations angakatan 2006
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapat data teknik-teknik pengumpulan data diperlukan dalam penelitian lapangan. Teknik ini tentu tidak selalu dapat diterapkan dalam setiap penelitian. Ini tergantung masalah dan keadaan obyek penelitian. Teknik pengumpulan data itu dapat digolongkan menjadi Sembilan, yakni teknik32.
1. Pengamatan 2. Metode Observasi 3. Wawancara Merdeka 4. Wawancara Terpimpin
5. Pengedaran daftar pertanyaan atau kuesioner 6. Mencatat pembicaraan informan
7. Pencatatan biografi dari anggota yang menjadi objek penelitian 8. Mempergunakan test-test psikologi
9. Menghitung angka statistik dari peristiwa dan aktivitas masyarakat
Dalam melakukan penelitian mengenai Pelaksanaan Kehumasan Universitas Mercu Buana, penulis akan menggunakan dua macam teknik pengumpulan data, yaitu :
32Koentjaraningrat, Analisis Data Penelitian Kualitatif, 1961, Hal. 123-125
3.6.1 Data Primer
Data Primer atau umum merupakan kata-kata atau tindakan orang yang diamati atau dengan wawancara. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video atau audio tape serta pengambilan foto.
Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara secara mendalam kepada narasumber, yaitu kepada Bagian Biro Humas dan Customer Care. Wawancara dapat dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur. Disini peneliti memiliki catatan pokok-pokok pertanyaan, sehingga tidak ada yang terlewatkan data yang dibutuhkan. Wawancara tidak terstruktur lebih informal, tidak jarang kita terbawa arus narasumber sehingga lupa data apa yang seharusnya kita gali dari narasumber tersebut. Alat bantu wawancara seperti tape recorder, camera akan lebih memudahkan33.
3.6.2 Data Sekunder
Data sekunder merupakan data-data tertulis seperti buku-buku, majalah, arsip-arsip, dokumen pribadi atau dokumen resmi yang berkaitan dengan penelitian.
33Juwono Tri Atmodjo. , Metode Penelitian Komunikasi, Buku Ajar, 2008, Hal. 110
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian mengenai Pelaksanaan Kehumasan di Universitas Mercu Buana diperoleh dari artikel, kepustakaan yang relevan dengan penelitian dan juga arsip-arsip Universitas Mercu Buana.
3.7 Analisi Data
Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mengesistensikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan yang penting dan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain34.
Tujuan dari analisis data didalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuan-penemuan hingga menjadi data yang teratur. Proses analisis merupakan usaha untuk mnemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul perihal objek penelitian.
3.8 Keabsahan Data
Salah satu cara paling penting dan mudah dalam uji keabsahan hasil penelitian adalah dengan meningkatkan ketekunan dalam pengamatan di Lapangan dengan menggunakan semua panca indera termasuk pendengaran, perasaan dan insting peneliti35.
34Metode Penelitian Komunikasi, Ibid., Hal. 130
35Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, Prenada Media Group, 2007, Hal. 256-257
Teknik memeriksa keabsahan data hasil penelitian ini dapat dilakukan sebagai berikut36:
a. Standart kredibilitas, yang diperoleh dari sumber terpercaya dan data yang kredibel.
b. Standart tranferabilitas, yang berkaitan dengan kenyataan di lapangan dapat dijawab dan dinilai oleh pembaca laporan peenlitian. Ia dapat memperoleh gambaran, pemahaman tentang kenyataan lapangan dan tentang obyek penelitian.
c. Standart dependabilitas, merupakan konsistensi peneliti dalam proses pengumpulan data, interpretasi peneliti dan analisis data.
d. Standart konfirmabilitas, lebih terfokus pada pemeriksaan kualitas dan kepastian hasil penelitian, apa benar data tersebut memang benar-benar dari lapangan.
36Op.Cit, 2006, Hal.59-60