Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
MODEL ALAT EVALUASI KETERAMPILAN MEMBACA PADA
BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK
BAHASA INDONESIA KELAS X
(Penelitian Research and Development di SMAN 3 Bandung
Tahun Ajaran 2012/2013)
SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat untuk memperoleh gelar sarjana
pendidikan program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia
oleh
Marla Erika Rifani
NIM 0900419
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
MODEL ALAT EVALUASI KETERAMPILAN MEMBACA PADA
BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK
BAHASA INDONESIA KELAS X
(Penelitian Research and Development di SMAN 3 Bandung
Tahun Ajaran 2012/2013)
oleh
Marla Erika Rifani
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
© Marla Erika Rifani 2013
Universitas Pendidikan Indonesia
Agustus 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa izin dari
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
MARLA ERIKA RIFANI
MODEL ALAT EVALUASI KETERAMPILAN MEMBACA PADA
BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK
BAHASA INDONESIA KELAS X
(Penelitian Reasearch and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH PEMBIMBING:
Pembimbing I
Dr. Hj. Nuny Sulistyani Idris, M.Pd. NIP 196707151991032001
Pembimbing II
Ida Widia, M. Pd. NIP 197310062008012004
Mengetahui
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Universitas Pendidikan Indonesia
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
MODEL ALAT EVALUASI KETERAMPILAN MEMBACA PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK BAHASA INDONESIA KELAS X
(Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
oleh
Marla Erika Rifani 0900419
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya validitas dan reliabilitas terhadap alat evaluasi membaca dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan: (1)bagaimana validitas alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung tahun ajaran 2012/2013; (2)bagaimana reliabilitas alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung tahun ajaran 2012/2013; (3)bagaimana model alat evaluasi yang baik untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pada Standar Kompetensi membaca.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Research and Development. Berdasarkan hasil penelitian dan uji coba, peneliti menemukan dari 50 butir soal keterampilan membaca di buku sekolah elektronik Belajar Efektif Bahasa Indonesia untuk kelas X karya E.Kusnadi diperoleh hasil uji coba 1 sebanyak 16 butir soal memiliki tingkat validitas dengan masing-masing 9 butir soal termasuk bervaliditas rendah, 6 butir soal bervaliditas cukup, dan 1 soal termasuk bervaliditas tinggi. Reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,32 termasuk kategori rendah. Dari kenem belas butir soal masing-masing memiliki tingkat kesukaran 1 soal kategori sangat mudah, 2 soal termasuk kategori mudah, 8 soal termasuk kategori sedang, 3 soal termasuk kategori sukar, dan 2 soal termasuk kategori sangat sukar. Adapun daya pembeda soal masing-masing 3 soal berdaya pembeda jelek, 7 soal berdaya pembeda cukup, 5 soal berdaya pembeda baik, dan 1 soal berdaya pembeda baik sekali.
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
MODEL INSTRUMENT EVALUATION COMPETENCE READ IN SCHOOL BOOK ELECTRONIC INDONESIAN LANGUAGE CLASS X
( Reasearch and Development in SMA Negeri 3 Bandung Learn year 2012/2013) instrument evaluation reading school books electronic (BSE). There were some projct questions which must be answered in this project, those are (1) how the validity of an instrument evaluation in school books electronic indonesian language for high school class X used in SMAN 3 Bandung the academic year 2012/2013; (2) how reliabilitas instrument evaluation in school books electronic indonesian language for high school class X used in SMAN 3 Bandung the academic year 2012/2013; (3) how their model instrument evaluation good to improve the ability of students in doing the upon default competence read.
Research and development was a method used in this research. Based on the results of research, there are 50 grains of reading skill questions founded in electronic school book learning effective indonesian language to a class of X work E.Kusnadi obtained the result of the first experiment, there were 16 questions having a level validity including 9 questions was low level validity, 6 questions was enough, and 1 question are high. Reliabilitas obtained by 0,32 in the low category. There were twelve questions by 16 having a level, including 1 question was very easy, 2 questions were in the category of easy, 8 questions were in the moderate category, 3 questions were difficult and 2 questions were in the very difficult category. Discriminating power about each 3 questions discriminating power miscreated,7 questions about discriminating power enough, 5 questions about discriminating power good, and 1 question about discriminating power very good.
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI
ABSTRAK ………...……….. i
KATA PENGANTAR ………... ii
UCAPAN TERIMAKASIH ………... iii
DAFTAR ISI ………. v
DAFTAR TABEL ………. viii
DAFTAR DIAGRAM ………... x
DAFTAR LAMPIRAN ………... xi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 7
1.3 Batasan Masalah... 7
1.4 Rumusan Masalah ... 7
1.5 Tujuan Penelitian ... 8
1.6 Manfaat Penelitian ... 8
1.7 Anggapan Dasar ... 9
1.8 Definisi Operasional... 10
BAB 2 IHWAL MEMBACA DAN ALAT EVALUASI PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK 2.1 Ihwal Membaca ... 11
2.1.1 Pengertian Membaca ... 11
2.1.2 Tujuan Membaca ... 13
2.1.3 Membaca Sebagai Suatu Keterampilan ... 14
2.1.4 Aspek-aspek Membaca ... 14
2.2 Evaluasi Membaca ... 15
2.2.1 Ihwal Validitas ... 17
2.2.2 Ihwal Reliabilitas ... 19
2.2.3 Tes Kompetensi Membaca ... 21
2.2.4 Penyusunan Tes Kompetensi Membaca... 24
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB3METODOLOGIPENELITIAN
3.1 Metode Penelitian... 29
3.2 Langkah-Langkah Penelitian ... 30
3.2.1 Potensi dan Masalah ... 30
3.2.2 Pengumpulan Informasi ... 31
3.2.3 Desain Produk ... 31
3.2.4 Validasi Desain ... 32
3.2.5 Perbaikan Desain ... 32
3.2.6 Uji Coba Produk ... 33
3.2.7 Revisi Produk ... 36
3.2.8 Ujicoba Pemakaian... 36
3.2.9 Revisi Produk Tahap Dua ... 36
3.2.10 Pembuatan Produk ... 36
BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Informasi ... 37
4.1.1 Analisis Kompetensi Dasar 3.1 Menemukan Ide Pokok Berbagai Teks Nonsastra dengan Teknik Membaca Cepat (250 kpm) ... 37
4.1.2 Analisis Kompetensi Dasar 7.2 Menganalisis Keterkaitan Unsur Intrinsik Suatu Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari ... 37
4.1.3 Analisis Kompetensi Dasar 7.1 Membacakan Puisi dengan Lafal, Nada, Tekanan, dan Intonasi yang Tepat ... 38
4.1.4 Analisis Kompetensi Dasar 3.2 Mengidentifikasi Ide Teks Nonsastra dari Berbagai Sumber Melalui Teknik Membaca Ekstensif ... 38
4.1.5 Analisis Kompetensi Dasar 11.2 Merangkum Seluruh Isi Informasi dari Suatu Tabel/Grafik ke dalam Beberapa Kalimat ... 39
4.1.6 Analisis Kompetensi Dasar 15.1 Mengidentifikasi Karakteristik dan Struktur Unsur Intrinsik Sastra Melayu Klasik ... 39
4.1.7 Analisis Kompetensi Dasar 11.1 Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku ke dalam Beberapa Kalimat ... 40
4.2 Hasil Analisis Uji Kompetensi Pelajaran ... 40
4.2.1 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 1 ... 40
4.2.2 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 2 ... 42
4.2.3 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 3 ... 44
4.2.4 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 4 ... 46
4.2.5 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 5 ... 48
4.2.6 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 6 ... 50
4.2.7 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 7 ... 52
4.2.8 Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 8 ... 54
4.2.9. Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 9 ... 57
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
4.2.11Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 11 ... 58
4.2.12Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 12 ... 61
4.2.13Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 13 ... 63
4.2.14Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 14 ... 65
4.2.15Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 15 ... 68
4.2.16Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 16 ... 70
4.2.17Analisis Uji Kompetensi Pelajaran 17 ... 72
4.3 Hasil Penilaian Ahli ... 74
4.4 Pembahasan Hasil Uji Coba 1 ... 74
4.4.1 Data Hasil Uji Coba 1 ... 75
4.4.2 Hasil Validitas dan Reliabilitas Butir Soal Uji Coba 1 ... 93
4.4.3 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal Uji Coba 1 ... 95
4.4.4 Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba 1 ... 96
4.4.5 Hasil Analisis Tiap Butir Soal Uji Coba 1 ... 96
4.5 Pembahasan Hasil Uji Coba 2 ... 104
4.5.1 Data Hasil Uji Pemakaian/Uji Coba 2 ... 105
4.5.2 Hasil Validitas dan Reliabilitas Butir Soal Uji Pemakaian/ Uji Coba 2 ... 111
4.5.3 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal Uji Pemakaian/ Uji Coba 2 ... 112
4.5.4 Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Pemakaian/ Uji Coba 2 ... 113
4.5.5 Hasil Analisis Tiap Butir Soal Uji Pemakaian/Uji Coba 2 ... 113
4.6 Model Soal Keterampilan Membaca ……… 121
4.7 Kendala yang Dialami Selama Penelitian ... 131
4.7.1 Waktu Uji Coba... 131
4.7.2 Sasaran Uji Coba ... 131
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ………. 133
5.2 Saran ………. 134
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam dunia pendidikan peran evaluasi sangatlah penting untuk mengetahui sejauhmana peran pendidikan dalam membangun bangsa. Di dalam evaluasi pendidikan terdapat banyak alat evaluasi baik berbentuk teks maupun nonteks. Menurut KBBI (2007: 27), alat adalah benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu yang dipakai untuk mencapai suatu maksud. Sementara itu, evaluasi menurut KBBI (2007: 310) berarti penilaian. Mengacu pada definisi tersebut, alat evaluasi dapat diartikan alat yang digunakan untuk mencapai maksud penilaian.
Menurut Purwanto (1994: 5), evaluasi dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan evaluasi itu sendiri. Tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Secara lebih rinci, fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi berikut:
(1) untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu;
(2) untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran; (3) untuk keperluan bimbingan dan konseling;
(4) untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Purwanto (1994: 33) mengatakan bahwa untuk seorang guru dapat menggunakan dua macam tes dalam melakukan evaluasi, yakni tes yang telah distandarkan (standardized) dan tes buatan guru sendiri (teacher made test).
Standardized test ialah tes yang telah mengalami proses standardisasi, yakni
2
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
disebut valid jika tes tersebut benar-benar mampu menilai apa yang harus dinilai. Suatu tes disebut andal jika tes tersebut menunjukkan ketelitian dalam pengukuran.
Dalam penelitian ini, penulis bermaksud mengkaji permasalahan mengenai penggunaan Buku Sekolah Elektronik (BSE) di Sekolah Menengah Atas (SMA). Buku sekolah elektronik disediakan pemerintah agar memudahkan akses para pelaku pendidikan untuk memeroleh informasi sebagai bahan belajar mengajar di sekolah. Buku ini dapat diperoleh melalui situs resmi Kementerian Pendidikan Nasional, yaitu bse.kemendiknas.go.id. Akan tetapi, dalam pengadaannya buku sekolah elektronik ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah berupa adanya alat evaluasi yang terkandung dalam buku sekolah elektronik yang kurang proporsional. Ketidakproporsionalan alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik untuk SMA ini ditunjukan dengan adanya soal-soal yang memiliki tingkat kesukaran yang tidak proporsional. Contohnya adalah sebagai berikut:
1. Biodisel adalah bahan bakar mesin disel berupa estel metil atau etil asam lemak, yang terbuat dari bahan baku tumbuh-tumbuhan. Contohnya, minyak sawit atau crude palm oil (CPO), biji jarak, asam lemak (asam yang menyebabkan bau tengik pada minyak goreng), atau minyak jelantaPertanyaan yang tepat untuk isi
paragraf di atas adalah …
a. Apa manfaat biodisel? b. Singkatan dari apa CPO?
c. Bagaimana cara mengolah biodisel? d. Apa yang dimaksud dengan biodisel?
e. Apa yang menyebabkan minyak goreng berbau tengik?
2. Manfaat memperkenalkan pembicara dalam kegiatan seminar adalah … a. mengakrabkan dengan audiens
b. agar audiens merasa segan
c. menanamkan kepercayaan pada audiens d. agar audiens merasa segan
e. agar audiens menjadi hormat
3
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Hal yang menggembirakan dalam cerita tersebut adalah …
a. Kerja keras setiap malam yang menyenangkan. b. Pengumuman pemenang di media massa.
c. Usaha sungguh-sungguh setiap malam yang tidak membuahkan hasil. d. Rasa lelah yang dibayar oleh kekalahan.
e. Semangat yang muncul secara menggebu. 5. Perhatikan teks berikut!
Sarapan pagi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam menjalani kegiatan sehari-hari. dengan sarapan pagi, kita akan memiliki bekal energi yang cukup. Jika kita tidak membiasakan diri untuk sarapan pagi, penyakit akan mudah datang. Oleh karena itulah, sebaiknya setiap hari kita membiasakan diri untuk sarapan pagi. Di samping menyehatkan, sarapan pagi pun harus ditempatkan sebagai satu rutinitas utama yang penting dilakukan.
Informasi penting yang tidak terdapat dalam teks tersebut adalah …
a. Sarapan pagi sangat penting.
b. Dengan sarapan pagi, kebutuhan energi kita akan terpenuhi. c. Jangan sarapan pagi terlalu banyak.
d. Sarapan pagi menyehatkan.
e. Sarapan pagi harus dibiasakan setiap pagi. 6. Kerangka naskah pidato tersusun atas …. a. ramah tamah, pembukaan, penutup b. pembukaan, isi, ramah tamah c. pembukaan, penutup
d. pembukaan, isi, penutup
e. pembukaan, isi, pesan, dan kesan
4
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Untuk mengetahui daya pembeda dalam setiap butir soal dilakukan analisis kuantitatif yang diperoleh melalui tes internal. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Surapranata (2006: 10-11) berikut.
Analisis soal secara kuantitatif menekankan pada analisis karakteristik internal tes melalui data yang diperoleh secara empiris. Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi parameter soal tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Khusus soal-soal pilihan ganda, dua tambahan yaitu dilihat peluang untuk menebak atau menjawab soal benar dan berfungsi tidaknya pilihan jawaban, yaitu penyebaran semua alternatif jawaban dari subjek-subjek yang dites.
Salah satu tujuan dilakukan analisis secara kuantitatif adalah untuk meningkatkan kualitas soal, yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistik yang memadai, (2) diperbaiki, karena terbukti terdapat beberapa kelemahan, atau (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali.
Ada beberapa peneliti terdahulu yang pernah melakukan kajian tentang topik ini. Sebagai contoh, Septiani (2011) melakukan penelitian yang berjudul
“Kajian Validitas dan Reliabilitas terhadap Alat Evaluasi untuk SMP Negeri
Kelas VII (Penelitian Deskriptif Kualitatif terhadap Buku Teks Bahasa Indonesia
untuk SMP yang Digunakan di Bandung Barat)”. Penelitian tersebut menunjukkan
bahwa alat evaluasi dalam buku teks SMP kelas VII terdapat beberapa yang tidak valid dan reliabel serta proporsi tingkat kesulitan yang tidak merata.
Selanjutnya, Maidasari (2012) melakukan penelitian yang berjudul
“Analisis Kesahihan dan Keterpercayaan Alat Evaluasi BSE Bahasa Indonesia
Kelas VIII Semester I (Penelitian Deskriptif terhadap Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia untuk SMP yang Digunakan di Bandung Timur)”. Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa soal-soal evaluasi pada buku sekolah elektronik yang digunakan di SMP Negeri Wilayah Bandung Timur masih harus diperbaiki untuk memenuhi kriteria kesahihan.
5
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
yang dimaksud yaitu: Janniah (2001) melakukan penelitian yang berjudul
“Pengembangan Tes Kompetisi Membaca Sebagai Upaya Penyiapan Alat Uji Kemahiran Bahsa Indonesia Bagi Penutur Asing (Ukbipa)”. Penelitian tersebut meghasilkan sebuah pengembangan tes kompetensi membaca bagi tes BIPA. Perbedaannya dengan penelitian tersebut adalah penelitian yang akan dilakuakan ini akan menghasilkan seperangkat alat evaluasi membaca untuk siswa Indonesia tepatnya siswa kelas X sekolah menengah atas, sedangkan penelitian terdahulu diperuntukkan untuk siswa asing yang ingin belajar bahasa Indonesia.
Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang validitas dan reliabilitas alat evaluasi buku sekolah elektronik SMA kelas X Bahasa Indonesia belum pernah dilakukan. Validitas dan reliabilitas alat evaluasi dilakukan karena dalam buku sekolah elektronik untuk SMA kelas X menjadi salah satu bentuk uji kemampuan siswa di sekolah yang akan memengaruhi hasil belajar siswa. Uji validitas dan reliabilitas terhadap butir-butir soal pada buku sekolah elektronik untuk SMA kelas X penting dilakukan karena jika kita lihat dari salah satu butir soal seperti yang tersaji pada contoh di atas, dapat dikatakan bahwa ukuran proporsional butir soal yang disajikan dalam buku sekolah elektronik ini belum memenuhi kriteria kesahihan dan keterpercayaan. Mungkin saja ini juga menjadi salah satu sebab siswa-siswa SMA kurang menguasai soal-soal UAN karena kurang terbiasa dengan soal-soal yang memiliki tingkat kesukaran yang tinggi, karena dalam buku sekolah elektronik ini tingkat proposional butir soal kurang memenuhi kriteria.
6
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
kurang terbiasa dengan teks bacaan yang panjang dan rumit. Seharusnya model soal-soal yang memang sering muncul dalam UAN ini juga terus diujikan dan diberikan pada siswa sebagai latihan mereka.
Soal-soal yang terdapat dalam soal UAN juga harus dijadikan acuan model soal latihan siswa supaya siswa terbiasa dengan model soal seperti itu. Dalam buku panduan yang digunakan siswa di sekolah, siswa masih kurang diasah menggunakan soal-soal yang memang meiliki tingkat kesukaran seperti soal UAN. Siswa terlalu dimanjakan dengan soal yang singkat tanpa teks yang panjang. Berbeda dengan soal UAN Bahasa Indonesia yang memang memaksa siswa untuk mau membaca dan memahami teks bacaan tersebut. Dengan demikian penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada Buku Sekolah Elektronik kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung karena memang seharusnya pemberian soal yang memiliki model seperti soal UAN itu dilakukan sedini mungkin. Kelas X SMA dipilih karena siswa kelas tersebut sebenarnya baru mengikuti UAN Bahasa Indonesia di kelas 9 SMP dan seharusnya pada saat siswa memasuki kelas X kebiasaan mengerjakan soal-soal yang memiliki teks panjang dan rumit terus diasah dan ditingkatkan, agar siswa terbiasa dengan soal seperti itu pada saat nanti mengikuti UAN SMA.
Penelitian ini berdasarkan hasil observasi acak dari beberapa sampel sekolah di Bandung Tengah yang termasuk passing grade I yang menggunakan buku sekolah elektronik ini. Dari hasil pengambilan sampel secara acak memang buku sekolah elektronik ini digunakan di sekolah-sekolah tersebut dan belum dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya.
7
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. SMA Negeri 3 Bandung juga menggunakan Buku Sekolah Elektronik dalam panduan buku teks.
Namun, sekolah ini pun memiliki penilaian terhadap Buku Sekolah Elektronik yang digunakan di sekolahnya. Alat evaluasi yang kurang proporsional juga dijadikan alasan Buku Sekolah Elektronik yang digunakan tidak menjadi sumber utama pembelajaran. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis
melakukan penelitian yang berjudul “Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca untuk Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X ”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis memiliki identifikasi masalah sebagai berikut.
(1) Soal-soal BSE Bahasa Indonesia SMA kelas X belum ditelaah kualitasnya. (2) Soal-soal BSE SMA kelas X ini diduga belum mengukur hasil pembelajaran. (3) Soal-soal BSE SMA kelas X cenderung memiliki tingkat kesukaran yang
tidak proporsional.
1.3 Batasan Masalah
Dalam bagian ini akan diuraikan batasan masalah penelitian, penulis membatasi masalah penelitian pada hal-hal berikut ini.
(1) Buku yang dikaji adalah Buku Sekolah Elektronik untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung.
(2) Penelitian pada buku ini terfokus pada soal-soal latihan keterampilan membaca.
(3) Alat evaluasi dianalisis berdasarkan pedoman evaluasi analisis butir soal. (4) Model alat evaluasi keterampilan membaca.
1.4 Rumusan Masalah
8
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
(1) Bagaimana validitas alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung tahun ajaran 2012/2013?
(2) Bagaimana reliabilitas alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung tahun ajaran 2012/2013?
(3) Bagaimana model alat evaluasi yang baik untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pada Standar Kompetensi membaca?
1.5 Tujuan Penelitian
Dalam bagian ini akan diuraikan mengenai tujuan penelitian. Adapun uraiannya sebagai berikut:
(1) validitas alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung tahun ajaran 2012/2013; (2) reliabilitas alat evaluasi dalam buku sekolah elektronik Bahasa Indonesia
untuk SMA kelas X yang digunakan di SMAN 3 Bandung tahun ajaran 2012/2013.
(3) menghasilkan model alat evaluasi yang baik pada standar kompetensi membaca.
1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis dan manfaat praktis. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut.
1.6.1 Manfaat Teoretis
9
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
1.6 .2Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis, guru, dan siswa. Adapun penjelasan dari ketiganya adalah sebagai berikut.
1) Bagi Buku Sekolah Elektronik, hasil penelitian ini dapat memberikan model alat evaluasi yang sesuai dengan pedoman evaluasi pendidikan dan menambah referensi yang lebih variatif.
2) Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat membuat alat evaluasi yang digunakan membantu upaya peningkatan mutu hasil pembelajaran dan menambah pengetahuan siswa dalam menjawab soal-soal membaca dengan bentuk yang lebih variatif.
3) Bagi guru, hasil penelitian ini memberi tambahan referensi untuk memilih dan memanfaatkan alat evaluasi pembelajaran dalam upaya meningkatakan kualitas pembelajaran serta memberikan solusi nyata terhadap alat evaluasi membaca yang selama ini masih kurang variatif.
4) Bagi lembaga/sekolah, hasil penelitian ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di dalam proses pembelajaran, hasil berupa produk model alat evaluasi keterampilan membaca ini dapat memberikan tambahan variasi alat evaluasi bagi sekolah.
1.7 Anggapan Dasar
Pada bagian ini akan diuraikan mengenai anggapan dasar, adapun anggapan dasar penelitian ini adalah sebagai berikut.
(1) Salah satu kriteria Buku Sekolah Elektronik yang baik adalah buku ajar yang berpedoman pada kurikulum.
(2) Salah satu kriteria Buku Sekolah Elektronik yang baik adalah buku ajar yang instrumen alat evaluasinya memenuhi aspek validitas dan reliabilitas.
10
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
1.8 Definisi Operasional
Untuk menghindari penafsiran-penafsiran yang berbeda terhadap judul penelitian ini, penulis perlu menjelaskan definisi operasional variabel sebagai berikut.
(1) Model alat evaluasi adalah pola yang dihasilkan berupa seperangkat soal yang terdapat dalam buku sekolah elektronik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya yang kemudian dimodifikasi menjadi soal ompetensi membaca yang lebih variatif.
(2) Keterampilan membaca adalah kecakapan dalam membaca siswa untuk meningkatkan pemahaman membaca.
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggris disebut
Research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2013:407).
30
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
3.2 Langkah-Langkah Penelitian
Langkah-langkah penelitian dan pengembangan dapat ditunjukkan pada gambar berikut.
Bagan 3.2
Prosedur Penelitian R&D
3.2.1 Potensi dan Masalah
Sebuah penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah (Sugiyono, 2009:409). Model alat evaluasi membaca menjadi sebuah potensi untuk dilakukan penelitian dan pengembangan karena alat evaluasi membaca memang diperlukan pemahaman yang tinggi dalam penyelesaiannya.
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi (Sugiyono, 2009:409). Model alat evaluasi membaca menjadi sebuah masalah sehingga hal ini dapat diatasi melalui penelitian dan pengembangan sehingga dapat ditemukan sebuah model, pola, atau sistem penangan terpadu yang efektif dan terpadu dan dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.
31
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
3.2.2 Pengumpulan Informasi
Proses pengumpulan informasi dilakukan secara faktual dan dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah membaca. Informasi faktual yang dikumpulkan berupa fakta-fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa model alat evaluasi membaca diperlukan penelitian dan pengembangannya karena keterampilan membaca merupakan keterampilan yang memerlukan pemehaman terhadap suatu teks bacaan. Fakta di lapangan juga menunjukkan model alat evaluasi membaca yang dilakukan di sekolah dianggap terlalu sederhana dan kurang mengajak siswa berpikir kritis.
Model alat evaluasi membaca yang disajikan di sekolah tidak membawa siswa pada latihan untuk evaluasi Ujian Nasional. Pada kenyataannya alat evaluasi membaca yang diberikan pada Ujian Nasional tidak terlalu dikenalkan pada siswa sebelum mereka mengikuti evaluasi tersebut.
Tahap awal dari penelitian ini adalah mencari informasi mengenai alat evaluasi membaca yang digunakan di sekolah khususnya dalam Buku Sekolah Elektronik. Setelah melakukan wawancara dan observasi di sekolah yang menggunakan alat evaluasi berupa Buku Sekolah Elektronik memang alat evaluasi yang disajikan dalam buku tersebut khususnya keterampilan membaca, buku tersebut mampu menguji keterampilan siswa dalam membaca karena dianggap hanya menyajikan teks-teks yang singkat dan tidak menguji pemahaman siswa dalam membaca.
Tahapan pengumpulan informasi selanjutnya adalah mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar keterampilan membaca dan disesuaikan dengan uji kompetensi yang terdapat di dalam buku sekolah elektronik yang akan diteliti.
3.2.3 Desain Produk
32
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
contoh soal-soal kompetensi membaca pada Buku Sekolah Elektronik dan buku-buku yang terkait dengan model alat evaluasi.
Tahap yang dilewati peneliti dalam mendesain sebuah produk adalah sebagi berikut.
(1) membaca sumber mengenai evaluasi dan alat evaluasi;
(2) menganalisis soal-soal dalam Buku Sekolah Elektronik khususnya mengenai Kompetensi Membaca;
(3) membuat rencana tes untuk keterampilan membaca; (4) membuat kisi-kisi untuk alat evaluasi membaca;
(5) membuat soal tes keterampilan membaca berdasarkan kisi-kisi tersebut.
3.2.4 Validasi Desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini desain instrumen tes kompetensi membaca pada Buku Sekolah Elektronik. Validasi produk dilakukan dengan meminta guru yang ahli di bidang evaluasi dan membaca dengan berbagai pertimbangan untuk menilai instrumen tes tersebut. Analisis berdasarkan teori pun dipertimbangakan dalam menyusun tes ini. Analisis terhadap perangkat tes ini meliputi isi materi soal, kalimat tanya yang digunakan, produksi kalimat yang digunakan dalan wacana, serta menganalisis kalimat perintah atau petunjuk untuk mengerjakan perangkat soal dalam tes.
3.2.5 Perbaikan Desain
33
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
3.2.6 Uji Coba Produk
Setelah instrumen divalidasi, maka soal dapat langsung diujicobakan pada sampel penelitian yang telah ditentukan. Uji coba bisa dilakukan berkali-kali sesuai dengan kebutuhan dan analisis yang didapatkan dari uji coba sebelumnya. Peneliti berencana akan melakukan uji coba hingga soal yang didapatkan sudah teruji validitas dan reliabilitasnya.
Peneliti juga melakukan tahapan pengujian butir soal yang dijelaskan sebagi berikut.
(1) validitas butir soal;
Dalam Purwanto (1994: 139) untuk menghitung validitas suatu tes dilakukan antara lain sebagai berikut.
Dengan product moment correlation (metode Pearson)
Keterangan :
r = koefisien korelasi
∑x’y’ = jumlah produk x dan y
Validitas suatu tes dinyatakan denga angka korelasi koefisien (r). Kriteria korelasi koefisien adalah sebagai berikut.
0,00 – 0,20 sangat rendah 0,20 – 0,40 korelasi rendah 0,40 – 0,70 korelasi cukup 0,70 – 0,90 korelasi tinggi 0,90 – 1,00 korelasi sangat tinggi
(2) reliabilitas butir soal;
Dalam Sugiono (2012: 359), pengujian reliabilitas dengan internal
consistency dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian
∑
34
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen. Berikut ini adalah uraian rumus yang digunakan dalam penghitungan reliabilitas.
Rumus KR 20
Keterangan:
k = jumlah item dalam instrumen
= proporsi banyaknya subjek yang menjawab pada item 1 = 1-
= varians total
(3) tingkat kesukaran butir soal;
Rumus yang digunakan untuk menghitung tingkat kesukaran soal objektif diuraikan sebagai berikut.
Keterangan :
P = indeks kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes
Kriteria interpretasi indeks tingkat kesukaran. 0,00 – 0,30 = sukar
0,31 – 0,70 = sedang 0,71 – 1,00 = mudah
∑
35
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
(4) tingkat daya pembeda butir soal;
Rumus yang digunakan untuk melihat daya pembeda soal oblektif akan diuraikan sebagi berikut.
Keterangan :
J = jumlah peserta tes
JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar
= proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P sebagai
indeks kesukaran)
= proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar
Klasifikasi daya pembeda. 0,00 – 0,20 = jelek
0,20 – 0,40 = cukup 0,40 – 0,70 = baik 0,70 – 1,00 = baik sekali
Setelah dilakukan tahapan pengujian baik validitas, reliabilitas, dan analisis butir soal, produk yang berupa seperangkat soal tes kompetensi membaca terlebih dahulu diujicobakan pada sampel terbatas. Hal tersebut dilakukan agar peneliti bisa melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum produk dibuat secara masal.
36
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
3.2.7 Revisi Produk
Pada tahap ini peneliti memperbaiki butir soal yang tidak memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas soal yang baik. Soal yang memenuhi kriteria tetap dipertahankan, sedangkan soal yang tidak memenuhi kriteria diperbaiki atau diganti.
Revisi produk dilakukan setelah melakukan uji coba pada kalangan terbatas, dalam hal ini dilakukan ujicoba pada satu kelas sampel yaitu satu kelas X di SMAN 3 Bandung.
3.2.8 Ujicoba Pemakaian
Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan dilakukan revisi terhadap produk tersebut, maka selanjutnya dilakukan pengujian dalam lingkup yang lebih luas. Hal tersebut dilakukakan agar produk berupa seperangkat soal tes kompetensi membaca tersebut tetap harus dinilai kekurangan yang muncul untuk perbaikan lebih lanjut.
3.2.9 Revisi Produk Tahap Dua
Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam pengujicobaan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Dalam uji pemakaian, produk selalu dievaluasi untuk mengetahui kelemahan-kelemahan pada produk sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam pembuatan produk selanjutnya.
3.2.10 Pembuatan Produk
Setelah dilakukan tahapan-tahapan dalam membuat produk evaluasi keterampilan membaca, kemudian produk dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka produk berupa seperangkat soal tes membaca dapat diterapkan dan diproduksi menjadi sebuah alat evaluasi untuk keterampilan membaca.
Pada tahap akhir ini dilakukan hal-hal berikut:
(1) mengonstruksi kembali soal tes keterampilan membaca untuk siswa SMA kelas X;
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa alat evaluasi keterampilan membaca yang terdapat dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE) memang sudah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Akan tetapi, ada beberapa alat evaluasi keterampilan membaca yang ketercapaian tujuannya kurang baik.
Setelah menganalisis soal tersebut terdapat 50 butir soal yang mengevalusi keterampilan membaca. Pada uji coba 1 diujikan 50 butir soal keterampilan membaca, 50 butir soal tersebut belum sempurna, hal tersebut dibuktikan dengan terdapat 16 butir soal termasuk dalam kategori valididtas sangat rendah, 9 butir soal termasuk ke dalam tingkat validitas rendah, 6 butir soal termasuk kategori validitas cukup, 1 butir soal termasuk kategori validitas tinggi, dan 18 butir soal tidak valid. Hasil uji reliabilitas menunjukan angka 0,32 dan berada pada kategori rendah. Hasil analisis tingkat kesukaran soal diperoleh 14 butir soal termasuk kategori sangat mudah, 6 butir soal termasuk kategori mudah, 14 butir soal termasuk kategori sedang, 9 butir soal berada pada kategori sukar, dan 7 butir soal berada pada tingkat sangat sukar. Daya pembeda butir soal, 31 butir soal berdaya pembeda jelek, 13 butir soal berdaya pembeda cukup, 5 butir soal berdaya pembeda baik, dan 1 butir soal berdaya pembeda baik sekali.
134
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
pembeda jelek, 7 soal berdaya pembeda cukup, 5 soal berdaya pembeda baik, dan 1 soal berdaya pembeda baik sekali. Soal tersebut dijadikan produk evaluasi keterampilan membaca yang selanjutnya diujicobakan pada tahap pemakaian/uji coba 2.
Hasil analsiis uji coba pemakaian/uji coba 2 menunjukkan angka reliabilitas sebesar 0,42 termasuk dalam kategori cukup. Validitas 16 butir soal diperoleh masing-masing 4 butir soal termasuk kategori sangat rendah, 3 soal bervaliditas rendah, 7 soal bervaliditas cukup, dan 2 soal tidak valid. Daya pembeda soal diperoleh hasil 8 soal berdaya pembeda baik, 4 soal berdaya pembeda cukup, dan 4 soal lain juga berdaya pembeda jelek. Tingkat kesukaran soal menunjukkan 1 soal tingkat kesukaran sangat mudah, 1 soal tingkat kesukaran mudah, 7 soal tingkat kesukaran sedang, 6 soal tingkat kesukaran sukar, dan 1 soal tingkat kesukaran sangat sukar.
Model soal yang diperoleh diperbaiki dari stem soal yang sebaiknya diawali oleh kasus yang berupa paragraf atau kalimat yang akan dijawab oleh siswa. Karena tes ini adalah tes untuk keterampilan membaca, jadi baiknya disediakan bacaan/teks.
5.2 SARAN
Berdasarkan hasil kajian alat evaluasi keterampilan membaca dalam buku sekolah elektronik SMA kelas X, peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. soal–soal keterampilan membaca dalam buku sekolah elektronik yang memenuhi persyaratan dikumpulkan dalam kumpulan soal sehingga dapat dipergunakan kembali;
2. soal-soal keterampilan membaca dalam buku sekolah elektronik yang tidak memenuhi persayaratan dapat dibuang atau diganti dengan soal lain;
135
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
4. bagi penerbit atau pengarang buku, hasil analisis ini bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi atau membuat buku edisi baru; dan
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan dkk. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Tiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Arikunto dan Cepi Safruddin. 2009. Evaluasi Program Pendidikan:Pedoman
Teoretis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.
Bowo. 2011. Tersedia: http://bowo.staff.fkip.uns.ac.id/files/2010/11/validitas-reliabilitas-bowo.pdf. (21 November 2012)
Daryanto. 2010. Evaluasi Pendidikan,. Jakarta: Rineka Cipta.
Idris, Nuny Sulistiany. Handout Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia. Bandung: Tidak Diterbitkan.
Isdriani, Pudji. 2006. Buku pengayaan Seribu Pena Bahasa Indonesia untuk
SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Janniah, Tsamaratul. 2011. Pengembangan Tes Kompetisi Membaca Sebagai Upaya Penyiapan Alat Uji Kemahiran Bahsa Indonesia Bagi Penutur Asing (Ukbipa). Skripsi pada FPBS UPI. Bandung: tidak diterbitkan.
Kusnadi, H.E. 2009. Belajar Efektif Bahasa Indonesia: Untuk SMA/MA Kelas X.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Maedasari, N.Rohmah. 2012. Analisis Kesahihan Dan Keterpercayaan Alat
Evaluasi Bse Bahasa Indonesia Kelas Viii Semester I (Penelitian Deskriptif
terhadap Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia untuk SMP yang
digunakan Bandung Timur). Skripsi pada FPBS UPI. Bandung: tidak
diterbitkan.
MateriPerkuliahanSeri:12[online].Tersedia:http://www.perkuliahan.com/makalah
-alat-evaluasi pendidikan/[21November 2012].
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Pendidikan Indonesia.UPI
Bandung : tidak diterbitkan.
Marla Erika Rifani, 2013
Model Alat Evaluasi Keterampilan Membaca Pada Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Septiani, Ayu. 2011. Kajian Validitas dan Reliabilitas terhadap Alat Evaluasi
untuk SMP Negeri Kelas VII (Penelitian Deskriptif Kualitatif terhadap Buku
Teks Bahasa Indonesia untuk SMP yang digunakan di Bandung Barat).
Skripsi pada FPBS UPI. Bandung: tidak diterbitkan. Sugiono. 2012. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan Prinsip & Oprasionalnya. Jakarta : Bumi Aksara.
Surapranata, Sumarna. 2006. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi
Hasil Tes Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Rosda.