REPRESENTASI
PENGETAHUAN
PENDAHULUAN
Basis pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan
penalaran merupakan bagian terpenting dari sistem yang menggunakan kecerdasan buatan.
Meskipun suatu sistem memiliki banyak pengetahuan,
namun tidak memiliki kemampuan untuk menalar, tentu akan menjadi percuma saja.
Demikian pula sebaliknya, apabila suatu sistem
memiliki kemampuan yang sangat handal untuk
menalar, namun basis pengetahuan yang dimilikinya tidak cukup, maka solusi yang diperolehpun menjadi tidak maksimal.
representasi dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat
penting problema & membuat informasi tersbut dapat dikases oleh prosedur pemecahan permasalahan.
bahasa representasi harus dapat membuat seorang
pemrogam mampu mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi permaslahan.
banyak cara untuk merepresentasikan pengetahuan (fakta)
dalam program AI. Ada dua entiti yang perlu diperhatikan :
o fakta : kejadian sebenarnya. fakta inilah yang akan
syarat representasi yang baik :
mengemukakan hal secara eksplisit
membuat masalah menjadi transparan
komplit dan efisien
menekan/menghilangkan detil-detil yang
diperlukan
dapat dilakukan komputasi (ada batasan /
Representasi pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :
1. representasi logika : representasi jenis ini menggunakan
ekspresi-ekspresi dalam logika formal untuk merepresentasikan basis pengetahuan
2. representasi prosedural : representasi menggambarkan
pengetahuan sebagai kumpulan instruksi untuk memecahkan suatu problema
3. representasi network : representasi ini menangkap
pengetahuan sebagai sebuah graf dimana simpul-simpulnya menggambarkan obyek atau konsep dari problema yang dihadapi, sedangkan edge nya
menggambarkan hubungan atau asosiasi antar mereka
4. representasi terstruktur : representasi terstruktur
memperluas network dengan cara membuat setiap simpulnya menjadi sebuah struktur data kompleks
Keuntungan membuat representasi pengetahuan
dengan representasi yang baik, membuat objek dan
relasi yang penting menjadi jelas
representasi menyingkap constraint (batasan) dalam
suatu permasalahan.
dengan representasi kita dapat menghilangkan semua
komponen yang tidak berhubungan dengan permasalahan yang sedang kita selesaikan
dengan representasi permasalahan menjadi transparan dengan representasi akan membuat permasalahan
REPRESENTASI
LOGIKA
Proses logika adalah proses membentuk kesimpulan atau
menarik suatu inferensi berdasarkan fakta yang telah ada (Gambar 1).
representasi logika menggunakan ekspresi-ekspresi dalam
logika formal untuk merepresentasikan basis pengetahuan
Input dari proses logika berupa premis atau
fakta-fakta yang diakui kebenarannya sehingga dengan
melakukan penalaran pada proses logika dapat dibentuk suatu inferensi atau kesimpulan yang benar pula.
Ada 2 penalaran yang dapat dilakukan untuk mendapat konklusi:
1. Penalaran Deduktif.
Penalaran dimulai dari prinsip umum untuk
mendapatkan konklusi yang lebih khusus.
Contoh:
2. Penalaran Induktif
Penalaran dimulai dari fakta-fakta khusus untuk
mendapatkan kesimpulan umum.
Contoh :
Premis-1 : Aljabar adalah pelajaran yang sulit. Premis-2 : Geometri adalah pelajaran yang sulit. Premis-3 : Kalkulus adalah pelajaran yang sulit. Konklusi : Matematika adalah pelajaran yang sulit.
Pada penalaran induktif ini, munculnya premis baru
bisa mengakibatkan gugurnya konklusi yang sudah diperoleh. Sebagai contoh, misalkan muncul premis-4 pada contoh diatas:
Premis-4 : Optika adalah pelajaran yang sulit.
Premis tersebut, menyebabkan konklusi: “Matematika
adalah pelajaran yang sulit”, menjadi salah. Hal itu disebabkan ‘Optika’ bukan merupakan bagian dari ‘Matematika’. Sehingga apabila kita menggunakan
LOGIKA
PROPOSISI
Pengertian
Proposisi adalah suatu pernyataan yang dapat bernilai
benar (B) atau salah (S)
Proposisi biasa juga disimbolkan dengan true (T) dan False
(F).
Simbol-simbol seperti P dan Q menunjukkan
proposisi.
Dua atau lebih proposisi dapat digabungkan dengan
1. Operator Negasi : ⌐ (not)
Operator NOT digunakan untuk memberikan nilai
negasi (lawan) dari pernyataan yang telah ada.
untuk operator NOT.
P
⌐
P
T
F
2. Operator Konjungsi : Λ (and)
Operator AND digunakan untuk mengkombinasikan 2 buah
proposisi
Hasil yang diperoleh akan bernilai benar jika kedua
proposisi bernilai benar, dan akan bernilai salah jika salah satu dari kedua proposisi bernilai salah
Contoh :
P = Mobil saya berwarna hitam
Q = Mesin mobil berwarna hitam itu 6 silinder R = P Λ Q
= Mobil saya berwarna hitam dan mesinnya 6 silinder R bernilai benar , jika P dan Q benar
3. Operator Disjungsi : ν (or)
Operator OR digunakan untuk mengkombinasikan 2 buah
proposisi.
Hasil yang diperoleh akan bernilai benar jika salah
satu dari kedua proposisi bernilai benar, dan akan bernilai salah jika kedua proposisi bernilai salah.
Contoh :
P = Seorang wanita berusia 25 tahun Q = Lulus Perguruan Tinggi Informatika
R = P ν Q = Seorang wanita berusia 25 tahun atau Lulus Perguruan Tinggi Informatika
4. Implikasi : (if-then)
Implikasi: Jika P maka Q akan menghasilkan nilai salah
jika P benar dan Q salah, selain itu akan selalu bernilai benar.
Contoh :
P = Mobil rusak
Q = Saya tidak bisa naik mobil
R = P Q = Jika Mobil rusak Maka saya tidak bisa
naik mobil
5. Ekuivalensi / Biimplikasi / Bikondisional : ⇔ (if
and only if /Jika dan hanya Jika)
Ekuivalen akan menghasilkan nilai benar jika P dan Q
keduanya benar atau keduanya salah.
Contoh :
P = Hujan turun sekarang
Q = Saya tidak akan pergi ke pasar
R = Q ⇔ P = Saya tidak akan pergi ke pasar jika dan hanya jika Hujan turun sekarang
R akan bernilai benar jika P dan Q benar atau jika P
DAFTAR EKUIVALENSI LOGIS dan
HUKUM LOGIKA PROPOSIONAL
EKUIVALENSI LOGIS EKUIVALENSI LOGIS
1. Hukum identitas:
p F = p p T = p
2. Hukum null/dominasi:
p F = F p T = T 3. Hukum negasi: p ~p = T p ~p = F 4. Hukum idempoten: p p = p p p = p
5. Hukum involusi (negasi ganda): ~(~p) = p
6. Hukum penyerapan (absorpsi):
p (p q) = p p (p q) = p 7. Hukum komutatif: p q = q p p q = q p 8. Hukum asosiatif: p (q r) = (p q) r p (q r) = (p q) r 9. Hukum distributif: p (q r) = (p q) (p r) p (q r) = (p q) (p r) 10. Hukum De Morgan: ~(p q) = ~p ~q ~(p q) = ~p ~q
RESOLUSI LOGIKA PROPOSISI
Metode resolusi dikembangkan oleh John Alan Robinson sekitar tahun 1960 dan terus diteliti secara intensif dan diimplementasikan ke berbagai masalah logika. Prinsip resolusi mudah dipakai di komputer misalnya untuk deduksi basis data.
Resolusi merupakan suatu teknik pembuktian yang lebih efisien, sebab fakta-fakta yang akan dioperasikan terlebih dahulu dibawa ke bentuk standar yang sering disebut dengan nama klausa.
Pembuktian suatu pernyataan menggunakan resolusi ini dilakukan dengan cara menegasikan pernyataan tersebut, kemudian dicari kontradiksinya dari pernyataan-pernyataan yang sudah ada.
Algoritma resolusi :
1. Konversikan semua proposisi F ke bentuk CNF.
2. Negasikan P, dan konversikan hasil negasi tersebut ke bentuk klausa.
3. Tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada pada langkah 1. 4. Kerjakan hingga terjadi kontradiksi atau proses tidak
mengalami kemajuan :
Seleksi 2 klausa sebagai klausa parent.
Bandingkan (resolve) secara bersama-sama. Klausa hasil
resolve tersebut dinamakan resolvent. Jika ada pasangan literal L dan ¬L, eliminir dari resolvent.
Jika resolvent berupa klausa kosong, maka ditemukan
kontradiksi. Jika tidak, tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada.
Konversi Logika Proposisi Ke Dalam Bentuk Klausa (Cnf)
Sebelum dilakukan inferensi pada logika proposisi
dengan resolusi, maka suatu logika proposisi harus diubah (dikonversi) ke dalam bentuk khusus yang dikenal dengan nama conjunctive normal form (CNF).
Untuk mengubah suatu kalimat logika proposisi ke dalam
bentuk CNF, dapat digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Hilangkan implikasi dan ekuivalensi.
3. Gunakan aturan assosiatif dan distributif untuk
mengkonversi menjadi conjunction of disjunction.
Contoh merubah ekspresi logika
ke bentuk CNF
¬ (A ¬C) ʌ (¬B C) = ¬(¬A V ¬C) ʌ (¬ ¬B V C) = (¬ ¬A ʌ ¬ ¬C) ʌ (¬ ¬B V C) = (A ʌ C) ʌ (B V C)Contoh Kasus 1:
Diketahui basis pengetahuan (fakta-fakta yang bernilai
benar) sebagai berikut: 1. P
2. (P ∧ Q) → R 3. (S ∨ T) → Q 4. T
Langkah 1 : ubah keempat fakta di atas menjadi bentuk
Langkah 2 : tambahkan kontradiksi pada tujuannya, R
menjadi ¬R sehingga fakta-fakta (dalam bentuk CNF) dapat disusun menjadi:
1. P 2. ¬P ∨ ¬Q ∨ R 3. ¬S ∨ Q 4. ¬T ∨ Q 5. T 6. ¬R
Dalam logika proposisi, pada saat mendapatkan klausa
kosong dapat disimpulkan bahwa klausa-klausa yang ada dianggap tidak kompatibel satu dengan yang lainnya.
Dengan kata lain, negasi dari kesimpulan tidak konsisten dengan premis-premisnya. Kebalikannya, Suatu argumen justru dinyatakan valid karena pemakainan negasi
CONTOH KASUS II PENERAPAN
DALAM KALIMAT
Contoh apabila diterapkan dalam kalimat: P : Andi anak yang cerdas.
Q : Andi rajin belajar.
R : Andi akan menjadi juara kelas. S : Andi makannya banyak.
Langkah 1 : Kalimat yang terbentuk (basis pengetahuan)
menjadi :
1. P : Andi anak yang cerdas.
2. (P ∧ Q) → R : Jika Andi anak yang cerdas dan Andi
rajin belajar, maka Andi akan menjadi juara kelas.
3. (S ∨ T) → Q : Jika Andi makannya banyak atau Andi
istirahatnya cukup, maka Andi rajin belajar.
Langkah 2 : Setelah dilakukan konversi ke bentuk CNF,
didapat:
1. P : Andi anak yang cerdas.
2. ¬P ∨ ¬Q ∨ R : Andi tidak cerdas atau Andi tidak rajin
belajar atau Andi akan menjadi juara kelas.
3. ¬S ∨ Q : Andi tidak makan banyak atau Andi
rajin belajar.
4. ¬T ∨ Q : Andi tidak cukup istirahat atau Andi
Langkah 3 : Resolusi Pada Logika Proposisi dengan
Latihan :
1.Tentukan valid atau tidaknya argumen berikut ini :
JIKA RATU MENGADAKAN KONSER, PENGGEMARNYA AKAN DATANG
jika diketahui premis-premisnya adalah sebagai berikut :
JIKA RATU MENGADAKAN KONSER, MAKA
PENGGEMARNYA AKAN DATANG JIKA HARGA TIKET TIDAK MAHAL. JIKA RATU MENGADAKAN KONSER
2. Tentukan valid atau tidaknya argumen berikut ini :
PEJABAT TIDAK MELAKUKAN KORUPSI
jika diketahui premis-premisnya adalah sebagai berikut :
JIKA PEJABAT MELAKUKAN KORUPSI MAKA RAKYAT JELATA TIDAK AKAN MARAH ATAU KEJAKSAAN AKAN MEMERIKSANYA. JIKA
KEJAKSAAN TIDAK AKAN MEMERIKSANYA MAKA RAKYAT AKAN MARAH.
LOGIKA
PREDIKAT
Pengertian
Kalkulus predikat adalah suatu formula yang terdiri dari
predikat, variabel, konstatnta atau fungsi
Logika predikat digunakan untuk merepresentasikan
hal-hal yang tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan logika proposisi.
Contoh :
1. WARNA (RUMAH, MERAH)
predikat ini menggambarkan warna rumah merah, dimana WARNA adalah predikat, RUMAH dan MERAH adalah suatu konstanta
2. WARNA (x, MERAH)
x adalah variabel yang menyatakan sembarang benda berwarna MERAH
3. WARNA (x,y)
predikat ini menyatakan suatu sifat warna antara variabel x dan y
Biasanya predikat dan konstanta ditulis dengan huruf besar, sedangkan variabel atau fungsi ditulis dalam huruf kecil
Operator Logika Predikat
1. Konjungtif (∧)
Fakta : Amin tinggal dirumah yang berwarna kuning Formula :
2. Disjungtif (∨)
Fakta : Amin bisa main biola atau piano Formula :
3. Negasi
Fakta : Amin tidak bisa main bola Formula : - MAIN (AMIN, BIOLA)
4. Implikasi
formula sebelah kiri dari adalah premis (antecedent)
dan sebelah kanan adalah konklusi (consequence)
Fakta : Amin mempunyai mobil baru
Fakta tersebut mengandung arti : bila Amin mempunyai
mobil maka mobil itu berwarna biru.
Formula : PUNYA (AMIN,MOBIL) WARNA
6. Quantifier
kuantifier adalah satu symbol dalam satu formula yang
membenarkan formula itu dalam satu domain, misal :
Fakta : Amin punya mobil Formula : PUNYA (x,y)
Fakta tersebut dapat ditulis
PUNYA (AMIN,MOBIL)
dimana AMIN dan MOBIL adalah kuantifier dari variabel x dan y.
Kuantifier ini ada beberapa tipe yaitu :
a) kuantifier universal dimana semua konstan
membenarkan formula itu.
Fakta : Semua kucing mempunyai empat kaki Formula :
b) kuantifier yang berlaku untuk suatu keadaan saja
Fakta : Ada satu kucing yang berkaki tiga Formula :
CONTOH KASUS III. LOGIKA
PREDIKAT
misalkan ada pernyataan-pernyataan sebagai berikut :
1. karto adalah seorang laki-laki
laki laki (karto)
2. karto adalah orang jawa
jawa (karto)
4. setiap laki-laki pasti mati
: laki laki (x) pasti mati (x)
5. semua orang jawa mati pada saat krakatu meletus tahun
1883
Dapat dipecah menjadi :
- meletus (krakatau,1883)
7. sekarang tahun 2003
sekarang = 2003
8. mati berarti tidak hidup
9. jika mati, maka beberapa waktu kemudian ia pasti
Apabila terdapat pertanyaan : "Apakah Karto masih hidup
sekarang ?"
maka dengan menggunakan fakta atau aturan yang ada,
Nilai NIL pada akhir pembuktian menunjukkan bahwa pembuktian sukses
CONTOH KASUS IV. LOGIKA
PREDIKAT
Misalkan terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut: 1. Andi adalah seorang mahasiswa.
2. Andi masuk Jurusan Elektro.
3. Setiap mahasiswa elektro pasti mahasiswa teknik. 4. Kalkulus adalah matakuliah yang sulit.
5. Setiap mahasiswa teknik pasti akan suka kalkulus atau akan membencinya.
6. Setiap mahasiswa pasti akan suka terhadap suatu matakuliah. 7. Mahasiswa yang tidak pernah hadir pada kuliah
matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadap matakuliah tersebut.
Kedelapan pernyataan di atas dapat dibawa ke
bentuk logika predikat, dengan menggunakan operator-operator logika predikat sebagai berikut:
1. mahasiswa(Andi). 2. Elektro(Andi).
3. ∀x:Elektro(x)→Teknik(x). 4. sulit(Kalkulus).
5. ∀x:Teknik(x) → suka(x,Kalkulus) ∨ benci(x,Kalkulus). 6. ∀x:∃y:suka(x,y).
Andaikan kita akan menjawab pertanyaan:
“Apakah Andi suka matakuliah kalkulus?”
maka dari pernyataan ke-7 kita akan membuktikan bahwa Andi tidak suka dengan matakuliah kalkulus. Dengan menggunakan penalaran backward bisa
dibuktikan bahwa:
¬suka(Andi,Kalkulus) sebagai berikut:
¬suka(Andi,Kalkulus)
↑ (7, substitusi)
mahasiswa(Andi) ∧ sulit(Kalkulus) ∧¬hadir(Andi,Kalkulus)
↑ (1)
sulit(Kalkulus) ∧ ¬hadir(Andi,Kalkulus)
↑ (4)
¬hadir(Andi,Kalkulus)
KONVERSI LOGIKA PREDIKAT KE
DALAM BENTUK KLAUSA
Algoritma konversi ke bentuk klausa (CNF):
1. Eliminir a → b menjadi ¬ a ∨ b
2. Reduksi skope dari ¬ sebagai berikut:
¬(¬a ∧ b) ≡ ¬a ∨ ¬b ¬(¬a ∨ b) ≡ ¬a ∧ ¬b ¬ ∀x:P(x) ≡ ∃x:¬P(x) ¬ ∃x:P(x) ≡ ∀x:¬P(x)
3. Standarisasi variabel sehingga semua qualifiaer (∀ & ∃)
terletak pada satu variabel yang unik.
4. Pindahkan semua qualifier ke depan tanpa mengubah
urutan relatifnya.
5. Eliminasi qualifier “ ∃ “.
∀x: ∃y:P(y,x) menjadi ∀x: P(S(x),x) 6. Buang semua prefiks qualifier “∀“.
7. Ubah menjadi conjunction of disjunctiuon: (a ∧ b) ∨ c ≡ (a ∨ b) ∧ (b ∨ c)
8. Bentuk klausa untuk tiap-tiap bagian konjungsi. 9. Standarisasi variabel di tiap klausa
Andaikan ada pernyataan: “Setiap orang yang mengenal Hitler, maka ia akan menyukainya atau berpikir bahwa orang yang membunuh orang lain itu gila ”. Apabila dibawa ke bentuk wff:
∀x: [orang(x) ∧ kenal(x,Hitler)] → [suka(x,Hitler)
∨ (∀y:∃z: bunuh(y,z) → gila(x,y))] Konversi ke bentuk klausanya adalah :
1. ∀x: ¬ [orang(x) ∧ kenal(x,Hitler)] ∨ [suka(x,Hitler) ∨
(∀y: ¬ (∃z:bunuh(y,z)) ∨ gila(x,y))]
2. ∀x: [¬ orang(x) ∨ ¬ kenal(x,Hitler)] ∨ [suka(x,Hitler) ∨
(∀y: ( ∀z: ¬ bunuh(y,z)) ∨ gila(x,y))]
4. ∀x: ∀y:∀z: [¬ orang(x) ∨ ¬ kenal(x,Hitler)] ∨ [suka(x,Hitler) ∨ (¬ bunuh(y,z)) ∨ gila(x,y))]
5. Sesuai
6. [¬ orang(x) ∨ ¬ kenal(x,hitler)] ∨ [suka(x,Hitler) ∨ (¬ bunuh(y,z)) ∨ gila(x,y))]
7. ¬ orang(x) ∨ ¬ kenal(x,Hitler) ∨ suka(x,Hitler) ∨ ¬ bunuh(y,z) ∨ gila(x,y)
8. Sesuai 9. sesuai
RESOLUSI PADA LOGIKA
PREDIKAT
Resolusi pada logika predikat pada dasarnya sama dengan
resolusi pada logika proposisi, hanya saja ditambah dengan unufikasi.
Pada logika predikat, prosedur untuk membuktikan
pernyataan P dengan beberapa pernyataan F yang telah diketahui, dengan menggunakan resolusi, dapat dilakukan melalui algoritma sebagai berikut:
1. Konversikan semua proposisi F ke bentuk klausa.
2. Negasikan P, dan konversikan hasil negasi tersebut ke
3. Kerjakan hingga terjadi kontradiksi atau proses tidak mengalami kemajuan:
a. Seleksi 2 klausa sebagai klausa parent.
b. Bandingkan (resolve) secara bersama-sama. Klausa hasil resolve tersebut dinamakan resolvent. Jika ada pasangan literal T dan HT2 sedemikian hingga
keduanya dapat dilakukan unifikasi, maka salah satu T1 atau T2 tidak muncul lagi dalam resolvent. T1 dan T2 disebut sebagai complementary literal. Jika ada lebih dari 1 complementary literal, maka hanya sepasang yang dapat meninggalkan resolvent.
c. Jika resolvent berupa klausa kosong, maka ditemukan kontradiksi. Jika tidak, tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada.
Misalkan terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut : 1. Andi adalah seorang mahasiswa.
2. Andi masuk Jurusan Elektro.
3. Setiap mahasiswa elektro pasti mahasiswa teknik. 4. Kalkulus adalah matakuliah yang sulit.
5. Setiap mahasiswa teknik pasti akan suka kalkulus atau akan membencinya.
6. Setiap mahasiswa pasti akan suka terhadap suatu matakuliah. 7. Mahasiswa yang tidak pernah hadir pada kuliah
Kedelapan pernyataan di atas dapat dibawa ke bentuk
logika predikat, dengan menggunakan operator-operator logika predikat, sebagai berikut :
1. mahasiswa(Andi). 2. Elektro(Andi).
3. ∀x:Elektro(x)→Teknik(x). 4. sulit(Kalkulus).
5. ∀x:Teknik(x) → suka(x,Kalkulus) ∨ benci(x,Kalkulus). 6. ∀x:∃y:suka(x,y).
7. ∀x:∀y:mahasiswa(x)∧sulit(y) ∧ ¬hadir(x,y)→ ¬suka(x,y). 8. ¬hadir(Andi,Kalkulus).
Kita dapat membawa pernyataan-pernyataan yang ada
menjadi bentuk klausa (CNF) sebagai berikut:
1. mahasiswa(Andi). 2. Elektro(Andi).
3. ¬Elektro(x1) ∨ Teknik(x1). 4. sulit(Kalkulus).
5. ¬Teknik(x2) ∨ suka(x2,Kalkulus) ∨ benci(x2,Kalkulus). 6. suka(x3,fl(x3)).
Apabila ingin dibuktikan apakah Andi benci kalkulus,
maka kita bisa lakukan dengan membuktikan: benci(Andi,Kalkulus) menggunakan resolusi sebagai berikut :
JARINGAN
SEMANTIK
Jaringan semantik merupakan representasi pengetahuan
yang digunakan untuk menggambarkan data dan informasi yang menunjukkan hubungan antara berbagai objek
Objek disini bisa berupa benda fisik seperti mobil, rumah,
orang atau konsep berupa pikiran, kejadian, atau tindakan
Jaringan semantik merupakan grafik yang terdiri dari
simpul-simpul (nodes), yang merepresentasikan objek dan busur-busur (arcs) yang menunjukkan relasi antar objek-objek tersebut.
Jaringan semantik merupakan alat efektif untuk
merepresentasikan pemetaan data agar tidak terjadi duplikasi data
Contoh :
Beberapa mahasiswa sedang membicarakan keadaan TOYES dan BEJO. Menurut pengetahuan mereka, TOYES dan BEJO mempunyai beberapa keadaan sebagai berikut :
1. TOYES adalah seorang sekretaris dan bekerja untuk BEJO 2. TOYES dan BEJO adalah seorang manusia.
3. TOYES dan BEJO bekerja dalam R&D departemen PT. Lombok Persada 4. TOYES berumur 42 tahun dan mempunyai mata berwarna hitam
5. BEJO adalah seorang manajer senior
6. Seorang manajer senior biasanya mempunyai mobil perusahaan
Langkah membentuk jaringan
semantik
1. TOYES adalah seorang sekretaris dan bekerja untuk BEJO
BEJO
TOYES Sekretaris
Bekerja untuk
2. TOYES dan BEJO adalah manusia BEJO Bekerja untuk Adalah Manusia adalah adalah
3. TOYES dan BEJO bekerja dalam R&D departemen dari perusahaan PT. Lombok Persada
BEJO TOYES Sekretaris Bekerja untuk Adalah Manusia adalah adalah PT. Lombok Persada R&D. Departemen Bekerja dalam Bekerja dalam Bagian dari
4. TOYE berumur 42 tahun dan mempunyai mata berwarna hitam BEJO TOYES Sekretaris Bekerja untuk Adalah Manusia adalah adalah PT. Lombok Persada R&D. Departemen Bekerja dalam Bekerja dalam Bagian dari 42 mata hitam umur mempunyai berwarna
5. BEJO adalah seorang manajer senior BEJO TOYES Sekretaris Bekerja untuk Adalah Manusia adalah adalah PT. Lombok Persada R&D. Departemen Bekerja dalam Bekerja dalam Bagian dari 42 mata hitam umur mempunyai berwarna Manajer senior adalah
6. Seorang manajer senior biasanya mempunyai mobil perusahaan BEJO TOYES Sekretaris Bekerja untuk Adalah Manusia adalah adalah PT. Lombok Persada R&D. Departemen Bekerja dalam Bekerja dalam Bagian dari 42 umur mempunyai berwarna Manajer senior adalah Mobil perusahaan mempunyai
7. Sebagian besar karyawan dalam perusahaan PT. Lombok Persada memiliki izin parkir
BEJO TOYES Sekretaris Bekerja untuk Adalah Manusia adalah adalah PT. Lombok Persada R&D. Departemen Bekerja dalam Bekerja dalam Bagian dari 42 mata hitam umur mempunyai berwarna Manajer senior adalah Mobil perusahaan mempunyai Karyawan PT. Lombok Persada Bekerja untuk Izin parkir mempunyai
Perluasan jaringan semantik dilakukan dengan cara menambah node dan
menghubungkan dengan node yang bersesuaian pada jaringan semantik. Node baru tersebut bisa berupa objek, atau properti tambahan. Ada tiga cara perluasan yaitu :
1. Penambahan objek yang sama : penambahan node “Manager Senior ”
merupakan objek yang sama dengan node “sekretaris” yang
merupakan hubungan “adalah” dari node “BEJO” dan node “TOYES”
2. Penambahan objek yang lebih khusu : penambahan node “mata” dan
node “hitam” merupakan objek khusus dari node “TOYES”.
Penambahan tersebut memberi informasi bahwa TOYES mempunyai mata hitam.
Pewarisan pada jaringan semantik
Node yang ditambahkan pada jaringan semantik secara
otomatis mewarisi informasi yang telah ada pada jaringan. Penambahan node “hitam” otomatis mewarisi sifat-sifat dari node “TOYES”
Operasi pada jaringan semantik
Salah satu cara untuk menggunakan jaringan semantik adalah
dengan bertanya pada node. Misalnya : kita ingin bertanya tentang “apa warna mata TOYES ?”
Untuk menjawabnya diperlukan node “TOYES”, arc mempunyai,
TOYES
mata hitam
mempunyai