i
SKRIPSI
PENGARUH ORGANIZATIONAL CULTURE DAN ORGANIZATIONAL
COMMITMENT TERHADAP KESUKSESAN SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI SEMARANG
Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Milka Melly Wijaya 13.60.0064
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG
v
Beberapa Motto yang selalu dapat memberi sedikit dorongan dan motivasi bagi penulis dalam menyelesaikan penelitian ini :
Tidak ada yang tidak bisa di atasi asalkan ada kemauan. Inisiatif dan Kreatif sebuah kunci untuk mencapai kesuksesan.
Jangan pernah mau di batasi oleh keadaan tetapi keluar dari kebiasaan jika ingin berhasil.
Secara khusus, penelitian ini peneliti persembahkan kepada :
Tuhan Yesus yang sudah memberikan kemudahan dalam menyelesaikan studi
Orang tua yang sudah membantu dalam dana dan juga dukungan lewat doa kepada peneliti agar cepat menyelesaikan penelitian dan studi. Terima kasih.
Sahabat dan teman-teman yang memberi semangat dan dukungan kepada peneliti supaya terus berjuang. Terimakasih
vi
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kuasaNya peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Organizational Culture dan Organizational Commitment Terhadap Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman di Semarang” dengan baik. Skripsi diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Selesainya skripsi ini tidak lepas dari bantuin beberapa pihak. Untuk itu peneliti mengucapkan terimakasih kepada :
1. Tuhan Yesus yang suda memberikan kelancaran dalam proses pembuatan skripsi. 2. A.Sentot Suciarto, Phd selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Katolik Soegijapranata.
3. Ibu DR. A.A. Chrismastuti, SE., M.Si., Akt. Sebagai dosen pembimbing yang berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi
4. Bapak DRS. Hudi Prawoto., MM., Akt, Ibu DR. A.A. Chrismastuti, SE., M.Si., Akt. dan Bapak G. Freddy Koeswoyo, SE., M.Si. Selaku dosen penguji yang telah memberi saran serta masukan untuk membuat skripsi ini menjadi lebih baik lagi. 5. Semua dosen yang telah memberikan ilmu dan pengajaran yang baik terhadap
peneliti sehingga ilmu yang peneliti terima dapat berguna dalam pembuatan proposal ini.
6. Kedua orang tua yang memberi dukungan melalui doa, dukungan moril, dan materil.
vii
8. Semua pihak lainnya yang tidak dapat peneliti sebut satu persatu.
Semarang, 6 Maret 2017
Peneliti Milka Melly Wijaya
viii
Halaman Judul ... i
Halaman Persetujuan ... ii
Halaman Pengesahan ... iii
Surat Pernyataan Keaslian Skripsi ... iv
Halaman Motto ... v
Kata Pengantar ... vi
Daftar Isi ... viii
Daftar Tabel ... xi
Daftar Gambar ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5
1.3.1 Tujuan Penelitian ... 5
1.3.2 Manfaat Penelitian ... 6
1.4 Kerangka Pikir Penenelitian ... 7
1.5 Sistematika Penelitian ... 8
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGENBANGAN HIPOTESIS ... 9
2.1 Landasan Teori ... 9
2.1.1 Organisasi ... 9
2.1.2 Budaya Organisasi / Organizational Culture ... 11
2.1.3 Komitmen Organisasi / Organizational Commitment ... 13
2.1.4 Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) ... 15
x
3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian ... 21
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian... 21
3.3 Metode Pengumpulan Data ... 24
3.3.1 Jenis dan Sumber Data ... 24
3.3.2 Teknik Pengumpulan Data ... 24
3.3.3 Alat Pengumpulan Data... 24
3.3.4 Pengujian Alat Pengumpulan Data... 25
3.3.4.1 Pengujian Validitas ... 25
3.3.4.2 Pengujian Reliabilitas ... 25
3.4 Definisi dan Pengukuran Variable... 25
3.4.1 Organizational Culture ... 25
3.4.2 Organizational Commitment ... 26
3.4.3 Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi ... 27
3.5 Teknik Analisis Data atau Uji Hipotesis ... 27
3.5.1 Uji Asumsi Klasik ... 27
3.5.1.1 Uji Normalitas ... 27
3.5.1.2 Uji Multikoleniaritas ... 28
3.5.1.3 Uji Heteroskedastisitas... 28
3.5.1.4 Uji Autokorelasi ... 29
3.5.2 Uji Hipotesis ... 29
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 31
4.1 Gambaran Umum Responden ... 31
4.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas ... 34
4.2.1 Pengujian Validitas... 34
x
4.4 Uji Asumsi Klasik ... 42
4.4.1 Uji Normalitas ... 42
4.4.2 Uji Multikoleniaritas ... 43
4.4.3 Uji Heteroskedastisitas ... 43
4.5 Uji Hipotesis ... 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 47
5.1 Kesimpulan ... 47
5.2 Saran ... 48
5.3 Implikasi Penelitian ... 49
DAFTAR PUSTAKA ... 50
xi
3.1 Data Perusahaan Manufaktur di Kota Semarang ... 22
4.1 Daftar Perusahaan dan Jumlah Kuesioner ... 31
4.2 Gambaran Umum Responden ... 33
4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Sistem Informasi Akuntansi (SIA) ... 34
4.4 Hasil Uji Ulang Validitas Variabel Sistem Informasi Akuntansi (SIA) ... 36
4.5 Hasil Uji Validitas Variabel Organizational Culture (OC1) ... 38
4.6 Hasil Uji Validitas Variabel Organizational Commitement (OC2) ... 39
4.7 Hasil Uji Reliabilitas ... 40
4.8 Statistik Deskriptif ... 41
4.9 Hasil Uji Normalitas ... 42
4.10 Hasil Uji Multikolinearitas ... 43
4.11 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 44
xii
DAFTAR GAMBAR
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam sebuah organisasi,sistem informasi akuntansi adalah sesuatu yang sangat penting. Sistem informasi akuntansi harus dikelola dengan baik untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat yang akan berguna bagi perusahaan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi akan mempengaruhi informasi akuntansi yang dihasilkan (Sajady, Dastgir, & Nejad, 2008). Penelitian ini akan menginvestigasi tentang faktor yang mempengaruhi kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi dan dampaknya terhadap kualitas Informasi Akuntasi.
Sistem Informasi Akuntansi adalah struktur dalam entitas yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain untuk merubah data transaksi keuangan atau akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para penggunanya, hal ini dikemukakan oleh Wilkinson dan Cerullo (dalam Syaifullah, 2014). Sistem informasi akuntansi memiliki kegunaan, tugas, dan pengguna yang mencakup ke seluruh kegiatan organisasi dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di organisasi tersebut. Menurut Sabherwal et al (2006), kesuksesan sistem informasi akuntansi didasarkan pada enam aspek yaitu kualitas SIA tersebut, kualitas informasi kegunaannya ,manfaat yang dirasakan, kepuasan pengguna, dan manfaat bagi organisasi. Manfaat dan kemudahan yang dirasakan dari penggunaan sistem
mempengaruhi perilaku individu terhadap penggunaan sistem informasi yang pada akhirnya akan menentukan apakah mereka akan terus menggunakan sistem informasi tersebut atau tidak (Davis, 1989)
Banyak organisasi di Indonesia yang memiliki sistem informasi akuntansi yang masih kurang memadai dan memiliki kualitas yang buruk dalam pelaporan keuangan. Pada Juli 2013 lalu Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukan dari 485 perusahaan tercatat, terdapat 91 perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangannya (Kulsum, 2013). Bahkan terdapat dua perusahaan go public yang saat itu trancam terkena denda karena permasalahan keterlambatan penyampaian laporan keuangan (Yetna, 2013). Ini menunjukan adanya kegagalan sistem informasi akuntansi di organisasi. Gagal dalam arti tidak sesuai dengan kondisi organisasi dan gagal dalam pengimplementasiannya.
Oleh karena itu ada banyak faktor penting yang harus diperhatikan dan diperhitungkan dalam merancang sistem informasi akuntansi karena kesuksesan sistem informasi berkaitan dengan efisiensi sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan menurut Brabander & Thiers (dalam Fitriati, Mulyani, & Street, 2015) dan sejauh mana sistem informasi dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasi.
Organizational culture perlu diperhatikan karena hal ini memegang peran penting dalam membangun kebiasaan manajerial dan menjadi dasar dalam lingkungan internal organisasi (Griffin & Moorhead, 2014). Menurut KBBI, budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Culture dibangun berdasarkan pada sifat dan kepribadian manusia (Robbins & Judge, 2013). Sebuah
pemahaman tentang culture itu penting untuk mempahami teknologi informasi yang cocok pada berbagai tingkatan culture, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan dan penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
Berdasarkan penelitian terdahulu, membuktikan bahwa organizational culture memberikan pengaruh terhadap kesuksesan sistem informasi akuntansi. Dimana Organizational culture dapat membangun dan memberikan arahan dalam mengembangkan sistem informasi dalam organisasi karena setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda dari yang lain. Dengan memahami tingkah laku dari organizational culture, maka akan dengan mudah mengidentifikasi sistem informasi yang diperlukan perusahaan (Schein, 2011). Dalam penelitian ini peneliti akan mengidentifikasi organizational culture dari segi pemahaman arti organisasi, peraturan, dan kewenangan yang berlaku di organisasi.
Menurut Kreitner & Kinicki (2001) organizational commitment adalah tingkatan dimana seorang pekerja memiliki tingkat kepercayaan dan kepedulian terhadap organisasi, sehingga pekerja memiliki niat untuk bisa menyelaraskan keinginannya untuk mencapai goals yang diharapkan organisasi tersebut. Organizational commitment merupakan respon dari pekerja terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi yang mana dalam hal ini akan berpengaruh terhadap sikap (attitude) pekerja dan kontrbusi untuk memunculkan ide, hal ini diungkapkan oleh Meyer et al (2007).
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Larsen (2003), mengemukakan bahwa organizational commitment adalah faktor yang mempengaruhi kesusksesan
pengimplementasian sistem informasi akuntansi di organisasi. Pekerja yang mempunyai tingkat komitmen yang tinggi terhadap organisasi akan melakukan kerja keras dan menghasilkan performa yang lebih baik. Hal ini membawa pekerja untuk menerapkan sistem yang dibangun dalam suatu organisasi dengan lebih baik termasuk sistem informasi akuntansinya.
Pengaruh antara organizational commitment dan kualitas sistem informasi akuntansi perlu diteliti lebih dalam, karena dalam penelitian sebelumnya membuktikan bahwa dengan adanya komitmen maka pekerja akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih terhadap organisasi. Selain rasa tanggung jawab, komitmen juga berkaitan dengan loyalitas dan kemauan untuk memajukan sebuah organisasi. Dengan adanya hal tersebut artinya pekerja akan mampu untuk turut mensukseskan sistem informasi akuntansi yang dijalankan perusahaan guna menghasilkan informasi yang bermanfaat.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mulyani (2015) menemukan bahwa kesuksesan SIA dipengaruhi oleh organizational culture dan organizational commitment, selain itu kesuksesan SIA juga mempengaruhi kualitas informasi akuntansi yang dihasilkan. Dalam riset tersebut variabel informasi akuntansi digunakan dalam dua hal, yaitu, sebagai variable yang berdiri sendiri dimana variabel ini dipengaruhi oleh SIA (1) dan variabel ini juga digunakan sebagai alat pengukuran atau indikator kesuksesan SIA itu sendiri (2). Karena dalam variabel kesuksesan SIA, sudah membahas mengenai kulitas informasi akuntansi sebagai faktor pengukur kesuksesan SIA, jadi menurut peneliti apabila menggunakan variable tersebut menjadi variabel yang keempat, maka akan terjadi bias.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh organizational commitment dan organizational culture terhadap kesuksesan sistem informasi akuntansi. Dalam penelitian ini, peneliti akan menjadikan staff accounting di perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Semarang sebagai populasi dan sample. Berdasarkan hal tersebut peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Organizational Culture dan Organizational Commitment Terhadap Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman di Semarang”
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah Organizational commitment mempengaruhi kesuksesan sistem informasi akuntansi?
2. Apakah Organizational culture mempengaruhi kesuksesan sistem informasi akuntansi?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
1. Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh positif organizational commitment terhadap kesuksesan sistem informasi akuntansi
2. Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh positif organizational culture terhadap kesuksesan sistem informasi akuntansi
1.3.2 Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan lebih tentang hal – hal apa yang dapat mempengaruhi Sistem Informasi Akuntansi, dan bagaimana pengaruh yang dihasilkan. Selain itu mengetahui implikasinya terhadap informasi akuntansi yang dihasilkan di suatu organisasi.
2. Bagi Perusahaan
- Dapat digunakan perusahaan sebagai strategi untuk membantu mencapai visi dan misi perusahaan dan meningkatkan mutu perusahaan.
- Sebagai masukan bagi perusahaan bahwa dalam menerapkan sistem informasi akuntansi, ada hal – hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Dan perusahaan harus menyesuaikan dengan hal tersebut.
1.4 Kerangka Pikir Penelitian
Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian Organizational Commitment Organizational Culture Kesuksesan sistem informasi akuntansi
Penelitian ini meneliti dampak dari komitmen pekerja terhadap suatu organisasi (organizational commitment) dan budaya perusahaan (organizational culture) terhadap kesuksesan sistem informasi akuntansi. Dimana sistem informasi akuntansi akuntansi hendaknya sesuai dengan situasi dalam organisasi dan tujuan (goals) yang ingin dicapai. Dan dua faktor tersebut mempengaruhi kesuksesan SIA itu sendiri.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penelitian inidibagi dalam lima bab, yaitu :
Bab I, merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka pikir penelitian, serta sistematika pembahasan dalam penelitian ini.
Bab II, merupakan tinjauan pustaka dan pengembangan hipotesis yang akan menguraikan berbagai teori, konsep, dan penelitian sebelumnya yang relevan sampai dengan hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini.
Bab III, merupakan metode penelitian yang berisi mengenai sumber dan jenis data yang akan digunakan, gambaran umum obyek penelitian, definisi dan pengukuran variabel yang diperlukan dalam penelitian ini, dan metode analisis data.
Bab IV, merupakan hasil dan analisis data yang akan menguraikan berbagai perhitungan yang diperlukan untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini.
Bab V, merupakan kesimpulan, keterbatasan, dan implikasi dari analisis yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya.
9
BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
2.1 Landasan Teori
2.1.1. Organisasi
Organisasi berasal dari bahasa Yunani “Organon”, yang artinya alat, bagian, anggota, atau bagian badan. Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
Pengertian organisasi menurut Winardi (2003) bahwa organisasi lebih dari sekedar alat untuk menciptakan barang-barang dan menyelenggarakan jasa-jasa. Organisasi menciptakan kerangka, dimana banyak diantara kita melaksanakan proses kehidupan. Organisasi menimbulkan pengaruh besar atas perilaku kita. Sehingga organisasi dapat disimpulkan sebagai kerja sama antara dua orang atau lebih dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang bertindak secara individual. Dimana tujuan organisasi tersebut diarahkan pada penciptaan barang atau penyelenggaraan jasa.
Ciri Ciri Organisasi : a. Kumpulan manusia
Sebuah organisasi bercirikan memiliki anggota lebih dari dua orang. b. Tujuan bersama
Dalam organisasi terdiri dari banyak anggota yang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Namun dengan berkumpulnya anggota dalam organisasi, mereka harus menyelaraskan tujuannya dengan tujuan yang diharapkan oleh organisasi. Setiap anggota organisasi harus kompak demi mencapai tujuan organisasi, tujuan pribadi menjadi hal nomor dua dibawah tujuan bersama.
c. Kerjasama
Kerjasama penting adanya dalam organisasi. Karena dengan kerjasama, barulah sekumpulan individu dapat mencapai satu tujuan yang sama.
d. Aturan
Adanya aturan menunjukan ciri dari suatu organisasi formal. Sebuah aturan akan mengatur, mengarahkan, dan mendorong setiap pekerja untuk bertanggung jawab agar kinerja dalam organisasi menjadi lebih efektif dan efisien. Aturan biasanya dibuat setelah sebuah organisasi terbentuk.
e. Pembagian Tugas
Pembagian tugas dalam organisasi dilakukan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan dari anggotanya. Hal ini bertujuan agar kinerja
bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi dan mempermudah pencapaian tujuan para anggota organisasi secara pribadi. Dengan adanya pembagian tugas yang diatur oleh aturan aturan akan tercipta kerja sama yang epik dan solid dalam nuansa profesionalisme demi mencapai tujuan bersama dan tujuan pribadi demi keberlangsungan dan kejayaan organisasi.
2.1.2. Budaya Organisasi / Organizational Culture
Pengertian budaya menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Jadi budaya adalah sesuatu yang kompleks dimana menyangkut kesusilaan, tata cara, pengetahuan, dan kebiasaan yang dilakukan oleh manusia. Organizational culture menurut Schein (2011) seringkali didefinisikan sebagai bermacam macam makna, pola keyakinan, ritual, simbol , mitos, guna untuk mengontrol dan membentuk kebiasaan pekerja dalam organisasi dan memecahkan permasalahan eksternal. Organizational culture menembus kehidupan organisasi sebagai cara untuk mempengaruhi setiap aspek dari organisasi (Saffold, 1998).
Adanya budaya perusahaan yang kuat akan mempengaruhi pemahaman dan meningkatkan dukungan dari para pekerja untuk
organisasi tersebut. Karakteristik budaya perusahaan yang kuat (Rue & Byars, 2007):
1. Anggota Organisasi berbagi nilai-nilai yang jelas dan keyakinan tentang bagaimana untuk sukses dalam bisnis mereka.
2. Anggota Organisasi setuju pada yang keyakinan tentang bagaimana untuk berhasil adalah yang paling penting.
3. Bagian-bagian dari organisasi memiliki keyakinan yang sama tentang bagaimana untuk sukses.
4. Ritual sehari-hari kehidupan organisasi yang terorganisasi dengan baik dan konsisten dengan tujuan perusahaan.
Sedangkan menurut Robbins & Judge (2013), budaya organisasi memiliki tujuh karakteristik :
a. Inovasi dan pengambilan risiko (Innovation and risk taking), adalah sejauh mana pekerja akan terdorong untuk berani berinovasi dan mengambil resiko.
b. Orientasi hasil (Outcome orientation), adalah tingkatan dimana manajemen memusatkan perhatian pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil
c. Perhatian yang rinci (Attention to detail), keadaan dimana pekerja diharapkan untuk cermat pada rincian..
d. Orientasi pada manusia (People orientation), keputusan diambil dengan memperhatiakan setiap individu yang ada dalam organisasi.
e. Orientasi tim (Team orientation). Kinerja dilakukan dan diorganisir di sekitar tim, bukan individu.
f. Keagresifan (Aggressiveness), adalah keadaan dimana setiap individu atau pekerja dalam organisasi memiliki sifat agresif untuk mencapai sesuatu, memiliki semangat untuk berkompetisi (secara sehat), bukan hanya bekerja apa adanya.
g. Stabilitas (Stability), adalah tingjatan dimana osebuah organisasi berusama untuk tetap mempertahankan keadaan seperti sekarang ini (status quo).
Organizational culture didasarkan pada konsep dengan tiga level, level tersebut yaitu basic assumption, level of value, dan artifact level (Robbins & Judge, 2013). Basic assumption adalah hubungan seseorang dengan lingkungan hidupnya dan dengan orang lain. Level of value adalah nilai dalam kaitannya dengan setiap tindakan atau perilaku, yang dapat diukur dengan adanya perubahaan yang terjadi atau melalui konsensus sosial. Dan artifact adalah sesuatu yang dapat dilihat tapi sulit untuk disimulasikan.
2.1.3. Komitmen Organisasi / Organizational Commitment
Komitmen organisasi adalah sikap pekerja yang bisa menerima dan menyelaraskan dengan tujuan, nilai dan sasaran organisasi. Ditunjukan dengan adanya penerimaan secara individu dan keinginan untuk bekerja
keras untuk organisasi, sehingga membuat individu mau bekerja keras dan loyal terhadap organisasi tersebut.
Ada tiga aspek komitmen yang diungkapkan oleh Shultz (1993) yaitu :
a. Penerimaan terhadap nilai dan tujuan organisasi
b. Ketersediaan untuk berusaha keras demi tercapainya tujuan organisasi c. Memiliki keinginan untuk berafiliasi dengan organisasi.
Meyer et al (2007) mengindikasi ada tiga komponen komitmen pekerja terhadap organisasi. Pertama, komitmen afektik yang didefinisikan sebagai ikatan emosional pekerja untuk organisasi. Komitmen pekerja dikarenakan karena adanya kemauan, dimana secara psikologis pekerja akan memiliki sikap loyal, peduli, dan rasa memiliki pada organisasi.
Kedua, komitmen yang berkelanjutan adalah komitmen pekerja
dimana ia akan tetap berada di organisasi tersebut atau meninggalkan organisasi karena adanya pertimbangan tertentu. Somers & Birnbaum (2000) dan Burr & Girandi (2002) mengatakan bahwa komitmen yang berkelanjutan adalah sebuah pelengkap karena investasi yang dirasakan pekerja secara psikologis atau ekonomi yang mana lebih menguntungkan apakah lebih baik untuk tetap berada di organisasi tersebut atau bekerja di organisasi yang lain.
Ketiga, komitmen normatif didefinisikan sebagai komitmen
akan tetap bekerja di organisasi tersebut karena memang ia harus melakukannya. Burr & Girardi (2002) mengatakan bahwa komitmen normatif termasuk dalam komponen moral karena memiliki kewajiban dan rasa tanggung jawab sebagai pekerja di sebuah organisasi.
2.1.4 Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Menurut Romney and Steinbart (2009), sistem adalah sebuah perangkat yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai satu tujuan. Sedangkan sistem informasi akuntansi (SIA) pada dasarnya merupakan integrasi dari berbagai proses transaksi, atau bisa diartkan sebagai kumpulan sub-sistem atau komponen baik berupa fisik maupun non-fisik yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan tertentu dan memproses data yang terkait dengan masalah keuangan (Azhar Susanto, 2008).
Kesuksesan SIA menurut menurut O’Brien dan Marakas (2008), kesuksesan sebuah sistem informasi harus diukur berdasarkan keefektifan teknologi informasi dalam mendukung strategi bisnis organisasi, memperlancar proses bisnisnya, menjunjung struktur dan budaya organisasi, dan meningkatkan nilai bisnis perusahaan. Dehghanzade et al (2011) mendefinisikan efektivitas SIA sebagai acuan pengambilan keputusan dengan adanya output informasi yang tersedia bagi pengguna melalui pemrosesan transaksi, pelaporan manajemen, dan sistem anggaran
memenuhi kebutuhan mereka untuk koordinasi dan pengendalian organisasi. Choe (1998) menyatakan bahwa efektivitas sistem informasi akuntansi dapat dianalisis pada tiga basis:
a. Lingkup informasi yaitu informasi keuangan dan non keuangan, informasi internal dan eksternal yang berguna dalam memprediksi kejadian di masa yang akan datang.
b. Tepat waktu, yang berhubungan dengan kemampuan sistem informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan memberikan laporan yang sistematis ke pengguna.
c. Agregasi informasi, yang dianggap sebagai sarana mengumpulkan dan meringkas informasi dalam jangka waktu tertentu.
DeLone & McLean (2003) menyatakan standart kesuksesan SIA dengan enam dimensi berikut :
a. System quality
Diukur berdasarkan ease-of-use (kemudahan dalam penggunaan), fungsinya, reliabilitasnya, fleksible, kualitas data, portability, integrasi, dan importance
b. System Use
Kemauan pekerja untuk menggunakan sistem. Penggunaan sistem berkaitan dengan dampak yang dirasakan secara individual oleh pengguna. Penggunaan sistem diukur dari frekuensi penggunaan,
waktu penggunaan, jumlah akses, pola penggunaan, dan dampak dependency.
c. Information Quality
Kualitas informasi diukur dari :
- Akurat, sebuah informasi harus terhindar dari kesalahan-kesalahan yang pada akhirnya mengganggu maksud atau arti yang ingin disampaikan
- Ketepatan waku, informasi harus sampai ke tangan pengguna tepat pada waktunya. Informasi yang sudah terlewat atau terlambat sudah tidak ada manfaatnya lagi karena hal ini berkaitan dengan pengambilan keputusan.
- Kelengkapan, informasi menyajikan keseluruhan gambaran permasalahaan secara lengkap
- Relevansi, informasi yang dihasilkan dapat berguna bagi pengguna. Informasi akuntansi bisa dikatakan relevan apabila bisa digunakan untuk memprediksi hasil akhir dari kejadian masa lalu, masa kini, dan masa depan
- Konsisten
Informasi harus konsisten tidak berubah-ubah d. User satisfication
Pekerja puas dengan adanya sistem yang digunakan di dalam organisasi dan bersedia menggunakan sistem tersebut secara berkelanjutan untuk menunjang kinerja
e. Service Quality
Kualitas sistem berkaitan dengan kepuasan dan respon pengguna dengan sistem yang ada.
f. Net System Benefits
Dampak yang didapat oleh organisasi yang menggunakan SIA tidak lain adalah mendapat keuntungan atau manfaat bagi organisasi itu sendiri. Keuntungan berupa peningkatan performa kinerja dalam organisasi dan menghemat waktu sehingga lebih efisien.
2.2 Pengembangan Hipotesis
Dalam hal yang telah dijelaskan sebelumnya, dikatakan bahwa organizational culture mempengaruhi kesuksesan sistem informasi akuntansi. Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Nickels & Janz, (2010) yang menyatakan bahwa organizational culture mempengaruhi kesuksesan SIA. Organizational culture merupakan kunci penting dalam pembuatan SIA. Perbedaan kebudayaan membuat adanya perbedaan pengimplementasian SIA dalam organisasi (Onflict, Leidner, & Kayworth, 2006). Dimana perlu untuk memahami kebudayaan dalam arti pemahaman arti tentang perusahaan, norma yang berlaku, dan kewenangan dalam organisasi.
Selain itu penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Budi & Nusa (2015). Beliau melakukan penelitian di Bandung, Jawa Barat dan juga Banten.
Dalam penelitiannya dibuktikan bahwa organizational culture berpengaruh positif terhadap kesuksesan SIA.
H1 : Organizational culture berpengaruh positif terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi
Dijelaskan oleh Larsen (2003), organizational commitment adalah salah satu faktor penting yang mendukung kesuksesan pengimplementasian sistem informasi akuntansi. SIA digunakan untuk mengumpulkan data keuangan secara lengkap. Selain itu juga memproses data yang digunakan oleh pihak yang membutuhkan. Maka dapat disimpulkan bahwa SIA berguna untuk mencakup semua data keuangan organisasi baik secara internal maupun eksternal.
Organizational commotment memberikan pengaruh positif dalam mencapai strategi yang tepat untuk mempersiapkan sistem informasi akuntansi. Hal ini dibuktikan dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Mulyani (2015), dimana beliau juga menganut teori yang dikemukakan oleh Larsen (2003). Dalam penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa organizational commitment memberikan pengaruh positif terhadap kesuksesan SIA.
Selain itu kasus yang terjadi pada Bank Indonesia yaitu Bank Century pada tahun 2008 silam, dimana terjadi kecurangan di dalam badan perbankan di Indonesia yang diakibatkan karena ketidak akuratan data yang disajikan (Sri Mulyani, 2014). Permasalahan perbankan bisa terjadi karena buruknya kualitas SIA sebagai akibat dari organizational commitment yang buruk juga. Halim Alam
(2011) menyatakan bahwa kejadian fenomenal ini terjadi karena rendahnya organizational commitment dari setiap pekerja yang terlibat, dan juga lemahnya pengendalian internal. Hadad (2011) Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa menurut hasil penyelidikan dari Bank Sentral menemukan kelemahan dari komitmen terhadap organisasi dalam pelaksanaan manajemen risiko oleh manajemen pusat dari Bank Mega, dimana dewan direksi belum memiliki sarana untuk menjalankan sistem SOP sehingga masih ada kelemahan kebijakan dan prosedur. Dalam penelitian ini juga terbukti bahwa kegagalan SIA diakibatkan oleh rendahnya organizational commitment.
H2 : Organizational commitment berpengaruh positif terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi
21
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian
Obyek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang menerapkan sistem informasi akuntansi (SIA) di Semarang. Penilitian ini akan dilakukan di kota Semarang, Indonesia. Pemilihan sektor makanan dan minuman dikarenakan supaya penelitian yang dilakukan dapat berfokus membandingkan faktor yang mempengaruhi kesuksesan SIA dalam perusahaan manufaktur yang sejenis. Selain itu peneliti juga menemukan bahwa perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Kota Semarang telah berskala besar (bentuk perusahaan Perseroan Terbatas) dan jumlah perusahaan manufatur sektor makanan dan minuman merupakan yang terbanyak dibanding dengan sektor lain (seperti farmasi, tekstil, mebel/furniture, dan lain-lain). Hal-hal tersebut yang akhirnya membuat peneliti memilih perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman di Kota Semarang.
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah semua staff accounting pada perusahaan manufaktur yang ada di kota Semarang. Sampel pada penelitian ini akan dipilih menggunakan metode purposive judgement sampling dengan tahapan sebagai berikut:
1. Memilih 58 perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di area Kota Semarang. Perusahaan ini sudah terdaftar dalam data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2014 sehingga setiap alamat dan nomor telepon perusahaan jelas. Berikut ini adalah data 58 perusahaan yang akan dijadikan sampel:
Tabel 3.1 Data Perusahaan Manufaktur di Kota Semarang
No Nama Perusahaan No Nama Perusahaan
1. PT. Indomina Cipta Agung 30. Virgin Cake & Bakery 2. PT. Java Agritech 31. UD. Sukses Sejahtera
3. Tahu Wismilak 32. UD. Samudera Jaya
4. Tahu Surabaya 33. Swiss Bakery
5. PT. Java Prima Abadi 34. Roti Reessari
6. CV. Berkah Jaya Abadi 35. PT. Trimulya Kencana Mas 7. CV. Sempurna Boga Makmur 36. PT. Sukasari Mitra Mandiri 8. UD. Putra Bhakti 37. PT. Rena Djaja
9. PT. Indofood Frito Lay Co 38. PT. Kinosentra Industrindo 10. PT. Sri Boga Ratu Raya 39. PT. Jamu Indonesia Simona 11. PT. Kemfarm Indonesia 40. PT. Indotirta Jaya Abadi 12. PT. Indosigma Surya Cipta 41. PT. Gita Madu
13. PT. Windika Utama 42. PT. Dunkindo Lestari 14. PT. Sido Muncul 43. PT. Dami Sariwana
16. Tahu Legowo 45. PT. Bonanza Megah, Ltd
17. PT. Dyriana 46. PT. Bandeng Juwana
18. PT. Indofood Sukses Makmur 47. PT. Aqua Farm Nusantara 19. PT. Nyonya Meneer 48. PT. 52 Super Food
20. PT. Jamu Djago 49. Monic Bakery
21. Roti Bonansa 50. Mie Rajawali
22. Eka Poultry 51. Mie Parkit Mada Putra
23. Tahu Siliwangi 52. Mie Citra Mandiri 24. PT. Marimas Putera Kencana 53. Krupindo Megah 25. PT. Indofood Sukses Makmur
Unit Ingradient
54. Kolang-kaling Ruwandi
26. De Koning Bakery 55. Kacang Atom Gajah 27. PT. Leo Agung Raya 56. Jessy Cakes
28. PT. Karya Ciptanyata Wisesa 57. Diana Bakery
29. PT. Jamu Borobudur 58. Bumbu Masak Cap Kepala Sapi
Sumber: BPS Jateng 2014
2. Dari setiap perusahaan tersebut, masing-masing akan diambil 3 responden yaitu staff accounting.
3. Responden hendaknya telah memiliki pendidikan minimal D1 dan telah bekerja di organisasi tersebut minimal satu tahun sehingga telah memahami SIA yang ada di organisasi.
3.3 Metode Pengumpulan Data 3.3.1 Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang didapat dari sumber pertama dengan mengisi pernyataan kuesioner oleh responden individu (Hartono, 2013). Data primer yang digunakan diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang akan dibagikan ke beberapa perusahaan dan diisi langsung oleh responden.
3.3.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menyebarkan kuisioner yang berisi pernyataan atau pertanyaan tertentu, dan diisi langsung oleh responden untuk memperoleh data primer langsung dari responden (Hartono, 2013). Pembagian kuisioner dilakukan guna memperoleh informasi yang diperlukan terkait dengan penelitian. Informasi yang dibutuhkan yaitu budaya organisasi, komitmen organisasi, dan kesuksesan sistem informasi akuntansi.
3.3.3 Alat Pengumpulan Data
Alat yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket atau kuesioner.Kuesioner disebarkan dan diisi langsung oleh responden pada masing-masing perusahaan. Kuesioner ini berisi tentang pernyataan-pernyataan yang akan terbagi dalam 3 bagian yaitu
kebudayaan organisasi, komitmen organisasi, dan kesuksesan sistem informasi akuntansi. Kuesioner dapat dilihat pada bagian Lampiran.
3.3.4 Pengujian Alat Pengumpulan Data 3.3.4.1 Pengujian Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Murniati, 2013:20). Pengujian ini akan dilakukan dengan pengujian Cronbach Alpha. Data dinyatakan valid jika seluruh indikator memiliki nilai Cronbach Alpha if Item Deleted ≤ Cronbach’s Alpha.
3.3.4.2 Pengujian Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukkan tingkatan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan.Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel jika hasil jawaban dari setiap pernyataan selalu konsisten dari waktu ke waktu menurut Santoso dalam Murniati (2013:20). Pengujian ini akan dilakukan dengan pengujian Cronbach Alpha. Data dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,5.
3.4 Definisi dan Pengukuran Variabel
Organizational culture atau kebudayaan organisasi adalah habbit atau kebiasaan yang berlangsung dalam organisasi, dimana setiap organisasi memiliki kebudayaan yang berbeda dari yang lainnya. Pengukuran kebudayaan organisasi yaitu dari segi penerimaan adanya perubahan-perubahan dalam organisasi dan mendorong adanya kebebasan pekerja untuk berinovasi. Pengukuran organizational culture akan diukur menggunakan 15 item yang dikembangkan dari jurnal Addo (2012). Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert dengan rentang nilai 1 (tidak pernah) sampai dengan 5 (sering). Semakin tinggi angka menunjukan bahwa organizational culture mempengaruhi kebiasaan pekerja tentang adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi dan pekerja semakin terdorong untuk menciptakan inovasi.
3.4.2 Organizational Commitment
Organizational commitment atau komitmen organisasi dapat diartikan sebagai tingkat keloyalan pekerja terhadap organisasi dimana ia bekerja dan rasa tanggung jawab yang dimiliki pekerja karena telah menjadi bagian dalam organisasi. Pengukuran komitmen organisasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen normatif. Pengukuran diukur dengan menggunakan kuisioner yang dikembangkan oleh Jaros (2007) menggunakan skala likert 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan 5 (sangat setuju). Semakin tinggi angka
menunjukan bahwa responden memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi.
3.4.3 Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi
Kesuksesan sistem informasi akuntansi yaitu ketika sistem yang ada di organisasi sesuai dengan kondisi organisasi. Selain itu SIA bisa diterima oleh pengguna dan menghasilkan informasi akuntansi yang tepat guna kepentingan pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Pengukuran kesuksesan SIA menggunakan kuisioner dalam jurnal Zaied (2012). Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert dengan nilai 1 (Sangat Tidak Setuju) hingga 5 (Sangat Setuju).Semakin tinggi angka menunjukkan bahwa kesuksesan SIA dalam organisasi juga semakin sempurna.
3.5 Teknik Analisis Data atau Uji Hipotesis
3.5.1 Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan analisis regresi berganda, harus dipenuhi terlebih dahulu syarat dari uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang akan digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
3.5.1.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik harus
mempunyai distribusi normal atau mendekati normal.Kurva yang menggambarkan distribusi normal adalah kurva normal yang berbentuk simetris.Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji statistik Kolmogorov Smirnov (K-S).Data berdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) ≥ 0,05.
3.5.1.2 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan berupa hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi.Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas.Uji multikolinearitas pada penelitian ini dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance pada model regresi.Jika nilai Tolerance ≤ 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10, maka tidak terdapat multikolinearitas.
3.5.1.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya.Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda, maka disebut heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan uji Glejser, untuk meregresi nilai absolut residual
terhadap variabel independen. Jika nilaiSig variabel independen lebih besar dari 0,05 maka tidak terdapat heteroskedastisitas.
3.5.1.4 Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi adalah sebuah analisis statistik yang dilakukan untuk mengetahui adanya korelasi antar variabel yang ada di dalam model penelitian dengan adanya perubahan waktu. Uji autokorelasi di dalam model regresi, harus dilakukan apabila data merupakan data time series atau runtut waktu. Yang dimaksud dengan autokorelasi adalah nilai pada sampel atau observasi tertentu sangat dipengaruhi oleh nilai observasi sebelumnya. Uji Autokorelasi dilakukan dengan uji Durbin-Watson. Sedangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti tidak menggunakan data time series. Sehingga peneliti tidak melakukan Uji Autokorelasi. 3.5.2 Uji Hipotesis Organizatonal Commitment Organizatonal Culture Kesuksesan sistem informasi akuntansi
Model Penelitian
Uji hipotesis model penelitian di atas menggunakan analisis regresi berganda karena model regresi ini digunakan untuk menguji pengaruh dua variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut ini adalah langkah-langkah pengujian dari model penelitian di atas :
SIA = α + b1 OC1 + b2 OC2 + e
Keterangan :
SIA = Kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi α = Konstanta
OC1 = Organizational Culture OC2 = Organizational Commitment b1 = Koefisien dari OC1
b2 = Koefisien dari OC2 e = Error
Kriteria penerimaan hipotesis : Nilai signifikansi ≤ 0,05
31
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Responden
Data responden (staff akuntan) dalam penelitian ini diperoleh melalui pembagian kuesioner yang dilakukan di perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman skala menengah dan besar di Kota Semarang yang terdaftar di BPS tahun 2014. Berikut ini adalah daftar perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini :
Tabel 4.1
Daftar Perusahaan dan Jumlah Kuesioner
No. Nama Perusahaan
Kues Disebar
Kues Kembali
1 PT. Jamu Borobudur 3 3
2 PT. Indomina Cipta Agung
3 3
3 PT. Dyriana
3 3
4 PT. Indosigma Surya Cipta
3 3
5 PT. Aqua Farm Nusantara
3 3 6 PT. Bonanza Megah, Ltd 3 3 7 PT. Dami Sariwana 3 3 8 PT. Dunkindo Lestari 3 3
9 PT. Sri Boga Ratu Raya
3 3
10 PT. Indotirta Jaya Abadi
3 3
11 PT. Jamu Indonesia Simona
12 Jessy Cakes
3 3
13 Virgin Cake & Bakery
3 3
14 PT. Karya Ciptanyata Wisesa
3 3 15 PT. Sido Muncul 3 3 16 PT. Windika Utama 3 3 17 PT. Gita Madu 3 3 18 PT. Cassanatama Naturindo 3 3 19 PT. Bandeng Juwana 3 3 20 PT. 52 Super Food 3 3
21 PT. Java Prima Abadi
3 2
22 PT. Java Agritech
3 3
23 PT. Trimulya Kencana Mas
3 3
24 PT. Sukasari Mitra Mandiri
3 3
25 PT. Rena Djaja
3 2
26 PT. Kinosentra Industrindo
3 3
27 PT. Marimas Putera Kencana
3 3
28 PT. Jamu Djago
3 3
29 PT. Nyonya Meneer
3 3
30 PT. Leo Agung Raya 3 0
31 CV. Berkah Jaya Abadi 3 0
32 UD. Samudera Jaya 3 0
33 UD. Sukses Sejahtera 3 0
34 UD. Putra Bhakti 3 0
35 Monic Bakery 3 0
Total
108 85 Sumber : Data primer yang diolah, 2016Dari 58 perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Kota Semarang yang terdaftar di Badan Pusat Statistik tahun 2014, hanya 36 perusahaan saja yang bersedia menerima kuesioner yang peneliti bagikan. Beberapa perusahaan tidak berkenan untuk mengisi kuesioner dengan alasan tidak menerapkan sistem informasi akuntansi (SIA) . Kemudian dari 108 kuesioner yang disebar di 36 perusahaan, terdapat 85 kuesioner yang diterima kembali oleh peneliti dan data dari kuesioner tersebut dapat digunakan dan diolah.
Tabel 4.2
Gambaran Umum Responden
Deskripsi Jumlah Presentase
Jenis Kelamin Laki-laki 53 62.35% Perempuan 32 37.64% Umur 20-30 tahun 39 45.88% > 30 tahun 46 54.11% Pendidikan terakhir SMA/SMK 0 0.00% D1 0 0.00% D3 17 20% S1 62 72.94% S2 6 7.05% S3 0 0.00% Lainnya 0 0.00%
Lama Bekerja di Perusahaan
0 - 5 tahun 21 24.70%
> 5 tahun 64 75.29%
Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa jumlah responden laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan wanita, dengan presentase 62.35%untuk laki-laki dan 37.64% untuk wanita. Responden yang berusia 20-30 tahun berjumlah 39 orang dan yang berusia di atas 30 tahun berjumlah 46 orang. Jadi responden yang berusia muda dan yang sudah matang hampir sama banyaknya. Dari keseluruhan responden memiliki riwayat pendidikan minimal D3 dan pendidikan tertinggi yaitu mencapai S2. Dari total pekerja, yang paling banyak adalah mereka yang berpendidikan S1.
4.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas
4.2.1 Pengujian Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengukur valid atau sah tidaknya suatu kuesioner. Metode yang digunakan adalah pengujian Cronbach Alpha. Data akan dinyatakan valid atau sah apabila seluruh indicator memiliki nilai Cronbach Alpha if Item Deleted ≤ Cronbach’s Alpha. Hasil pengujian validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.3
Hasil Uji Validitas Variabel Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Variabel Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan SIA1 0,857 0,855 VALID SIA 2 0,857 0,857 VALID SIA 3 0,857 0,856 VALID SIA 4 0,857 0,857 VALID SIA 5 0,857 0,853 VALID SIA 6 0,857 0,855 VALID SIA 7 0,857 0,854 VALID SIA 8 0,857 0,856 VALID SIA 9 0,857 0,854 VALID SIA 10 0,857 0,854 VALID
SIA 11 0,857 0,854 VALID SIA 12 0,857 0,856 VALID SIA 13 0,857 0,854 VALID SIA 14 0,857 0,855 VALID SIA 15 0,857 0,854 VALID SIA 16 0,857 0,856 VALID SIA 17 0,857 0,854 VALID SIA 18 0,857 0,854 VALID SIA 19 0,857 0,856 VALID SIA 20 0,857 0,857 VALID SIA 21 0,857 0,855 VALID SIA 22 0,857 0,852 VALID SIA 23 0,857 0, 856 VALID SIA 24 0,857 0,854 VALID SIA 25 0,857 0,854 VALID SIA 26 0,857 0,855 VALID SIA 27 0,857 0,855 VALID SIA 28 0,857 0,855 VALID SIA 29 0,857 0,855 VALID SIA 30 0,857 0,853 VALID SIA 31 0,857 0,855 VALID SIA 32 0,857 0,856 VALID SIA 33 0,857 0,856 VALID SIA 34 0,857 0,857 VALID
SIA 35 0,857 0,860 TIDAK VALID
SIA 36 0,857 0,853 VALID SIA 37 0,857 0,855 VALID SIA 38 0,857 0,854 VALID SIA 39 0,857 0,856 VALID SIA 40 0,857 0,856 VALID SIA 41 0,857 0,854 VALID SIA 42 0,857 0,854 VALID SIA 43 0,857 0,856 VALID SIA 44 0,857 0,854 VALID SIA 45 0,857 0,855 VALID SIA 46 0,857 0,854 VALID SIA 47 0,857 0,856 VALID SIA 48 0,857 0,854 VALID SIA 49 0,857 0,854 VALID SIA 50 0,857 0,856 VALID SIA 51 0,857 0,857 VALID SIA 52 0,857 0,855 VALID SIA 53 0,857 0,852 VALID SIA 54 0,857 0,856 VALID
SIA 55 0,857 0,854 VALID SIA 56 0,857 0,854 VALID SIA 57 0,857 0,855 VALID SIA 58 0,857 0,855 VALID SIA 59 0,857 0,855 VALID SIA 60 0,857 0,855 VALID SIA 61 0,857 0,853 VALID SIA 62 0,857 0,855 VALID SIA 63 0,857 0,857 VALID SIA 64 0,857 0,857 VALID SIA 65 0,857 0,855 VALID SIA 66 0,857 0,855 VALID SIA 67 0,857 0,857 VALID SIA 68 0,857 0,854 VALID Sumber : Lampiran 4
Hasil pengujian validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat indikator yang memiliki nilai Cronbach Alpha if Item Deleted lebih besar dari Cronbach’s Alpha yaitu variable SIA 35. Oleh karena itu, indikator tersebut dihilangkan dan dilakukan pengujian ulang dengan menghilangkan indikator tersebut. hasil pengujian ulang validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4
Hasil Uji Ulang Validitas Variabel Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Variabel Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan SIA1 0,860 0,858 VALID SIA 2 0,860 0,860 VALID SIA 3 0,860 0,859 VALID SIA 4 0,860 0,860 VALID SIA 5 0,860 0,856 VALID SIA 6 0,860 0,857 VALID SIA 7 0,860 0,857 VALID SIA 8 0,860 0,859 VALID SIA 9 0,860 0,859 VALID SIA 10 0,860 0,857 VALID SIA 11 0,860 0,858 VALID
SIA 12 0,860 0,859 VALID SIA 13 0,860 0,857 VALID SIA 14 0,860 0,858 VALID SIA 15 0,860 0,857 VALID SIA 16 0,860 0,859 VALID SIA 17 0,860 0,857 VALID SIA 18 0,860 0,857 VALID SIA 19 0,860 0,859 VALID SIA 20 0,860 0,860 VALID SIA 21 0,860 0,857 VALID SIA 22 0,860 0,855 VALID SIA 23 0,860 0, 859 VALID SIA 24 0,860 0,857 VALID SIA 25 0,860 0,857 VALID SIA 26 0,860 0,858 VALID SIA 27 0,860 0,858 VALID SIA 28 0,860 0,857 VALID SIA 29 0,860 0,857 VALID SIA 30 0,860 0,856 VALID SIA 31 0,860 0,858 VALID SIA 32 0,860 0,859 VALID SIA 33 0,860 0,859 VALID SIA 34 0,860 0,860 VALID SIA 36 0,860 0,856 VALID SIA 37 0,860 0,857 VALID SIA 38 0,860 0,857 VALID SIA 39 0,860 0,859 VALID SIA 40 0,860 0,859 VALID SIA 41 0,860 0,857 VALID SIA 42 0,860 0,858 VALID SIA 43 0,860 0,859 VALID SIA 44 0,860 0,857 VALID SIA 45 0,860 0,858 VALID SIA 46 0,860 0,857 VALID SIA 47 0,860 0,859 VALID SIA 48 0,860 0,857 VALID SIA 49 0,860 0,857 VALID SIA 50 0,860 0,859 VALID SIA 51 0,860 0,860 VALID SIA 52 0,860 0,857 VALID SIA 53 0,860 0,855 VALID SIA 54 0,860 0,859 VALID SIA 55 0,860 0,857 VALID SIA 56 0,860 0,857 VALID
SIA 57 0,860 0,858 VALID SIA 58 0,860 0,858 VALID SIA 59 0,860 0,857 VALID SIA 60 0,860 0,857 VALID SIA 61 0,860 0,856 VALID SIA 62 0,860 0,858 VALID SIA 63 0,860 0,860 VALID SIA 64 0,860 0,860 VALID SIA 65 0,860 0,858 VALID SIA 66 0,860 0,858 VALID SIA 67 0,860 0,859 VALID SIA 68 0,860 0,857 VALID Sumber : Lampiran 4
Hasil pengulangan uji validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa tidak ada lagi variable yang memiliki nilai Cronbach Alpha if Item Deleted lebih besar dari Cronbach’s Alpha. Jadi semua variabel Sistem Informasi Akuntansi (SIA) tersebut telah valid untuk digunakan dalam pengolahan data yang selanjutnya.
Tabel 4.5
Hasil Uji Validitas Variabel Organizational Culture (OC1)
Variabel Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan OC1 1 0,646 0,639 VALID OC1 2 0,646 0,634 VALID OC1 3 0,646 0,641 VALID OC1 4 0,646 0,646 VALID OC1 5 0,646 0,642 VALID OC1 6 0,646 0,627 VALID OC1 7 0,646 0,622 VALID OC1 8 0,646 0,637 VALID OC1 9 0,646 0,603 VALID OC1 10 0,646 0,628 VALID OC1 11 0,646 0,615 VALID OC1 12 0,646 0,618 VALID OC1 13 0,646 0,629 VALID
OC1 14 0,646 0,617 VALID
Sumber : Lampiran 4
Hasil pengujian validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa tidak ada variable yang memiliki nilai Cronbach Alpha if Item Deleted lebih besar dari Cronbach’s Alpha. Jadi semua variabel Organizational Culture (OC1) tersebut telah valid untuk digunakan dalam pengolahan data yang selanjutnya.
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Variabel Organizational Commitement (OC2)
Variabel Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan OC21 0,703 0,692 VALID OC2 2 0,703 0,695 VALID OC2 3 0,703 0,694 VALID OC2 4 0,703 0,699 VALID OC2 5 0,703 0,699 VALID OC2 6 0,703 0,692 VALID OC2 7 0,703 0,692 VALID OC2 8 0,703 0,701 VALID OC2 9 0,703 0,687 VALID OC2 10 0,703 0,694 VALID OC2 11 0,703 0,692 VALID OC2 12 0,703 0,699 VALID OC2 13 0,703 0,692 VALID OC2 14 0,703 0,692 VALID OC2 15 0,703 0,701 VALID OC2 16 0,703 0,702 VALID OC2 17 0,703 0,692 VALID OC2 18 0,703 0,684 VALID OC2 19 0,703 0,702 VALID OC2 20 0,703 0,695 VALID OC2 21 0,703 0,690 VALID OC2 22 0,703 0,697 VALID OC2 23 0,703 0, 698 VALID OC2 24 0,703 0,693 VALID OC2 25 0,703 0,697 VALID OC2 26 0,703 0,691 VALID
OC2 27 0,703 0,699 VALID
Sumber : Lampiran 4
Hasil pengujian validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa tidak ada variable yang memiliki nilai Cronbach Alpha if Item Deleted lebih besar dari Cronbach’s Alpha. Jadi semua variabel Organizational Commitment (OC2) tersebut telah valid untuk digunakan dalam pengolahan data yang selanjutnya.
4.2.2 Pengujian Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Metode pengujian yang digunakan adalah pengujian Cronbach Alpha. Data dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,5. Hasil pengujian reliabilitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha
SIA 0,860
OC1 0,646
OC2 0,703
Sumber : Lampiran 4
Dari hasil tabel 4.7 menunjukan bahwa semua variabel memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,5. Artinya semua variabel memiliki reliabilitas yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.
4.3 Statistik Deskriptif
Tabel 4.8 Statistik Deskriptif
Variabel Minimum Maximum Mean
Kisaran Teoritis Kisaran Aktual Rentang Skala Rendah 1-2,33 Sedang 2,34-3,67 Tinggi 3,68-5 SIA 2,69 3,96 3,41 1-5 2,69-3,96 OC1 2,29 4,14 3,41 1-5 2,29-4,14 OC2 2,48 3,85 3,4 1-5 2,48-3,85 Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan tabel deskriptif di atas, variable kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki nilai minimum 2,69 dan maksimum 3,96 dari 68 pertanyaan. Mean dari variable SIA yaitu 3,41. Dari nilai tersebut menunjukan bahwa kesuksesan sistem informasi akuntansi dalam organisasi semakin baik dan sempurna, dan pada akhirnya bisa berguna untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.
Variable Organizational Culture (OC1) memiliki nilai minimum 2,29 dan maksimum 4,14 dari 14 pertanyaan. Mean dari variable OC1 yaitu 3,41. Dari nilai tersebut menunjukan bahwa organisasi memiliki Organizational Culture yang baik dan hal ini mempengaruhi kebiasaan atau perilaku pekerja dalam organisasi.
Variable Organizational Commitment (OC2) memiliki nilai minimum 2,48 dan maksimum 3,85 dari 27 pertanyaan. Mean dari variable OC2 yaitu 3,41. Dari nilai mean tersebut menunjukan bahwa responden memiliki Organizational
Commitment yang baik. Responden memiliki tingkat keloyalan dan rasa tanggung jawab terhadap organisasi.
4.4 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini, semuanya dilakukan menggunakan model regresi berganda. Adapun model regresi berganda yang digunakan yaitu :
SIA = α + b1 OC1+ b2 OC2 + e
4.4.1 Uji Normalitas
Pengujiaan asumsi klasik pertama yang dilakukan adalah uji normalitas. Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan menggunakan uji statistik Kolmogorov Smirnov (K-S). Data berdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) ≥ 0,05. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas
Model ZRE Asymp. Sig. (2-tailed) Keterangan
Model 1 ZRE_1 0,772 Normal
Sumber : Lampiran 5
Pada hasil pengujian normalitas menunjukan bahwa model penelitian memiliki nilai yang signifikan yaitu angka Kolmogorov Smirnov > 0,05. Artinya seluruh data yang diuji berdistribusi normal.
4.4.2 Uji Multikolinearitas
Uji asumsi klasik yang kedua adalah Uji Multikoleniaritas. Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance pada model regresi. Jika nilai Tolerance ≤ 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10, maka tidak terdapat multikolinearitas. Hasil Uji Multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.10
Hasil Uji Multikolinearitas
Model Dependen Independen Tolerance VIF Keterangan
Model 1 SIA OC1 0,315 3,173 TIDAK
MULTIKOL
Sumber : Lampiran 6
Dari tabel di atas, menunjukan bahwa tidak terdapat masalah pada uji multikoleniaritas. Hal ini ditunjukan adanya nilai tolerance dan VIF yang memenuhi syarat pada model penelitian tersebut, yaitu Tolerance ≤ 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10. Jadi model penelitian tersebut dapat dinyatakan valid dan tidak multikol.
4.4.3 Uji Heteroskedastisitas
Pengujian asumsi klasik terakhir yang dilakukan adalah uji heterokedastisitas. Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini dilakukan dengan uji Glejser, untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen. Jika
nilai Sig variabel independen lebih besar dari 0,05 maka tidak terdapat heteroskedastisitas.
Tabel 4.11
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Model Dependen Independen Sig. ANOVA
Model 1 ABS_RES OC1, OC2 0,639
Sumber : Lampiran 5
Pada tabel di atas, menunjukan bahwa nilai Sig. pada tabel ANOVA pada penelitian ini memiliki nilai > 0,05. Maka pengujian heteroskedastisitas dinyatakan valid.
4.5 Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan sebanyak satu kali. Langkah pengujian dilakukan peneliti sesuai dengan pengujian yang dijelaskan pada bab 3. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian pengaruh variable Organizational Culture (OC1) dan Organizational Commitment (OC2) terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.12 Uji Hipotesis
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
MEAN_OC2 .939 .041 1.034 23.171 .000 MEAN_OC1 -.052 .031 -.074 -1.662 .100 a. Dependent Variable: MEAN_SIA
Sumber : Lampiran 7
Persamaaan Regresi Berganda : SIA = 0,398 – 0,52OC1 + 0,939OC2
Tabel 4.12 menunjukan bahwa Organizational Culture (OC1) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Hal ini ditunjukan dengan nilai beta yaitu -0,052 dan nilai Sig. yaitu 0,100 (diatas 0,05 yang artinya tidak memenuhi syarat). Sedangkan Organizational Commitment (OC2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Hal ini ditunjukan dengan beta yaitu 0,939 dan nilai Sig 0,000. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mulyani (2015), bahwa Organizational Culture dan Organizational Commitment berpengaruh positif terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi.
Sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti,
Organizational Culture tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi. Hal ini mungkin saja terjadi karena adanya
perbedaan situasi dan kondisi ruang lingkup penelitian. Adanya perbedaan daerah perbedaan organisasi yang diteliti. Selain itu Organizational Culture yang dalam hal ini lebih mengarah kepada inovasi kurang bisa menggambarkan kesuksesan SIA dengan tepat.
Namun untuk pengujian Organizational Commitment, hal ini sesuai
dengan penelitian terdahulu (Mulyani, 2015). Dengan adanya komitmen yang baik maka akan semakin sukses penerapan Sistem Informasi Akuntansinya. Komitmen dalam hal ini digambarkan dengan adanya keloyalan pekerja, adanya rasa
memiliki atau menjadi bagian dalam organisasi, dan juga kesadaran akan tanggung jawab yang harus dilakukan di dalam organisasi. Hal-hal inilah yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesuksesan SIA, karena pekerja yang memiliki Organizational Commitment yang tinggi akan berusaha semaksimal mungkin untuk turut mengsukseskan pengimplementasian SIA dalam organisasi. Pekerja lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan, yaitu mengolah data dengan sistem yang tersedia.
47
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh Organizational Culture dan Organizational Commitment terhadap kesuksesan Sistem Informasi Akuntansi. Penelitian dilakukan dengan sample staff akuntan pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Kota Semarang. Setelah data yang diperlukan didapatkan dan diolah oleh peneliti, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesuksesan SIA hanya dipengaruhi Organizational Commitment saja, sedangkan Organizational Culture tidak berpengaruh secara signifikan.
Untuk mensukseskan pengimplementasian SIA, SIA harus terlebih dahlu memiliki fungsi yang sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Namun jalannya sebuah sistem atau SIA tidak lepas dari kendali user yaitu manusia atau pekerja dalam organisasi. Dalam hal ini, komitmen yang dimiliki oleh pekerja akan mempengaruhi cara ia bekerja atau mengimplementasikan sesuatu ke dalam sistem. Dan pada akhirnya hal ini akan berpengaruh besar terhadap kesuksesan SIA dalam organisasi.
Kelemahan dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa penerjemahan bahasa kuesioner yang kurang tepat. Karena bahasa kuesioner diadopsi dari bahasa yang berbeda yaitu bahasa inggris. Sehingga memungkinkan terjadi adanya hasil penelitian yang bias.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diketahui fakta bahwa perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Semarang masih banyak yang belum menggunakan Sistem Informasi Akuntansi atau SIA dalam menjalankan bisnisnya. Masih banyak perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan manual tanpa sistem IT. Dari hal tersebut, peneliti menyarankan agar perusahaan di Semarang hendaknya meningkatkan dan memperbaharui bisnisnya dengan menggunakan SIA. Karena sudah banyak penelitian yang menyatakan apabila dengan adanya penerapan SIA yang tepat dalam organisasi akan meningkatkan aktivitas bisnis menjadi lebih mudah dan lebih berkembang. Disamping dengan adanya sistem dalam organisasi dapat berdampak pada peningkatan profit.
Selain dari segi sistem, peneliti ingin menyarankan hendaknya organisasi mampu menyeleksi dan merekrut pekerja komitmen yang kuat agar kinerja yang dihasilkan bisa maksimal sesuai dengan harapan. Dengan begitu maka akan berdampak terhadapan kesuksesan SIA di organisasi. Semakin tinggi komitmen yang dimiliki, maka akan semakin sukses pengimplementasian SIA itu sendiri.
5.3 Implikasi Penelitian
Untuk mengembangkan penelitian ini, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan sampel yang berbeda. Sampel tersebut dapat diambil dari jenis perusahaan manufaktur lainnya seperti perusahaan tekstil, perusahaan furniture atau perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, atau penelitian dapat dilakukan pada badan pemerintahan agar hipotesis dalam penelitian ini dapat lebih digeneralisasi.
50
DAFTAR PUSTAKA
Azhar Susanto. 2008. Sistem Informasi Akuntansi: Struktur Pengendalian Risiko Pengembangan. Edisi Perdana: Lingga Jaya, pp. 60,22,72.
Addo, E. (2012). Organizational Culture and its effect on productivity ; the case study of La Community Bank by A thesis submitted to the Institute Of Distance Learning, Kwame Nkrumah University of Science and Technology in partial fulfillment of the requirements for the.
Budi, I., & Nusa, S. (2015). Influence Of Organizational Culture And Structure On Quality Of Accounting Information System. International Journal of Scientific & Technology Research, 4(5), 257–267.
Burr, R. and A. Girardi, 2002. Intellectual Capital: More than the Interaction of Competence Commitment. aust. J. Manage., 27:77-87.
Choe, J. M., “The Effects of User Participation on Design of Accounting Information Systems.” Information & Management, Vol. 34, pp. 185-198, 1998.
D. Hadad Hadad. 2011. Sharia Still Troubled? KARSA. Vol. I. 5, November 2011.. 14-15.
Davis, F. D. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology, 13(3), 319–340.
Deghanzade, Hamed; M. Ali Moradi & Mahvasan Ragibhi. 2011. A Survey of Human Factors Impact on The effectiveness of AIS. 2011. International Journal of Bussiness Administration. Vol. 2. No. 4.
DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). Journal of Management Information Systems The DeLone and McLean Model of Information Systems Success: A Ten-Year Update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30. http://doi.org/10.1073/pnas.0914199107
Griffin, R. W., & Moorhead, G. (2014). Organizational Behavior: Managing People and Organizations.
Halim Alam. 2011. Bank Indonesia Bank Admits Many burglarized For Internal OversightShining.through,<http://mukhhhsonrofi.wordpress.com/2011/07/
07/bi-akui-banyak-bank-dibobol-karena-pengawasan-internal-memble/jakarta> [22/06/2011].
Hartono, Jogiyanto. (2013). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE Jaros, S. (2007). Meyer and Allen Model of Organizational Commitment :
Measurement Issues, 7–26.