Rencana Penelitian
Integratif (RPI)
Rencana
Pengembangan
Integratif (RPI)
Rencana Penelitian dan
Pengembangan Integratif
RPPI = Rencana Penelitian dan
Pengembangan Integratif
Balitbanghut
Oleh
Pengembangan menjadi bagian tak terpisahkan dari Litbang
(Lit = Penelitian, Bang = Pengembangan)
Kegiatan pengembangan sudah ada sejak dahulu
Penerapan hasil penelitian dalam kegiatan ‘Pengembangan’
perlu acuan yang jelas agar hasilnya lebih konsisten
Penenilitan tanpa pengembangan adalah suatu keniscayaan
•
“Litbang – berbisnis? SWASTA- PNBP
•
LITBANG menunjang ekonomi dan perdagangan
internasional
•
Litbang harus memajukan ‘BANG’ agar menjadi lebih baik
dan lebih maju serta lebih bermanfaat
Latar belakang
Kebun percobaan pasir hantap sebagai salah satu
bentuk kegiatan pengembangan sudah ada sejak
Kebun percobaan Gunung Dahu sebagai salah satu
bentuk kegiatan pengembangan oleh Puskonser sudah
ada sejak 1997
Pembangunan rumah contoh oleh Pustekolah juga
merupakan bentuk kegiatan pengembangan
Rumah contoh LPHH tahun 1970 - an
Rumah contoh LPHH dari kayu kelapa untuk korban tsunami di
Kegiatan pengembangan merupakan aplikasi hasil penelitian
yang secara tidak langsung di dukung oleh hasil-hasil
penelitian, seperti misalnya penelitian sifat dasar kayu,
walaupun hanya menghasilkan data dan informasi sifat-sifat
kayu, namn telah menjadi acuan penting dalam pemanfaatan
kayu untuk berbagai hal.
Berawal dari sifat dasar tersebut, hal-hal yang terkait dapat
diupayakan keterkaitannya untuk menjadi suatu paket
teknologi yang siap dikembangkan kepada masyarakat.
Contoh: konsep tulang ikan untuk penggunaan data dan
informasi dari penelitian dasar
Hama Penyakit Standar Perubahan iklim Perbenihan Pemuliaan Pertumbuhan Lahan Bahan baku Process Produk Analisis Sosial Ekonomi Kebijakan Kelembagaa n Konservasi Rehabilitasi DAS Perubahan iklim SIFAT DASAR PRODUK Budidaya Pengolahan Dampak Lingkungan Sosial Ekonomi Pemanenan
SIFAT
DASAR
Anatomi Ciri umum Ciri khusus Veneer dan kayu lapis Rendemen Mutu Ketegu han rekat Pemesinan dan penggergajian Ketaman Pulp kertas Ampelasan Pemboran Kimia Kalor Selulosa Hemi Lignin Ekstraktif Destilat Nilai kalor Karbon terikat Fisik Mekanik Keteguhan Kelas kuat Keawetan Keterawetan Kelas kuat Kelas awetBAHAN
BAKU
Kegiatan pengembangan juga dapat dilakukan
dengan mengubah cara pandang suatu aset baik data
dan informasi hasil penelitian maupun peralatan kuno
yang masih berfungsi dengan baik
GERGAJI 1962 PUSTEKOLAH DAN JEPANG
Kegiatan pengembangan yang sudah diaplikasikan:
APLIKASI ARANG KOMPOS DI CIBALIUNG GERHAN TAHUN 2004 (LSM, PUSTEKOLAH, DISHUT DAN PENYULUH)
Kegiatan pengembangan yang sudah diaplikasikan: APLIKASI BIOCHAR DI PONTIANAK, TAHUN 2003. YAYASAN DIAN TAMA.
1.
Cara mengukur dan menetapkan kayu bundar jati (thn 1937, menjadi SKI thn 1970-an
dan jadi SNI thn 1990
2.
Cara mengukur tingkat penjarangan tegakan hutan dengan S% (thn 1930-an) sampai
skr masih digunakan
3
Pendugaan isi pohon jati melalui pengukuran kll pohon setinggi dada (thn 1950-an,
dikawal oleh litbang smp diterapkan oleh jawatan kehutanan dan skr dipakai oleh
perhutani serta berkembang penelitian serupa untuk jenis pohon lain spt sengon
4.
Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PPKI-1961) (LPHH, LPMB, BPB dan Fak teknik
UGM) direvisi menjadi RSNI tahun 2002 Tata cara perencanaan konstruksi kayu Ind
5. Thn 1944 Balai penyelidikan kehutanan dan Tatahutan menyusun pedoman
penanaman 28 jenis kayu industri di Jawa dan Madura dan Thn 1953 jawatan
kehutanan membentuk panitia perancang hutan industri (PPHI) ( kertas, bangunan,
kimia, bambu, ekonomi
Lesson Learned: Hasil penelitian harus dikawal agar dapat
1.
Memperbanyak uji coba di lapangan
2.
Pendayagunaan KHDTK
3.
Membangun data base hasil penelitian
4.
Meningkatkan peram Forum PWP
5.
Meningkatkan kerjasama penelitian
6.
Pemikiran: kegagalan tenaga peneliti dalam peningkatan
jabatan fungsional peneliti mrpk kegagalan bersama
pimpinan unit kerja dan peneliti
Titik berat pengembangan juga menjadi amanat para senior
dalam Buku Satu Abad Litbang, dengan harapan peran
Adanya aplikasi hasil penelitian yang berani menjawab
TANTANGAN seperti:
Pengolahan lahan kering dan gersang di NTT
Hasil penelitian yang berulang dan mempunyai kesan
berputar-putar
Kegiatan kerjasama belum terkait dengan RPI
Action tindak lanjut penelitian kurang nyata/kurang optimal
Kualitas Penelitian kurang fokus - berdampak pada kualitas hasil
KTI
Kuantitas dan Kualitas SDM kurang
Substansi kegiatan penelitian masih perlu ditingkatkan (skala
prioritas, terkini, dll.)
Hasil kuesioner RPI 2013 juga
Kegiatan penelitian:
TERLALU MELEBAR
TERLALU BANYAK KEGIATAN
KURANG TERINTEGRASI
LALU LINTAS KEGIATAN
Namun demikian, SEMANGAT para koordinator menunjukkan
kesamaan dalam usaha mewujudkan keintegrasian
(Pertemuan rutan)
Secara Umum Hasil Diskusi
Keintegrasian RPI 2015 – 2019 pada
tanggal 2 - 30 Mei 2014
RENSTRA KEHUTANAN
PENGEMBANGAN
INTEGRATIF
ROAD MAP LITBANG
RPJM KEHUTANAN
Pemanfaatan hasil riset teknologi, manajemen dan kebijakan
bagi perbaikan kebijakan dan praktek di lapangan
Pengembangan dan penggunaan hasil penelitian
Adopsi teknologi dalam pengelolaan hutan dan industri hasil
hutan
mewujudkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai basis
pengelolaan hutan lestari dan kesejahteraan masyarakat.
mewujudkan sistem dan praktek pengelolaan hutan secara
lestari:
1. pengembangan teknologi pengaturan kelestarian, pengendalian
dan pengawasan pemanenan hasil hutan,
2. pengembangan teknologi pemanfaatan multi produk HH
3.
pengembangan teknologi peningkatan nilai tambah produk
HH
4.
pengembangan sistem pengelolaan hutan yang
terintegrasi antar komoditas.
penelitian kebijakan rasionalisasi skala pengelolaan hutan
secara proporsional antara usaha skala besar dan kecil
pengembangan tata kelola peredaran hasil hutan dan
manajemen kawasan yang didukung pembangunan basis data
dan sistem informasi terkini dengan didukung sistem yang
menjamin kepastian hukum dan berusaha (business security).
Arahan Kebijakan Penelitian dan Transformasi Teknologi:
Penguatan regulasi di bidang kehutanan yang menjamin
efektifitas pengelolaan kawasan (good forest area
governance) serta pengembangan SDM kehutanan.
Percepatan proses pembentukan unit-unit KPH dan
implementasi sistem KPH pada seluruh kawasan hutan
(baik konservasi, lindung dan produksi).
Pengembangan sistem informasi kehutanan yang kredibel,
terukur dan dapat diakses secara luas.
Pengembangan kebijakan ekonomi makro kehutanan
nasional yang mendukung terwujudnya kelestarian hutan
dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan melalui
pengembangan kebijakan dan kelembagaan pelayanan
publik yang efisien dan efektif, pengembangan BLU, serta
peningkatan kapasitas kelembagaan lokal.
Hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta produk dari hutan rakyat
dan hutan kemasyakatan secara struktur belum secara nyata
mendorong pengembangan /pemberdayaan perekonomian
masyarakat
Pengembangan Konservasi Spesies dan Genetik
Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata
alam
Pengembangan Konservasi Kawasan dan Ekosistem esensial
Lainnya
Program Penelitian dan Pengembangan Kemenhut
Permasalahan
Program litbang kehutanan belum mencerminkan kebutuhan
riil pengguna Iptek di bidang kehutanan.
Sebagian besar hasil riset masih dalam skala lab
Hasil riset masih sedikit yang menjadi informasi/ produk Iptek
yang tepat guna di tingkat lapangan.
PROGRAM UKP 2003-2009
1.
PENGELOLAAN HUTAN ALAM PRODUKSI LESTARI
2.
PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN
(TEKNOLOGI PENGEMBANGAN HUTAN TANAMAN JENIS PRIORITAS )
3.
PENGELOLAAN DAS DAN REHABILITASI HUTAN/LAHAN
4.
PENGELOLAAN KAWASAN YANG DILINDUNGI DAN PELESTARIAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI
(MODEL PENGELOLAAN TAMAN
NASIONAL
)
5.
PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT DAN HUTAN KEMASYARAKATAN
6.
PENINGKATAN BUDIDAYA HHBK UNTUK MENDUKUNG USAHA KECIL
MENENGAH
7.
TEKNO EKONOMI PEMANFAATN HASIL HUTAN
8.
PEMANFAATAN DAN PEMASARAN JASA HUTAN
(KAJIAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN UNTUK PENGEMBANGAN
EKOWISATA)
9.
BIOLOGI HUTAN DAN SIFAT DASAR HASIL HUTAN
10.
PEMANTAPAN KELEMBAGAAN SEKTOR KEHUTANAN
BEBERAPA ARAHAN
1.
RAKER BANDUNG (2012): 79 % TIDAK DIKENAL, 97%
MASIH DIPERLUKAN
2.
BIOTROP : KIOS
3.
RESPON INTERNAL
4.
70 % HASIL PENELITIAN DIPAKAI USER ?
5.
RAKER BANDUNG (2013) : BANG HARUS ADA
6.
KPH : IndoMART
7.
AMANAT 100 thn
8.
SENIOR (PERNAH JAYA dgn BANG nya)
9.
KABADAN : LEBIH KE BANG
KEINTEGRASIAN
1.
HASIL KUESIONER (PENELITI DAN MANAGEMEN)
2.
ATURAN LIPI (BAGIAN DARI BUKU)
3.
BAPENAS (HULU HILIR)
Pilot Project Litbang di
KPH
Pilot Iptek Litbang (Hulu Hilir)
Pilot Iptek Litbang (Penyusunan RP dan Transformasi KPH ke
BLUD)
Pilot iptek Litbang (Konvergensi hasil
iptek di KPH)
PILOT IPTEK LITBANG DI
KPH
Pengelolaan HHBK unggulan Bambu di KPH Jeneberang Sulsel
Pengelolaan HHBK unggulan Rotan di KPH Boalemo Gorontalo
Pengelolaan HHBK unggulan Sutera Alam di KPH Boalemo Gorontalo Pengelolaan HHBK unggulan Kayu
Putih di KPHL Biak Numfor Papua Perbanyakan jenis meranti dengan
sistem KOFFCO di KPHP Banjar
Penyusunan Rencana Pengelolaan dan Pengembangan Mangorve Terpadu di KPHL Kubu Raya Kalbar Kajian Penguatan Kebijakan dan
Kelembagaan untuk Transformasi Pola Pendanaan KPH dari APBD menjadi BLUD di KPH Yogyakarta
Pilot litbang aplikasi iptek teknologi pengolahan hasil hutan
PENGEMBANGAN PENELITIAN
(KERJASAMA, TINDAK LANJUT, KONSORSIUM, UJI COBA, DEMPLOT)
LITBANG Bermitra dengan PENGGUNA
RENSTRA KEMENHUT: PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN
IPTEK SEKTOR KEHUTANAN
Balai Besar Yogyakarta
1.
Percontohan penanaman benih unggul hasil pemuliaan
2.
Model konservasi eksitu jenis langka
3.
Pengembangan sumber benih berbasis genetik
Balai Besar Samarinda
1.
Teknik produksi bibit
2.
Strategi konservasi
3.
Silvikultur multisystem
4.
Pemanfaatan/pengolahan kayu
5.
Teknik peningkatan produktivitas
Topik/tema Pengembangan/Kerjasama/Tindak
Lanjut Penelitian Regional (UPT/Balai)
Balai Semboja
1. Pengembangan tanaman obat hutan khas Kalimantan
2. Pengelolaan bekantan
3. Pengelolaan rusa sambar
4. Reklamasi bekas tambag yang mudah dan murah
Balai Manokwari
1. Teknologi penangkaran labi-labi moncong babi
2. Teknologi penangkaran kuskus papua
3. Demplot tanaman andalan Manokwari (Balitbangda)
Balai Kuok
1. Bioremediasi limbah industri pulp untuk lahan hutan tanaman industri
2. Percontohan tanaman kayu alternatif untuk pulp
Balai Mataram
1. Reklamasi lahan tambang di Newmont
2. Percontohan pengelolaan madu
Balai Ciamis
1. Model percontohan agroforestry
2. Demplot tanaman andalan Jawa Barat (Balitbangda)
Balai Aek Nauli
1. Percontohan budidaya tanaman taksus, litsea
2. Penangkaran trenggiling, beo nisa dan siamang
3. Demplot tanaman andalan Sumut (kemenyan, jernang)
Balai Makassar
1. Demplot tanaman andalan Sulsel (Balitbangda)
2. Demplot aneka jenis mangrove Sulsel (Pemda)
3. Reklamasi lahan bekas tambang nikel dengan FMA (PT. AMI)
4. Demplot penangkaran tarsius (TN Babul)
5. Pengembangan murbei dan Nigra indica serta Australis indica
Balai Manado
1. Pengembangan model hutan tanaman berbasis kemitraan
2. Pengembangan model inseminasi buatan pada anoa
3. Model pengembangan rehabilitasi hutan dan lahan berbasis pengelolaan DAS
Balai Palembang
1. Demplot tanaman andalan Sumsel (Balitbangda)
2. Demplot pengembangan HTI yang unggul
Balai Kupang
1. Demplot pengelolaan cendana
2. Penangkaran rusa di masyarakat
3. Rehabilitasi lahan kering
Balai Ciheuleut
1. Uji coba tanaman hutan bibit bersertifikat
2. Demplot sumber benih bersertifikat
Balai Banjar Baru
1. Percontohan pengelolaan lahan
2. Demplot tanaman andalan setempat Kalsel (Balitbangda)
3. Agroforestry
4. Jelutung
5. Gaharu
Balai Solo
1. Pengembangan sistem perencanaan pengelolaan DAS terpadu
2. Implementasi pengelolaan DAS mikro dan pulau kecil
3. Pengembangan sistem monitoring dan evakuasi kinerja DAS pada berbagai biogeofisik dan iklim
1.
Demplot Budidaya HHBK tanaman Obat Hutan
2.
Model HTI Pertukangan dan Energi
3.
KPH Model
PUSPROHUT
PUSKONSER
1.
Reklamasi Lahan Bekas Tambang
2.
Penangkaran Satwa
3.
Merantinisasi se-Sumatera
1.
Model mitigasi dan adaptasi
2.
Kajian land tenure??
PUSPIJAK
1.
Pengembangan Uji Coba Perekat Alami untuk Panel
Komposit di Industri
2.
Konsorsium HHBK resin
3.
Pengembangan pemanfaatan bambu/kayu lamina sbg
bahan konstruksi rumah dan kapal
4.
Bioenergi
5.
Rekayasa
6.
Kebijakan dan stimulansia organik
PUSTEKOLAH
RPI 1. Tanaman obat-obatan/bio-medicine
RPI 2. Kayu dan bambu lamina
RPI 3. Reklamasi lahan di lahan bekas tambang
RPI 4. Gaharu
RPI 5. Shoreanisasi
RPI 6. Penangkaran satwa
RPI 7. Land tenure
RPI 8. Model mitigasi dan adaptasi
RPI 9. Kajian sistem KPH
RPI 10. Bioenergi
RPI 11. HHBK
RPI 12. Model agroforestry
RPI 13. Dipterokarpa
RPI 14.Pengelolaan DAS
RPI 15. JAS (Jenis Andalan Setempat)
RPI 16.RSNI
Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Teknis
Lainnya Badan Litbang Kehutanan
PROGRAM LITBANG KEHUTANAN
(Renja 2015)
Kegiatan Litbang Konservasi dan Rehabilitasi SDH (Flora,
Fauna, Mikroba dan Kawasan)
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Perumusan Kebijakan dan
Penanganan Perubahan Iklim
Kegiatan Litbang Peningkatan Produktifitas Hutan (Kayu
dan Non Kayu)
Kegiatan Litbang Teknologi Pengolahan Hasil Hutan Untuk
Peningkatan Daya Saing Produk (Kayu dan Bukan Kayu)
RENCANA PENGEMBANGAN INTEGRATIF
(KONSORSIUM, DEMPLOT, UJI COBA, PILOT )
1. RPI: PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN PENGOLAHAN HHBK
2. RPI: PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN KAYU
3. RPI: PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI
4. RPI: PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN DAN REDD/GRK
5. RPI : PENGEMBANGAN PENELITIAN REGIONAL 6. RPI: PENGEMBANGAN PERAKITAN TEKNOLOGI
7. RPI: PENGEMBANGAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH
1. RPI: PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN PENGOLAHAN HHBK
a. Konsorsium biofarmaka/ bio-medicine tanaman obat (ganitri, songga, kilemo) b. Konsorsium bioenergi (Nyamplung, pelet kayu/karbon) dan Arang terpadu c. Konsorsium gaharu
d. Konsorsium madu
E. Konsorsium sutera alam
e. Konsorsium minyak atsiri dan resin (kayu putih, cendana, damar dll)
2. RPI: PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN KAYU
a. Optimasi produk lamina (BAMBU, KAYU, ROTAN) untuk konstruksi bangunan
b. Konsorsium Shoreanisasi
c. Konsorsium sumber benih dan uji coba tanaman hutan bibit bersertifikat
d. Konsorsium sumber benih berbasis genetik dan benih unggul hasil pemuliaan
3. RPI: PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI
a. Konsorsium penangkaran satwa (rusa, kuskus, labi-labi, bekantan, beonisa, anoa, tarsius, siamang, dll)
b. Konsorsium reklamasi lahan bekas tambang
c. Konsorsium bioremediasi limbah industri pulp utk lahan HTI d. Implementasi pengelolaan DAS mikro dan pulau kecil
4. RPI: PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN DAN REDD/GRK
a. Konsorsium usaha ekowisata berbasis DAS dan LANSKAP) b. Konsorsium mitigasi dan adaptasi Perubahan Iklim (PI)
- Pembangunan demplot spesies tanaman yang tahan perubahan iklim) - PSP meru betiri
c. Desain enginering penanaman dan pengelolaan hutan kota d. Asistensi resolusi konflik (implementasi pendampingan)
5. RPI : PENGEMBANGAN PENELITIAN REGIONAL a. Konsorsium Jenis Andalan Setempat
b. Konsorsium Agroforestry
c. Konsorsium PLTB (Kebakaran hutan) ????
6. RPI: PENGEMBANGAN PERAKITAN TEKNOLOGI
a. Rekayasa (genetik, kabel layang, portable chipper???)
b. Formulsasi cuka kayu sbg stimulansia getah pinus, latek dan pertumbuhan tanaman
7. RPI: PENGEMBANGAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH
a. Konsorsium pemanfaatan limbah pembalakan dan industri (jamur obat, jamur tiram,
arang aktif, karton, POM, perekat, kayu lamina skala kecil dll)
KEGIATAN RPI
Konservasi dan
Rehabilitasi SDH (flora, fauna, mikroba dan kawasan)
1. PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI
Peningkatan Produktivita Hutan (kayu dan bukan kayu)
1. PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HHBK 2. PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN KAYU
Teknologi pengolahan hasil hutan untuk
peningkatan daya saing produk
1. PENGEMBANGAN PERAKITAN TEKNOLOGI
2. PENGEMBANGAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH
Peningkatan kapasitas Perumusan Kebijakan Kehutanan dan
Penanganan Perubahan Iklim
1. PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN DAN REDD/GRK
1. PENGEMBANGAN PENELITIAN REGIONAL
Dibawah Bidang Pengembangan Sekretariat?
Diketuai oleh Koordinator seorang Peneliti
Setiap RPI diupayakan kerjasama/bermitra dengan pengguna
(perguruan tinggi, swasta, penyuluh, LSM atau institusi lain)
Catatan tentang RENCANA
PENGEMBANGAN INTEGRATIF
FORUM PWP
HUTAN PENELITIAN
HUTAN PENDIDIKAN HUTAN PENYULUHAN
Pengembangan/kerjasama/
WORK BREAKDOWN STRUCTURE konservasi
kayu Non kayu jasling
Rotan
Bangkirai
flora fauna
Wisata, air ,karbon
Ekspor air ke Singapura
Batam
KPHL
DAS &
LANSKAP
Pengembangan/kerjasama dg SM
WORK BREAKDOWN STRUCTURE SOSIAL EKONOMI SIFAT PULP PRODUKSI LINGKUNGA N KESUBURAN, KEBIJAKAN pemasakan mutu
pulp Karbon, tanah, riap
regulasi
3 TH PANEN
Akasia
mangium