• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI)"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Penelitian

Integratif (RPI)

Rencana

Pengembangan

Integratif (RPI)

Rencana Penelitian dan

Pengembangan Integratif

(2)

RPPI = Rencana Penelitian dan

Pengembangan Integratif

Balitbanghut

Oleh

(3)

Pengembangan menjadi bagian tak terpisahkan dari Litbang

(Lit = Penelitian, Bang = Pengembangan)

Kegiatan pengembangan sudah ada sejak dahulu

Penerapan hasil penelitian dalam kegiatan ‘Pengembangan’

perlu acuan yang jelas agar hasilnya lebih konsisten

Penenilitan tanpa pengembangan adalah suatu keniscayaan

“Litbang – berbisnis? SWASTA- PNBP

LITBANG menunjang ekonomi dan perdagangan

internasional

Litbang harus memajukan ‘BANG’ agar menjadi lebih baik

dan lebih maju serta lebih bermanfaat

Latar belakang

(4)

Kebun percobaan pasir hantap sebagai salah satu

bentuk kegiatan pengembangan sudah ada sejak

(5)

Kebun percobaan Gunung Dahu sebagai salah satu

bentuk kegiatan pengembangan oleh Puskonser sudah

ada sejak 1997

(6)

Pembangunan rumah contoh oleh Pustekolah juga

merupakan bentuk kegiatan pengembangan

Rumah contoh LPHH tahun 1970 - an

Rumah contoh LPHH dari kayu kelapa untuk korban tsunami di

(7)

Kegiatan pengembangan merupakan aplikasi hasil penelitian

yang secara tidak langsung di dukung oleh hasil-hasil

penelitian, seperti misalnya penelitian sifat dasar kayu,

walaupun hanya menghasilkan data dan informasi sifat-sifat

kayu, namn telah menjadi acuan penting dalam pemanfaatan

kayu untuk berbagai hal.

Berawal dari sifat dasar tersebut, hal-hal yang terkait dapat

diupayakan keterkaitannya untuk menjadi suatu paket

teknologi yang siap dikembangkan kepada masyarakat.

Contoh: konsep tulang ikan untuk penggunaan data dan

informasi dari penelitian dasar

(8)

Hama Penyakit Standar Perubahan iklim Perbenihan Pemuliaan Pertumbuhan Lahan Bahan baku Process Produk Analisis Sosial Ekonomi Kebijakan Kelembagaa n Konservasi Rehabilitasi DAS Perubahan iklim SIFAT DASAR PRODUK Budidaya Pengolahan Dampak Lingkungan Sosial Ekonomi Pemanenan

(9)

SIFAT

DASAR

Anatomi Ciri umum Ciri khusus Veneer dan kayu lapis Rendemen Mutu Ketegu han rekat Pemesinan dan penggergajian Ketaman Pulp kertas Ampelasan Pemboran Kimia Kalor Selulosa Hemi Lignin Ekstraktif Destilat Nilai kalor Karbon terikat Fisik Mekanik Keteguhan Kelas kuat Keawetan Keterawetan Kelas kuat Kelas awet

BAHAN

BAKU

(10)

Kegiatan pengembangan juga dapat dilakukan

dengan mengubah cara pandang suatu aset baik data

dan informasi hasil penelitian maupun peralatan kuno

yang masih berfungsi dengan baik

GERGAJI 1962 PUSTEKOLAH DAN JEPANG

(11)

Kegiatan pengembangan yang sudah diaplikasikan:

APLIKASI ARANG KOMPOS DI CIBALIUNG GERHAN TAHUN 2004 (LSM, PUSTEKOLAH, DISHUT DAN PENYULUH)

(12)

Kegiatan pengembangan yang sudah diaplikasikan: APLIKASI BIOCHAR DI PONTIANAK, TAHUN 2003. YAYASAN DIAN TAMA.

(13)

1.

Cara mengukur dan menetapkan kayu bundar jati (thn 1937, menjadi SKI thn 1970-an

dan jadi SNI thn 1990

2.

Cara mengukur tingkat penjarangan tegakan hutan dengan S% (thn 1930-an) sampai

skr masih digunakan

3

Pendugaan isi pohon jati melalui pengukuran kll pohon setinggi dada (thn 1950-an,

dikawal oleh litbang smp diterapkan oleh jawatan kehutanan dan skr dipakai oleh

perhutani serta berkembang penelitian serupa untuk jenis pohon lain spt sengon

4.

Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PPKI-1961) (LPHH, LPMB, BPB dan Fak teknik

UGM) direvisi menjadi RSNI tahun 2002 Tata cara perencanaan konstruksi kayu Ind

5. Thn 1944 Balai penyelidikan kehutanan dan Tatahutan menyusun pedoman

penanaman 28 jenis kayu industri di Jawa dan Madura dan Thn 1953 jawatan

kehutanan membentuk panitia perancang hutan industri (PPHI) ( kertas, bangunan,

kimia, bambu, ekonomi

Lesson Learned: Hasil penelitian harus dikawal agar dapat

(14)

1.

Memperbanyak uji coba di lapangan

2.

Pendayagunaan KHDTK

3.

Membangun data base hasil penelitian

4.

Meningkatkan peram Forum PWP

5.

Meningkatkan kerjasama penelitian

6.

Pemikiran: kegagalan tenaga peneliti dalam peningkatan

jabatan fungsional peneliti mrpk kegagalan bersama

pimpinan unit kerja dan peneliti

Titik berat pengembangan juga menjadi amanat para senior

dalam Buku Satu Abad Litbang, dengan harapan peran

(15)

Adanya aplikasi hasil penelitian yang berani menjawab

TANTANGAN seperti:

Pengolahan lahan kering dan gersang di NTT

Hasil penelitian yang berulang dan mempunyai kesan

berputar-putar

Kegiatan kerjasama belum terkait dengan RPI

Action tindak lanjut penelitian kurang nyata/kurang optimal

Kualitas Penelitian kurang fokus - berdampak pada kualitas hasil

KTI

Kuantitas dan Kualitas SDM kurang

Substansi kegiatan penelitian masih perlu ditingkatkan (skala

prioritas, terkini, dll.)

Hasil kuesioner RPI 2013 juga

(16)

Kegiatan penelitian:

TERLALU MELEBAR

TERLALU BANYAK KEGIATAN

KURANG TERINTEGRASI

LALU LINTAS KEGIATAN

Namun demikian, SEMANGAT para koordinator menunjukkan

kesamaan dalam usaha mewujudkan keintegrasian

(Pertemuan rutan)

Secara Umum Hasil Diskusi

Keintegrasian RPI 2015 – 2019 pada

tanggal 2 - 30 Mei 2014

(17)

RENSTRA KEHUTANAN

PENGEMBANGAN

INTEGRATIF

ROAD MAP LITBANG

RPJM KEHUTANAN

(18)

Pemanfaatan hasil riset teknologi, manajemen dan kebijakan

bagi perbaikan kebijakan dan praktek di lapangan

Pengembangan dan penggunaan hasil penelitian

Adopsi teknologi dalam pengelolaan hutan dan industri hasil

hutan

(19)

mewujudkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai basis

pengelolaan hutan lestari dan kesejahteraan masyarakat.

mewujudkan sistem dan praktek pengelolaan hutan secara

lestari:

1. pengembangan teknologi pengaturan kelestarian, pengendalian

dan pengawasan pemanenan hasil hutan,

2. pengembangan teknologi pemanfaatan multi produk HH

3.

pengembangan teknologi peningkatan nilai tambah produk

HH

4.

pengembangan sistem pengelolaan hutan yang

terintegrasi antar komoditas.

penelitian kebijakan rasionalisasi skala pengelolaan hutan

secara proporsional antara usaha skala besar dan kecil

pengembangan tata kelola peredaran hasil hutan dan

manajemen kawasan yang didukung pembangunan basis data

dan sistem informasi terkini dengan didukung sistem yang

menjamin kepastian hukum dan berusaha (business security).

Arahan Kebijakan Penelitian dan Transformasi Teknologi:

(20)

Penguatan regulasi di bidang kehutanan yang menjamin

efektifitas pengelolaan kawasan (good forest area

governance) serta pengembangan SDM kehutanan.

Percepatan proses pembentukan unit-unit KPH dan

implementasi sistem KPH pada seluruh kawasan hutan

(baik konservasi, lindung dan produksi).

Pengembangan sistem informasi kehutanan yang kredibel,

terukur dan dapat diakses secara luas.

Pengembangan kebijakan ekonomi makro kehutanan

nasional yang mendukung terwujudnya kelestarian hutan

dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan melalui

pengembangan kebijakan dan kelembagaan pelayanan

publik yang efisien dan efektif, pengembangan BLU, serta

peningkatan kapasitas kelembagaan lokal.

(21)

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta produk dari hutan rakyat

dan hutan kemasyakatan secara struktur belum secara nyata

mendorong pengembangan /pemberdayaan perekonomian

masyarakat

Pengembangan Konservasi Spesies dan Genetik

Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata

alam

Pengembangan Konservasi Kawasan dan Ekosistem esensial

Lainnya

(22)

Program Penelitian dan Pengembangan Kemenhut

Permasalahan

Program litbang kehutanan belum mencerminkan kebutuhan

riil pengguna Iptek di bidang kehutanan.

Sebagian besar hasil riset masih dalam skala lab

Hasil riset masih sedikit yang menjadi informasi/ produk Iptek

yang tepat guna di tingkat lapangan.

(23)

PROGRAM UKP 2003-2009

1.

PENGELOLAAN HUTAN ALAM PRODUKSI LESTARI

2.

PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN

(TEKNOLOGI PENGEMBANGAN HUTAN TANAMAN JENIS PRIORITAS )

3.

PENGELOLAAN DAS DAN REHABILITASI HUTAN/LAHAN

4.

PENGELOLAAN KAWASAN YANG DILINDUNGI DAN PELESTARIAN

KEANEKARAGAMAN HAYATI

(MODEL PENGELOLAAN TAMAN

NASIONAL

)

5.

PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT DAN HUTAN KEMASYARAKATAN

6.

PENINGKATAN BUDIDAYA HHBK UNTUK MENDUKUNG USAHA KECIL

MENENGAH

7.

TEKNO EKONOMI PEMANFAATN HASIL HUTAN

8.

PEMANFAATAN DAN PEMASARAN JASA HUTAN

(KAJIAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN UNTUK PENGEMBANGAN

EKOWISATA)

9.

BIOLOGI HUTAN DAN SIFAT DASAR HASIL HUTAN

10.

PEMANTAPAN KELEMBAGAAN SEKTOR KEHUTANAN

(24)

BEBERAPA ARAHAN

1.

RAKER BANDUNG (2012): 79 % TIDAK DIKENAL, 97%

MASIH DIPERLUKAN

2.

BIOTROP : KIOS

3.

RESPON INTERNAL

4.

70 % HASIL PENELITIAN DIPAKAI USER ?

5.

RAKER BANDUNG (2013) : BANG HARUS ADA

6.

KPH : IndoMART

7.

AMANAT 100 thn

8.

SENIOR (PERNAH JAYA dgn BANG nya)

9.

KABADAN : LEBIH KE BANG

(25)

KEINTEGRASIAN

1.

HASIL KUESIONER (PENELITI DAN MANAGEMEN)

2.

ATURAN LIPI (BAGIAN DARI BUKU)

3.

BAPENAS (HULU HILIR)

(26)

Pilot Project Litbang di

KPH

Pilot Iptek Litbang (Hulu Hilir)

Pilot Iptek Litbang (Penyusunan RP dan Transformasi KPH ke

BLUD)

Pilot iptek Litbang (Konvergensi hasil

iptek di KPH)

PILOT IPTEK LITBANG DI

KPH

 Pengelolaan HHBK unggulan Bambu di KPH Jeneberang Sulsel

 Pengelolaan HHBK unggulan Rotan di KPH Boalemo Gorontalo

 Pengelolaan HHBK unggulan Sutera Alam di KPH Boalemo Gorontalo  Pengelolaan HHBK unggulan Kayu

Putih di KPHL Biak Numfor Papua  Perbanyakan jenis meranti dengan

sistem KOFFCO di KPHP Banjar

 Penyusunan Rencana Pengelolaan dan Pengembangan Mangorve Terpadu di KPHL Kubu Raya Kalbar  Kajian Penguatan Kebijakan dan

Kelembagaan untuk Transformasi Pola Pendanaan KPH dari APBD menjadi BLUD di KPH Yogyakarta

Pilot litbang aplikasi iptek teknologi pengolahan hasil hutan

(27)

PENGEMBANGAN PENELITIAN

(KERJASAMA, TINDAK LANJUT, KONSORSIUM, UJI COBA, DEMPLOT)

LITBANG Bermitra dengan PENGGUNA

RENSTRA KEMENHUT: PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN

IPTEK SEKTOR KEHUTANAN

(28)

Balai Besar Yogyakarta

1.

Percontohan penanaman benih unggul hasil pemuliaan

2.

Model konservasi eksitu jenis langka

3.

Pengembangan sumber benih berbasis genetik

Balai Besar Samarinda

1.

Teknik produksi bibit

2.

Strategi konservasi

3.

Silvikultur multisystem

4.

Pemanfaatan/pengolahan kayu

5.

Teknik peningkatan produktivitas

Topik/tema Pengembangan/Kerjasama/Tindak

Lanjut Penelitian Regional (UPT/Balai)

(29)

Balai Semboja

1. Pengembangan tanaman obat hutan khas Kalimantan

2. Pengelolaan bekantan

3. Pengelolaan rusa sambar

4. Reklamasi bekas tambag yang mudah dan murah

Balai Manokwari

1. Teknologi penangkaran labi-labi moncong babi

2. Teknologi penangkaran kuskus papua

3. Demplot tanaman andalan Manokwari (Balitbangda)

Balai Kuok

1. Bioremediasi limbah industri pulp untuk lahan hutan tanaman industri

2. Percontohan tanaman kayu alternatif untuk pulp

Balai Mataram

1. Reklamasi lahan tambang di Newmont

2. Percontohan pengelolaan madu

(30)

Balai Ciamis

1. Model percontohan agroforestry

2. Demplot tanaman andalan Jawa Barat (Balitbangda)

Balai Aek Nauli

1. Percontohan budidaya tanaman taksus, litsea

2. Penangkaran trenggiling, beo nisa dan siamang

3. Demplot tanaman andalan Sumut (kemenyan, jernang)

Balai Makassar

1. Demplot tanaman andalan Sulsel (Balitbangda)

2. Demplot aneka jenis mangrove Sulsel (Pemda)

3. Reklamasi lahan bekas tambang nikel dengan FMA (PT. AMI)

4. Demplot penangkaran tarsius (TN Babul)

5. Pengembangan murbei dan Nigra indica serta Australis indica

Balai Manado

1. Pengembangan model hutan tanaman berbasis kemitraan

2. Pengembangan model inseminasi buatan pada anoa

3. Model pengembangan rehabilitasi hutan dan lahan berbasis pengelolaan DAS

(31)

Balai Palembang

1. Demplot tanaman andalan Sumsel (Balitbangda)

2. Demplot pengembangan HTI yang unggul

Balai Kupang

1. Demplot pengelolaan cendana

2. Penangkaran rusa di masyarakat

3. Rehabilitasi lahan kering

Balai Ciheuleut

1. Uji coba tanaman hutan bibit bersertifikat

2. Demplot sumber benih bersertifikat

Balai Banjar Baru

1. Percontohan pengelolaan lahan

2. Demplot tanaman andalan setempat Kalsel (Balitbangda)

3. Agroforestry

4. Jelutung

5. Gaharu

Balai Solo

1. Pengembangan sistem perencanaan pengelolaan DAS terpadu

2. Implementasi pengelolaan DAS mikro dan pulau kecil

3. Pengembangan sistem monitoring dan evakuasi kinerja DAS pada berbagai biogeofisik dan iklim

(32)

1.

Demplot Budidaya HHBK tanaman Obat Hutan

2.

Model HTI Pertukangan dan Energi

3.

KPH Model

PUSPROHUT

PUSKONSER

1.

Reklamasi Lahan Bekas Tambang

2.

Penangkaran Satwa

3.

Merantinisasi se-Sumatera

(33)

1.

Model mitigasi dan adaptasi

2.

Kajian land tenure??

PUSPIJAK

1.

Pengembangan Uji Coba Perekat Alami untuk Panel

Komposit di Industri

2.

Konsorsium HHBK resin

3.

Pengembangan pemanfaatan bambu/kayu lamina sbg

bahan konstruksi rumah dan kapal

4.

Bioenergi

5.

Rekayasa

6.

Kebijakan dan stimulansia organik

PUSTEKOLAH

(34)

RPI 1. Tanaman obat-obatan/bio-medicine

RPI 2. Kayu dan bambu lamina

RPI 3. Reklamasi lahan di lahan bekas tambang

RPI 4. Gaharu

RPI 5. Shoreanisasi

RPI 6. Penangkaran satwa

RPI 7. Land tenure

RPI 8. Model mitigasi dan adaptasi

RPI 9. Kajian sistem KPH

RPI 10. Bioenergi

RPI 11. HHBK

RPI 12. Model agroforestry

RPI 13. Dipterokarpa

RPI 14.Pengelolaan DAS

RPI 15. JAS (Jenis Andalan Setempat)

RPI 16.RSNI

(35)

Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Teknis

Lainnya Badan Litbang Kehutanan

PROGRAM LITBANG KEHUTANAN

(Renja 2015)

Kegiatan Litbang Konservasi dan Rehabilitasi SDH (Flora,

Fauna, Mikroba dan Kawasan)

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Perumusan Kebijakan dan

Penanganan Perubahan Iklim

Kegiatan Litbang Peningkatan Produktifitas Hutan (Kayu

dan Non Kayu)

Kegiatan Litbang Teknologi Pengolahan Hasil Hutan Untuk

Peningkatan Daya Saing Produk (Kayu dan Bukan Kayu)

(36)

RENCANA PENGEMBANGAN INTEGRATIF

(KONSORSIUM, DEMPLOT, UJI COBA, PILOT )

1. RPI: PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN PENGOLAHAN HHBK

2. RPI: PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN KAYU

3. RPI: PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI

4. RPI: PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN DAN REDD/GRK

5. RPI : PENGEMBANGAN PENELITIAN REGIONAL 6. RPI: PENGEMBANGAN PERAKITAN TEKNOLOGI

7. RPI: PENGEMBANGAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH

(37)

1. RPI: PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN PENGOLAHAN HHBK

a. Konsorsium biofarmaka/ bio-medicine tanaman obat (ganitri, songga, kilemo) b. Konsorsium bioenergi (Nyamplung, pelet kayu/karbon) dan Arang terpadu c. Konsorsium gaharu

d. Konsorsium madu

E. Konsorsium sutera alam

e. Konsorsium minyak atsiri dan resin (kayu putih, cendana, damar dll)

2. RPI: PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN KAYU

a. Optimasi produk lamina (BAMBU, KAYU, ROTAN) untuk konstruksi bangunan

b. Konsorsium Shoreanisasi

c. Konsorsium sumber benih dan uji coba tanaman hutan bibit bersertifikat

d. Konsorsium sumber benih berbasis genetik dan benih unggul hasil pemuliaan

3. RPI: PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI

a. Konsorsium penangkaran satwa (rusa, kuskus, labi-labi, bekantan, beonisa, anoa, tarsius, siamang, dll)

b. Konsorsium reklamasi lahan bekas tambang

c. Konsorsium bioremediasi limbah industri pulp utk lahan HTI d. Implementasi pengelolaan DAS mikro dan pulau kecil

(38)

4. RPI: PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN DAN REDD/GRK

a. Konsorsium usaha ekowisata berbasis DAS dan LANSKAP) b. Konsorsium mitigasi dan adaptasi Perubahan Iklim (PI)

- Pembangunan demplot spesies tanaman yang tahan perubahan iklim) - PSP meru betiri

c. Desain enginering penanaman dan pengelolaan hutan kota d. Asistensi resolusi konflik (implementasi pendampingan)

5. RPI : PENGEMBANGAN PENELITIAN REGIONAL a. Konsorsium Jenis Andalan Setempat

b. Konsorsium Agroforestry

c. Konsorsium PLTB (Kebakaran hutan) ????

6. RPI: PENGEMBANGAN PERAKITAN TEKNOLOGI

a. Rekayasa (genetik, kabel layang, portable chipper???)

b. Formulsasi cuka kayu sbg stimulansia getah pinus, latek dan pertumbuhan tanaman

7. RPI: PENGEMBANGAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH

a. Konsorsium pemanfaatan limbah pembalakan dan industri (jamur obat, jamur tiram,

arang aktif, karton, POM, perekat, kayu lamina skala kecil dll)

(39)

KEGIATAN RPI

Konservasi dan

Rehabilitasi SDH (flora, fauna, mikroba dan kawasan)

1. PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI

Peningkatan Produktivita Hutan (kayu dan bukan kayu)

1. PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HHBK 2. PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN KAYU

Teknologi pengolahan hasil hutan untuk

peningkatan daya saing produk

1. PENGEMBANGAN PERAKITAN TEKNOLOGI

2. PENGEMBANGAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH

Peningkatan kapasitas Perumusan Kebijakan Kehutanan dan

Penanganan Perubahan Iklim

1. PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN DAN REDD/GRK

1. PENGEMBANGAN PENELITIAN REGIONAL

(40)

Dibawah Bidang Pengembangan Sekretariat?

Diketuai oleh Koordinator seorang Peneliti

Setiap RPI diupayakan kerjasama/bermitra dengan pengguna

(perguruan tinggi, swasta, penyuluh, LSM atau institusi lain)

Catatan tentang RENCANA

PENGEMBANGAN INTEGRATIF

(41)

FORUM PWP

HUTAN PENELITIAN

HUTAN PENDIDIKAN HUTAN PENYULUHAN

(42)

Pengembangan/kerjasama/

WORK BREAKDOWN STRUCTURE konservasi

kayu Non kayu jasling

Rotan

Bangkirai

flora fauna

Wisata, air ,karbon

Ekspor air ke Singapura

Batam

KPHL

DAS &

LANSKAP

(43)
(44)
(45)
(46)

Pengembangan/kerjasama dg SM

WORK BREAKDOWN STRUCTURE SOSIAL EKONOMI SIFAT PULP PRODUKSI LINGKUNGA N KESUBURAN, KEBIJAKAN pemasakan mutu

pulp Karbon, tanah, riap

regulasi

3 TH PANEN

Akasia

mangium

(47)

STANDAR ANGGARAN

1. LIPI, DIKTI, RISTEK, LDPD

2. S1 , S2, S3

3. PENELITIAN < PENGEMBANGAN

4. TAHUN 1970

(48)

“ILMU YANG BISA DIMANFAATKAN MERUPAKAN

TABUNGAN DI MASA DEPAN”

(49)

Referensi

Dokumen terkait

Diperoleh bahwasannya kepemilikan hutan kemenyan secara perorangan dan dikuasai sepenuhnya oleh negara, bersifat subsisten, bentuk produknya berupa hasil hutan bukan kayu

Produk yang dihasilkan dari tanaman yang dibudidayakan di hutan dan sesuai dengan karakteristik budidaya hutan adalah hasil hutan (kayu dan HHBK), sedangkan produk yang dihasilkan

Pemulihan Daya Dukung Hutan dan Lahan sehingga dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat dalam rangka

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa informasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Provinsi Kalimantan Barat tidak rutin dilaporkan. Sehingga, laporan HHBK yang digunakan

Program Pembangunan Provinsi Jambi diantaranya adalah untuk meningkatkan perekonomian rakyat yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif

Mendorong Pihak Lain Untuk Memfasilitasi Rehabilitasi dan Pemasaran HHBK Kegiatan ini bertujuan agar terwujudnya upaya percepatan rehabilitasi kawasan hutan KPHL

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan Untuk Peningkatan Daya Saing Produk Kayu dan Bukan Kayu Pustekolah KPHP Lakitan, Lalan, Seruyan, Tasik Besar

Kegiatan Litbang Teknologi Pengolahan Hasil Hutan Untuk Peningkatan Daya Saing Produk (Kayu dan Bukan Kayu)..